5. MENJENGKELKAN
.
...
.
Siang memang terasa lebih berat apa lagi matahari memberikan sinarnya dengan sengaja, supaya para makhluknya terus-menerus mengeluh ini-itu akibat panasnya. Lalu sang matahari akan menambah sinarnya mengejek seperti mengerjai para mahkluk hidup dibumi. lalu mereka akan mengumpat tak jelas sambil menyeka cairan asam yang akan mengeluarkan bau tak sedap ditubuh mereka.
Mungkin bagi sebagian siswa disekolah ini akan memanjatkan syukur kepada matahari karenanya sang idola mereka jadi terlihat lebih sexy dibawah sinar matahari, seragam agak basah akibat keringat dan tubuh yang jadi tampak dilelehi cairan asam tersebut. Setelah itu mereka menjerit tikus gemes dan bertampang jelek begitu melihat penampilan idola mereka yang sangat sexy itu.
Tapi bagi Sehun dirinya yang berkeringat berdiri dibawah sinar matahari adalah hal yang menjengkelkan. Kenapa? Karena badannya jadi bau dan lengket, jadi bau mana keren. Oh Salahkan saja jadwal pelajaran hari ini yang sudah siang panas begitu malah ada kelas olah raga. Belum lagi guru olah raga mereka menyuruh untuk berlari keliling lapangan sampai sepuluh putaran.
Lima putaran saja sudah basah apa lagi sampai sepuluh? Banjir mungkin? Setelah berlari mereka akan membahas pelajaran mengenai bola voli, olah raga yang mantannya tak suka. Soal mantan Sehun jadi melirikan kedua bola matanya tepat kearah dimana pemuda kecil itu berada. Si kecil lincah tapi cengeng itu tengah berbaris tepat didepannya sana.
Pikiran Sehun masih berlabu dan berputar-putar tak jelas soal kedekatan si mantan sama tiang jemuran- panggilan untuk Kris dari Sehun. Yang sialnya berita murahan itu ternyata tidak hanya jadi murahan, tapi nyata yang katanya Luhan memang dekat dengan si tiang jemuran (read: Kris) dan hampir seluruh penghuni Genie SHS tau hal itu.
Lalu cemburu-kah Sehun saat ini? Oke, please jangan tanya,kan hal mengenai itu. Sehun malas menjawabnya jika kalian menanyakannya. Karena jika kalian nekat bertanya maka Sehun tidak akan menjawabnya. Ia hanya tidak mau mengaku ingat itu!
"Jadi begitu-lah asal mulanya olah raga bola voli ini" suara pria setengah berumur didepan mereka terdengar saat itu pula Sehun berpaling dari tatapannya pada sosok Luhan.
"Jadi sekarang aku akan membagi kelompok untuk bermain!"
Dalam hati Sehun menggeram mengumpati gurunya yang menyuruh mereka untuk bermain saat ini. Dirinya jadi tambah bau jika begini terus -_-
..
..
..
"Bilang saja cemburu Hun!"
Plak!
"Aww..."
"Bisa diam mulut kotormu itu Kim sialan!"
Kai memanyunkan bibirnya sexy akibat mendapatkan pukulan romantis dari Sehun tadi. Lalu juga mengutuk mulutnya yang mana memang kotor sudah berkata sembarangan untuk teman kelasnya satu ini. Sementara Chanyeol malah menertawai keduanya didepan mereka.
"Lalu apa lagi? Kau terlihat bad mood begitu melihat kedekatan Luhan dan Kris itu, jelas sekali kalau kau cemburu bukan?!" dan Chanyeol jadi mengikuti jejak sesatnya si hitam-Kai.
"Siapa bilang? Aku bad mood gara-gara pelajaran olah raga tadi tau."
"Memang kenapa?"
"Cium saja nih!"
Seketika Kai dan Chanyeol bereaksi ingin muntah begitu mencium aroma badan si datar disana. Sehun yang jadi tampak bermuka masam akibat badannya sendiri. Salahkan lagi saja pelajaran olah raga tadi dan matahari yang sudah berhasil membuat si datar bad mood gegara aroma badannya.
"Astaga Hun, kok bau yah?" tanya Kai
"Bau memang, tapi masih bauan badanmu Kai!" ejek Chanyeol serasa tubuhnya tidak mau saja -_-
"Sialan, bau begini masih dicintai si pororo tau!"
Hoek, giliran Sehun yang jadi ingin muntah dan kalau bisa ia mau muntah diwajah si hitam saja. XD
"Ini gara-gara Park ssaem, kalian tau,kan aku tidak suka berkeringat."
"Tapi berkeringat itu sexy hun, lihat saja fansmu malah senang tuh..."
Kyaaa...
Sehun merotasikan mata sipitnya dengar teriakan heboh dari para fansgirlnya yang mana memang sejak mereka disana sibuk menatapi dan membicarakan dirinya. Itu juga gegara Chanyeol yang malah menujuk kearah mereka berada. Jadi sang para fans merasa dibicarakan balik dan kegirangan sambil sibuk memperbaiki penampilan mereka.
"Masa bodoh, habis istirahat pelajaran apa?" Sehun justru beralih bertanya mengenai pelajaran mereka nanti.
"Kayanya sih bahasa mandarin, wae?" Kai yang menjawab.
"kebetulan, aku mau balik keasrama."
"Buat?" Kai dan Chanyeol serentak
"Mandi sebentar, habis aku tidak tahan baunya" ujar Sehun sambil mengibas-ngibas kerah seragam sedikit basahnya itu. Lalu Kai dan Chanyeol ber'oh'-ria.
"Bolos dong?"
"Sekali-kali tidak apa-apa, yasudah aku pergi dulu..."
"Eh? Langsung pergi begitu?"
"Iya, byee..."
Hhh...
Sisa berdua Kai dan Chanyeol yang berhela nafas melihat kepergian Sehun yang katanya mau membolos karena ingin mandi di asrama mereka. Dan itu cuma bau badannya doang? Oke, satu fakta lagi dari si datar kalau Sehun itu agak anti sama namanya berkeringat. Ia tidak suka dengan bau badan ditubuhnya atau ditubuh orang lain. Tapi pengecualian untuk mantannya-Luhan karena bagi Sehun, Luhan itu tidak pernah bau, keringatnya saja malah wangi kaya aroma bayi. Makanya Sehun paling suka kalau menempeli hidung mancung ditubuh Luhan. Tapi sayang sekarang sudah tidak dan kalian pasti tau kenapa.
..
..
..
Usai mandi Sehun mengganti seragamnya dengan yang baru, jelas biar tidak ada lagi bau-bau yang menempeli tubuhnya sekarang. Ia jadi lebih terlihat cool dan wangi. Kalau begini-kan enak dan lebih nyaman untuknya dari pada yang tadi.
Ia memutuskan untuk keluar dari kamar asramanya bersama Chanyeol, mungkin akan langsung kembali kesekolah lagi pula sekarang jam istirahat kedua sudah tiba. Jadi tidak masalah untuk kembali. Dengan bersiul-siul kecil Sehun melangkah santai keluar dari gedung asrama. Menuruni tangga kelantai utama.
Ketika baru akan benar keluar dari asrama matanya malah menangkap sosok rusa cantik alias sang mantan-Luhan tengah duduk manis disalah satu bangku yang ada diteras asrama mereka. Si kecil itu sendiri saat ini, tidak ada si duo centil Baekhyun dan Kyungsoo, si bakpau Xiumin hyung mereka atau pun si tiang jemuran Kris yang akhir-akhir ini sudah menggantikan posisi Sehun secara tak langsung.
Jadi Luhan benar real alone sambil memainkan ponsel ditangannya. Tak sadar Sehun berseru senang dihatinya, mungkin tak masalah jika ia sedikit mendekati rusa itu. Lagi pula tidak akan ada yang mengganggu mereka, Lho?
Tap
Tap
Suara ketukan sepatu mahalnya mulai mendekat pada tempat singgah Luhan. Sampai sudah benar didepan pemuda asal china itu ia berhenti tanpa kata dan yang disamperin langsung beralih mendongak untuk melihat.
"Sehun..."
"Sedang apa kau sendiri disini?" nada biasa datar, memang apa lagi? -_-
"Sedang apa bukan urusanmu" balasan Luhan ikutan datar juga padahal dalam hati si rusa menjerit kesenangan.
"Ohh..." Sehun balas juga seadanya.
"Kau sendiri kenapa ada disini?" Luhan jadi basa-basi balik bertanya.
"Mandi diasrama."
Yang kecil berangguk paham karena Luhan tau kenapa Sehun bisa pergi keasrama dan mandi disana. Lama berpacaran dengan Sehun dan walau sekarang mereka sudah pisah bukan berarti Luhan melupakan kebiasaan sang mantan seperti apa. Salah satunya alasan Sehun yang mandi tiba-tiba seperti ini. Ia hapal bahkan dengan kebiasaan pemuda tampan pucat itu.
"Benar dekat sama tiang jemuran yah?"
"Hah? Tiang jemuran?" Sehun ingin menabok mulutnya sekarang, bertanya seperti itu tiba-tiba. Mana ia menyebut Kris dengan sebutannya sendiri, Luhan mana mungkin tau siapa yang ia maksud.
"Maksudku Kris."
"Oh, Kris? Iya memang kenapa?" cemburu yah? Lanjut Luhan dalam hati dan jadi ingin berteriak seperti itu kepada Sehun didepannya.
"Tidak apa-apa, tanya saja."
Setelah itu Luhan kembali pada ponselnya habis Sehun tak berkata apa-apa lagi. Dan hanya sama diamnya menatapinya disana. Padahalkan Luhan ingin sekali Sehun bisa lebih lama berbicara dengannya sekarang. Apa lagi disana cuma mereka berdua saja.
'duhh Sehun kenapa diam saja? Ngomong lagi dong!' sampai Luhan membatin seperti itu penuh harapan.
"Luhan..."
"Yah?" Ketika akhirnya Sehun kembali bersuara memanggilnya Luhan cepat berdongak dan bersahut semangat. Menatapi yang tinggi penuh harapan seakan ingin Sehun mengajaknya untuk balikan?
"Ada apa Sehun?" benar berharap seperti itu.
"Lain kali jangan dekat sama laki-laki kaya Kris!"
"Hah? Memangnya kenapa?"
Luhan sudah tampak girang karena Sehun mengatakan jangan dekat sama orang kaya Kris, dan ia harap Sehun melarangnya karena pemuda itu merasa cemburu, terus Sehun mengajaknya balikan terus mereka kembali pacar-
"Tidak enak dilihat tau, kau jadi terlihat semakin kecil jadi jangan dengannya!"
-ran? Hah?
"yasudah aku pergi."
Luhan merasa blank seketika, sementara Sehun sudah hilang dihadapannya dan hanya meninggalkan sisa-sisa aroma khas seorang Oh Sehun. Luhan mencerna semua perkataan Sehun tadi sebelum wajahnya mulai memerah padam bukan karena merona dipuji, tapi merah akibat rasa kesal setengah mati menguasainya. Lalu ia berkeriak keras seorang diri disana.
"OH SEHUN MENJENGKELKAAANNN...KYAAAAA..."
Hilang sudah semua harapannya bersama angin lalu.
.
.
.
Gk lucu? Saya tau wkwkkk
Humor saya emang payah hahaa...
Yaudah maaf kalo dikit, maaf kalo ceritanya garing, maaf dll deh XD
sabar ntar bakal HunHan balik kok kalo authornya mengkehendaki wekwekwekkk
#ngakaksetan XD
byeee~ #kedipsexy #muntah XD
