Masa 8- Pantai

"EEEEEEEEEAAAAAAAAAAAAAA~!"

Teriak seluruh murid, guru-guru dan kepala sekolah setelah mereka memulai darmawisata di pagi hari (akhirnya mulai juga) dan mulai berteriak ketika melihat pantai.

"Baiklah, kita sarapan dulu sebelum kita mulai bersenang-senang di pantai" ucap Wing-sensei dan kemudian disambut oleh seluruh siswa siswi ninju udara yang mendatangkan topan.

Akhirnya, mereka pun pergi makan-makan bersama. Untungnya sih gak ada percakapan gaje ato apa pun. Yah, sesudah makan, mereka pun pergi bersiap-siap untuk ganti baju buat bermain di pantai.

"TIIIIIDDDDAAAAKKKKKKK!"

Yah, teriakan yang super gaje itu datang dari Kuroro. Dirinya saat ini sedang mendapat kemeranaan serta depresi mendadak akibat pemandangan yang menurutnya, merusak suasana.

"Lah, napa teriak-teriak yang gak jelas gitu, Kuroro-senpai?" Killua pun mulai senang secara dia beruntung karena dapat alasan buat bisa kabur dari fangirls gila yang teriak gila-gilaan ngeliatin dia shirtless dan pake celana renang.

"Kenapa! Kenapa, Kurapika! Kenapaaa~" Kuroro pun mulai berlinangan air mata dan akhirnya berpose layaknya romeo yang kehilangan julietnya di depan Kurapika yang menatapnya dengan tatapan aneh.

"Napa sih elo? Uda mulai gak waras, emangnya!?" Kurapika pun mulai berdecak kesal.

"Yah, kenapa, kenapa kamu pakai baju seperti itu!" Kuroro langsung kesel dan nunjuk Kurapika.

Wah, Kurapika saat ini malah memakai kaus beserta jaket dan memakai celana pendek selutut.

"Apa salahnya!?" Kurapika pun mulai heran.

"Pakai bikini,napa! Aku bahkan uda siap-siap bawa kamera dengan kualitas terbaik yang bahkan punya lensa yang begitu bisa di zoom dengan kualitas terkini juga. Jadi sia-sia nih!" Kuroro menggerutu sambil nunjuk perlengkapan kamera bintang lima (?) andalannya.

BUAGH! PLAK! GRADAK! KOMPRYANG! MBEEKKKK (?)!

"Sialan lo! Mati aja sana!" Kurapika pun mulai malu dan ninju Kuroro. Meruem mah, hanya nutup mata Killua dan mengatakan "Anak kecil gak boleh melihat adegan kekerasan ato KDRT"

"Jiagh! Kalo gitu mah, harusnya mata Zushi yang ditutup. Bukan gw!" ucap Killua kesal, gak bisa ngeliat keadaan senpainya itu.

"Keadaan Kuroro ntu uda tragis. Jadi mending gak usah diliat" ucap Meruem.

"WHATS!?" Killua jadi shock dan kemudian diam saja juga membiarkan Meruem ntu nutup matanya.

"Waduh, ada apaan nih!?"

Cepet-cepetlah Killua langsung nepis tuh tangan Meruem, soalnya Killua yakin banget itu suara Gon. Dia pun menoleh ke arah suara dan-

"Ah, Killua~" Gon pun menyapa kekasihnya dengan manisnya

"Gon, WOW!" Killua pun mulai kagum.

Gimana enggak, Gon saat ini malah memakai bikini hijau dengan frilly putih di sekitar dan rambut Gon pun diikat dengan setengah ponytail.

"M-Manis sekali" ujar Killua sebelum nyuri kamera bintang lima (?) Kuroro dan make buat motret Gon.

Ternyata, gak cuma Killua yang menikmatinya.

"Ah~ Gon-chan kelihatan manis sekali" ujar Hisoka sambil menjilat bibirnya.

"Hiiiiiii" Langsunglah bulu kuduk Gon pun berdiri, merasa takut dan jijik.

"MATI LO, KEPALA SEKOLAH BREGSEK!" Killua pun langsung menghajar Hisoka tanpa ampun.

"Waduh! Sakit! Ampun!" Hisoka pun mulai nutup muka biar gak dijotos ama Killua.

"Buset dah, percuma banget gw tutup matanya. Kouhai gw rupanya sudah terlibat dalam adegan kekerasan juga" ujar Meruem yang saat ini sedang bersama Komugi yang sudah ganti baju juga.

"A-Ambulans, please" Kuroro yang dilupakan dan lagi sekarat, mulai pingsan setelah mengeluarkan wasiat (?).

Akhirnya, semuanya pun pergi untuk bermain dengan senang di pantai.

"Rasakan ini!" seru Killua sambil menyiram air ke Gon.

"Oh ya! Gak akan kubiarkan!" Gon pun balik menyiram air ke Killua.

"Ha! Terima ini, Kak Gon!" Alluka pun ikutan, gak mau dipinggirkan.

"….." Kalluto cuma diam dan nyiram diam-diam aja. Gak kena siapa-siapa dan gak berniat nyiram siapa-siapa.

"Wah-wah, mereka terlihat senang sekali" ujar Kurapika.

"Napa kita gak bisa kayak mereka" ucap Kuroro yang sudah di treatment.

"Gak bakal terja-"

SPLASH!

"Ah, Kurapika senpai, maaf" ujar Killua, gak sengaja nyiram senpainya.

"Oi.." Kurapika pun diam dan mengeluarkan aura hitam di sekelilinya yang membuat Kuroro perlahan-lahan mundur.

"Eh!?" Seru keluarga Zaoldyeck dan Zaoldyeck to be (alias Gon)

"TERIMA INI!" Kurapika pun langsung mengeluarkan bazooka air dan menembak kouhainya dengan dahsyat penuh pesona(?)

"WUOOOO! KEREN!" Killua bener-bener takjub, untungnya sempat dia hindari tuh serangan, meski basah juga akhirnya.

"Kurapika! Itu curang!" Gon pun mulai bener-bener basah banget

"Serbu!" Alluka pun coba nyiram Kurapika juga.

"…" Kalluto mah, cuek aja.

"KENA KALIAN!" ucap Kurapika dengan seringai, (agak sadis ya)

Kuroro hanya diam aja, ngeliat Kurapika yang bener-bener have fun ama kouhainya ngebuat dia down banget. Napa tuh Kurapika bisa bersenang-senang ama kouhainya tapi dia gak bisa.

Killua yang sadar kalo senpainya lagi down pun jadi nyiram senpainya juga.

BOOOM!(?) JRASH! CEPASSHH! OWAKH (?)!

Ternyata, Killua nyiramin Kuroro memakai bazooka airnya Kurapika.

"WOOOIIIII! NGAJAK PERANG NIH!?" ucap Kuroro kesal.

"AYO!"

Perang bazooka air pun dimulai di laut.

Mereka pun entah gimana bisa punya bazooka air masing-masing. Perang Zaoldyeck (minus Kalluto) vs Lucifer pun dimulai! Beserta dengan to-be nya (alias Gon dan Kurapika)

"RASAKAN INi! PENGENDALI AIR!" ucap Gon sambil nembak bazokaanya.

"HINDARAN ROKET AIR!" Kurapika nembak bazokaanya menghadap bawah, ngebuat dia terbang dari tekanan hair membuat dia bisa hindarin jurusnya Gon.

"JURUS OMBAK HUJAN!" ucap Alluka yang nembak bazookanya ke atas, nyiptain ombak hujan yang wauw, lumayan sakit kalo kena kepala.

Mata Kuroro berkilat. "JURUS PAYUNG MANCUR!" Kuroro naruh bazookanya dibawah dan tembak ke atas, nyipatin air mancur yang jadi pelindung jurus Alluka.

"JURUS MENYELUBUNGI DENGAN AIR!" Killua nembak bazookanya di laut yang ngebuat serangannya tidak terlihat, berhasil mengenai Kurapika dan Kuroro

Epic sekali pertarungan ini. Bahkan semuanya sampai mengira kalo ada bom atom jatuh ke laut berkali-kali.

"YAKISOBA GUEE!" Shalnark jadi merasa sakit, ngeliat mienya yang basah. . Belum dia cicipi lagi.

"TSUNAMI DATANG!" Seisi pantai kena ombak dari serangan bazooka.

"HUJAN IKAN!" Serangan bazooka tersebut pun bisa juga buat ikan berterbangan ke darat. Wu-huu! Lauk gratis.

"HUJAN ORANG!" Murid-murid dan guru-guru yang di laut pun ikutan berterbangan.

Perang dunia air pertama pun telah terjadi hari ini.

"KALIIIAANNN…" Suara seram Palm-sensei bagaikan Sadako pun mulai bergema.

"BENAR-BENAR" Kali ini Bisuke.

"PEMBUAT MASALAH" Sekarang Wing-sensei dengan senyum yang dingin

"BESAR" ucap Kite.

Perang dunia air pertama pun telah berakhir.

"Bla-bla-bla, bla-bla" Ceramah non-stop dari Wing-sensei juga lainnya pun membuat sang pemain bazooka mulai nunduk dan tak berdaya di hadapan ceramah senseinya..

Yah, balik lagi ke liburan.

"Che, lagi seru-serunya. Ganggu saja" Desis Killua dengan kesal.

"Sudahlah Killua" Gon pun mulai mencoba menghibur kekasihnya.

Tiba-tiba, Gon melihat sesuatu yang menarik.

"Ah Killua! Lihat, ada lumba-lumba" ucap Gon sambil menunjuk arah utara.

"Eh? Mana!?" Killua pun coba nyari sosok lumba-lumba.

"Itu! Lumayan jauh sih! Ayo!" seru Gon sebelum berlari untuk melihat lumba-lumba lebih dekat.

"Ah! Tunggu!" Ucap Killua sebelum ngejar Gon.

Alluka dan Kalluto pun kemudian melihat mereka berdua.

Di pikiran Alluka dan Kalluto:

Killua pun mengejar Gon yang berlari. Keduanya berlari dalam slow motion.

"Waii~ Tangkap aku Killua~" Ucap Gon sambil berlari dengan senyuman.

"Tunggu! Pasti kutangkap kamu~" Killua pun mengejar Gon dan menambah kecepatannya.

"Ah!" Seru Gon terkejut, Killua berhasil menangkapnya.

Dengan setting matahari terbenam. Gon yang blushing dengan Killua yang memeluk Gon dari belakang mulai tersenyum lembut.

"Akhirnya aku menangkapmu" ucap Killua, menatap Gon dengan intens.

"Dan aku milikmu" ucap Gon sambil melihat Killua dan tersenyum..

"ROMANTISSNYAAAAA!" Alluka juga Kalluto mulai teriak ala fangirl, setelah ngebayangin ini scenario.

Yah, meski gitu. Harapan selalu beda jauh dari kenyataan.

Keadaan Gon dan Killua saat ini:

"Lihat Killua! Lumba-lumbanya ada banyak!" Ucap Gon, masih berlari.

"Iya benar. Mau berenang bersama mereka!? Ucap Killua, masih ngejar Gon.

"Ayo!" Seru Gon semangat sebelum berenang dan diikuti oleh Killua.

Beda banget ama scenario Alluka dan Kalluto.

"Uwaa~ Lucunya~" Gon pun berenang dengan bahagia, dikelilingi oleh lumba-lumba (yah, Gon itu kan pecinta hewan)

`Malah kamu yang lebih lucu' Pikir Killua sambil senyum dan melihat Gon yang berenang dan dikelilingi lumba-lumba.

"Mirip sekali" ucap Killua langsung.

"Mirip apa?" Tanya Gon.

"Kamu sekarang mirip putri duyung" ujar Killua.

Gon mulai blushing, mendengar kalimat itu dari Killua.

"Dasar.." ucap Gon malu-malu.

Killua mah, cekikikan aja. Agak seneng juga ngeliat tuh muka malu-malunya Gon. Imut abizz.

Yah, coba kita lihat Kuropika sedang apa.

Saat ini Kurapika pun makan es serut dengan rasa lemon sementara Kuroro makan es campur.

"Hm, kamu yakin gak mau berenang?" tanya Kuroro pada Kurapika.

"Hanya karena kita ada di pantai bukan berarti harus berenang kan?"ucap Kurapika.

"Jadi kamu bakal habisin waktu seharian hanya buat makan es serut saja!?" Tanya Kuroro.

"Enggak lah. Bakal sakit perut aku kalau begitu" ucap Kurapika.

"BALIKIN ITU KE LAUT SEKARANG JUGA!"

Kurapika dan Kuroro spontan menoleh ke sumber suara. Langsunglah mereka kaget, melihat ada ikan hiu disebelah Gon dan Killua.

"GON!" Kurapika mulai panic, gak sengaja numpahin es serutnya.

"KILLUA!" Kuroro juga mulai pucat mukanya.

Bagaikan kedua orang tua yang melihat dua anaknya dalam bahaya. Spontan mereka berdua langsung ke arah kouhai mereka dengan melebihi kecepatan suara alam (?)

"Gon! Berenang ke tepi pantai cepat!" Kurapika langsung gak mikir pakai otak sekarang. Uda super panik soalnya.

"Killua! Bawa Gon pergi keluar dari laut sekarang juga!" Perintah Kuroro dengan tegasnya.

Mereka berdua pun pergi ke sisi pantai tapi hiunya malah dibawa.

"WOOOIIII!" Background shock dari lukisan Vincent Van Gogh pun muncul di Kurapika dan Kuroro.

"EH DIEM NAPA!? TELINGA KITA SAKIT TAUK!" Killua mulai kesel.

"Berisik! Napa tuh hiu dibawa!" Umpat Kuroro dengan kesel juga.

"Habis hiunya terluka. Grup lumba-lumba itu ngejagain hiu ini soalnya" ujar Gon yang dibantu Killua nyeret hiunya.

"Gon- itu bahaya. Gimana kalau kamu dimakan!?" seru Kurapika.

"Ah, gak bakal. Lagian, kasihan Hiu-san. Aku ingin merawatnya" ucap Gon.

"Hiu-san!?" Ucap Kuroro dan Kurapika berdua.

"Gon yang beri ntu nama" Ucap Killua sambil menghela nafas.

"Tenang saja Hiu-san. Aku akan merawatmu" senyum Gon sambil ngelus-ngelus Hiu-san.

"Che, napa bukan gw" Rutuk Killua yang cemburu.

"Sudahlah, mending bantu obati hiunya saja." Ucap Senritsu-sensei.

Dengan gotong royong yang menggotong (?) hiunya. Akhirnya sang Hiu-san berhasil diselamatkan. Meski Gon agak merasa sedih harus melepaskannya.

"Sudahlah, relakan saja" Ucap Killua dan dalam hati mengatakan `Cepat pergi sana!'

Gon akhirnya bisa merelakannya juga, setelah beberapa ucapan doa dan berkat dari sang Author pencipta fic ini ke Hiu-san.

"Yah, biar moodmu jadi baikan, bagaimana kalau kita main game memecahkan buah semangka?" ujar Killua.

"Baiklah" kata Gon sambil sedikit tersenyum.

Saat mereka sudah menyiapkan peralatan dan melihat semangakanya-

"Eh? Apa-apaan ini!?" Tanya Killua.

"Hum!? Ada apa!?" Tanya Meruem.

"Kita harusnya main game memecahkan buah semangka, bukan!?" Tanya Killua yang sekarang lagi nutup mata Gon.

"Iya" Ucap Meruem singkat.

"Terus senpai, apa ini terlihat seperti semangka buat senpai!?" Ucap Killua sambil menunjuk buah kelapa dan kepala (?).

"Bodo amat" ucap Meruem dengan singkat, lagi.

"Terus, ini orang kan? Yang dikubur hingga kepalanya saja yang visible. Siapa ini!?" Tanya Killua sambil nunjuk kepala orang asing tersebut yang lagi berteriak minta tolong.

"Orang terendah dari yang paling rendah" jawab Meruem dengan mengepalkan tangannya.

"Apa dia orang yang mengganggu Komugi?" Tebak Killua.

"…Hmph" yah, tebakan Killua benar.

"Jadi main?!" Tanya Meruem sambil mengibaskan tongkat pemukul dengan melebihi kecepatan di atas rata-rata manusia. Killua pun tahu kalau Meruem senpai uda kesel banget dan sang korban kepala(?) sudah mulai pucat pasi melihat amarah Meruem.

"Etto, kayaknya enggak deh" Killua mulai jalan mundur dan masih menutup mata Gon, mulai membawa Gon pergi dari situ.

"Baikalh" Meruem pun langsung menyeringai, membuat sang kepala(?) nangis dengan horrornya.

"Akan kuberikan kesakitan yang lama dan panjang sekali"

Lebih baik diskip saja yah….

"Ayo kita makin voli pantai saja" Ujar Killua sambil ambil bola voli.

"Eh!? Kenapa!? Bukannya kita awalnya niatnya main game memecahkan semangka!?" ujar Gon bingung.

"Enggak jadi, itu berbahaya" kata Killua.

"Hm? Bahaya gimana!?" Tanya Gon karena matanya terus ditutup Killua dari awal tadi.

"Yah, kita main dengan orang-orang yang free saja deh" ucap Killua.

"Tapi nampaknya semua orang lagi sibuk" ucap Gon yang dengan melihat sekitar, banyak yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

"Karena itu kita cari mangsa random saja" ucap Killua.

"Eh!?" Tanya Gon, tidak mengerti.

"Seperti ini! YOSHA!" Killua pun mulai melempar bola volinya jauh-jauh.

"Eh!? Dilempar kemana tuh bola!?" Gon mulai kaget plus panik.

"Mangsa random" ujar Killua sambil menyeringai.

Bola volinya pun terus melambung dan mengenai Uvogin yang lagi menghancurin istana pasir orang.

"Aduh! Pergi sana!" Bola pun kembali dilambungkan.

Berikutnya melambung jauh ke Kite yang lagi bersantai.

"Apaan nih!?" kembalilah melambung bolanya.

Kemudian dilempar kembali bolanya ke Machi yang lagi shopping. Lalu dilempar mengenai Pokkle yang lagi minum juice, dilempar lagi ke Kurapika yang lagi asyik baca buku, melempar bola dengan amarahnya ke Uvogin yang melempar juga jauh ke dasar laut.

Dari laut pun bolanya dibawa gerombolan ikan tuna, sebelum akhirnya terbawa arus laut dan akhirnya ke gerombolan kura-kura laut. Kemudian mengenai lumba-lumba dan akhirnya sampai ke daratan.

Bolanya jatuh di rumah nya Meruem, tepatnya istana. Awalnya dimainin ama Pitou sebentar sebelum Youpi marahi dan suruh Pitou balik ngejain tugasnya. Youpi lempar tuh bola dan mengenai Shaiapouf yang dengan dramatisnya dan lebaynya melempar bola jauh ke- Zaoldyeck estate.

Dari Zaoldyeck estate, bolanya mendarat ke Mike yang dilempar ke Kanaria, membuat Kanaria melempar bolanya ke Gotoh dan Gotoh pun menendang bolanya ke Zeno yang kebetulan jalan-jalan, akhirnya ke Kikyo yang lagi minum teh sendirian sebelum ke Illumi yang lagi mau masuk rumah dan Silva yang nagkep bolanya dan dibuang jauh-jauh.

Jauh bolanya lagi melambung sampai kembali ke pantai. Kali ini di tangan Shalnark sebelum ke tangan Bisuke dan kemudian Hisoka dan akhirnya-

Kembali ke Killua.

"Hebat kan!? Bolanya balik lagi" seringai Killua.

"Kok bisa yah!?" Gon pun mulai garuk kepalanya dengan bingung.

"Gak ada yang mustahil di fic ini" ujar Killua.

"Hoo~" Gon pun mengganggukkan kepalanya.

"Bosan juga yah" kata Gon kembali.

"Gimana kalau ngumpulin kerang saja!?" usul Killua.

Akhirnya KilluGon ini pun mencari kerang di antara pasir-pasir pantai.

"Lihat Killua~ Ada banyak sekali kerang disini" kata Gon sambil memperlihatkan beberapa kerang cantik.

"Wah bagus. Aku malah gak dapat kerang sama sekali" ucap Killua.

Gon hanya bisa shock. Yah, gimana enggak? Yang Killua dapat itu malah harta karun pula, ada sumur oli lagi!

"Killua, ini mah sudah menakjubkan namanya" ucap Gon takjub.

"Masa!? Ini mah terlihat seperti sampah bagiku" Wajah lah, Killua itu kan tajir amat.

"….." Hening, mungkin Gon perlu banyak waktu untuk lebih mengenal hidup Killua sebelum dia hidup di diunia sperti itu.

"Kamu mau!? Silakan saja" Ujar Killua yang memberikan harta karun juga oli sebagai mas kawin(?) untuk Gon.

Gon pun hanya bisa diam saja menerima mas kawin(?) tersebut yang sudah dibayar lunas (?) tanpa tersisa sedikit pun. Jenjang perkawinan (?) pun sudah didepan mata, bahkan ada bunyi lonceng perkawinan (?) mengiringi suasana dari awal penyerahan mas kawin (?) tersebut.

DING DONG DING DONG

Iya, loncengnya berbunyi seperti itu dan tunggu-,kenapa ada bunyi lonceng di pantai!?

Sontak Gon dan Killua pun menengok Kalluto yang membunyikan lonceng dan Alluka menyebarkan kelopak bunga mawar. Membuat pasirnya jadi dipenuhi kelopak bunga.

"A-Apa-apaan nih?" Gon mulai semakin bingung.

"Persiapan upacara pernikahan?" jawab Alluka dengan polosnya.

"APA!?" Gon mulai kaget. Mendadak sekali.

"Kalian, bercandanya jangan kelewatan lah" ucap Killua.

"Hm? Tapi aku ingin melihat Killua-niisama dan Gon-neesama kawin" ucap Kalluto.

"Aku juga! Aku juga mau!" Alluka pun ikutan dengan senyum manisnya.

Gon jadi blushing parah sementara Killua cuma menghela napas.

"Oke kalian berdua, dengar ya. Suatu saat kita pasti bakal kawin, sekarang kita mau menikmati masa-masa kita dulu" ucap Killua, nyebutin judul nih fanfic.

"Lagipula.." lanjut Killua "Kalo aku dan Gon sudah kawin duluan, kalian gak akan bisa sering-sering main dengan Gon dan aku secara kita berdua bakal lebih selalu bersama"

"Eh.. Kalo gitu aku gak mau kak Gon dan Kak Killua kawin dulu. Aku masih mau main dengan kak Gon dan kak Killua" ujar Alluka.

"Hmm, aku juga" ujar Kalluto.

Akhirnya… pernikahan di pantai pun dibatalkan.

"Eh!? Jadi beneran ada niat nikahin kita yah!?" Gon pun mulai salting.

"Sudahlah" ujar Killua,berusaha nenangin Gon.

"Oiii~ Kita ada buat bbq nih! Ayo kouhai!" panggil Kuroro.

"BBQ siang-siang gini!?" tanya Killua.

"Tidak apa apa kan? ayo Killua. Aku agak sedikit lapar" ucap Gon.

"Baiklah" seru Killua sambil senyum dan akhirnya ngumpul berserta dengan yang lainnya.

Oke, tunggulah chapter berikutnya

Review

PrimPrincessa (chapter7) Haha. Makasih, sekarang update juga.

Ailasca-chan(chapter 7) Haha, sama juga dan yah sudah pasti ciumnya di bibirlah XD. Ok, akhirnya update jg ^^ Yeey~

mari (chapter 1) Panggilnya Raven saja. Terimakasih sudah terus-terusan baca fanficnya

mari (chapter 7) Ngerti banget. Di dunia maya yah gak peduli tapi di realita musti peduli. Sekarang akhirnya sudah update lah, terima kasih banyak atas reviewnya. Review itu sudah jadi dorongan buat saya updating fanfic soalnya.

Michelle (chapter 7) Yah, authornya bisa buat fic gaje kalo lg stress. Karena sekarang pas buatnya agak stress, yah . Moga chapter ini menghibur. Thanks ^^V