Love Then
School Life/ Crack Pair /GS/Broken/ EXO
Cast :
Wu Kyungsoo (Girl)
Park Chanyeol
Byun Baekhyun (Girl)
Oh Sehun
Yang lain menyusul..
Warn : Sebelum baca ini crack pair ya guys dengan main castnya CHANSOO. Sesuai dengan vote yang udah masuk.
Dan ini untu kalian yang vote Chansoo semoga suka... #nutupmuka
Maafkan buat couple lainnya pending dulu hah apalah dayaku yang dari awal memang pairingnya sesuai vote. Thanks you..
Happy Reading~~ :*
*Normal POV
Seorang gadis turun dari mobil mewahnya begitu mobil itu menepi di depan gedung bertingkat SM High School. Dengan malas gadis itu berjalan memasuki area sekolah yang bisa dibilang tidak sempit. Gadis itu memekik kaget ketika sebuah tangan mungil kita melingkar di pundaknya. Pelakunya hanya tersenyum memperlihatkan eye smilenya yang cantik.
"Baekki, kau mengagetkanku" keluh Kyungsoo pada gadis yang kini sudah mengandeng tangannya.
"Hihihi, sorry kau terlihat kusut mangkanya aku mengagetimu" kekehnya pelan, Kyungsoo hanya mengeleng melihat kelakuan sahabatnya itu. Apa hubungannya wajah kusutnya dan mengageti? Dasar Byun Baekhyun gerutu Kyungsoo dalam hati.
Dua gadis yang sama-sama bertubuh mungil itu kini sudah berjalan di koridor menuju kelas mereka. Selalu menjadi bahan perhatian dari banyak mata yang berpapasan dengan mereka. Kedua gadis itu sama-sama cantik, yang satu sangat hiperaktif dan ceria sedangkan yang satu lagi gadis cantik yang misterius. Bekhyun terus bercerita yang membuat Kyungsoo hanya menangapi seadanya dan ikut tertawa jika memang ada yang lucu. Hey bukankah tadi Kyungsoo bilang dia sedang patah hati jadi ya begitulah moodnya belum benar-benar membaik.
Kyungsoo menundukkan wajahnya semakin dalam saat melihat sosok laki-laki tinggi yang kini berjalan ke arahnya. Mengigit bibir bawahnya gugup ketika jaraknya semakin mendekat. Baekhyun yang tadi sedang cerewet sekarang juga ikut menutup rapat mulutnya. Kyungsoo menghela nafasnya lega begitu laki-laki itu melewatinya begitu saja yang tersisa hanya bau parfum yang sebelumnya selalu membuat Kyungsoo memejamkan matanya dan menghirup kuat-kuat wangi itu. Baekhyun menepuk bahu Kyungsoo dan mengajaknya untuk segera masuk kelas.
*Kyungsoo POV
Suasana sekolah hari ini makin terasa menyebalkan untukku. Memang kecerewetan Baekhyun pagi ini sedikit menghiburku tapi tetap saja. Bagaimana jika aku bertemu orang itu? Ah sial bahkan aku baru saja bertanya bagaimana, orang itu secara ajaib muncul di hadapanku. Tidak persis di hadapanku jaraknya jauh dan aku sudah tahu itu dia. Orang itu masih sama, menawan. Aku menundukkan wajahku dan membenahi letak rambutku agar menutupi wajahku saat dia semakin mendekat. Kelasnya tepat di ruangan belakangku itulah mengapa dia berjalan ke arahku. Aku bisa bernafas lega saat dia sudah lewat seperti angin. Aku kembali mencium aroma parfum sialan yang sayangnya masih saja terasa menenangkan di hidungku. Kenapa dia tidak ganti parfum saja, ingin ku ganti parfumnya dengan aroma melati atau bunga tujuh rupa biar dia tahu rasa. Baekhyun menepuk bahuku sebentar yang membuatku memajukan bibirku beberapa senti. Hingga aku pasrah saja saat Baekhyun menarikku menuju kelas.
Orang itu adalah hah berat sekali menyebut namanya. Oke baiklah, dia itu adalah senior satu tingkat di atasku. Dia tampan tentu saja, wajahnya sedingin es namun jika dia tersenyum seluruh es di dunia ini mungkin akan mencair. Hampir satu sekolah mengenalnya bukan hanya ketampanannya tapi juga karena dia memiliki otak yang encer. Dia bernama Oh Sehun. Ya, Oh Sehun pria itu yang sudah membuat hatiku patah. Ck, rasanya ingin menangis jika mengingatnya. Aku menyukainya saat aku masih ditingkat 1. Waktu itu dia menolongku saat aku haruskah aku menceritakannya? Itu memalukan. Baiklah, dia menolongku saat aku terjatuh karena tersandung tali sepatuku sendiri. Dan semua terjadi di koridor depan kelasnya saat banyak siswa baru saja akan istirahat.
"Aaakkkhh" aku menjerit ketika seseorang menarik rambutku dari belakang. Aku menoleh dan mendapati perut seseorang. Aku mendongakkan kepalaku dan senyum idiot yang aku dapat.
"Gadis ini, aku menunggu kemarin hampir 1 jam tauu"keluhnya kesal
"Yak, lepaskan dulu tanganmu dari rambutku tiang!" Jeritku sambil melepaskan tangannya yang masih setia menempel di rambutku.
"Apa kau mengataiku sekarang?" ia melepaskan tarikan dirambutkan dan kini menyentil dahiku keras-keras "Ayo teruskan mengataiku aku tidak akan berhenti memukul dahimu" aku mengerutkan bibirku.
"Hah, mianhae chanyeol oppaa~~ heum?" kekeke mampus kau Park Chanyeol sebentar lagi pasti kau akan luluh dan berhenti menyentil dahiku. Dia tidak membalas ucapanku tapi benar-benar menghentikan tindakannya. Hihihi lihatlah sekarang dia menghela nafas kemudian mengangguk. Aku tersenyum lebar dan berniat memeluknya sebelum jari telujuknya menyentuh dahiku lagi dan menjauhkanku. Aku mempoutkan bibirku kesal, Kebiasaan.
"Aku belum memaafkanmu bonsai,kau berhutang soal kemarin dan aku mau kau membayarnya dengaan..." sial dia mengantung kalimatnya pasti dia akan meminta yang aneh-aneh dan apa tadi dia bilang bonsai? Iih dasar tiang listrik.
"Cepat katakan?!" teriakku asal kalian tahu jarinya masih menempel di dahiku.
"Nanti sajalah aku akan memikirkannya" ia melepaskan jarinya kemudian tersenyum mengerikan. Aku hanya mampu memutar bola mataku kesal. Masih belum hilang kekesalanku saat namja jangkung itu menarik tubuhku dan mendudukkanku kembali di kursiku.
"Kim Seonsangnim sudah datang kyungie-ya belajarlah yang benar" bisiknya di telingaku. Aku melebarkan mataku yang memang sudah lebar benar saja guru matematika itu sudah masuk kelas. Aku baru saja akan memukulnya ketika Kim Seonsangnim sedang menatapku.
"Kalian ini selalu bertengkar, awas nanti jadi suka lhoo" bisik Baekhyun yang membuatku makin kesal.
Park Chanyeol sialan awas saja kau yaa!
Aah ini memang salahku, kemarin aku melupakan banyak hal. Ralat, bukan melupakan banyak hal tapi memang sengaja tidak mengingat. Aku hanya terlalu malas untuk keluar rumah atau mengaktifkan ponsel.
Oh Thanks God, kini kau tambah lagi penderitaanku dengan mempelajari angka-angka menyebalkan yang akan membuat kepalaku menguap .-..-
*Normal POV
Kyungsoo berjalan dengan lemas dengan Baekhyun yang mengandeng tangannya. Tujuan mereka? Tentu saja kantin. Bel istirahat baru saja berteriak nyaring bersamaan dengan teriakan senang para siswa. Kyungsoo menaruh kepalanya di meja kantin begitu mereka tiba disana,yang membuat Baekhyun berdecak kesal karena itu artinya dia yang akan memesankan makanan untuk Kyungsoo. Kyungsoo membenahi tatanan rambutnya untuk menutupi mata kirinya. Itu kebiasaan Kyungsoo ngomong-ngomong. Berkali-kali gadis berambut sepunggung itu menghela nafasnya lelah.
Kyungsoo memejamkan matanya saat sebuah benda dingin menyentuh pipinya.
"Ya! Nona Byun kau ingin mati" ucap Kyungsoo sambil menjauhkan benda dingin itu dari pipinya.
"Dasar bonsai bukalah mata belomu dulu baru bicara" Park Chanyeol mengambil duduk di depan Kyungsoo kemudian menyodorkan minuman dingin saat Kyungsoo sudah mengangkat kepalanya.
"Aku benar-benar tidak ingin di ganggu oppa" masih dengan ekspresi lesunya Kyungsoo meraih minuman dingin itu. "Thanks" lirihnya.
"Matematika dan Fisika ya?" tebak Chanyeol yang mendapat anggukan dari Kyungsoo.
"Ingin ku bunuh si pembuat jadwal bisa-bisanya jam pertama dan kedua 2 pelajaran menyebalkan itu" gerutunya yang membuat Chanyeol tertawa.
Tak lama Baekhyun datang dengan membawa makanan untuknya dan Kyungsoo dengan sedikit kerepotan. Chanyeol baru akan membantu ketika sosok lain lebih gesit untuk membantu Baekhyun lebih dulu.
"Gomawoo" seru Baekhyun sambil tersenyum manis. Kyungsoo menolehkan kepalanya menuju sumber suara di belakangnya. Kaget ketika matanya menangkap sosok Oh Sehun yang baru saja membantu Baekhyun.
Chanyeol jelas tahu maksud tatapan Kyungsoo meskipun gadis yang selalu memanggilnya tiang itu tidak pernah menceritakannya. Chanyeol berdiri kemudian mengacak rambut Kyungsoo yang membuat pemiliknya menoleh dan tak lagi melihat punggung Oh Sehun yang menjauh.
"Makanlah yang banyak biar kau cepat besar, bonsai" Chanyeol menepuk kepala Kyungsoo lembut kemudian meninggalkan gadis itu.
Kyungsoo tidak marah, juga tidak membalas ucapan Chanyeol hanya menghela nafas dan merapikan rambutnya lagi. Entahlah Kyungsoo akan kembali kehilangan moodnya jika itu menyangkut Oh Sehun. Kyungsoo menarik ujung bibirnya dan bertepuk tangan kecil ketika Baekhyun datang. Bukan Baekhyun yang membuat Kyungsoo bertingkah seperti itu tapi Kyungsoo menanti makanannya. Kyungsoo perlu mengisi perutnya setelah energinya habis untuk 2 pelajaran menyebalkan dan tentu saja badmood kan juga menghabiskan energi.
~LoveThen~
*Kyungsoo POV
Aku mengerutu kesal saat Park Chanyeol menyeretku ke lapangan basket sekolah. Padahal aku sudah membayangkan akan segera bertemu kasur empukku. Apa kalian bertanya siapa Park Chanyeol? Dia oppaku. Yup aku memang selalu memanggilnya oppa karena umur kami berjarak 2 tahun sama dengan Kris Oppa aaa sebenarnya dia itu teman Kris Oppa. Lebih tepatnya sahabat Kris Oppa. Seingatku mereka bersahabat sejak SMP tapi karena Kris Oppa melanjutkan sekolahnya di Kanada, Chanyeol Oppa jadi dekat denganku. Sepertinya memang Kris Oppa menitipkanku padanya. Apa kalian juga bertanya kenapa Park Chanyeol masih SMA sedangkan Kris Oppa sudah kuliah? Itu karena Chanyeol Oppa berhenti setahun karena apa ya? Aku lupa. Begitulah pokoknya aku jadi dekat dan sering menghabiskan waktu bersamanya. Apakah bertengkar bisa dikatakan menghabiskan waktu? Aku tidak tahu kenapa kami berdua sering bertengkar mungkin karena dia menyebalkan dan dia yang mengataiku kekanakan. Intinya kami sama saja.
Lihat sekarang dia bahkan menaruh tas dan barang-barangnya di pangkuanku. Dia barusan berganti pakaian dan sekarang sedang melakukan pemanasan bersama tim basket sekolah. Chanyeol oppa itu kapten tim basket dan tadi sebelum menyeretku dia juga bilang bahwa ini akan menjadi pertandingan terakhirnya sebelum dia fokus dengan ujian-ujiannya. Aku mencoba memperhatikan mereka bermain basket daripada aku bosan. Padahal aku juga tidak mengerti tentang permain bola orange itu.
Ku pertajam penglihatanku ketika sosok itu ikut bergabung dengan tim basket. Benar kata orang semakin kau mengindar dari seseorang semakin sering kau akan bertemu dengan orang itu. Yaa itu Oh Sehun. Kenapa otakku jadi bodoh begini Oh Sehun kan juga anggota tim basket ingatkan aku lagi dia juga satu kelas dengan Chanyeol Oppa. Namja jahat itu kenapa dia ada dimana-mana sih.
Aku menghela nafasku ketika ingatanku tentang hari itu kembali muncul. Sudah aku bilang aku suka padanya sejak aku masih di tingkat 1 kan?. Awalnya aku hanya menjadi sangat senang ketika bertemu dengannya setelah dia menolongku waktu itu. Senyumku juga tiba-tiba muncul di wajahku ini. Terus seperti itu hingga dia membalas senyumku. Yaa dia membalas senyumku. Perlu kalian tahu saat itu aku belum tahu namanya. Hingga saat aku akan menemui Chanyeol Oppa, aku baru tahu kalau dia satu kelas dengan Chanyeol Oppa. Lantas aku tentu saja bertanya dengan Chanyeol Oppa siapa namja itu. Aku memang selalu jujur dengan Chanyeol Oppa kadang-kadang juga tidak sih. Hihihi
Berkat Chanyeol Oppa akhirnya aku berkenalan dengan Oh Sehun jangan lupakan juga Baekhyun dengan mulut ceplas-ceplosnya itu. Baekhyun mengodaku didepan Oh Sehun dan ya dia tahu jika aku tertarik padanya. Hingga kemudian kami dekat entah aku juga tidak tahu kami dekat begitu saja. Beberapa kali dia sering mengantarku pulang. Chanyeol Oppa tidak tahu hal itu karena memang mereka berdua tidak terlalu dekat. Dan yah hari itu datang hari dimana aku patah hati di pertama kalinya aku jatuh cinta. Aku juga tahu itu namanya jatuh cinta dari Baekhyun.
Aku akan menceritakan pada kalian nanti tentang hari itu. Aku hanya tidak ingin sedih sekarang bagaimana jika Oh Sehun melihatku dengan wajah menyedihkan? Nanti namja es itu akan semakin besar kepala.
"Kyungsoo-ya" teriak Chanyeol Oppa yang membuatku mengangkat wajahku.
"Aku akan melempar bola ini jika masuk kau harus mengabulkan 3 permintaanku" hah apa-apaan dia yang benar dia yang mau melempar kenapa aku yang terkena imbasnya.
"Ini permintaanku untuk hutangmu yang kemarin" lihatlah aku bahkan tidak mengatakan apapun tapi sepertinya dia tahu apa yang aku pikirkan. Jangan-jangan dia memang bisa membaca pikiran. Itu menakutkan.
Aku masih memperhatikan Chanyeol Oppa yang berdiri di ujung lapangan dan siap melemparkan bolanya. Ah sebodoh amat jika bola itu masukpun permintaannya tidak akan jauh-jauh dari basket dan es krim. Aku hanya mendengus ketika bola itu memang masuk ke ring yang letaknnya sangat jauh itu. aku sudah tahu dia hebat tanpa dia melakukan itu. Dasar tiang bisanya mencari perhatian saja.
Baiklah ayo kita lihat apa permintaannya dan yaayy latihan mereka sudah selesai. Ya Tuhan aku akan segera bertemu dengan kasurku, aku akan pulaang.
TBC/ DELETE
Next chap preview
"Dia itu gadis yang menakutkan bagaimana aku bisa menyukainya? Wajahnya saja seram"
"Permintaan pertamaku mudah kok, ayo kencan denganku"
"Ya! Tidaak aku tidak bisaa ayo kita pulang saja. Ini menakutkan"
Huh #nutupmuka
Ini pertama kali bikin school life pake POV tokoh utama jadi aku sedikit tidak PD.
Keliatan amatiran banget dan aku nggak yakin kalian suka.
Well, ada sekitar 44 review yang masuk di emailku dari 100 sekian visitor. ((bersyukur ajalah ada yang notice) Dan ada 2 yang nggak vote cuma minta lanjut aja. Chansoo dapat 18 vote, Hunsoo 13 vote dan 10 vote buat Kaisoo.
Aku berharap kalian tidak kecewa dan Iam fine jika kalian tidak membacanya lagi karena bukan pairing yang kalian inginkan karena yah dari awal sesuai vote.
Well, chap ini update tapi tidak banyak respon yang masuk. Aku jadi ingin mengiyakan untuk hengkang dari ffn. Mungkin di lanjut ke tempat lain atau biarlah jadi konsumsi pribadi. Setidaknya review salah satu pembaca di chap ini memberi aku ide. Hehe bolehkan ya ngerasa sedih karena banyak yang baca tapi tidak ada yang review? :((
Draftnya sudaj jadi tapi yasudahlah.. Mungkin pembaca sebelumnya engga baca bagian ini tapi aku merasa perlu untuk curhat juga. Nggak dosakan? Tapi aku tetap berterimakasih untul kalian yamg baca ff receh ini.
Thankyou
Post at 25 Juli 2016 edit at 26 Juli 2016
