disclaimer
naruto belongs to masashi kishimoto
"Kayak dia the only one cowok di dunia ini aja, No," kata Sakura sambil meletakkan dua mangkok mie ayam di atas meja. Yang satu ia geser ke hadapan Ino.
"Ya bukan gitu, Ra. Cogan memang banyak, tapi…" Ino menggantung kalimatnya."Yang nemplok di hati cuma satu." Ino memejamkan mata, pura-pura menahan nyeri di dadanya, seolah-olah habis kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
Kedua temannya hanya memutar mata bosan, sudah biasa menghadapi kelakuan lebay sahabatnya yang satu itu.
Hinata yang sedang mengaduk milkshake-nya merasa ada yang melihat terus ke arah mejanya. Ketika dia menoleh, ternyata benar saja ada cowok yang tiba-tiba gelagapan ketika ketahuan oleh Hinata. Membuat gadis itu ketawa kecil.
"Tuh No, kenapa gak sama Kiba saja?"
Ino langsung menegakkan badannya. "Mana Kiba?!"
"Kalo dari aku, arah jam dua, belakang kamu."
"Hah untung deh. Males aku sama dia." Ino mengambil sendok dan garpu kemudian melahap mie ayamnya.
"Emang kenapa sama Kiba? Bukannya bagus? Dia banyak yang naksir, masa kamu gak mau?" tanya Sakura bertubi-tubi.
"Ya makanya itu, banyak yang naksir, aku jadi malas. Terlalu ganteng, repot." Ino memutar mie ayam menggunakan garpu, kemudian melahapnya.
Rasanya Hinata ingin menyiram sahabatnya yang freak ini dengan milkshake-nya, kalau Sakura dengan mie ayamnya. Tapi mubazir, jadi dia hanya bisa ngelus dada aja.
Alasan Ino susah banget banget banget bangeeeeeeeeeeeeet (bahkan bangetnya pun gak bisa diitung lagi) move on dari Sai?
Pertama, Sai itu pacar pertama Ino. Otomatis, kesan pertama Ino terhadap 'pacaran' itu dilihat dari hubungannya dengan Sai. Bisa dibayangin kan, gaya pacaran Sai itu gimana, sampai Ino susah banget move on?
Kedua, karena Sai pacar pertama, otomatis ketika putus dia jadi mantan pertama Ino. Ino sudah banyak melihat teman-temannya yang putus cinta. Kadang mereka galau di kelas, nangis, nggak masuk seminggu, bahkan suka ada yang tiba-tiba kesurupan karena mengenang masa lalu dengan sang mantan.
Ino yang melihat itu hanya bisa bergumam, "lebay." Lalu sekarang? Dia kena omongannya. Galau tingkat kegantengan Guru Kakashi.
Ketiga, Ino jadi orang pertama yang pacaran di antara Sakura dan Hinata—ketika ketiga gadis itu sama-sama masih sendiri. Oke, itu mungkin nggak terlalu penting, tapi Ino cukup bangga. Jadi ketika Ino taken, Sakura dan Hinata masih jomblo.
Sebenarnya Hinata baru aja putus dari Gaara dan Sakura juga lagi pdkt sama Sasuke, hanya saja Sakura nggak pikir itu pdkt karena Sasuke kalau chat dia hanya untuk minta contekan pr. Oh ya sampai-sampai group chat mereka Ino ubah namanya '1 taken, 2 jomblos'.
"Sombongnya," ucap Sakura dan Hinata.
Keempat, karena Sai dan Ino pacaran, mereka jadi sering kencan, dan Sai itu orang pertama yang ngajak Ino jalan-jalan sampe pulang malem. Biasanya Ino takut kalau pulang malam-malam, paling sore jam lima. Tapi semenjak jadian sama Sai, dia mulai berani main sampai jam sembilan. Pastinya dianterin pulang oleh Sai sampai rumahnya dengan selamat, dong.
Kelima, Sai cowok pertama yang diizinin Ino masuk rumahnya sekaligus sudah dekat banget sama mamanya.
Jadi ceritanya ketika mereka mau kencan, merekas udah janjian di tempat biasanya mereka ketemuan. ketika Ino mau pergi tiba-tiba mamanya menyuruh dia beli nori ke warung. Karena buru-buru, Ino keceplosan, "aduh Ma, Ino udah ditunggu Sai, nih!"
"Siapa itu Sai?!" semprot mamanya.
"Eh temen, Ma! Kan Ino juga udah bilang mau main."
"Ya udah, suruh temenmu ke sini dulu aja, kali."
Mau gak mau karena takut dikutuk jadi batu, Ino pun menyuruh Sai untuk ke rumahnya. Ketika Sai sudah sampai, Ino langsung lari melewati Sai sambil teriak, "bentar ya Sai, mau beli nori dulu!"
Karena canggung, Sai pun turun dari motornya dan menghampiri mama Ino.
"Eh Tante," ucapnya sambil salim dengan sopan ke Mama Ino.
"Eh, iya. Temennya Ino, ya?" tanya Mama Ino sambil tersenyum. Ganteng euy, hebat juga si Ino bisa dapet yang ginian.
"Iya, Tante," jawab Sai sambil senyum malu-malu tapi tetap ganteng.
"Temen sekelas?"
"Nggak Tante, beda kelas. Ino IPA saya IPS."
"Oh, ya? Kenal di mana?"
"Ino, kan cantik Tan, banyak yang naksir, jadi terkenal haha," jawab Sai canggung sambil mengusap tengkuknya.
"Wah, masa? Padahal anaknya berisik banget, lho."
"Iya sih, agak berisik, hehe. Tapi sekarang saya tau, Ino itu cantiknya nurun dari mamanya."
Widih pinter gombal juga nih anak, gumam Mama Ino. "Nggak kok, papanya yang terlalu ganteng jadi anaknya cantik."
Ino kembali dengan sebungkus nori di tangannya. Dia segera menyerahkan kepada mamanya sambil menormalkan kembali detak jantungnya, capek habis lari-lari. "Nih Ma, kembaliannya buat Ino, ya! Yuk Sai." Ino segera menyeret tangan Sai agar tidak banyak ditanya-tanya oleh mamanya.
Tiba-tiba Sai nyeletuk, "mau bikin sushi ya, Tan?"
"Eh iya, buat makan malam."
"Saya bisa bikin sushi juga lho, Tan, pernah juara satu sekomplek."
"Wah, iya? Mau bantuin Tante bikin juga nggak?"
"Boleh!" Sai segera membuntuti Mama Ino masuk ke dalam rumah, meninggalkan Ino yang sedang merenung.
Nggak, Ino nggak marah, kok ,kencannya gagal. Dia hanya baper mamanya udah sreg sama Sai, padahal mamanya itu anti Ino deket-deket sama cowok club.
Semenjak itu, Sai dan Ino udah jarang kencan keluar. Mereka jadi lebih sering kencan di rumah dan membantu Mama Ino masak tentunya, karena Sai jago banget masak.
Ketika Sai sama Ino sudah putus, otomatis Sai jadi jarang ke rumah lagi, mamanya jadi kangen, dong.
"No, kok si Sai udah jarang ke sini lagi?" Tanya mama Ino yang lagi nyetrika.
Ino yang lagi nonton tv langsung badmood. "Ngapain pula dia ke sini terus, Ma?" ucap Ino sewot.
"Lho, kok ngomongnya gitu? Kalian lagi ada masalah ya?"
"Iya, Ma! Masalahnya aku sama dia sudah putus dan dia sudah punya pacar baru!"
Terakhir, alasan Ino berulang kali gagal move on adalah, karena ketika putus, seminggu kemudian Sai sudah dapet yang baru, yang bikin nyesek sih, perlakuan Sai ke Shion—pacar baru Sai sama kayak perlakuannya ke Ino dulu.
Sakura pun mengganti nama group chat mereka menjadi,
'2 takens, 1 jones'
Karena Hinata udah taken sama Naruto sebelum Ino putus dan Sakura jadian sama Sasuke (akhirnya, bukan minta-contekan-pr zone lagi!) beberapa hari sesudah Ino putus.
Ino? Merana melihat kemesraan Sai dan pacar barunya itu.
Fin.
Diedit karena memperbaiki typo dan tatanan bahasa yang kurang tepat. Terima kasih yang sudah menyempatkan membaca!
