Veei
###5###
Disclaimer :
Naruto © Masashi K.
Harry Potter © J.K. Rowling
π SasuNaru π
•
•
•
Stelah tersadar dari pingsannya Naruto yang kini berada di Houspital wing hanya terduduk lemas, walaupun pernah menemui roh sebelumnya, setidaknya dulu rohnya menyerupai orang beneran hanya transparan saja, tapi tadi yang ada dihadapannya roh yang menjurus kehantu, dengan kepala yang nyaris putus, menghela nafas karena mendengar tawa mengejek Kurama yang berada dikepalanya membuatnya semakin pusing, merasa bosan ia memutuskan untuk turun dari bangsal dan keluar dari ruangan yang penuh dengan bau ramuan yang membuatnya semakin pusing. Menuju ke ruang Severus untuk memintanya mengantar surat mendiangan ayahnya, sesampai di kamar Severus ia mendapati pemilik ruangan tengah duduk membaca perkamen yang ada di meja kerjanya,
"umm paman, kau bilang mau mengantarku ke kediaman James Potter?" dengan ragu ia mengungkapkan isi fikirannya
"Ada yang perlu kau ketahi Naruto, James Potter telah meninggal,"
"Bagaimana dengan ...
" Kau bisa menyerahkanya pada ahliwarisnya"
"Baiklah ... ayo kita berangkat!" lalu mereka menuju ke diaman Black dengan mengunakan jaringan floo.
(Griammauld Place no 12)
Dalam suasana ramai di rumah tua tersebut Harry Potter yang mendapatkan sebutan sebagai Anak yang Bertahan Hidup karena telah mematahkan mantra 'Avadakedavra' milik sang Dark Lord ketika umurnya satu tahun disaat helloween 31 Oktober empat belas tahun yang lalu.
Di Griammauld place kini tidak pernah sepi saat Sirius Orion Black menawarkan rumah peningalan orang tuanya sebagai markas Order of The Phoenix sehingga para weasley diminta untuk tinggal sementara disana agar menemani Harry yang beberapa hari yang lalu menghadapi persidangan karena melakukan sihir dibawah umur serta dihadapan seorang muggle karena mendapat serangan dari 'Dementor'.
09:40 AM
Suasana ricuh dipagi hari karena ulah si kembar Fred dan Greoge yang menjadikan adik laki-laki mereka sebagai sasaran kejahilan mereka membuat Ronald Weasley yang biasa disapa Ron terjatuh dari tangga sehingga membuat ibu mereka berteriak dari arah dapur, hingga suara ricuh mereka berhenti karena suara yang berasal dari perapian menandakan ada yang mengunjungi mereka dengan jaringan floo.
Karena perasaran mereka anak-anak Weasley, Hermione serta Sirius dan Harry menuju ke perapian, kini dihadapan mereka terdapat Severus Snape serta seorang anak yang mungkin lebih muda dari mereka tengah membersihkan diri mereka dari sisa-sisa bubuk floo, setelah selesai membersihkan bubuk floo dijubahnya, Severus mengalihkan pandangannya kearah anak berambut pirang jabrik serta mengunakan kaos biru bergambar pusaran dibagian belakang dan bagian depan bertuliskan tulisan jepang yang tidak bisa mereka baca, melihat anak tersebut masih membersihkan serbuk floo dipakaiannya sedangkan diwajahnya masih ada bubuk floo yang menempel Severus lalu bensejajarkan tingginya dengan anak tersebut dan membersihkan wajah anak tersebut dengan tangan kokohnya, dan kini terlihatlah wajah manis bercampur imut dengan tiga garis halus dimasing-masing pipinya, jangan lupakan ekpresi mual yang ia tahan ketika pertama kali mengunakan teleport sihir tersebut. Melihat sisi keayahan Severus Snape yang baru mereka lihat membuat mereka speacless.
Sirius Black yang pertama sadar dari keabstrutannya(?) mulai angkat bicara berharap yang lain kembali kealam sadar mereka masing-masing.
"Ada apa kau kemari Snivellus?" tanyanya dengan nada mengejek yang sudah ada sejak masih sekolah,
"Mengantar surat untuk James Potter dari Namikaze Minato" balasnya dingin, mendengar nada bicara mereka dapat Naruto simpulkan kalau mereka bisa dibilang musuh,
"Ck... kau bicara seakan James masih hidup"
"Masih ada dia sebagai ahli warisnya" mengarahkan pandanya ke arah remaja berambut hitam berantakan yang menyerupai serang burung tersebut. Mendapati suasana semakin tidak bagus Naruto maju untuk menengahi mereka.
"Emmmm... permisi minna-san, aku Namikaze Naruto putera Namikaze Minato, kami kemari tidak bermaksud menganggu pagi kalian," dengan sopan ia memperkenalkan diri
"Kyaaa manisnya..." melihat wajah manis Naruto, Ginerva Weasley satu-satunya puteri dari keluarga Weasley menganggap Naruto sebagai anak paling manis yang ia lihat langsung memeluk dan mencubit pipi Naruto (sorry est buat Giny OOC)
"Maaf aku ini laki-laki, jadi jangan mengataiku manis!"
Sedangkan Severus Snape yang tidak suka terhadap Giny yang seenaknya memeluk dan mencubit pipi Naruto mengirimkan deathglarenya serta menebarkan intensitan intimidasinya kepada mereka yang memiliki niatan untuk menyentuh Naruto,
"Ck posesiv " decak Sirius dengan nada sebal
" Aku Harry Potter putra dari James Potter"
"Un~ Salam kenal Harry-san" lalu menyerahkan surat dengan nama James Potter kepada Harry.
"Kenapa tidak bisa dibuka?" membolak-balik suratnya karena surat tersebut tidak bisa dibuka ataupun disobek pingirnya.
" gunakan darah mu Harry, kemarikan tangan mu!" mengores sedikit jari telunjuk Harry lalu ia menuntun tangan kiri Harry untuk mengoleskan darahnya kebagian belakang amplop(?) tersebut. tanpa membutuhkan waktu lama derah tersebut langsung terserap dalam kertas putih tersebut, "bukalah!"
"Naruto aku akan kembali ke Hogwarts, ada bahan ramuan yang harus ku selesaikan,"
"baiklah paman"
"Berhati-hatilah, dan jangan membuat keributan disini nanti siang aku akan menjemputmu"
"sampai jumpa paman Sev"
Mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan dari Naruto ia lalu kembali ke perapian dan menghilang melalui jaringan floo. Memastikan bahwa Profesor potion mereka telah pergi kini anak-anak Weasley mengerubungi Naruto "Kau memanggilnya paman? memang kau apanya Snape?" tanya Ron penuh selidik dengan nada ketidaksukaan diakhir katanya.
"Bukan siapa-siapanya tapi aku suka paman Sev karena dia orang yang baik" jawab Naruto seadanya
" Yang benar saja...
"Kau bahkan mungkin baru mengenalnya...
"dan kau bilang dia baik? ...
"sunguh Amazing ..." ungkap sikembar Ferd dan Greoge,
Berusaha mengacuhkan si kembar yang jujur membuat kepalanya pusing karenan cara bicara mereka yang bisa saling lengkap melengkapi sehingga membuatnya teringat akan salah satu member Akatsuki yang memiliki dua warna aka. Zetsu. Mengalihkan perhatiannya keluka gores Harry ia lalu menyembuhkan luka tersebut dengan ninjutsu medisnya untuk mengobati luka Harry, walau tak sehebat rekan Pinknya setidaknya ia sudah berusaha untuk belajar medis selama dua tahun belakangan ini, Setelah luka Harry sembuh dan menghadirkan decak kagum dari yang lainnya, Naruto kembali memperhatikan Sirius dan Harry yang sedang membaca suratnya, setelah membaca surat dari Minato, Sirius yang masih kurang percaya akan Naruto putra Minato meminta pembuktiannya, karena setahunya anak Minato sudah berumur sembilan belas tahun,
"Aku memang anak Minato Namikaze paman ..."
"Sooo,,, apa buktinya?"
Merentangkan tangan kanannya keatas seakan tengah membawa bola lalu ia mengumpulkan cakranya sehingga menjadi sebuah bola energi berwarna biru yang bersuara seperti mesin jet(?) "Rasengan, jurus ciptaan Tou-san yang mengambil konsep dari bijudama "
"Sudah lama aku tidak pernah melihatnya... dulu pertamakali Minato memperlihatkannya saat menyerangku karena menbuatnya jengkel ketika aku mengejeknya pria cantik... dan kau tahu,,,, perutku seperti masuk dalam mesin pengadukan. Seharusnya kau sudah berumur sembilan belas tahunkan? karena dia bilang dulu isterinya sudah hamil 3 minggu"
" Umurku memang mau sembilan nelas tahun Oktober namti paman, karena tekhnik pemangkas waktu yang Tou-san tulis, membuatku menjadi lebih muda seperti ini..."
"Bagaimana keadaan Tou-sanmu Naru?"
"Tou-san sudah meninggal sembilan belas tahun yang lalu saat hari kelahiranku"
"Aku turut berduka... Baiklah, nanti kau bisa ke Gringotts bersama Harry dan teman-temannya, karena aku tidak bisa berkeliaran semauku,"
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Ron penasaran
"Bukan apa-apa, hanya mengenang teman lama boy,,,, apa kalian sudah bersiap untuk ke Diagon alley? dan harry bawa kunci berangkas Potter sekalian karena Naruto akan mengambil gulungan miliknya. Naruto ini (menyerahkan kantong berisi gelleon) dulu aku pernah meminjam seribu gelleon pada ayahmu, jadi terimalah!"
"baiklah paman Sirius... terimakasih"
Dari arah lantai dua mereka yang akan berangkat ke Diagon Alley telah bersiap menuju ke perapian untuk melakukan teleport. merasa ada yang masih menganjal Naruto berhenti untuk mengingat-ngingat sejenak, Dan ya ia melupakan janjinya pada Severus. menghela nafas , ia lalu menyilangkan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya didada dan Poof muncul kepulan asap disampingnya, setelah asap tersebut menghilang kini terlihatlah Naruto lain yang sama percis,
"WAW hebat... kau bisa mengeluarkan sesuatu yang sama dengan mu Naruto" dengan nada terkagum Ferd mengeluarkan kebingungannya
" Dia hanya bayangan ku err...
"Fred nama ku Fred Weasley lalu saudara kembarku Geroge Weasley tadi kau hanya berkenalan dengan Harry Naru
"Namaku Hermion "
"Aku Ronald Weasley dan panggil aku Ron saja!"
"ummm... aku Ginerva Weasley, kau bisa memangilku Giny Naru" dengan malu-malu kucing ia memperkenalkan diri pada pemuda yan tadinya ia kira bocah.
"Salam kenal mina-san" mambukulan badannya sebagai salam perkenalan orang Jepang. "Harry bawa ini" manyerahkan kunai Hiraishin kepada Harry yang belum nengerti kenapa dia diberi barang ninja yang pernah dilihatnya saat masih tinggal bersama pamannya,
"Untuk apa ini?"
"Inikan senjata ninja? kau seorang ninja Naruto? " dengan pandangan keingintahuan tinggi Hermione mulai bertanya hal-halyang belum ia ketahui.
"Bawa saja Harry, dan ya, aku seorang ninja Hermione-san."
"Kau juga bisa Hiraisin Naru-chan? " goda Sirius kepo(?)
"hemm" balas Naruto malas.
Satu persatu mereka kecuali Sirius memasuki perapian dan menghilang, lalu sesaat setelah Harry Potter menghilang ia langsung mengunakan Hiraishin ke Diagon Alley.
ππππππ
(Konoha)
Sasuke yang masih belum bisa tenang karena mendapatkan mimpi buruk tentang Naruto kini menuju ke tempat Orochimaru unuk memintanya mempercepat penyempurnaan jutsu peninggalan Youndaime Hokage tersebut. Memohon bantuan pada ten-ten serta Shikamarupun ia lakukan agar ia bisa dengan cepat bertemu dengan kekasih hatinya. Tapi dalam perjalanan ia dihadang oleh seorang Anbu dengan topeng burung yang belum pernah ia temui, "Uchiha-sama anda diminta oleh para tetua untuk kegedung Hokage sekarang juga" setelah mengatakan hal tersebut Anbu itu menghilang dengan shushin. Menghela nafas karena rencananya menemui Orochimaru gagal, dengan ogah-ogahan ia menuju ke gedung Hokage. Sampai disana ia mendapati Sakura, Tsunade, Kakashi serta dua orang tua bautanah yang selalu menyebut dirimereka sebagai tetua desalah, penasehat hokage lah dan blablabla... tanpa salam ataupun formalitas lainnya ia langsung menanyakan kenapa ia dipanggil.
"Aku mendengar kau memutuskan pertunanganmu dengan nona Haruno Uchiha" ucap wanita tua yang Sasuke lupa namanya.
"ya dan bukan urusanmu" jawabnya ketus
"Ta tapi hiks Sasuke-kun, aku hamil hiks.."
•
•
π SasuNaru π
•
•
•
"Benarkah... kalaupun ia mungikin itu bukan anakku Haruno"
"Tidak hiks...aku hanya mau hamil anakmu Sasuke-kun"
"Kau bodoh Haruno, sebelum aku menerimamu aku sudah memperhitungkan semuanya... termasuk melihat laporan kesehatanmu... dan kau tahu? kau tidak bisa hamil, itulah sebabnya aku menerimamu, kalaupun kau bisa hamil aku lebih memilih Karin untuk ku nikahi... karena aku tidak akan memiliki anak dari rahim orang lain selain seorang Uzumaki... dengan begitu anakku tidak akan terikat dengan desa ini."
"Kau harus menikah dengan Nona Haruno Uchiha! tidak dengan wanita lain" sela kakek tuabangkotan
"Berani kau mengaturku orang tua" dengan penuh intimidasi Sasuke mengarahkan kusanaginya kehadapan pria tua tersebu tanpa perduli dimana dia sekarang, karena seorang Uchiha tidak akan pernah takut dan terikat akan suatu hal, toh yang bisa menghentikannya hanya Narutonya seorang.
"Kami memilihmu menjadi Hokage ke-7 asalkau mau menikah dengan Nona Haruno Uchiha." tawar seorang wanita tua yang ia lupa namanya.
"Jangan membuat ku tertawa orang tua. menjadi Hokage? kheh kalian tidak pantas ku pimpin... lagian aku lebih tertarik menghancurkan desa yang penuh dengan penghianat ini. Dan kau Haruno, jangan harap aku akan percaya dengan semua ocehan mu." dengan seenaknya ia pergi dari ruangan tersebut untuk meneruskan perjalananya menuju ketempat Orochimaru. Sakura yang mendengar pengakuan Sasuke kini tertunduk. tidak terima akan kebenaran dari Sasuke, kini ia menatap benci kearah sang Sensei yang tidak berkata apapun untuk membelanya.
"Kenapa?... KENAPA KALIAN TUDAK MEMBELAKU SENSEI" muak akan kenyataan yang didàpatnya membuatnya menyalahkan kedua Senseinya
"Itu bukan urusanku Sakura... dan jujur aku kecewa padamu," ucap Tsunade.
"Tapi aku muridmu Tsunade-sama hiks... aku yang muridmu... kalian seakan menghakimiku hiks...kenapa selalu Naruto, Naruto dan Naruto...hiks... aku juga berhak bahagia dengan orang yang kucintai sensei..."
"Yang kau rasakan bukan cinta Sakura tapi hasrat dan ambisi terhadap Uchiha."
"Aku benar-benar mencintainya Kakashi-sensei hiks... aku mencintainya... aku bahkan rela menanam rahim buatan untuk hamil anaknya..."
"jadi kau benar-benar hamil?" tanya Kakashi syok "tapi bagaimana mungkin, apa benar kau tidur dengan Sasuke"
" Dia tidak tidur dengan Uchiha, tapi dia menanamkan sperma Uchiha lewat suntik sperma, dan kau Sakura, aku tau kau mengambil sperma Sasuke di bank sperma rumah sakit."
•
Diagon Alley
Rombongan Naruto kini berada di toko buku untuk membeli buku pelajaran sekolah mereka kecuali Naruto yang hanya duduk dengan Harry dibagian pojok ruangan yang dekat dengan jendela toko tersebut, karena Harry sudah mendapatkan buku-buku pelajaran ditahun kelimanya jadi ia bisa menemani teman barunya. Sejak keluar dari Gringotts Naruto lebih banyak diam, dan mengelus rubah kecil berekor sembilan yang tertidur dikepalanya sehingga agak tertutup oleh rambut pirang jabriknya. Ia ingat dengan gulungan besar yang diambil Naruto dengan mudah yang sebelumnya pernah diangkat oleh beberapa orang dewasa tersebut, karena dari cerita Sirius gulungan tersebut menolak sihir dan saat membawanya ke brangkas keluarga Potterpun ayahnya harus mengangkatnya bersama dengan Sirius dan Reamus Lupin. dan tadi naruto hanya mengangkatnya seorang diri, karena tidak percaya ia mencoba mengangkat gulungan besar bersampul merah tersebut dengan Ron serta sikembar Ferd dan Geroge itupun hanya mampu mengesernya beberapa langkah. ' gelungan ini memiliki segel pemberat ' kata Naruto tadi . Lalu setelah mengoleskan darah nya (Naruto) gulungan tersebut terbuka dan muncul tulisan-tulisan aneh yang menurut mereka, ia juga masih ingat dengan wajah bahagia Naruto seakan mendapatkan harta karun terbesar yang pernah ada, lalu muncul gulungan kecil dari tato milik Naruto yang saat ditanya Geroge ia bilang kalau tato tersebut adalah segel fuinjutsu, dan bagaimana pandangan Naruto terhadap makhluk putih menyerupai manusia yang Naruto sebut sebagai zetsu putih, disaat Hermione melakukan protes karena menyegel makhluk hidup disebuah gulungan Naruto dengan santai menjawab kalau itu bukan manusia, itu hanya senjata perang yang masih tersisa saat PDS ke 4 dan ia bilang ia berburu makhluk putih tersebut dengan temannya yang bernama Uciha Sasuke entah kenapa ada yang aneh saat Naruto menyebut nama Uchiha Sasuke yang Harry tau sebuah rasa rindu dan penyesalan akan sesuatu hal dari mata Naruto. masih terpateri dalam ingatannya saat makhluk putih yang terikat, lalu dengan segel tangan aneh rumit dan cepat Naruto menghentakkan telapak tangannya keperut Zetsu putih yang perlahan berubah menjadi manusia dengan sembilan ekor melambai dibelakang tubuhnya jangan lupakan keadaan naket yang menbuat Hermione serta Giny langsung memerah dan memalingkan muka dengan sigap Naruto melepas bajunya yang kebesaran dan menyerahkannya pada manusia separuh rubah yang kini menjadi rubah kecil yang bahkan bisa tiduran dikepala pirang Naruto.
Setetes air mata mengalir dengan bebas dipipi cabi bergores tiga garis halus dimasing-masing pipinya.
"Kau menangis Naru?" menghapus lelehan dipipi tersebut
"Aku tidak menanggis... entah menggapa hatiku sakit, apa itu wajar Harry?"
"A.. entahlah aku juga kurang mengerti"
Sedangkan dari arah lain terlihat Severus Snape berjalan beriringan dengan bunshin Naruto, setelah dari kementrian mereka langsung menuju ke Diagon Alley untuk membeli perlengkapan sihir yang dibutukhkan nanti, mengunakan uang Severus terlebih dulu tentunya, karena akan mencurigakan jika ia mengunjungi Malfoy Manor dengan seorang Namikaze yang jelas-jelas masih menjadi incaran dari sang Dark Lord. ia yang menjadi mata-mata pihak dark tidak seharusnya berhubungan dengan pihak netral seperti keluarga Malfoy yang masih kerabat dekat dengan Namikaze tersebut. Sedangkan bunshin Naruto yang menyadari keberadaan masternya didekatnya mencoba menghindar dari Severus.
"err... paman Sev Naru mau ketoilet sebentar" tanpa meminta persetujuan dari Severus bunshin Naruto langsung menuju kearah masternya. Sedangkan diposisi Naruto sendiri yang merasakan bunshinnya menuju kearahnya langsung pamit pada Harry. Setelah bunsinnya menghilang ia langsung menemui Severus yang saat ini telah berbincang dengan seseorang. merasakan niat buruk dari orang tersebut membuat Naruto bersembunyi dibalik salahsatu couner terdekan dengan menekan hawa hawa keberadaan. Tidak lama pria tersebut pergi meninggalkan Severus yang kini beranfas lega melihat kearahnya.
"Paman" panggil Naruto yang langsung di tanggapi Severus lega. " siapa orang tadi?"
"Salah satu DE." berbisik pelan sehingga hanya Naruto saja yang mendengarnya."Ayo kita harus cepat mendapatkan barang kebutuhanmu."
"Memang kita mau kemana dulu paman?"
"Kita akan ke Ollivander shop untuk membeli tongkatmu"
Sesampai mereka di Ollivander shop mereka langsung disambut oleh pria tua yang memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. "Lama tidak melihatmu Severus Snape."
"Hanya beberapa bulan setelah pertemuan terakir Mr. Ollivander"
"Masih tetap kaku seperti dulu.. Oh... halo siapa namaamu anak muda?"
"Uzumaki Naruto kakek, Emm... aku kemari untuk membeli tongkat sihir" kerena Namikaze masih belum aman dari incaran jadi Naruto kembali mengunakan marga ibunya agar tidak terlalu ikut campur dalam perang sihir disini...
"Tangan mana yang akan kau gunakan untuk mengaplikasikan sihirmu?"
Mengulurkan tangan kanannya yang lebih dominan pada kakek tua yang berada diseberang meja "tangan yang bagus, dengan jari yang cukup lebtik bagi anak laki-laki sepertimu dan menyimpan kekuatan yang cukup besar. tunggulah akan ku carikan tongkat yang cocok untukmu" Dengan langkah tuanya ia menuju ke tumpukan kotak-kayu berisi tongkat yang dibuatnya. membukanya satu persatu untuk dicobakan pada Naruto, tapi sudah lebih dari separuh tongkat sihir yang ia buat belum ada yamg cocok untuk bocah pirang jadi-jadian tersebut. Sedangkan Naruto sendiri yang merasa dirinya tidak bakat dalam sihir mulai mewek karena ia sudah menghancurkan sebagian besar toko kakek tua ini. beruntung ia berada didunia sihir, sehingga seluruh kerusakan yang ia buat bisa diperbaiki dengan ayunan tongkat yang hingga saat ini masih membuatnya bingung, apakah sihir sama dengan ninjutsu didunia ninja? Tanpa mereka sadari dua orang ayah dan anak berambut pirang platina telah memasuki toko itu karena melihat Severus Snape berada didalamnya.
•
•
•
•
•
•
•
•
÷÷÷÷÷÷÷TBC÷÷÷÷÷÷÷
terimakasih sudah mampir reviev...
hyunnie02
uzumaki megami
.9
Indah605
Winter AL Yuurama
Fro-san: terilakasih udah nginggetin typo Est senpai...
Alicia Jean Gaunt
Guest
Dahlia Lyana Palevi
avyiceheart-san
jangan bosan-bosan ngingatin Est ya... kalau Est ada salah, typo dan saudara-saudaranya...
..
...
