Chapter 12- kunjungan ke keluarga mempelai (?)

Setelah darmawisata berakhir, semua pun akhirnya kembali ke cerita (?) masing – masing. Saat ini Gon pun baru saja membereskan kamar miliknya. Emang anak rajin dan calon istri zaoldyeck (?)

Hp miliknya pun berdering, membuat gadis ini sontak menghentikan kerjaannya dan mengangkat panggilan tersebut dengan hati berbunga-bunga secara yang menelpon tak lain adalah kekasihnya sendiri. Percakapan pasangan mesra di dimensi hunter (?) pun dimulai.

Killua: Gon, saat ini sedang apa?

Gon: Lagi bersihiin kamar, kamu sendiri sedang apa?

Killua: Mikirin kamu, kangen kamu terus ya nelpon kamu biar bisa dengar suara merdu milikmu yang ala malaikat itu ke telingaku (eaaaa~ Killua mulai bisa ngegombal)

Gon pun jadi blushing dengernya, dia tahu kalo Killua kadang bisa ngegombal tapi hanya saat mereka berdua saja dan itu jarang sekali terjadi, makanya Gon selalu klepek-klepek kalo Killua mulai ngegombal.

Gon: ….. Jadi, ada perlu apa? (masih blushing dia)

?: Kak Gon!

Gon jadi terkejut dengar suara yang tak asing dari hpnya. Wajar lah sudah bisa tahu dia kalo itu suara siapa, tak salah lagi. Sudah pasti Alluka, dengan suara manis bagai cewek meski dia lelaki. Kemudian, suara Killua pun terdengar lagi di hp dengan suara Alluka.

Killua: Alluka, stop! Kakak lagi ngomong ama Gon nih!

Alluka: Aku juga mau ngomong ama Kak Gon!

Killua: Hei! ini hp Kakak! Jangan main nyamber aja!

Alluka: Kakak pelit! Kukutuk Kakak bakal sembelit !

`Wah, kalimat Alluka berirama' Pikir Gon dalam hati dan gak berani ngomong di hp secara pertarungan kakak beradik itu mulai mengganas sampe maut(?)

Killua: Jangan bawa-bawa Nanika buat main kutukan!

Alluka: Biarin! Ini kan spesialisnya Nanika!

Killua: Alluka!Kembalikan hp kakak!

Gon diam seribu bahasa, gak tahu kapan timingnya buat ngomong. Secara ada banyak suara poltergeist (?) di hp dan tidak dipastikan apa yang terjadi. Gak berani tutup telepon pula, yah biarlah, secara Killua yang nelpon n dia yang bayar pulsa. Beberapa menit kemudian, suara halus pun ikutan mengisi (?) dari hp Killua.

?: Gon-neesama, masih disitu?

Gon mulai tersenyum kecil, mengetahui pemilik suara ini.

Gon: Kalluto, kalo hp Killua dipakai kamu, apa yang terjadi ama Killua dan Alluka?

Kalluto: Gotoh sekarang sedang menegur mereka. Ini pemandangan langka.

Gon mengerti soal itu, secara dia tahu Alluka n Killua itu kakak beradik yang akrab dan jarang sekali bertengkar. Gon mulai merasa kalau ini salahnya.

Kalluto: Gon-neesama tidak bersalah, jadi tidak usah dipikirkan.

Gon mulai terkejut, bagaimana Kalluto bisa tahu akan hal itu?

Kalluto: Gon-neesama sedang sibuk? Kalau tidak, mau main ke tempat kita? Lagipula sepertinya Gon-neesama sudah lama sekali tidak berkunjung untuk main. Aku dengar Killua-niisama juga bermaksud untuk mengundang Gon-neesama untuk berkunjung.

Gon mulai berpikir, sudah lama juga dia tidak berkunjung ke tempat Killua. Sebenarnya Gon gak keberatan menemui kekasihnya, hanya saja tempat tinggal Killua dengan miliknya itu sangat berbeda kelas. Tak dipungkiri Gon pun mendapat banyak sekali tekanan ketika berkunjung. Karena itulah dia mencoba untuk berkunjung seminim mungkin. Tapi mungkin tidak ada salahnya, toh dia juga lumayan kangen ama kekasihnya dan adik-adik tirinya itu.

Gon: Yaa, sebenarnya gak gitu sibuk juga… mungkin aku bakal datang berkunjung sebentar lagi

Kalluto: Benarkah? Baiklah, aku tunggu kedatangan Gon-neesama. Sampai jumpa nanti.

Klik.

Gon menatap hpnya dengan senyum kecil, sesaat. Dia seperti mendengar suara Kalluto dengan nada yang sedikit lebih tinggi. Mungkin Kalluto benar-benar menunggu kedatangannya, Gon pun akhirnya memutuskan untuk bersiap-siap dalam mengunjungi mereka.

Tak disangka, di rumah sang gadis cantik berambut pirang yaitu Kurapika. Dia juga lagi ngomong di hp ama kekasihnya.

Kuroro: Ayolah Kurapika, tidak ada salahnya kan?

Kurapika: Kenapa aku harus mengunjungimu yang sekarang sedang bersama dengan anggotamu?

Kuroro: Genei Ryodan itu gak komplit kalo gak ada kamu, sebagai bumbu (?)

Kurapika: Emang Genei Ryodan itu masakan!? Pake bumbu segala!

Kuroro: Sudahlah Kurapika, datang saja. Kami tunggu ya!

Klik

"Kuroro? Kuroro!? Sembarangan! Napa sih gw harus nurutin dia hanya karena kita pacaran! Dasar!" Umpat Kurapika tapi langsung bersiap-siap.

Mari kita skip dimana Gon saat ini sudah di depan mansion milik keluarga Zaoldyeck.

Gon hanya bisa terbengong-bengong setiap kali dia mengunjungi rumah Killua. Dilihat berapa kalipun tetap saja mengagumkan, benar-benar selalu mengundang (?) kebengongan dengan gerbangnya yang sangat besar.

"Kayaknya sejuta kalipun datang, aku bakal masih bengong setiap kali ngunjung nih tempat" Gumam Gon sebelum akhirnya dipersilahkan masuk ke dalam mansion oleh sang kepala pelayan, Gotoh.

"Gon!"

Kata terakhir (?) tak sempat diucapkan oleh Gon secara dia sekarang sudah berada di pelukan kekasihnya tercinta (eaaa~)

Melihat Gon yang lagi sesak napas akibat pelukan yang kuat juga tiba-tiba itu pun membuat Gotoh akhirnya angkat bicara.

"Tuan muda, sepertinya anda harus melepaskan Nona muda. Kasihan dia sudah sesak napas begitu" ucap Gotoh dengan nada prihatin meski dalam hati sangat bangga oleh kemesraan abadi (?) Tuan muda Killua dan Nona muda Gon tersebut.

Killua pun akhirnya melepaskan Gon juga. Gon pun akhirnya mengisi paru-parunya yang kempis (?) dengan oksigen akibat kejadian tadi. Saat oksigen terisi dengan 1/10, Gon harus rela mengempiskan paru-parunya kembali akibat kejadian sama terulang kembali.

"Kak Gon! Kak Gon datang! HOREEE!"

Bedanya, kali ini Alluka yang memeluknya dengan kuat dan membuat api cemburu milik Killua berkobar sehingga membuat Killua berebutan dengan Alluka untuk memeluk Gon. Gon hanya bisa pasrah secara dia dihimpit kakak beradik itu dan kekurangan oksigen pun mulai dia rasakan, sepertinya hanya tinggal menunggu waktu untuk Sang Tuhan yang Maha Esa datang menjemputnya. Perlahan-lahan, pandangannya mulai menggelap dan tenaga di kakinya mulai lemas seketika.

"UWAAAH! KAK GON PINGSAN!"

"GON! SADAR! GW BELUM SIAP KEHILANGAN KAMU! KUATKAN DIRIMU!"

Mari kita beralih ke Kurapika, gadis yang saat ini mengunjungi rumah Kuroro yang gak kalah mewah dengan rumanhnya Killua. Rumah Kuroro juga menjadi markas Genei Ryodan, makanya banyak anggota yang selalu ngumpul. Sejujurnya, Kurapika baru pertama kali ke rumah Kuroro, makanya agak gugup juga.

"Heran, dia ada perlu apa sih dengan aku dan juga dengan anggota Genei Ryodan?" ucap Kurapika saat masuk dan disambut oleh Kuroro.

"Kurapika! Akhirnya kamu datang juga!" ucap Kuroro sambil tersenyum.

Kurapika hanya ngangguk saja, dalam hati terheran-heran akibat tidak mengetahui alasan Kuroro mengudangnya.

"Yang lain sudah menunggu, ayo kita pergi!" ucap Kuroro sambil menunjukkan jalan ke ruang tamu dan dengan ala gentleman, membuka pintu untuk pemandangan…

Yang sangat- sangat mengejutkan.

"UWOO! TAMBAH MINUMANNYA!" Seru Uvogin sambil mengangkat sekaleng bir di tangan.

"JANGAN KEENAKAN" Bentak Franklin yang gak kalah besar suaranya.

"Aku menang! Aku jadi milyader!" Seru Shalnark sambil menyebarkan uang kertas mainan monopoli miliknya.

"Kalah deh" Shizuku menghela nafas kecewa, pacarnya ternyata gk biarin dia menang.

"Ini kan hanya permainan" Sambung Machi dengan blank secara dia juara 2

"…." Feitan mah diam saja sambil nonton ajang arisan (?) monopoli

"OI UVO~ Berikan aku satu kaleng lagi!" ucap Nobunaga sambil nganyunkan pedang yang untungnya pedang kayu

"Ah, kotak stroberinya hilang!" ujar Phinx dengan terkejut

"Pelakunya ialah… Hisoka" Ucap Pakunoda dan menunjuk bagaikan detektif kindaichi.

"Fufufufufuffufu" tawa Hisoka dengan khasnya, mengakui di ciri khasnya.

"Ayo, joget!" ucap Benolenov yang menari dengan music sendiri.

Kortopi ikutan goyang ama Benelov, asik-asik bersama.

Hening

"Ayo kita pesta!" ucap Kuroro ke Kurapika yang hanya bisa sweatdrop dengan suasana somplak (?) genei ryodan ini.

Kemudian, di sisi Gon yang sudah mulai sadar dari pingsannya

"Ng, dimana ini?" ucap Gon sambil melihat sekeliling dan akhirnya sadar kalau dia sekarang berada di kamar Killua.

"Gon! Kamu sadar juga! Terima kasih Tuhan!" ucap Killua yang sangat bersyukur kekasihnya baik-baik saja.

"Eh? Killua?" ucap Gon yang sedikit lemas "Ada apa?"

"Kamu tadi tuh pingsan! Aku hampir sakit jantung gara-gara itu" ucap Killua yang tampangnya seperti lolos dari maut setelah tahu Gon akhirnya sudah sadar.

"Maaf Killua" ucap Gon pelan sebelum Killua akhirnya menatap Gon dengan lembut. Perlahan-lahan, Killua pun mulai menutup jarak dalam satu sentimeter, dua sentimeter, tiga sentimeter sampai-

BRAK! "KAK GON!"

`Sial, padahal tingal sedikit lagi!' umpat Killua dengan kesal secara adegan kissnya batal karena Alluka yang saat ini masuk ke kamarnya.

"Ah, Alluka" ucap Gon saat Alluka melompat ke pelukan Gon yang tentu saja membuat api cemburu Killua kembali lagi.

"Wah, kalian dekat sekali ya" ucap Killua dengan nada yang sangat berat, bahkan Gon bisa melihat aura hitam di sekeliling Killua.

Gon hanya bisa menghela nafas dan melihat Alluka sekarang membenamkan dirinya ke pelukannya. Mengambil kesempatan dalam keluasan (?) Gon pun memberi kecupan singkat ke pipi Killua.

Killua pun mendadak lupa ingatan akan hal apa yang membuatnya kesal beberapa menit dan detik yang lalu.

Ke sisi Kurapika sekarang…

"Oke! Ayo kita menyambut Kurapika sebagai anggota keluarga baru! Cheers!" ucap Kuroro sambil mengangkat gelas juicenya (bukan wine ato sake, kalo iya Kurapika bakal ngamuk secara mereka masih anak sekolahan. Uvogin aja tadi kena hantam sama Kurapika karena minum bir)

"CHEERS!" ucap seluruh genei ryodan sementara Feitan ngucap dengan nada kecil.

Kurapika gak nyangka kalo Kuroro membuat pesta untuknya dan dibantu oleh anggota genei ryodan untuk penyambutan dan sekaligus penyelamatan Kuroro dan Kurapika jadi pasangan. Pesta ini adalah tanda kalo hubungan Kurapika dan Kuroro telah direstui dari menantu (?)Genei Ryodan.

"Eh Kuroro" tanya Kurapika ke Kuroro "Emang gak apa-apa buat pesta dan kemudian ngundang si Kepala sekolah?" Kurapika ngeliat Hisoka agak gugup, takutnya jadi masalah ke pihak sekolah.

Kuroro Cuma angkat bahu "Gak apa-apa, lagipula Hisoka niat ngeliat Machi disini"

Kurapika hanya bisa sweatdrop aja sambil ngeliat Machi merinding akibat gombalan cliduk (?) dari Hisoka.

"Kurapika" Mendengar seseorang memanggil namanya pun membuat Kurapika menoleh dan mendapati Pakunoda dibelakangnya.

"Ada apa?" ucap Kurapika sedikit was-was secara rumor yang dia dengar adalah Pakunoda itu ada menyimpan rasa suka ama Kuroro dan agak takut kalo dia mau balas dendam.

"Ikut aku sebentar" ucap Pakunoda dan pergi dengan isyarat menyuruh Kurapika mengikutinya. Tanpa sepengetahuan Kuroro dan yang lain, Kurapika pun mengikuti Pakunoda menuju ruangan yang berada di ujung.

Kurapika pun melihat Pakunoda sedang merongoh sesuatu di tas dalam kamar tempat mereka berada. Dengan sigap, Kurapika pun berjaga-jaga daalm mengambil pose kuda-kuda, sapi-sapi, domba-domba sampai akhirnya Pakunoda berbalik dan memperlihatkan sebuah, album?

Pakunoda sweatdrop "Kurapika, kamu sedang apa?" Pakunoda bingung melihat kuda-kuda, sapi-sapi, domba-domba milik Kurapika.

Kurapika pun mulai salah tingkah, blushing dan berdehem "Ti-tidak apa-apa. Jadi, itu album apa?"

Pakunoda pun membuka albumnya dan dengan suksesnya.

Membuat Kurapika blushing dan berteriak kecil.

"OMG! IMUTNYAA~" Kurapika gak nahan, setelah melihat foto di album tersebut adalah Kuroro di masa kecil.

"Benar kan?" Pakunoda terlihat bersemangat "Apalagi foto yang ini kesukaanku" ucap Pakunoda sambil menunjuk Kuroro kecil yang lagi main piano dengan elegannya.

"Uwahh~ yang ini juga imut" Kurapika mulai fangirling.

"Oh, mau extra fotonya?" tawar Pakunoda.

"Mau~" ucap Kurapika dengan senang.

Sementara Kuroro mendadak sedikit menggigil, entah kenapa merasa ada dirinya yang terkuak.

Kembali ke Gon sekarang.

"Eh? Kalluto mana?" tanya Gon yang sekarang sedang berjalan-jalan di taman bareng Killua. Alluka saat ini sedang bersama Nanika main dengan boneka.

"Oh, Kalluto diundang sama Kuroro ke pesta genei ryodan. Kalluto kan ikutan jadi anggota Genei Ryodan, makanya dia saat ini sedang menuju kesana" ucap Killua.

"Kenapa Kalluto gabung ke Genei Ryodan?" ucap Gon dengan bingung apalagi Kalluto adalah anggota yang cukup paling muda disana.

Killua menaikkan alisnya dengan kesal "Karena Kalluto ada hati ama Feitan"

"Hah?" Gon agak shock secara dia mengetahui kalo Kalluto tuh laki-laki kan?

"Gon-chan! "

KilluGon ini pun sontak menoleh ke sumber suara dan melihat Kikyo sudah memeluk calon menantu alias Gon sementara Silva berjalan ke arah Killua.

"Ayah, Ibu?" Killua agak kaget "Bukannya kalian sedang ada bisnis di Perancis?"

"Batal" ucap Silva dengan singkat, sepertinya sedikit kesal akan hal itu.

"Ahh Gon-chan, rasanya kamu terlihat semakin manis dari biasanya setiap kali kita bertemu" ucap Kikyo dengan senang dan dalam hati, Killua setuju.

"Baiklah, secara ini sudah hampir waktu minum teh, ayo kita minum teh dan bercakap-cakap sekarang" ucap Kikyo sambil menarik Gon ke arah pavilion kecil sebagai tempat minum teh dengan beberapa pelayan sedang sibuk bersiap-siap untuk acara minum teh.

"Ahhh~ Padahal aku kira akhirnya bisa berduaan sama Gon saja" ucap Killua dengan kecewa.

"Tabah ya nak" ucap Silva sambil mengelus pundak Killua "Ucapan ibumu tuh susah buat dibantah"

Akhirnya mereka berempat pun minum teh Earl Grey dengan cawan yang pastinya sangat mahal membuat Gon mencoba berhati-hati agar tidak memecahkan cawannya itu.

"Jadi Gon, Killua tidak membuatmu bersedih kan? Tanya Kikyo memulai percakapan.

Gon hanya bisa diam, mengingat kejadian pas uji nyali (chap 9) dimana Killua benar-benar membuatnya menangis.

"Killua sudah membuatmu bersedih?" Kikyo yang sepertinya sangat peka di hal yang terjadi pada putri soon-to-be nya itu dan mulai death glare ke Killua.

Killua hanya bisa diam juga, gak nyangka ibunya yang biasanya selalu mempermasalahkan soalnya malah beralih menjadi mempermasalahkan Gon.

Silva yang kasihan melihat putranya dimusuhi ibunya sendiri pun membuat topik percakapan lain yang membuat Kikyo menghentikan deathglarenya dan akhirnya bercakap-cakap dengan Gon. Dalam hati, Killua sangat bersyukur akan keperhatian ayahnya itu.

"Ayah, Ibu- ah, selamat datang Gon"

Gon pun menoleh dan tersenyum melihat Illumi datang bersama Milluki"Ah, halo Illumi-nii, Milluki-nii"

Killua yang melihat abang-abangnya hanya bisa bilang hai dengan blank sebelum menoleh arah lain dan mendapati kakeknya Zeno dan juga kakek buyut Maha.

Acara minum teh mereka pun menjadi tambah ramai.

Balik lagi ke Kurapika.

Genei Ryodan pun menyambut anggota yang lain yaitu Kalluto yang baru saja sampai ke tempat Kuroro.

"Kalluto, tumben telat. Ada apa?" Tanya Phinks.

"Hanya niat menyambut Nee-sama sebentar tapi dia malah pingsan" ucap Kalluto.

Machi langsung tahu kalo yang dimaksud adalah Gon "Apa tidak apa-apa kalau kamu memilih kesini dibandingkan menjenguk Gon?

Kalluto mengangguk "Tidak apa-apa. Killua-niisama yang akan menjenguk Gon-neesama"

"Oh, baguslah" ucap Machi dengan datarnya.

Sesaat, mata Kalluto pun mendarat kearah Feitan

"Hai" ucap Kalluto sambil mengangguk.

"Hei" ucap Feitan dengan singkat juga dan mengangguk.

"Kurapika?" ucap Kuroro yang baru sadar kalo Kurapika menghilang "Mana Kurapika?"

"Pakunoda juga tidak ada" ucap Shizuku sambil melihat-lihat sekeliling.

"Oh, itu mereka" ucap Shalnark melihat Kurapika dan Pakunoda barengan.

"Habis darimana kalian berdua?" Tanya Kuroro.

"Tidak apa-apa" ucap Kurapika.

"Ya, begitulah" ucap Pakunoda sambil mengedipkan mata kanannya ke Kurapika yang membuatnya tertawa kecil.

Kuroro hanya bisa bingung saja tapi senang kalau Kurapika dan Pakunoda berteman baik. Awalnya Kuroro agak ragu membawa Pakunoda buat ketemu Kurapika tapi syukurlah hal buruk tidak terjadi sama sekali.

"CHEERS" Sorak kedua pun dimulai dengan tambahan Kalluto di Genei Ryodan. Akhirnya Kurapika dan Gon diterima di masa depan menjadi sang calon menantu dan telah direstui hari ini

Review

mari (chapter 11) tantangan cinta sudah lama komplit mari. Juga maaf sudah membuat menunggu setahun. Lagi sibuk ama persiapan final dan juga kelulusan. Jadi lumayan stress juga. Terima kasih karena selalu mendukung saya. Update sudah datang!

Ailasca-chan (chapter 11) iya, emang lama sekali. Tak terasa sudah setahun tidak update fic ini, tak disangka… (author khilaf) yak, sudah tentu fic bakal lanjut. Hanya saja belum tentu kapan tapi akan diusahakan secepat yang author bisa.

AllukaChan (chapter 11) haha.. author benar-benar minta maaf akan hal itu.

Kuroro: Horeee! Ada yang kasihan sama saya!Terima kasih AllukaChan! Ayo kita berantas ni author yang membuat saya sial!

Author: Diem lu, gw bisa buat elu selamanya gak bakal muncul di fic ini dan Kurapika bakal beralih ke Leorio.

Kuroro: JJJJJAAAANGGGGGGGAAAAANNNNNNNNNN!

Baiklah, demi AllukaChan. Author akan mengurangi penderitaan Kuroro dan si Milluki emang hardcore Otaku dan masih gak siap muncul di peran yang sangat besar. Tapi Milluki pasti muncul, tunggu saja.

Zyuki Hiroshi (chapter 11) Eh? Nenek Mika? Wah, semoga si Mika Hoshino tidak melihat review anda atau mungkin saya harus bersiap untuk mendoakan anda (author bercanda)

Tenang saja, FeiKalluto itu sudah menjadi pairing favorit author juga, jadi di fic ini bakal ditambah element FeiKalluto ^^

Author gak mau pake FeiKallu… soalnya OC author namanya Kallua dan kadang dipanggil Kallu jadi bisa-bisa author kepikir Feitan X OC saya dan author gk setuju (author malah curhat)

Terima kasih atas review semuanya ^^ Semoga update ini bisa membuat semua viewers and reviewers senang.