Veei
###13###
Disclaimer :
Naruto © Masashi K.
Harry Potter © J.K. Rowling
a. YU-GI-OH! © Kazuki Takahashi
b. La Clef du Royaume © Kyoko Shitou
rating : T
π SasuNaru π
ππDraRryππ
•
•
•
Warning!'
1• Fic ini mengandung BL atau yaoi. Dengan segala hormat, yang tidak suka yaoi bisa menepi atau meninggalkan fic ini...
2• Gagal EYD masih ada...
3• M-preg mengikuti...
4• Typo masih berseliweran... walaupun Est udah berusaha menguranginya...
['`:_:'`]
{•_•}
V
"Siapkan diri kalian setelah aku kembali!" Dengan seringaian iblis Sasuke menatap para anggota LD.
"TEMEEE BERANI KAU MENARIK KABUTO KEMARI KUBUNUH KAU DUA KALI" terdengar suara teriakn mengelegar dari arah kamar Naruto, yang suadah kita ketahui siapa yang berteriak dengan penuh cinta(?)
"Hah..." desah Sasuke.
"Ada apa lagi kau dengannya?" Tanya Suigetsu kepo
"Pasti karena kekasih merahmu yang mengatakan hal yang bukan-bukan pada Naruto-san" balas Juugo dari arah belakng.
"Padahal yang akan kutarik kemari Orochimaru dan Tsunade" dengan aura muram Sasuke menebarkan hawa kematian secara tidak sadar.
"APAAAA... KAU MAU MENARIK SI SANNIN GILA DAN HOKAGE PENJUDI KEMARI?" teriak Suigetsu histeris
"Hn"
"Aku tidak setuju" tolak Suigetsu sambil mengacungkan telunjuknya dimuka Sasuke.
"Aku membutuhkan mereka untuk membantu Karin melalukan oprasi cesar saat kelahiran Naruto nanti" jawab Sasuke mutlak.
"Benar juga... kita juga membutuhkan Orochimaru untuk melakukan tekhnik Edo Tensei pada keempat Hokage terdahulu"
"Sasuke aku akan tetap ikut menyelamatkan Draco dan yang lain dengan ataupun tanpa persetujuanmu, karena ini bukan hanya perangmu"
"Baiklah... lakukan yang ingin kalian lakukan, asal jangan sampai tebunuh!" Jawab Sasuke yang akhirnya luluh.
"Kita akan ber-Apparate ke dekat Mansion Ridele"
"Hn"
"Kalian tahu tempatnya?" Tanya Suigetsu dengan nada mengejek
"Tidak," jawab Sirius sambil mengelang lemah.
"Gunakan teleport Sasuke saja" usul Suigetsu yang langsung diangguki oleh semuanya..
"Akan kukirim kalian ke dimensi entah berantah" ancam Sasuke dengan nada datarnya,,,, 'mereka fikir melakukan jurus teleport tidak memakan banyak cakra? Apalagi dengan mengirim orang sebanyak mereka...' gerutu Sasuke dalam hari.
"Ayolah Sasuke..." bujuk Suigetsu dengan tatapan memohon,
"Hn"
"Hn mu itu iya atau tidak?"
"Tidak, cepat berangkat atau kalian aku tinggal" tanpa menengok kebelakang Sasuke berjalan keluar rumah, sehingga membuat beberapa orang yang mendengar jawaban acuh dari sang Uchiha menjadi sweatdrop ditempat.
"Hah... terpaksa mengunakan sapu terbang lagi..." keluh Sirius lesu.
"Lepaskan Karin... aku akan ikut," pinta Harry berusaha lepas dari cengkraman tangan Karin.
"Kau ingin ikut Potter?" Tanya Sasuke mendesis pelan.
"Tentu sa-" belum selesai memyelesaikan kata yang akan terucap Harry harus rela kehilangan kesadarannya karena menatap mata merah Sasuke
BRUK
"Bawa dia kedalam!" Perinta Sasuke pada Karin yang langsung dikerjakan oleh gadis berambut merah tersebut.
"Berkumpul! Aku akan menjelaskan rencana penyerangan nanti," mendengar perintah berkumpul dari Sasuke, mereka semua yang ikut dalam penyerangan tersebut telah berkumpul dihadapan Sasuke, mengabaikan kejengkelan pada pemuda yang seenaknya mengatur mereka ini itu, tapi sangat membantu dalam kemenangan perang nanti dengan ide dan rencana gilanya dengan Naruto. "Kalian semua dan Suigetsu akan menyerang dari keempat arah mata angin untuk mengalihkan perhatian mereka, sedangkan aku dan Juugo akan menyusup kedalam untuk menyelamatkan ketiga tahanan, berhati-hatilah jika kalian berhadapn langsung dengan Voldemort," ucap Sasuke bak seorang pemimpin yang mengarahkan pasukannya yang akan terjun ke medan perang.
"Bagaiman kami tahu kau sudah mendapatkan Regulus, Draco dan Lisyla?"
"Aku akan memberi tanda dengan ledakan petir diudara, jadi usahakan kalian keluar secepatnya. Jangan lupa, jika ada yang terbunuh jangan tinggalkan jasad disarang musuh."
Terlihat 12 orang terbang menaiki sapu terbang dan tiga orang didepan terbang menaiki burung elang besar, serta seorang lagi berbadan besar menaiki sebuah motor salah satu benda Muggle yang sudah dimodivikasi(f/v) dengan sihir. (#motor peninggalan dari James yang diberikan pada Sirius dan beralih pada Hagrid.) Menuju kearah barat dengan kecepatan hampir menyamai seorang seeker pada pemain Quidditch profesional. Selang beberapa menit atau jam mereka sampai pada sebuah pohon besar yang cukup dekat pada sebuah manor dengan kesan suram. Melompat turun dari elang yang dinaikinya dan diikuti oleh Suigetsu serta Juugo. Sedangkan penyihir yang lain masih terbang disekitar mereka.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Sasuke pada Juugo yang sedang berkomunikasi(?) dengan beberapa burung kecil yang hinggap ditubuhnya.
"Tempat itu dijaga oleh delapan orang Death Eaters serta Voldemort dan ularnya, sedangkan Draco, Lisyla serta Regulus berada di kamaar yang berada tepat disamping kamar Voldemort," dengan rinci Juugo menjelaskaan informasi yang ia terima dari bebetapa burung yang sering terbang dimanor Riddle.
"Lalu?"
"Lisyla masih dalam keadaan trauma, Draco kondisinya cukup baik tapi entahlah dengan mentalnya, sedangkan orang yang bernama Regulus dalam keadaan koma"
"A apa... kau bohongkan..." tolak Sirius yang mengetahui kondisi adiknya.
"Tenanglah! Semua yang dikatakan Juugo itu benar"
"Bagaimana mungkin Muggle sepertinya berbicara dengan binatang?" Tanya salah seorang anggota Orde yang mengenakan jubah panjang berwarna biru serta menggunakan topi bundar yang mirip kupyah.
"Khekhekhe... jangan meremehkan kami para Shinobi, dia Juugo, pengguna senjutsu murni yang bahkan bisa dijadikan senjata penghancur masal." Kekeh Suigetsu dengan penuh kesombongan.
DUAKKK BRAAK
"Jangan pernah menggungkit kekuatan penghancurku atau kau yang akan kuhancurkan" desis Juugo yang kini kulit tannya berubah menjadi keabuan(?) Dihiasi oleh bercak hitam serta tangan kanan yang ia gunakan untuk memukul Suigetsu menjadi membesar serta penuh duri yang berasal dari kulit dan daging yang menonjol.
"Hentikan Juugo! Dan kau Suigetsu jangan menggungkit masa lalu Juugo kembali!" Setelah menenagkan Juugo dan melihat Suigetsu kembali kedahan pohon yang sebelumnya ia pijaki. "Kembali kerencana awal, buat empat kelompok untuk menyerang ke-empat sisi!" Setelah mengucapkan perintah tersebut mereka berpencar menuju ke empat arah Manor sehingga terlihat tengah mengepung manor Riddle. Setelah menghilangkan penghalang mereka akhirnya bisa masuk dan mengecoh pertahanan, team Sirius yang beranggota Suigetsu, Remus dan Lucius kini terlihat menghadapi beberapa Death Eaters yang salah satunya Bellatrix Lestrange dan dua orang Death Eaters yang tidak mereka ketahui identitasnya.
Crass
Ctarr
Wushh...
"Confringo" lesatan mantra dari salah satu Death Eaters yang tidak diketahui identitasnya menluncur mulus ke arah Lucius, yang mampu dihindari dengan melompat kearah samping dan langsung merapalkan mantra sihir hitam kearah Death Eaters yang menjadi lawannya hingga membuat lawannya tumbang, entah mati atau hanya pingsan dia tidak perduli karena ia langsung menuju kearah Louwis yang masih melawan seorang Death Eaters yang ia ketahui memiliki kemampuan yang hampir setara dengan gabungan dirinya dan Severus.
"Deprimo" sebuah angin kuat keluar dari lawannya,
"Depluso" rapal Lucius mendorong angin tersebut untuk menghalau serangan angin tersebut agar tidak mengenai mereka hingga "Expelliarmus" setelah memdapatkan tongkat sihir lawannya Louwis merapalkan kembali sebuah mantra pembeku "Glacius"
"Avada Kedavra" sebuah lesatan hijau meluncur dari ujung tongkat Bellatrix melesat cepat kearah dada Sirius, disaat jarak antara mantra kurang dari dua meter dengan reflek dan kecepatan ninjanya Suigetsu menghadang mantra tersbut dengan senyum mengejek dibibirnya.
"Suiton : Suijinheki" keluar dinding air besar yang menghadang laju lesatan mantra Avada Kedavra hingga cahaya hijau tersebut memudar didalam dinding air yang muncul tiba-tiba didepan Suigetsu sehingga melindunginya dan Sirius. (#anggap saja kalau Suigetsu juga bisa mengeluarkan air dari ketiadaan) .
Dilain tempat, tepatnya didepan pintu yang memiliki ukiran kuno Sasuke dan Juugo tengah mengenggam Kusanaginya dan mengarahkannya untuk menebas pintu kayu yang dilapisi mantra pelindung yang berada dihadapannya, dengan anggun Sasuke mengangkat tangan kanannya yang mengenggam Kusanagi, menebas pintu tersebut hingga menjadi beberapa bagian,
Krakk
Pyarr...
Dengan langkah pasti setelah pintu tersebut hancur ia dan Juugo melangkah masuk dan mendapati tiga orang tahanan. Tepatnya dua orang pria yang satu berwajah tirus dan tengah tertidur, lalu seorang pemuda bersurai pirang platinum yang agak kusut tengah duduk sambil menatap kosong kedepan lalu seorang bocah perempuan yang berumur sekitaran 10 tahunan mungkin kurang sedang menyembunyikan wajahnya dikedua lututnya yang ia tekuk(?).
"Lisyla," mengusap rambut pirang panjang yang kini acak-acakan tersebut Sasuke dengan halus mendekap tubuh kecil tersbut. Sedangkan gadis kecil tersebut mendongakkan kepalanya dan mendapati Nii-sannya yang tengah menghapus lelehan air matanya, "tenanglah,,, kami datang menyelamatkan kalian" mengangkat ujung bibirnya untuk meyakinkan kepercayaan gadis kecil tersebut, setelah mendapatkan anggukan ia lalu mengangkat Lisyla dan menyerahkannya pada Juugo yang sudah mengangkat peria yang ia ketahui bernama Regulus ala karung beras di pundak kirinya, sedangkan Lisila ia gendong ditanggan kanannya. Sedangkan Sasuke menghampiri Draco yang masih duduk disofa tunggal dengan tatapan kosong, memandang iba pada Malfoy Jr. ia menutup mata Draco dengan telapak tangannya, entah apa yang dilkukannya, Sasuke lalu menjauhkan telapak tangannya setelah merasakan pergerakan ringan pada kelopak mata Draco. Lagi-lagi ia menghapus air mata yang meleleh dikedua pipi yang mulai menirus dan pucat tersebut.
"Ma-maaf,,, aku tidak-"
"Lupakan, Naruto dan paman Louwis pasti memaafkanmu, lagi pula kekkai yang melindungi Mansion masih bisa diperbarui lagi," sela Sasuke menghentikan gumanan Draco yang tidak ingin didengarnya.
Plok
Plok plok
"Sebuah drama yang mengharaukan sekali Malfoy ... dan kau" menuding Sasuke dengan jari telunjuknya yang kurus kering dengan tatapan merendahkan "seorang Muggle yang berani masuk ke sarang ular"
"Khe... jadi kau yang bernama Voldemort itu?" Menon-aktifkan sharinggan yang berada dimata kanannya ia menatap Voldemort rendah "tidak lebih dari sekedar pawang ular yang menjijikkan" lanjutnya sambil melirik Ngaini yang berada disisi kanan pria berwajah aneh tersebut.
"Hyahahahaha Tidak kusangka kau mempunyai keberanian yang lebih anak muda"
"Hn, sayang sekali bukan aku yang ditakdirkan untuk membunuhmu," ucap Sasuke terdengar penuh sesal "bagaimana kalau kita adu ularku dengan ularmu?" Lalu keluar seekor ular putih dengan iris kuning tajam mendesis keluar dari lengan baju Sasuke, dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari ular milik Voldemort.
"$$$Nagini$$$" dengan Parseltongue Voldemort mengarahkan ularnya untuk maju menyerang ular putih milik Sasuke, sedangkan mereka sendiri masih tetap berada diposisi awal mereka, Voldemort yang memunculkan kursi dari ketiadaan dan mendudukinya dengan kaki kanan yang berada diatas kaki kirinya, sedangkan Sasuke memeluk Draco yang tertidur karena genjutsunya,
'$$$$$t...' melihat Nagini yang digigit oleh ular Sasuke membuat Voldemort mendesis marah dan mengarahkan ujung tongkat yew kearah ular putih milik Sasuke hingga keluar lesatan cahaya hijau yang mengarah tepat pada tubuh si ular putih.
"Khe... kau melakukan kecurangan didepan mata lawanmu Voldy,,, bagaimana jika aku kelakukan hal yang sama?" Mengaktifkan EMSnya Sasuke menatap lekat Nagini yang mulai mengeliat pelan(?) Dan keluar api hitam yang mulai menyebar pada tubuh ular pithon(?) (#maaf est lupa jenis ularnya,,, seperti pyton tapi est ragu kalau itu pithon... jadi est anggap kalau itu pithon aja deh, maklum est agak ngak tetlalu suka ular, jadi ngak tertarik kalo ada tayangan ular-ularan... )
"KAU... KURANGAJAR KAU MUGGLE SIALAN... NOOOO... NAGINI" teriak Voldemort marah, lalu mengarahkan berbagai mantra kutukan kearah Sasuke dan Draco, yang mulai menghilang dengan meninggalkan kobaran api setelah mengarahkan petirnya ke udara dan meledak.
Melihat ledakan yang mengarah ke langit, mereka(anggota orde) dengan cepat keluar dari Manor dengan menggunakan Apparate, tanpa memperdulikan kerusakan yang telah mereka timbulkan, berkumpul kembali dipohon yang sebelumnya, mereka kembali menaiki sapu terbang mereka masing-masing selain Sasuke dan kedua partnernya menaiki elang summon dengan mengendong ketiga orang yang mereka selamatkan.
Melaju dengan kecepatan penuh merka semua menuju kearah Mandion Namikaze yang sekarang menjadi sarang Phoenix dadakan selain Grimmauld Place nomor 12, lagi pula di mansion Namikaze telingga mereka terbebas dari teriakan nyaring Ny. Black tentang berbagai cercaan yang ditujukan pada mereka. Sesampai mereka di Mansion Namikaze Sasuke langsung membaringkan Draco dan diikuti oleh Suigetsu yang membaringkan Lisyla disamping Draco sedangkan Regulus dibaringkan oleh Juugo di sofa panjang yang berada dikamar Naruto, mentransfigurasikan sofa tersebut menjadi singgel bed dan menyelimuti Regulus dengan selimut tebal Sirius kini duduk disisi tanjang dan mengenggam tangan kanan adiknya dengan penuh sanyang serta penyesalan.
"Paman Louwis tutup akses Floo! Naruto bantu aku memperkuat kekkai dengan senjutsumu, dan kalian lapisi seluruh kekkai dengan antiApparate serta Cave Inimicum!"
"Ada apa Sasuke?" Tanya Naruto ikutan cemas.
"Draco mengungkapkan letak dan seluruh pelindung yang ada di Mansion ini.
Karin, kau urus sendiri dulu!" Dengan langkah cepat Sasuke keluar dari Mansion, dan diikuti oleh Naruto dibelakangnya, entah apa saja yang telah mereka lakukan, setelah cahaya jingga semakin memudar mereka akhirnya selesai dengan pekerjaan mereka masing-masing, kini terlihat di sekeliling Mandion dikelilinggi oleh kabut tipis yang kita ketahui kabut ilusi milik Sanbi serta diperkuat oleh berbagai jebakan genjutsu dari mata Sasuke. Setelah mereka memasuki Mansion, Sasuke dan Naruto langsung menghampiri Karin yang masih berusaha menyembuhkan Regulus yang masih belum sadar.
"Istirahatlah" menepuk pundak Karin pelan, Naruto memberikan senyum tulusnya kepada wanita yang sudah ia anggap Nee-channya sendiri.
"Aku, aku tidak sepandai Sakura dalam hal medis Naruto, tapi aku akan tetap berusaha menyembuhkannya" ungkap Karin pelan.
"Memang bagaimana kondisinya?"
"Racun yang ada dalam tubuhnya membuatnya memperlambat kinerja seluruh sel yang ada ditubuhnya, dan mungkin dia meminum racun tersebut, karena... hampir sebagian lambungnya seperti terbakar,"
"Istirahatlah, biar aku yang mengurus racunnya"
"Jangan... walau dengan mode Ashura, aku tidak mau mengambil resiko, kau memang bisa menganti anggota tubuh yang hilang, tapi aku tetap khawatir kalau dengan racun, aku takut jika racun itu berpengruh pada bayimu"
"Baiklah... jadi apa yang bisa kubantu?"
"Tidak perlu... kau harus lebih banyak istirahat Naru, kau pasti juga belum makan siangkan tadi... jadi ayo kita makan malam bersama" mendorong punggung Naruto keluar, mereka akhirnya menyusul Sasuke yang sudah keluar kamar sejak tadi. Menuju keruang makan, terlihat beberapa penyihir sudah duduk mengitari meja makan, sedangkan Louwis dan Molly serta Narcissa tengah menghidangkan makanan yang telah mereka masak, suara berisik dari beberapa penyihir yang mendiskusikan tentang rencana masa depan mungkin.
"Naru, kenpa berdiri disitu? Cepat duduk!" Perintah Louwis yang masih mengenakan celemeknya.
Menuruti perintah sang paman, Naruto melangkah pelan mengikuti Karin yang sudah selangkah didepannya, mengelus perutnya pelan Naruto menatap makanan yang ada dimeja tanpa selera. Bayangkan saja, Molly memasak berbagai jenis makanan dengan porsi besar, mengalahkan porsi yang dibuat Louwis sebelumnya. Mengidarkan pandangannya Naruto melihat berbagai ekpresi dari wajah para penyihir yang duduk mengitari meja makan. Lucius yang masih datar-datar saja, Arthur Weasley yang sedang mendiskusikan sesuatu dengan orang belum Naruto kenal berambut merah juga, dihadapannya Narcissa yang sedang mengambilkan Lucius makanan, lalu Remus Lupin yang sesekali meringis menahan perih dimulutnya, mungkin ia terluka karena Naruto melihat ada ruam yang sangat ketara dipipi sebelah kanannya.
"Dimana Harry dan yang lain?" Tanya Sasuke yang membuat perhatian semua penghuni ruang makkan tersebut.
"Tadi Severus menjemputnya," jawab Louwis yang telah selesai makan.
"Naru, kenapa kau hanya makan pai coklat saja?" Tanya Narcissa yang sejak tadi memperhatikan Naruto
"Aa, tidak papa bibi, Naru hanya tidak nafsu makan saja," jawab Naruto sambil mengaruk belakang kepalanya salah tingkah.
"Apa yang kau inginkan Naru?" Dengan antusias Karin menatap Naruto yang berada disebelah kanannya
"Ramen Ichiraku yang dibuat sepesial oleh Teuchi-jii-san untuk Naru" dengan pandangan berbinar Naruto menatap Sasuke penuh harap.
"Kita bukan berada di Konoha Naru,"
"Pfft." Mendengar sedikit nada memelas Sasuke Suigetsu yang duduk disebelah kanan Sasuke terpaksa menahan tawa yang langsung dihadiahi sebuah delikan Dewa Susanoo yang menembus sum-sum tulang belakangnya(berlebihan).
"Tidak bisa tidak apa-apa koq, tapi kalau kau akan ke Hogwarts aku ikut,"
"Father," mendengar suara yang familiar, Lucius mengarahkan pandanganya pada pintu, dan mendapati Draco berdiri menghadap kearahnya.
"Son, kau harus istirahat kembali,"
"Aku, tidak apa-apa Father, kenapa kalian berkumpul disini?" Mendengar pertanyaan Draco Lucius mengangkat satu alisnya karena merasa aneh dengan pertanyaan putra satu-satunya tersebut,
"Aku menyegel sebagian ingatannya, kalian sendiri tahu kalau menghilangkan, efek mantra Crucio yang sudah menyerang syaraf otaknya bisa mengakibatkan kegilaan" ucap Sasuke dengan tenang.
"Bagaimana kau bisa Obliviate? Kau bisa sihir?" Tanya Remus penuh akan ketertarikan akan kemampuan Sasuke.
"Tidak Paman, Sasuke tidak bisa sihir sama sekali, hanya saja matanya saja yang serba guna" dengan semangat Naruto negejek mata Sasuke, sedangkan Sasuke hanya mengangkat bahu acuh.
"Apa kalian akan menginap?" Tanya Louwis pada tamu-tamunya(anggota Orde dan ketiga Malfoy)
"Kami akan pulang," jawab Arthur dan ditanggapi anggukan oleh anggota Orde yang lain selain Remus.
"Aku dan Narcissa serta Draco akan tetap disini"
"Aku juga harus ke kementrian," sahut Kingsley Shacklebolt, seorang yang duduk paling ujung.
"Remus?" Lirih seorang pria berambut hitam acak-acakan yang tengah berdiri didepan pintu, sambil menatap lekat Remus.
"James..." mendengar suara sahabat yang sudah ia anggap saudara baginya, Remus langsung berlari kearahnya, memeluk erat pria tersebut seakan tidak ingin kehilangan kembali, "akhirnya kau sadar James, syukurlah..."
"Remus, Lily,,, dimana Lily? Dan Sirius," rancau James yang kembali panik,
"Lily sudah meninggal, dan ini sudah 14 tahun berlalu James..."
"Bagaimana mungkin? Harry, bagaimana dengan Harry, dia pasti selamatkan? Dimana dia sekarang?"
"Dia selamat dan sehat, tenanglah! Sekarang Harry berada di Hogwarts" mengulum senyum prihatin Remus mengelus bahu James.
"Aku selesai, Naruto kau jadi ikut?" Mengalihkan pembicaraan antara Remus dan James, Sasuke berdiri setelah mengelap bibirnya dengan tissue.
"Ayo! Paman, Naru berangkat, Karin-Nee titip Sui dan Juugo yah, hihihi... jaa," setelah memeberi kedipan jahil pada sang Nee-san ia memeluk tangan kiri Sasuke dan menyeretnya pelan kepintu keluar, melewati pasangan(?) JamesRemus, Naruto berhenti dan memgulurkan tanagan kanannya kearah James yang memandangnya lekat. "Paman, namaku Naruto, ayo ikut! Kita ketempat Harry bersama" memberikan senyum terbaiknya, setelah James menerima uluran tangannya. "Kau juga paman Remus!" Setelah Remus memgandeng tangan kiri James mereka menghilang dalam kilat kuning yang menjadi ciri khas Naruto selama disini.
.
.
.
.
Hogwarts
Sebuah kilatan kuning menyambar(?) di tengah-tengah aula besar yang penuh dengan para siswa menikmati makan malam bersama. Karena kemunculan yang tiba-tiba beberapa auror yang diperintahkan oleh Kingsley secara tertutup dari mentri sihir Fudge(?) Mensiagakan tongkat sihir mereka kearah Naruto dan ketiga orang yang datang bersamanya.
"Turunkan tongkat kalian!" Perintah Severus pada seluruh auror yang berada di aula besar tersebut.
"Siapa mereka?" Tanya Horace Slughorn seorang bertubuh sedikit gemuk dengan jubah coklanya kepada orang yang duduk di sampingnya yang tak lain adalah Minerva.
"Kau melupakan muridmu Horace?" Tanya balik Minerva.
"Tidak, bukan James dan Remus yang ku maksud, tapi dua pemuda yang lainnya"
"Yang berambut pirang, Naruto anak Namikaze Minato, kau pasti masih mengingatnya. Sedangkan yang berambut raven Uchiha Sasuke, calon suami Naruto"
"Pasangan gay yang menjijikan" Komentar Slughorn dengan nada jijik yang sangat ketara. Sedagkan Minerva hanya menanggapi komentar Slughorn dengan senyum penuh maknanya, "Daddy..." menengok ke arah belakang Harry yang mendapati Daddynya berada dibelakangnya, langsung berlari dan memeluk erat ayahnya, menengelamkan wajahnya pada dada bidang sang ayah tanpa terasa air mata mengalir dipelupuk mata yang beriris emerald miliknya. "Daddy,,, hiks... syukurlah..."
"Harry... putraku, kau sudah besar nak? Maafkan daddy yang tak bisa menemanimu bermain dulu" mengelus rambut berantakan sang purta sambil sesekali menciumnya dengan penuh sayang. Saat pandangan iris sapphire miliknya bertemu pandang(?) Dengan iris onyx milik Severus Snape yang menatapnya tanpa ekpresi.
"Kalian ikuti aku!" Keluar dari pintu staff Severus menuju ke ruangannya yang sebelumnya merupakan ruangan milik Albus Dumbledore.
Sesampainya mereka didalam ruangan miliknya, Severus menyapa lukisan Albus Dumbledore dengan senyum tulusnya.
"James, syukurlah kau bisa kembali" suara khas Dumbledore menyapa pendengaran meraka saat James yang masih mengandeng Harry memasuki ruangan tersebut.
"Naruto?"
"Paman, Naru pengen tinggal disini sementara waktu, bolehkan? Sekalian menemani Sasuke melatih LD" pinta Naruto dengan penuh harap pada Severus, sekalian mengalihkan suasana asing yang memenuhi Atmosfer ruangan tersebut.
"Baiklah, kalian bisa menempati ruanganku sebelumnya!"
"Ok... jaa"
"Mau kemana?" Taya Sasuke datar.
"Ke aula besar, Naru ingin makan bersama Pansy, Theo dan Blaise" dengan langkah ringannya Naruto benar-benar menghilang dari pandangan mereka.
.
..
...
...
...
...
...
..
.
(Sekip) (•_• )
24 Maret, disaat butiran salju yang tengah mencair sempurna, kini berbagai tanaman yang telah kembali hidup dari kebekuan sementaranya, terlihat seluruh batang yang kini kembali memunculkan ranting serta tunas-tunas kecil dengan berbagai warna daun, dengan suhu yang mulai menghangat. Diruang kebutuhan terlihat beberapa murid serta auror yang bertugas menjaga keamanan Hogwarts berlari mengelilingi aula yang cukup luas tersebut dengan keringat yang bercucuran, sedangkan ditengah-tengah ada Naruto dan Sasuke yang mengawasi mereka sambil sesekali merempari mereka dengan kunai ataupun shuriken yang mampu mereka hindatr dengan tangan kosong ataupun dengan sihir pertahanan andalan masing-masing, yap... setelah hampir dua bulan mereka menjalani pelatihan yang menurut mereka neraka dunia karena ketegaan(?) Naruto dengan memasang Gravity seal di ruangan tersebut sehingga, seakan-akan mereka tengah membawa beban berat yang membelenggu(berlebihan) kedua kaki mereka. Terlihat diurutan yang paling depan ada Draco dan disusul Harry yang tak jauh dibelakangnya,ya sejak Draco dinyatakan sembuh total setelah hapir seminggu dirawat oleh Karin di Mansion Namikaze, ia akhirnya diijinkan oleh Lucius kembali ke Hogwarts, sedang dibelakang mereka terdapat tiga orang auror yang masih cukup muda berlari sambil terengah serta kaos yang mereka pakai telah penuh dengan keringat, dan dibelakang mereka bertiga Hermione, Ron serta ketiga Slytherin yang lain aka. Pansy, Blaise, dan Theo berlari dengan nafas yang hampir terputus-putus, seselali mereka mengusap cairan asin yang keluar dari pori-pori kulit wajah mereka dengan mengunakan lengan tangan mereka masing-masing, sesekali juga mereka terlihat membungkuk guna mengembalikan nafas mereka yang langsung dihadiahi lemparan kunai atau shuriken dari Sasuke ataupun Naruto yang membuat mereka kembali berlari dengan sekuat tenaga guna mencapai target lima puluh putaran sehari. Anggota LD yang lain jangan ditanya, mereka juga merasakan adrenalin yang sama dengan orang-orang telah berada didepan mereka, apalagi denga si-kembar Fred dan George yang bahkan beberapa kali mengumpat tidak jelas gara-gara semenjak Dumbledore Army disahkan oleh Si_Kepala_Selolah yang baru dan mengubah namanya menjadi club Duel tingkat ke_neraka_an latihan mereka semakin dipersulit oleh Sasuke maupun Naruto yang semakin sering melempari mereka dengan berbagai macam kutukan, bahkan duel yang dulu diadakan Naruto seminggu sekali dengan sesama anggota kini diganti dengan dua minggu sekali, dan lebih parahnya lagi mereka langsung beradu duel dengan orang-orang hebat yang sudah berpengalaman seperti Kingsley bahkan beberapa Professor seperti Severus Snape, Professor Mc Gonagall dan yang lainnya. Tidak lama setelah mereka menyelesaikan target lima pulih putrannya, mereka langsung tepar ditempat, memposisikan diri masing-masing terlentang di lantai tanpa memperdulikan apa itu kotor, toh mereka bisa langsung membersihkan kotoran yang menempel dengan sekali ayunan tongkat sihir mereka. Dengan nafas yang masih terengah-engah mereka mengeluarkan tawa penuh dengan kemenangan karena mereka mampu menyelesaikan putaran mereka lebih cepat daripada hari kemarin, bukankah itu namamya kemajuan? Kita fokus pada anak-anak kelas tiga kebawah, mereka tanpak tenang-tenang saja dan tidak terlalu lelah karena Naruto hanya memberi beban mereka seperempat dari berat tubuh mereka, sedangkan yang lain mencapai lebih dari separuh berat tubuh masing-masing.
"Aku lapar,,,"
"Haah... capek..."
"Lelah,,,"
"Kapan kita boleh ke Aula?"
"Sekarang juga boleh" sahut Naruto yang sudah berjongkok diatas kepala mereka
"Benarkah? Terimakasih Naruto-Sensei..." mengabaikan delikan protes dari Sasuke, Naruto mengacak rambut salah satu juniornya yang bernama Dennis Creeve yang baru ditahun keduaanya dengan gemas, "ayo semuanya, yang semangat..." teriak Naruto yang cetar membahana tanpa perlu mengunakan mantra 'Sonorus' untuk mengeraskan suaranya.
.
..
...
...
...
Di Aula besar kali ini terlihat seluruh siswa bersuka ria terutama dari anggota DA yang kini menjadi CD (Club Duel) dengan cepat menghabiskan sebagian besar makanan yang terhidang dimeja. Mengabaikkn tatapan ngeri dari berbagai pasang mata yang melihat mereka aneh, walaupun sudah menjadi rutinitas yang tidak asing lagi di setiap jam makan malam, yaitu seluruh anggota CD berkimpul menjadi satu di meja yang masih memiliki banyak makanan yang tersaji, begitu pula dengan ketiga Auror muda yang ikut latihan mereka.
.
..
.
Suasana yang sebelumnya sangat ramai kini mendadak hening diakibatkan oleh sebuah ledakan yang cukup keras serta kepulan sasap putih tebal yang membumbung tinggi di barisan belakang aula. Menenggok kearah pintu masuk, mereka menatap ngeri akan kedatangan sososk melingkar besar berwara ungu serta beberapa luka geres yang cukup dalam menghiasi sisik tebal sosok tersebut, semakin jelas terlihat seekor ular besar melingkari dua orang, yang satu berambut hitam bak seorang iklan shampo dengan kulit pucat serta eyeshadow(?) (Benergak? Est paling parah soal nyebut jenis bedak dan kawan-kawannya, paling yang Est hapal cuma eyeliner) berwarna ungu yang membingkai kedua matanya hingga berbenruk menyerupai mata ular, serta seorang perempuan yang terlihat berumur sekitar kepala tiga dengan dada yang bisa membuat para pria normal enggan berpaling darinya, (#mulai melenceng dari rating) berambut pirang panjang yang diikat dua, jangan lupakan tato aneh berwarna ungu terang #bener gak? yang terlukis indah diwajah sampai keleher jenjangnya, bahkan sanpai dipergelangan tangannya. Serta tanda didahi yang bersinar.
"Sialan kau Orochimaruuu... kau menjadikanku tumbal kembali..." teriakan menggelegar yang terdengar serak itu membuat beberapa siswa menutup telingga mereka.
"BAA-CHAAAN..." teriak Naruto sambil berlari kearah wanita tersebut, menengelamkan kepalanya di dada besar Tsunade, mengabaikan pekikan tertahan serta lelehan darah yang leluar dari hidung beberapa pria yang melihatnya.
"Kau benar-benar hamil Naru-chan...? Kufikir hanya akal-akalan Uchiha saja untuk menghidar dari tanggung jawabnya sebagai Uchiha terakhir, dan kenapa kau bisa jadi sependek ini?" Tanya Tsunade dengan mencubit kedua pipi Naruto gemas, setelah itu ia mencium kening Naruto penuh sayang,
"Baa-chan... jangan dicubit lagi, pipi Naru sakit ttebayou..." protes Naruto sambil mengembungkan pipinya serta sesekali memgusap pipi tembamnya.
"Kfufufufufufu... kau semakin manis dengan tubuh pendekmu Naru-chan... apa lagi perut buncitmu yang berisi bayi Sasuke, itu membuatku semakin menginginkan bayimu sebagai wadah terbaruku..." ucap Orochimaru yang langsung membuat Naruto siaga satu, karena berbicara di tengkuk sang blonde.
"SIALAN KAU ULAR PEDOOOOO... KAU MENGAGETKANKU TAHU" teriak Naruto mengelegar, hingga membuat Sasuke mengelengkan kepalanya pelan sambil memijat pangkal hidungnya bertanda lelah otak(?) Dan perasaan(?). Sedangkan para murid yang masih melihat Manda semakin bergindik ngeri, berbeda dengan para Slytherin malah memandang Manda dengan pandangan takjub(?), bayangkan saja tiba-tiba ada seekor ular besar berwarna ungu melingkar dihadapan mereka yang tinggi lilitannya hampir menyentuh langit-langit, bahkan memadamkan sebagian besar lilin yang melayang indah disekitarnya.
"Jangan mengganggunya Orochimaru, dan sebaiknya kau menghilangkan Manda segera!" Karena tidak tega, atau bisa dibilang tidak terima jika kekasihnya digoda(?) Oleh seorang Ular tua semacam 'mantan' gurunya ia menjauhkan Naruto dari jangkauan Orochimaru.
POOF...
Setelah itu asap tebal kembali mengelilingi ular ungu tersbut dan memghilang.
"Jadi ini tempatmu?" Tanya Tsunade sambil mengidarkan pandangnnya ke penjuru arah. "Hemm... cukup menarik"
"Baa-chan, apa bisa Naru melahirkan secara normal?" Penuh harap Naruto beryanya pada Tsunade. Mengacak rambut blonde bocah dihadapannya gemas, Tsunade hanya menanggapi dengan senyum penuh misteri.
××××××××××tbc××××××××××
.
.
.
.
.
Halo...
Mungkin minna-san malas menunggu est, tapi, est sungguh-sunguh minta maaf karena uo datenya lama pakai bingitsz... #ketular virus alay(?)
Dan maaf kalo masih banyak typo ataupun masih ada kaya yang hilang, tau kan kalo titik sama spasi, dihp itu letaknya berjejeran(?) Yosh... waktunya balas review...
.
.
.
Balas review^_^… yang ngak log in sama yang gak bisa di pm...
.
.
.
- Vilan616 : hehehe... terimakasih udah suka chap ini, Menma? Boleh juga, biar gak repot cari nama, selamat tahun baru juga buat Vilan-san...
- Lisa Amelia : eh, bbelum mengerti? Berarti est masih belum berhasil buat cerita ini... hikz... maaf kalo Lisa-san belum mengerti ... ceritanya tuh, saat mau diangkat jadi holage,naru dihianati sakura, karena sakura merasa yang pantas jadi hokage tuh Sasuke, karena kecewa Naruto pergi dari konoha dengan gulingan jutau yang ditinggalkan oleh Minato, terus... gitu deh...
- ryouta suke : gak pa kq, gak login, browser tor? Apa itu? Sebelumnya est ngak tega, tapi karena ryou berangapan est tega, ya udah est tegain... 3 triwulan? Sembilan bulan doonnk? Kalo nga sekarang, kapan lagi? Jangan jadi renternir, gak baik kata pak ustadz,.. rumah est jauh dari halte, jadi ngak perlu ke halte buat lanjut. Hihihi... bayangin aja, kalo ryou ketemu sama mantan orang yang buat ryou kerepotan gara-gara ET. Kalo est ngak mau... kalo Suigetsu, est ngak tau alasannya, karrna hati est bilang gitu, est tulis aja gitu #apa hubunganya coba? Namanya Winslot dia cakep kq... ngak papa nemplok Naru sedikit... biar anaknya Naru tambah tampan karena sering nemplok orang tampan...
- pink cherry : makashih nee-chan...yosh, harus semangat^_^
- yaoi love : ini udah up sate, maafkan est kalo lama, dan makasih udah menunggu^_^
- Guest : ini udah lanjut...
- lusy jaeger ackerman : berhasillll... kan Est yang memuluskan perjuangan mereka,hihihi... pastinya ikut, mereka akan berperang melawan musuh yang lain... makasih udah dipangil senpai #tangan bergetar, ano, maksud est, makasih udah menyempatkan review lusy-san...
- Iyeth620 ; padahal up datean est juga telat... ngak kq, James kan kena mantra dari si Voldie... tolong jangan salahin Pipi James... salahin Est aja, huwe... #digeplak. Yosh akan est umumin di group lagi... makasih udah baca, mau doonk kritik dan saran lagi... +_+
- femix : nih, Tsunade dan Orochimaru udah datang... kalo Harry, entahlah...
.
.
.
.
Sekian dari Est ... ada kurang dan lebihnya eat mohon maaf, #berasa jadi kayak mc...
Yosh... sampai jumpa di chap depan...
.
.
.
.
tby,23-01-2016
4:30 PM
