Extra Story: Hunterland
Gon hanya bisa bengong dalam kedahsyatan (?) akibat kejadian yang dia alami sekarang.
Melihat refleksi di danau yang airnya sangat jernih, Gon hanya bisa diam dan tidak mengetahui apa yang terjadi.
Secara Gon sekarang memakai baju Pocahontas yang ala India. Tak disangka dia mempunyai pisau pendek di ikat pinggangnya.
"Eh? Apa yang terjadi?" Gon hanya bisa bingung saja, apa lagi pas melihat sekelilingnya dan sadar kalau dia sekarang berada di hutan dan malam hari juga.
Perasaan, yang dia ingat itu adalah kalau dia baru saja habis pulang sekolah, habis berkencan dengan Killua (A/N: Cihuy~) juga habis mengerjakan tugas dan tidur. Tau-tau dia tiba-tiba disini? Bukan mimpi pulak secara Gon sudah memastikan hal itu dengan mencubit pipinya sendiri.
"Ini- dimana?" Gon pun mulai panik dan bersiap-siap mengambil pisau pendeknya. Ambil posisi untuk berjaga-jaga kalau ada musuh serta mendapat bantuan dari angin.
"Ah, Gon?"
Gon mulai terkejut mendengar suara itu, secara suara itu sudah pasti menurut Gon adalah suara Killua. Hanya saja, orangnya mana?! Gon yakin kalo suara itu berasal dari belakangnya, kok tidak ada. Bingungnya Gon pun jadi bertambah saat bukannya Killua yang kelihatan melainkan dia malah melihat garis-garis (?) melayang ke arahnya.
"Tu- Kya! Hahahahhahahaahhahaha!" Gon tertawa lepas tiba-tiba, merasa ada sesuatu yang menggelitiknya. Dengan spontan dan tak sengaja, Gon pun melepaskan pisaunya yang membuat sesuatu itu menghentikan aksi menggelitikinya dan panik.
"Aduh! Hampir saja itu-ku kena! (A/N: itu bagian mana ya? Hayoo lo~)Belum dipake uda sekarat kan gawat!"
Gon tidak menggubris "Killua! Itu kamu kan!? Aku kenal suaramu!" Ucap Gon ke garis melayang tersebut dengan sedikit terengah-engah karena habis tertawa lepas.
Kemudian, sosok yang menggelitiki Gon pun menunjukkan wujudnya. Emang benar Killua tapi yang membuat Gon kaget adalah Killua saat ini mempunyai telinga dan ekor kucing juga tersenyum yang menampakkan giginya. Sosok itu sontak membuat Gon ingat akan karakter dalam dongeng.
"Tunggu dulu, jangan-jangan Killua itu, Chesire Cat!?" Gon merasa itu tepat secara Chesire Cat itu bisa menghilang kan? Persis seperti yang Killua lakukan tadi.
Killua hanya nyengir "Oh, jadi Gon Pocahontas ya. Tak disangka" Killua bersiul kecil `Cocok sekali'
Gon hanya bisa diam saja. Bersyukur sih dia bisa bertemu Killua di tempat yang asing ini meski rasanya mereka berubah jadi tokoh dongeng.
"Ngomong-ngomong kita ini ada dimana ya? Terus Killua, bagaimana bisa menemukanku?" Tanya Gon.
"Aku juga tidak tahu kita ada dimana sekarang" ucap Killua sambil melihat sekeliling sebelum nyengir ke Gon "Yang pasti kamu dimanapun, aku pasti bisa menemukanmu dengan ikatan cinta kasih abadi tak sekarat selamanya (A/N: Panjang amat!) milik kita.
Gon mulai blushing yang membuat cengiran chesire cat ala Killua melebar. Akhirnya beberapa saat kemudian, mereka berdua memutuskan untuk berkelana agar bisa mencari jalan balik.
"Kenapa kita jadi tokoh dongeng ya? Bahkan berbeda cerita juga" ucap Gon dengan bingung.
Killua hanya bisa mengangkat bahu "Entahlah"
Kemudian, Killua pun menangkap Gon selalu melirik-lirik Killua yang tentu aja buat dia senang tapi tetap saja bingung.
"Ada apa?" tanya Killua.
"Killua~" ucap Gon dengan nada yang- menurut Killua sangat menggoda. "Boleh aku menyentuhmu?"
`OMG' Pikir Killua dengan kagetnya dalam hati.
"Napa tiba-tiba ngomong gitu?" ucap Killua yang mencoba untuk stay cool.
"Soalnya" Gon mulai sedikit meremas roknya dan kemudian Gon pun mulai melihat Killua dengan sedikit blushing.
"Eh?" Killua reflex sedikit jalan mundur
"Ah! Aku tidak tahan!" teriak Gon dan melompat kearah Killua.
"Wah! Gon, tunggu dulu!"
Telat.
Dengan suksesnya Gon menindih Killua dan menatapnya dengan mata terbinar-binar sementara Killua menatapnya dengan mata yang melebar dan akhirnya Gon pun-
Mengelus rambut dan kuping kucing miliknya.
"Uwaa~ Killua manis sekali. Telinganya lucu~" ucap Gon yang bener-bener sangat menyukai Killua dengan kuping dan ekor kucing.
`LAH?! Itu saja?' Pikir Killua yang sekarang lagi blank dengan bingungnya.
Tapi senang sih Gon saat ini sekarang memeluknya dan mengelus kembali kuping dan rambutnya yang membuat ekor kucingnya bergoyang dengan senang.
"Dimanapun kalian berada, rasanya hal seperti ini sering sekali terjadi"
Sontak KilluGon ini kemudian menoleh dan mendapati Kurapika.
Sebagai Sherlock Holmes(?).
"Waduh, Sherlock Holmes itu bukan tokoh dongeng kan?" ucap Gon dengan bingung
Killua juga sweatdrop "Ini sebenarnya apa sih yang terjadi?"
"Terjadi kasus pembunuhan, karena itu aku sedang berinvestigasi" Ucap Kurapika sambil mengambil keluar kaca pembesar miliknya.
"Kasus pembunuhan?" ucap Gon dan Killua bareng.
Biar cepat, Kurapika pun membawa mereka ke tempat terjadinya kasus yaitu rumah yang terbuat dari sushi (?) dengan kolam kecap (?) juga taman (?) wasabi dengan sumpit sebagai pagar (?).
"Lah? Bukannya harusnya rumah kue? Seperti di cerita Hansel dan Gretel kan?" ucap Gon yang semakin bingung dengan nih tempat.
"Tempat ini sudah jadi misteri jadi aku gak mau banyak komen" ucap Killua "Jadi siapa yang terbunuh?" Tanya Killua lagi ke Kurapika.
"Senritsu sang kurcaci" ucap Kurapika saat memperlihatkan Senritsu yang tergeletak tak berdaya sontak membuat Kurapika terliahat ingin balas dendam ke pelaku. Killua dan Gon yang ngeliat Kurapika yang matanya merah pun sontak merinding.
"Penyebab kematiannya apa?" Tanya Killua.
"Keracunan makanan" Ucap Kurapika dengan singkat.
"Biar kutebak, dengan sushi?" Tanya Gon.
"Bukan tapi dengan dango (semacam manisan di sate)" ucap Kurapika.
"Kok Dango?" ucap Gon heran.
"Kayaknya si Senritsu bosan ama sushi, makanya dia jadi makan dango" spekulasi Killua.
"Dan hal ini malah terjadi, tak akan kumaafkan pelakunya. Ayo kita cari!" ucap Kurapika dan pergi yang sontak membuat Killua dan Gon ikutan.
Tak disangka hanya sekitar 30 detik setelah mereka pergi, Senritsu pun bangun.
"Haduh, bahaya. Tak kusangka aku tersedak tadi, bikin kaget saja" ucap Senritsu.
Jiahh, masih hidup dia. Kesedak doank rupanya! Parah!
Akhirnya, Kurapika, Killua dan Gon pun pergi mencari pelaku dan sekarang sedang menginterogasi Uvogin sang Tarzan yang kebetulan mereka temui dalam perjalanan.
"Kamu benar tidak tahu apa-apa?"Tanya Kurapika seperti layaknya detektif.
"AUWOOWOWOWOOWWOOWOWOO!" Teriak tarzan ala Uvogin (A/N: Eh. Terbalik ya)
Killua pun nutup kuping kucingnya dengan kesal "Eh, berisik tauk! Kita bisa dengar elu dengan jelas ya!"
Uvogin gak mengubris "Gk tahu apa-apa! Orang dari tadi aku hanya berayun-ayun dengan santai, makan pisang dan bercanda dengan monyet"
"Whut?" Killua dan Gon pun mulai blank
"Baiklah, terima kasih atas info gaje dan tak berguna itu. Ayo kita pergi" ucap Kurapika yang merasa malas menginterogasi Uvogin dan menarik Gon juga Killua untuk pergi cepat-cepat.
Di tengah jalan, Gon pun akhirnya memecahkan kesunyian.
"Sebenarnya, kenapa kita semua berubah jadi karakter begini ya?" ucap Gon bingung.
Killua mengangkat kedua bahunya "Entah, bahkan aku juga bisa menghilang kapanpun aku mau"
Mendengar itu pun membuat Kurapika menarik Gon menjauh dari Killua.
"Eh!? Ngapain elu!?" ucap Killua dengan spontan.
"Gila, gw makin harus pasang mata lebih buat elu!" Kurapika gak nyangka kalo Killua bisa menghilang tiba-tiba. Kenapa harus Killua yang punya kemampuan seperti itu? Kirain ntu kuping dan ekor kucing itu cuma hiasan doank.
"Sudahlah Kurapika-senpai" Gon pun mencoba untuk menenangkan Kurpaika "Lagipula kalo Killua menghilang, garis-garis melayang (?) pasti nampak.
Setelah berdebat satu jam, Kurapika pun berjalan di tengah dan dengan sontak memisahkan Gon dan Killua yang pastinya membuat Killua mengutuk dalam hati.
Beberapa detik kemudian, muncullah Alluka yang memakai gaun frilly dan mempunyai kuping kelinci juga ekor kelinci dan melihat jam sakunya.
"Uwaa~Aku telat, telat- KAK GON! KAK KILLUA!" ucap Alluka dan kemudian melompat ke arah Gon.
"Woa!" ucap Gon yang kaget namun reflexnya yang sudah biasa membuatnya bisa menangkap Alluka "Alluka~"
Alluka hanya tersenyum sebelum melepaskan dirinya dan berputar sebentar "Kak Gon~ Aku manis enggak?"
Gon pun tersenyum dan tertawa kecil sebelum mengelus kepala dan telinga kelinci milik Alluka "Iya, Alluka memang manis kok"
Killua yang melihat telinga dan ekor kelinci milik Alluka pun mulai membayangkan kalo Gon yang bakal jadi kelinci seperti Alluka.
Sedetik kemudian, Killua pun menyengir dan blushing parah.
Kurapika pun mengeluarkan borgolnya "Killua, kamu mau kutangkap sebagai pelaku yang memiliki kemungkinan besar melakukan pelecehan sexual?"
Killua tersentak "Sembarangan!"
"Lap ilermu! Dasar pervert" ujar Kurapika yang kemudian menyimpan kembali borgolnya.
Killua pun mengusap ilernya dengan lengan baju miliknya.
"Alluka jadi kelinci di Alice in wonderland ya? Ngomong-Ngomong apa ada pesta? Bilang telat-telat dari tadi" ujar Gon
Alluka mengangguk "Ini ada undangannya di kantung gaunku"
"Coba kulihat" ujar Kurapika yang mengambil undangan itu dan membacanya "Pesta ke Bukit Emerald, tolong datang secepat yang anda bisa, Dari Raven"
"Jiagh! Author ngundang kita sendiri!?" ucap Killua dengan selak tak percaya.
"Pass. Kasus Senritsu lebih penting" Ucap Kurapika dengan cepat.
"Senritsu-san?" ucap Alluka sambil sedikit memiringkan kepalanya dengan cute "Barusan kulihat, Senritsu-san juga mau pergi ke pesta setelah beli minum tadi. Habis kesedak katanya"
GUBRAG!
Langsung deh Killua, Kurapika ama Gon ini bergubrak ria. Ternyata gak ada kasus pembunuhan, kasus persedakan yang ada!
Setelah tahu kalau Senritsu baik-baik saja, akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke pesta.
"Ah" ucap Alluka tiba-tiba "Itu Kalluto kan?" Alluka pun menunjuk figur didepannya.
Terlihatlah Kalluto mempunyai mahkota dan gaun mewah. Juga masih setia mempunyai kipas kertasnya.
"Eh? Kalluto jadi ratu hati?" ucap Gon, agak kaget dan takjub karena melihat Kalluto sangat anggun.
"Oh, Nanika ada juga!" ucap Killua spontan dengan Alluka.
Terlihat Nanika juga memakai gaun frilly dan mempunyai kuping juga ekor kelinci tapi juga ada topi ala gentleman. Nanika pun meminum teh dari cangkir yang berasal dari topinya.
"Sepertinya dia itu Mad Hatter" Ucap Kurapika.
"Tunggu dulu" Gon mulai menyadari sesuatu "Killua adalah Chesire Cat, Alluka itu kelinci putih sedangkan Nanika adalah Mad Hatter dan akhirnya Kalluto adalah Ratu hati. Jadi keluarga Zaoldyeck itu semuanya karakter dongeng Alice in Wonderland?"
"Benar juga" Angguk Kurapika "Kalau begitu, yang jadi Alice itu siapa ya?"
"Gw"
Sontak Killua pun tercengang ke arah suara tersebut"WHAT THE WELL!? ANIKI!"
Illumi pun muncul dengan gaun maid ala Alice yang bedanya adalah warna hitam. Rambut Illumi juga masih hitam, gak pirang. Bahkan bando pita tapi ukuran besar ala Alice pun ikutan menghias kepala Illumi
"Ancur nih cerita! ANCUR!" Killua pun mulai menjambak rambutnya sendiri tapi hanya sebentar karena kuping kucingnya juga ikut kejambak.
"Sabarlah Killua" ucap Gon yang mencoba untuk menenangkan Killua yang udah stress.
"Terus, Milluki mana?" tanya Kurapika bingung.
"Disini"
Milluki muncul, DUM DE DUM! Sebagai Tweedle DEDUM! Cuma satu saja disini, gak ada kembaran.
Stress Killua pun mendadak hilang.
"BWAHAHAHAHAHAHAHAHA! COCOK! PAS SEKALI!" Killua pun tertawa terbahak-bahak dengan kerasnya dengan peran abangnya yang gendut itu.
"SIALAN KILLUA! DASAR ADIK KUALAT!" Milluki pun mulai lompat- lompat kea rah Killua.
"Haduh… Bro.. Perut gw sakit, bro!" ucap Killua terengah-engah setelah tertawa puas
"Oke, lupakan dia. Semuanya disini mau ke pesta?" Tanya Kurapika
Keluarga Zaoldyeck yang minus Killua pun mengangguk.
"Tapi tempatnya ada dimana ya?" Tanya Gon dengan bingung.
"Tepat di belakang kalian" tunjuk Illumi dengan santainya.
Bergubrak ria sesi kedua pun dimulai, gak nyangka kalo mereka sudah sampai.
"Yah, kita pergi saja lah" ujar Killua yang berharap ada banyak coklat di pesta.
Tak disangka aula pestanya sangat besar, disertai dengan air mancur desain mewah menghias di tengah. Ada banyak karakter dongeng yang diperankan karakter hxh sudah ngumpul bercakap-cakap dan ada juga yang menikmati makanan mewah yang sudah disajikan (A/N: Kallua yang buat masakan karena masak tu hobinya n masakannya itu sangat enak) Semua pun akhirnya menikmati pesta tersebut.
Terlihat Satotz, Buhara dan Menchi sebagai 3 beruang di Goldilocks. Satotz itu anaknya, Buhara itu bapaknya dan Menchi ibunya tengah menikmati santapan masakan Kallua.
Neon berperan jadi ratu jahat atau ratu Grimhilde yang mencoba untuk memberikan Kurapika apel beracun dan tentu saja Kurapika tolak. Insting detektifnya mengatakan kalau itu berbahaya.
Meruem jadi Beast sedangkan Komugi menjadi Snow White. Keduanya pun tengah berdansa dengan Meruem menjadi pembimbing.
Hisoka yang jadi Joker, hanya tertawa dengan psikopatnya seperti biasa dan minum berdua dengan Illumi yang sepertinya hanya pasrah saja.
Palm, jadi mermaid dan tengah berenang di air mancur di tengah aula pesta.
Kuroro, jadi Lupin dan sekarang sedang berlawan dengan Kurapika. Kuroro menyatakan dia yang menang karena sudah mencuri hati Kurapika dan tak bisa dikembalikan yang membuat Kurapika mukul Kuroro dengan malu.
Ging, jadi Indiana Jones menyatakan akan pergi untuk berpetualang dan meninggalkan pesta tapi malah dicegah istrinya Anegon yang merupakan Minerva, dewi perang. Tentu saja dicegah dengan kekerasan.
"Anak baru datang kamu sudah main pergi saja!?" ucap Anegon dengan kasar dan membanting Ging yang mulai mengaduh kesakitan.
Gon hanya bisa sweatdrop saja "I-Ibu, A-ayah bisa - bisa patah tulang"
"Biar! Kalau perlu kuremukin saja! Biar gak bisa pergi-pergi lagi!" ucap Anegon sadis.
Killua mulai bergidik ngeri, besyukurnya dia karena Gon itu gak sadis kayak ibunya. Tapi kayaknya ayahnya pernah bilang deh kalo awalnya Anegon itu lemah lembut, hanya aja jadi sadis karena sifat Ging yang gak tanggung jawab. Killua pun bikin mental note agar gak pernah buat Gon marah dan bakal selalu bertanggung jawab.
"Gon, kita pergi makan manisan saja yuk, ada banyak coklat juga" ucap Killua yang tak ingin Gon melihat adegan kekerasan lebih banyak lagi.
"Oh oke" Gon pun mengangguk dan mengikuti Killua, meninggalkan Ging yang lumayan sekarat akibat amukan istrinya.
Wing dan Zushi pun muncul. Zushi sebagai Arthur Pendragon dan Wing pun sebagai Merlin.
Uvogin sang tarzan pun adu sumo tangan dengan Franklin sebagai… yah, Franklin.
Pokkle jadi Robin Hood, sedangkan Ponzu menjadi Ninja.
Yah, karena ini hanya extra story saja, mari kita tutup cerita yang tidak jelas ini.
Akhirnya kembang api pun bermunculan dengan banyaknya dan dengan suksesnya menutupi cerita ini. Author lagi lumayan capek dan akan mengembalikan seluruh karakter hxh seperti semula untuk cerita berikutnya dan mohon maaf untuk karakter yang tidak muncul. Sekian, The end.
Review
Zyuki Hiroshi (chap 12) Oke bakal lanjut. Wah, author iri sama hubungan kakak beradik kalian karena author dan sang adik tidak begitu akrab (malah curhat) Yah, ini hanya extra story tapi semoga anda menikmatinya, ENJOY ^^
Mika Hoshino (chap 12) ah, begitu ya. Yah, soal Kalluto nanti bakal direveal lagi lebih jauh. Hanya saja bukan sekarang dan author pasti update, hanya saja bakal susah karena author masih banyak fanfic yang masih bersambung juga. Tapi pasti update nih cerita. Author minta maaf karena lama sekali updatenya, yah dapat ganjaran deh (emang salah gw sendiri) HAHA.. (ketawa pasrah)
Aisyah Zoldyck807 (chap 12) Betul Killua. Jangan jadi anak kecil yang suka ngambek mulu
Killua : Pala lu author, lu yang bikin nih cerita!
Wah, wah. Pakunoda ama Kurapika emang hanya perlu satu pendekatan agar bisa jadi teman baik. Yah, all's well ends well
Ok, author bakal berusaha lebih lanjut lagi
Liv (chap 12) Oh, makasih. Author senang bisa bikin readers senang membaca nih fic yang agak (sangat) gaje. Tenang saja, author pasti lanjut. Hanya saja gak janji bakal sering. Yah, terima kasih atas komentarnya, author akan berjuang agar bisa update terus.
