Chapter 9- Uji Nyali

Setelah kejadian di pantai, mendadak malam terjadi. (Walah, skipnya terlalu panjang). Di malam ini , Hisoka pun membawa seluruh murid dan guru ke dekat hutan.

"Baiklah. Saatnya uji nyali akan dimulai!" Ucap Hisoka dengan suara horror dan menyalakan senter di depan muka.

"BAAZZEEENNGGG! ADA BADUT JADI-JADIAN!"

"ADA JOKER HORROR!"

"EMAKKK!TOLONG GW!"

"SELAMATKAN DIRI MASING-MASING!"

Wah, uji nyali belum mulai malah horror yang uda mulai.

"WOI! SEMBARANGAN KALIAN SEMUA!" Hisoka pun mulai ngamuk dengan gajenya dan lebaynya.

"Sudah deh! Napa elu mendadak ngumpulin kita semua buat uji nyali?" ucap Killua dengan bosan.

"Yah, biar seru saja dan kemungkinan bakal ada lahirnya pasangan baru" ucap Hisoka sambil ngelirik-lirik Machi yang mulai merinding.

"Cih, kepala sekolah gila" ucap Killua dengan judesnya.

"Hmm, sepertinya uji nyali ini bakal jadi gila" tambah Kuroro.

"Entahlah" Sahut Meruem.

Yah, yang pasti, semua pun akhirnya dipaksa untuk melakukan uji nyali tersebut.

Pasangan pertama: Shalnark dan Shizuku

Akhirnya kedua pasangan ini pun berjalan masuk ke hutan dengan bergandengan tangan. Sudah diberi senter dan di jalurnya ada penunjuk jalan yang disiapkan.

"Ini hutan angker gak sih?" Tanya Shalnark

"Hmm, sepertinya iya" ujar Shizuku balik.

Baru sedetik Shizuku ngomong itu, tiba-tiba ada suara bergaung yang cukup menakutkan.

`GRAWOOOO'

Bulu kuduk kedua pasangan ini langsung berdiri.

"Eh, set dah! Apaan tuh? Hantu yang bergaung (?)?" Shalnark mulai kaget.

"Err, binatang liar ya?" Shizuku pun mulai agak ketakutan juga.

`GOOOORRRROOOONNGGGGG'

Kali ini suaranya lebih keras juga lebih aneh pula

"Eh, mending kita cepet selesain dan kabur ya!" ucap Shizuku dengan panik

"Iya! Bener!" Shalnark langsung mengiyakan dan cepat-cepat pergi bareng Shizuku.

Sebenarnya di tengah hutan:

"Wah, kamu itu rupanya gak ada bakat main musik, Killia" ujar Kallua yang ngeliat Killia main terompet.

"Berisik Kallua-niisama! Aku pasti bisa" kata Killia sebelum mainin terompetnya lagi.

`GOOOORRRROOOONNGGGGG'

"Waduh, ini mah suara monster" ucap Kallua yang mendengarkan dengan khidmat (?) sambil sweatdrop.

"Diam lu!" Killia mulai membentak Kallua.

Balik lagi lah ke duo pasangan itu yang sekarang sudah berkumpul dengan semua orang.

"Seriusan! Ini hutan angker" ujar Shalnark ke danchounya.

"Masa!? Gak mungkin lah" ujar Kuroro dengan santainya.

"Benar- benar menakutkan" ujar Shizuku

"Tenang-tenang" Kurapika pun mencoba untuk menghibur Shizuku.

"Kalo danchou bilang gitu, kenapa danchou gak coba masuk saja?" usul Shalnark

"Boleh saja" kata Kuroro.

Pasangan kedua: Kuroro dan Kurapika.

"Hmm, mungkin itu hanyalah fenomena alam saja" kata Kurapika.

"Mungkin saja ya" ujar Kuroro balik.

"Yah, mungkin apa yang didengar Shalnark dan Shizuku itu bunyi yang dikeluarkan dari bamboo yang berlubang. Seperti itu kali ya?" ucap Kurapika sambil memikir ala detektif.

Tiba-tiba…

Terdengarlah bunyi piano.

"He!? Suara piano di hutan begini?" Kuroro pun mulai heran.

"Lagu ini? Moonlight Sonata?" ujar Kurapika setelah mendengar melodinya.

"Moonlight?" Kuroro pun mulai melihat langit dan mendapati full moon diatas. Yah, gak ada hubungannya kan?

"Indah sih tapi, siapa yang main moonlight sonata di hutan ini?" ujar Kurapika bingung tapi terhanyut oleh melodi yang dimainkan itu.

"Entah. Apalagi, gimana bisa ada piano di hutan ini!?" Kuroro bingung tapi menikmati melodi piano itu juga.

Yah, balik lagi di tengah hutan.

"Sial, napa sih Kallua-niisama itu serba bisa" ucap Killia dengan kesal, diam-diam mengakui music yang dimainkan kakaknya itu benar-benar indah.

Selesai Kallua memainkan pianonya yang disulap oleh Killia, Kallua pun hanya menatap Killia.

"Kamu mau main? Atau mau ku ajari?" tanya Kallua.

"Piano aja mah, gampang" ujar Killia, gak mau kalah.

Balik lah ke Kuroro dan Kurapika.

Dengan tenangnya mereka berjalan setelah melodi itu selesai, sebelum ada gangguan.

`DANG DING DENG BANG!'

Kuroro dan Kurapika pun langsung nutup telinga mereka.

"Apaan nih! Tadi suara pianonya udah bagus, kenapa sekarang malah jadi jelek begini!" Kurapika pun mulai kesal karena dia juga suka music klasik.

"Gak ada bakat orang yang main sekarang. Mesti minta ganti ama yang original(?)!" ucap Kuroro dengan kesal juga.

"Gw protes! Ayo kita datangin tuh sumber musiknya!" ujar Kurapika.

"Iya! Setuju" ucap Kuroro juga dengan semangat 64 (?).

Di sisi dimana semua orang nungguin..

"Killua, kenapa Kuroro-senpai dan Kurapika-senpai itu sampai sekarang belum muncul-muncul juga ya?" Tanya Gon yang mulai khawatir.

"Iya juga. Tapi mereka pasti bakal baik-baik saja" ucap Killua, mencoba untuk meyakinkan Gon.

"Bukannya mereka sudah terlalu lama?"ujar Meruem sambil melihat jam tangannya.

"Hmm, apa terjadi sesuatu ya? Jangan-jangan ada masalah!" Neon mulai panic, sempat-sempatnya pengen nelpon bodyguardnya itu buat nyari Kuroro tapi dicegah ama Machi.

"Diam lo. Gw kenal danchou ama Kurapika, mereka pasti baik-baik saja" ujar Machi dengan santainya.

Neon mulai menggerutu

"Kemungkinannya, danchou malah senang-senang saja bareng ama Kurapika. Mungkin mereka sengaja biar bisa berduaan lebih lama" tambah Machi lagi.

Ucapan itu pun sukses membuat Neon kembali menangis jerit-jerit.

"Gak tahan dah, gw dengar tangisan dari si nona manja ini" Killua mulai kesel nih.

"Sudahlah, aku saja yang mencari Kuroro dan Kurapika. Kalian tunggu di sini saja" Ujar Meruem sambil membawa Komugi dan pergi ke hutan.

Pasangan ketiga: Meruem dan Komugi.

Kedua pasangan ini yang gandengan juga, mulai celingak-celinguk nyariin Kuroro dan Kurapika. Komugi pun mulai manggil-manggil.

"Kurapikaaa! Kuroorooo! Dimana kalian!?" panggil Komugi.

~Kemana, kemana, harus ku cari ke mana~

Lagu Ay* T**g- T**g entah kenapa tiba-tiba sukses terdengar di telinga mereka. Keduanya mulai bingung dan merasa aneh. Nyambung pula lagi, emang aneh dah.

"Ini hutan musik atau apa?" Meruem mulai jalan dengan pandangan aneh.

"Gak tau sih. Tapi enak juga, gak sepi jadinya" ucap Komugi yang senang-senang saja. Dengerin lagunya yang masih jalan beberapa menit sebelum berhenti.

"Hm" ucap Meruem singkat, setuju-setuju saja dia sebenarnya.

"Ah" Gak disangka, Komugi kesandung batu.

"Awas!" Untung aja Meruem sigap nahan Komugi.

"Ah , maaf" Komugi mulai menunduk.

"Sudahlah, kamu tidak apa-apa kan?" ujar Meruem yang melihat Komugi

"I-iya" Komugi yang merasa dilihat pun mulai malu.

~Kau begitu sempurna~ Di mataku kau begitu indah~

GLARE

Meruem mulai kesal, bahkan Komugi pun mulai mencoba menelan ludahnya susah payah saking dia bisa ngerasain death glare Meruem sekarang ini.

"Bakal gw bakar hutan ini!" ucap Meruem, masih dengan death glarenya.

KRABASSSHHHH

"Paan tuh?" tanya Komugi dengan bingung. Meruem pun ikutan bingung juga.

Sebenarnya di kedua OC author ini

Setelah insiden piano terkutuk (?) berakhir, Kallua dan Killia pun memutuskan untuk pergi dan denger lagu saja pake radio.

"Mau putar lagu apa?" Tanya Kallua

"Lagu random saja" ujar Killia

"Kok random?" Tanya Kallua, sedikit terkejut. Yah karena adiknya itu selalu pembawa kejutan, jadi dia udah lumayan terbiasa.

"Biar seru aja, kalo lagunya uda diputer, gak boleh ganti ya" ucap Killia sambil mencet tombol play di radio, gak peduli kakaknya tolak ato setuju.

Dan terdengarlah lagu Ay* T**g- T**g menggema dengan dahsyatnya dari radio ntu.

"Yakin gak boleh nukar?" ucap Kallua yang agak sebal juga ama ni lagu.

"G-gak boleh" ucap Killia yang nahan buat enggak ngejotos radionya

Sesudah lagu itu berakhir, keduanya pun menghela nafas lega

"Lagu berikutnya pasti bagus" ucap Killia sambil neken tombol random lagi.

Sekarang malah lagu A***a and the B**kb**e.

"Lagunya bagus sih" ucap Kallua

"Lu ngerti gak maksudnya?" tanya Killia yang tahu kakaknya pasti gak ngerti.

"Enggak, melodinya bagus menurutku" ucap Kallua sambil sedikit geleng kepala.

Killia pun mulai nepok jidat "Sudah gw duga. Kalluanii-sama emang payah"

"Apa maksudmu!?" Kallua mulai kesel.

"Kallua-niisama gak romantic, payah" Killia mulai mengejek kakaknya.

"Apa!?" Kallua mulai kesel.

Killia pun jadi takut. Biasanya kakaknya tuh penurut jadi sering dimanfaatin (diperbudak sebenarnya) tapi kalau uda kesel atau marah. Berharap aja bloodlustnya itu gak keluar, apalagi orang yang kalem pasti bakal terlihat menakutkan kalau marah.

KRABAASSHHH

Hancurlah radio dan juga beberapa pohon di sekitar mereka akibat amukan Kallua sementara Killia pun kabur dengan suksesnya. Mereka pun terpisah.

Balik ke orang-orang yang menunggu.

"Kuroro-senpai sama Kurapika-senpai udah gak balik, sedangkan Meruem-senpai dan Komugi-senpai aja sudah balik. Meski Meruem-senpai nampaknya lagi kesal." ucap Gon dengan sangat khawatir.

"Tenanglah Gon" Killua pun uda kesel juga. Meski dia sangat mencintai Gon, kesel juga dia kalau Gon mengkhawatirkan orang lain selain dirinya.

"Oiii! Alluka dan Kalluto masuk ke hutan!" teriak Feitan sedikit gak jelas karena baju masker(?) miliknya.

"WHATS!" Killua mulai menggila. "ADEK GW MASUK KE HUTAN!? ALLUKA! KALLUTO! JAWAB AKU! DIMANA KALIAN?! KEMBALI KESINI!" Killua mulai teriak-teriak. Sikap coolnya pun sudah runtuh seketika, tak menyangka mereka berdua pergi ke hutan yang angker karena sudah menculik (?) senpai-senpai mereka itu, meski ada beberapa yang sudah balik.

"Dasar brother complex!" Gon mulai kesel ngeliat Killua yang sekarang teriak-teriak sebelum berlari masuk ke hutan juga yang membuat Gon ikutan buat menyusul kekasihnya.

Pasangan keempat: Alluka dan Kalluto

"Hmm, seram juga ya" ucap Alluka, sedikit ketakutan.

"Tenang Alluka-nee." Ucap Kalluto dengan halus.

"Benar, tenang saja"

Suara berat dan horror itu pun membuat Kalluto sedikit terkejut sementara Alluka Cuma tersenyum karena suara itu-

"NANIKA!" ucap Alluka yang kegirangan dan memeluk saudara kembarnya. Kalluto mah jadi diam aja, merasa sedikit kesal akibat ada cinta segitiga(?) .

"Alluka, Kalluto. Sedang apa?" ucap Nanika dengan nada horror seperti biasa.

"Kami lagi jalan-jalan!" jawab Alluka dengan imutnya.

"Ya, aku bosan cuma berdiam diri dan menunggu saja" ucap Kalluto dengan datarnya.

"Oke~ Kita jalan bertiga yah!" ucap Alluka sambil tersenyum

"Baiklah" Kalluto hanya pasrah saja

"Aye~" Nanika pun tersenyum.

Pasangan update keempat: Alluka, Nanika dan Kalluto.

Pasangan kelima: Killua dan Gon.

"ALLUKA! KALLUTO! DIMANA KALIAN!?" Killua pun mulai teriak-teriak make toa sambil berlari.

"Killua! Tunggu~!" Gon pun jadi kesusahan buat ngejar kekasihnya. Agak nyesal juga dia gak bawa toa buat manggil kekasihnya.

Killua pun cuma lari aja dan teriak-teriak manggil adek-adek tersayangnya dan nyuekin Gon yang teriak-teriak juga manggil nama dia. Sayangnya suara Killua yang sudah digabung ama toa sudah menutupi pendengaran Killua, jadi dia gak denger suara Gon.

"Dasar Killua!" Gon mulai kesel karena dicuekin, tiba-tiba dia melihat ada bayangan di sampingnya dan-

KKKYYYYAAAAAAAAAAAAA!

"Gon!?" Killua yang lagi break dalam aktivitas teriak-teriaknya karena suara sudah agak serak pun akhirnya denger juga suara teriakan Gon dari belakang. Ketika dia menoleh ke belakang pun, dia terkejut kalau Gon itu sudah tidak ada. Lenyap tanpa bekas, membuat Killua jadi punya tampang horror.

Killua pun mulai panik, haruskah dia mencari adiknya atau kekasihnya!?

Di waktu yang sama, Kurapika dan Kuroro yang ingin mencari sumber pemain payah piano tadi pun sekarang lagi menghadapi tantangan besar.

Tantangan itu adalah…..

Adalah….

Adalah….

Mereka berdua telah terpisah juga.

"Kurapika cintaku! Dimana kamu berada!?" Kuroro pun mulai panik juga seperti kouhainya, mencari-cari Kurapika.

Yah di waktu sebelumnya, mereka berdua itu masih berpasangan dan mencoba untuk mencari papan penunjuk jalan karena mereka tersesat, akibat tidak bisa menemukan pemain piano misterius itu.

Kemudian, saat keduanya lagi mencari jalan keluar menggunakan ilmu pengetahuan, tiba-tiba muncullah sosok `sesuatu' yang melayang dan mengganggu Kurapika. Membuat gadis itu melarikan diri dan Kuroro pun tidak mengejarnya akibat terpesona (?) oleh seekor tarantula. Setelah disimpan tu tarantula, baru deh Kuroro sadar kalau kekasihnya sudah menghilang.

"Kurapika! Kenapa kamu tega meninggalkan aku seperti ini!?" Kuroro pun mulai lari-lari gak jelas entah kemana. Sudah buta sama arah, buta oleh cinta juga.

Tak disangka, Gon rupanya ada di dekat dengan Kuroro yang malah berlari dan tidak sadar kalau ada Gon. Saat ini, Gon hanya bisa mengaduh kesakitan karena dia awalnya berteriak dan jatuh ke bawah semak-semak saat melihat bayangan yang lewat di depannya (pantesan ini anak menghilang tiba-tiba).

Gon pun mulai membersihkan dirinya dari ranting-ranting dan daun yang persistent untuk menempel di dirinya. Tak lama kemudian, dia pun mendengar suara.

"Mama?!"

Hampir saja Gon mengira itu adalah suara hantu yang berpura-pura sebagai anaknya. Dia pun merasa terselamatkan, melihat Kallua ada didepannya.

"Kenapa Mama ada disini? Apa yang terjadi?" ucap Kallua sambil membantu mamanya di masa lalu untuk mencabuti beberapa ranting-ranting dan daun yang menempel.

"Yah, hanya ada sedikit masalah" ujar Gon, sedikit menahan tangis. Mengingat Killua yang brother complex.

"Kenapa Mama? Sakit ya lukanya? Mau kupanggilkan Papa!?" ucap Kallua yang benar-benar khawatir.

"TIDAK!" Gon pun berteriak secara spontan. Sadar atas apa yang baru saja dia katakana, dia pun langsung menutup mulutnya, agak kaget juga.

"Mama!?" Kallua pun benar-benar heran.

"Tidak usah, lebih baik tidak usah" ucap Gon sebelum akhirnya beberapa air mata pun menetes dari matanya.

"A-ah" Kallua bener-bener panik sekarang, tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Kemudian, dia mualimenenangkan dirinya dan mengambil saputangannya dan menghapus air mata Mamanya.

"Kallua?" Gon pun mulai merasa sedikit tersentuh, melihat anaknya yang perhatian, agak beda juga sama Killua. Meski penampilan ayah anak itu agak ada kesamaan, rambut silver dan mata sapphire.

"Sudah tidak apa-apa?" tanya Kallua setelah mengusap seluruh air mata Mamanya.

"Ya, terima kasih Kallua" ucap Gon sambil sedikit tersenyum yang membuat Kallua tersenyum juga. Senang akhirnya Mamanya merasa baikan.

"Kallua, boleh tanya sesuatu?" ucap Gon tiba-tiba yang membuat Kallua sedikit terkejut.

"Ya Mama, tentu saja" ucap Kallua meskipun heran tapi dia tidak keberatan dan kemudian sedikit menganggukkan kepala.

"Kalau misalnya Killia dan Mama dalam bahaya, siapa yang akan kamu selamatkan lebih dahulu? Kamu tidak bisa menyelamatkan keduanya ya" ucap Gon dengan tegas karena untuknya ini adalah pertanyaan yang sangat penting.

Pertanyaan itu pun membuat Kallua diam. Tak disangka kalau Mamanya akan memberi pertanyaan seperti itu. Hanya beberapa detik lewat, Kallua pun mulai menjawab.

"Aku akan menyelamatkan Killia" ucap Kallua tanpa keraguan.

Mendengar itu Gon pun jadi shock. Tak disangka kalau anaknya akan menjawab seperti itu. Adiknya itu lebih penting dari Mamanya kah?

"Ke-kenapa!?" Gon pun mulai menahan tangis lagi, melihat anaknya di masa depan itu tersenyum, menandakan kalau dia benar-benar yakin akan pilihannya.

Kallua sedikit tertawa kecil "Karena aku tahu, Papa pasti akan menyelamatkan Mama" ucap Kallua dengan senyum lebih lebar yang mirip dengan Gon.

Ucapan itu sukses membuat Gon jadi blushing, Tak disangka, anaknya Kallua yang gak paham soal cinta bisa menjawab seperti itu. Dia bahkan tidak memprediksi akan hal ini. Ucapan itu membuat dia berharap, tetapi mengingat perlakuan Killua tadi, membuat Gon sakit karena dia yakin kalau Killua akan memilih untuk mencari adik-adiknya sendiri dibanding dirinya.

Namun, suara dahsyat (?) yang menggema itu pun membuat pikiran itu hancur.

"GON~! KAMU ADA DIMANA!? MAAFKAN AKU KARENA SUDAH MENINGGALKANMU! KEMBALILAH KE SISIKU~. ANDAIKAN AKU ADA DI TEMPATMU SEKARANG, KAMU TAK AKAN KULEPASKAN DAN AKU AKAN MENGATAKAN I LOVE YOU PADAMU SELALU~ "

"Ah, itukan suara Papa?" ucap Kallua setelah mendengarkan suara itu.

Blushing Gon pun jadi lebih parah lagi, mendengar teriakan Killua yang kata-katanya sangat- yah, gombal? Dan lebay? Gon pun berharap senpai-senpainya yang masih di hutan gak mendengar pengakuan Killua yang suaranya udah besar, make toa lagi!

"Pengakuan lo emang romantis tapi itu malah ngebuat gw gak pengen langsung ketemu ama kamu" ucap Gon pada dirinya sendiri, yakin banget kalo dia nemuin Killua, dia bakal gak dilepasin dan akan dihujani kata I love you terus-terusan.

"Papa~ kami disini" ucap Kallua yang sempat-sempatnya nyalain kembang api yang buanyak sekali buat ngasih tanda posisi mereka. Hal itu pun membuat darah Gon pun mengalir dan meninggalkan mukanya, membuat dia jadi pucat.

"GGOOOOOONNNNNN~" Killua pun dateng dengan kecepatan penuh ke arah Gon, masih setia megang toanya.

"Ki-Killu-aahhhh!" ucap Gon yang sekarang sudah diterjang, dipeluk dan dicium ama Killua.

"Gon~ I love you! I love you" ucap Killua sambil senyum bahagia.

Gon pun jadi panik dan malu, ngeliat Kallua ada di belakang mereka yang natap mereka dengan bingung, ngeliat aksi Papanya yang terlihat asing olehnya. Wajarlah, Kallua itu buta soal hal-hal yang berkaitan dengan cinta, intinya, dia itu naïf dan polos.

"Eh? Papa dan Mama sedang apa!?" tanya Kallua, bener-bener bingung.

"Killua! Stop! Kallua- mppf" Gon pun gak bisa ngomong apa-apa secara Killua mulai terus `melumat' bibir kekasihnya itu. Kallua hanya bengong aja karena bingung dan dicuekin.

"Kallua-niisama! Foto mereka dong!"

Kallua pun dengan sigap menangkap kamera dan melihat Killia yang lagi asyik merekam video Papa dan Mama mereka.

"Killia? Kenapa kamu bisa kemari? Kamu pakai kuasamu?" tanya Kallua.

"Kallua-niisama, kembang apimu itu mengundang semua orang, tuh!" Killia pun mulai menunjuk arah belakang dia.

"WADUH!" Gon pun mulai shock ngeliat murid-murid, guru dan kepsek yang ngeliat dengan pandangan berbeda-beda. Ada yang happy, ada yang kaget, ada yang iri, ada yang- yah, macam-macam ekspresi lah.

"STOP! St- mffth" Percuma Gon, Killua gak bakal nge-stop.

"Gak apa-apa mami, bukan hanya kalian berdua saja yang jadi bahan tontonan. Kuropika juga sudah dilihat, jadi sekarang giliran kalian" seringai Killia.

"Eh? Maksudnya?!" Kallua terus-terusan bingung.

"Begini nih" Killia pun mulai bercerita.

Flashback

Saat Kuroro yang lagi nyari Kurapika pun, tak disangka dia bertemu Killia yang lagi istirahat, setelah melewati maminya (wujud bayangan itu rupanya Killia) dengan keadaan panik, akibat amukan kakaknya yang menakutkan.

"Eh? Kuroro-san? Ada apa?" tanya Killia.

"Ah Killia. Lihat Kurapika tidak?" tanya Kuroro balik.

"Kurapika? Tidak lihat tuh, aku malah lagi kabur dari amukan kakakku. Jadi aku gak gitu memperhatikan sekeliling" ucap Killia.

"Hmm gitu yah" ucap Kuroro sebelum akhirnya melihat sekeliling.

KRESEK KRESEK

Keduanya pun spontan menengok ke sumber suara dan- wah! Malah Alluka, Kalluto dan Nanika yang ada.

"Eh? Kenapa kalian bertiga kemari?" tanya Kuroro.

"Kami bosan, makanya ikutan masuk ke hutan ini saja" jawab Kalluto.

"Ngomong-ngomong, kalian ngeliat Kurapika?" tanya Killia yang masih mengatur nafasnya.

"Kurapika? Ah iya! Dia tadi diganggu setan yang aku suruh Nanika ciptakan dan sekarang malah ada di sana" ucap Alluka sambil menunjuk arah selatan.

"Thanks" ucap Kuroro singkat sebelum pergi ke selatan.

"Sebenarnya ada apa?" Tanya Kalluto ke Killia.

"Sesuatu yang menarik, mungkin? Yah, meski bukan KilluGon, Kuropika boleh juga. Ayo kita pergi juga!" ucap Killia yang sudah recover, mengajak mereka bertiga pergi.

Akhirnya, tibalah mereka dan melihat Kuropika yang lagi bertengkar di depan danau.

"Mau apa kamu kemari!?" teriak Kurapika.

"Napa kamu marah-marah gini? Apa salahku!?" tanya Kuroro bingung.

"Jauh-jauh dari gw! Gw benci sama segala jenis laba-laba!" Kurapika mulai agak mundur-mundur, melihat tarantula di pundak Kuroro.

"Oke, gw minta maaf karena gak nyadar kalo ada setan panggilan (?) yang gangguin elo akibat ni tarantula. Gw lepasin nih, masalahnya udah beres kan?" ucap Kuroro sambil ngelepasin tarantulanya.

"BERES PITAK LO!" Kurpika masih marah rupanya.

"Si Kurapika itu gak jujur yah" ucap Kalluto

"Hee, Kalluto paham hati cewek juga ya?" tanya Killia.

"Mestinya ntu Kurapika bilang aja kalau dia pengen diselametin Kuroro" ucap Machi

"Benar juga yah,Kurapika itu kan tsundere menurutku" tambah Shizuku.

Kalluto, Alluka, Nanika dan Killia pun sontak menoleh dan mendapati seluruh murid, kepsek dan guru-guru sudah ada di dekat mereka.

"Lha? Kenapa semuanya bisa ngumpul gini?" Tanya Killia bingung.

" semua nyariin pasangan yang hilang lah. Semua orang pun ramai-ramai nyariin, pikirnya dalam bahaya. Tahunya malah bemesraan, jadi bingung mau kecewa atau bangga saya" ucap Hisoka.

"Ada juga tuan putri yang dikelilingi tiga cowok disini" ucap Shalnark, tentu saja menganggap Killia tu tuan putri dan Alluka, Kalluto dan Nanika cowoknya.

"KALAU MAU JUJUR! JUJUR SAJA LAH!"

Sontak semuanya menoleh dan mendapati Kuroro yang saat ini mencium Kurapika yang sukses membuatnya kaget.

Dan semua yang menguping pun berteriak secara spontan.

"HAAA!?" Kurapika yang melepaskan diri dari Kuroro pun mulai panik dalam melihat banyak sekali saksi mata.

"Wah-wah" Kuroro hanya bisa menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

Kemudian setelah hening beberapa lama, tiba-tiba ada kembang api meluncur dengan indahnya di atas langit.

"Apaan tuh? SOS!?" tanya Kite sambil ngeliat langit.

"Ayo kita datangin!" ucap Senritsu-sensei yang ngebuat semua saksi pergi ke arah kembang api tersebut.

Kurapika pun lega saat mereka dilupakan. Akhirnya dia pun pergi juga, berharap kalau Gon-lah yang ada di bawah kembang api itu karena Gon tidak ada di kerumunan massa (?) ini.

End of Flashback.

"Jadi begitulah" selesai cerita Killia.

"Ohh begitu" kata Kallua yang sebenarnya gak ngerti-ngerti amat soal Kuropika ini.

"WOI! Jauhi Gon, lu! Uda sesak nafas dia!" Teriak Kurapika yang setelah sadar dari bengongnya juga jawdropnya atas kedahsyatan KilluGon ini.

"Haha, darmawisata ini benar-benar rame" ucap Shalnark sambil tertawa kecil.

"Benar sekali" Shizuku hanya mengiyakan.

"Lanjut terus kouhai!" Kuroro pun memberi semangat.

Yah intinya, Killua dan Gon pun akhirnya dipisahkan. Setelah itu, Killia dan Kallua pun pergi untuk melanjutkan tugas mereka masing-masing. Semua pun bergegas balik dan menyudahi uji nyali ini. Oke, untuk aktivitas berikutnya akan ada di chapter berikutnya.

Review

mari ( chapter 8) Ah, makasih udah selalu ngasih review dan baca terus fanficnya. Yah, gpp lah, mungkin update bakal lama karena bakal balik rumah dan gak ada internet. Jadi susah update juga kayaknya. Maaf T_T

Ailasca-chan (chapter 8) Arigatou Gozaimasu XD Sudah lanjut nih! Akhirnya!

mari (chapter 8) sekarang update. Maaf menunggu lama, sering kedistract soalnya. Akhirnya bisa update juga. Selamat menikmati ^^

lavender sapphires chan(chapter 7) wah bagus tuh kalau bisa main. Sayangnya temen author kagak ada yang demen ama anime jadi mereka gak tertarik. Ceritakan kalau sudah pernah main, mungkin bisa jadi inspirasi ^^. Thank you reviewnya.

lavender sapphires chan (chapter 8) haha.. bakal diusahakan. Karena main pairing fic ini KilluGon tapi secondnya sudah pasti Kuropika. Moga Kuroro gak kapok ngerjain Kurapika biar lebih rame (author dibantai Kurapika)

Killua: Biarin Safir, di fic ini mah, Gon itu anak tunggal. Gak ada kakak ato adik, jadi gw gak perlu restu lo! HAHAHA (evil laugh)

Gon: Killua! Gak boleh gitu

Killua: Secara authornya dan OCnya di pihak gw, gw pun bebas melakukan apapun ke Gon. Siap-siap saja yah. #seringai iblis

Gon: TIIDDAKKKKK! #meratapi masibnya