Masa 6- Bersiap untuk darmawisata

Saat semua siswa siswi di hunter school sedang belajar di bawah bimbingan Knuckle (guru matematika) yang ngomong soal arimatika puannjaang banget . Hisoka pun muncul secara gak diundang dan gak diterima kedatangannya (biasanya) sekarang malah diterima, karena bisa membuat pelajaran matematikanya berhenti sementara. Siswa siswi pun bersorak , kecuali Gon yang udah tepar ama pelajarannya, yang membuat Killua ngambil es buat kompres kepala kekasihnya.

"Ohayou semua buah2 an di sini. Saya disini untuk mengabarkan pesan yang penting. Yaitu mengenai, darmawisata sekolah, hehe" Ucap Hisoka sambil niatnya mengedipkan mata dengan cute. Tapi malah membuat semua murid di kelas menjadi horror. Sampe2 banyak yang harus dilarikan ke RSJ sebab mental mereka gak kuat ama kepala sekolah mereka.

"Baiklah. Darmawisata kita akan dimulai 3 hari ke depan, kita pergi ke Kyoto selama 5 abad, maaf 5 hari. Ah bisa2nya salah, Ih~ malu" ujar Hisoka yang mulai blushing dan coba pasang muku unyu khas badut (?) tapi malah membuat semuanya sakit jantung dadakan.

"Mati aja lu! Badut ato kepala sekolah gak jelas!" Ujar Killua sambil ngelempar make-up remover (?) yang akhirnya nyiprat ke muka Hisoka.

"AHH! Mukaku yang di make-up! Butuh berjam2 buat bikin make up seperti ini" ucap Hisoka sambil nutup muka.

"Emang gue pikirin~" nyanyi Killua sambil nunjukin muka innocent dan gak berdosa membuat seluruh cewek2 menjadi sarap dengerin Killua nyanyi plus muka polosnya.

Hisoka pun kabur keluar kelas sebelum akhirnya Wing sensei yang datang buat gantiin Hisoka.

"Baiklah, darmawisata ini diberikan di satu sekolah ini. Jadi kalian akan bertemu senior dan junior kalian. Diharapkan agar kalian bersiap-siap di rumah agar tidak ada barang ketinggalan dalam darmawisata ini. Jadwal akan diberikan ketika pulang sekolah nanti, harap dibaca." Ucap Wing sensei.

Seluruh siswa - siswi bersorak. Liburan coy! Apalagi rame2, seru banget lah!

"Harap diingat kalo ini darmawisata. Kalian harus menjaga tata tertib, tata krama, tata sesuatu (eh!?) Diharapkan agar tidak membuat malu nama sekolah. Persiapkan diri- bla… bla" Wing sensei pun mulai ceramah dengan durasi yang lebih mantap (?) daripada Knuckle yang naujubillah puanjannngggnyaaaaaa.

Seluruh murid cuma menggerutu dengan kesal karena wing sensei itu menceramahnya puanjang lebar, lebih lebar dari rel kereta api di seluruh dunia. Pengen cuek pun gak bisa, soalnya Wing sensei memperhatikan juga kalo mereka dengerin ato tidak. Kalo enggak ya bakal ceramahnya tambah panjang. Langsunglah para siswa siswi merana, akibat hukuman ceramah merana (?)

Akhirnya, Wing sensei pun selesai ceramah ketika bell pulang sekolah berbunyi (whut!?) Murid2 pun hanya bisa down akibat lelah dan kelaparan, maklumlah mereka gak keluar kelas sampe sekarang. Mereka mulai menggerutu selama beberapa menit sebelum akhirnya pulang dan mengambil jadwal darmawisata mereka.

Kemudian, KilluGon alias pasangan favorite author ini pun mulai jalan pulang berdua sambil gandeng tangan. Keduanya pun melihat jadwal darmawisata mereka.

"Killua, menurutmu daerah mana yang paling menarik di Kyoto!?" Gon nanya dengan tampang cute agar Killua menjawabnya. Maklumlah Killua itu tajir n sudah pergi keliling dunia jadi pasti uda tau tempat mana yang menarik.

"Kalau berduaan dengan kamu sih, sudah pasti semua menarik. Apalagi di tempat yang tertutup." ucap Killua dengan cengiran khasnya yang membuat Gon blushing.

"Ehem! Mau kau apakan sahabat gw, hah!?" ucap suara garang ala preman (wah)

KilluGon ini pun menengok kearah suara dan melihat Kurapika yang sudah dengan suara preman, muncul tatapan preman pula. Keturunan pacarnya kayaknya, sang pemimping ryodan, Kuroro Lucifer.

"Yah, Kurapika senpai. Napa sendirian? Gak sama Kuroro senpai?" ucap Killua dengan nada malas. Kesal lah waktu dengan Gonnya itu diganggu ama Kurapika senpai.

"Gw khawatir ama Gon. Jangan2 lu malah mau macem2 pula ama dia, apalagi pas darmawisata ini. Beruntung satu sekolah ikutan jadi gw bisa monitorin kalian" ucap Kurapika sambil narik Gon.

"Ehh! Ngapain elu narik Gon! Balikin kekasih gw!" ucap Killua sambil nyamber n meluk Gon yang bingung tapi blushing pas di pelukan Killua (wohoo~)

"Sembarangan! Gw masih gak nyangka gw biarin sahabat gw jadian sama elu yang ada niat macam2 gini. Balikin sahabat gw!" ucap Kurapika yang narik tangan Gon tapi dicegah ama Killua.

"Heh! Biarin gw ama Gon sendiri, lagipula kamu juga ada Kuroro senpai kan yang bisa selalu bersama denganmu" ucap Killua sambil tersenyum nakal pas ngeliat muka Kurapika senpai yang sangat merah.

"adsfs! # #$! #! khgk" Bahasa alien Kurapika pun mulai keluar yang bahasa itu hanya bisa dipelajari di kamus author doank. Maklumlah Kurapika yang penuh rasa ingin tahu pun mau juga baca kamus bahasa gila ciptaan author yang gaje.

"Apa! Kamu… itu… kamu..ugh" kata Killua yang menerjemahkannya ke bahasa normal.

Gon mulai sweatdrop "Kenapa kamu tau artinya Killua?" ucap Gon yang bener2 gak bisa ngerti bahasa alien tersebut.

Ternyata, Killua juga baca tuh kamus bahasa author itu. Rupanya bahasa itu dijadikan Killua sebagai sinyal hubungan Killua dan OC author yaitu Killia . Biasalah, pengen ada lebih peran dia ama Gon yang sudah pasti disetujui ama Killia. Killia itu kan OC author fic yang rupanya dibuat author juga sebagai fangirlnya KilluGon.

"Oh, itu bahasa ajaib. Fungsinya buat orang2 terpilh" ujar Killua dengan senyum penuh kemenangan.

"Eh? Masa!?" Gon pun mulai kagum pas denger itu. Berarti kekasihnya itu orang terpilih!? Polos amat lah nih anak.

"Dengerin yah" ucap Killua dengan serius yang membuat Gon mengangguk.

"i^^& ^$^8%$#^)(&%^$T" Ucap Killua dengan bahasa alien tersebut ke arah langit.

Di dimensi Author (?). Killia yang mendengar bahasa yang diberikan Killua pun membuat Killia menggunakan kuasa Authornya di fic ini dan mengirimnya ke tempat Killua.

Kemudian, muncullah mobil mewah dan nampak futuristic di depan Kurapika dan KilluGon ini yang membuat Gon sangat kagum. Keren banget bro!

"Wow hebat!" Gon pun hanya bisa kagum sementara Kurapika cengo. Ajaib bener nih, sudah melanggar hukum fisika, kimia, matematika, bahkan hukum hunter (?).

"Jadi , gimana kalo kita jalan2 Gon!? Mumpung dapet transportasi" Killua menawarkan sambil membuka pintu mobilnya.

"Ok!" sahut Gon singkat dan masuk kedalam mobilnya.

"Semba! (baca: Sembarangan) Gw juga ikut!" ujar Kurapika setelah sadar dari cengonya.

"Maaf. Mobil ini hanya untuk pairing KilluGon saja dan hanya bisa dioperasikan oleh KilluGon juga" ucap sang mobilnya(?) dengan nada robotik.

Cengo Kurapika pun mulai kambuh. Mobilnya bicara cuy, apalagi ngomong soal KilluGon juga. Ni mobil fans KilluGon yah!? Atau malah ketularan virus fangirl KilluGon dari author ato OCnya!?

"Sorry Kurapika senpai. Gw ama Gon bersenang senang dulu yah" ucap Killua dan bersiap siap masuk mobil juga.

"Hah!?" Sadar juga Kurapika dari cengonya. "Gak akan kubiarkan!" ucap Kurapika dengan protektifnya dan berusaha meraih Killua… tapi.

"lj&II_*&&%E$(^*&O" Bahasa aneh itu pun mulai diucapkan kembali pada Killua yang membuat Kurapika tiba2 menghilang.

"Wah! Mana Kurapika senpai!?" Ucap Gon yang benar2 terkejut kalo sahabatnya itu menghilang.

"Di tempat menarik. Tenang saja" ucap Killua santai sambil masuk mobil.

"Tempat menarik mana!?" Gon pun uda benar benar panik.

"Liat nih" ucap Killua singkat lalu menjentikkan jarinya yang membuat mobil itu mengeluarkan layar tv plasma kecil dengan kualitas blu-ray (wow, author mau!)

Tampaklah Kuroro senpai yang sedang melihat tempat2 kyoto di buku yang dia pinjam di perpustakaan. Nyari tempat dimana dia bisa berduaan ama Kurapika.

"Hahh" Kuroro pun menghela nafas. "Kurapika sukanya kemana ya!? Apa aku harus tanya dia!?"

Tepat saat Kuroro nutup mulutnya, muncul lah Kurapika di atas Kuroro. Meski Kuroro terkejut, refleknya Kuroro itu benar2 tajam sampe sempat2nya nangkap Kurapika dalam bridal style.

"Lha!? Napa kamu bisa tiba2 muncul dari atas ini!? Tuhan dengerin permohonan gw ya!?" ucap Kuroro, bener2 takjub.

"Bukan! Ini tuh gara2 Killua!" ucap Kurapika kesel, masih dipegang Kuroro.

"Kok bisa!? Pake jampi2 ato dia malah punya ilmu debus (?)" ucap Kuroro yang pengen tau juga gimana caranya kouhai dia bisa bikin Kurapika muncul tiba2. Kan asyik kalo Kurapika bisa disisinya terus2an, 24 jam tiap hari.

"Gak tau deh. Dia pake bahasa lebay sang author terpuji (?) itu". Ucap Kurapika yang sebenarnya menghina author atau memuji author!? Bahkan author pun tidak tau.

"Hoo, gitu" kata Kuroro sambil mangut2.

"Oii Danchou!"

Kuropika ini pun menoleh dan mendapati Shalnark masuk untuk menyapa Kuroro yang kemudian tercengang.

"Err, aku menganggu ya!?" Shalnark pun mulai agak berkeringat dingin.

"Huh!? Apa?" ucap Kurapika yang nampaknya tidak sadar akan posisi dia n Kuroro.

Kuroro sadar tapi dia menglare Shalnark agar gak bilang. Masih mau dia gendong Kurapika, bridal style lagi. Kayak just married couple nih, cihuy!

"O- oh." Shalnark pun mulai ngerti maksud Kuroro. "Maaf, aku tiba2 ingat ada urusan penting. Jadi, bye2" Shalnark pun langsung ngeloyor pergi sambil membawa nyawanya.

"Kenapa tuh dia!?" Kurapika mulai bingung, duh si Kurapika ini lemot ya!?

"Gak, gak apa2" ucap Kuroro dengan singkat.

"Ngapain kalian berdua? Lagi akting sebagai just married couple, gitu?"

Kali ini Kuropika pun melihat MeruGi yang keliatannya punya muka tanda tanya ngeliat si Kuropika ini.

"Apa maksudmu just married?" ucap Kurapika sebelum melihat kondisi dan" Kyaaa!" Akhirnya sadar juga ni Kurapika, Kuroro pun merutuki Meruem dalam hati.

"Turunin gw, Kuroro!" Kurapika pun mulai blushing parah.

"Oke2" Kuroro pun dengan berat hati nurunin Kurapika.

"Kalian bisa juga santai2 n main2 sementara kita harus planning mau ke mana di Kyoto nanti. Kan cuma 5 hari saja" ujar Meruem singkat, disambut anggukan dari Komugi.

"Betul2" Komugi juga mikir mau pergi kemana bersama Meruem.

"Oke, mending kita semua planning buat darmawisata ini. Gimana!?" ujar Kuroro yang disambut anggukan dari Kurapika, Meruem dan Komugi.

"Tuh, baik2 aja kan!?" kata Killua sebelum mematikan layar tvnya. Dari tadi mereka terus tontonin toh!?

"Hoo, iya ya" Gon pun ngangguk dengan polosnya.

"Yuk kita jalan2 buat membeli barang2 yang bakal kita perlukan buat darmawisata ini" ucap Killua sambil tancap gas dan tidak menghiraukan Gon yang belum pake sabuk pengaman.

"Tu-Tunggu!" ujar Gon yang tiba2 panik dan langsung memakai sabuk pengaman. "Bukannya kamu terlalu muda buat punya SIM dan surat2 terus apa kamu bisa nyetir!?" Gon pun baru sadar atas fakta ini.

"Heh, urusan nyetir mah gw bisa. Tapi gak ada SIM, sih. Tenang aja,kalo ketangkep mah bilang aja gw ini Zaoldyeck, langsung deh kita dilepasin. Gak usah khawatir karena Zaoldyeck punya kuasa seperti itu. Apa perlu ya, kalau gw buat SIM dengan kekuatan uang!?" ucap Killua sebelum akhirnya nambah kecepatan lagi yang diatas rata2.

Gon pun cuma bisa bengong, cengo, jawdrop, sweatdrop, melongo (sudahlah!) dengerin tu kalimat dari Killua. Ternyata, kekuatan uang dan kuasa sang Zaoldyeck terhormat itu bener2 menakutkan. Apakah sanggup dia hidup di dunia seperti itu di masa depan!?.

Yang penting. Gon sembah sujud syukur ama Tuhan karena dalam akhir perjalanan, Gon pun akhirnya sampai di rumahnya dengan selamat sentosa dalam dianterin oleh Killua, masih menyetir ini mereka berdua masih di dalam mobil tapi sudah di depan rumah Gon setelah membeli berbagai macam barang yang berkuantitas dan berkualitas.

Dalam hati Gon itu berpikir kalau Killua itu mungkin bisa menjadi pembalap pro karena teknik nyetir milik Killua yang membuat Gon bengong, cengo, jawdrop , swe- (cukup dah!) Intinya sangat sangar banget tekniknya yang membuat Gon bangga dan kapok naik mobil yang disetir Killua lagi.

"Ugh, gw kayaknya mual nih" ucap Gon yang setelah turun dari mobil, agak terhuyung-huyung.

"Hah!? Kenapa!? Kan elo gak hamil!?" ujar Killua pura2 shock n kemudian nyengir.

"Kok hamil!? Gw kan gak makan sup kol yang diberkati!?" kata Gon, gak nyambung.

"Lha!? Apa maksudmu!?" Killua pun gak mengerti arah pembicaraan pacarnya.

"Ibuku bilang kalo sup kol yang diberkati itu bikin hamil. Soalnya bayi itu berasal dari kol yang diberkati pasangan, kemudian dibuat jadi sup dan dimakan oleh istri kemudian akhirnya dia akan hamil. Gitu deh" ucap Gon dengan muka polos.

Langsunglah Killua nepok jidat. Punya pacar yang polos sekali itu bener2 bikin dia tersiksa. Tuh anak sepolos malaikat kayaknya. Bikin Killua khawatir juga sama pacarnya itu.

Soalnya Gon tuh gak ada pertahanan. Pas dating pertama , Killua aja udah tergoda n akhirnya dia narik Gon ke tempat tertutup dan serang dia dengan menciumnya berkali kali aja dia terima, kata Gon tuh dia ngerasa geli tapi dia seneng soalnya enak. Gak tau nih, dia mesti bersyukur atau shock antara syukur dia gak diputusin karena giituin Gon tiba2 pas dating pertama ato shock kalo Gon itu terlalu lugu, sampe2 Gon malah bilang seneng dan enak lagi. Ditambah lagi Gon juga bilang dia gak keberatan. Untungnya Killua masih bisa ngendalikan tuh diri dia, soalnya masih dating pertama. Tapi, gimana kalo dia buat lebih jauh lagi!? Wah, bisa2 Killua bakal dihajar ortunya Gon n Kurapika dan kemudian mereka dipisahkan. Oh dunia yang kejam kalo itu terjadi.

"Killua, aku balik dulu ya" Ujar Gon sambil melambai, untungnya dia sudah baikan dari efek berkendara bersama Killua.

"Oke!" ucap Killua singkat sebelum pergi ngebut. Dalam hati mikir apa perlu dia merusak kepolosannya!? Mungkin lebih baik dipiara beberapa taun dulu y sebelum dibunuh (wew emang polos tu makhluk hidup!?)

Akhirnya setelah lama menunggu, darmawisata sekolah pun dimulai. Mereka pun naik shinkasen untuk pergi ke Kyoto. Lalu KilluGon, Kuropika, MeruGi, PoZu dan ShalZuku pun bermain kartu untuk menghilangkan kebosanan.

Di tangan Kuroro ada joker dan sekarang ketika Kurapika bersiap buat ngambil kartu dari Kuroro. Tangan Kurapika pun akhirnya menggemgam kartu joker.

"Jangan Kurapika! Tu kartu Joker! Ambil kartu ini, aman" Bueh, bisa2nya Kuroro ngasih tau, pake ngasih kartu as lagi.

"Danchou! Jangan kasih tau kartunya dong. Kan jadi gak seru" Shalnark pun protes.

"Biarin" ucap Kuroro singkat, setelah ngasih kartu asnya ke Kurapika.

"Kuroro senpai uda kalah, kan hanya ada kartu joker di tangan senpai" ujar Killua.

"Oh iya ya" ucap Kuroro setelah sadar tapi gak peduli.

"Kak Killua! Kak Gon!" Tak disangka sangka, Alluka pun datang, bersama Kalluto.

"Ya adikku sayang, ada apa?" ujar Killua dengan senyum manisnya.

"Killua-niisama, suruh tuh cewek2 diam n berhenti ngasih kita hadiah. Mereka sangat menganggu" ujar Kalluto dengan lembut tapi tegas.

Yah wajarlah Kalluto n Alluka dapet banyak hadiah dari fangirls Killua. Biar setelah menangin hati adeknya Killua, tuh cewek2 pun bisa deketin Killua. Tapi gak tau tuh fangirlsnya Killua kalo Alluka n Kalluto ntu uda sayang juga ama Gon. Sampe2 si Gon uda dipanggil kakak ama Alluka n Kalluto. Ntu mereka berdua juga berharap banget kalo Killua bakal kawin ama Gon.

"Sabar ya, sabar" ujar Killua sambil ngelus rambut pendeknya Kalluto.

"Kak Gon! Main sama aku, Kak Killua dan Kalluto ya~" ujar Alluka dengan puppy eyes nya pada Gon.

"Umm, boleh sih. Tapi gimana kalau main ramai2 dengan yang lain? Lebih ramai, lebih seru kan?" ujar Gon sambil melihat senpai2 dan teman2nya.

Akhirnya semua pasangan ini kecuali ShalZuku yang pergi buat beli minum karena disuruh Kuroro pun bermain bersama adeknya Killua, Kalluto n Alluka.

"Jadi kita main apa!?" tanya Kurapika.

"Main sambung kata!" kata Alluka dengan semangat.

"Baiklah" yang lain agak ogah tapi setelah dibujuk pasangan masing2 pun, akhirnya mereka nurut.

"Aku mulai!" kata Alluka. "Cium!"

"Geh!?" Langsunglah Killua shock, tau kata itu darimana tuh adiknya.

"Um- Umban?" Gon yang disebelah Alluka pun mulai nyambungin.

"Ban- Bantal!?" Kali ini Komugi.

"Tali" ucap Kurapika singkat.

"Li- Lipas!?" ucap Ponzu, agak illfeel.

"Pas- Pasta" sekarang Pokkle.

"Talenta" kali ini Kuroro.

"Takahyul" sekarang Meruem

"Yul?" Killua pun mulai bingung.

"Berarti Killua kalah" ucap Kurapika setelah mikir kalo gak ada kata dari yul.

"Yul- Yuluvme (you love me)!?" ucap Killua, sedikit blushing n ngeliat Gon.

"Paan tuh!? Kurapika mulai cengo n gak yang lain uda agak tertawa ama denger tu kata dari mulut Killua. Gon mah cuma blushing aja dengerin ntu, hampir aja dia bilang iya ato yes.

"Me- Menikah" Kalluto nyambungin.

"Eh? Tunggu dulu!?" Kurapika protes tapi gak didengerin.

"Kah- Kahwin!" ucap Alluka dengan semangat.

"Win? Win- Win" Gon yang uda sadar dari blushingnya pun mulai bingung sekarang. Kata apa yang dari win? Gak ada kan!?

"Winnie the pooh!" Ucap Alluka dengan semangat, menyerukan nama kartun yang dia tonton dulu.

"Alluka-nee kalah, harusnya Gon-neesama yang menjawab" kata Kalluto.

"Ah, lupa" ucap Alluka sambil tersenyum dengan cute.

Tepat setelah itu,Shalnark n Shizuku pun balik, menggotong banyak kaleng minuman buat semuanya.

"Minuman datang!" ujar Shalnark sambil meletakkan beberapa kaleng minuman di atas meja bersama Shizuku.

Akhirnya, semua pun minum minuman mereka dan kemudian keluar buat nunggu shinkansen berikutnya di stasiun ketika mereka turun. Kemudian naik lagi ke shinkasen berikutnya, bercakap2 sebentar kemudian turun lagi dan akhirnya tidur di bus sampai tiba di penginapan yang disewa khusus oleh Hisoka, jadi cuma penghuni (?) sekolah Hunter sebagai tamu disitu.

"Ah Gon. Kita sekamar, dengan Komugi juga" ujar Kurapika dengan senang membuat Gon dan Komugi senyum juga pas dianterin Meruem.

"Kita juga sekamar, Kalluto" ujar Alluka sementara Kalluto senyum2 saja sedangkan Zushi yang juga dapat kamar sama dengan Kalluto dan Alluka mulai dapat death glare dari sang kakak.

"Awas kalau kamu macam2 ama adik2ku" geram Killua pada Zushi.

Langsunglah Zushi mulai pucat. Kan mereka semua laki2 kan? Tapi adik2 Killua, tampangnya mirip perempuan. Cantik dan manis, Zushi pun mulai geleng2 kepala. Dalam hati tetep ngingatin kalo mereka tu cowok.

"Oi kouhai, kita sekamar" ujar Kuroro pada Killua yang masih menglare Zushi.

"Oh, satunya lagi siapa? Satu kamar kan tiga orang!?" tanya Killua yang menghentikan death glare aktivitasnya, disambut napas lega oleh Zushi.

"Aku" ucap Meruem singkat, nunjukin kunci dia.

"Oh Meruem, Komugi sama siapa!?" tanya Kuroro yang tau betul kalo dia pasti bakalan khawatir ama Komugi yang gk sekamar ama Meruem biar bisa dimonitorin.

"Komugi dapat kamar sama dengan Kurapika dan Gon" ujar Meruem dengan nada datar.

"Waduh, kok bisa gitu ya? Pacar kita semua bisa barengan, juga kita semua." kata Killua, takjub

"Authornya yang mau." Ucap Meruem dengan singkat.

"Oke, mending kita ke kamar kita dan taruh barang2 kita" kata Killua yang disambuat anggukan dari Kuroro dan Meruem dan mulai jalan ke kamar mereka beserta yang lainnya.

"Wah bagus juga sih. Tapi kayaknya lebih bagusan kamar penginapan gw di Okinawa" langsunglah kata itu meluncur dari mulut Kuroro pas ngeliat kamarnya.

"Iya, gw tau elu itu tajir. Gak usah dibanding2in deh" ujar Meruem sambil masuk kamar.

"Eh, Meruem senpai kan tajir juga. Berasal dari keluarga kerajaan soalnya" kata Killua yang juga mulai masuk kamar.

"Elo tajir juga kan!?" kata Kuroro dan Meruem barengan.

"Hehe" Killua mah hanya nyengir aja. 3 orang tajir dalam satu kamar, wauw.

Sementara di kamarnya Kurapika, Gon dan Komugi.

"Yahh, maaf kalo aku bakal merepotkan ya" ujar Komugi sambil sedikit menggaruk belakang kepala.

"Enggak bakal, tenang saja Komugi" ucap Kurapika dengan halus.

"Benar2"kata Gon mengangguk untuk mengiyakan.

"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Komugi.

"Oh, kita hanya naruh barang dan istirahat sebentar sebelum pergi makan malam" kata Kurapika yang sudah menghafal jadwal.

"Ah, ada yang mau mandi dulu!?" Tanya Gon.

"Ide bagus, aku mau" ucap Kurapika sambil mengambil peralatan mandi dalam tasnya.

"Ehh, aku juga" ucap Komugi yang mencari peralatan mandinya.

Akhirnya setelah beberapa saat berlalu, waktu makan malam pun telah tiba. Satu ruangan penuh sudah dengan semua guru, murid dan kepala sekolah. Jangan ditanya deh suasananya. Heboh banget!

"Kurapika, ambilkan kecap!" ujar Kuroro yang niatnya kayak suami istri gitu.

"Komugi, ini untukmu" Jangan ditanya lah, ini mah uda pasti Meruem yang lagi ngasih lauk buat Komugi. Perhatian banget dia.

"Woi! Tu daging gw!" teriak Phinx yang lauknya direbut Feitan.

"Sensei, itu jus milikku loh" kata Zushi ke Wing sensei yang tersedak mendadak memadak (?).

"Shizuku! Udah kubilang kalo porsimu disitu!" ucap Machi kesal sama Shizuku yang sudah lupa ingatan, kirain gak dikasih makan.

"Mana semua laukku?" ujar Kurotopi yang gak gitu bisa liat. Sapa suruh rambutnya itu nutup satu matanya jadi cuma bisa ngeliat dengan satu mata.

" Woi! Jangan semburin hujan lokal dan hujan berkat (?)disini!" ujar Nobunaga dengan kesal karena Uvogin ama Franklin lagi lomba makan dengan sisa2 makanan mereka berhamburan ke Nobunaga yang duduk diantara dua raksasa itu. Emang nasib lo, tapi bagus kan dapat sisa lauk gratis?

"Ahh! Laptop guee!" ujar Shalnark dengan nada gak ada semangat hidup. Soalnya laptopnya kena sup yang gak sengaja ditumpahin ama Pakunoda. Sapa suruh lo main laptop pas makan.

"Appan lo! Jangan makan terbalik!" teriak Pokkle dengan kaget, ngeliat Hanzo makan sambil bergelantungan kayak kalelawar.

"Gila lo! Napa lu bawa lebah piaraan ke darmawisata dan elo ajak mereka buat makan sama2!?" teriak Bisuke jijik ngeliat Ponzu ngasih madu ke lebah piaraannya

"Napa makanannya gak mewah!?" Neon pun mulai ngambek tapi makan juga karena Kuroro makan makanannya.

"Kuroro! Awas kau!" Teriak Kurapika karena Kuroro makan makanannya dari sendoknya.

"Gon! Berhenti menambah paprika merah di piringku!" Killua kesel karena Gon terus naro tuh paprika supaya Killua makan paprikanya.

" Tapi ini sehat, Killua!" ujar Gon sambil menggembungkan pipinya.

"Hatiku sakit~ Hatiku hancur~" Nyanyi Leorio dengan derita karena Kurapika telah direbut Kuroro.

"Hisoka! Kembalikan semua apel yang kamu ambil!" Teriak Kite sementara Hisoka malah menatap apel2 itu dengan tatapan yang—gak usah dijelasin deh. Pokoknya Hisoka pake menggumam " Ahh~ Belum matang~ Pasti kalo matang bakal lezat~" sambil menjilat bibirnya. Serem coy.

Emang banyak percakapan dan aktivitas gaje di saat makan malam ini. Sampe2 authornya capek mau nyebutin semuanya. Yah, ini aja darmawisatanya belum mulai uda rame gini. Gimana dengan aktivitas mereka pas darmawisa yah? Tunggulah chapter berikutnya, NYAKAKAKAKAKAKAKKAKAKAZZZ (author signature laugh)

Review

rin-san (chapter 5) : Bener2, Kurapika mungkin cocok juga jd tsundere. Saya juga merasa kalo Kurapika itu kayak aku malu tapi mau~ ( author malah nyanyi dan disambut oleh pukulan dowsing chain dari Kurapika)

Guest (chapter 5) : Wkwkwkwkwk. Memang banyak sekali yah, kasian lo Kuroro. (Author pun dihajar rame2 ama Genei Ryodan) Yah, saya sudah update, semoga suka dengan cerita ini.

Michelle (chapter 5): Wah! Thanks. Karena banyak review jadi semangat update.

Hi (chapter 5) : Terima kasih sekali atas review anda. Jadi bener2 semangat dan berusaha agar dapat waktu buat update fic ini. Yah, daya tarik Gon itu polosnya. Kalo Killua mah, niat pervert dia ama Gon. Wah, gak nyangka kalo Kuropika bkal dapet perhatian juga. Yey! Makasih reviewnya. Terus baca ficnya yah!

Ailasca-chan (chapter 5): Waii! Makasih. Sudah update nih karena review jadi penambah semangat. Semoga chapter ini lucu juga. Terima kasih reviewnya.