Just a Baka Bestfriends
60 Drabbles
Vocaloid isn't mine
But this story is mine
.
Warning : Get it by yourself
.
Summary :
Absurd, bego, dan nggak jelas menyelingi hari-hari keempat manusia abnormal yang doyannya ngeributin hal paling gak bermutu di dunia
.
(Drabbles 31-45)
31- Pisang itu kuning
"Len, pilih Jeruk atau Pisang?" tanya Rin.
"Pisang."
"Kenapa?"
"Karena pisang itu warnanya kuning, saya suka warna kuning!"
32- Gen
"Gue heran sama Ring-sensei dan Leon-sensei! Kok bisa ya, punya anak Gumiya?" celoteh Kaito gak penting.
"Kenapa emang?" tanya Mikuo heran.
"Iya, Ring-sensei rambutnya biru, Leon-sensei rambutnya kuning, kok si Gumiya rambutnya ijo?" seru Kaito lagi.
"Mungkin Gumiya anak pungut." seru Rin tanpa difilter. "Lagian aneh aja, muka Ring-sensei dan Leon-sensei itu juga biasa aja. Kok mukanya si Gumiya bisa ganteng―luar biasa―gitu?"
"Yaa... Biru campur kuning itu kan, ijo. Jadi gen biru dan gen kuning menyatu jadi gen ijo." Len menjawab asal. "Terus juga untuk masalah muka sama aja kayak matematika. Sama tanda hasilnya positif, beda tanda hasilnya negatif. Jadi intinya, biasa ketemu biasa jadinya luar biasa.
Laen lagi kalo Ring-sensei itu cakep terus Leon-senseinya biasa, Gumiya-nya juga pasti biasa―atau mungkin jadinya jelek."
"Inilah sang jenius yang sebenarnyaa!"
33- Ayam dulu atau Telor dulu?
"Eh kalian! Gue punya pertanyaan!" kata Rin tiba-tiba saat dia dan 3 sahabatnya sedang mengobrol.
"Apa?" tanya Kaito.
"Ayam dulu apa telor dulu?"
Semua tampak berpikir (minus Rin).
"Aha! Gue tau! Jawabannya telor, kan?" seru Mikuo.
"Kok telor?" tanya Len.
"Kan Ayam itu asalnya dari telor!"
"Tapi kan telor itu asalnya dari Ayam juga." Kaito membantah.
"Hm, iya juga ya.." Mikuo memegang dagunya.
"Hehe.. Nyerah, nih?" Rin terkekeh.
"Nyerah!" seru Kaito.
"Jawabannya Ayam! Kan tadi gue ngomongnya Ayam dulu!"
"Itu sih, tebak-tebakkan, bego!"
34- Kenapa Ayam menyebrang?
"Sekarang gue yang punya pertanyaan!" ujar Len setelah dia baru kena troll sama Rin.
"Apaan?" tanya Rin.
"Kenapa Ayam menyebrang?"
"Kok rasanya familiar sama kata-kata itu, ya?" seru Kaito.
"Ayoo, dijawaab!" kata Len.
"Gak tau!" Mikuo nyerah.
"Untuk sampai keseberang jalan!" jawab Len.
"Gue tau! Untuk sampai keseberang jalan, kan?" kata Rin telmi.
"Bukan!" Len mengibas-ibaskan tangannya. Semua terheran-heran.
"Karena dia mau nyebrang!"
"Kalo gitu sih, orang mau jawab apa aja juga salah!"
35- Mata Ayam
"Kenapa Ayam kalo nyebrang gak liat kiri kanan?" kini Mikuo yang menyampaikan tebak-tebakkan.
"Karena.. a... Apa, ya?" Rin berfikir. "Karena males, ya?"
"Itu mah, elu kali!" timpal Len.
"Jawabannya apa, Mik?" tanya Kaito.
"Kan mata Ayam letaknya udah dikiri sama dikanan! Ngapain nengok kiri kanan lagi?"
.
"Masa, sih?"
36- Ayam yang jalannya mundur
"Ekhm, oke sekarang giliran gue!" Kaito gak mau kalah. "Ayam apa yang jalannya mundur?"
"Dih, emang ada?" bantah Rin.
"Kalo gak ada gue gak bakal ngomong, Rin."
"Ayam apa yang jalannya mundur?" Mikuo menatap Len. Len mengernyitkan bahunya.
"Nyerah, gak? Nyerah, gak? Udaah.. Nyerah ajaa!" Kaito memburu-buru.
"Oke deh, nyerah!" Len pasrah.
"Ayam yang didepannya ada tembok!" seru Kaito innocent.
"..."
"Ngajak ribut, lo Kai!"
37- Kenapa dari tadi Ayam?
"Kenapa sih, 4 drabble berturut-turut ngebahasnya Ayam?" celoteh Rin gak bermutu.
"Kan yang mulai duluan, elo!" Mikuo menjitak Rin. Rin nyengir.
"Sama drabble yang sekarang jadi 5.." gumam Kaito.
"Mungkin Authornya lagi mabok Ayam." Len menimpali.
38- Kue
"Hoi, kaliaaan~ Gue bawa kue!" sorak Rin menenteng kue berisi kue.
"Asik!" Kaito yang laper langsung merebut kotak bento yang dibawa Rin.
Mikuo mengerutkan dahinya. "Tu-tunggu! Itu kue lo yang bikin atau beli?"
Kaito yang udah mencomot kue terpaku dan menepuk dahi. Bisa gawat kalo ternyata ini kue buatan Rin.
"Spesial! Buatan gue!" Rin menepuk-nepuk dadanya―membanggakan diri.
Kaito kicep. Samar-samar dia mendengar suara bisikkan Len; "Mampus lu, tokai..."
39- Salah dengar
Mikuo heran. Mbah Kiyoteru itu selalu aja Negative Thinking sama dia. Contohnya saat pengambilan nilai.
Miku si murid pintar mendapat nilai jelek :
"Hoshine Miku, berapa nilaimu?" tanya Kiyoteru seraya menyiapkan buku nilai.
"65.. Sensei.." kata Miku pelan.
"Apa? 98?" ulang Kiyoteru―budek kelewatan―.
"6-65, Sensei..." kata Miku lagi.
Kiyoteru tersenyum. "Gak papa Hoshine-san. Kegagalan itu memang terkadang menyerang. Tapi harus kamu ingat, kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Jadi, jangan putus semangat hanya karena nilaimu turun. Selanjutnya, kamu harus mendapat nilai yang lebih bagus, oke?"
Mata Miku berbinar-binar. "Ma-makasih, Sensei!"
Dan saat Mikuo mendapat nilai bagus :
"Hatsune Mikuo! Berapa nilaimu?"
"98, Sensei!" jawab Mikuo bangga.
"Apa? 65?"
"98!"
"Bohong kamu! Kamu nyontek kesiapa, Mikuo? Mikuo, nyontek itu gak baik! Poinmu saya kurangi, lho!"
"Tapi..."
Mbah Kiyoteru itu dendam apa sih, sama Mikuo?
40- Kue 2
Len, Mikuo dan Kaito pergi kerumah Rin―30% kerja kelompok dan 70% main dan baca komik―.
"Lu tunggu disini, ya. Gue beresin ruang belajarnya dulu." Rin berjalan menuju sebuah ruangan, meninggalkan Len, Mikuo dan Kaito diruang tamu.
Len, Mikuo dan Kaito mengangguk. Saat itu mereka menemukan sepiring Brownies diatas meja.
"Ih, laper, ya?" Len kode-kode sambil mengelus-ngelus perutnya.
"Iya.. Laper.." timpal Mikuo.
Kaito mencomot Brownies. "Rin, bagi, ya~" Kaito meminta izin walau dia tau Rin gak bakal denger.
"Kok rasanya aneh?" tanya Mikuo.
"Ini kan, Brownies! Emang gitu rasanya!" jawab Len sok tau―banget―.
Rin balik dan melihat kue dimeja udah habis. "Loh, kuenya mana?"
"Wah.. Maaf.. Kita habisin. Lagian, laper sih..." Mikuo cengengesan.
Rin membulatkan matanya. "ITU KAN BROWNIES BASI!"
41- Oksigen
"Kai, siapa orang yang paling lo benci?" tanya Len pada Kaito.
"Elo."
"Loh? Gue? Kok? Kenapa?"
"Soalnya kalo dideket lo gue kayak mau mati aja. Oksigen disekitar gue menipis." Kaito mengedipkan mata kirinya.
Kaito dislepet karet.
42- Penampakkan
Len menginap dirumah Kaito. Len dan Kaito sedang dikamar, lagi cerita-cerita.
"Lu tau gak, kalo jam segini itu biasanya disini ada apaan?" tanya Kaito. Len diam dan menatap Kaito datar.
"Pe-nam-pak-kaaan..." bisik Kaito menakut-nakuti Len. Keliatannya Len gak takut. Tuh, dianya diem aja.
"Woi, Kaito! Katanya mau nonton film! Ini udah gue setelin!" suara Len terdengar dari luar kamar.
Kaito merinding. Mana Len yang asli?
43- Sampah 2
"Ayo anak-anak, kalo dikolong mejanya ada sampah, segera dibuang!" Gakupo-sensei memprovokasi.
"Sensei, sampah disamping meja juga?" tanya Len.
"Iya, Kagamine-kun."
Len menarik lengan Rin. "Ayo Rin, kita ketempat sampah!"
Len disumpel kaos kaki.
44- Cepet mandi!
Len menginap dirumah Mikuo.
"Hoi, Len! Bangun! Cepet mandi sana! Terus bantuin gue beres-beres rumah!" Mikuo melempar handuk kewajah Len yang masih tertidur.
"Iish... Sekarang kan Minggu, Mikuo sayaaaang..." gerutu Len menggulingkan tubuhnya membelakangi Mikuo.
"Lo menjijikkan! Bangun cepeeet, mandiii!" Mikuo memang selalu perfeksionis kalau menyangkut kebersihan.
"Hari Minggu masih mandi? KAMPUNGAN!" Len kembali melempar handuk berwarna putih itu kewajah Mikuo.
Mikuo tertawa miris.
45- Ulang tahun Kaito
Inilah ucapan sayang dari 3 sahabat tercinta Kaito :
Len : "Kapan lu femes? Kayak gue contohnya. Biar shota tapi gue keren dan populer!"
Rin : "Kapan matinya? Ditungguin malaikat maut, noh! Bosen gue ngeliat muka lo terus!"
Mikuo : "Semoga lu gak dapet pacar dan jadi jomblo abadi, ya?"
A/N : Kembali bersama saya, akumarine
Langsung aja bales review-nya ya, males basa basi -w-
To : nirmalasari218
Baru nemu waktu itu? Gapapa kok, ga bikin dosa juga lagi -w-
Makasih lho, kalo fic ini keren, terharu jadinya O,O
Iya saya ini jomblo T,T
Ga kok ga dibunuh, paling kugigit /gigit/
Makasih reviewnya ya, jangan lupa review lagi /plakk/
To : Elang Emas
Makasih lho pujiannya, aduh jadi enak/?
Nickname anda keren, mungkin suatu saat saya bakal ganti nn jadi Elang Perak/?
Thanks for your review~
To : Hanaruphop
Sementara ku stop, tapi remake nya lagi kubuat kok, jadi jangan kuatirr -w-
Eh aku terharu loh, ternyata masih ada yang nungguin fic jadul itu QAQ
Makasih karena udah setia menunggu fic kuu~ QAQ Makasih juga reviewnyaa
Mind to RFF?
