7. Masih cinta

..

..

..

Luhan tampak bego dengan muka bengong-melongo, sesekali kedip-kedip manja mandang wajah tampan pemuda didepannya itu. Rasanya otak yang ia milikI seketika jadi tidak berfungsi karena terlalu terkejut mendapatkan serangan mendadak hanya dari ucapan pemuda itu. Ia benar tidak salah dengar kan? Barusan ada kata cemburu terlontarkan dari mulut tipis yang selama ini selalu jadi favoritenya.

Kalau bisa dihitung ada sekitar 2 menit 9 detik terlewati mereka hanya saling diam membisu. Saling tatap-menatap berbeda. Sebelum akhirnya otak Luhan kembali jalan lurus dan ia tersentak aneh.

"Hah? Apaan sih Sehun? Jangan bercanda deh!" tidak mau kelihatan begitu berharap dulu, Luhan memutar otak untuk bisa lebih tenang. Kan siapa tau telinganya malah salah nangkap dengarkan?

"Bercanda apa sih? Benar kok, tapi kalau tidak percaya yah tidak masalah. Aku tidak maksa kamu mau percaya atau tidak."

Lahh, si datar malah bilang kaya gitu kan Luhan jadi kembali bego dianya. Walau tidak bisa dipungkiri hatinya sudah mulai ditumbuhi bunga-bunga. Siap mekar kalau Sehun benar serius sama ucapannya tadi. Dengan begitu rencananya bersama duo centil berhasil dan Sehun telah mengaku sendiri seperti ini.

"Tau kok kamu'kan sengaja buat aku cemburu iyakan?"

Eh? Ketahuan ini ceritanya?

"I-ihh apaan sih? Percaya diri banget kamu kalau aku berbuat kaya gitu" gelak saja deh biar aman iyakan -_-

"Mungkin saja'kan? Kalau benar kamu berhasil tau."

Luhan kedip-kedip lagi matanya begitu melihat Sehun sudah bergerak balik badan, dan siap meninggalkannya lebih dulu. Karena hal itu Luhan yang masih belum percaya bertindak juga. Ikut jalan buat menyusul yang mau pergi duluan. Belum lagi mendadak ada satu pertanyaan yang jadi muncul diotaknya.

Kalau kemarin-kemarin Sehun bilang ia pengecut, tidak bertanya langsung mengenai alasan mereka putus. Maka kali ini Luhan mau nekat untuk bertanya langsung sama Sehun sendiri. Jadi dia ikutin Sehun yang pergi terus langsung bertanya tanpa ragu-ragu lagi.

"Terus kenapa kamu mutusin aku Sehun?" pake teriak lagi sampe Luhan kejut sendiri kok dia jadi berani kaya gini yah? Terus cepat dia tutupin mulutnya itu.

Nah, yang ditanya denger jadi terpaksa berhenti melangkah. Diam dulu beberapa saat mungkin mencerna pertanyaan Luhan untuknya tadi. Luhan ikut berhenti pun memandang berkaca-kaca punggung berbaluk tas ransel milik pemuda itu. Menunggu jawaban pasti dari yang ditanya. Cukup lama juga nunggunya sampe Luhan kepo pake banget lagi.

"Sebenarnya tidak ada alasan, cuma..." suara Sehun sedikit terdengar kecil tapi Luhan mengerutkan alisnya menunggu kelanjutan ucapan Sehun yang menggantung itu.

"Cuma apa?" benar kepo deh.

"Ayah aku tidak suka, karena waktu itu nilaiku jadi anjlok tau..."

"Eh?"

Sehun berbalik juga kembali menghadap si mantannya itu, membalas tatapannya dengan raut wajah antara menyesal dan sedih. Sementara Luhan tidak tau lagi harus bagaimana. Maunya dia cuma denger keseluruhan alasan Sehun yang memutuskannya dulu.

"Maksudnya Sehun? Ngomong yang jelas dong!"

"Hahh...jadi waktu itu tuh ayah aku tau kalau aku sudah punya pacar. Awalnya dia tidak masalah kalau anaknya pacaran, tapi saat ulangan semester waktu itu nilaiku jadi menurun, kamu tau jugakan soal itu?" jelas Sehun akhirnya sempet bertanya dan Luhan cuma bisa balas mengangguk saja.

"Gara-gara itu ayah aku mengira nilaiku menurun karena terlalu sibuk pacaran, jadinya dia minta aku buat putusin kamu Luhan."

"A-apa?"

Luhan kejut lagi begitu akhirnya ia tau alasan Sehun memutuskannya. Dan tidak menyangka jika alasan itu hanya karena dari ayahnya si Sehun. Sampe ayah si mantannya ini menganggap menurunnya nilai si anak hanya karena terlalu sibuk pacaran. Oh tidak, Luhan jadi makin sakit hati. Bagaimana bisa ayah Sehun beranggapan seperti itu?

"Aku tentu saja menolak, memutuskanmu jelas-jelas kamu kekasihku yang masih aku sayangi, tapi ayahku malah mengancamku Lu, dia bilang bakal menyekolahkan-ku di jepang kalau tidak menurut. Yasudah dari pada aku tidak bisa melihatmu lagi, jadi aku terpaksa" Sehun dengan kepala yang ia tundukan, sedih mungkin?

Luhan yang akhirnya tau semuanya jadi ingin menangis kencang, jadi selama ini Sehun terpaksa memutuskannya? Hanya karena ayah pemuda itu, dan juga tak ingin pisah jauh jadi Sehun menuruti saja apa kemauan ayahnya. Biar masih bisa ketemuan gitu kalau tidak-kan Sehun bakal pindah ke jepang.

Oh, bodohnya Luhan sekarang yang baru tau alasan si mantannya itu. Selama ini ia hanya mementingkan perasaannya saja dari pada perasaan Sehun sendiri. Yang jelas-jelas lebih tersiksa mungkin karena terpaksa memutuskannya. Kasihan Sehun dan Luhan jadi merasa bersalah kepada pemuda itu.

"Sehun bodoh yah! Kenapa tidak bilang padaku lebih dulu? Kamu mutusin aku begitu saja, apa lagi tidak memberitahukanku alasannya. Dasar tembok bodoh hiks..."

Nah, jadi nangis benerkan habis Luhan sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Kesel juga setengah mati akibat kebodohan mantannya itu.

"Eh, kok nangis Lu?" Sehun pake tanya lagi.

"Habis kamu bodoh sih hiks...hiks...bodoh banget ih kesel hiks..." Luhan balas terisak sambil mengomel kesel.

"Maaf kalau gitu..."

"Auahh...aku benci Sehun hiks...benci banget hiks..."

"Kok benci Lu? Tapi aku masih cinta kamu lho."

"Bodo amat! hiks..."

"Eh, Lu mau kemana? Luhaaannn..."

Sehun teriak kejut manggil Luhan yang taunya sudah lari kenceng menjauh entah kemana. Berlari masih terisak sedih, dia cuma kesel saja begitu tau Sehun bodoh banget tidak pernah kasih tau alasan mereka mutus. Baru tadi Luhan taunya makanya dia jadi mendadak sedih, kesel dan merasa bersalah sendiri. Kesel karena Sehun benar bodoh. Bodo amat deh sama teriakan Sehun yang memanggilnya dibelakang sana. Luhan cuma mau pergi jauh saja sekarang kalau perlu ketempat yang cuma ada dia doang disana. Terus nangis sampe habis air matanya.

Tapi walau begitu Luhan tidak bisa bohongin dirinya yang merasa legah dan juga senang karena Sehun bilang, mantannya itu masih cinta dengannya. Legah yah setidaknya Sehun masih memiliki perasaan padanya dan mereka masih bisa bersama. Iya tidak? Iyain aja yah hehee...

..

..

..

Tbc

Apaan ini coba? Gaje, receh gk mutu, humor gagal XD

Hayoo pada seneng saya fast update hehee, bonus deh buat kalian soalnya saya sempet late banget kemarin :D

eh, sumpah alasan Sehun mutusin Luhan nganu banget yeh, cuma ggra ayahnya doang wkwkwkkk kasihan :D terus maaf juga kalo ternyata mang pada gk nyaman sama gaya bahasa saya yg kemarin. Tapi ini gk non baku semua loh yah, hanya ada beberapa saja yg saya pakein dan ini hanya khusus ff ini kok, jdi tenang aja atuh XD

Yosh! Itu aja deh, last see you next chap yah :')