Veei

###2###

Naruto © Masashi k.

Harry potter © J.K. Rowling

πSasuNaruπ

.

.

.

.

" Aku juga menyayangimu... tidak tapi aku mencintaimu... jadi kumohon tunggu aku" balas Sasuke setelah Naruto menghilang sehingga hanya dia dan kedua temannya yang mendengar ucapan lirihnya...

(Hogwarts)

Dikawasan hutan Terlarang dekat dengan sebuah kastil tua yang berdiri kokoh. Di tepi sebuah danau yang orang-orang menyebutnya dengan Danau Hitam, tepat ditepi danau tersebut muncul sebuah pusaran angin dan disusul dengan sebuah ledakan energi besar yang memuntahkan seorang remaja yang berusia antara lima belas tahunan dengan pakaian compang-camping serta terlihat kebesaran, terlihat pula ditubuhnya penuh berbagai luka yang masih baru sehingga mengeluarkan darah dikulit tan nya. Remaja tersebut memiliki ciri berambut pirang acak-acakan serta tiga garis dimasing-masing pipinya. Karena ledakan energi yang terjadi mengundang beberapa makhluk penghuni hutan Terlarang untuk mendekat, tidak lupa beberapa profesor yang masih tinggal di Hogwarts menuju keaarah remaja tersebut untuk mengecek keadaan disana yang sudah ada Severus Snape yang kebetulan sedang mencari bahan ramuan di sekitar danau dan beberapa makhluk sihir disekitar remaja tersebut. Melihat kondisi remaja tersebut, Severus langsung membawa ke Houspital Wing.

Sesampai di Houspitalwing. Severus membaringkan remaja tersebut disalah-satu ranjang yang disiapkan oleh Madam Poppy Pomfrey yang berpfofesi sebagai penyembuh di Hogwarts. Merpalkan suatu mantra untuk menghilangkan baju yang dipakai oleh remaja tersebut,

" Oh Merlin... Sev, kenapa lukanya sebanyak ini?" syoknya melihat luka yang ada di tubuh pemuda tersebut.

"Mungkin terjadi gesekan antar dimensi saat dia melakukan apparate."

"Terlalu banyak luka,..." ucapnya dengan merapalkan berbagai mantra penyembuh untuk menutup luka serta mempercepat penyembuhan remaja berambut pirang tersebut. Dibantu Severus yang mulai membuka perban yang ada ditangan kanan pemuda tersebut, baru sedikit perban yang terbuka Severus menghentikan pekerjaannya dan memalingkan wajahnya kearah pintu masuk yang kini telah hadir Albus Dumbledore serta Minerva McGonagall menuju kearah mereka.

"Bagaimana keadaannya Sev?" tanya Albu(s Dumbledore selaku kepala sekolah Hogwarts tersebut.

"Sangat buruk, apalagi tangan kanannya yang kurasa pernah hancur sebelumnya."

"Albus, sepertinya aku mulai membutuhkan air mata flawkes untuknya."

"Dengan senang hati Poppy. Flawkes pasti senang membantumu."

"Bagaimana mungkin anak seumurannya sudah mengalami luka sebanyak ini?" dengan hati-hati Minerva membelai pipi Naruto yang masih dihiasi oleh beberapa luka gores.

Setelah meminumkan remaja tersebut dengan beberapa tetes air mata milk flawkes, kini luka yang diderita oleh remaja tersebut berangsur-angsur pulih lebih cepat, beserta tangan kanan remaja tersebut juga mulai berangsur menyamai bagian tubuhnya yang lain tanpa dihiasi keriput-keriput aneh sisa pencangkokkan sel yang dijalaninya. Setelah semua luka yang ada ditubuh remaja tersebut pulih Albus Dumbledore serta wakilnya, Minerva undur diri untuk lembali ke ruangannya. Sehingga di hanya ada Madam Poppy Pomfrey yang menemani remaja tersebut, sedangkan Severus Snape berada di ruang penyimpanan ramuan untuk mengambil beberapa ramuan untuk remaja yang ditemukannya. Sejak melihatnya ia merasa tidak asing dengan remaja tersebut. Merasa de javu, karena sebelumnya saat dia masih menjadi murid tahun ketujuh di Hogwarts dia juga menemukan pria asing disekitar danau tersebut, walupun memiliki luka yang mungkin lebih parah dari remaja yang dia temukan sekarang ini.

Sudah tiga hari remaja berambut pirang acak-acakan yang menempati salah satu bangsal Houspital Wing masih belum siuman. Sore ini Severus Snape sang potion Master mengunjungi kembali remaja tersebut. Setiap pagi, sore dan malam Severus selalu menyempatkan waktu untuk memastikan keadaan remaja pirang tersebut secara langsung. Setelah mengecek keadaan si pirang ia menuju ke meja milik Poppy.

"Keadaannya jauh lebih baik daripada kemarin, tapi kenapa dia masih belum sadar juga?" dengan suara yang pelan tapi masih bisa didengar oleh lawan bicaranya ia mulai meliht kembali laporan kesehatan remaja tersebut.

"Aku tidak tau, tapi mungkin malam nanti atau besok dia sudah sadar"

"Aku harap begitu,- "belum menyelesaikan ucapannya, indra pendengarannya mendengar suara rintihan yang berasal dari bangsal yang ditempati oleh remaja pirang tersebut, tanpa fikir panjang ia dengan langkah cepatnya menuju ke arah remaja yang kini telah terduduk dan memandangi tangan kanannya dengan pandangan tidak percaya. Mendengar suara langkah kaki yang menuju ke arahnya remaja tersebut menoleh ke arah kanannya dan mandapati dua orang asing tengah menuju ke arahnya, karena tidak mendapati niat buruk dari kedua orang tersebut ia membiarkan salahsatu dari mereka nengecek kondisinya.

"apa yang kau rasa saat ini anak muda" tanya satu-satunya wanita yang ada disana

"Badan ku masih sedikit kaku Madam" dengan suara yang masih serak remaja tersebut menjawab seadanya.

"Minumlah!" dengan mantra Accio Severus memanggil cawan yang berada dimeja Poppy lalu menyerahkannya untuk di minum

"Terimakasih paman."

"Siapa namamu?"

"Naruto, Namikaze Naruto"

"Namikaze,,,,,,"

.

.

.

.

.tbc..

.

.

.

maaf chap dua sebelumya est salah kirim jadi setelah dapat pamberitahuan dari Guest-san Est langsung baca ulang dan ya menang sama. maaf kali sebelumnya mengecewakan. tapi est sudah berusaha cepat... soooo maaf kalo masih mengecewakan senpai sekalian... tolong beritau est kalau masih ada typo yang nyempil.

- Winter AL Yuurama-san : Sasuke nyusul Naru masih beberapa cap lagi, jadi mohon ditunggu Win-san

- Alicia Jean Gaunt-san dan Indah605 : terimakasih udah nyempetin review

-Guest-san : terimakasihsudah mengingatkan Est senpai