Veei
###4###
Disclaimer :
Naruto © Masashi K.
Harry Potter © J.K. Rowling
π SasuNaru π
•
•
•
(Hogwarts)
Di salah satu lorong Hogwarts, kini Naruto mengikuti langkah Severus Snape menuju ke ruangannya untuk mengambil titipan ayahnya yang disimpan oleh orang didepannya, dengan melangkahakan kakinya lebih cepat guna mengikuti langkah lebar Severus. Selama perjalanan Naruto memilih untuk diam guna menemui Kyuubi aka Kurama yang ada didalam alam bawah sadarnya.
Jika diperhatikan dari kejauhan Naruto seakan berjalan sambil menunduk biasa, tapi dengan sorot mata kosong seakan tidak ada jiwa dalam raga tersebut, terima kasihlah pada insting ninjanya sehingga ia tidak sampai harus tertabak oleh benda yang ada disekitarnya,
…„…
Dalam mindscabenya kini juga banyak yang berubah, dulu setiap sudut memandang hanya ada genangan air dalam lorong kesendiriannya kini berubah menjadi pemandangan alam yang sangat indah, dengan latar sebuah air terjun serta bukit hijau yang dipemuhi oleh pohon-pohon besar yang mampu menaungi tidur Kurama, dengan angin sepoi-sepoi yang mampu menerbangkan rambut acak-acakannya yang mulai memanjang, dengan jambang yang mulai memanjang sehingga membingkai wajah manisnya.
Merasakan kehadiran partnernya, Kurama yang sebelumnya tertidur kini membuka matanya, dengan pandangan yang melembut disertai senyum rubahnya ia membiarkan Naruto bermanja di ekor lembutnya.
"Keputusan yang bagus partner , meninggalkan desa dan pindah ke dimensi yang dipenuhi oleh sihir..." sindirnya.
'Hehehe... tapi sepertinya Otou-san sudah mengatur tempat dan tujuanku sehingga kita hisa kemari. ne~ Kurama apa sebelumnya aku salah segel ya?'
"Tidak, sesuai petunjuk semuanya benar,"
'Tapi kebapa aku kembali ke wajah lima belas tahunku? dan lagi aku terlihat emmm... agak errrrr sedikit manis...'
" Minato, dia menyatukan tehnik pemangkas waku dan dimensional travel yang berbeda menjadi satu, tapi dia memusatka pemangkas waktu pada si pengguna sehingga tubuhmulah yang terkena efeknya."
'Jadi kita berada diwaktu yang sama dan dimensi yang berbeda...'
"Iya... dan sebelumnya Minato pasti pernah kesini, atau mungkin dia memang berasal dari dimensi ini?"
' Kau pasti bercanda kalo Tou-san berasal dari dimensi ini,'
''Mungkin Baka"
'yayaya rubah buluk'
tidak terima dipanggil rubah buluk Kurama melempar Naruto dengan kaki depannya hingga keluar paksa dari mindscabenya, tidak terima parlakuan sang partner yang ada damal tubuhnya membuat ia misuh-misuh tidak jelas, mulai dari `rubah buluk sialan` `bola bulu jadi-jadian` hingga `si tukang tidur pemalas` yang biasa ia tunjukan pada teman rusanya.
…„…
Mendapati Naruto mengerutu dengan kata-kata kasar dibelakangnya, dengan senang hati Severus Snape mengarahkan ujung tongkat sihirnya kearah Naruto seraya berguman 'silentio' sehingga membuat Naruto tidak dapat mengeluarkan suaranya. Mencoba mengirimkan deathglarenya yang tidak ada seram-seramnya diwajah manisnya sehingga tidak akan mempan pada profesor yang terkenal akan kemurahan hatinya dalam memotong point dari asrama Gryffindor, memberi detensi terhadap muridnya, dan beberapa hal buruk lainnya, lelah kerena deathglarenya tidak mempan ia kembali mengikuti Severus dengan diam seraya memasang wajah ngambek dan memelas yang sudahlama tidak ia keluarkan.
Sesampai di salah satu ruangan dilantai dua tepatnya diruang kerja Severus yang merangkap dengan kamarnya. membuka pintu kayu didepannya secara manual. Setelah memastikan bocah blonde yang mengekorinya masuk, ia kembali menutup pintu tersebut dengan mengayunkan tongkatnya tanpa mengucapkan mantra (sihir non verbal) melirik kearah sofa hijau lumut yang sudah diduduki Naruto tanpa permisi, membuatnya harus mengelus dada dalam hati menghadapi bocah pirang yang seharusnya tidak bocah lagi, menghela nafas untuk yang keberapa kalinya semenjak ia bertemu dengan bocah pirang didepannya yang saat ini masih memasang ekpresi ngambek dan memelasnya, mungkin jika ada salah satu murid asrama Gryffindor yang melihatnya membiarkan Naruto bertingkah semaunya ia pasti didemo oleh para Gryffindor yang menurutnya sama dengan kelakuan bocah dihadapannya. Mungkin lantaran tidak tega dan tidak kuat melihat aura keunyuan Naruto akhirnya ia mengenbalikan suara si pirang tersebut, memberikan sebuah gelas yang berisi coklat hangat.
"terimakasih"
"Kau belum menjelaskan padaku tentangmu secara mendetail."
"Baiklah, apa yang ingin anda tau dariku?" tanya Naruto dalam mode seriusnya.
" Kau bilang putra tunggal Minato, tapi dari tampilan mu kau masih berumur limabelasan?"
"Aku memang putra tungalnya, kenapa aku bisa lerlihat lebih muda, itu karena teknik pemangkas waktu yang dibuat Tou-san,"
"lalu?"
"Aku menjadi seperti yang sekarang ini,"
"Kenapa kau kemari, apa terjadi sesuatu?"
"Sebelumnya aku ingin kelur dari desa Konoha kesebuah tempat yang dimana tidak ada yang mengenalku sebagai Uzumaki Naruto sang pahlawan dunia shinobi atau apalah setelah ku memutuskan untuk berhenti menjadi ninja"
"kau seorang pahlawan perang?"
"ya..."
"Hemmmm lalu bagai mana keadaan ayahmu?"
"Ayah sudah meninggal sembilan belas tahun yang lalu saat hari kelahiranku. ngomong-ngomong kenapa paman terlihat sangat yakin kalu aku putra Namikaze Minato?"
"Dari mata dan rambut pirangmu, selain itu aku merasa aura sihirmu sangat mirip dengan miliknya"
"Benarkah itu? tapi aura sihir... mungkin yang anda maksud cakra."
"tidak, kau dan Minato sama-sama memiliki kedua hal tersebut, dia menjelaskan padaku tentang keduanya."
"Anda sangat dekat dengan ayah?"
"tidak juga, dia disini hanya beberapa bulan untuk mencari keberadaan orangtuanya."
"Orangtua? berarti kakek dan nenek ku berasal dari dimensi ini" mendengar pernyataan dari Severus membuat matanya terbelalak. Ada harapan lain dalam hatinya saat ini, ya... menemukan kakek dan nenek dari pihak ayahnya. 'Kuharap mereka masih hidup Kami-Sama...'
•
•
•
π SasuNaru π
•
•
•
Setelag beberapa lama dalam keheninggan kini Severus kembali dan menyerahkan sebuah kotak kayu berukuran tiga kali lima dm. (3×5dm) kepada Naruto yang penasaran akan apa isi dalam kotak tersebut. Memperhatikan secara teliti kotak tersebut, ia menyimpulkan kalau kotak tersebut dilindungi oleh kekkai yang sama pada gulungan fuin hiraisin, tanpa ragu membuka kotak tersebut dengan mentransfer cakranya pada lubang kecil yang ada dibagian atas kotak tersebut. tepat setelah lima menit ia mentransfer cakranya, kotak tersebit akhirnya terbuka. Dalam kotak tersebut sudah dilengkapi oleh mantra perluasan sehingga dapat menampung apapun, memasukan tangannya kedalam lalu mengeluarkan beberapa surat yang masih tersegel oleh fuinjutshu andalan ayahnua serta satu surat dengan cap aneh yang baru dilihatnya serta sebuah gulungan setinggi sekitar satu meter dan diameter duapuluh delapan centi meter dari dalam kotak tersebut. Melihat satu persatu surat yang ada ditangannya menyerahkan satu surat bernama Severus Snape kepada orang didepannya, lali ia memilih lagi empat surat yang ada ditangannya yang salahsatunya terdapat namanya, membukanya secara perlahan agar kertas yang ada ditangannya tidak robek, tidak lama setetes embun kebahagiaan mengalir dipipinya.
{ Hai Naru... jika kau sudah menemukan jalan kemari pasti kau sudah sangat kuat, mungkin sudah mencapi level kage. Saat pertemuan kita di Rouran, entahkenapa aku langsung yakin kalau kau putra ku, walaupun setelah itu aku menuegel ingatanku tentangmu tapi saat ibumu hamil dirimu, segel itu hancur. dulu aku tidak tahu dengan siapa tapi sekarang aku tahu, siapa wanita beruntung yang telah melahirkanmu, mungkin ini akan jadi cerita panjang Naru, dan kuharap kau tidak mewarisi sifat ibumu yang malas membaca.
Dari pertemuan kita di Rouran aku tau mungkin aku dimasa depan telah tiada, dan aku berharap kau tidak membenciku karena menjadikanmu jinchuriki, aku mengetahuinya saat kau mengunakan sebagian cakra kyuubi untuk melawan Mukade. Naruto...sebenarnya aku berasal dari dimensi ini, ayahku mengirimku ke Konoha karena para Death Eaters mangincar keluargaku, saat itu umurku lima tahun, dan ibuku mengandung adik ku. Lalu saat Kushina-chan mengandungmu di trisemester pertama aku memutuskan untuk menemui kakek dan nenekmu, sayangnya aku terlambat... mereka tertangkap oleh Drak Lord beberapa tahun setelah mereka mengirimku ke Konoha, tapi setidaknya adikku selamat dia sekarang hidup berdampingan dengan orang-orang non-sihir, menyembunyikan identitasnya sebagai Louwis Safir. Walupun aku hanya sekali bertemu dengannya aku senang, setidaknya masih ada yang selamat dikeluarga ku... Naru aku menitipkan kunci brangkas keluarga Namikaze di bank Grinngotts kepada keluarga Malfoy yang masih ada hubungan saudara dengan kakek buyutmu. lalu ambillah gulungan yang ku titipkan di berangkas keluarga Potter, gulungan itu berisi teknik pemisah jiwa. Aku membuatnya dengan bantuan Jiraiya Sensei setelàh mencari beberapa dokumen yang ada di reruntuhan Uzusio, sebelumya ku ingatkan teknik tersebut membutuhkan inang untuk pemisahannya, jadi mungkin hampirsama dengan jurus Edo Tenshi milik Nindaime Hokage. di kotak ini juga ada gulungan jurus clan Uzumaki, kau pasti tahu rantai cakrakan,,,, aku meminta ibumu untuk menuliskan caranya secara mendetail walaupun harus kubayar dengan menjadi ayah rumahtangga selama sebulan... aku tidak mau menyebut diriku ibu karena aku kan laki-laki, kau tahu Naru,,, ibumu itu sangat galak, walaupun cengeng tapi aku mencintainya,,,, Naru ku harqp hidupmu selalu berada dijalan yang benar jangan terpengaruh dendam, bantulah mereka yang membutuhkan,,,,,oh ya. mungkin kau belum tahu, disini terjadi perang antara pihak drak dan light, jadi jangan terpengaruh pada suatu hal yang kau dengar dan kau lihat dari satu sisi saja... tetap ikuti kata hatimu! lindungilah sesuatu yang berharga dengan seluruh kekuatanmu! Jujur saja aku paling payah membuat surat tapi saat ini aku menuliskan apa yang ingin ku ucapkan dari lubuk hatiku terdalam... terdengar seperti surat cinta tapi memang ini sebuah surat cinta dari seorang ayah pada anaknya dimasa depan...
-—-—-— Aishiteru Namikaze Uzumaki Naruto.
... salam dari ayahmu yang tampan... Namikaze Minato...
uuhh sepertinya aku sudah mulai tertular virus narsisnya Sirius dan James...
Lupa... aku meminta Licius Malfoy dan James Potter sebaga walimu nanti... bisa dibilang ayah baptismu, aku memilih mereka karena mereka masih kerabat dengan kakekku..
Ps.. jika kau ingin menemui paman mu carilah dia di London.}
Setelah membaca surat dari sang ayah ia lalu menyimpan surat dan gulungan tersebut didalam fuin penyimpan yang ada dipergelangan tangan kirinya. Beranjak dari sofa ia lalu melangkahkan kakinya kearah kamar tamu yang sebelumnya sudah disiapkan Severus untuknya.
Pagi hari di Hogwarts yang dingin, lebih tepatnya disalah satu kamar yang berada dilatai dua milik sang potion master, Naruto masih bergelung nyaman dibawah selimut tebal ditemani bantal dan guling yang ia peluk erat., dari arah pintu Severus mengetuk pintu kamar Naruto untuk membangunkan si pirang, tidak ada jawaban sama sekali ia langsung masuk ke kamar tersebut dan mendapati Naruto masih nyaman dalam mimpinya, mengoncang tubuh Naruto dengan perlahan berharap bocah jadi-jadian tersebut segera bangun tapi yang ia dapat hanyalah sebuah gumanan ambigau.
"Naruto bangun!" masih mengoncang tubuh didepannya, jujur dia mulai dongkol kalau bukan karena kasihan melihat ekpresi polos ditidur Naruto sudah pasti ia langsung mensumon seember air untuk menyiram bocah ini..
"emmmm limamenit lagi teme...''
Ctk +
muncul empat sudut siku-siku imajiner dikening tau arti Teme dulu Minato selalu mengatai Sirus Black dengan sebutan teme karena sering mengoda Sang Hokage muda teresebut dengan hinaan peria cantik. Tidak suka disamakan antara dirinya dengan satu-satunya Black yang melenceng, dengan keras ia menarik selimut yang mengulung Naruto sehingga membuat si pirang terjatuh dari kasurnya. "Cepat bangun atau kau akan merasakan ramuan yang rasanya lebih nikmat dari yang kemarin Na ru to" walaupun pelan jika diucapkan dengan nada penuh intimidasi tersebut pasti akan merasuk ke telinga tanpa perlu repot keluar dari telinga yang sebelahnya.
"Hai' aku bangu paman"
"Cepat mandi!" dengan nyawa yang belum penuh seutuhnya ia terpaksa menuju ke kamarmandi yang ada dikamarnya. Melihat kasur dihadapannya sangat berantakan, ia lalu mengayunkan tangannya kearah kasur tersebut, dengan sihirnya seluruh ruangan tersebut kembali kesediakala.
Setelah mandi dan menemui Severus kini mereka menuju ke aula besar untuk sarapan bersama beberapa staf yang masih berada di Hogwarts, selama perjalanan Naruto meminta Severus menemaninya mengantarkan beberapa surat peninggalan Tou-sannya. Sesampai di Aula Besar, disana sudah ada beberapa orang yang belum pernah Naruto temui sebelumnya, karena tidak ada murid di Hogwarts kini meja-meja di Aula besar di ubah menjadi meja bundar dengan beberapa orang tengah duduk dikursi yang diatur melingkar, walaupun Naruto ragu dengan satu orang yang berbadan besar kalau itu manusia.
"Maaf kami terlambat"
"Oh Sev, duduklah! kami juga baru sampai." jawab kakek tua berjengget putih panjang dengan kacamata separuh bulan yang membingkai mata tuanya.(?)
"kemarilah! duduk disamping ku nak!" dengan nada keibuan seorang wanita berusia antara empat puluh sampai limapuluhan meminta Naruto untuk duduk disampingnya.
"terimakasih maam..." menuruti permintaan wanita tersebut untuk duduk disampingnya dan memperhatikan sekelilingnya dengan waspada.
"Aku Hagrid,ngomong-ngomong siapa namamu nak?" tanya seorang berbadan besar yang duduk berhadapan dengan Naruto.
"Perkenalkan namaku Namikaze Naruto hal-hal yang kusukai ramen dan berlatih, lalu yang tidak kusukai hal-hal yang berbau dengan hantu." dengan semangat Naruto memperkenalkan dirinya tanpa tau yang tidak disukainya kini telah berada dibelakangnya.
"Ternyata kau bocah yang menyenangkan Nartuto,Aku Minerva McGonagall, aku menjabat sebagai wakil kepala sekolah dan guru transfigurasi disini lalu disebelahku namanya Albus Dumbledore beliau sebagai kepala sekolah disini, lalu blablabla..."
Senang berkenalan dengan anda sekalian, oh ia ada surat dari ayahku untuk anda kepala sekolah" mengeluarkan serat dari segel penyimpan, lalu menyerahkannya kepada Albus Dumbledore.
Membaca surat tesebut dengan seksama lalu menyerahkannya kepada Minerva, "Ternyata Minato yang selalu dipanggil laki-laki cantik memiliki putera yang manis,"
"manis? aku ini tampan tau, bukan manis..."
"Aku tidak menyangka pemikiran Minato bisa sampai sejauh ini," ungkap Minerva setelah membaca surat tersebut dengan senyum cerahnya ia mengelus surai pirang Naruto dengan lembut " Selamat bergabung sebagai murid Hogwarts Naru, kau telah didaftarkan ayahmu sebagai siswa tahun ke lima"
"eh?"
"khekhekhe selamat bocah kita akan selalu bertemu setiap hari" ucap sosok transparan yang melayang dibelakang Naruto, merasakan hawa dingin serta mendengar suara asing dibelakangnya, dengan gerakan lambat ia menengok ke belakang dan
"HYYYYAAAAAAAA... SASUKE TOLONG NARUUUUU..." dengan reflek ia menyebut nama Sasuka dan pingsan.
••
•••
••••
Konoha.
Di apartemen Naruto yang kini detempati oleh tim Taka, dikagetkan oleh teriakan Sasuke yang memanggil nama Naruto, dengan tergesa ketiga temannya menuju kekamar Sasuke yang sebelumnya masih tidur kini mereka mendapati ketua mereka telah terduduk dengan peluh yang membasahi bajunya.
•
•
•
•
•
÷÷÷÷÷tbc÷÷÷÷÷
•
•
•
•
•
up date... semoga kali ini tidak mengecewakan... karena Est ngetiknya pakai hp dan setiap kali masuk 1k+ pasti loadingnya lama... jadi terpaksa Est buat dua doc setelah selesai Est jadikan satu agar dapat cerita yang lebih panjang lagi... #baru ngerasain sulitnya jadi author...
terimakasih sudah mampir reviev...
-Winter AL Yuurama, Alicia Jean Gaunt, Indah605, Guest, Dahlia Lyana Palevi dan avyiceheart-san
jangan bosan-bosan ngingatin Est ya... kalau Est ada salah, typo dan saudara-saudaranya...
