Love Then

School Life/ Crack Pair /GS/ EXO

Cast :

Wu Kyungsoo (Girl)

Park Chanyeol

Byun Baekhyun (Girl)

Oh Sehun

NO PLAGIAT/ NO BASH

DON'T LIKE? JUST CLOSE

TYPO ITU BAIK :P

Happy Reading Guys... :*

*Normal POV

Kyungsoo dalam perjalanan menuju rumah setelah Chanyeol menahan gadis itu untuk menemaninya makan. Kyungsoo melirik jam tangannya sudah hampir pukul 11 malam. Gadis itu mendesah kemudian menyenderkan kepalanya dipundak Chanyeol yang kini tengah sibuk dengan ponselnya. Mereka naik taksi ngomong-ngomong. Kyungsoo menegakkan badannya ketika taksi yang mereka tumpangi sudah memasuki daerah perumahannya. Chanyeol yang menyadari itu mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan segera memasukkan benda kotak itu ke saku seragamnya.

Taksi yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan mansion keluarga Wu. Kyungsoo turun terlebih dahulu. Baru saja ia ingin melambaikan tangannya pada Chanyeol, gadis itu terkejut ketika namja itu ternyata ikut turun dengannya.

"Kenapa Oppa ikut turun? Dan kenapa menyuruh taksinya pergi?" tanya Kyungsoo yang dijawab cengiran oleh Chanyeol.

*Kyungsoo POV

Setelah menghabiskan waktu dengan Chanyeol Oppa aku tentu saja diantarkan pulang walaupun dengan naik taksi. Ponselku mati sejak tadi sore aku yakin Nyonya Wu akan marah setelah ini. Sedikit kesal karena laki-laki disebelahku ini asik dengan ponselnya. Aku lelah tentu saja, sehabis menemaninya latihan basket dia menyeretku untuk menemaninya makan. Padahal kan bisa makan dirumah. Aku mendongakkan kepalaku saat taksi itu sudah akan berhenti di depan rumahku. Sedikit ku tarik ujung bibirku saat taksi itu menepi tentu saja setelah Chanyeol oppa meminta sopirnya berhenti. Aku turun terlebih dulu, dan baru akan melambaikan tanganku kepada Chanyeol oppa tapi taksi itu sudah pergi. Aku memundurkan tubuhku kaget saat Chanyeol Oppa berjalan ke arahku. Si tiang itu kenapa turun sih, dan taksinya juga sudah pergi. Aaa aku paham sekarang. Rumah Chanyeol oppa kan di Yeoeuido-Dong cukup jauh dari rumahku. Berapa ongkos yang akan dia bayar untuk taksi dia juga sudah mentraktirku makan. Meskipun aku tahu alasannya aku akan tetap menanyakannya.

"Kenapa Oppa ikut turun? Dan kenapa menyuruh taksinya pergi?"tanyaku dan si tiang itu hanya menjawabku dengan cengiran. Aku menarik tangannya dan membawanya masuk.

"Kyung, ini sudah malam aku tidak akan mampir"

"Bisa diam tidak si, Oppa tunggu disini aku akan memanggilkan paman Zhou untuk mengantarkanmu pulang. Tidak-tidak disini dingin lebih baik oppa ikut masuk" aku masih menariknya masuk ke dalam rumah. Saat aku membuka pintu Mama sudah menunggu di ruang tamu. Argh aku tahu aku terlambat pulang dan aku membolos kelas Oppa membungkuk memberi salam. Sepertinya aku akan selamat jika aku pulang bersama si Tiang.

Bukan hanya Kris Oppa saja yang percaya dengan Chanyeol Oppa tapi kedua orang tuaku juga percaya padanya. Tunggu saja sebentar lagi wajah garang mama akan tergantikan dengan senyum manisnya. Dan aku hitung sampai 3 Chanyeol Oppa akan meminta maaf setelah ini.

"Maafkan aku Bibi, aku membawa Kyungsoo sampai malam begini kami makan malam di luar tadi" tuhkan Chanyeol Oppa meminta maaf. Aku menganggukkan wajahku saat Mama sekarang menatapku.

"Wu Kyungsoo kau tau kan apa kesalahanmu? Dan kau Chanyeol kau kan sudah mau ujian jangan sering-sering melewatkan kelas malammu" Ah Mama memang sangat cerdas. Aku mengaruk ujung hidungku yang tidak gatal bingung harus berkata apa. Lihat Chanyeol Oppa hanya membungkuk meminta maaf, tentu saja kami sama-sama tidak punya alasan.

"Kyungsoo istirahatlah,dan kau Chanyeol pulanglah biarkan paman Zhou mengantarmu. Tidak ada penolakan" setelah selesai bicara Mama masuk ke dalam meninggalkanku dan Chanyeol oppa.

"Kau sih Kyung, mengajakku masuk kan aku tidak enak jika merepotkan paman Zhou" gerutu Chanyeol oppa yang membuatku terkikik geli.

"Lagian, Oppa akan pulang naik apa? Naik bis? Yakin oppa tidak akan tertidur disana dan berakhir dengan terlewatnya halte tempat Oppa turun?" Chanyeol Oppa akhirnya hanya mengerucutkan bibirnya.

"Pulanglah, paman Zhou menunggumu" iya aku sudah mendengar klakson mobil di luar.

"Hem baiklah, selamat malam Kyungie-yaa" Aku mendesah sebal saat tangan Chanyeol Oppa mengacak rambutku.

Selanjutnya aku mengantarnya hingga Chanyeol Oppa masuk mobil. Aku segera naik ke kamar begitu masuk ke dalam rumah. Besok kan hari minggu aku bisa bangun siang. Yihhiii, aku segera menganti bajuku dan membersihkan muka. Aku tidak akan mandi biarkan saja aku sedang malas. Aku hanya ingin segera tidur. Gara-gara Tiang sialan aku harus merelakan waktuku. Untung saja mama tidak marahkan. Baru saja aku akan memejamkan mataku, bunyi notif Line terdengar begitu nyaring membuatku mau tak mau membuka mataku.

TiangOppa ^^

"Permintaan pertamaku, berkencanlah denganku!"

Apa-apaan itu tanda seru, itu bukan permintaan itu perintah. Dasar menyebalkan. Aku tidak akan membalasnya. Ah tapi kenapa Chanyeol oppa mengajakku berkencan? Ah aku ingat dulu dia pernah bercerita jika sedang menyukai seseorang mungkin dia ingin berlatih berkencan denganku. Kenapa harus berlatih? Chanyeol Oppa itu tidak dekat dengan lawan jenis. Padahal di sekolah siapa sih yang tidak mengenalnya? Akupun dulu sering dilabrak para sunbae karena mereka mengira aku pacar Chanyeol Oppa yang benar saja. Aku dan Chanyeol Oppa? Hahaha tidak-tidak itu tidak mungkin terjadi.

Baiklah jangan bicarakan telinga caplang itu, aku harus tidur. Si tiang berjalan itu bisa menjemputku kapan saja.

~LoveThen~

Normal POV

Chanyeol menghentikan motornya di depan rumah Kyungsoo. Ia melepas helmnya dan matanya mengarah ke atas tepatnya ke arah kamar Kyungsoo. Jendelanya masih tertutup, gadis itu pasti masih tidur. Tak lama pagar rumah Kyungsoo terbuka penjaga sudah hafal dengan Chanyeol tentu saja. Chanyeol membawa motornya memasuki halaman rumah keluarga Wu yang luas. Beberapa maid nampak sibuk ketika Chanyeol masuk ke dalam rumah besar itu. Nyonya Wu nampak sedang sibuk dengan majalah di tangannya dan telpon yang menempul di telinganya. Wanita itu nampak berbinar ketika Chanyeol masuk. Dengan memberikan isyarat tanpa suara hanya gerakan bibirnya saja Mama Kyungsoo mengatakan putrinya di atas masih tidur. Chanyeol membungkuk sebentar sebelum menaiki tangga menuju kamar Kyungsoo.

Chanyeol mengetuk pintu bertuliskan nama Kyungsoo. Dari dulu Chanyeol selalu mengejek tulisan dipintu itu yang menurutnya kekanakan. Apalagi tulisan itu bewarna pink dengan motif snoopy yang lucu. Hey Kyungsoo hanya gadis yang masa kecilnya juga dipenuhi tokoh-tokoh kartun yang mengemaskan. Lupakan masalah gantungan pintu itu, sekarang lihatlah tidak ada sautan bahkan tanda-tanda di dalam ada kehidupan. Akhirnya Chanyeol membuka pintu itu dan menemukan Kyungsoo masih berbalut selimut tebal. Chanyeol tersenyum melihat wajah damai gadis itu. Chanyeol menarik selimut Kyungsoo namun gadis itu masih tidak bergerak bahkan makin mendekap erat boneka beruangnya. Chanyeol mendengus kemudian menyentil dahi gadis itu dengan keras.

"Aakkh" teriak Kyungsoo masih dengan mata terpejamnya dan mengelus dahinya pelan. Mata bulatnya dipaksa terbuka dan Kyungsoo langsung merubah posisinya jadi duduk melihat Chanyeol yang sedang memandangnya dengan kedua tangan di depan dada.

"Ya! Kenapa oppa selalu mengunakan kekerasan sih?" Kyungsoo mendumel kesal

"Ck, mana ada namja yang mau dengan gadis sepertimu, aku kan sudah bilang kalo hari ini kita akan berkencan dan apa kau belom bangun? Astaga, apa kau mau nanti pacarmu harus membangunkanmu dulu ketika akan pergi? Dengan keadaan seperti itu? muka bantal" ceramah Chanyeol panjang yang membuat Kyungsoo menutup telinganya.

"Ya! Aku kan tidak mengatakan iya. Dan Park Chanyeol ini masih pagi mana ada kencan pagi-pagi" Satu sentilan kembali mendarat di dahi Kyungsoo begitu ia selesai mengucapkan kalimatnya.

"Jangan berteriak dan panggil aku oppa. Bersiaplah 15 menit lagi kau tidak turun aku akan menyeretmu" Chanyeol keluar kamar Kyungsoo, meninggalkan Kyungsoo yang jengkel setengah mati.

Gadis itu segera berlari ke kamar mandi ketika sadar dia sudah membuang waktu untung saja Kyungsoo bukan gadis yang ribet dan memakan banyak waktu untuk dandan. Lihat saja 5 menit lagi dia akan keluar dari kamar mandi. Benar saja, Kyungsoo keluar dengan bathdrop putih yang membungkus tubuhnya gadis itu berlari ke sebuah ruang disebelah kamar mandi yang menjadi ruangan untuk semua baju,tas, sepatu dan segala macam pernak-perniknya. Dengan asal gadis itu memilih satu setel pakaian. Selanjutnya gadis itu berdiri di depan cermin memoles sedikit wajahnya, rambut sepunggungnya ia biarkan tergerai tentu saja dengan beberapa helai yang menutupi mata bagian kirinya. Gadis itu berlari keluar setelah membawa sneaker dan sling bagnya. Ah jangan lupakan snapback yang selalu ia bawa jika berpergian siang hari.

Kyungsoo tidak menemukan Chanyeol di ruang tamu atau ruang tengah. Mamanya sedang asik menata bunga-bunga yang memang menjadi hobinya itu saat Kyungsoo turun.

"Kau akan pergi?" tanya Nyonya Wu yang sedang melihat anak gadisnya tergesa memasang sepatunya.

"Iya, Chanyeol Oppa tidak bilang?"

"Sudah, hati-hati jangan pulang terlalu malam" pesan Nyonya Wu, Kyungsoo berdiri menghampiri mamanya dan mencium pipi wanita cantik itu.

"Aku tahu, aku berangkat" Kyungsoo berlari setelahnya.

Chanyeol sudah menunggu diatas motornya. Melihat gadis yang akan berkencan dengannya berlari ke arahnya membuatnya mau tak mau tersenyum. Sedikit merutuk karena pakaian gadis itu yang terlalu em seksi?. Kyungsoo sedikit meloncat ke atas motor Chanyeol dan meraih helm yang Chanyeol berikan. Terlalu bersemangat heum? Kyungsoo selalu menyukai naik motor karena hal itu jarang terjadi dalam hidupnya.

"Kita akan kemana?" tanya Kyungsoo setelah Chanyeol melajukan motornya.

"Aku tidak akan mengatakan padamu" ketus Chanyeol membuat Kyungsoo harus mengerucutkan bibirnya. Akhirnya Kyungsoo diam dan mengikuti saja Chanyeol oppanya.

*Kyungsoo POV

Dasar menyebalkan. Chanyeol Oppa selalu bisa membuatku kesal. Okay, hari ini aku harus memenuhi permintaan pertamanya yaitu pergi kencan. Ketika aku bertanya kemana dia bilang tidak akan memberitahukannya padaku. Sok rahasia. Baiklah aku akan diam dan lihat saja nanti dia akan membawaku kemana. Aku rasa bukan tempat yang aneh mengingat dia hanya memakai celana selutut dengan kaos hitam dan kemeja flanel sebagai outer.

Aku mengerutkan dahi bingung saat Chanyeol Oppa menepikan motornya. Ini kan tempat parkir bagi calon pengguna kereta bawah tanah. Jangan bilang dia akan mengajakku naik kereta bawah tanah? Oh tidak ini berbahaya. Aku semakin bingung ketika Chanyeol Oppa memintaku turun . Dia tersenyum dan melepaskan helm di kepalaku. Aku menurut dan mengikutinya yang berjalan di depanku.

"Oppa jangan bilang kita akan naik kereta bawah tanah?" kataku begitu kami sampai di tangga bawah tanah. Aku benar-benar menghentikan langkahku.

"Hmm, kita akan naik kereta ba.."

"Kau gila! Tidak aku tidak mau aku akan pulang" aku berbalik badan tapi tangan Chanyeol oppa lebih dulu menahanku.

"Tidak apa-apa, aku akan menjagamu" aku mengigit bibir bawahku dengan mata berkaca-kaca berharap Chanyeol Oppa berubah pikiran.

"Kenapa harus kereta bawah tanah? Kenapa kita tidak naik angkutan lain saja?" aku sudah siap menangis.

"Kau tidak ingin sembuh? Aku akan menjagamu kejadian itu tidak akan terjadi lagi Kyung. Kau hanya perlu terus mengenggam tanganku. Kau harus mencoba jika kau ingin sembuh" Aku menggeleng.

"Aku ingin tapi aku takut Oppa" rengekku sekali lagi. Sungguh aku takut. Asal kalian tahu aku punya kejadian buruk dengan kereta bawah tanah. Dan sialnya Park Chanyeol malah mengajakku menaiki kendaraan bertubuh panjang itu.

"Aku bersamamu Kyung, aku tidak akan meninggalkanmu seperti Kris" akhirnya aku mengenggam tangannya dan mengangguk.

Baru beberapa langkah kami menuruni tangga aku menghentikan langkahku lagi. Aku melihat pakaianku. Oh sial sepertinya aku salah kostum. Sebenarnya pakaianku bukan pakaian yang aneh hanya saja jumpsuit diatas lutut aku rasa bukan ide yang baik untuk naik kendaraan umu. Kau akan bertemu banyak orang laki-laki maupun perempuan. Dan bagaimana jika ada tanggan jahil, aku rasa ini terlalu pen dek.

"Apa lagi heum?" Chanyeol Oppa kembali bertanya dan aku hanya melihat ujung jumpsuitku. "Ck merepotkan" keluhnya. Dia melepaskan pegangan tanganku yang membuatku akan memprotes tapi yang kulihat dia melepas kemeja flanelnya. Detik berikutnya kemeja itu sudah berpindah di pinggangku. Dengan sekali tarikan Chanyeol Oppa menutkan bagian lengannya menjadi ikatan. Aku kembali menunduk, kemeja flanel Chanyeol oppa menutup hingga bawah lutut. Belum sempat aku berkata tanganku sudah ditarik olehnya. Pemaksa.

"Oppa, ini serius?" tanyaku sekali lagi saat kami menunggu kereta berhenti.

"Ck, tentu saja kau harus mencobanya jika ingin phobiamu hilang" jawabnya santai.

"Aku tidak bisa" aku berbalik tapi tanganku yang masih bertaut dengan Chanyeol Oppa membuatku tidak bisa kemana-mana.

"Kau tidak percaya padaku?" aku menatapnya, tidak pernah dia menampilkan ekspresi serius ini sebelumnya. Aku menghela nafas dan kembali berdiri di sampingnya.

Pintu kereta sudah terbuka aku melihatnya sekali lagi. Dia mengangguk masih dengan senyum lebarnya. Aku berjalan lebih dulu dengan Chanyeol Oppa di belakang dan tangan kami yang masih saling mengenggam. Aku memejamkan mataku saat kereta sudah mulai berjalan. Tanganku berkeringat dan ingatan itu kembali datang. Aku membuka mataku, beberapa orang menatapku aneh. Seperti aku adalah makhluk luar angkasa yang sedang nyasar di bumi.

"oppa.. hiks hiks klis oppa.. klis Oppa?Oppa"

"kenapa gadis ini? Aku rasa dia berpisah dengan oppanya"

"ck, bawa saja ke kantor polisi terdekat"

"tidak aku sibuk"

"biarkan saja pasti nanti ada yang menolongnya"

Suara itu..

Ingatan-ingatan itu, selalu saja membuatku takut. Tanpa sadar aku mengenggam tangan Chanyeol Oppa semakin erat. Aku kembali mengedarkan pandanganku. Mereka masih menatapku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Tiba-tiba rasa panik itu datang begitu saja.

Chanyeol Oppa menarikku hingga aku berdiri di depannya "Tenanglah, sebentar lagi kita sampai" bisiknya tepat di telingaku. Tangan kami masih bertaut. Aku tidak akan pernah melepaskan. Gila saja itu menakutkan. Seperti kau berada di sebuah panggung pertunjukkan, semua orang melihatmu namun tidak ada yang berani mendekatimu. Sungguh mengerikan.

"Kalo masih takut tutup saja matamu" bisik Chanyeol Oppa lagi. Aku menurutinya dan menutup kedua mataku.

Tak lama memang aku merasakan kereta berhenti. Aku membuka mataku dan ternyata Chanyeol Oppa sudah menyeretku untuk segera keluar. Rasa panik kembali muncul saat orang-orang juga akan keluar. Aku mengenggam tangan Chanyeol Oppa dengan kedua tanganku. Bagaimana jika manusia-manusia itu terlalu bersemangat dan membuatku berpisah dengan Chanyeol Oppa. Maksudku ini kenapa mereka tidak sabaran sekali, aku tahu kalian paham apa maksudkukan? Jangan memaksaku untuk menjelaskan secara detail pokoknya aku harus segera keluar.

Aku menarik nafasku panjang begitu berhasil keluar dari kendaraan mengerikan itu. lihatlah si tiang ini malah tersenyum lebar melihatku sengsara seperti ini.

"Puas? Sudah puas tertawanya? Kangkung menyebalkan" teriakku kemudian berjalan mendahuluinya.

"Hahaha, kenapa kau memanggilku kangkung? Apa-apaan dengan sayur itu" Chanyeol Oppa mengejarku masih dengan tawa idiotnya.

"Karena kangkung itu panjang seperti dirimu" bentakku sambil mengerucutkan bibirku.

"Hahahaha terserah kau saja. Kajja kita akan bersenang-senang" dia mengandeng tanganku dan menyeretku. Membuat kami berlari-lari kecil seperti bocah TK.

"Mau kemana? Ini kita dimana kenapa ramai sekali?" tanyaku sambil terengah-engah. Kenapa harus berlari sih kalau berjalan kaki juga bisa? Dasar kangkung aneh.

"Kok tidak tahu tempat ini? Astaga Kyungsoo kau serius?" kenapa harus berlebihan seperti itu? aku memang tidak tahu tempat apa ini. Seperti pa-sar.

"Ini Myeongdong kau benar-benar tidak tahu?" lagi-lagi Chanyeol Oppa tertawa

"Aku hanya pernah dengar namanya tapi aku tidak pernah ke sini" Chanyeol Oppa hanya mengacak rambutku dan kembali membawaku untuk segera memasuki kawasan Myeongdong.

Benar, aku tidak pernah berkunjung ke tempat-tempat seperti ini. Aku belanja di pusat perbelanjaan itupun tidak sering karena aku tidak nyaman jika para pengawal terus membututiku. Dan sejak beberapa tahun terakhir aku memutuskan untuk belanja online. Papa dan Mama sangat-sangat-sangat overprotektif, apalagi setelah Kris Oppa tidak lagi di Korea. Langkah kakiku berhenti ketika aku melihat boneka beruang seukuran tubuhku. Aku ingin boneka itu.

"Apa? Kenapa berhenti?" tanyaChanyeol Oppa dan aku hanya menunjuk boneka itu

"Boleh ya oppa, aku mau itu" rengekku

"Tidak, kita tidak bisa membawa pulang boneka sebesar itu Kyung. Ayolah kita baru sampai lebih baik lihat yang lain dulu. Kau boleh membeli apapun asalkan jangan boneka itu" Heuh sok kaya aku bisa membelinya sendiri.

"Tidak, aku tetap akan membeli boneka itu" Aku melepaskan tanganku dan berjalan masuk ke toko itu. Chanyeol Oppa hanya mengacak rambutnya frustasi namun akhirnya dia masuk juga.

"Aku mau boneka ini, bisakah di antar? Atau aku akan mengambilnya nanti?" tawarku kepada sang pembeli

"Kami bisa melayani pengiriman barang, silahkan anda tulis alamat anda disana beserta pembayarannya juga" aku tersenyum menang begitu penjual itu mengatakan bisa melakukan pengiriman.

"Bisakah dikirim hari ini juga?" pemilik toko itu mengiyakan. Aku menyerahkan black cardku namun segera ditepis oleh Chanyeol Oppa. Dia menyerahkan beberapa lembar won kepada penjual boneka itu. Setelah menerima nota dia menarikku untuk segera keluar dari toko itu.

"Sombong sekali kau sampai harus mengeluarkan black cardmu" tegurnya yang membuatku memutar bola mata jengah.

"Oppa lupa? Papa dan Mama bahkan tidak pernah memberiku uang cash. Hanya itu satu-satunya yang kupunya. Tidak ada uang di dompetku" belaku tidak terima apa-apaan dia bilang aku bermaksud aku pamer begitu. Astaga tidak ada uang di dompetku sungguh T_T

Chanyeol Oppa hanya menghela nafas. Dia mengijinkanku untuk membeli apa saja yang aku mau. Kami juga mencicipi beraneka macam jajanan pinggir jalan. Aku hanya tau tteobokki ngomong-ngomong, jadi aku sangat senang begitu Chanyeol Oppa mengijinkan aku mencicipi semua. Demi semua koleksi nail artku, jika Mama atau Kris Oppa tahu Chanyeol oppa akan mati. Hahaha.. aku menikmati waktuku bersamanya.

Aku melepas, flanel di pinggangku saat kami berbelanja. Ribet, aku jadi tidak bisa bergerak bebas. Well, aku selalu menyukai celana atau rok di atas lutut. Dia tidak protes dan hanya mengikutiku dari belakang saat aku sibuk memilih beberapa potong baju dan sepatu. Ya Tuhan, disini harganya jauh lebih murah dari baju yang biasanya aku beli. Aku jadi ingin membeli semuanya. -_-

~LoveThen~

*Normal POV

Hari sudah menjelang sore ketika Chanyeol dan Kyungsoo memasuki sebuah rumah makan dengan banyak belanjaan ditangan mereka. Kyungsoo senantiasa tersenyum memperlihatkan bibir bentuk hatinya. Sementara Chanyeol hanya mengikuti kemanapun gadis itu berjalan dan memilih tempat untuk duduk. Meja paling ujung dekat dengan dinding kaca restauran tersebut. Bahkan Chanyeol membiarkan gadis itu memilih makanannya sendiri. Chanyeol terlalu mengerti jika gadis itu selalu hidup dengan penuh aturan dan larangan, bahkan untuk urusan makanan.

Chanyeol hanya memperhatikan Kyungsoo yang sedang makan ramennya. Ya, gadis itu memesan ramen. Makanan yang bisa dimakannya 1 bulan sekali alasannya tentu saja tidak baik untuk kesehatan.

"Kenapa kau selalu membiarkan rambutmu terurai?" ujar Chanyeol sambil merapikan helai rambut Kyungsoo yang hampir masuk ke kuah ramennya. Begitu melihat Chanyeol merapikan rambutnya, Kyungsoo buru-buru meletakkan sumpitnya dan menata rambutnya sendiri.

"Ck, jangan dirapikan seperti itu nanti aku terlihat mengerikan" protes Kyungsoo ketika Chanyeol menyatukan anak rambutnya yang menghalangi mata kirinya dengan menyelipkan di belakang telinga Kyungsoo.

"Siapa yang bilang mengerikan? Kau itu cantik" puji Chanyeol tulus.

"Tidak itu mengerikan, lihat bahkan bayi itu menangis melihatku tadi" Kyungsoo kini tak lagi melanjutkan makannya moodnya memburuk.

"Kau akan tetap mengoperasinya?" tanya Chanyeol lebih hati-hati.

"Tentu saja, aku akan menjalani pemeriksaan minggu depan" kini Kyungsoo tersenyum lebar mengingat hari yang dinantinya itu. Chanyeol hanya mengangguk mengerti.

"Cepatlah habiskan makananmu, kita harus segera pulang. Aku bilang pada Mamamu kita pulang sebelum petang" Chanyeol mengingatkan dan segera menghabiskan minumannya. Dia tidak memesan makanan dengan alasan kenyang. Tentu saja mereka sudah banyak makan.

"Hmm, kajja ayo kita pulang. Kita akan naik kereta lagi?" Kyungsoo merapikan barang-barangnya sebelum meninggalkan restauran itu. Chanyeol juga melakukan hal yang sama.

"Bagaimana menurutmu? Kau ingin naik kereta lagi atau kita naik bis?" Kyungsoo mengerutkkan dahinya tanda berfikir.

"Bis. Ayo kita naik bis aku sudah lupa kapan terakhir aku naik bis.. hihihi" gadis itu berjalan mendahului Chanyeol yang sekali lagi menyetujui permintaan Kyungsoo.

Chanyeol meminta Kyungsoo untuk kembali memakai kemejanya. Gadis itu lebih banyak diam dan menuruti permintaan Chanyeol hingga mereka turun dari bis. Kyungsoo hanya tertawa ketika melihat bawaan mereka. Sungguh, Kyungsoo benar-benar sukses menguras dompet seorang Park Chanyeol.

"Oppa, kau yakin kita akan membawa ini menggunakan motor? Haruskah aku menelpon paman Zhou untuk menjemput kita?" tanya Kyungsoo masih dengan tawanya

"Kita akan membawanya sendiri, tenang saja kita bisa menaruhnya di depan" tunjuk Chanyeol pada motornya. (motornya ceye tau kan? Yg dipake boncengan ama baek)

"Baiklah" Kyungsoo segera memakai helmnya dan menunggu Chanyeol menata barang-barang mereka. Walaupun Kyungsoo masih harus membawa beberapa di tangannya.

Perjalanan mereka tempuh dengan waktu 30 menit. Menggunakan motor di jam macet memang sangat membantu. Kyungsoo membantu Chanyeol membawa barang-barangnya masuk. Well, Chanyeol hanya memiliki 4 paper bag miliknya sendiri, sementara 20 paper bag adalah milik Kyungsoo. Saat masuk rumah mereka disambut dengan Mama Kyungsoo yang memekik heboh melihat putrinya membawa begitu banyak belanjaan.

"Astaga kau membeli apa saja Kyung? Kenapa sebanyak ini?" berondong Nyonya Wu saat putrinya itu menaruh barang belanjaannya di sofa ruang tamu. Para maid pun segera membawanya ke kamar Kyungsoo.

"Membeli yang tidak aku punya" jawab Kyungsoo santai, Chanyeol masuk dengan membawa 2 paper bag terakhir.

"Kau membawanya pulang tepat waktu Park Chanyeol" puji Nyonya Wu yang membuat Chanyeol menunduk sekilas dan tersenyum.

"Oppa akan langsung pulang? Tidak ingin masuk dulu?" Chanyeol mengeleng sebagai jawaban dari pertanyaan Kyungsoo.

"Tidak aku harus pulang, eomma memintaku untuk mampir ke restauran dulu" jelas Chanyeol yang membuat Kyungsoo merenggut.

"Oke baiklah, aku akan mengantar oppa sampai depan" Chanyeol mengangguk.

Kyungsoo melepas kemeja flanel Chanyeol yang masih melingkar dipinggangnya. Sementara Chanyeol berpamitan dengan Nyonya Wu. Mereka berjalan beriringan menuju motor Chanyeol.

"Oppa terimakasih untuk hari ini. Aku senaaaang sekali" ucap Kyungsoo sambil memberikan kemeja Chanyeol yang segera diraih oleh sang pemilik.

"Baguslah kalau kau senang berkencan denganku. Selamat malam Kyungie-ya~~. Istirahatlah yang cukup" ucap Chanyeol mengacak surai Kyungsoo.

"Hmm, Oppa hati-hati kabari aku jika suda sampai di rumah" Chanyeol hanya mengangguk. Kyungsoo melambaikan tangannya begitu motor Chanyeol meninggalkan halaman rumahnya. Gadis itu buru-buru naik ke kamarnya tanpa mengindahkan teriakan Mamanya yang menyuruhnya makan malam. Kyungsoo memekik heboh ketika boneka beruangnya sudah di kamarnya. Kyungsoo segera membersihkan dirinya ketika suara Mamanya kembali mengintrupsinya.

*Kyungsoo POV

Aah aku lelah sekali, sungguh. Hari ini hari yang cukup panjang tapi aku senang. Akhirnya aku bisa merebahkan badanku, apalagi boneka beruang ini sekarang ada di kamarku aku rasa aku akan selalu tidur nyenyak. Ada yang bilang jika memeluk boneka beruang bisa membuat kita menjadi tenang, itulah kenapa aku menginginkan boneka ini. Ah iya, aku tadi kan belanja banyak sekali sepertinya akan menyenangkan jika membuka satu persatu dan menyimpannya di tempatnya. Aku berlari kecil menuju ruangan gantiku. Tidak terlalu besar namun tetap saja menyenangkan.

Baru saja aku membuka satu paper bag namun notifikasi lineku lagi-lagi menganggu. Ingatkan aku untuk mengurangi volumenya nanti.

TiangOppa ^^:

"Aku sudah sampai rumah, tidurlah besok saja mencoba bajunya"

Astaga bahkan dia tahu jika aku akan mencoba baju-bajuku. Aku harus segera membalasnya kenapa dia bisa tahu?

KyungsooWu :

"Kenapa oppa tahu? Astaga jangan-jangan oppa memasang CCTV di kamarku. Aku akan tidur sebentar lagi. Mm, oppa bonekaku sudah sampai. Terimakasih untuk hari ini. :* 3"

Aku yakin dia akan kaget melihatku mengirimi emot cium, aku jarang sekali mengunakannya. Bisa digitung jari kalo untuk Chanyeol Oppa. Lihat dia membalasnya dengan cepat.

TiangOppa ^^:

"Ya! Tentu saja tidak aku kan tahu kebiasaanmu. Benarkah? Kau harus memberinya nama. Kyung, aku serius soal kau cantik tanpa harus menghilangkan tanda itu. Pikirkanlah lagi sebelum kau operasi. Oh ya aku masih punya 2 permintaan lagi jangan lupa :p Jaljaa~~ aku lelah sekali :*"

Aaa Park Chanyeol aku lupa soal 2 permintaan tersisa. Aku tidak tahu untuk apa permintaan itu tapi kalo ujung-ujungnya seperti hari ini aku sih tidak keberatan. Soal operasi lagi. Haah Chanyeol Oppa sama saja dengan Kris Oppa kalo soal yang satu itu. aku benar-benar harus menghilangkannya. Dianggap mengerikan itu menyakitkan.

TBC or Delete?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

:*

Flashback

Kyungsoo berlari kecil menuju taman belakang sekolah saat bel istrahat berbunyi. Ditanganya ada kotak bekal yang ia pandangi dengan pandangan berbinar. Kyungsoo membenahi jepitan rambutnya yang membingkai wajah ayunya menjadi semakin manis. Hari ini dia berjanji untuk membawakan bekal makan siang Oh Sehun. Oh Sehun bilang jika ia bosan dengan makanan di kantin sekolah. Padahal menu di kantin selalu berganti, sekolah sekelas SM High School tidak mungkin menyediakan makanan dengan rasa yang buruk. Kyungsoo hanya mengiyakan begitu Sehun memintanya untuk membuatkannya makan siang. Gadis itu bahkan bangun sangat pagi untuk menyiapkannya seorang diri.

Kyungsoo menghentikan langkahnya saat ponselnya berbunyi. Pesan dari Sehun. Kyungsoo membukanya dengan senyuman yang tidak luntur di wajahnya. Sehun bilang dia sedang di ruangan klub basket dan meminta Kyungsoo menunggunya di taman belakang. Kyungsoo menolehkan kepalanya dan menyadari bahwa dirinya sedang berada di samping ruangan basket.

"Kau benar-benar menyukai Wu Kyungsoo?" suara seseorang yang membuatnya gagal melangkahkan kakinya karena namanya di sebut.

"Tentu saja tidak kau ini ada-ada saja" suara Sehun membuat detak jantung Kyungsoo seakan berhenti. Ia tidak salah itu suara Oh Sehun. Pembicaraan itu terjadi di depan ruang basket sehingga Kyungsoo bisa mendengarnya dengan jelas.

"Kau serius? Wu Kyungsoo adalah yeoja populer nomer 2 di sekolah Sehun kau yakin tidak ingin memacarinya?" suara lain kini yang menyapa telinga Kyungsoo.

"Dia itu gadis yang menakutkan bagaimana mungkin aku menyukainya? Wajahnya menyeramkan hii" jawab Sehun terdengar begitu ringan namun mampu membuat tubuh Kyungsoo membeku.

"Menyeramkan? Dia itu cantik" suara orang pertama yang terdengar.

"Kau belum tahu saja, dia selalu menutup sebagian mata kirinya kan? Kemarin saat aku membenahi rambutnya ternyata dia memiliki tanda lahir yang mengerikan" Kyungsoo menjatuhkan bekal di tangannya dan segera berlari dari sana. Air matanya turun melewati pipi putihnya. Selama ini tidak pernah ada yang bilang dia menyeramkan dan mengerikan. Beberapa orang yang tahu menganggap itu hal yang wajar karena itu merupakan tanda lahir. Tapi bagaimana perasaanmu ketika orang yang kau sukai mengatakan hal itu mengerikan?

TBC beneran

Haloo guys, sorry atas keterlambatannya..

Aku rasa chap ini tidak terlalu baik tapi semoga mengobati penasaran kalian.

Aku rasa jika readers disini membaca After Rain akan tahu alasanku molor.

Aku sedang menyelesaikan skripsiku, kebetulan aku punya sedikit waktu dan melanjutkan FF ini sedikit menghilangkan stress selama 2 minggu penuh menyelesaikan hingga bab terakhir. Ya selanjutnya aku tidak janji kapan aku bisa update yang jelas aku harus melewati beberapa revisi sebelum ujian 3 tahap.#curhatyaa

Aku akan mengusahakan untuk update jika aku punya waktu. Jika kalian menganggapku bakal menghentikan di tengah jalan dan tidak bertanggung jawab aku benar-benar minta maaf. Tapi aku tidak berniat membiarkan ff ini ditenggah jalan. Well, kehidupan nyata tetap nomer 1 karena oppa itu fana kekeke

Aku butuh dukungan kalian. 1 review1 semangat ^^

Loveya guys, jangan lupa tinggalkan jejak.. see you next chapter.. :*

XOXO

01:52 WIB, 21 Agustus 2016

sweetsugarvee