Boboiboy animonsta studio
Warning: OCC, TYPO (s), tak sesuai EYD, Human!Robot/Alien, Elemental Siblings, dll.
Chapter 2 : Tidak Masuk Akal
Happy Reading
.
.
.
TOEL TOEL
"Nghh…"
TOEL TOEL
"Ish… Ganggu je!" remaja bersurai ungu membalikkan badannya saat sesuatu mengganggu wajahnya.
Tiba-tiba tubuhnya tertimpuk buku kamus yang sangat tebal, mau tidak mau remaja itu bangkit dengan perasaan kesal karena tidurnya yang nyaman diganggu.
Fang mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan dan menemukan sosok remaja berjaket hitam kecoklatan dengan topi terbalik yang sedang tersenyum lebar tak berdosa. Muncul perempatan di kening Fang.
"KAU LAGI! MENGAPA KAU SELALU MENGUSI—" perkataan Fang terputus oleh sebuah pensil yang menempel di bibirnya.
"Fang kau jangan berteriak seperti itu nanti kau dikira orang gila." Ucap pelaku yang menempelkan pensil di bibir Fang.
Fang pun melempar pensil di bibirnya, wajahnya berubah menjadi merah padam. Tentu saja sekarang dia marah.
"YA! SEKARANG AKU GILA KARENAMU!"
"Eh? Kau tergila-gila padaku? Kau jatuh cinta padaku?" oke sepertinya akan ada yang meledak.
Sebelum Fang mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakitkan hati bunyi ketukan pintu dari luar terdengar. Setelah menghela napas panjang, Fang pergi menuju pintu.
Tunggu sebentar! Pintu kamar Fang terkunci, lihat terkunci tapi bagaimana bisa remaja pengganggu itu masuk ke dalam saat pintu terkunci?
Fang menyeritkan dahinya heran dan melirik remaja itu yang sedang asik bermain diatas kursi belajar Fang yang memiliki roda. Fang mendengus remeh saat melihat kelakuan remaja bertopi terbalik.
Dasar bocah pikirnya.
TOK TOK TOK
Ketukan kembali terdengar cepat-cepat Fang membuka pintunya. Sudah berapa lama dia mengabaikan tamunya.
Di depan Fang sekarang seorang remaja bersurai pirang. Wow apa dia keturunan luar negeri?
"Kau Fang kan?" Fang mengangguk.
"Aku Ochobot wakil ketua Osis dan ketua asrama putra. Salam kenal." Ochobot mengajak Fang bersalaman, Fang pun membalas dan berjabat tangan dengan Ochobot.
"Aku tidak perlu mengatakan namaku kan?" Ochobot menganggukkan kepala,
"Baiklah kedatanganku kesini ingin mengajakmu makan malam di kantin dan mulai sekarang aku akan menjadi pemandumu sampai kau bisa beradaptasi di sekolah ini. Sepertinya kau habis istirahat, aku akan beri kamu waktu setengah jam untuk bersiap-siap atau kita akan melewatkan jam makan malam. Sekarang aku pergi dulu, setengah jam lagi aku kembali kesini, bye."
Ochobot pun pergi, Fang pun kembali masuk ke kamarnya. Mood kesalnya pun kembali setelah melihat pengganggunya berguling-guling di kasurnya.
"Hey! Bagaimana kau bisa masuk kamarku padahal pintunya terkunci?"tanya Fang.
"Fang kau tidak dengar ucapan Ochobot tadi? Dia akan men-"
"Bisakah kau tidak mengalihkan membicaraan?"
Hening sejenak. Remaja bertopi itu menunduk dan menghela napas pelan.
"Kau akan tau semua jawaban dari pertanyaan yang ada dibenakmu itu setelah kau berada di kantin nanti."
Meskipun bingung Fang hanya mengangguk dan segera pergi ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian, aroma mint tercium dan menyebar saat Fang membuka pintu kamar mandi.
Fang memakai kaos berwarna ungu dan celana jens selutut, pakaian santai yang menambah ketampanan Fang.
"Kemana dia?" tanya Fang yang tidak menemukan keberadaan remaja bertopi terbalik.
Fang mengangkat bahu sambil berjalan keluar kamar, tidak lupa dia mengunci pintu kamarnya.
Kebetulan Ochobot datang disaat yang tepat.
"Kau sudah siap? Ayo kita ke kantin sebelum jam makan selesai." ajak Ochobot.
Mereka pun pergi menuju kantin yang berada di belakang gedung utama. Sampai di kantin Fang dan Ochobot memesan makanan, banyak pasang mata yang memperhatikan Fang.
Berita tentang kepindahan keponakan kepala sekolah sudah tersebar ke seluruh penjuru sekolah. Apalagi Fang memiliki wajah yang tampan banyak sekali kaum hawa yang terpikat oleh pesona Fang.
Fang mengabaikan tatapan orang-orang padanya, Fang mengambil makanan yang telah di pesankan Ochobot dan mereka mencari tempat duduk yang kosong.
Fang dan Ochobot mulai memakan makanan mereka dengan hikmat.
"Hay Ochobot, bolehkah aku dan Ying duduk bersama kalian?"tanya seorang gadis berjiblab pink dan disampingnya seorang gadis cina yang memakai kacamata.
Ochobot tersenyum kepada dua gadis itu. "Silahkan Yaya, Ying."
"Terimah kasih Ochobot." Yaya dan Ying pun bergabung bersama Fang dan Ochobot. Yaya duduk di sebelah Ochobot dan Ying di sebelah Fang.
"Kau anak baru itu wo?"tanya Ying sambil menepuk bahu Fang.
"Eng… ya." Fang menjawab seadanya.
"Berarti kau yang tinggal di kamar Gempa ya?" Yaya bertanya pada Fang, yang ditanya hanya memasang wajah bingung.
"Gempa? Apa dia ketua Osis yang sudah mati?"
Ochobot mengangguk. "Apa kau sudah tau banyak?"
"Tidak, aku hanya tau kalau aku menetap di kamar ketua Osis itu."
"Gempa itu ketua Osis yang paling disenangi oleh warga sekolah ini. Dia sosok orang yang sangat baik hati dan memiliki jiwa kepimpinan yang baik. Orang-orang sangat senang berteman dengannya termasuk kami. Saudara-saudara Gempa juga sangat menyayanginya."
"Tapi kami masih tidak menyangka kalau Gempa bunuh diri. Padahal dia tidak terlihat tertekan." Yaya melanjutkan sambil meminum jus jeruknya.
Fang hanya mendengarkan dengan baik.
"Oh Ice? Kau akan makan malam di kantin juga?"tanya Ying pada seorang remaja memakai jaket abu-abu yang dicampur dengan pola bermotif air dan garis yang berwarna biru muda. Tak lupa topi biru muda dengan lidah topi yang menutupi sedikit wajahnya.
Ice menggeleng. "Tidak Ying,aku hanya ingin membeli makan setelah itu aku akan makan bersama kakakku yang lain di asrama."
Mata Fang dan Ice bertemu, Ice mengabaikannya dan pergi menghampiri ibu kantin. Fang sedari tadi memperhatikan Ice sampai Ice meninggalkan kantin.
"Ada apa Fang?" tanya Yaya.
"Tadi sore aku bertemu dengannya tapi dia seperti tidak mengenalku, sikapnya juga berbeda."
"Mungkin kau bertemu dengan kembarannya yang lain." Ucap Ying
"Kembaran?"
"Yap. 5 Boboiboy bersaudara, Halilintar, Taufan, Gempa, Blaze, dan Ice. Tapi sekarang tinggal berempat karena Gempa telah meninggal dan kepribadian mereka juga berbeda-beda." Yaya menjelaskan.
Fang terkagum jarang-jarang ada saudara kembar sampai lima sekaligus. "Wow banyak sekali, bagaimana membedakan mereka?"
"Kau bisa membedakan mereka dari warna jaket dan topi yang mereka kenakan. Kau melihat Ice tadi? Dia memakai jaket abu-abu dan topi biru muda, bisa dibilang cirri khas Ice itu warna biru muda. Halillintar memakai jaket warna hitam merah dan lidah topinya juga kedepan seperti Ice.
Blaze lidah topinya juga kedepan tapi sedikit terangkat dan memakai jaket merah terang yang bermotif api. Kalau Taufan memakai jaket biru tua dan lidah topi ke samping. Sedangkan Gempa memakai jaket hitam satu-satunya yang memakai topi terbalik." Ochobot menjelaskan dengan lengkap. Ochobot sangat senang jika membicarakan Boboiboy bersaudara.
Jaket hitam kecoklatan? Topi terbalik?
Fang menatap Ochobot intens. "Ochobot kau bilang Gempa memakai topi terbalik dan dia sudah meninggal bukan?"
Ochobot mengangguk mengiyakan. "Benar, ada apa denganmu Fang?"
Yang benar saja. Apa hal itu benar-benar ada? Ini benar-benar diluar akal sehat.
Mengabaikan pikirannya yang mulai kacau, Fang mencoba bertanya tentang Gempa.
"Bagaimana dia bisa meninggal?"
"Seperti yang kita bicarakan tadi, Gempa meninggal bunuh diri. Gempa meloncat dari atap gedung utama."
Apa dia benar-benar hantu?
Hantu yang bergentayangan karena masih memiliki penyesalan di dunia?
Sekarang Fang mengerti bagaimana bisa si penggangu itu berkeliaran di asrama saat murid masih berada di gedung utama dan bagaimana cara pengganggu itu masuk kamar Fang yang pintunya terkunci dari dalam.
Ya… semua itu karena dia adalah hantu. Si pengganggu yang menyebalkan itu tak lain tak bukan adalah ketua Osis yang mati bunuh diri.
Tidak bisa dipercaya.
Sedari tadi Fang melamun membuat ketiga manusia bersamanya menatap Fang heran.
Ying menepuk bahu Fang mencoba mmenyadarkannya kembali ke dunia nyata.
"Dari tadi kau kenapa Fang?" tanya Ying.
"Aku pergi dulu." Fang pun meninggalkan teman-teman barunya untuk menemui si pengganggu menyebalkan.
Ingatlah Fang namanya Gempa.
"Aneh sekali dia." Ying mencibir dan dibalas dengan cengiran Yaya dan Ochobot.
Fang berlari melewati tangga asrama, tujuannya sekarang adalah kamarnya. Tanpa memperdulikan sekitarnya yang meneriakinya untuk tidak berlari.
Sampai di depan pintu kamarnya Fang mengatur nafasnya sejenak. Memegang knop pintu dengan pelan dan membuka pintu dengan cepat.
Terlihat si pengganggu sedang duduk termenung di ranjang Fang sambil menggoyang-goyangkan kakinya, entah apa yang dipikirkannya.
Menoleh melihat Fang, wajah si pengganggu itu menjadi sumringah.
"Fang kau sudah kembali?"
Fang menutup pintu kamarnya dan dan berjalan ke depan remaja itu.
"Kau hantu?" tanya Fang to the point.
Si pengganggu itu mengangguk.
"Namamu Gempa?" dia mengangguk kembali.
Fang menghela nafas panjang sambil memijit pangkal hidungnya.
"Ini benar-benar tidak nyata." Keluh Fang
"Ini nyata Fang."
"Bagaimana bisa kau jadi hantu? Kau masih memiliki penyesalan hah? Kau menyesal karena bunuh diri?"
Raut wajah Gempa menjadi murung, Gempa mengalihkan pandangannya tidak mau menatap Fang yang seenaknya menuduhnya tanpa tau apa pun.
"Hanya orang pengecut yang mati karena bunuh diri Fang dan aku bukan orang yang pengecut." lirih Gempa.
Kening Fang mengerut, Fang bingung apa maksud Gempa mengatakan itu. Mata Gempa dan Fang bertemu.
"Aku tidak buduh diri Fang… tapi aku dibunuh."
DEG
Entah kenapa hati Fang merasa sesak saat Gempa mengakui bahwa dia mati karena dibunuh. Fang menatap syok Gempa sedangkan yang ditatap hanya mencoba tersenyum meskipun senyumannya terlihat sedih.
"Fang bolehkah aku meminta bantuanmu?"
"Apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin kau membantuku menangkap pelakunya."
~TBC~
A/N: Akhirnya chapter 2 selesai Yeaahhhhh!
Maafkan aku yang masih banyak sekali kekurangan apa lagi banyak sekali kesalahan di chapter satu. Mau ngedit tapi tak mengerti jadi saya biarkan saja.
Untuk yang bertanya kenapa Gempa sifatnya seperti Thorn? Jujur sebenarnya saya tidak tau sifat Thorn macam mana maklum belum nonton Boboiboy movie apa lagi Galaxy /dihajar/ aku memang sengaja membuat sifat Gempa berbeda tapi tidak menghilangkan sifat Gempa yang asli.
Terima kasih pada reader semua yang mau menyempatkan untuk membaca fanficku ini. Aku akan menjawab review yang gak login.
Guest : Hallo~ salam kenal. Chaper ini sudah menjawab pertanyaanmu kan? Dan benar remaja bertopi tebalik itu ketua osis yang meninggal alias Gempa.
Kageyama Akira : Hai~ Akira sudah terjawab di chapter ini kan? Fang benar-benar tidak menyadari karena Fang memiliki pemikiran logis yang kuat ahahaha
Sekali lagi terima kasih pada reader yang mau membaca, mereview, memfollow dan memfavorit fanficku.
Jangan lupa review ya~
Okuuu
