Chap 14 - Pindah Rumah
Sepulang dari sekolah, Killua pun lagi berjalan buat mengantar pacarnya Gon buat pulang ke rumah. Keduanya pun bercanda sambil tertawa riang apalagi Killua sampe tersenyum bahagia kalo udah menyangkut love topic (?)
"Oh ya Gon" Killua pun memulai percakapan "Rasanya aku jarang banget ngeliat ayahmu. Ibumu sih lumayan sering ketemu"
Gon pun sedikit memiringkan kepalanya "Eh? Bukannya kamu ada ketemu ayah ibuku itu di chap sebelumnya (?)
Killua pun jadi sweatdrop, mengingat kejadian dimana semua berubah jadi tokoh dongeng meski ada juga yang jadi tokoh novel ato cerita lain. Sweatdropnya Killua pun bertambah saat dia mengingat adegan kekerasan yang sangat memeras (?) otak akibat hal yang bisa saja membuat Gon mempunyai DNA kekerasan menurun dari ibunya.
`Kayaknya gua mesti ngejauhin Gon ama ortunya biar DNA kekerasan itu gak bakal masuk ke otaknya' Pikir Killua dengan cepat dan langsung dia buang jauh-jauh, yah, masa dia harus jauhin pacarnya ama orang tuanya? Apa kata calon mertuanya entar?!
"Ya udah" Killua pun berdehem sebentar sebelum melanjutkan "Rumahmu sudah dekat, apalagi kita kan masih harus kerjain PR kita yang banyak juga deadlinenya besok. Mau kerjakan sama-sama?"
Gon pun langsung mengangguk dan tersenyum senang, pastilah senang banget bisa meluangkan waktu lebih banyak ama pacar tercinta, eaa~
Pas pasangan ini sampe ke rumah Gon yang kecil, keduanya pun terkejut saat melihat ada truk besar di depan rumah dan ada beberapa kardus-kardus di depan beserta Anegon, ibunya Gon yang terlihat kelelahan dalam mengangkat satu kardus yang lumayan besar.
"Lho? Ibu?! Ada apa ini!?" Gon yang shock pun langsung berlari ke ibunya untuk mendapat penjelasan dan disusul oleh Killua.
Anegon yang melihat putrinya kembali dengan pacar tercintanya pun langsung menurunkan kardus yang baru saja dia angkat itu ke lantai "Pindahan" ucap Angeon dengan nada lembut tapi kasar, terbukti juga dengan raut muka kesalnya tapi tidak mengurangi kecantikannya.
"Eh, Pindah kenapa?" tanya Gon dengan polosnya.
Killua yang punya firasafat buruk akan langsung melanda, pun dengan cepat menutup telinga pacarnya, mendapat pandangan bingung dari Gon dan -
"INI GARA-GARA SI GING BRENGSEK ITU! MAKE ACARA PINDAH RUMAH LANGSUNG TANPA JELASIN ALASANNYA! MANA AKU JUGA YANG DISURUH NGEMAS SEMUA BARANG-BARANG PLUS ADA BUANYAK BARANG ARKEOLOG YANG DIA KIRIM KEMARI HARI INI DAN AKU HARUS MELANJUTKAN SEMUA PROSES PINDAH RUMAHNYA! HERAN DEH! NAPA GW NERIMA LAMARAN DIA ITU!" Teriak Anegon dengan suara yang hyper (?) sampe jendela rumah mereka retak, untung aja mereka lagi proses pindah rumah.
Gon pun agak sedikit shock mendengar pengakuan ibunya yang nampak menyesal jadi istrinya Ging. Sementara Killua pun lagi tersungkur dan mengelus kedua telinganya yang berdengung, akibat hyper voice milik Anegon langsung menyerang gendang telinga milik Killua.
`Gendang telinga gua kayaknya udah mau robek nih. SAKIITTT! T_T' pikir Killua pelan dan pasrah, gak mau ngucapin opininya itu di depan calon mertuanya. Bisa-bisa dia itu dibenci.
"Maaf Killua, sakit ya?" ucap Gon dengan setengah nada tersentuh kalo Killua melindungi dirinya dari hyper voice ibunya dan setengah nada kasihan akan kesakitan yang dialami pacarnya itu.
Killua pun bangkit berdiri dan mengelus pelan kepala Gon "Oh, gak apa- apa. Aku baik-baik saja"
"Tsk" ucap Anegon singkat, padat, penuh amarah yang membuat bulu kuduk KilluGon ini berdiri tegak dan melihat Anegon yang memandang mereka dengan tatapan tajam.
`I-Ibu kenapa? Aku salah apa?!' Pikir Gon dengan panik dan takut.
`Aduh bu! Anakmu ini belum gw apa-apain! Apa salah gw?! Aku gak mau jadinya malah gak dapat restu!' Pikir Killua dengan takutnya.
Padahal pikiran Anegon sekarang adalah…
`Sial, anak gw aja bisa mesra-mesraan ama ni Killua yang pengertian banget. Si Ging itu kan bisa belajar satu ato dua hal dari calon suami si Gon ini!'
Wah, ternyata dari awal si Killua uda dapat restu dari Anegon, beruntunglah kamu nak Killua Zaoldyeck.
"Huff" Anegon pun mulai berkacak pinggang "Masih banyak barang yang harus dikepak"
Gon pun langsung berinisiatif membantu ibunya "Ah, aku bantu mengemas semua barangku ya!"
"Aku bantu juga" ucap Killua membantu dan sambil menelpon saudaranya buat bantuin, secara dia melihat banyak barang yang gak mungkin bisa dengan cepat di kemasin ama dia, Gon dan Anegon sendiri. Masih perlu beberapa tenaga kerja lainnya agar prosesnya cepat selesai. Tentu saja sebenarnya barang Gon ama Anegon gak terlalu banyak, melainkan barang arkeolog Ging itu yang banyak! Sampe-sampe Anegon malah mikir itu semua barang bekas yang tentu aja dicegah Gon kalo Anegon mau buang ntu barang.
Dengan waktu 15 menit, saudara Killua pun berdatangan komplit yang membuat Killua gak percaya kalo Milluki bakal datang. Kirain si Milluki bakal lebih milih nge-game daripada membantu pindah rumah, sungguh tak disangka.
"Ada angin apaan nih? Sampe-sampe mau bantuin?" Tanya Killua yang tentu saja ke Milluki yang keliatan kesal.
"Sialan Killu! Gw bantu malah salah, kalo gak bantuin malah salah juga! Maumu apa sih, Killu!?" ucap Milluki yang kesal dan merasa serba salah.
Killua pun mengangkat kedua tangannya "Wes, sorry bro!"
"Sudah, mending kita bantu saja" ucap Illumi dengan suara monotone dan kemudian disambut suara ceria dari Alluka dan anggukan dari Kalluto sementara Milluki hanya mendengus kesal. Akhirnya semua pun masuk ke rumah bantuin, disambut Gon beserta Anegon sementara Killua diluar buat ngangkat beberapa barang.
Gak sampe semenit, Kurapika dan Kuroro beserta anggota Genei Ryodan minus Hisoka pun langsung datang juga.
"Lho? Ini mau pindahan! Bukan berperang" ucap Killua dengan spontan.
Kuroro jadi sedikit tersinggung "Maksudmu apa Killua?"
Killua jadi gugup "Gak… Maaf senpai" Killua pun kemudian melihat mereka dengan pandangan bingung "Kok kalian bisa tahu Gon lagi pindahan?"
Kurapika menunjukkan hpnya "Gon meminta bantuan dariku, kebetulan aku lagi bersama Kuroro dan Kuroro meminta anggota ryodan buat bantuin, pas-pasan Kalluto beberapa menit lalu nelpon Feitan minta bantu juga"
Killua langsung pasang muka kesel, ternyata Kalluto ama Feitan masih akrab satu sama lain.
"Oke! Serahkan barang berat dan besar ke kita berdua!" ucap Uvogin dan melihat Franklin yang mengangguk.
"Biar kita bantu membungkus barang yang pecah belah" ucap Machi kemudian ditemani Pakunoda dan juga Shizuku sebelum akhirnya ditemani oleh Kurapika.
"Ayo, yang lain bantu angkat barang yang bisa diangkat" ucap Kuroro berkomando "Bonolenov, Kortopi dan Feitan bisa membantu untuk mengatur dan mengepak barangnya" Komando Kuroro pun disambut anggukan semangat oleh genei ryodan.
"Senpai sendiri ngapain?" ucap Killua ke Kuroro yang hanya berdiri tegak dengan angina menerpa rambutnya.
"Yah gw yang ngatur kalian lah soal apa yang harus dikerjakan oleh kalian" ucap Kuroro dengan santainya, melihat sekeliling dan mulai tersenyum "Ah, ini barang antik yang amat berharaga nilainya!" ucap Kuroro dengan mata berkilat saat melihat barang arkeolog milik Ging yang diambut oleh sweatdrop dari Killua.
Hening sesaat sebelum…
"KURORO! AWAS KALO KAMU HANYA NGOMONG AJA! BANTU-BANTU JUGA SANA! DAN JANGAN SURUH ANGGOTA ELU ATAUPUN KAMU MAU NYOLONG NIH BARANG ARKEOLONG! KURANG SATU, KITA GAK BAKAL NGOMONG SETAHUN!"
Teriakan Kurapika yang cetar membahana pun mulai didengar Kuroro dan membuatnya ikutan membantu angkat barang juga.
Gon yang menyaksikan betapa hebatnya Kurapika bisa mengendalikan Kuroro pun mulai berdecak kagum dan jadi tambah respek ke senpainya itu.
Killua pun jadi nyengir ngeliat Kuroro cepat-cepat bantu angkat barang. Ternyata Kurapika jauh lebih berkuasa dibandingkan Kuroro sang ketua pendekar yang terkenal dengan kuasa dan kekuatannya.
Kuroro pun jadi melotot ke arah Killua "Kouhai, pacarmu bisa juga ketularan Kurapika loh"
Killua yang dengar itu pun mulai pucat, secara dia udah gak mau Gon punya DNA kekerasan, sekarang malah DNA kekuasaan!? Mana mau dia Gon jadi seperti itu!
"A-Aku ke dalam rumah buat ngambil barang berikutnya!" ucap Killua dan langsung ngacir ke dalam rumahnya Gon.
Kuroro pun langsung nyengir "Rasain lo!"
Dengan cepat, Killua pun masuk ke rumah dan langsung pergi ke kamar Gon, melihat Gon sedang membereskan barang pribadi miliknya.
"Ah, Killua" ucap Gon dengan senyum "Bisa bantu bawa kardus itu ke bawah?" tunjuk Gon ke 3 kardus-kardus di dekat lemari pakaiannya.
Killua langsung mengangguk "Oh, bisa. Tentu aja bisa"
Akhirnya Killua pun mengangkat kardus yang agak kecil di antara kardus yang lain, merasa bingung akan isinya.
"Apa nih isinya?" ucap Killua melihat isi dari kardus yang tidak tertutup itu dan….
Dia telah melakukan hal yang salah..
`Mampus gue!' Pikir Killua dengan muka pucat, secara isi dari kardus itu adalah… Celana dalam dan Bra milik Gon.
Bahkan itu tertulis dengan indahnya (?) di sisi kardus depan dia bawa. Harusnya dia pilih kardus lain.
Tapi hal itu pun tak menghalang Killua untuk mengintip agar mengatahui pakaian dalam Gon itu seperti apa. Killua pun jadi sedikit blushing sambil bergumam pelan "Kayaknya aku harus beli pakain dalam untuknya yang lebih bagus, ini kan murahan banget sampai-sampai gak ada daya tariknya"
Saking fokusnya Killua, dia gak denger kalo pintu kamar Gon terbuka.
"Eh, Killua di sini?"
"WUAT!?" ucap Killua dengan keras dan lebaynya yang membuat Gon dan ternyata Kurapika terkejut.
"Apaan lo!?" ucap Kurapika dengan terkejut "Buat apa teriak lebay gitu? Emang aku ngagetin, gitu!?"
Killua pun langsung cepat-cepat mengangguk dan memakai poker face buat nyembunyiin fakta kalo dia baru saja mengambil kardus terlarang (?)
Kurapika pun melihat kardus yang Killua bawa sementara Killua masih memakai topeng poker face nya. Beberapa saat sebelum itu seperti berjam-jam ke Killua, kemudian..
"Itu mau ditaruh di bawah kan?" Tanya Kurapika dan akhirnya menoleh kepalanya sedikit ke pintu kamar "Bawa ke bawah lah, jangan berdiri di situ saja"
"Si.. SIAP!" ucap Killua dengan cepat bagaikan memberi hormat ke jendral. Dengan kecepatan kanmuru super (?) sampai cuma butuh waktu 10 detik saja untuk kembali ke kamar Gon buat ambil kardus berikutnya sampai habis total dalam waktu 30 detik.
"He.. Hebat" ucap Gon terkesima, gak nyangka kalo pacarnya bisa cepet banget!
"Kok bisa?" ucap Kurapika dengan heran juga "Terus, kayaknya aku ada ngelihat ada listrik di sekitar Killua, apa perasaanku saja?"
Pas Killua kembali dengan tangan kosong, dia pun melihat Gon dan tersenyum kecil"Ada kardus berikutnya lagi?" Tanya Killu sebelum lanjut dengan expresi poker face miliknya.
"Ah, enggak ada lagi. Terima kasih Killua" ucap Gon dengan senyum.
Killua mengangguk "Baiklah, aku mengecek keadaan bawah dulu"
Dengan itu, Killua pun langsung lari ke bawah dan mengambil lakban dan gunting untuk menutup kardus terlarang (?) dan kardus isi pakaian milik Gon. Setelah semua tersegel, Killua pun langsung ambruk ke lantai.
"GW SELAMAT!" ucap Killua dengan selega-leganya.
Kurapika yang melihat Killua berbaring di lantai dari jendela pun mulai heran "Napa tuh pacarmu?"
Gon mengangkat bahu, merasa bingung "Entah"
Di saat yang sama, Machi dan Shizuku pun melapisi barang pecah belah agar tidak hancur saat proses perpindahan sementara Pakunoda bertanya Anegon untuk menanyakan dimana barang-barang yang pecah belah lagi agar bisa dipisah dengan barang lainnya.
Kalluto melihat ada kardus yang bisa diambil pun mencoba mengambilnya tapi terhenti saat ada sepasang tangan kemudian diatas tangannya. Kalluto sedikit blushing pas menyadari kalau sepasang tangan itu milik Feitan.
Keduanya pun melihat satu sama lain dengan pandangan terkejut sebelum sedikit blushing dan menunduk, hening, sepi, sunyi, senyap dan…
"Kalluto? Kamu sedang apa?" Tanya Alluka yang bingung melihat keadaan adiknya.
"Woi Feitan, kamu kan ligat?! Napa malah diam disini pas kamu harusnya uda bawa kardusnya?!" Tanya Phinks ke arah Feitan.
Alluka dan Phinks pun sontak melihat Kalluto dan Feitan yang kemudian tersentak. Feitan melihat Phinks dan Kalluto melihat Alluka.
"Ohh, maaf ganggu tapi kalo gak cepat, nanti bos malah marah" ucap Phinks dengan coolnya sebelum pergi buat ambil barang lain.
"Ah, aku biarkan Kalluto sendiri saja ya" ucap Alluka dengan riang dan pergi ke arah berlawanan dengan Phinks.
Sadar akan apa yang dipikirkan Alluka dan Phinks, dengan cepat Kalluto dan Feitan pun menaruh kardusnya kembali ke lantai.
"Bukan Begitu!" ucap Feitan sambil ngejar Phinks.
"Alluka-nee, stop!" ucap Kalluto dan mengejar Alluka.
Kardus yang terlupakan pun diiringi dengan hembusan angin sepi (?) sebelum akhirnya, kardus itu pun dibawa oleh Kuroro, membuat kardus itu terselamatkan (?) diiringi haleluya (?)
Akhirnya, semua barang pun sudah selesai dikepak, termasuk barang arkeolog milik Ging yang naujubillah banyaknya itu. Setelah semua barang sudah dimuat ke truk dan ditambah truknya oleh Killua dan Kuroro secara satu truk tak cukup (Gon sampe pengen nolak tapi gak dihiraukan ama Killua ama Kuroro yang gak keberatan) Kemudian Gon beserta ibunya dengan Genei Ryodan plus Kurapika ditambah dengang keluarga Zaoldeycks pun mulai ngikut dengan mobil ke rumah barunya keluarga Freecs agar bisa membantu menurunkan barang.
Setelah 30 menit menyetir dan sampai di tempat tujuan, semuanya pun hanya bisa bengong. Saking bengongnya sampe gak ada yang bersuara, Killua pun akhirnya memulai paduan suara (?)
"Err, ini bener gak tempatnya?" ujar Killua ragu-ragu ke arah Gon.
Gon pun mematung melihat ibunya "Bu, bener gak ini tempatnya"
Anegon pun mengangguk "Bener kok! Si Ging yang ngasih ni alamat, gak salah kok!" ucap Anegon sambil melihat kertas bertuliskan alamat rumah baru mereka.
Sontak yang lain pun minjam kertasnya buat memastikan dan yang ada, alamatnya memang tepat.
"Udah bener kok. Mau di cek 100 kali pun emang gak salah kalau ini tempatnya" ucap Kuroro sampe sudah capek buat memastikan.
"Lha? Jadi ini benar tempatnya?" Bahkan Kurapika pun ragu juga.
Wong gimana enggak? Rumahnya itu besar luar binasa! Rasanya upgrade rumah sebelumnya ke rumah besar gini kayak udah 10x lipat! Bahkan Gon merasa rumah kayak gini cocok banget untuk rumah Kuroro atau Killua, ukurannya beserta model rumahnya itu gak jauh beda soalnya.
"Inikah yang disebut dengan kaya mendadak?" ucap Kuroro langsung dan disambut jitakan oleh Kurapika.
"Hus! Gak sopan!" ucap Kurapika sambil nambah tenaga di jitakan selanjutnya.
"Aduh!" Kuroro jadi mengaduh kesakitan "Stop, sayang! Stop!"
"Entah kenapa, aku merasa terperangah" ucap Killua dengan heran secara dia harusnya udah biasa dengan ukuran rumah begini.
"Apa karena ini jadi rumah pacarmu, Kill?" ucap Illumi langsung.
"Diem lu!" Jawab Killua dengan judesnya.
Tiba-tiba, pintu rumah terbuka dan keluarlah Ging Freecs dengan tampang puas saat melihat barang-barang beserta keluarganya dan juga orang-orang yang membantu.
Belum sempat seseorang komentar ataupun Gon memberi salam ke ayahnya itu, sang ibu pun langsung berlari secepat angin ke arah Ging dan-
Memberi tendangan penuh rasa cinta (?) ke muka Ging yang kena telak.
"EDAN YAH ELU!? GAK ADA ANGIN, GAK ADA HUJAN, GAK ADA SALJU MALAH LANGSUNG PINDAH RUMAH DAN AKU YANG HARUS URUSIN! UNTUNG SAJA KITA DAPAT BALA BANTUAN! KAMU MALAH DENGAN SANTAINYA NUNGGU GINI!? SUAMI MACAM APA KAMU!?"
Hyper voice mulai berbunyi kembali. Untung aja Anegon ama Ging agak jauh di depan jadi suaranya gak ganggu pendengaran mereka ini.
"Waduh" ucap Killua dengan pucat, gak nyangka KDRT berlanjut di hadapan pacar tercintanya dan juga di depan adik-adiknya itu.
Ging yang terkapar di tanah akibat tendangan dibumbui cinta (?) itu sangat efektif pun mulai terangkat oleh Anegon yang menggengam kerah baju Ging dengan penuh paksaan dan dendam.
"Eh? Eh!? Mereka gak dipisahin!? Gon! Ibumu itu kayaknya sudah mencekek ayahmu!" ucap Kurapika dengan panik.
"Menakutkan" ucap Alluka yang berjalan mundur perlahan-lahan.
Killua mulai shock `Bahkan adikku pun ketakutan!'
"Oi Semua! Bantu pisahin mereka berdua!" komando Kuroro sambil membuat beberapa anggota Genei Ryodan maju.
Tak disangka, butuh seluruh anggota Genei Ryodan plus Kuroro juga seluruh keluarga Zaoldyeck minus Alluka buat misahin Anegon dan Ging. Sementara Kurapika, Gon dan Alluka mematung, gak nyangka kalo Anegon itu kalo terbakar amarah jadi kuat banget! Emang pantas jadi Minerva (dewi perang) di chap sebelumnya (?)
"Buset! Tenaga kita udah mau abis bos! Gimana mau nurunin dan nyusun barangnya entar?!" ucap Uvogin sambil ngos-ngosan.
"Iya juga, udah lumayan haus ini" ucap Kuroro sedikit terbatuk-batuk.
"Ya udah kita break" ucap Ging dengan singkat, padat, jelas yang membuat Anegon berdelik marah seperti medusa lagi datang bulan (?)
Khawatir perang suami istri ini terjadi kembali, Kurapika pun menyarankan buat beli minum agar semua istrirahat sebentar. Jadi akhirnya, Kurapika, Gon beserta Alluka pun inisiatif pergi sebagai orang-orang yang masih bertenaga tapi akhirnya Kuroro dan Killua ikutan pergi juga, takut mereka tersesat di wilayah baru ini.
Setelah membeli minuman di mini market dan merasa kalau semua minumannya cukup. Mereka pun membawa minuman itu dan berjalan balik buat bisa ngasih minumannya untuk yang lain.
Di tengah jalan, Kurapika pun melihat Gon yang membuat Gon melihat Kurapika dengan bingung.
"Gon, apa orang tuamu selalu seperti itu?" Tanya Kurapika yang nampaknya sangat penasaran.
Gon pun langsung sweatdrop "Err, jarang sih sperti itu. Mungkin karena mereka jarang ketemu yah"
Killua menghela nafas "Yah, pekerjaan ayahmu sebagai arkeolog membuat ayahmu jarang banget di rumah dan selalu pergi tanpa pamit, apalagi pulang gak ada salam pula!"
Kuroro sedikit bingung "Kouhai, emang kamu tahu banget soal ayahnya Gon?"
Killua menghela nafas kembali saat mendengar pertanyaan Kuroro "Yah, ayahku sama ayahnya Gon itu lumayan dekat dan ayahnya Gon itu juga gitu kalo kunjungin tempat kita. Datang tanpa diundang dan pergi tanpa pamit"
Alluka mengangguk "Rasanya Paman Ging di rumah kita itu rasanya seperti di rumah sendiri"
Gon langsung sweatdrop denger perlakuan ayahnya itu di rumah pacarnya sendiri.
"Maaf" ucap Gon langsung, merasa bersalah.
Killua yang mendengar itu pun langsung menggeleng kepala" Gak! Gak apa-apa" ucap Killua cepat "Lagipula kan suatu saat bakal jadi ayah mertua-ku juga"
Mendengar perkataan Killua membuat Alluka punya mata berbinar-binar, Kuroro mengangguk sebagai tanda setuju, Kurapika jadi jawdrop dan Gon jadi blushing parah.
Melihat reaksi itu pun membuat Killua jadi blushing parah juga dan kemudian menyarankan agar cepat saja untuk membawa minuman ke semuanya yang akhirnya disambut anggukan setuju oleh Kuroro sementara Gon ama Kurapika hanya bisa diam sedangkan Alluka tertawa riang.
Tentu aja pas mereka balik, yang lain hanya bisa melihat grup yang bawa minuman ini dengan pandangan aneh secara Killua ama Gon masih blushing, Kurapika hanya geleng-geleng kepala, Kuroro menyeringai dan Alluka pergi ke sisi Kalluto dan menceritakan semuanya dan disambut senyum ringan oleh Kalluto.
Setelah semua sudah selesai istirahat, ditambah menghafal peta rumah baru agar tak tersesat saat menaruh barang. Mereka pun melanjutkan untuk menurunkan dan menyusun barang-barang. Kali ini Ging membantu (baca: dengan paksaan oleh Anegon) menyusun barang arkeolog miliknya.
Killua yang kebetulan di satu ruangan besar bersama Ging untuk membantu menyusun barang-barang pun mulai berasa betapa kakunya suasana ini.
"Ah, Killua"
Killua pun langsung tersenyum. Yah, jelas aja dia bisa ngenal suara pacarnya dan tentu saja benar, Gon sudah muncul ke ruangan mereka berdua berada dan Killua bisa merasa kalo suasananya sudah jauh lebih baik apalagi Gon saat ini sedang berbicara dengannya dan melupakan seseorang.
Yaitu Ging..
Ging hanya diam saja dan menyusun barang-barang sementara Gon ama Killua masih lagi asyik dengan satu sama lain yang membuat Ging hanya menghela nafas pasrah.
"Um, Om?"
Pertanyaan tiba-tiba itu pun membuat Ging menoleh kepala ke arah Killua, yang barus aja memberi pertanyaan.
"Ngomong-ngomong, kok Om bisa punya rumah sebesar ini?" ucap Killua dengan rasa penasaran dan disambut anggukan oleh Gon.
"Tentu saja…" ucap Ging kemudian melihat ke KilluGon ini dan..
"Menang Judi" ucap Ging dengan mata berkilat dan nada datar
Hyush~
Hembusan ngin langsung lewat di antara mereka bertiga
"Investasi saham la" ucap Ging dengan bangga "Terus pergi keliling dunia buat beli beberapa barang"
Killua jadi sedikit tersentak mendengar itu, jadi ayahnya Gon pergi keluar tanpa pamit dan pulang tanpa salam itu karena hanya mau shopping saja!? Pantesan sifat ibunya Gon jadi begitu! Dasar ayah gak tanggung jawab!
"Om" ucap Killua sambil memandang Ging dengan unbelievable look "Ini gak sopan tapi aku pengen memukulmu"
Gon langsung melihat Killua dengan muka pucat pasi "Ki-Killua!?"
"Oh ya?" Ging langsung melihat Killua dengan tatapan meremehkan "Coba saja kalau bisa"
Klik! Tombol emosi (?) Killua telah diaktifkan.
Beberapa saat kemudian
"Gon" ucap Anegon masuk ke ruangan mereka berada "Apa kalian sudah selesai-
Anegon jadi sedikit mematung pas melihat Ging dan Killua sedang bergulat di lantai, menjewer mulut dan kuping satu sama lain sementara Gon hanya bisa panik saat menyadari dia sedang di situasi yang tidak dia ketahui.
Hening kedua kali…
Anegon pun mulai mengepalkan tangannya dan-
"Bagus Killua! Hajar terus si Ging itu!" Teriak Anegon menyemangati calon mempelai pria (?) milik putrinya.
"Ibu!?" ucap Gon bingung "Kok malah nyemangatin Killua?! Harusnya kan kita misahin mereka!?"
Pintu ruangan pun dibuka kembali
"Gon, aku sudah selesai" ucap sesorang yang ternyata Kurapika "Gimana denganmu seka-
Kurapika tidak tahu apa yang terjadi di kamar ini sampai-sampai si Killua lagi bergulat ama Ging, Anegon menyemangati Killua dan Gon hanya diam mematung.
Hening ketiga kali…
"GENEI RYODAN, ASSEMBLE!" teriak Kurapika langsung mengkomando Genei Ryodan dan langsung membuat seluruh anggota Genei Ryodan memisahkan Ging dan Killua.
Setelah melewati masa perpindahan yang panjang sampai malam hari. Anegon dan Gon pun memasak banyak makanan untuk berterima kasih sama semua yang telah membantu mereka pindahan, membuat pesta penyambutan pindahan ke rumah baru. Saat semua lagi sibuk makan atau merayakan, Killua mendelik ke arah Ging yang menyeringai usil sambil minum sake.
"Kill, gak nyangka kalo kamu malah berantem ama ayahnya Gon" ucap Illumi dengan monotone.
"Berantem pas lagi pindahan di rumah baru?" Milluki menghembus nafas dengan sinisnya "Datengin pertanda buruk saja"
"Onii-chan, gak boleh berantem" ucap Alluka dengan cemberut di muka manisnya.
"Benar" ucap Kalluto dengan lembut dan mengibas kipasnya dengan anggun "Kalo gak dapat restu gimana?"
Dunia Killua seakan memutih saat mendengar soal restu. Apa Ging bakal nyimpan dendam ke dia dan bakal membuat Gon ama dia gak bisa bersama lagi!?
Kecuali Killua lagi galau sendiri, pesta penyambutannya itu akhirnya berakhir meriah. Memberi selametan (?) sudah pindah ke rumah baru yang besar dan mewah. Semuanya komplit dan-
"Kalian lupa sesuatu loh, KilluGon"
Kata nyasar (?) dari Raven pun membuat pesta sedikit diam sebelum 0.5 detik kemudian mulai lagi dengan meriah. Gon yang sudah berhasil menghibur Killua pun akhirnya mulai bingung soal apa yang mereka lupain, sampai akhirnya-
"AAAHHHH! PR! KITA LUPA NGERJAIN PR KITA!"
Nah, loh. Udah author ingetin loh. Selamat begadang ya kalian semua, author mendukung kalian dalam susah dan senang, bye-bye~
Review
MaRi mARi 99(chap 13) Oke! Makasih banget sudah membaca dan akhirnya terpesona (?) ralat, terhibur oleh fic saya ini. Kali ini moga aja update fic ini juga menghibur anda. Mari semangat juga ya, update fanficmu juga! Ganbatte~
Znaw Zoldyck (chap 12) Makasih sudah jadi pembaca setia~ Author sangat senang mendengarnya. Bisa kok author buat. Thanks buat inspirasinya ya~
Znaw Zoldyck (chap 13) Thank you reveiwnya lagi ya~ Author sudah buat fic nya sesuai dengan yang Znaw inginkan. Chap 9 juga chapter fav author, apalagi pas percakapan Gon ama Kallua, OC saya. Yay~ Akhrinya update. Moga dibaca lagi ya, arigatou gozaimasu~
