Veei

###6###

Disclaimer :

Naruto © Masashi K.

Harry Potter © J.K. Rowling

rating : T

π SasuNaru π

ππDraRryππ

Karena didalam toko hanya ada Severus Snape dan bocah pirang yang belum ia ketahui siapa, Lucius Malfoy memutuskan untuk menyapa sahabat lamanya. Toh Ollivander cukup bisa dipercaya untuk menjaga rahasia. Merasakan kehadiran seseorang Severus mengalihkan pandangannya pada pintu masuk dan mendapati Lucius Malfoy serta puteranya Draco Malfoy menyapanya dengan angukan kepala. Sedangkan Naruto yang merasakan kehadiran orang lain diruangan itu hanya mengacuhkanny toh ia tidak merasakan niat buruk dari kedua orang tersebut karena masih terpuruk akan nasibnya yang belum juga mendapatkan tongkat sihir yana cocok dengannya, membuatnya dengan terpaksa melompati meja dan masuk lebih dalam untuk mencari tongkatnya sendiri. Mendapati Naruto telah masuk lebih dalam mau tak mau membuat Severus menghentikan obrolannya.

"Naruto jangan berbuat ulah"

"ya ya paman tenang saja " mengacungkan jempol serta senyum seribu wattnya pada Severus ia berjalan lagi melewati rak-rak tempat kotak berisi tongkat sihir

"Dia... mata itu, jangan bilang dia anak Minato Sev"

"Ya, dia memang anak Minato"

"Siapa Minato itu Father?"

"Seorang yang dulu pernah ibumu ceritakan, kau masih ingat silsilah keluarga Malfoy kan?"

"Namikaze Minato?"

"iya, dan dia putranya"

"Pendek... apa dia akan menjadi murid tahun pertama Sev?" dengan keponya Draco menanyakan tentang Naruto pada ayah baptisnya.

"Dia masuk ditahun kelima, dia lebih tua darimu" dengan pandangan masih tertuju pada Narito ia menjawab pertanyaan dari putra baptisnya.

"Menarik, jadi dia adalah putra baptisku dan James? yang ada dikepalanya itu apakah rubah?"

"Entahlah aku juga belum menanyakannya."

"Aye... Akhirnya Naru dapat tongkat juga..." dengan girang ia berlari kearah Severus dan menunjukan tongkat yang ia genggam ditangan kananya.

"itu satu-satunya tongkat yang dibuat kakek ku dulu dengan inti gigi taring bawah Siluman rubah yang ia temui di Jepang. terbuat dari kayu adam, 10 ⅜' dengan kelenturan nice dan supple, akhirnya tongkat itu menemukan pemiliknya," saut Ollivander dari arah dalam.

"Berapa harganya" dengan gaya bangsawannya Lucius Malfoy merohoh saku celananya

"49 galleon"

"ini uangnya terimakasih paman" sebelum Lucius menyarahkan uangnya Naruto dengan cepat memberikan uang yang ia dapat dari Sirius kepada Ollivander terlebih dulu.

"Darimana kau mendapatkan uang itu Naruto?" tanya Severus menyelidik,

"Dari paman Sirius, dia bilang dulu pernah hutang seribu galleon pada ayah. Karena hutang itu harus dibayar jadi Naru terima saja, oh ya... paman ini siapa?"

"Namaku Lucius Malfoy, dan dia putraku Draco Malfoy kuharap kalian bisa berteman dengan baik"

"Kebetulan paman Lucy ada surat dari Tou-san untuk anda" mengeluarkan surat dari segel penyampan di pergelangantangan kanannya dan menyerahkannya pada paman berrambut pirang platina tersebut.

"jangan panggil aku paman Lucy bocah" tidak terima dipanggil Lucy oleh bocah pirang dihadapannya dengan senang hati ia mengirimkan deathglare dan memukulkan kepalan tangannya pada kepala pirang tersebut. Jika saja ia tidak mendengar suara tawa tertahan dari putra satu-satunya.

"Baiklah Lucius ji-san. perkanalkan aku Namikaze Uzumaki Naruto"

"Naru, yang berada dikepalamu itu rubah?"

"iya"

"Kyuubi?"

"Siapa itu Kyuubi father?"

"Dia, (menunjuk kekepala Naruto) Rubah ekor sembilan yang menjadi legenda kuno di Jepang"

"Maksud father?"

"Kyuubi sang biju dengan bentuk rubah berekor sembilan, konon katanya hanya dengan satu kibasan ekornya bisa menghancurkan gunung dan aumannya bisa menyebabkan gelombang besar, tapi kenapa ada rubah berekor sembilan juga disini?"

"Mungkin hanya kebetulan saja Lucius ji-san"

"darimana kau menemukan rubah aneh itu?"

"Kurama bukan rubah aneh tau..." tidak terima partnernya dikatai aneh walaupun partnernya memang aneh ia membuang muka dengan pipi yang diploutkan.

°°°°°°°°•°°°°°°

Awal September di setasiun King's Cross, London tepatnya pada person 9¾ dimana para penyihir muda berkumpul untuk berangkat ke Hogwarts. disalahsatu complartment terdapat Naruto menarik Draco untuk bergabung dengan Harry yang berakhir dengan hampir adu mantra kutukan antara satu-satunya Potter dan Malfoy jr. beruntung Naruto berhasil menengahi mereka, jadi masih bisa terselamatkan nasib siswa yang akan menjadi sasaran mantra nyasar. Walaupun Naruto masih bersifat kekanakan tapi disaat tertentu ia juga bisa bersifat dewasa, berhubung saat ini ia berada ditubuh lima belas tahunnya, ia menjalankan perannya ketika dia berada diumur lima belas tahun yang masih bersifat kekanak-kanakan dan suka bercanda plus menghilangkan sifat mesumnya. Mendudukkan Draco dan Harry disatu bangku sebelah kanan jendela sedangkan ia dan Hermione serta Ron duduk dihadapan kedua biang onar tersebut, jangan lupakan aura kewibawaan yang diturunkan oleh sang ayah ia keluarkan(?) serta aura intimidasi yang ia pelajari dari Sasuke cukup berguna untuk membungkam kedua remaja tersebut.

"Apa kalian selalu bertengkar jika bertemu?"

"tentu saja siferred duluan yang memulai"

"kau potty... kau menolak uluran tangan ku dan membela wesel seperti mereka"

"Pirang sialan jangan menghina temanku"

"Mata empat rabun ayam"

"KAU Aguamenti" mengarahkan tongkat sihirnya kemuka Draco

"Protego" karenasudah terbiasa beradu mantra membuat meraka memiliki kecepatan dan reflek yang sama-sama bagus

"Berhenti kalian atau aku yang menghentikan kalian" pelan tapi kau akan merasakan hawa kematian yang menjanjikan untuk mereka yang menolak perintahnya setelah kedua rival terdiam sebuah senyum manis tapi menakutkan terpatri dibibir plum Naruto. "Baik sekali kalian... bertarunglah antara didup dan mati kalian di lapangan setelah sampai di Hogwarts, kalian setuju? dan ku pastikan jika salah satu dari kalian mati, yang hidup pasti akan penangis., oh bagaimana kalau kusatukan kalian menjadi kelinci percobaan fuin baruku yang terinspirasi dari kagemanenya Shikamaru, kuyakin bayangan kalian akan menyatu," dengan senyum ala Orochimaru yang mendapatkan mangsanya ia memainkan tongkat sihirnya. " emmmm... kebetulan aku bawa tongkat baru, bagaimana kalau kalian kujadikan targetku,"

"GLEK"

"Naruto ternyata lebih menakutkan daripada Snape" dengan nada ketakutan Ron membisiki Hermion.

" Sepertinya terlalu dekat dengan Profesor Snape bisa tertular sifat sadisnya juga"

"Kalian tau... kalian seperti pasangan suami istri yang hampir mengalami keretakan rumah tangga."

" Aku dan mata empat ini seperti pasangan suami istri? kau menghayal terlalu jauh Namikaze"

"Jangan lupa Malfoy aku saat ini juga mata empat, dan juga pirang sialan yang kau sebut Potter" mendesis yap... karena Naruto saat ini memilih mengunakan kaca mata untuk menyamarkan iris safirnya yang cukup mencolok.

"Ayolah Naruto kita sudah terbiasa beradu mantra seperti ini... yakan Draco"

"hn"

"Terserah kalian, asal jangan sampai ada korban yang lain selain kalian berdua. Kalian tau... kalian menginggatkanku dengan Sasuke, tiada hari tanpa beradu entah itu adu mulut, tinju bahkan untuk membuktikan kemampuan kami, kami harus rela kehilangan satu tangan dominan kami," dengan senyum getir ia menceritakan kekonyolannya dengan sang rival.

"Aku tidak percaya ceritamu, memang berapa umurmu yang asli Naruto" tanya Ron.

"Akan banyak yang tidak percaya dengan ceritaku Ron... lagian saat ini tidak ada bukti akan tangan ku pernah hancur, umurku... 19 tahun Oktober nanti"

"sembilan belas tahun? yang benarsaja? aku tidak percaya, lagian kalu sembilan belas tahun kau seharusnya sudah menjadi Auror, sedangkan kau baru memasuki tahun kelima. "

"percaya atau tidak itu terserah kalian"

"Jujur aku masih belum percaya"

"Aku percaya,,, father bilang Naruto memang berumur sembilan belas tahun,"

"Kau memang yang paling pengertian Dray..."

••••••••••÷••••••••••

Di Aula Besar kini telah dilaksanakan seleksi para murid tahun pertama oleh topi seleksi. Setelah murid tahun pertama selesai kini Kepala sekolah memperkenalkan murid baru ditahun kelima yang berasal dari Jepang. Setelah namanya dipanggil untuk maju Naruto lalu duduk di kursi kayu yang disediakan, ada sensesi aneh dikepalanya saat topi usang yang bisa bicara tersebut dipasangkan pada kepalanya, seakan ingatanmu dimasuki paksa, tidak seperti sebelumnya yang dilakukan Sasuke padanya, kali ini ia merasa seperti teknik dari clan Yamanaka, pelan tapi terkontrol,

'Hemmm... setelah sekian lama aku kembali melihat hal yang menarik, kau memiliki ambisi yang kuat dan banyak akal, Salazar Slytherin akan menerimamu nak, tapi kau juga cocok dengan Huffepuff yang memiliki loyalitas tinggi terhadap tempat dan temanmu serta kerja kerasmu yang kau awali dari nol hingga kau diakui seperti sekarang ini Hero, sifatmu pun cocok dengan Helga,,, Tapi abaikan semua itu kau lebih memilih kepedulian pada temanmu, kesatria dalam dirimu hingga kau harus kehilangan hal paling berharga untuk mu... pengorbananmu juga membentukmu menjadi lebih dari yang lain,,, mengorbankan hidupmu demi kedamaian tempatmu, Godric Gryffindor akan sangat senang jika kau bergabung dengannya... hemmm... kau, perjalanan mu sangat berat Naru, membunuh dan dibunuh adalah hal yang biasa ditempatmu... melihat orang-orang berhargamu pergi satu persatu... penghianatanpun kau pernah mengalami, orang-orang didesamu membencimu karena hal yang dulu kau tidak ketahui,,,,

sayang sekali Naruto aku sudah mendapatkan tatapan maut dari Partnermu, jika bisa aku ingin tahu lebih jauh tentangmu, Aku belum bisa menentukan kau cocok di asrama mana...

hem...

Hufflepuff...

Slytherin...

Gryffindor...

baiklah...

GRYFFINDOR"

Gemuruh dimeja Gryffindor menyambut kedatangan murid baru pun memenuhi aula.

Mendengarkan pidato kepala sekolah serta perkenalan dari guru baru yang akan mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam (PTIH) mengantikan Mad-Eye Moody yang ternyata adalah Barty Crouch Jr. wanita paruh baya yang bernama Dolores Umbridge, dengan penampilan yang sangat nyentrik menurut Naruto serta berwajah kodok menurut Harry, dengan gayanya yang berlebihan ia berpidato layaknya kepala sekolah baru yang dengan senang hati memberi detensi kepada murid yang menolak perintahnya. Hanya beberapa murid saja yang dipertanyakan kewarasannya bertahan mendengarkan ocehannya yang menghabiskan waktu makan malam pertama ditahun ajaran baru tersebut .

"Naru kau betah dengan ocehannya?" mendapati Naruto yang masih diam dengan menundukan kepala membuat Harry penasaran apakah teman barunya tersebut bertahan dengan segala ocehan si kodok pink tersebut dengan pelan membisiki telinga Naruto. Karena kedua temannya yang lain jangan ditanya Ron yang sudah mengantuk hingga beberapakali kepalanya terkatuk meja dan Hermione yang masih dengan setianya mendengarkan ceramah yang menjurus ocehan Dolores Umbridge tersebut.

π SasuNaru π

ππ DraRry ππ

Hari-hari ditahun kelima bagi Harry dkk. serta tahun pertama bagi Naruto yang langsung masuk pada tahun ke lima dilalui Naruto dengan cukup sukses menurutnya, tanpa bolos dijam pelajaran seperti dirinya dulu, hanya saja saat akan pergi untuk sarapan dan ketempat-tempat tertentu yang disinyalir memiliki hawa mistis dan tempat dimana datang dan perginya beberapa hantu Hogwarts membuatnya harus menyeret trio emas Gryffindor ataupun Draco, siapa saja asal dia tidak sendiri, apalagi ia yang menjadi target prank para hantu yang mengetahui ketakutannya. sudah beberapa kali dia menjerit bahkan menangis gara-gara Nick si kepala nyaris putus serta hantu Baron berdarah yang selalu muncul tiba-tiba dihadapannya. Dalam pelajaranpun juga cukup memuaskan untuknya selain kelas Sejarah sihir yang diajar oleh Professor Cuthbert Binns, seorang hantu baik hati karena membiarkan murid-muridnya tertidur di kelasnya, walaupun baik tapi yang namanya hantu pasti membuat Naruto ketakutan hingga ia selalu mengindari bertemu muka dengan sang Professor, walaupun tidak takut-takut amat seperti jika ia melihat Baron dan Nick yang memilih berkolaborasi untuk menakutinya sehingga semakin membuatnya amit-amit sama mereka. Sedangkan kelas yang paling disenangi Naruto adalah kelas Satwa gaib yang dimentori oleh Rubeus Hagrid, karenanya ia bisa melihat dan bertemu satwa liar dan satwa sihir yang sangat menakjubkan baginya.

Hari ini jam pagi setelah sarapan adalah pelajaran satwa gaib yang berada diluar

kastil, dengan sabar Naruto menerima nasibnya yang diseret paksa oleh Hermione dan kedua temannya untuk datang lebih awal ke gubuk Hagrid dengan alasan membantu menenangkan Hagrid yang mungkin saja saat ini sedang tegang karena nanti si Inkuisitor Agung aka. Dolores Umbridge akan mengawasi pelajarannya.

"Ayolah Mione, Hagrid pasti akan baik-baik saja... ya kan Harry..."

"Tidak... kalian tidak mengerti bagaimana rasanya... Hagrid seorang darah campuran pasti Si Kodok itu akan semakin memojokannya..."

"Maaf Naru, aku sudah berusaha meyakinkan Mione agar tenang... tapi gagal" jelas Ron

"Baiklah-baiklah... apa yang harus ku lakukan?"

"Tidak ada... kau hanya perlu menemani kami untuk menenangkan Hagrid"

"Errrr... sepertinya itu percuma Mione... Hagrid sekarang terlihat baik-baik saja" ucap Harry seraya menunjuk Hagrid yang kini menuju kearah mereka dengan memanggul seongkok daging besar dipundak kanannya.

"Kalian sudah datang? masih ada lima belas menit lagi, ayo ikuti aku!" menuju kepondok Hagrid untuk menunggu siswa lain datang sambil meminum teh hangat yang dihidangkan oleh tuan rumah. Tidak lama mereka mendengar suara pembicaraan dari luar pondok tersebut, mengenali suara tersebut yang tidak lain ialah beberapa murid yang telah bersiap untuk menerima pelajaran yang masuk dalam kategori terfaforit di Hogwarts. Dengan sabar Hagrid mengiring mereka untuk masuk kedalam hutan dengan memanggul seongkok daging besar yang tadi disiapkannya.

"Selamat pagi... emm.. kita akan mempelajari tentang Thestral. Thestral termasuk satwa langka. sebagian mitos mengatakan jika seseorang melihat Thestral ia akan mengalami kesialan, tapi ia salah satu makluk sihir yang dilindungi karena populasinya hanya tinggal beberapa. untuk bentuknya kalian bisa melihat dibuku kalian bab ke-dua. Keunikan Thestral, ia bisa mengantar kalian ketempat yang kau inginkan tanpa pelu kalian mengatakannya. Ada yang tau keunikan yang lain? " tanya Hagrid kepada murid-muridnya sekaligus menghindari bertatap muka dengan Dolores Umbridge yang sedang memandangnya dengan pandangan merendahkan.

Dengan sigap Hermione mengangkat tangannya, setelah mendapat ijin untuk menjawab ia dengan percaya diri menjawab pertanyaan Hagrid

"Keunikan Thestral yang tidak dimiliki satwa lain ialah ia hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang pernah melihat kematian secara langsung Professor."

"jawaban yang sangat bagus Mis. Granger, akan ku panggilkan mereka." merogoh saku jubahnya dan mengambil sebuah peluit kecil, dengan udarah penuh di paruparunua ia meniup peluit tersebut, tapi bagi sebagian besar murid tidak mendengarkan apapun yang keluar dari peluit tersebut

"Tidak terjadi apa-apa. Seharusnya kau memberi siswa pelajaran yang lebih berguna daripada berdiri di hutan dan menghayal" ucap Umbridge dengan nada merendahkan yanh sangat ketara.

"Anda salah Professor, mereka datang" sangkal Harry yang masih fokus kearah dua pohon besar.

"Sepuluh point dari Gryffindor karena berbicara tanpa ijin dariku dan menyebarkan kebohongan" berjalan cantik menuju Hagrid serta membawa buku catan dan pena pink nya.

Murid Gryffindor yang lagi-lagi kehilangan pointnya semakin menyalahkan Harry dengan pandangan sinis mereka. Beberapa saat kemudian terdengar suara ranting terinjak dari arah pohon besar disebelah kiri mereka, dan daging segar yang disiapkan Hagrid didepan mereka terkoyak dan semakin habis karena menghilang, sehingga membuat beberapa murid mundur.

"Apa yang terjadi?"

"Keren...Dagingnya semakin habis"

"Apa benar Thestral yang memakannya?" Mendengar komentar dari murid-muridnya yang merspon ajarannya semakin membuatnya semangat dalam membagi apa yang ia ketahui kepada murid-muridnya, tanpa menghiraukan pandangan jijik Umbridge pada daging yang kini tinggal sedikit. "Benar sekali Mr. Zabini Thestrallah yang memakannya. Siapa saja yang bisa melihat Thestral tolong angkat tangan kalian!" Hanya tiga murid yang mengangkat tangannya dan ketiganya berasal dari asrama Potter, Neville Longbottom dan Uzumaki Naruto.

"Cukup banyak ternyata. Neville bisa kau jelaskan bagaimana wujud dan bentuk Thestral!" pinta Hagrid

"Errr... mereka mirip kuda Prof, da... dan mereka memiliki sayap yang terlihat sangat tipis, warna mereka hitam tapi ada beberapa yang agak kecoklatan..." dengan kikik dan rasa takut ia menjelaskan apa yang ia lihat kepada yang lainnya.

Naruto yang tidak mendengarkan penjelasan Neville hanya terpaku pada satu Thestral kecil yang tidak ikut memakan daging yang disiapkan oleh Hagrid, dengan santai ia menuju kearah sisa daging yang tidak habis dimakan oleh Thestral yang lain dan membawanya kearah Thestral kecil yang bersembunyi dibalik pohon besar disebelah kanan pohon kembar yang sebelumnya menjadi tempat datangnya Thestral dewasa. Memotong daging yang ia bawa hingga menjadi bagian yang cukup kecil lalu meletakkannya di depan Thestral kecil tersebut, dengan hati-hati Thestral kecill tersebut memakan potongan daging dengan tenang. Melihat Naruto berjongkok menghadap potongan daging yang semakin habis.

"Apa yang kau lakukan disana Mr. Uzumaki?" tanya Umbridge penasaran.

"Memberi makan Testral kecil yang masih malu bertemu manusia Professor."

"Ngomong-ngomong kematian siapa yang kau lihat"

"Entahlah... mungkin kematian Kaa-san dan Tou-san ku... "

"mungkin?"

"ya... soalnya aku tidak ingat, karena mereka gugur pada penyerangan Konoha tepat beberapa saat setelah kelahiranku"

"Jadi kau sudah tidak memiliki orang tua, apa orang tua mu penyihir?"

"tidak, mereka bukan penyihir tepatnya Kaa-sanku yang bukan penyihir" ucapnya bangga.

Denang raut wajah yang dibuat-buat seperti orang terluka, ia mundur menjauhi Naruto yang masih setia dengan duduknya. Naruto yang bisa merasakan rasa errr jijik atau apalah yang ditujukan padanya tidak menghiraukan pandangan tersebut, toh ia sudah terbiasa dari kecil mendapatkan tatapan yang hampir sama bahkan lebih parah. Mengngangkat tangannya ubtuk mencoba mengelus binataang yang menyerupai kuda tersebut, dengan hati-hati ia mengelus kepala Thestral kecil tersebut dengan tangan kanannya.

" Kyaaaaa..." jerit Pansy Parkinson salah satu menghuni asrama Slytherin yang baru pertama kali melihat Thestral kecil yang dielus Naruto. Mendengar jeritan Ms. Parkinson membuat yang lain menoleh kearah Naruto dan Thestral kecil tersebut.

"Naruto Lepaskan!" perintah Draco yang langsung menarik Naruto dalam dekapannya sehingga tangannya terlepas dari kepala Thestral tersebut, setelah terlepas Thestral tersebut menghilang dihadapan orang-orang yang belum pernah melihat kematian.

"Kau membuatnya lari Dray..." ucapnya lemah... kaget, tentu saja saat ia sedang nyamanya mengelus Thestral, lalu seorang meneriakimu dan menarikmu dalam dekapannya. "dan kau mengejutkanku tau" marahnya yang lebih tepat disebut merajuk.

"Saharusnya aku yang marah... kau membuat mereka terkejut karena tiba-tiba Thestral yang kau pegang bisa terlihat dihadapan mereka"

"Benarkah?"

"Hm..."

"Bisa kau lepas pelukanmu Dray?" Melepas dekapannya pada tubuh Naruto, lalu ia mengandeng kakak angkatnya menuju ke Kastil. Toh sekarang sudah waktunya jam pelajaran selesai, beruntung si Pfofessor Umbridge sebelumnya sudah meninggalkan tempat pembelajaran tersebut jadi ia hanya perlu memastikan kalau tidak ada seorangpun yang membahas kejadian tadi dihadapan para guru yang lain. Setelah menenangkan sedikit kekacauan yang terjadi Hagrid lalu membubarkan kelasnya dan mengawal mereka keluat dari hutan tersebut. Sedangkan Harry dan kedua temannya serta Pansy dan Blaise mengikuti Draco yang masih mengandeng tangan Naruto dari belakang.

÷÷÷÷÷÷÷÷tbc÷÷÷÷÷÷÷÷

maaf lama... est benar-benar kekurangan ide buat ini... soalnya ada beberapa bagian si Harry Potter yang est lupa alurnya. mikir-mikir hampir kering eh... est malah nemu ide baru... ... jangan bosen-bosen baca cerita est senpai sekalian...

Est lagi Malas jadi Est balas reviewnya disini aja senpai-senpai sekalian... biar tambah wordnya gitu...

..

...

Rarara : -udah est panjangin senpai...

R.J Davies : terimakasih udah mampir review senpai...

Indah605 : Makasih udah mampir review... review lagi yahhhhhh! ^_^

.9 : Udah nex dwi-san... mau review lagi?

Dahlia Lyana Palevi : udah est panjangin... review lagi ya Dahlia-chan... jangan kapok-kapok review fic est nulis next aja ngak papa kq... udah bisa bikin est semangat nulis lagi... :D

Winter AL Yuurama : hehehe... sesuai saran senpai... pakai notepad... sebenarnya sakura hamil itu karena kecelakaan est yang nulisnya sambil ngelamun... eh dibaca ulang sakura udah terlanjur hamil ya udah... terlanjur ada, jadiin konflik aja... entah ini termaauk konfik atau bukan...

uzumaki megami : Sebentar lagi Sasuke nyusulnya ^_^…

yuki akibaru : jangan pangil Est senpai yuki-san... Est masih amatiran dalam hal-hal perfanfickan,,,,,, ok udah lanjut... jangan bosan-bosan ninggalin jejak review lagi yuki-san...

Kim In Soo : hehehe... sukurlah... semoga cerita Est gak mainstream(?) #benergakTulisanny? ...

Akan Est asapin senpai... tapi kalo Est udah kehujanan ide... kalo idenya ngak hujan-hujan ya... Est terpaksa up date ala keong...#mulaicariAlasan...

hyunnie02 : hehe... hyun... review lagi yahhhh #maksa... Est juga suka kalo Naru manja... tapi kalo terlalu manja bakan OOCnya pakai bingiiit donk... #mulaitertularVirusAlleynyaMen...

aprilyarahmadani : hehehee...karena est sering malas... jadi dengan ringan hati(?) est jadikan satu setiap dua chap senpai... kecuali chap satu dan dua... terimakasih udah review senpai...

Blueonyx Syiie : di group memang udah chap 9 senpai... tapi ada beberapa chap yang est jadikan satu maka terjadilah(?) baru chap 6 ini... makasih udah mampir review senpai...

pojok Est... Thestral... karena thestral kan lebih dominan pada kematian... so... bagaimana kalau bersentuhan dengan Naruto yang lebih dominan akan elemen kehidupan? taraaaa jadilah est memperlihatkan thestral saat naru menyentuhnya...

.

.

sebelumnya est udah mau up date veei dari kemaren... bahkan udah est dox-men kan... untung est baca dulu wordnya dan ternyata banyak yang ilang bahkan sampai 100 lebih wordnya yang ilang... so est kembali baca ulang dan ternyata word yang ilang itu karena tulisan est yang abis titi gak est kasih sepasi dulu... jadilah baru est publis saat ni...

jangan bosan-bosan ngingatin Est ya... kalau Est ada salah, typo dan saudara-saudaranya...