Just a Baka Bestfriends

60 Drabbles

Vocaloid isn't mine
But this story is mine

.

Warning : Get it by yourself

.

Summary :

Absurd, bego, dan nggak jelas menyelingi hari-hari keempat manusia abnormal yang doyannya ngeributin hal paling gak bermutu di dunia

.


(Drabbles 46-60)


46- Rahasia

"Kai, sini deh! Gue mau ngomong rahasia!" panggil Len pada Kaito.

"Apaan?" Kaito mendekat pada Len.

Len mendekatkan mulutnya ketelinga Kaito. "Ra-ha-si-a.."

Len kabur dan Kaito melemparkan buku setebal 3 cm yang sedang dipegangnya.


47- Jangan pernah makan diKantin!

"Eh, eh! Lo jangan pernah makan dikantin lagi!" kata Mikuo tiba-tiba.

"Hah? Emang kenapa?" Len mulai serius.

"Makanan Kantin ada racunnya?" Rin ikut-ikutan serius.

Mikuo menggeleng. "Pokoknya jangan! Dengerin kalo gue ngomong! Jangan dibantah!"

"Ya, apa alasannya biar kita tau..." kata Kaito penasaran. Dia khawatir kalo ternyata es krim yang biasa dia beli dikantin mengandung racun didalamnya.

Mikuo mengisyaratkan ke-3 sohibnya untuk mendekat.

"Soalnya bayar..." bisik Mikuo.


48- Rin

Kaito kadang suka sebel sama Rin. Kenapa? Ya gitu! Ngeledekkinnya parah!

Saat Kaito diledekkin Rin dan Kaitonya gak marah :

"Udah Kaaai! Lu gak usah sok kuat kayak getoo! Kalo lu mau nangis mah, nangis aja! Gak usah ditahan-tahan! Sok tegar, lo!"

Saat Kaito diledekkin Rin dan Kaitonya marah :

"Ya elah Kai, gue kan cuma bercanda! Lu lagi PMS, ya? Lu mah baperan, kayak cewek!"

Lama-lama Kaito berubah jadi Hulk, nih!


49- Gue kesel!

"Kai! Gue kesel deh, sama tetangga-tetangga gue!" Rin curhat.

"Hah? Kenapa?" Kaito menghadap kearah kursi Rin yang ada disamping kanannya.

"Gue disuruh stand up, pas gue stand up malah diketawain!"

Kaito menyentil jidat Rin. "Gue kesel deh sama elo! Begonya gak ilang-ilang!"


50- Rin 2

Rin itu manis. Tapi ngece―kelewatan―.

Saat Rin negece ke Mikuo dan Mikuo gak ngebales :

"Yaaahhh... Masa sama cewek takuut! Cemeeen!"

Saat Rin ngece ke Mikuo dan Mikuo ngebales :

"Mikuo beraninya sama ceweeek! Huuuuu..."

Cukup sudah, kokoro Mikuo lelah... Cowok itu selalu serba salah...


51- Wibu

Suatu hari, temen Mikuo yang dari Amerika apdet stat difesbuk:

"Japan is a stupis country. I hate Japan and Anime!"

Mikuo pun membentak orang itu―lewat PM―dan me-unfriend-nya seketika.

.

"Ya gue gak terima, laaaahh!" seru Mikuo berapi-api saat dia curhat pada Kaito.

Kaito berpikir. Katanya, Wibu itu bakal marah-marah kalo ada orang atau apapun yang ngejelek-jelekkin Jepang.

"Berarti lu wibu, dong?" celetuk Kaito.

"..."

"..."

"..."

"..."

"KITA TINGGAL DIJEPANG, SETANNN!"


52- Pilih yang mana?

"Rin, seandainya dunia ini akan runtuh. Ada sebuah pesawat ruang angkasa untuk menyelamatkan diri, tapi didalemnya cuma muat buat 2 orang. Lu pilih terbang bareng Len, Mikuo apa Kaito?" tanya Luki―teman sekelas Rin, Len, Mikuo dan kaito.

Len, Mikuo dan Kaito doki-doki. Pertanyaan dari Luki secara gak langsung menentukan siapa sahabat yang paling Rin sayangi.

Rin tampak berpikir dan gak lama kemudian dia tersenyum. "Pesawatnya buat lu aja, Luk. Gue mau mati bareng mereka."


53- Rin 3

Mungkin bener kata Mikuo, Rin itu manis, tapi labil―yang ngeselin banget―. Len capek ngalah terus.

Saat mereka ngantri dikantin :

"Oi, Len! Dahulukan cewek! LADIES FIRST!"

Saat mereka telat berdua dan takut buat ngebuka pintu kelas―secara wali kelas mereka si Kepsek MTK Mbah Kiyoteru― :

"Len... Lu yang buka pintunya gih!" Rin bisik-bisik.

"Lu aja Rin.. Kan, Ladies First!" Len juga berbisik-bisik.

"Lo cewek apa cowok, sih? BE GENTLE LEN! Masa cowok pengecut?"

"..." Cukup! Kokoro Len sudah muak!


54- Satu Permintaan : Len

Dari langit tiba-tiba muncul suara : "Len, seandainya kau memiliki satu permintaan yang akan terkabul, apa yang akan kau pinta?"

"Minta masuk surga, boleh?"


55- Satu Permintaan : Rin

Dari langit tiba-tiba muncul suara : "Rin, seandainya kau memiliki satu permintaan yang akan terkabul, apa yang akan kau pinta?"

"Gue minta, semoga permintaan gue nambah jadi 1000 permintaan!"

"..."


56- Satu Permintaan : Mikuo

Dari langit tiba-tiba muncul suara : "Mikuo, seandainya kau memiliki satu permintaan yang akan terkabul, apa yang akan kau pinta?"

"Gue mau minta, semoga Authornya gak ngebuat gue badluck melulu didrabble ini.. Itu aja.."


57- Satu Permintaan : Kaito

Dari langit tiba-tiba muncul suara : "Kaito, seandainya kau memiliki satu permintaan yang akan terkabul, apa yang akan kau pinta?"

"SIAPA ITU YANG NGOMONGG?!" *panik*


58- Chatting!

Len dan Rin lagi chattingan lewat aplikasi chatting.

Kagami Rin Rin Orange : "Len, lagi apa?"
Received : 18.05

Len tersenyum iseng dan membalas.

Banana Prince : "Lagi napas nih!"
Send Message Failed

Len berdecak dan mengetik lagi.

Banana Prince : "Lagi duduk! XP"
Send Message Failed

Len menghela nafas dan mau gak mau mengetik ulang.

Banana Prince : "Het dah, ni jaringan!"
Send Message Failed

Banana Prince : "OH GODD! HELL! JARINGAN GUE KENAPA SEEHH?"
Send Message Failed

Banana Prince : "ASTOGEH, JARINGAN GUEEEE!"
Send Message Failed

Banana Prince : "AN*EEENGGGG!"
Message Send

Len membulatkan matanya dan menutup mulutnya. Satu balasan masuk dari Rin.

Kagami Rin Rin Orange : "SIALAN LOE, LENN! GUE NANYA BAIK-BAIK, TAEEE!"


59- Hidden Talent

Gak ada yang tau, kalo Mikuo punya bakat terpendam. Cuma 3 sahabatnya yang tau bakat terpendamnya. Rin, Len dan Kaito jago nyanyi dan dance. Mikuo juga jago, tapi gak dikenal―gak ada yang tau malah. Rin, Len dan Kaito terpilih lagi untuk mewakili sekolahnya lomba musik. Tapi mereka kekurangan 1 orang. Mereka berniat memasukkan Mikuo dan Mikuo kegirangan. Rin, Len dan Kaito memutuskan untuk berkonsultasi ke Mbah Kiyoteru sepulang sekolah.

"Sensei, kita kurang 1 orang, kan?" Len memulai pembicaraan.

"Ah, ya! Gimana kalo kalian ajak Gumi Nakajima?" usul Kiyoteru.

"Ehm, Sensei. Sebenernya―" kata-kata Rin dicela.

"Kalo enggak, Yuuma Rorone juga keren, tuh!" kata Kiyoteru bersemangat. Tunggu, apanya yang keren? Mukanya? Apa Kiyoteru seorang humu?

"Suaranya si Yuuma keren." Kiyoteru menambahkan.

"Tapi Sen―" kata-kata Kaito kembali Kiyoteru potong.

"Atau si Aria? Suaranya juga keren, lho!" Kiyoteru tambah semangat.

"Gini, sensei! Kami berencana masukkin Mikuo, gimana?" usul Len akhirnya.

Terjadi keheningan selama beberapa detik.

"Aduuuh... Jangan dia, ya? Lebih baik kalian gak ikut lomba daripada Mikuo ikut, beneran deh!" Kiyoteru mengusap-usap kepala Rin, Len dan Kaito bergantian.

Mikuo yang mendengar semuanya dari balik pintu ruang kepala sekolah, membulatkan matanya dan air mata mulai mengalir dari matanya. Ia melangkah menjauh dari ruangan terkutuk itu.

"Kalo gitu, Sensei..." Rin angkat bicara. Ia menoleh pada Kaito dan Len lalu mengangguk.

"Kami gak ikut lombanya. Terima kasih atas perhatian, Sensei..." Rin, Len dan Kaito membungkuk dan keluar ruangan.

Saat mereka bertiga keluar ruangan, mereka melihat Mikuo yang berjalan dengan sesenggukkan. Rin yang khawatir langsung berlari menghampiri Mikuo dan memeluknya dari belakang. Len juga berlari dan memeluk Rin dari belakang. Lalu diikuti Kaito yang berlari dan memeluk Len dari belakang.

"Gak papa, Mik.. Kita semua tetep bareng-bareng, kok..." bisik Rin.

"Tenang aja, Mikuo.. Kita selalu ada buat lo, apapun yang terjadi.." seru Kaito agak mengencangkan suaranya.

Air mata Mikuo mengalir semakin deras. Ia menghadap kearah 3 sahabatnya yang saling pelukkan tumpuk-tumpuk(?). Mikuo memeluk Rin yang kebetulan ada didepannya. Kaito maju dan memeluk Mikuo dan Rin. Diikuti Len yang akhirnya mereka berpelukkan sambil duduk.

Dibawah langit yang mendung itu, tawa dan air mata mengisi kekosongan sekolah yang sekarang tinggal mereka berempat dan Kiyoteru yang ada diruangannya.


60- Sahabat

Len, Rin, Mikuo dan Kaito mengobrol diatap sekolah

"Hei, sedikit lagi kita kita lulus SMA..." seru Kaito. Senyumnya keliatan gak ikhlas.

"Iya ya... Gue bakal ke Hokkaido, Rin mau ke Osaka, Kaito tetep di Tokyo, dan Len bakalan ke Prancis..." gumam Mikuo bersandar pada pembatas besi.

"Dari dulu Len emang yang paling elite, ya?" celetuk Rin diselingi kekehan.

"Haha. Enggak. Gue juga bego. Kayak kalian." Len merendah―yang entah kenapa keliatan kayak ngejek.

"Omongan lu nyelekit, njirr!" Kaito memegangi dada kirinya sambil meringis. Semuanya tertawa.

"Biar nanti kita pisah-pisah, kita tetep sahabatan, kan?" Rin mengalihkan pembicaraan.

Mikuo mengangguk. "Iya dong..."

"Janji, ya?" Len mengangkat jari kelingkingnya.

Semuanya pun mengacungkan jari kelingking dan saling mengaitkannya satu sama lain. Setelahnya mereka berpelukkan gaya Teletubbies.


END


Pojok review bersama saya~

To : Elang Emas

Ada! Kan aku yang buat -w-
Udah kulanjut kok

To : nirmalasari218

Wahaa, mba nirmala malah jadi curhat di kotak review xD

Gapapa kok, tulis aja, diriku bahagia kalau ada orang yang nulis panjang lebar di kotak review apapun isinya :3
Makasih reviewnya yaa

Ciee, peluk peluk aku /hugback

To : m.a

Mereka emang sengaja dibuat sinting -w-)/ /plakk

Ooh, oke makasih sarannya~ Kubuatin deh, untuk mba m.a-san -w-)9

Nanti ada chapter bonusnya kok~


[OMAKE]

"Rin, seandainya dunia ini akan runtuh. Ada sebuah pesawat ruang angkasa untuk menyelamatkan diri, tapi didalemnya cuma muat buat 2 orang. Lu pilih terbang bareng Len, Mikuo apa Kaito?" tanya Luki―teman sekelas Rin, Len, Mikuo dan kaito.

Len, Mikuo dan Kaito doki-doki. Pertanyaan dari Luki secara gak langsung menentukan siapa sahabat yang paling Rin sayangi.

Rin tersenyum jahil. "Gua tinggalin tiga-tiganya terus gue ajak elu."

Luki bergidik jijik. Ga sudi gue diajak ama orang sinting kayak elu!―pikir Luki.


..

Mada owari desu~

Nanti ada dua chapter bonus~ STAY TUNE, OK!?~

RFF?