Title : The Funny Wedding
Rated : T+
Genre : Romance. Humor. Fluffy.
Disclaimer : Cast is not mine. But story is mine.
Warning : Genderswitch, EYD tidak sesuai, absurd, typo, DLDR!
..
..
..
..
HAPPY READING~!
..
..
..
..
1,371 words.
..
..
..
..
"Lihatlah, pengantin wanita kita ini cantik sekali," ucap Baekhyun sedikit mempoleskan blush on ke pipi Suho untuk sentuhan terakhir pada make up-nya.
Suho tidak henti-hentinya tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin, hasil make over adik perempuan calon suaminya memang patut diacungi jempol–luar biasa. Suho tampak sempurna dengan dress putih dilengkapi hiasan bunga di pinggangnya, begitu pula wajahnya yang sangat cantik dengan polesan make up natural sesuai dengan style-nya.
"Aku tinggal dulu ya, Eonni," pamit Baekhyun.
"Ne, Baekhyun," sahut Suho mulai merasa gugup, karena dia akan resmi menjadi istri orang sebentar lagi.
Baekhyun bergegas menghampiri orangtuanya yang sedang menyambut para tamu undangan.
"Mama, apa Kris Gege masih belum datang juga?" tanya Baekhyun agak cemas.
"Ya, dia belum datang juga sampai saat ini. Padahal Mama sudah menyuruh Sehun untuk menjemput Kris setengah jam yang lalu," jawab Nyonya Wu merasakan hal yang sama.
"Biar aku telpon Sehun dulu," kata Baekhyun langsung menghubungi adiknya itu.
"Yeoboseyo, Noona?"
"Kau ada di mana sekarang?"
"Di apartemen Kris Gege. Aku sudah mencoba membangunkannya bersama Kai sejak dari tadi, tapi dia tidak mau bangun juga. Kris Gege bilang kalau dia terlalu banyak meminum pil obat tidur tadi malam, karena insomnia akutnya kambuh lagi."
"Bawa dia langsung kemari saja, aku akan mencarikan obat penghilang kantuk untuknya nanti."
"Ne, Noona. Kami akan segera membawa Kris Gege ke sana."
Baekhyun bergegas mematikan panggilannya, kemudian berjalan keluar dari tempat resepsi pernikahan kakaknya. Dia berniat ingin pergi ke apotek terdekat–mencarikan obat untuk sang kakak, tidak lupa berpamitan dengan orangtuanya terlebih dahulu.
..
..
..
..
..
..
Suho terus memeriksa waktu sekarang lewat ponselnya, ini sudah lewat lebih 2 jam dari acara inti–pembacaan ikrar janji suci pernikahan. Suho sudah kelewat cemas sejak dari tadi, dia takut pernikahannya ini akan dibatalkan.
"Kris Oppa, di mana kau sekarang?" desis Suho mulai terisak, air matanya perlahan membasahi pipinya dan merusak dandanan pada wajah cantiknya.
"Aigo, kenapa pengantin wanita kita ini menangis?" tanya Luhan–pacarnya Sehun.
"Kris Oppa, hiks," jawab Suho sambil menutup wajahnya, mencoba menahan isakannya agar tidak terdengar.
"Eonni," panggil Baekhyun akhirnya datang juga.
"Kenapa Suho Eonni menangis? Kris Gege sudah datang, kau tidak perlu bersedih seperti ini," hibur Baekhyun bergegas membersihkan make up Suho yang luntur menggunakan tisu, dibantu oleh Luhan yang buru-buru merapikan gaun Suho yang terlihat sedikit kusut.
Suho perlahan berdiri dari tempat duduknya, dia menarik napas dalam-dalam sebelum berjalan ke altar bersama ayahnya sampai bersanding dengan calon suaminya di depan pendeta nanti. Suho masih saja merasa gugup, tapi Baekhyun dan Luhan mencoba memberikan semangat dengan mengusap-usap punggungnya dengan lembut.
"Aku benar-benar merasa gugup saat ini," gumam Suho masih dapat didengar oleh Baekhyun dan Luhan.
"Gwenchanayo, Eonni. Kau sudah berlatih selama beberapa hari sebelumnya, hasil kerja kerasmu itu pasti tidak akan mengecewakan nanti."
Suho kembali menarik napas sejenak, lalu berjalan keluar menuju altar sambil digandeng oleh kedua calon saudara iparnya tersebut. Jantung Suho semakin berdetak kencang saat melihat ayahnya sedang menunggunya di sana, dia langsung menyambut uluran tangan sang ayah yang akan mengantarkannya bersanding dengan calon suaminya.
Para tamu yang hadir seketika berdecak kagum melihat kecantikan Suho yang terkesan sangat natural, karena seluruh make up yang dipakainya hampir tidak terlihat lagi, tapi lip balm yang masih tampak di bibirnya mampu membuat Kris yang berada di depan langsung terpana.
"Maaf sudah membuatmu menunggu lama," bisik Kris perlahan menyambut tangan Suho yang diserahkan langsung oleh ayah mertuanya.
"Gwenchanayo, Oppa," sahut Suho sembari tersenyum kikuk.
Baekhyun dan Luhan bergegas menghampiri pengantin baru itu sambil membawakan cincin kawin untuk mereka berdua. Kris perlahan menyematkan cincin itu ke jari manis Suho sambil tersenyum bahagia, begitu pun juga Suho menyematkan cincin tersebut ke jari manis Kris dengan sedikit gemetaran.
"Kalian sudah siap?"
"Ne," jawab Kris dan Suho bersamaan.
"Baiklah, jawab pertanyaan saya ini dengan suara yang nyaring dan lantang. Mula-mula dari mempelai prianya dulu."
"Wu Yifan, bersediakah engkau menerima Kim Suho sebagai istrimu?"
"Ya, saya bersedia."
"Bersediakah engkau menjadi suami yang baik dan bijak untuk istrimu nanti?"
"Ya, saya bersedia."
"Bersediakah engkau menjaga dan merawat istrimu sepanjang hidupmu sampai maut memisahkan kalian berdua?"
"Ya, saya bersedia."
"Sekarang giliran mempelai wanitanya."
Suho menghela napas sejenak, dia terus berusaha untuk tidak gerogi ketika menjawab pertanyaan dari sang pendeta.
"Kim Suho, bersediakah engkau menerima Wu Yifan sebagai suamimu?"
"Ya, saya bersedia."
"Bersediakah engkau menjadi istri yang baik dan patuh untuk suamimu nanti?"
"Ya, saya bersedia."
"Bersediakah engkau menjaga dan merawat suamimu sepanjang hidupmu sampai maut memisahkan kalian berdua?"
"Ya, saya bersedia."
"Selamat, kalian sudah resmi menjadi sepasang suami-istri sekarang."
Tanpa menunggu lama, Kris langsung mencium dan melumat bibir Suho sebentar.
"Hey, kenapa kau menangis?" tanya Kris sambil menghapus air mata yang jatuh di pipi Suho.
"Aku sangat bahagia, Oppa," jawab Suho menangis terharu.
"Aku juga sangat bahagia, sayang," balas Kris perlahan memeluk istrinya itu dengan erat.
"Ekhm! Silakan bacakan ikrar janji suci pernikahan kalian," tegur Sehun tiba-tiba menyela.
Kris refleks melepaskan pelukannya dari tubuh mungil sang istri, kemudian dia langsung menyambut secarik kertas dan microphone yang disodorkan Sehun padanya.
"I, Wu Yifan, take thee, Kim Suho, to be my wedded wife, to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, till death do us part, according to God's holy ordinance; and thereto I pledge thee my self to you."
"Saya, Wu Yifan, menerima, Kim Suho untuk menjadi istri saya, untuk memiliki dan menerima, mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, kaya maupun miskin, sakit dan sehat, untuk saling menyayangi dan menghargai, hingga maut memisahkan, dengan bimbingan Tuhan dan karena itu saya menyerahkan jiwa raga ini untukmu."
"I, Kim Suho, take thee, Wu Yifan, to be my wedded husband, to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, till death do us part, according to God's holy ordinance; and thereto I pledge thee my self to you."
"Saya, Kim Suho, menerima, Wu Yifan untuk menjadi suami saya, untuk memiliki dan menerima, mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, kaya maupun miskin, sakit dan sehat, untuk saling menyayangi dan menghargai, hingga maut memisahkan, dengan bimbingan Tuhan dan karena itu saya menyerahkan jiwa raga ini untukmu."
Setelah pembacaan ikrar janji suci pernikahan yang dibacakan oleh Kris dan Suho selesai, semua para tamu yang hadir langsung bertepuk tangan dan ikut bersuka cita, bahkan orangtua dari kedua mempelai menangis terharu karena saking bahagianya.
"Mian, jeongmal mianhae, yeobo. Aku tidak bisa tidur nyenyak tadi malam gara-gara hanya memikirkan pernikahan kita hari ini, jadi aku meminum beberapa pil obat tidur. Tapi aku malah ketiduran sampai membuat acara pemberkatan tadi harus ditunda selama hampir 3 jam lebih," ucap Kris sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, matanya terlihat sayu dan memerah, karena terlalu banyak tidur.
"Kau memang tukang tidur, Gege," ejek Sehun merangkul erat bahu kakaknya itu.
"Tapi kau tidak usah menggunakan pil obat tidur untuk membuat tidurmu manjadi lebih nyenyak," nasihat Baekhyun menoyor kepala kakaknya tersebut dengan pelan.
"Kau hampir saja membuat pernikahan kalian tadi dibatalkan," tambah Luhan.
"Baik, aku memang bersalah di sini. Lagipula pernikahan kami tetap berjalan lancar meskipun ada sedikit kendala tadi. Lalu, kapan kalian ingin menyusul kami juga?" tanya Kris balik menggoda kedua adiknya tersebut.
"Katakan cheese!" seru Kai tiba-tiba mengambil foto mereka menggunakan tongsis. Suho dan lainnya yang kaget langsung memasang ekspresi derp yang lucu.
–END–
Epilog~
"Congratulation, Noona." –Sehun.
"Selamat menempuh hidup baru, Eonni." –Baekhyun.
"Ditunggu adik bayinya, Noona." –Kai.
"Aku dan Sehun akan menyusul kalian tahun depan." –Luhan.
"Aku dan Kai juga akan menyusul kalian secepatnya." –Kyungsoo.
Dan bla bla, Suho hanya tersenyum simpul menanggapi ocehan mereka berlima–yang ujung-ujungnya menyindir Baekhyun yang belum punya pacar, sedangkan Kris sudah molor sejak dari tadi dengan posisi kepala tiduran di atas pangkuan Suho dan membelakangi kelima saudara iparnya tersebut yang terus berkicau tanpa ingat waktu. Mereka berdua dipastikan tidak akan melakukan malam pertama seperti pengantin baru pada umumnya, lagipula Suho belum siap melakukan 'itu' malam ini.
–FIN–
Since October 8, 2016.
