Masa 5 – Perjuangan Kuroro
"KUURRRAAAPPPIIIKAAAAA~!" Teriak Kuroro manggil2 Kurapika yang membuat gadis itu menutup telinga dengan kesal dan malu. Ya iyalah bakal kesal plus malu, soalnya ntu Kuroro manggil dia di tempat umum dengan suara keras yang melebihi toak pula! Langsunglah mereka jadi pusat perhatian.
"Ngapain elu teriak2 dengan suara keras gitu! Gw bisa denger elu dengan jelas, tauk!" Sahut Kurapika dengan judesnya yang disambut sumpahan dan bisikan kutukan dari fangirls kuroro yang mempunyai firasafat yang tajam (gila! Kok bisa tau mereka)
"Gak usah marah2 gitu, aku kan cuma pengen ngajak kamu jalan2" kata Kuroro sambil senyum dengan cool yang membuat cewek2 di sekitar mereka terpesona.
"Gak, makasih. Aku mau pulang sekarang" jawab Kurapika sambil jalan ngelewatin Kuroro.
"Oh, oke. Mau kuantar?" Tanya Kuroro dengan senyum misteriusnya.
"Tidak mau!" Jawab Kurapika dengan juteknya sambil jalan cepat pergi.
"Oke, sampai ketemu di sekolah, besok!" senyum Kuroro sambil lambai tangan yang diacuhkan oleh Kurapika.
Kuroro pun jalan pergi ke arah berlawanan ama Kurapika dengan muka seolah tak terjadi apa2. Tapi, begitu ada di tempat sepi, Kuroro langsung sedih n ngumpet di emo cornernya. Merasa sedih banget terus2an diperlakuin gitu ama orang yang dia suka.
"Haah, Kurapika. Mau sampai kapan cintaku bertepuk sebelah tangan" kata Kuroro dengan suara yang penuh pilu.
Keesokan harinya, Kuroro nyariin Shalnark buat nanya sesuatu.
"Lho Dancho, tumben banget nyariin anggota. Ada rapat yah!?" Tanya Shalnark dengan bingung.
"Gak, gw mau nanya sesuatu" kata Kuroro singkat yang membuat Shalnark tercegang.
"Hah!? Danchou mau nanya sesuatu!?" Shalnark pun jadi merasa dia bakal dapat serangan jantung. "Danchou kan jenius bak president, ngapain nanya gw yang cuma jenius di IT (pelajaran komputer)!? Jangan2 Danchou kepalanya kebentok yah!?" Shalnark langsung salting yang membuat Kuroro mukul kepala Shalnark buat nenangin dia.
"Gw gak mau nanya soal pelajaran,bego! Gw mau nanya soal hubungan elu ama Shizuku!" kata Kuroro yang membuat Shalanark mangap.
"Hah!?" Shalnark jadi double shock. "Kenapa Shizuku!? Bukannya Danchou suka ama Kurapika!? Danchou, jangan rebut Shizuku dari gw! Gw gk bisa hidup tanpa dia!" Langsung Shalnark memelas yang membuat Kuroro makin kesel n nabok kepala Shalnark (lagi).
"Gw emang suka ama Kurapika dan gw gak tertarik ama Shizuku! Gw mau nanya soal hubungan elu karena gw mau tau hubunganmu ama Shizuku itu gimana? Baik2 aja!?" kata Kuroro yang menggeram ngeliat Shalnark yang terus2an salah paham.
"Ohh gitu. Maaf Danchou, tapi gw ama Shizuku ya- baik2 aja. Kayak biasa" Kata Shalnark sambil mengelus kepalanya, Sakit coy dipukul ama Kuroro yang dikenal sebagai orang yang lumayan kuat juga.
"Oh, pernah bertengkar enggak!?" Nanya Kuroro sambil tiba2 ngambil memo n siap2 nulis sesuatu.
Shalnark langsung sweatdrop. "Err, kita baik2 aja kok. Gak pernah betengkar gitu soalnya kalo iya pun palingan bakal dilupain ama Shizuku" kata Shalnark sambil ngeliat Kuroro yang nyatet informasi.
"Hmm, biasanya kalian pergi kencan berapa kali?" Lanjut Kuroro yang ngeliat Shalnark yang mulai gugup.
"Danchou, sebenarnya Danchou nanya2 soal gw ama Shizuku buat apa sih?" Tanya Shalnark dengan hati2 soalnya hubungan dia ama Shizuku itu lumayan privasi kan?.
"Mau dapat ide saja?" Sahut Kuroro dengan singkat.
Shalnark mulai bingung, tapi tiba2 lampu bohlam ph***ps menyala dengan terangnya yang kemudian dimatiin ama Shalnark. "Ini soal Kurapika yah? Apa maksud Danchou mau dapat nasihat gitu? Karena Kurapika masih gak setuju buat jadi pacar Danchou!?" Tanya Shalnark yang bener2 tepat.
" Bukan gak setuju! Masih belum siap saja!" Kata Kuroro dengan cepatnya sambil nabok Shalnark lagi (kasihan). Kuroro emang sensi pas banyak yang bilang Kurapika gak bakal jadi pacarnya, karena itu dia cuma bilang Kurapika belum siap, karena kenyataan begitu menyakitkan.
"Aduh! Sakit nih Danchou!" Shalnark uda keliatan mau nangis (Aww~)
"Itu salahmu!" Kata Kuroro sambil menglare Shalanrk.
"Ampun Danchou, Ampun." Shalnark cepet2 minta maaf. Soalnya kalo enggak, bisa2 Kuroro ngebuat dia gak bakal bisa ketemu Shizuku lagi.
"Terus, mau jawab pertanyaanku atau tidak!?" kata Kuroro, masih setia memegang memonya dan pennya untuk nulis info.
"Err Danchou, menurutku sih lebih baik Danchou ngebantuain Kurapika. Kurapika kan masuk klub tenis, dia itu sering nyari orang buat bantuin dia latihan. Jadi –" Ucapan Shalnark terputus, ngeliat Kuroro yang begitu terfokus.
"Hmm, begitu. Jadi cewek itu senang dibantuin yah?" Gumam Kuroro sambil mangut2.
"Err, pokoknya coba aja. Gak ada salahnya kan?" kata Shalnark yang dalam hati berharap gak ada salah, soalnya kalo ada, mungkin dia bakal dibantai dan harus menulis surat kata2 terakhirnya buat Shizuku.
Menuruti saran Shalnark, Kuroro pun pergi ngeliat Kurapika yang lumayan berkeringat dan tersenyum manis main tennis ngebuat Kuroro senyum juga. Tapi senyum manis itu hilang saat Kurapika menyadari keberadaannya.
"Ngapain kamu kemari!?" Sahut Kurapika dengan judesnya.
"Yah, aku dengar kamu butuh orang buat ngebantuin kamu dalam latihan tenis. Jadi-" Kata Kuroro yang terputus, ngeliat Kurapika ngeglare dia.
"Jadi kamu mau bantuin? Gitu!?" Lanjut Kurapika.
"Iya" Jawab Kuroro singkat sambil manggut2.
"Oke, kamu lempar semua bola tenis itu ke arahku dan aku pukul. Setelah itu ambilin semua bola dan taruh balik, gimana?" Nanya Kurapika.
"Oh, boleh" Sahut Kuroro dengan senang hati.
Kuroro pun mulai lempar bola, yang membuat Kurapika memukul balik bolanya. Kuroro mulai heran saat Kurapika mukul bolanya dengan tatapan membunuh.
"Eh Kurapika, kayaknya bola yang kamu pukul balik itu kayak mau mukul gw aja?" kata Kuroro sambil menghindar bola2 yang dipukul Kurapika.
"Emang!" kata Kurapika sambil mukul tuh bola sekuat tenaga tapi beruntungnya bisa dihindar Kuroro.
Meskipun Kuroro uda tau motifnya, tetep aja Kuroro ngelempar bola ke Kurapika sambil hindar sambil lempar. Ngitung2 ikutan olahraga dah.
Kuroro merasa, nasihat yang diberi Shalnark itu gagal.
Kemudian, Kuroro memutuskan untuk mencari Meruem, niatnya mau nanya nasihat juga.
"Hmm…." Gumam meruem.
"Ada ide, Meruem!?" tanya Kuroro.
"Yang sering aku lakukan dengan Komugi, yah. Main shogi" ucap Meruem.
"Um, ada yang lain!?" Kuroro merasa itu gak membantu.
"Pokoknya kalo bisa, kamu ama Kurapika itu menghabiskan waktu tenang berdua. Itu cukup kan?" kata Meruem sebelum ninggalin Kuroro yang lagi berpikir.
Akhirnya Kuroro pun ngeliat Kurapika yang lagi sendiri saja di perpustakaan.
"Sendiri saja!?" Tanya Kuroro.
"Ya" jawab Kurapika dengan pelan dan malas, wajarlah mereka di perpustakaan.
"Mau main catur?" kata Kuroro sambil mengeluarkan permainan catur yand dia bawa.
Kurapika melihat Kuroro sebentar sebelum menjawab "boleh saja".
Keduanya pun mulai bermain catur dengan hening. Kuroro pun jadi sedikit kesal kalo suasanya begitu sunyi sekali.
`Argh. Ini bener2 gak membantu!' Mikir Kuroro yang sangat tidak suka dengan keheningan di antara dia dan Kurapika.
Kemudian, Kuroro pun pergi menemui Pokkle.
"Err, yang kutau sih. Mungkin lebih baik kalo Kuroro senpai memberi Kurapika senpai hadiah yang dia suka, begitu"
"Oh, bener juga" kata Kuroro setuju, mikir ada benarnya juga.
Akhirnya Kuroro pun mencari buku yang menurutnya bakal disukai Kurapika. Saat Kuroro memberi hadiahnya ke Kurapika.
"Hm? Hadiah ini buat siapa!?" ujar Kurapika pas Kuroro langsung ngasih buku yang udah di bungkus dengan indahnya.
"Ya, buat kamu lah" ujar Kuroro sambil senyam senyum.
"Buat apa!? Toh ulang tahunku belum datang" kata Kurapika sambil menatap hadiahnya dengan datar.
"Ya, gak apa2. Khusus buat kamu aja" kata Kuroro sambil sedikit blushing.
"Hmm, oke"
Kemudian Kurapika pun pergi sambil bawa hadiahnya yang membuat Kuroro agak shock. Hei, hadiahnya gak dibuka di tempat!? Kuroro pun gak bisa ngeliat expresi Kurapika yang senang dengan hadiahnya atau tidak.
Lagi, kali ini Kuroro pergi dan bertemu dengan Hisoka.
"Ah, Kuroro. Aku dengar kalo kamu lagi perlu nasihat cinta ya? Kamu datang ke orang yang tepat kalau begitu" ujar Hisoka.
Langsung Kuroro jalan mundur. Orang tepat apanya? Dapetin Machi aja dia kagak bisa, nasihat yang diberi ini orang pasti bakal jadi ajaran sesat.
"Aku ada nasehat buat kamu soal Kurapika, tertarik?" kata Hisoka sambil mengeluarkan kartu jokernya.
Kuroro langsung jadi agak illfeel "Gak,gak butuh gw, nasihat dari badut pesulap yang gak jelas yang entah kenapa bisa jadi kepala sekolah yang gak jelas pula" ucap Kuroro dengan dinginnya.
"Waduh dinginnya, jangan gitu deh Kuroro. Nasihatku ini dijamin manjur deh" kata Hisoka sambil nepuk bahu Kuroro.
Langsunglah cepet2 Kuroro nepis tuh tangan sang badut pesulap dan kepala sekolah.
"Ake beritahu ya, kalau kamu mau dapetin Kurapika. Beliin dia rantai" ujar Hisoka dengan senyum.
"Hah!? Rantai!?" Kuroro bener2 shock, apa hubungannya Kurapika ama rantai!?
"Yah, camkan itu baik2. Sudah ya" ujar Hisoka sebelum pergi, ninggalin Kuroro yang shock.
Entah atas dorongan siapa, Kuroro bener2 beliin si Kurapika rantai.
"Serius nih buat aku!?" langsunglah Kuroro shock(lagi) ngeliat Kurapika ngeliatin rantainya dengan semangat.
"Seriusan elu suka rantai!?" nanya Kuroro dengan shock masih tertulis di wajahnya.
"Yup, tentu saja" jawab Kurapika sambil ngambil rantainya dari Kuroro.
Kuroro langsung gak percaya kalau nasihat gaje dari sang badut pesulap gaje yang jadi kepala sekolah gaje itu manjur. Kuroro yang masih shock tiba2 mulai sadar kalau dia udah dililit ama rantai.
"Eh? Oi Kurapika! Kenapa aku dililit ama rantai?" Shock Kuroro yang hampir mau dibekap ama rantai.
"Wajar kan!?" Kurapika langsung senyum manis yang membuat Kuroro blushing.
"Wajar apa!?" Tanya Kuroro, masih blushing.
"Wajar kan kalau aku mau ngiket kamu terus kubuang kamu jauh2 dari muka bumi ini dan aku tidak harus bertemu kamu lagi. Jadi karena itu rantai ini emang berguna, yak an!?" Jawab Kurapika dengan dinginnya tapi masih dengan senyum manisnya yang hangat.
"GEH!?" Langsunglah Kuroro shock. Beruntungnya si Gon yang kebetulan lewat , langsung shock ngeliat Kurapika pengen melempar Kuroro, akhirnya membuat rencana bunuh Kuroro dapat dihentikan oleh Gon. Kuroro pun langsung pigi jauh2, gak nyangka hadiah rantainya bakal dipake buat hal barusan.
"Sialan, mestinya gw enggak beliin rantai buat Kurapika. Sialan kamu Hisoka!" Geram Kuroro sambil dengan tatapan membunuh.
Tak disangka Hisoka bertemu dengan Illumi yang datang untuk menjenguk Killua. Illumi pun melihat Kuroro yang down mulai heran.
"Wah, sang pemimpin lagi down!? Ini kejadian langka" ujar Illumi yang membuat Kuroro kesel.
"Biarin!" Sikap Kuroro yang biasanya cool pun uda hancur.
"Apa gara2 si Kurapika ntu yang terus2an nolak elu?" kata Illumi dengan senyum mengejek khas Kalluto.
"Bukan! Itu gak bener" tolak Kuroro dengan semangat (?).
"Oh? Hisoka yang bilang padahal" lanjut Illumi dengan datarnya, sedatar lapangan terbang.
"Badut pesulap gaje plus kepala sekolah gaje sialan ntu! Kubunuh dia!" Kuroro langsung tambah kesel dan berapi-api (Kebakaran! *plak* Ngaco! Back to story)
"Beneran deh, napa kamu gak paksa dia aja?" ujar Illumi.
"Paksa gimana!?" Tanya Kuroro.
"Ya misalnya, pacari aku atau kamu mati!? Begitu?" kata Illumi.
"Hmm…" Kuroro sempat berpikir ada benernya juga.
"Tapi kayaknya si Kurapika itu bakal lebih milih mati dibanding jadi pacarmu" kata Illumi dengan singkat tapi ngebeljeb (?) Kuroro.
Kuroro langsung terpukul dan Illumi pun pergi cuek aja nyariin Killua. Beberapa lama kemudian, Kuroro pun langsung ke tempat Kurapika yang lagi ada di klub drama bareng Ponzu ama Shizuku.
"Kurapika!" Panggil Kuroro dengan wajah yang agak, serem.
"Apa?" jawab Kurapika singkat.
"Jadilah pacarku, Kurapika!" Kata Kuroro to the point yang membuat beberapa cewek2 shock.
"No ,thanks" jawab Kurapika dengan ketus.
"Tapi Kurapika, umurku hanya tinggal beberapa bulan!" Jawab Kuroro dengan dramatis yang membuat cewek2 nangis.
"Hah!? Seriusan?" Kurapika terperangah, tunggu, terperangah?
"Ya, karena kanser ini! Kabulkanlah permintaanku ini! Buatlah aku jadi pacarmu!" lanjut Kuroro, masih dengan nada dramatis.
"Ini- Ini adalah impian jadi kenyataan" sahut Kurapika dengan senang.
"APA!" Kuroro bener2 shock, jadi Kurapika gak peduli kalau dia mati!?
"BRAVO!"
Kuroro dan Kurapika pun melihat Kite, sang guru drama (jiagh, gak nyangka).
"Bagus sekali aktingnya Kuroro, Kurapika. Bagaimana kalau kalian jadi pameran utama dalam drama berikutnya!?" kata Kite yang membuat Kurapika santai sementara Kuroro masih shock.
Beberapa menit kemudian, Kuroro pergi dengan setengah shock dan setengah senang. Dia setengah shock karena tau Kurapika gak peduli sementara setengah senang karena dia bakal main drama bareng Kurapika.
Killua yang kebetulan lewat karena abis kabur dari Illumi, mulai ngeliatin Kuroro senpai yang lagi duduk di bangku dengan tampang setengah mati n setengah hidup!? Langsunglah Killua jadi sweatdrop.
"Lha, Kuroro senpai!? Lagi ngapain!?" Nanya Killua.
Kuroro yang ngeliat Killua pun langsung menghela napas.
"Ada masalah saja, kouhai" kata Kuroro dengan singkat sambil menghela napas.
"Masalah apa? Apa bisa kubantu?" nanya Killua yang sekarang duduk di sebelah Kuroro.
"Hmm, biasa. Ini soal Kurapika" kata Kuroro dengan singkat, tau banget kalau kouhainya pasti uda ngerti.
"Ohh~" lanjut Killua sebelum diam, sebelum menyengir.
Cengiran kucing (?) Killua pun membuat Kuroro kesel. Kouhainya ini mau buat dia tambah kesal ya? Manasin kompor(?) emosi itu hobi kouhainya ya?
"Napa kamu nyengir gitu? Ngejek!?" ujar Kuroro dengan kesal.
"Wess, gak ngejek kok Kuroro senpai, Cuma ingat cerita Gon aja soal perasaan Kurapika senpai ama Kuroro senpai" kata Killua.
"He? Dia bilang apa?" Tanya Kuroro yang tau banget kalo mungkin Kurapika bakal ngomong benci ama dia, tapi Gon ama Kurapika itu sahabat dekat kan? Apa si Kurapika bakal bilang sesuatu yang bagus soal dia.
Killua pun kembali nyengir "hehe, inilah yang Gon cerita ke gw"
Flashback
Gon pun lagi ngunjungin Kurapika senpai dirumahnya. Kurapika menyeruput milk tea miliknya sementara Gon bermain dengan Kuro.
"Umm Gon, kamu sama Killua itu baik2 saja?" Tanya Kurapika tiba2 yang membuat Gon sedikit kaget.
"Err, begitulah" kata Gon, masih mengelus Kuro.
"Ohh" sahut Kurapika singkat.
Hening melanda kedua orang ini bagaikan air pasang yang membuat orang terperangah (whut!?).
"Err, Kurapika senpai, jangan 2 ini soal Kuroro snepai ya?" Tanya Gon, memecahkan suara, ralat, keheningan.
BLUSH!
Langsunglah muka Kurapika jadi merah, menandakan kalau ucapan Gon itu tepat sasaran.
"G-Gon!" Kurapika pun jadi salting.
"Kurapika senpai, mau sampai kapan senpai terus2an nolak Kuroro senpai?" ujar Gon yang nampaknya agak kasihan ama Kuroro juga.
"Uhh" Kurapika jadi diam, mukanya bener2 merah banget. Kalo ada banteng liat Kurapika, pasti dia uda dikejar (wew)
"Kurapika senpai itu suka sama Kuroro senpai kan?" lanjut Gon dengan antusias (good job!)
"Umm" Mukanya tambah merah, si Kurapika ini uda overheat dah! Tapi sempet juga Kurapika ngangguk sedikit.
"Oooohhhh" Langsunglah Gon ngangguk kepalanya tanda dia ngerti. " Terus, kapan mau nembak Kuroro senpai?" lanjut Gon yang membuat Kurapika shock.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!" Kurapika mulai berteriak dengan muka yang begitu merah bagai darah, dan teriakan Kurapika pun berhasil membuat gelas retak, (wuih, Kurapika bisa menjadi penyanyi opera)
Setelah teriakan nada tinggi Kurapika tersebut berakhir, Kurapika mulai ambil bantal n nutupin mukanya yang masih merah sementara Gon masih menutup telinganya dan Kuro sembunyi di antara bantal.
"Kurapika senpai, telingaku sakit nih. Gak usah teriak gitu napa?" ujar Gon, dalam hati bersyukur gendang telinganya gak robek ato telinganya berdarah akibat senjata suara Kurapika.
"Y-ya itu salahmu juga tiba2 bilang hal gila seperti itu" kata Kurapika sebelum nutupin mukanya lagi dengan bantal.
"Hal gila gimana? Aku kan hanya perhatian saja sebagai sahabat" ujar Gon dengan santainya sambil memutar bola matannya. Kayaknya si Gon uda ketularan kekasihnya, Killua.
"Si Killua itu, kamu di jampi2 ama dia atau malah disumpahin!? Lama2 kamu jadi bener2 mirip dia. Mungkin Killua kasih kamu ajaran sesat" kata Kurapika sambil ngutuk Killua dalam hati karena sudah mengubah sahabat baiknya.
"Okay~ back to topic" ujar Gon yang sok2an pake bahasa inggris yang baru dipelajari di sekolah. "Kapan mau nyatain cinta ke Kuroro senpai?" lanjut Gon sambil tersenyum garang (?)
Kurapika sedikit bergidik ngeri, si Gon emang bener2 ketularan Killua. Dengan kekuatan dari sang Maha Author (?) Kurapika akhirnya bisa berkata sesuatu.
"Tidak akan pernah!"
Ucapan itu pun akhirnya membuat seluruh dunia gempar. Pres pun gempar, Presiden jadi gempar, Fans Kuroro teriak gembira, Dunia berguncang, Gon pun shock sampai pingsan.
"Oi Gon! Kuatkan dirimu!" Ujar Kurapika panic sambil menghampiri kouhainya yang pingsan mendadak dan tak diperhitungkan bakal pingsan karena ucapan dia itu.
Setelah 11 hari, 40 menit, 28 detik, Gon pun bangun juga dan pingsan lagi satt ngeliat Kurapika yang sudah sekarat, (bohong aja, ini author lagi gila ama tugas jadi semakin menggila)
"Fyuh, sadar juga" Kurapika mengelap keringat sementara Gon menyibak rambut (lha!?)
"Kenapa enggak!?" lanjut Gon setelah nyibak rambut panjangnya bagaikan shampoo model, persis seperti yang diajarkan Illumi.
"Ka- Karena- Karena…" ucap Kurapika yang terbata bata yang membuat Gon kesal.
"Karena apa!?" Gon yang tidak tahan pun berteriak kesal bagai gunung berapi meletus.
" KARENA KURORO ITU SUKA SAMA CEWEK YANG SUSAH DIDAPAT DAN JUGA KEJAM!" Teriak Kurapika kembali dengan suara cetar membahana yang membuat Gon lompat 5 meter (whut!) dan Kuro berpura pura mati (untung gak beneran)
"Hah!?" kata Gon yang kesadarannya masih low, gak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Jadi- Kurapika senpai bermain sebagai cewek yang susah didapat dan kejam itu Cuma demi Kuroro senpai!?" Gon mulai melongo gak percaya saat Kurapika mengangguk.
Suasana kembali hening… Gon masih melongo sementara Kurapika cuma diam aja.
Marilah kita mengheningkan cipta dalam kedua sahabat ini…
Bercanda..
"Kurapika senpai, aku tak percaya ini. Menurutku gak usah bermain sebagai cewek kejam juga yang susah didapat, Kuroro senpai bakal mau ama senpai" ujar Gon to the point.
"Yaa aku tau, tapi- ARGH!" Kurapika langsung menuju tembok dan melakukan headbang yang membuat Gon panik.
"Ahh! Kurapika senpai! Berhenti!"
End of flashback
"Jadi begitulah" ucap Killua setelah selesai bercerita.
"Heh, jadi dia bersikap kejam ama jadi cewek susah didapat itu demi gw!?" Kuroro mulai tidak percaya.
"Gak nyangka Kuroro senpai, kalo senpai suka cewek yang kejam n susah didapat". Kata Killua dengan sedikit tertawa kecil.
Kuroro mulai diam. Dia pun mulai ingat2, kayaknya dia pernah ditanyain ama cewek2 tipe cewek apa yang dia suka. Kuroro mulai ingat kalo dia jawab tipe cewek dia suka itu cewek yang kejam dan susah didapat. Ya alasannya kenapa kejam karena Genei Ryodan itu kejam juga terus susah didapat? Itu biar Kuroro dapat tantangan, soalnya dia selalu ngerasa mudah banget dapet cewek2.
"Pantesan" ucap Kuroro singkat.
"Apa, Kuroro senpai?" Tanya Killua.
"Enggak. Thanks kouhai, ini cek ucapan terima kasih buat lo plus PJnya" ucap Kuroro nyerahin cek setelah ditulis kepada Killua sebelum pergi.
Killua nyengir sambil ngeliat cek yang dikasih senpainya.
"Wow, jumlah di cek ini bisa lebih dari buat ngajak Gon pergi ke hotel termewah"
Sementara itu, Kuroro pun pergi nyari Kurapika. Dia mulai nanya Genei Ryodan, Zushi, Hanzo dan guru2 sampai akhirnya menemukan Kurapika yang lagi di ruang musik bareng Senritsu.
"Kuroro! Ngapain kamu disini!?" ucap Kurapika dengan ketus.
Senritsu yang bisa membaca suasana pun mulai keluar dan meninggalkan kedua pasangan Kuropika ini dalam privasi.
"Oke Kurapika. Ini sudah cukup" ujar Kuroro dengan serius.
"Cukup apa!? Apa maumu" kata Kurapika dengan dinginnya.
"Kamu gak usah susah payah jadi cewek tipeku. Aku tidak butuh kamu berpura pura seperti itu" Kata Kuroro.
Kurapika tercengang. Darimana dia bisa tau?
"Jadilah dirimu sendiri apa adanya. Aku suka dirimu yang sebenarnya, tidak usah berpura pura" kata Kuroro dengan lembut.
"A- it- itu" Muka Kurapika mulai merah, dia pun mulai panik dan salting.
Kuroro mulai memegang tangan Kurapika dan tertawa kecil saat melihat betapa merahnya wajah Kurapika.
"Kamu itu bener2 manis" ujar Kuroro sambil tertawa kecil sebelum mencium punggung tangan Kurapika.
Langsunglah Kurapika mukanya bener2 merah sampai rasanya pengen pingsan.
"Jadilah dirimu sendiri Kurapika. Aku mencintaimu, jadi. Maukah kau menjadi pacarku!?" kata Kuroro sambil melihat mata Kurapika.
Kurapika mulai diam beberapa detik sebelum akhirnya menggangguk dan menggumamkan satu kata dengan lemah "ya".
Langsunglah Kuroro merasa senang, dipeluknya Kurapika yang mukanya masih merah.
`Akhirnya gw diterima juga! Setelah ditolak 193 kali!' Pikir Kuroro dengan senang.
"Tuh kan, mereka uda jadian"
"Uhh. Kenapa jadiannya cepat sekali!"
Pasangan Kuropika yang masih berpelukan itu kini pun mulai menoleh ke sumber suara dan terbelak melihat pasangan KilluGon ada di depan mereka.
"Kamu kalah Gon, aku yang menang" ujar Killua sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Iya, iya. Aku tau." Kata Gon yang tersenyum kecut.
"Tunggu! Kenapa kalian berdua ada disini!?" kata Kurapika setelah lepasin dirinya dari Kuroro.
"Salah sendiri, pintunya terbuka gitu ya kita masuk. Toh ini bukan tempat milik kalian juga, lagian kita taruhan soal kalian juga jadi kita ngeliatin perkembangan kalian." kata Killua dengan santainya.
"Ehehe, Selamat ya Kurapika senpai." Ucap Gon memberi selamatan (?)
"Kaliiiaaaannnnnn!" Kurapika pun mulai nunjukin tangannya yang keliatan seperti gatel banget buat menjotos seseorang.
"KAAABUUUURRRRRRRR!" Killugon ini pun mulai kabur, sementara Kurapika ngejar mereka.
"Kembali kesini kalian! Kouhai gak berperasaan!" Teriak Kurapika dengan keras.
Kuroro yang masih di ruang musik mulai sweatdrop melihat pacar barunya mengejar kouhai mereka. Beberapa saat kemudian, Kuroro mulai menutup matanya dengan tangannya sebelum senyuman tipis dan sembutan merah menghiasi wajah tampannya itu.
" Akhirnya gw dapetin gebetan gw juga"
Review
Aozora Hime-tan (chapter4) Haha.. Gak masalah. Chapter berikutnya sudah datang!
rin-san (chapter4) Begitulah, sama2 mereka kompak sekali.
Guest (chapter 1) Ok. Saya usahain meskipun banyak tugas dan project.
Mami Fate Kamikaze (chapter 4) Terima kasih banyak! Ku akan coba terus mengetik banyak cerita yang menarik.
