[Pencari barang hilang]

"AKU TELAT!"

Terdengar suara teriakan Namjoon dari dalam kamar. Tak berapa lama, Namjoon keluar dengan piyama Ryan dengan tergesa-gesa. Seperti sedang menjadi sesuatu. Akhirnya dia menemukan Jin sedang duduk tenang di meja makan sambil menyesap teh lemonnya sambil melihat berita di handphone miliknya.

"Hari ini ada meeting dengan CEO. Kenapa kau tidak membangunkan-"

"Aku tahu, mandi sana. Nanti tambah telat" potong Jin dengan tenang.

"-kau benar. Mandi"

Tidak sampai lima menit, Namjoon keluar dari kamar mandi. Jin yakin Namjoon hanya mencuci wajahnya dan membasahi badan ala kadarnya. Anak itu memang cerdas, tapi disaat kepepet seperti ini Namjoon sama seperti anak SMA yang telat masuk sekolah.

"Handphone! Handphone ku ada diman-"

"Disamping tempat tidur"

"-Oh, iya. LAPTOP! Jin kau tahu dimana"

"Di workroom mu, dia-" Belum sempat Jin menuntaskan kata-katanya, terdengar sahutan dari dalam ruang kerja.

"Tidak ada, Jin!". Kepala Namjon keluar dari balik pintu menghadap Jin.

"Ada diatas sofa, coba kau lihat dulu!" Balas Jin sebelum kembali menyesap tehnya.

Namjoon keluar dengan laptop Mac ditangannya. "Oho! Kau benar"

"Kopimu sudah kutaruh di dalam tumblr. Jangan lupa dibawa!"

"Ayay Captain !"

Jin memaklumi tingkah Namjoon. Sudah sering Namjoon bertingkah seperti itu. Ruangan kembali tenang untuk beberapa saat-

"JIN! AKU TIDAK BISA MENEMUKAN KUNCI MOBILKU"

"UHUKH!..". Hampir saja Jin tersedak tehnya sendiri saat Namjoon kembali berteriak. Sabar... sabar... orang sabar disayang calon mertua...

"Sudah kau cari dengan benar?"

"Aku tidak mungkin bertanya kalau aku tahu. Hyung!"

Kali ini kesabaran Jin sudah sampai batasnya. Jin bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Namjoon dengan aura hitam disekitarnya.

"Kalau kutemukan, mati kau"

Namjoon terdiam ditempat. Dia tak berani membantah, apalagi menggangu Jin yang masuk kedalam kamar dengan wajah seram begitu. "Namjoon! Kemari!"

Kedua kaki Namjoon otomatis bergerak ke arah Jin tunjuk. "See?! Sudah kubilang lihat dulu, cari dulu, yang tenang". Takut-takut Namjoon mengambil kunci mobilnya.

"Terimakasih, Jin hyung". Namjoon membungkukkan badannya dengan sopan kepada Jin.

"Hahh... ya ya. Cepat sana berangkat". Kata Jin sambil melangkah keluar.

"Hyung!"

"Apalagi!" Kalau ini tentang barangnya lagi, Jin akan-

"Morning kiss-ku mana?"

.

.

.

[Mana yang lebih bagus?]

"Namjoon! Lihat kesini"

Namjoon melepaskan pandangannya dari layar komputer dan melirik sekilas ke arah Jin yang hanya mengenakan boxer hello kitty kesukaannya. Ada dua kemeja di kedua tangan Jin. "Lebih bagus yang mana? Yang biru navy atau yang hitam-putih?"

"Yang manapun bagus, kau cocok dengan apapun. " jawab Namjoon sebelum kembali fokus mengerjakan editing.

"Yang benar jawabnya~"

"Yang navy blue, kalau begitu."

"Okee." Jin langsung memakai kemeja rekomendasi Namjoon dan bergegas mengambil sesuatu. "Kalau ini lebih bagus yang mana?"

Namjoon kembali melirik apa yang dipegang Jin. Celana putih panjang berbahan jeans ditangan kanan dan tangan kiri memegang celana hitam dengan aksen robek di bagian lutut.

Namjoon menghela nafas pendek. Sebenarnya ia tidak terlalu peduli dengan apa yang kekasihnya pakai, lagipula semuanya bagus. Tapi mau tak mau Namjoon harus menjawab juga. "Yang putih"

"Menurutku juga begitu. Call". Jin segera memakai celana putih dan merapihkan kemejanya. Rambutnya sudah oke, pakaiannya juga. "Sudah siap!"

"Memangnya kau mau kemana, Jin ?"

"Bertemu Ken di kampus sebentar. Katanya dia butuh bantuan soal drama musikal yang ia buat". Namjoon langsung membalikkan kursi yang ia duduki ke arah Jin.

"Ken sunbae?"

"Iya, hanya sebentar kok-"

"Tunggu sebentar"

...

"Kau.. tidak kepanasan?" ujar Ken berbisik kepada Jin yang duduk disebelahnya. Ken menatap pakaian yang Jin kenakan dari atas ke bawah. Hoodie hitam besar bertuliskan 'Not Available!' besar-besar di bagian depan, celana hitam panjang dan sepatu converse hitam yang lebih terlihat hijau tua.

"I'm okay". Balas Jin dengan berbisik juga.

"Sudah kubilang pakai baju formal kan? Kita presentasi di depan jajaran dekanat fakultas". Ken menunjuk ke arah 4 laki-laki paruh baya yang ada dihadapan mereka dengan lirikan mata.

"Salahkan Namjoon. Jangan salahkan aku"

.

.

.

[Selamat Menempuh Hidup Baru!]

Jin dan Namjoon barus saja menghadiri pernikahan sepupu Jin di Busan. Sudah lewat dari jam 7 malam saat mereka masih dalam perjalanan kembali menuju Seoul. Daripada terjadi apa-apa, Jin mengusulkan untuk menginap saja dulu sambil beristirahat. Kasihan juga melihat Namjoon sudah mengemudi daei Seoul ke Busan tadi pagi dan sekarang masih harus menyetir balik. Salahkan Namjoon yang bersikeras membawa mobilnya daripada mobilnya yang matic.

"Selamat datang di SpringDay Hotel." Sapa seorang rsepsionis saat Namjoon dan Jin mendatangi meja reservasi hotel yang direkomendasikan Jin. "Ada yang bisa kami bantu?"

"Ehmm.. kami memesan satu kamar untuk semalam."

"Oh, silahkan melihat pilihan kamar kami" Namjoon dan Jin disodorkan satu booklet berisi rincian harga dan fasilitas hotel. Tiba-tiba mata Jin tertuju pada salah satu promo.

"Yeoboo~ pilih kamar yang ini saja. ". Mata Namjoon sedikit mendelik melihat sikap Jin yang tiba-tiba memeluk tangannya dan memanggilnya -apa tadi?- Yeobo dengan manja. Kemudian dilihatnya halamat booklet yang Jin tunjuk.

-PROMO UNTUK PENGANTIN BARU diskon 30%-

Namjoon melayangkan pandangan 'apa-kau-yakin?' Kepada Jin dan Jin menjawabnya dengan pandangan 'pakai-otak-jeniusmu-sayangku' sambil membetulkan rangkaian bunga kecil yang ada di jas yang ia pakai. Bekas pernikahan tadi pagi. Keluarga memang menyematkan bunga di jas masing-masing.

"Ah... kau mau yang ini sayang? Baik kami pesan yang kamar yang ini. Sepertinya kamar ini cocok untuk kita"

Si resepsionis sedikit kaget, terlihat dari ia yang terdiam selama satu-dua detik sebelum memberi respon. "A-ah.. baik, boleh saya meminta kartu ID tuan berdua?"

Namjoon dengan percaya diri menunjukkan kartu ID mereka. KIM Namjoon dan KIM Seokjin. Reservasi beres. Kunci kamar diserahkan pada Namjoon tanpa masalah.

"Kami ucapkan selamat menempuh hidup baru, Tuan dan ehm Tuan. Selamat menikmati fasilitas hotel kami"

Namjon menggelengkan kepala pelan melihat punggung Jin yang jalan lebih dahulu dari dirinya. "Kemampuan berhemat yang menyeramkan".

.TBC.

Waaahhh terimakasih buat yang udah baca ff gaje ini ~~ ini ada lanjutannya buat kalian~~ maaf kalo requestnya belum muncul di chap ini. Diusahakan chap selanjutnya bakal ada.

Guest : wahai guest siapa gerangan ? Wk ini lanjutannya~

Coganteng: Gw juga kiyoodhhh lol. Lanjut dooong~~

Kim Joungwook: tengkyuuu dah mampir~ makasih yaa

celindazifan: Next update ya! Ditunggu terus updatenya~

NithanyaKYu: malu malu agak mesum si namjoon mah :D terimakasihhh~~

Buzlague:Tengss beraat. Next update yaa buat idenya. Makasih bangeeet.

MAKASIH MUAHMUAH BUAT YANG UDAH BACA, MAMPIR, DAN NUMPANG SELIWER *apaini*

SEE YOU IN NEXT UPDATE~~