Masa 7- King's game
Lanjutan dari episode (?) sebelumnya. Semua murid, guru-guru dan kepala sekolah menyambut awal darmawisata dengan muka….. sepet !?
Nah loh… ada apaan nih!?
Gon dan Killua, pasangan ini malah lagi senyam senyum layaknya dimabuk cinta (eh, mereka kan emang selalu begitu) entah kenapa, berasa jauh lebih mesra dibanding biasanya yang membuat author senang.
Kuropika alias Kuroro dan Kurapika ini malah beda juga. Sang Kurapika ini malah blushing terus-terusan sementara Kuroro malah happy happy saja.
Bisuke mah hanya cengar cengir dan mengancung jempol kepada dirinya sendiri.
Alluka menguap, ngantuk sementara Kalluto mah, jagain Alluka-nee nya biar enggak jatuh. Nampak banget itu Alluka berkali-kali hampir ketiduran.
Yang lainnya- yah. Males disebutin.
Sebenarnya ada apa sih ini!?
Untuk lebih tahu, marilah kita kilas balik kepada saat selesai makan malam. Author lagi pengen teasing readers, karena chapter ini bukan soal mulainya darmawisata. Tunggulah lagi di chapter berikutnya.
Lupakan lah author ini lagi kesel soalnya dosennya ngasih extra tambahan hari buat bikin nugas. Liburan author jadi terpotong.
Udahlah, lanjut ke cerita.
Ketika semuanya selesai makan malam, kita melihat Gon, Kurapika dan Komugi sedang bersantai – santai di kamar. Tidak mengantuk dan tidak tau mau ngapain sebelum akhirnya datanglah Bisuke, Alluka dan Kalluto di kamar mereka.
" Hai semua!" ucap Bisuke kelewat ceria.
"Ah Bisuke, Alluka dan Kalluto juga" senyum Gon menyapa Bisuke dan suatu saat, adik tirinya.
"Lho. kenapa semua ce- salah, cowok gak boleh masuk kamar cewek!" ucap Kurapika yang hampir mengira Alluka dan Kalluto itu cewek.
"Kak Gon, aku dan Kalluto sedang bosan. Makanya ingin mengunjungi kakak" ucap Alluka dengan manisnya.
"Aku juga ingin menghabiskan waktu dengan Gon-neesama" tambah Kalluto.
Gon pun mulai terharu, secara dia anak tunggal dan pengen punya adik juga. Jadilah dia senang saat adik-adik tirinya itu pengen dekat dengan dia.
"Cowok gak boleh masuk kamar cewek" ulang Kurapika dengan nada agak tegas.
"Kenapa? Mereka kan anak kecil?!" ucap Komugi.
"Benar-benar. Plus mereka juga mirip cewek, jadi gak bakal merasa kalo ada cowok diantara kita" ucap Bisuke dengan senyum.
"Baiklah, aku mengerti kalau Alluka dan Kalluto itu kesini untuk menemui Gon. Tapi kamu, kamu ngapain kesini? Nganterin mereka?" tanya Kurapika.
"Enggaklah. Aku kesini karena ada perlu juga dan menunggu tamu kemari" ucap Bisuke dengan senyum misterius.
"Tamu? Tamu apa?" tanya Gon.
Moment pas banget, Shizuku dan Machi pun mulai masuk yang dipersilahkan oleh Bisuke. Membuat Kurapika kesal dan merutuk dalam hati " Ini bukan kamarmu!"
"Ah, halo Shizuku senpai, Machi senpai?" Gon pun mulai menyapa senpainya. Gak sopan lah kalo nyuekin senpainya.
"Kenapa kalian kesini!? Sebenarnya ada apaan sih!?" tanya Kurapika, agak bingung.
"Nah, kan lagi bosan kita. Jadilah aku mikir kalo harusnya malam ginian, kita lakukan Girl's talk gitu. Jadi aku mengundang mereka" ucap Bisuke sambil menepuk kedua tangannya.
"Eh, bukannya Alluka dan Kalluto itu laki-laki?" tunjuk Shizuku ke mereka berdua.
Bisuke pun mengibaskan tangannya, menandakan kalo dia tidak peduli "Sudahlah, mereka mirip cewek kan? Lagipula kita cuma melakukan ini karena kita semua bosan, iya kan?"ucap Bisuke.
Semua hanya diam, menandakan kalo mereka setuju. Yah, mereka emang gak tau lagi mau ngapain. Daripada bengong natap tembok dikamar gak jelas, mungkin ngikutin usul Bisuke itu gak ada salahnya.
"Baiklah. Ayo semua kumpul kalo begitu" kata Bisuke, masih senyum-senyum.
Semua yang ada di kamar itu pun entah kenapa nurut ama Bisuke. Mereka pun duduk dengan barisan lingkaran.
"Kenapa Bisuke semangat sekali yah?" tanya Gon ke Kurapika.
"Yah, mungkin buat gossip" jawab Kurapika.
"Hey, aku dengar itu!" kata Bisuke dengan nada kesal sebelum tersenyum manis. "Ah, kita punya volunteer. Ya kan? Kurapika-chan?" tambah Bisuke dengan manis.
"Ku- Kurapika- chan!?" Kurapika pun mulai merasa agak illfeel.
"Baiklah, Kurapika. Bagaimana hubunganmu dengan Kuroro!?" tanya Bisuke dengan mata berbinar-binar.
Hening.
BLUSH! Muka Kurapika pun menjadi luar biasa merahnya. Sepertinya tidak menyangka bakal ditanya seperti itu tiba-tiba.
"APA-APAAN INI!?" Kurapika pun mulai salah tingkah, ngebuat Gon harus nenangin dia.
"Lah, ini girls talk kan? Semuanya bahkan tertarik" ujar Bisuke sambil menunjuk semua pandangan cewek-cewek (minus Gon yang masih berusaha nenangin Kurapika) dan cowok-cowok (Kalluto and Alluka) yang menatap Kurapika dengan tertarik.
"Ngapain! Gak bakal gw jawab!" ujar Kurapika, dia emang keras kepala.
"Aku penasaran dengan Kak Gon dan Kak Killua" ujar Alluka tiba-tiba.
"Kenapa Alluka-nee? Kan Gon-neesama dan Killua-niisama itu baik-baik saja?" tanya Kalluto dengan bingung.
"Iya, tapi aku agak penasaran juga dengan perkembangan mereka" kata Alluka.
BLUSH! Kali ini malah Gon yang blushing dan Kurapika yang nenangin dia kali ini.
"Wah, kagak ada kemajuan nih. Baiklah, kita main game saja" ceplos Bisuke tiba-tiba.
"Hah!? Game?" Ujar semuanya di ruangan itu kecuali Bisuke.
"Iya, King's game ato game raja-rajaan. Bagaimana?" kata Bisuke dengan maksud tertentu.
"Hmm, perintah raja itu absolute kan? Gak bisa dibantah" kata Machi, yang mulai ngomong juga.
"Benar sekali" Bisuke pun langsung tersenyum dan mulai tertawa `ho ho ho'
"Gak mau! Napa kita harus main itu!?" langsunglah Kurapika ngebantah.
"Darmawisata itu cocok banget buat main game kayak gini" kata Bisuke.
"Aku mau main! Aku mau main" kata Alluka sambil senyum.
"Kalau Alluka-nee main, aku juga ikut main" ujar Kalluto dengan senyum kecil.
"Boleh-boleh saja sih" Kali ini Shizuku ikut nimbrung.
"Terserahlah" jawab Machi.
"Ho ho ho. Kalian harus ikut main juga" kata Bisuke kepada Gon dan Kurapika.
"Baiklah, tapi ada syarat yah!" kata Kurapika.
Rupanya syaratnya Kurapika adalah masing-masing orng nulis perintahnya dulu di kertas dan taruh di ranjang kecil yang sudah disiapkan oleh Bisuke. Alasan Kurapika bilang ini karena kalo dapet raja mendadak, bisa-bisa gak kepikir mau ngasih perintah apa. Akhirnya semua pun nulis perintah yang ngebuat keranjang kecil itu penuh dengan banyaknya perintah yang pasti isinya bakal gaje and gila semua.
"Oke. Ini dia kertas nomor dan raja di keranjang ini" Bisuke pun ngasih keranjang kecil di dekat keranjang isi perintah-perintah.
"Semua sudah siap!? Bersama kita katakana siapa rajanya dan ambil kertas nomornya" ujar Bisuke sambil menyeringai.
"OKE" Semua pun menjawab dengan serius yang membuat hawa ruangan menjadi menusuk saking seriusnya mereka. Yosh!
SIAPA RAJANYA! (Ronde pertama)
Dengan serius juga mereka melihat kertasnya, berharap mereka jadi raja.
"Ah, aku rajanya!" ujar Kalluto dengan pokerfacenya ngebuat semuanya ngelihat Kalluto dengan iri karena punya kertas raja.
Kalluto pun mulai ngambil kertas perintah dengan random dan membacanya dengan nada halus tapi kuat juga suaranya.
" Nomor 5 harus meng- SMS a ke pacar. Kalo gak ada pacar, cukup ke orang terdekat saja. SMSnya adalah kirim foto nomor 5 dengan kostum maid yang sangat imut dan pose yang imut juga dan kirim dengan pesan `Aishiteru, Koshuji-sama (Aku mencintaimu, Tuan)"
Nah loh, nomor 5 tuh siapa?
Killua, Meruem dan Kuroro pun nyiapin futon buat mereka tidur. Mereka pun menggelar futon mereka tanpa suara.
Killua~ SMS Masuk!
Nada dering dari hp Killua pun sontak membuat Meruem ama Kuroro ngeliat Killua dengan pandangan aneh sementara Killua cuma cuek aja dan mengambil hpnya. Suara Gon yang unyu (?) pun dibuat Killua jadi nada dering SMS masuk. Wah, kalo nada dering hp Killua pas ditelpon gimana yah? Kayaknya nada deringnya bakalan kayak gini : Killua~ Telepon datang!
"Gak nyangka kalo kamu pake suara Gon buat nada dering sms." Ucap Kuroro dengan nada datar, padahal dalam hati ngarep juga punya suara Kurapika jadi ringtonenya.
"Biarin, gw cuma pake suara Gon jadi ringtone kalo yang sms ato nelpon itu Gon aja. Yang lainnya random ringtone saja" jawab Killua sambil membuka sms di hpnya.
"Emangnya si Gon sms apaan!? Bukan soal Komugi kan!?" tanya Meruem dengan nada khawatir. (Eaa~ Perhatian amat). Tiba-tiba -
*Nosebleed*
"Eh? Ada apa!?" Kuroro pun kaget ngeliat Killua mimisan dan jatuh dengan suksesnya, Meruem juga kaget.
"Woi Killua. Kamu masih hidup kan!?" kata Meruem, agak cemas juga.
"Iya masih" Perlahan-lahan Killua mulai bangun dan nyari tisu buat ngelap darah mimisan dia.
"Napa lo tiba-tiba mimisan!?" Tanya Kuroro sambil nyerahin tisu ke kouhainya.
"Gak, gak apa-apa" ujar Killua setelah mengelap habis darah mimisannya pun mengambil headset dan beberapa detik berlalu sebelum Killua menyeringai dengan senang yang kelewat gila.
"Napa tuh dia!? Uda gila!?" Meruem pun ngeliat Killua dengan pandangan aneh.
"Entahlah. Aku pun gak tau si Gon itu ngirim apa ke Killua" ucap Kuroro sambil angkat bahu.
`Ahh, beruntungnya gw' Pikir Killua dengan super bahagia yang ngeliat sms Gon make kostum maid dan berpose imut juga pesannya yang Killua uda set kalo setiap pesan dari Gon itu bisa dibaca dengan suara Gon. Jadilah, bahagia banget dia, denger suara Gon pas ngebaca tuh SMS ulang-ulang.
Kembali ke tempat cewek-cewek.
Gon pun masih blushing dengan parahnya dan masih memakai kostum maid. Kurapika pun hanya bisa nepuk bahu Gon buat nenangin dia. Alluka dan Kalluto pun nyuri kesempatan buat fotoin Gon biar kalo uang jajan mereka habis, mereka bisa dapetin duit dari jual ntu foto ke Killua. Yakin bangetlah dengan senang hati Killua bakal beli itu semua. Lebih senang hati Killua beli foto Gon daripada chocorobo-kun.
"Sungguh, yang ngebuat ntu perintah itu siapa sih!?" kata Kurapika, mau tau banget siapa yang ngebuat sahabatnya sengsara seperti ini.
"Aku" Shizuku pun angkat tangan ngebuat yang lain gak percaya kalo dia yang ngebuat tuh perintah.
"Ayo-ayo, ganti bajumu Gon dan lanjut ke game lagi" ujar Bisuke.
Permainan dimulai kembali.
SIAPA RAJANYA! (Ronde Kedua)
Rajanya ialah Shizuku.
"Hmm" Shizuku pun mulai ngaduk-ngaduk dan mengambil satu perintah.
"Nomor 2 silahkan pergi menemui kepala sekolah dan tending dia"
"Sapa yang ngebuat perintah ini?" tanya Kurapika.
"Aku nomor 2" ujar Machi dengan datarnya dan pergi.
Beberapa saat kemudian, ada suara keras dari Hisoka mengatakan "Machi my darling!" yang kemudian disertai suara kesakitan dari Hisoka sebelum Machi kembali dengan tampang datar seperti biasa.
"Kenapa? Aku sudah melakukannya kan?" ucap Machi sebelum duduk dan tidak menghiraukan pandangan-pandangan dari semua orang di kamar itu.
Mulai lagi gamenya.
SIAPA RAJANYA! (Ronde ketiga)
Rajanya sekarang malah Bisuke.
"Yosh, semoga perintahnya bagus" Bisuke pun mengambil satu kertas perintah.
"Nomor 4 harap mengunjungi kekasihnya dan katakan aku sangat mencintaimu dan kemudian cium dia"
Waduh… kasihan nomor 4.
Meruem, Kuroro dan Killua yang lagi malas tidur pun mulai main kartu. Secara gak tau lagi ngapain sebelum akhirnya pintu terbuka dan Kurapika masuk dengan muka yang sangat merah.
"Lah? Ada apa Kurapika senpai? Tumben kemari" ujar Killua, agak bingung.
"Iya sih tapi Kurapika itu kan tipe cewek yang gak bakal ke kamar cowok tanpa alasan" tambah Meruem.
"Kenapa? Mau menemuiku?" ujar Kuroro dengan bahagia.
Kurapika pun masuk dan duduk menghadapi Kuroro, masih dengan muka merah. Kuroro mah senyum-senyum aja secara pacarnya datang.
"Ada apa? Kurapika" tanya Kuroro.
"Kuroro- aku. Aku sangat mencintaimu!" Teriak Kurapika kecil sehingga yang denger cuma Kuroro, Killua, Meruem dan Kurapika sendiri.
"Hah!?" Killua pun mulai kaget, gak sengaja ngejatuhin semua kartunya.
"Ah" kata Meruem datar sebelum melihat kartu Killua.
Kuroro diam sebelum tersenyum bahagia. Secara pertama kali Kurapika bilang ke dia kalo dia mencintainya. Wah, sebelum Kuroro bilang sesuatu, Kurapika langsung menciumi dia.
"Whats!" Killua hanya bisa shock aja. Gak nyangka kalo Kurapika itu ternyata berani amat. Tapi dia masih sempat motret tuh adegan. Itung-tiung dia bisa jual tuh foto ke Kuroro senpai. Wow, adik ama kakak itu pikirannya sama saja yah.
"Wah- wah" Meruem mah hanya ngeliat dengan tatapan datar saja sambil melirik kartu Kuroro yang jatuh.
Setelah itu pun, Kurapika ngeloyor pergi dengan kecepatan super (?) ninggalin Kuroro dengan muka yang senang sementara Killua ngecek fotonya dan Meruem uda yakin kalo mereka gak bakal balik main lagi, jadi dia buang aja kartunya dan menatap langit tanpa ekspresi.
"Sudah puas!?" kata Kurapika dengan kesal meski dalam hati itu dia gak keberatan sebenarnya.
"Yup. Yang ngebuat itu perintah siapa ya?" tanya Bisuke.
"Aku" Kali ini Alluka yang angkat tangan. "Padahal aku berharap Kak Gon yang dapat" tambah Alluka.
Gon hanya diam dan mulai blushing. Gak menyangka kalo adik tirinya itu pengen dia lebih dekat ama kakak tersayang mereka. Okelah, game berikutnya.
SIAPA RAJANYA! (Ronde keempat)
Sekarang rajanya ialah Machi.
"Hmm… Biar Kulihat. Nomor 6 dan 3" ujar Machi sambil melihat sekeliling.
Alluka memperlihatkan kertas nomor 6 sementara Kalluto memperlihatkan kertas nomor 3.
"Silahkan menyanyikan lagu Nyan cat dengan pose kucing juga menari selama 5 menit" lanjut Machi.
"Waiii" seru Alluka bahagia.
"…." Kalluto mah, datar aja tuh muka, sedater papan.
NYAN NYAN NYAN NYAN NYAN NYAN NYAN NYAN NYAN NYAN NYAN~
Alluka pun langsung membuat tangan kucing dan menari juga menyanyi dengan imut membuat semuanya berteriak `kawaii~' sementara Kalluto cuma gak ada expresi nyanyi dan nari tapi imut juga sih.
Okelah,lanjutlah ke ronde berikutnya.
SIAPA RAJANYA! (ronde kelima)
Baiklah, kali ini Alluka.
"Coba kulihat, nomor 5,1 dan 7 harus pergi bersama – sama ke ruang ngobrol dibawah dan bernyanyi juga menari lagu Pretty Cure, Max Heart." kata Alluka dengan senyum.
"Wah…" ucap Gon.
"WHAT THE CELL!?" ucap Kurapika ngamuk. Author sensor dikit katanya.
"Err, aku juga!?" ucap Komugi setelah diberi tau nomornya oleh Alluka.
Tampaklah Gon itu nomor 5, dan Kurapika itu nomor 7 juga Komugi nomor 1.
Akhirnya Kurapika dan Gon juga Komugi pun pergi ke ruang ngobrol dibawah dan lega banget mereka, gak ada orang disitu.
"Yah, lebih baik kita selesaikan ini secara langsung" Jawab Kurapika.
Saat mereka melakukan perintah dari sang raja, mereka tidak tau kalo Killia (sang OC author) dateng dan memanggil Killua, Kuroro dan Meruem untuk pergi ke ruang ngobrol.
"Ada apa Killia? Ada sesuatu!?" Tanya Killua.
"Fufufufu, siapkan hp kalian semua buat merekam" ujar Killia juga membawa tape recorder.
"Ada paan sih!?" Kuroro juga bingung.
"….." Meruem hanya diam saja tapi dia bawa juga hp dia dan udah diset buat ngerekam.
"Ini dia!" kata Killia sambil ngebuka pintu dari ruang ngobrol.
Ketiga cowok itu langsung shock ngelihat pacar mereka semua nyanyi dan menari lagu Pretty Cure.
Ketiga cewek – cewek itu pun masih asyik nyanyi dan menari, gak sadar kalo ketiga cowok ntu langsung dengan sigap merekam semua aksi mereka, termasuk Killia.
"Futari wa~ Pretty Cure aa-" Ketiganya menoleh dengan pose imut dan-
Akhirnya menyadari kehadiran pacar mereka.
"Aaaaaaaaaahhh~" Ketiganya pun langsung shock dan mangap, ketahuan deh.
"Ah" Ketiga cowok itu pun langsung sigap nyimpan hp mereka sementara Killia uda ngeloyor pergi.
Hening deh, detik-detik pun berlalu sebelum..
Clap, Clap, Clap, Clap
Ketiga cowok ntu tepuk tangan, ngebuat ketiga cewek itu blushing parah.
"P- PERGI KALIAN!" Teriak Kurapika yang ngebuat seluruh orang terkejut dan hampir dapat sakit tuli mendadak.
"Siapa yang buat perintah gila ini!?" Tanya Kurapika dengan tatapan membunuh. Berasa malu banget.
"Ok, lanjut ke yang berikutnya" ucap Bisuke santai.
SIAPA RAJANYA! (ronde keenam)
Gon jadi raja
"Yosh, coba kulihat, nomor 2 dan nomor 4 - " Gon berhenti, pengen tau siapa nomor 2 dan 4
Komugi angkat kertas dengan Shizuku.
"Keduanya harus pergi membeli minum untuk semua orang dan pake duit sendiri" lanjut Gon.
Akhirnya, keduanya pun pergi buat beli minum di mesin minuman kaleng setelah dapet pesanan yang lainnya.
"Shizuku, kamu ada uang gak!? Uangku sepertinya gak cukup" keluh Komugi.
"Ah, sepertinya duitku gak cukup juga. Kita perlu duit buat apa?" Tanya Shizuku, cepet amat nih anak lupa ingatan.
Killia pun mulai berbaik hati, dengan membuat Meruem dateng sebagai penyelamat.
"Komugi? Apa yang kamu lakukan disini!?" tanya Meruem.
"Eh, Meruem. Ini- itu" Komugi masih malu, akibat kejadian pretty cure tadi.
"Hm, kamu disuruh dari pelayan ama mereka buat beli minum!?" Kata Meruem dengan marah yang tak tertahankan pas ngeliat kertas belanjaan minumannya di tangat Komugi.
"Eh! Ini Cuma game saja kok!Shizuku,tolong bantu jelaskan" Komugi mulai panik.
"Hmm, oh ya. Kita dapet perintah raja buat disuruh beli minuman kan!?" Shizuku mulai ingat-ingat.
"HAH!? Gw ini raja n Komugi yang bakal jadi ratu! Napa dia mesti ikut perintahnya, HAH!?" waduh, Meruem uda mulai ngamuk.
"Hanya game. Ini hanya game!"
Akhirnya dengan susah payah, Komugi dan Shizuku pun bisa ngejelasin. Jadilah Meruem yang bayar ntu minuman kaleng dan ngebawanya.
Untung aja Meruem enggak marah. Yah, lanjut ke gamenyalah, setelah istirahat sebentar untuk meminum minumannya masing-masing.
Kali ini author mau singkatin. Authornya musti ngerjain tugas soalnya.
XXXXXXXX
"Shalnark!"
Shalnark pun ngelihat Shizuku datang ke tempatnya.
"Eh, ada apa!?" Seru Shalnark kaget.
"Eh, aku mau ngapain yah!?" Shizuku sudah lupa ingatan yang ngebuat Shalnark jadi sweatdrop sebelum gubrak dengan suksesnya.
Wew…
XXXXXXX
*BRAKK*
"Waduh, ada apa nih!?" Tanya Killua, ngeliat Kurapika yang banting pintu dengan kasar kemudian sweatdrop.
"Eh? Kurapika!?" Kuroro mulai mangap, ngeliat penampilan Kurapika sekarang.
"Kuroro… Dengan kekuatan bulan, aku akan menghukummu!" ucap Kurapika blushing dengan pose Sailor Moon, lengkap dengan kostumnya.
Hening
"Hukumlah aku" ucap Kuroro dengan spontan.
Kurapika pun langsung pergi, tak lupa dengan banting pintu lagi sementara Meruem ama Killua mikir ` Si Kuroro/ Kuroro senpai itu M!?'
XXXXXXXXXX
"Killua!" kali ini Gon datang dan duduk berhadapan dengan Killua.
"Eh, ada apa lagi, Gon?" ujar Killua bingung.
"Ne, Killua. Apakah kita akan selalu bersama?" ujar Gon dengan mata memelas.
"WHATS!" Meruem ama Kuroro pun jadi shock.
"A- Apaan ini. Tiba-tiba mengatakan hal seperti itu" Killua pun kaget dan panik.
"Kita akan selalu bersama kan!?" ulang Gon lagi, menambah binar (?) cahaya di mata memelasnya.
"Te- tentu saja kita akan selalu bersama! Apapun yang terjadi, kita pasti akan selalu bersama!" ujar Killua dengan serius dan memegang tangan Gon.
"Killua~"
"Gon~"
"Woi- Woi! Kalian berdua itu umurnya 13 dan 12 taun kan!? Ini tuh adegannya uda mulai bahaya tauk!" kata Kuroro sambil misahin mereka berdua beserta dengan Meruem.
"NNNNNNNNNNNNNOOOOOOOOOOOOOO~" Killua dan Gon protes, tapi gak dihiraukan ama senpai-senpai ntu.
XXXXXX
"Zushi!" Kali ini malah Alluka.
"Eh Alluka san? Ada apa!?" tanya Zushi.
"Aku ini manis enggak!?" tanya Alluka tiba-tiba.
"Eh!?" Zushi mulai melongo.
"Zushi? Bagaimana menurutmu!?" tanya Alluka dengan sedikit mengembungkan pipinya.
"M- manis kok. Alluka san emang manis" jawab Zushi malu-malu.
"Oh, Nanika bagaimana!?" Alluka tiba-tiba memanggil saudara kembarnya, Nanika yang dibawa oleh Killia secara diam-diam.
"EEEMMMAAAKKKKKK!" Zushi mengeluarkan kata wasiat (?) terakhir sebelum pingsan dengan mulut berbusa pas ngeliat Nanika.
XXXXXXXXX
"Hei, Feitan"
"Hm?" Feitan yang lagi membaca pun melihat Kalluto di depannya.
"Ada apa!?" tanya Feitan.
"Kamu itu… emo" ucap Kalluto datar.
"Hah!?" Feitan pun mulai kaget sampai ngejatuhin bukunya.
Kalluto pun berbalik sebelum melihat balik Feitan dan dengan senyuman berkata "tapi aku suka" sebelum pergi ninggalin Feitan yang masih bingung plus mukanya mulai memerah.
XXXXXXXXXXX
"Oh Phinx. Disini kamu rupanya" kata Machi.
"Ya, ada apa sih!? Tumben nyari gw. Ada masalah ama Hisoka?" tanya Phinx, begitu melihat Machi.
"Hm, tiada maaf dariku" ujar Machi.
"Apa yang- BWAH!" seru Phinx kesakitan.
Ternyata, Phinx telah ditampar oleh Machi. Dengan- segepok lembaran duit.
"Mission Complete" senyum Machi mengembang sebelum pergi sambil memeriksa duitnya, takut rusak.
"Paan sih! Napa gw malah ditampar ama duit!? Mending ngasih gw duitnya daripada ditampar!" gerutu Phinx dengan kesal sambil mengusap pipinya yang merah.
XXXXXXXX
"Ada perlu apa?" Tanya Kite setelah melihat Bisuke.
"Kite-sensei. Aku menantang Sensei untuk duel!" kata Bisuke.
"Ohh! Menantang nih jadinya" ujar Kite dengan aura hitam.
"Hmph! Tentu saja" kata Bisuke dengan sinisnya.
DUEL!
"Oke! Aku mulai duluan! DRAW! Aku pasang monster dalam posisi bertahan dan taruh satu kartu trap! Giliranku selesai" kata Bisuke.
"Baik! Aku draw! Aku pilih monster Archfiend Soldier dengan atk 1900. Juga menggunakan kartu Spell united we stand dan aku equip ke monsterku! Jadi monsterku punya atk 2700. Aku serang monster bertahanmu itu!" kata Kite.
"Eits, aku aktifkan kartu trap, mirror force! Monstermu musnah!" Bisuke pun tertawa dengan evil like.
Woi- Woi –Woi, napa ini malah meleset jadi ke Yu-Gi-Oh pula!?
XXXXXXXX
Wah gak terhitung deh perintah gaje yang dilakukan di malam itu hingga esok pagi.
Wew, pantes aja semuanya pada punya muka sepet. Gak bisa tidur mereka soalnya terus- terusan diganggu dalam perintah gaje dari permainan siapa rajanya mereka. Jadilah mereka hanya bisa merutuk dalam hati.
Yah, melihat semuanya seperti itu. Sepertinya authornya bakal berbaik hati dikit, ngebuat mereka akan jadi segar bugar di chapter mendatang. Jadi karena itu, nantikanlah chapter berikutnya, ya!
Review
Ailasca-chan(chapter 6): Akhirnya chapter berikutnya dibuat juga. Setelah diam-diam curi waktu buat ngetik. Semoga menghibur ini chapter.
Guest (chapter 6) Iya, mereka emang sangat harmonis. Uda lanjut nih, dengan susah payah.
chiimao13(chapter 6) Haha, gpp. Lambat lebih baik daripada tidak sama sekali. Yah, uda lama juga sih pengen ngebuat fic yang gaje n ada humornya. Senang banget bisa menghibur, warnet itu juga favoritku sih. Ah, jadi pengen juga ngeliat fan artnya. Oke, chapternya sudah update, selamat menikmati.
