Chapter 11-hari bebas killugon dan kuropika part 2
Di tempat lain, Meruem ama Komugi pun lagi jalan-jalan. Saat ini mereka sedang merendamkan kaki mereka di kolam air panas kecil.
"Ahh~ Damainya" ucap Komugi sambil menghela nafas bahagia.
Meruem diam aja tapi sebenarnya setuju.
"Berhenti Kurapika!"
"Pergi sana! Jangan ikutin gw!"
"Itu sikapmu sama pacar sendiri!?"
"Biarin!"
Intermezzo (?) telah datang tanpa diundang dan pergi tanpa pamit. Komugi hanya bisa bingung dengan suara mendadak itu sementara Meruem hanya menengok ke belakang untuk mencari interupsi tapi malah disambut oleh angin bertiup.
Menikmati sesi kedua dimulai…
"Tunggu! Jangan narik Gon, kalian!"
"Eh!? Mau kemana kita!?"
"Alluka-nee, tempat itu sepertinya menarik"
"Ayo kita kesana!"
"Aye~"
Penampakan (?) yang lain telah terjadi. Saking cepatnya penampakan (?) itu pergi, Meruem pun hanya bisa diam saja sementara Komugi semakin bingung aja.
"Apa ini perasaanku atau sesaat sebelumnya ada banyak orang di belakang kita?" tanya Komugi dengan bingung.
Meruem hanya diam, memijit kaki miliknya sebentar sebelum akhirnya berkata sesuatu yang mengakhiri topik intermezzo (?) dan penampakan (?) tadi.
"Hanya perasaanmu saja"
Tak disangka, kedua OC nya author ini kembali juga, yaitu Kallua dan Killia, alias anak masa depan dari Killua dan Gon. Author hanya bisa senyum kecut karena author gak boleh masuk cerita tapi OCnya bisa.
"Tak kusangka kalau aku harus melakukan ini" rutuk Kallua dengan pasrah.
"Diem lu, Kallua-niisama. DAmu terabaikan kan? Jadi bantu aku ramaikan fic milikku ini"ucap Killia sambil menyeret kakaknya.
"Oh" Killia berhenti sejenak yang membuat Kallua melepaskan diri "Kayaknya papi lagi ada kesulitan sekarang. Aku datang!" Killia pun mulai pergi dengan kecepatan turbo (?)
"Lha?" Kallua pun mulai bingung secara dia ditinggal sendiri.
Saat ini Killua hanya bisa pasrah, melihat adik-adiknya itu terus-terusan menyeret Gon ke tempat yang mereka mau. Killua terus-terusan merutuk dalam hati karena itu yang membuat dia diselubungi aura hitam tapi dicuekin ama kekasihnya dan adik-adiknya.
"Sial! Tau gini, gw harusnya lebih sering ngabisin waktu ama Gon tiap kali ada kesempatan" rutuk Killua sambil ngeliat Gon dari belakang yang membuat Gon jadi sedikit merasa gugup. Nyesel amat Killua, secara dulu dia selalu rela motong date ama Gon demi ngejagain adiknya (seperti di chap 4 padahal bisa aja Killua manjangin ntu datenya) sekarang malah nyesal deh.
"Perlu bantuan?"
Killua kenal suara itu, dia pun mulai ngeliat ke samping dan sang penyelamat alias Killia sudah datang.
"Killia!" ucap Killua dengan senang, melihat putri kecilnya. "Iya, lagi perlu bantuan sekarang" ucap Killua dengan senang dan tak ragu-ragu. Demi mendapetin waktu bersama dengan Gon, apapun dia rela lakukan.
"Sip!" ucap Killia sambil menggunakan kuasanya di fic ini, yaitu mengubah script! Script apapun yang Killia tulis, bakal jadi kenyataan.
"Kita ubah script dimana Alluka, Nanika dan Kalluto meminta mami jalan-jalan bersama mereka menjadi mereka bertiga pergi bersama.
Akhirnya scriptnya pun diganti, menjadi dari awal Kalluto, Alluka dan Nanika memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sementara Gon yang sekarang di sebelah Killua hanya bisa menatap Killua dan Killia dengan bingung.
" Lho? Bukannya kita lagi diajakin adik-adikmu buat pergi bersama-sama? Kok sekarang mereka malah pergi bertiga saja" Gon yang masih ingat akan script sebelumnya pun mulai bingung.
"Yess~" ucap Killua senang, saking senangnya, dia pun berhip-hip hura bareng Killia.
Gon hanya bisa mematung dengan bingung, melihat sang ayah alias Killua dengan putri mereka itu menari gemilang (?)
`Sebenarnya apa yang terjadi?' Pikir Gon yang benar-benar gak mengerti.
Kallua pun jalan dengan suasana forever alone (?) Saat dia sedang melihat sekeliling, tak sangka dia malah bertemu Kuroro.
"Lha? Kenapa Kallua ada disini?" ucap Kuroro dengan bingung, wajar lah reaksi Kuroro gitu. Kallua kan gak pernah muncul di hadapan Kuroro. Yang sering muncul mah, Killia.
"Gw ama Killia terpisah" ucap Kallua dengan singkat sebelum menyadari keganjilan "Kurapika mana?"
"Tuh" Kuroro pun menunjuk toko menjual pakaian dalam. Pengen banget Kuroro masuk tapi nanti malah diteriakin mesum ama Kurapika. Gak maulah dia diputusin, mengingat Kurapika itu sangat sensi.
"Kenapa gak masuk?" tanya Kallua dengan bingung. Dasar Kallua emang polos kayak Gon.
"Cowok gak boleh masuk" ucap Kuroro sebelum nyengir "Tapi elo boleh masuk" Kuroro pun punya maksud tersembunyi. Maksud Kuroro sekarang sembunyi dimana ya? NGACO!
Kallua mulai bingung "Kok bisa?"
`Karena lu anak kecil' rutuk Kuroro dalam hati sebelum dapet ide, lampu chandelier (?) pun menyala di atas kepalanya "Kallua, bawa video recorder mini enggak?"
Kallua menggeleng "Enggak" Kuroro jadi lesu "Mau kugambar?"
Kuroro pun jadi bingung "Gambar?"
"Iya, Killia ngasih aku kuasa buat apapun yang kugambar di fic ini bisa jadi reality" ucap Kallua sambil mengeluarkan pena miliknya yang membuat Kuroro tertarik.
"Oke, gambar sekarang , yang paling canggih!" Perintah Kuroro dengan senyum semangat (?)
Kallua pun nurut dan gambar video kamera mini terchanggih itu dengan mirip choker. Setelah itu pun, Kuroro nyetel tombol record dan masangin video kameranya itu di lehernya Kallua.
"Kenapa aku yang make?" tanya Kallua dengan heran.
"Sudah, biarkan saja" Ucap Kuroro "Sekarang kamu pergi tengok Kurapika ya. Jangan lupa gambarin buket bunga mawar, terus bilang buket itu dari gw"
Meski keheranan, Kallua lakuin juga ntu perintah Kuroro. Dia pun masuk ke toko tempat Kurapika berada dengan buket bunga dan mencari sosok Kurapika dan akhirnya ketemu juga.
"Kurapika" Panggil Kallua yang membuat Kurapika terkejut.
"Eh Kallua!" Kurapika jadi shock, maklumlah Kallua tuh langsung masuk ke changing room tempat dia berada (Kurapika lupa ngunci). Untungnya Kurapika masih lumayan tertutup karena pake pakain dalamnya.
"Tunggu! Ada apa ini!?" Kurapika jadi kalang kabut sambil nutup pintu dengan Kallua yang sudah di dalam, mau bilang apa sama anak kecil yang mendadak masuk dan bawain buket bunga segala.
"Ini, dari Kuroro" ucap Kallua sambil ngasih buket bunganya.
"Err, thanks" ucap Kurapika sambil nerima buket bunga. "Kallua, bisa keluar dan tunggu aku di luar changing room?"
Kallua hanya mengangguk dan dengan patuh keluar yang membuat Kurapika menghembuskan nafas lega. Sebelum akhirnya heran, apa maksud Kuroro buat ngirim Kallua masuk?
Kallua pun sekarang malah keluar toko karena dapet sinyal dari Kuroro. Saat ini Kuroro pun ngambil memory card dari kamera video mini di choker Kallua dan play video rekaman Kurapika yang direkam oleh Kallua secara tak sengaja ke hpnya sendiri.
"BUSET! Cuma nampak paha ama kaki aja!" Kuroro mulai shock sebelum akhirnya sadar akan kesalahan kalkulasinya itu. Kallua itu pendek banget! Bahkan beda tinggi Kallua ama Killia itu Cuma beberapa inchi doank. Padahal beda umur Kallua ama Killia itu 2 tahun. Yah tapi Kuroro mulai senyum, secara menyadari paha Kurapika tuh nampak mulus banget
"Hooooo~"
Suara horror dan penuh aura hitam pekat (?) itu pun membuat Kuroro sedikit bergidik. Dia pun perlahan-lahan menoleh kebelakang dan akhirnya hampir mendapat serangan jantung saat mendapati Kurapika yang sekarang memegang tongkat baseball metal hasil dari gambar Kallua dan melihat Kuroro dengan tampang membunuh, matanya pun mulai bersinar merah.
"Tak kusangka kalau kamu berani menodai anak kecil yang suci ini. Ayah (?) macam apa kamu ini" ucap Kurapika dengan nada horror, secara Gon itu sahabatnya dan dia ingin melindungi kepolosannya tentu saja membuat Kurapika juga ingin melindungi Kallua, secara dia juga polos.
"T-Tunggu Kurapka! Tunggu" ucap Kuroro sambil jalan mundur beberapa langkah sementara Kurapika sudah bersiap mengayunkan tongkat baseballnya dengan tatapan membunuh.
TANG!
"DASAR MESUM!" Teriak Kurapika setelah membuat Kuroro home run yang menyerupai kembang api manusia (?) dan pergi dengan kesal, sambil menggandeng tangan Kallua kemudian menyeretnya pergi bersama.
Kallua hanya bisa diam secara ini pertama kalinya dia melihat aksi KDRT. Wong orang tuanya itu gak pernah banget bertengkar di hadapan dia ama Killia, jadilah dia jadi terkejut melihatnya. Pengalaman melihat KDRT pertamanya itu pasti tidak akan terlupakan, mungkin bakal ada selalu dibenaknya selama 10 tahun.
"Ku- Kurapika seram" ucap Kallua pelan dengan takut saat melihat Kurapika sekarang mempunyai tatapan death glare.
Akhirnya Kuroro pun mendarat dan malah menatap Kurapika yang masih menarik Kallua dari jauh.
"Istriku (?) kembalilah padaku! Jangan kau bawa anak kami (?) (Kallua kan anaknya Killua dan Gon) jauh-jauh. Aku tidak terima akan perceraian (?) (kapan mereka nikan!?) Harusnya kita bangun keluarga lengkap untuk anak kita" ucap Kuroro buat mendramatisir keadaan yang membuat Kurapika makin blushing dan Kallua hanya bingung secara dia bukan anak Kurapika dan Kuroro.
Kembali ke Killia yang berbaik hati pergi untuk mencari kakaknya agar Killua dan Gon bisa berduaan. Saat ini Killua pun jadi sedikit canggung, secara masih bersalah karena selama ini selalu mengutamakan adik-adiknya dibandingkan kekasihnya.
"Killua, apa lebih baik kita enggak mencari Alluka, Nanika dan Kalluto saja?" Tanya Gon yang agak cemas membiarkan adik-adik tirinya itu pergi bersama.
Killua pengen nepuk jidat, gak nyangka kayaknya sifat mereka itu tertukar. Sebelumnya Killua yang brother complex dan sekarang sudah mulai tobat, eh sekarang malah gantian Gon yang brother complex.
"Lebih penting mana? Adik-adik gw atau gw!?" Nanya Killua yang udah lumayan kesal.
Gon hanya bisa diem aja dikasih pertanyaan mendadak gitu. Sebelum bisa jawab sesuatu, ada suara lain yang menginterupsi.
"Gon!"
Gon pun terkejut mendengar namanya disebut. Killua dan Gon pun melihat Kurapika sedang menyeret Kallua yang berusaha mengikutinya dengan kakinya yang kecil beserta Kuroro yang berlari mengejar dengan sedikit terhuyung-huyung.
"Eh, Kurapika senpai, Kuroro senpai dan- Kallua?" Gon jadi heran, combinasi (?) ini sangat langka sekali.
Killua jadi bingung, melihat putranya itu bersama Kurapika dan Kuroro "Napa si Kall (panggilan dari Killua) ada bersama kalian?"
"Gw harus melindungi si malaikat kecil ini" ucap Kurapika degan semangat yang berapi-apa dan mempererat genggamannya dengan Kallua yang membuat Kuroro terbakar api cemburu. Kurapika kemudian narik tangan Gon di tangan bebas dan akhirnya menyeret Gon dan Kallua berdua jauh-jauh dari Killua dan Kuroro, tak mengihaukan teriakan kesal dari mereka.
Gon jadi sweatdrop "Sebenarnya apa yang terjadi"
Kallua hanya mengangkat kedua bahunya, tak mengerti "Entahlah"
Setelah itu pun akhirnya semua penghuni sekolah pun diajak untuk berendam bersama di pemandian air panas yang tentu saja pisah gender. Si Killua iri banget, secara Kallua diperbolehin masuk ke pemandian cewek, yah meski cowok, Kallua kan umurnya masih 7 tahun. Sementara Alluka, Nanika dan Kalluto gak ke pemandian air panas secara mereka awalnya udah berendam tadi siang jadi mereka sekarang pergi rendam kaki saja di tempat Meruem dan Komugi tadi. Killia mah, ada urusan mendadak jadi dia Cuma pergi sebelum akhirnya nitip pesan ama abangnya, buat KilluGon itu selalu bermesraan yang tentu aja gak dimengerti ama Kallua.
"Rame amat nih tempat. Penuh sesak" ucap Kuroro dengan sedikit kesal.
"Hn, mau gimana lagi" ucap Meruem.
Killua yang lagi bosan pun hanya melirik pagar pembatas antara bagian cewek dan cowok sebelum berteriak "OI, Kall!"
Kallua yang lagi dishampoiin rambutnya ama Mamanya pun menjawab panggilan papanya itu "Ada apa Papa?" Gon pun jadi heran, napa Killua manggil putra mereka itu.
"Minta sabun" ucap Killua di sebelah
Kallua pun ambil botol sabun yang sudah dipake ama dia n mamanya dan dilempar ke areah pemandian cowok "Ini"
Dengan sigap, Killua pun menangkap botol sabun itu dan menghirup aromanya. Anguk-angguk kayak guk-guk (?)dengan senang, secara dia hapal aroma sabun yang dipake ama Gon.
Kuroro yang ngeliat itu pun jadi pengen minta sesuatu dari Kurapika juga "Hey Kallua"
"Ya?" Tanya Kallua yang sekarang pergi berendami karena Gon ama Kurapika sekarang lagi bercakap-cakap sambil keramas. Karena Kallua udah selesai keramas dan bersih badan, dia pun berendam.
"Minta shampoo dari Kurapika" ucap Kuroro, ngarep bisa pake shampoonya Kurapika juga.
"Lagi dipake" Jawab Kallua balik
Pundung deh Kuroro, Killua Cuma cekikikan saja ngeliat senpainya gitu sementara Meruem sedikit menahan tawa. Yang lainnya malah udah meledak tawa yang disambut tatapan bingung dari cewek-cewek di sebelah.
"Ya sudahlah! Sapu tangan Kurapika pun bolehlah!" ucap Kuroro ngasal saking sedihnya.
Kallua bingung, napa ni Kuroro satu minta sapu tangannya Kurapika? Yah Kallua pun pergi keluar, ngeringin dirinya bentar pake handuknya n pake yukata dan kemudian celingak-celinguk di barang Kurapika. Dia pun melihat di sekitar baju Kurapika ada kain dengan corak garis-garis biru dan putih. Langsung deh dia ambil dan masuk ke pemandian cowok, masih pake yukatanya.
"Lha, kenapa Kall kesini?" Tanya Killua.
"Ngasih sapu tangan ke Kuroro" ucap Kallua singkat, ngasih kain itu ke tangan Kuroro dan pergi keluar, balik ke pemandian cewek.
Kuroro bingung, napa sapu tangan Kurapika itu motifnya garis-garis? Pas dibuka lipatannya, eh taunya.
"Bujut! Tuh mah celana dalam, bukan saputangan!" spontan Killua jadi shock.
Cowok-cowok di pemandian pun langsung ngerubungi Kuroro. Kuroro langsung senyum gila saking bahagianya.
"Gila! Anak lo pandai amat!" Puji Kuroro cengar-cengir ke Killua yang gak percaya.
"Tuh anak serius ngira itu sapu tangan?" Meruem pun saking herannya malah membatu.
"Eh sial! Woi Kallua! Gw nitip saputangan Gon juga!" Teriak Killua dengan cemburu.
Beberapa menit kemudian, Kallua pun masuk ke pemandian cowok lagi. Kali ini benar-benar bawa saputangan putih punya Gon n ngasih ke Papanya.
"Ini mah saputangan benearan!" Geram Killua dengan kesal.
Kallua jadi bingung "Lo? Kan mintanya saputangan?Gimana sih Papa ini?"
Killua hanya bisa diam aja. Gak bisa ngomong apa-apa lagi.
Kuroro hanya tertawa, nasib baik menimpa dirinya. Senangnya~.
"Oya Kuroro. Kurapika nitip ini surat buat Kuroro" ucap Kallua sambil nyerahin surat ke Kuroro.
Pas Kuroro nerima n baca ntu surat. Langsunglah Kuroro jadi pucat pasi.
Kuroro, kamu milih kita putus atau balikin celana dalamku!?
Hening…. Hantu sarap (?) lagi lewat.
"Tolong kembalikan ini ke Kurapika" Ucap Kuroro dengan tersiksa, ngembaliin celana dalam yang dia pikir bisa jadi harta karun miliknya.
Kallua Cuma bingung aja tapi dia lakuin sementara Killua mah, nyimpan saputangannya Gon. Senyum juga sih dia.
"Siiiiaallllll!" Rutuk Kuroro berkali-kali.
"Pasrah aja dah" ucap Meruem dengan singkat.
Saking kesalnya, Kuroro pun menceburin dirinya di kolam air panas, nyipratin air kemana-mana sambil berteriak kesal membuat orang-orang mengira ada makhluk buas yang lepas dari alam ato kandang.
Kuroro pun jadi bener-bener sewot. Rejeki di depan mata tapi malah keambil balik. Author pasti lagi benci dia, akhirnya Kuroro pun memutuskan untuk minta tolong ama readers.
"Readers, tolong review ke author ini biar penderitaan gw berakhir n gw bisa happy-happy ama Kurapika. Saya tunggu jawabannya dan berharap semua terus memberi support untuk fanfic ini. Terima kasih" ucap Kuroro sambil membungkuk.
"Iya, review agar aku dan Gon bisa jauh lebih dekat lagi. Viva la KILLUGON!" ucap Killua sambil senyum ditambah lagi shirtless buat fanservice. Meski gak ngaruh, soalnya ini fic jadi gak keliatan. Kalo gambar ya bisa aja ngaruh. "Kallua! Buat artnya!" Kallua pun jadi kena imbas sebagai tugasnya adalah artis di DA.
"Kami tunggu support dan reviewnya" ucap Meruem singkat
"SUPPORT KAMI SEMUA!" Teriak semuanya, mengharapkan ada role lebih di chap berikutnya.
Baiklah readers, takdir mereka tergantung kepada review anda. Pilihlah dengan baik-baik.
Review:
mari (chap 10) di juli 8, 2015: Iya, Killugon itu emang pairing favorite author. Terima kasih atas reviewnya.
Karin ashiya (chap 10) emang udah nasib kai ya? #PLAK. Sang Pororo –coret- Kurorong –coret- #dibantai Genei Ryodan rame-rame. Ok,terima kasih atas semangatnya ^^
Michelle (chap 9) ^^V
Ailasca-chan (chap 10) Iya, akhir-akhir ini dapet banyak tugas. Jadi jarang update, maaf… akhirnya masa-masa kita update jg
Mika Hoshino (chap 10) Kalluto Feitan? Wah, ide yang bagus juga. Iya juga, Shalnark ama Shizuku jarang muncul soalnya tersaingi oleh Yinyang Pair dan Chain Pair, haha…
mari (chap 10) 17 jam yang lalu: Maaf banget mari, sudah membuatmu menunggu begitu lama. Terima kasih atas reviewmnya, yang membuat author lanjutin fic masa-masa kita ini. Author mungkin sedang terkena virus hiatus (?) haha, terima kasih sudah menjadi pemberi semangat. Maaf secara author lumayan sibuk karena sudah mau lulus. Jadi banyak kerjaan. Sekali lagi, maaf dan terima kasih buat reviewnya lagi. Sudah lama gak update, jadi kaku juga pas buat lanjutannya. Semoga mari suka dengan chap ini.
