Tok tok tok
" masuk "
Ceklek
" hay sayang, apa bibi menganggumu ?"
Jongdae yang tadi tengah membongkar koper, menggeleng pelan dan tersenyum ke arah ibu ke-2 nya. Minseok masuk ke dalam kamar dan ikut duduk di karpet bulu kamar serba merah muda ini
" membongkar koper? Kenapa ?"
" apa bibi lupa bagaimana ibu? Lihat saja ibu memasukkan semua isi lemariku. Aku hanya 3 bulan di jepang dan ibu membawakanku semua. Jadi aku ambil saja pakaian seperlunya"
Omel jongdae dengan kedua tangan yang sibuk memilih pakaian mana yang harus ia bawa dan tidak
" ibumu hanya khawatir baby, kau tidak pernah jauh dari ibumu jadi wajar bukan "
" jongdae tahu. Dan ini kesempatan jongdae untuk sedikit menjauh dari ibu "
" maksudmu?"
Jongdae menatap wanita cantik ini dan memberikan senyum termanis yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun.
" aku memang sengaja ikut pertukaran pelajar. Aku ingin melihat, bagaimana aku jika jauh dari ibu dan bagaimana ibu jika aku jauh darinya. Apa bibi ingat saat ibu harus dinas di australia selama 1 minggu. Dan aku ada ujian 2 minggu lagi? Ibu bahkan mendatangi kepala sekolah untuk mengundur ujian? Aku sampai malu kesekolah karena ibu "
" kau malu ?"
" bibi, aku saat itu 16 tahun dan aku sudah remaja. Ibu tidak harus memperlakukanku seperti ini"
Minseok tertawa kecil dan menarik tubuh jongdae ke pelukan.
" seorang ibu memang seperti itu. kekhawatirannya berlebih. Takut terjadi apa-apa dengan sang anak. Apalagi kau princess satu-satunya yang ibumu punya "
" aku sayang ibu dan bibi "
Jongdae memeluk erat tubuh minseok dan mencium aroma vanila dari tubuh sang bibi.
" baiklah, ini sudah malam. kau tidurlah biar bibi lanjutkan. Bibi tahu seleramu princess "
" aaahhh bibi memang yang terbaiiiiiiiikkkkk "
Jongdae kembali memeluk sang bibi di tambah kecupan sayang di pipi kanan gembil minseok.
X
X
X
X
Baekhyun mengernyitkan kening, begitu melihat sang baba sudah berdiri bersandar di salah satu mobil jeep koleksinya. Lihat saja jaket kulit hitam, kaus dalam putih, celana ketat hitam dan sepatu kets putih serta tak lupa kacamata hitam yang baekhyun baru lihat hari ini. Apa babanya baru beli kemarin malam?
" oo oooww "
Luhan yang baru saja mau berjalan ke parkiran langsung terhenti di samping baekhyun karena melihat yifan yang sangat OOC. Yifan tidak pernah bertindak seperti ini dan Luhan tahu betul bagaimana Yifan.
Flashback
Yifan sebenarnya terluka karena perkataan baekhyun yang seolah ia tidak pernah menjadi baba yang baik. Oleh karena itu berlari ke kamar dan memakai pakaian serba hitam dan pergi mengikuti kemana luhan membawa putrinya. Begitu tahu dimana luhan dan baekhyun, yifan ikut masuk ke dalam tenda dan duduk membelakangi keduanya. Ia mendengar semua curahan hati baekhyun dan ia sadar jika baekhyun terlalu bergantung pada luhan.
" lu "
Luhan yang hendak masuk ke dalam kamar menoleh dan melihat yifan berdiri di depan pintu kerja.
" bisa kita bicara ?"
Luhan mengangguk dan mengikuti yifan untuk masuk ke ruang kerja
" ada apa ge ?"
" apa aku orang tua yang buruk ?"
Luhan menaikkan salah satu alis.
" maksud gege ?"
" apa aku orang tua yang buruk untuk putriku? "
" aaahhh itu. apa gege baru sadar ? "
" seburuk itu ?"
Luhan tersenyum dan mengangguk
" aku belum menikah dan mempunyai anak, tapi baekhyun sudah seperti putriku sendiri. Dia terlalu dekat denganku karena hanya aku yang selalu ada di dekatnya. Kau tahu maksudku bukan ?"
'mengangguk'
" kau sangat menyayangi baekhyun daripada dirimu sendiri. Bahkan aku berani bertaruh 100 juta dollar jika kau akan membawa baekhyun ke luar angkasa saat ini juga, jikaiamemintanya. Tapi yang harus kau tahu, baekhyun tidak perlu hal materi sebanyak yang kau berikan. Secara materi dia sangat terpenuhi, tapi secara mental? Dia butuh seorang ayah. Dan yang ada dihadapannya bukan ayah. Melainkan orang lain. dan ia melihat sosok ayah ada padaku "
"..."
" ia tidak membencimu, ia hanya butuh perhatian. Sejak kecil ia selalu bersamaku, bahkan aku bisa menghitung dengan jari berapa kali kau datang di acara natal dan ulang tahunnya "
Yifan menghela nafas, ia memijit pelipis sambil menutup mata. Ucapan Luhan memang benar adanya. Ia memberikan baekhyun materi yang sangat melimpah, hanya karena ia tidak ingin baekhyun merasa kekurangan. Dan ia menjadikan itu sebagai rasa sayang. Tapi tidak, ia salah besar. Dan rasanya terlambat untuk menyesalinya. Luhan tersenyum, ia bangkit dari duduk dan berjalan mendekati Yifan yang duduk di kursi singgasana
" kau belum terlambat untuk menebus kesalahanmu ge"
Flashback end
Luhan dan Baekhyun memandang horror Yifan. Sungguh, sejak kapan Yifan mempunyai pakaian seperti itu. yang baekhyun tahu, babanya bahkan tidak mengoleksi celana ketat. Dia berani bertaruh jika hanya celana kain dan beberapa jeans yang ada di lemari supernya.
" babamu ?"
Bisik Luhan masih dengan wajah horornya
" entahlah "
Jawab Baekhyun kecil. Yifan mengalihkan pandangan lalu menatap 2 orang yang masih setia berdiri di depan pintu utama
" pesawatmu 2 jam lagi princess "
" a aah itu,,, hmmmb yaa "
Yifan mengernyit heran, ia mendapati Baekhyun menatapnya bingung disertai memeluk lengan adik sepupunya. Jujur saja hal-hal kecil seperti ini membuat Yifan cemburu pada Luhan. Keduanya masih memperhatikan Yifan. Menatap dari bawah sampai atas. Sepatu sneaker, apa-apaan itu.
" apa yang kalian lihat ?"
" ge, is that you ?"
Yifan jengah, ia menurunkan kacamata dan sedikit menunduk membua Luhan mundur dengan takut
" kau pikir siapa lagi?"
Buru-buru Luhan membuka pintu mobil sedang Baekhyun masih mengernyitkan kening.
" kau tidak masuk?"
" apa kau wu yifan? "
" kau tidak sopan dengan babamu sendiri noona "
" aku hanya memastikan "
Ucapnya acuh sambil membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang.
Di Lain tempat, Jongdae menatap jengah ibunya yang begitu semangat berbicara dengan Boa saem. Entah apa yang mereka bicarakan. Ia memilih duduk di ruang tunggu bersama Minseok dan juga beberapa potong roti isi yang tadi mereka beli.
" sayang, ibu sudah bicara dengan boa saem. Ibu akan 3 hari sekali ke jepang. Dan kau akan 1 kamar dengan boa saem. Makan teratur dan jangan membantah saem mu. Dan juga ibu sudah memberikan daftar ma_"
" ibuuu "
Joonmyeon menghentikan ocehannya lalu menatap jongdae dengan tampang malasnya
" 3 bulan lagi aku berumur 17 tahun dan ibu masih menganggapku bayi? Ooh ayolaah bu, aku bisa mengatasiya sendiri "
Joonmyeon menatapnya sendu. Yang dikatakan Jongdae benar, tapi ini semua karena ia begitu khawatir.
" ibu hanya mengkhawatirkanmu sayang "
" tapi jongdae sudah besar bu, sudah tidak memakai popok lagi "
Joonmyeon buru-buru memeluk Jongdae. Memeluk erat dan ia hampir menangis.
" jongdae akan baik-baik saja. jongdae tahu mana yang baik dan buruk. Tidak akan mengecewakan ibu dan aku mengingat semua petuah dari ibu. Kumohon, jangan terlalu mengkhawatirkanku bu. Aku menyayangimu "
" ibu terlalu menyayangimu sayang. Kau satu-satunya yang ibu miliki dalam hidup "
Keduanya melepas pelukan. Joonmyeon sedikit mendongak hanya untuk mengusap rambut sang putri. Jongdae lebih tinggi beberapa cm darinya.
" jongdae akan baik-baik saja. mengirim pesan dan menelefon ibu setiap hari. Jangan khawatir. Dan ibu jangan coba-coba datang ke jepang "
" ibu tidak janji "
Jongdae memutar matanya malas, ibunya kembali seperti sedia kala.
X
X
X
Jongdae sudah masuk ke dalam gate, mereka sudah saling berpelukan dan melambaikan tangan. Ia menyapa pramugari yang berdiri di pintu masuk pesawat dengan ramah. Ia lalu mencari nomor tempat duduk yang sesuai di tiket dan begitu ketemu, ia langsung duduk di dekat jendela. Tempat paling ternyaman baginya.
" baiklah jongdae, kau siap ? semoga kita bisa beradaptasi disana "
" tentu saem "
X
X
X
X
Baekhyun tidur dengan memeluk Roro, boneka harimau dari luhan. Sedang, Guru laki-laki tampan yang masih muda. Zhang Yixing namanya. Ada di kursi seberang. Butuh waktu lebih dari 6 jam untuk sampai ke Jepang. Beruntung Yifan menyarankan untuk mengganti ke kelas VIP, baekhyun jadi bias tidur nyenyak di pesawat. Hanya ada kurang dari 15 orang duduk di kursi VIP. Yifan berkuasa, tentu saja. apa yang tidak untuk putrid cantiknya.
Baekhyun merasa ia baru saja tidur, tapi mengapa pramugari sudah mengumumkan untuk pendaratan? Ia jadi lekas membenahi diri dan menguap kecil. Beberapa menit lagi pesawat akan menginjakkan kaki di Tokyo, ibu kota Negara sakura. Ia melihat kearah jendela, dan benar saja, sudah terlihat bangunan tinggi dan juga beberapa kendaraan umum dibawah.
" baekhyun, apa kau sudah siap ?"
" ya laoshi "
X
X
X
X
Yixing memandu Baekhyun untuk keluar dari pintu International. Disana bisa Baekhyun lihat, ada seorang perempuan yang membawa banner kecil bertuliskan " ZHANG YIXING & WU BAEKHYUN ". Perkiraan Baekhyun benar, ketika Yixing mendekati wanita tersebut dan sedikit berbincang.
" hy baekhyun, selamat datang di jepang "
Baekhyun tidak bodoh, beruntung ia menguasai bahasa Jepang. Jadi ia mengerti maksud dari wanita berambut hitam tersebut
" terima kasih sensei "
" namaku aragaki yui, kau bisa memanggilku yui sensei "
" baekhyun, wu baekhyun "
Yui menggunakan bahasa inggris, mungkin ini bisa memudahkan mereka berkomunikasi. Setelah berkenalan singkat, Yui, salah satu guru bahasa Inggris di SMA. Mengajak keduanya untuk pergi darisana menuju mobil jemputan.
SMA Sapporo Minami, sebuah sekolah elit di jantung pusat ibu kota negara Sakura. Negara yang termasuk sebagai negara dengan tingkat kedisiplinan tertinggi serta negara dengan biaya hidup termahal di dunia. Siapa yang tidak ingin tinggal di negara maju seperti Jepang? Baekhyun duduk di depan bersama supir. Sedang kedua guru tersebut sibuk berbicara mengenai hal-hal tentang Jepang. Baekhyun sudah pernah kemari beberapa kali bersama Yifan maupun Luhan. Jadi ia sudah hafal mengenai seluk beluk Jepang dan tentu saja dengan bahasa mereka. Salahkan otak encer turunan Yifan. Ia menguasai bahasa Cina, Inggris, Jepang dan sedikit Paris. Mobil hitam mereka memasuki sebuah asrama, bangunan nya tidak kalah keren dengan asrama di sekolah Baekhyun. Yaa meski ia tidak tinggal disana tapi ia tahu bagaimana asramanya.
" baekhyun, apa kau bisa bahasa jepang ?"
" bisa sensei "
" kau lebih nyaman kita berkomunikasi dengan bahasa jepang atau inggris? Karena jujur, aku tidak bisa bahasa cina "
Baekhyun tersenyum kecil mendengar logat jepang di pengucapan kalimat bahasa inggris
" jepang, aku tidak keberatan sensei "
" baiklah, mari ikut aku "
Setelah itu, ketiganya segera masuk ke dalam Asrama.
X
X
X
X
Keadaan tidak jauh berbeda, Jongdae juga baru saja dijemput oleh seorang gadis seumurannya. Berambut cokelat sebahu dan begitu cantik. Boa saem terlebih dahulu berbincang dengan si gadis, beruntung Boa saem bisa berbicara bahasa jepang meski terlihat kaku.
" jongdae, ini momo. Dia ketua club bahasa inggris "
" hy mrs jongdae "
" hy mrs momo "
Mereka bersalaman sebentar dan saling melempar senyum
" momo, jongdae bisa berbahasa jepang dengan lancar. Jadi akan semakin mudah berkomunikasi "
" waah benarkah "
Pekik momo dengan senang. Senyumnya semakin lebar kala jongdae bersikap santai dengan memeluk momo.
" baiklah, mari saya antar ke asrama "
X
X
X
X
" ini asrama khusus untuk para siswa asing. Atau lebih tepatnya untuk siswa pertukaran. Mereka ditempatkan disini untuk beberapa waktu "
Momo berjalan ke perlahan dengan mengenalkan bangunan asrama disini.
" kamarmu sudah aku siapkan. Untuk sementara ini, aku akan menemanimu "
" kau tidak keberatan ?"
" tentu tidak, pihak sekolah mengutusku untuk menemanimu. Kuharap kita bisa cocok satu sama lain "
" aku tidak masalah. Kita bisa menjadi teman. Tidak perlu memanggilku dengan panggilan mrs "
Momo mengangguk sebentar, mereka hanya berdua. Boa saem sudah diantar lebih dahulu untuk bertemu dengan kepala sekolah. Mereka sampai di kamar dengan nomor 21, di lantai 2 lebih tepatnya
" ini kamar kita, tadaaaa "
Jongdae menatap takjub kamar ini. cukup luas. 7x7 meter. Dengan 2 kamar tidur singel, 2 meja belajar. Karpet di tengah antara 2 ranjang, kamar mandi di sisi kanan. Ada televisi, pendingin ruangan, penghangat ruangan dan juga ada lemari pendingin.
" kau bisa memilih ranjangnya, kau ingin dimana ? "
" aku bisa dimana saja "
" baiklah, aku disini kau disana. Aku sudah meletakkan koper disini. kau bisa beristirahat, aku akan pergi keluar sebentar "
" baiklah, terima kasih "
Setelahnya momo keluar dari kamar dan jongdae duduk di ranjang. Empuk sekali, ia merebahkan diri dan menatap langit-langit. Di antara 2 ranjang ini ada jendela kaca, tidak terlalu lebar. Jongdae masih sibuk melihat sekeliling dan ia memilih untuk mengeluarkan isi koper dan berganti pakaian. Udara cukup dingin jadi ia memilih memakai kaus lengan panjang dan juga celana panjang.
Tak jauh beda dengan gadis cina ini. Baekhyun memilih istirahat karena tubuhnya begitu lelah. Meski sedari tadi diperjalanan, ia selalu tidur. Tapi jika tidak bertemu ranjang, baekhyun anggap itu tidak tidur. Dia ada di lantai 1 gedung asrama. Yui sensei juga sudah pergi, ia hanya disuruh menunggu teman sekamarnya. Akan ada 1 gadis yang menjadi teman kamarnya. Lebih tepatnya gadis yang akan membimbing baekhyun selama ia disini.
X
X
X
tebeceeehh
