Just a Baka Bestfriends

60 Drabbles

Vocaloid isn't mine
But this story is mine

.

Warning : Get it by yourself

.

Summary :

Absurd, bego, dan nggak jelas menyelingi hari-hari keempat manusia abnormal yang doyannya ngeributin hal paling gak bermutu di dunia

.


(Drabbles 16-30)


16- LKS

"Mikuo, gue mau nyontek PR Sosial punya lu, dong!" Kaito memohon pada Mikuo.

"Gak ah, buku kita kan beda, Kai." tolak Mikuo.

"Beda apanya? Kita kan sekelas!" Kaito nyolot.

"Beda! Gue ngerjainnya di LKS, kalo lo di Lembar Kerja Siswa! Nanti kalo lo salah nulis buku gimana?" Mikuo bales nyolot.

"..."


17- Mr. Perfect

Len, si Shota femes dan Gumiya, si Pangeran Kece beradu kegantengan.

"Gue lebih ganteng!" seru Gumiya.

"Gantengan gue, kali!" Len ngotot.

Akhirnya Len dan Gumiya mengadakan polling besar-besaran tentang 'SIAPA YANG LEBIH GANTENG?'. Mereka mendapat nilai seri, 202:202.

"Oh iya, Rin kan gak masuk!" kata Mikuo.

"Besok tanyain dia aja!" Kaito menyenggol lengan Len. Len tersenyum penuh kemenangan. Rin kan sahabatnya. Rin pasti milih dia, dong!

Esok harinya saat Rin baru saja memasuki gerbang sekolah, alhasil dia langsung disamperin seluruh siswa disekolah.

"E-ehh? Ada apaan, nih?" seru Rin kaget.

"Rin! Gantengan gue atau Gumiya?" tanya Len dengan semangat yang berapi-api.

Rin terdiam lalu tertawa keras.

"Ya gantengan Gumiya, laah! Muka lu Shota gitu, darimana gantengnya? Kayak Kudanil kecemplung got!"

.

.

.

"Len... Gue minta maaf, deh... Gua gak tau kalo lu lagi saingan sama si Gumiya muka lumut..."


18- Bertanya

"Nah, sebelum pelajaran berakhir, ada yang mau nanya?" Luka-sensei merapihkan buku-bukunya. "Siapa tau masih ada yang bingung sama bahasa Inggrisnya.."

Kaito mengacungkan tangannya. "Itu dia, Sensei! Saya bingung mau nanya apa!"


19- Shinigami

"Mik, lo dicariin, tuh!" panggil Rin.

"Sama siapa, Rin?" tanya Mikuo.

"Sama malaikat maut. Katanya ditunggu dikafe jam 4!"

"..."


20- Jeruk dan Lemon

"Kai, lu pilih Jeruk atau Lemon?" tanya Rin. Tangan kanannya memegang Jeruk dan tangan kirinya memegang Lemon.

Si Hentai Kaito langsung jawab, "Lemon".

"Oke, kalo gitu gue yang Jeruk, ya?" Rin meletakkan buah Lemon diatas tangan Kaito. Kaito hanya menatap si Lemon heran.

"Kai, tau gak? Buah yang sekarang kita pegang ini punya kesamaan sama orang yang megangnya, loh!" seru Rin.

"Eh masa? Apaan?" tanya Kaito. Dia berpikir, palingan si Rin ngatain dia 'DASAR BAKAITO HENTAI!'.

"Jeruk itu manis, kayak gue. Lemon itu asem, kayak elo!"

Kaito memicingkan matanya. "Tapi Jeruk juga banyak yang asem, kan?"

"Aseman Lemon, kali!" Rin nyolot.

Dari kejauhan, Kaito mendengar suara tawa dari Len dan Mikuo.


21- Bioskop dan Karaoke

"Woi, kita nonton bioskop, yuk!" ajak Len pada ke-3 sahabatnya.

"Ngapain...?" tanya Mikuo malas.

"Kita karaokean disitu, Mik!"

"Oh, karaoke... Karaoke itu harusnya ditempat karaoke, kan? Lu bego amat, sih!"

"Yang bego, siapa!?"


22- Sampah

"Hadooh, gak ada tong sampah lagI! Udah ah, buang kesini aja!" Mikuo hendak membuang sampah cikinya ketanah.

"Woei, gak boleh buang sampah sembarangan, bego!" cegah Rin.

"Ketauan Mbah Kiyoteru, mampus loe!" Kaito me-MAMPUS-kan.

"Tau. Lu mah gak kapok-kapok!" timpal Len.

"Ah, bawel! Peduli amat sama peraturan!" Mikuo menjatuhkan sampahnya.

Mbah Kiyoteru―Kepsek― lewat dan menatap Mikuo sekilas.

"Eh, sampahnya jatoh.." Mikuo memungut kembali sampahnya.


23- Lu main apaan?

"Lu lagi main apaan Mik?" tanya Len.

"Main twitter. Lagi ngecek PM sama Mention." Mikuo tidak mengalihkan pandangannya dari layar monitor.

"Oooh.. Udah tamat berapa kali mainannya?"

Mikuo menendang Len. "Udah tamat 3 kali, nihh!"


24- Paham gak?

Ini yang terjadi pada Mikuo saat dia gak paham dan gak mau ngaku saat Mbah Kiyoteru menerangkan Matematika :

"Paham anak-anak? Yang gak paham acungkan tangan!" kata Kiyoteru dengan nada yang biasa―nada biasa disini terbilang menggelegar bagi anak luar.

"Bagus! Nah, Hatsune-kun! Maju dan kerjakan soal no. 1 dihalaman 37."

Mikuo menunduk. "G-gak tau, Sensei..."

"KAN SENSEI UDAH BILANG! YANG GAK PAHAM ANGKAT TANGANN! KUPINGMU DIMANA, SIH?" marah Kiyoteru.

Mikuo tetap menunduk.

"Sana! Berdiri diluar sampai pelajaran Sensei selesai!" Kiyoteru menunjuk pintu.

.

Ini yang terjadi pada Mikuo saat dia gak paham dan dia ngaku kalo dia gak paham saat Mbah Kiyoteru menerangkan Matematika :

"Ayo! Yang gak paham angkat tangan!" kata Kiyoteru dengan nada yang biasa―bagi anak SMA Voca. Lagi.

Mikuo mengangkat tangannya tinggi. "Saya kurang paham, Sensei!"

Kiyoteru menggebrak papan tulis. "MAKANYA HATSUNE-KUN! KALO SENSEI MENERANGKAN ITU DIPERHATIKAN! JANGAN NGELAMUN TERUS!"

.

Rasanya Mikuo pengen mati aja...


25- Sepatu

"Len, kok lu make sepatunya 2 gitu? Kanan kiri?" tanya Kaito―bego―.

"Ya iyalah! Emang gue orang gila? Make sepatu sebelah doang?" bantah Len gak nyantai.

"Sepatu aja sepasang masa lo enggaaakk?" Kaito ngibrit.

Len melepas sepatu kirinya dan melemparnya kearah Kaito. "Lu juga jomblo, SETAN!"


26- Bagus yang mana?

"Kai, bagus yang mana?" tanya Rin sambil memegang 2 baju yang berbeda.

Kaito menghela nafas dan menunjuk dress selutut berwarna putih gaya pelaut dengan dasi biru muda sepanjang 10 cm.

"Emang iya? Yang ini juga bagus, kan?" tanya Rin sambil mematut-matut baju yang satunya―baju terusan 5 cm diatas lutut berbahan jeans dengan renda hitam diujung baju.

"Iya, bagus kok..." timpal Kaito malas.

Rin mendebatkan baju mana yang akan dia beli selama 1 jam―mungkin lebih tapi gak mungkin kurang.

"Ya udahlah, gue beli dua-duanya aja!" Rin dengan santai menenteng 2 baju itu kekasir.

.

Setelah itu, ada berita bahwa department store tersebut dibakar.


27- Attack on Titan

"Kita bikin film Attack on Titan, yuk!" ajak Mikuo tiba-tiba.

"Oh iya, film Live Actionnya udah keluar, ya?" tanya Len.

"Yuk yuk! Buat parodinya! Gue jadi Mikasa!" seru Rin bersemangat.

Suasana hening.

"Gue pikir, lu lebih cocok jadi titannya deh, Rin.." timpal Kaito.

Len mengangguk setuju. "Iya, kan ada titan ceweknya!"

Rin meninju Kaito dan Len hingga menghilang diangkasa.


28- Ini peran utama, lho!

"Len, kok lu nolak sih?" tanya Rin heran.

"Gak mau Rin.. Gua gak mau..." tolak Len.

"Lo dipilih secara langsung sama Aria, siketua klub drama buat jadi peran utamanya! Lu tau kan, sekolah kita bakal ikut ajang drama bergengsi tingkat Nasional? Kok lu nolak?"

"Kalo tokoh utamanya COWOK sih, gue mau! Masalahnya tokoh utamanya cewek, Rin! Udah berapa kali gue bilang, gue cowook! Gue cowok, Rin, COWOK!" Hayato lelah mba... *karena Hayati sudah mainstream


29- Pacar

"Hooi! Gue punya pacar!" kata Mikuo menghampiri meja sahabat-sahabatnya dikantin.

Rin keselek roti melon. Len membelalakkan matanya. Kaito kehabisan oksigen.

"PENGKHIANAT!" teriak Kaito bangkit dari tempat duduknya dan menunjuk Mikuo. Mikuo mengibaskan poni teal-nya.

"Padahal kita ber-4 udah janji buat ngejomblo selama diSMA!" timpal Rin menggebrak-gebrak meja kantin.

"Lo iri karena gue laku?" Mikuo meremehkan.

Len mengerutkan alisnya. "Emang ada yang mau sama lo, Mik? Siapa namanya?"

Mikuo kicep. "Ada! Namanya.. Moni.."

"Monitor, kan?"

Mikuo ngerasa miris. Badannya meletoy. Dia berdiri membelakangi Len sambil memegangi dada kirinya yang sekarang nyut-nyutan. Rin dan Kaito menepuk-nepuk bahu sahabat teal-nya dengan menahan tawa.


30- Gelas

"Gelas apa yang nyeremin?" tanya Len pada Kaito.

"Gelas yang ada tuyulnya, kali!" tebak Kaito.

"Salah!"

"Apa?"

"Gelasukan setan."

"Kok jauh?"


AN : Haloo, pojok author hari ini saya akan membalas 2 review yang masuk~

To : Luna Ayame

Halo, makasih buat ripiunya.. Untuk request-an mu maaf ya belum bisa ku accept. Soalnya ini no pair. Tapi nanti ada Miku, kok biarpun cuma sekilas doang..
Ehh tapi tetep makasih lo. Makasih juga buat sarannya.

To : adelita

Hai, terima kasih reviewnya.

.

Sebentar.. Sepertinya saya mengenal anda.. :v
Ihh, sukak
-nya yang kayak begituan, deh.. :v

Ah iya, saya memang mengenal anda :v \bahasanya jangan saya anda, deh.\

Makasih juga untuk para silent reader (^_^)


Mind to RFF?