Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance.

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Author's Pov

Heenim yang ikut bersama Kyuhyun langsung menahan Siwon yang ingin mengejar Kyuhyun. "Kau urus saja keluargamu, biar aku yang mengurus Kyuhyun." Heenim melepaskan tangannya yang menahan Siwon lalu pergi menyusul Kyuhyun. Siwon langsung kembali masuk ke rumahnya, "Jiwon!" Teriak Siwon marah.

Kyuhyun benar-benar merasa terhina dan sakit hati. Semua perkataan adik Siwon begitu menyakiti hatinya, Kyuhyun tahu dia bukan orang yang baik, dia suka pesta, minum ataupun pernah dikeluarkan dari Universitas. Namun sekalipun dia suka melakukan hal seperti itu, dia bukan orang yang bisa menjebak pria seperti itu.

Heenim tidak berhasil menemukan Kyuhyun, Kyuhyun begitu cepat pergi sampai Heenim kehilangan jejaknya. Heenim langsung menghubungi suaminya termasuk dua sahabatnya yang lain untuk mencari Kyuhyun. Kyuhyun pergi ke bar. Dia kembali memesan wine seperti biasa.

Kyuhyun meneguk dua teguk red wine, menikmati tetesan wine yang masuk kedalam kerongkongannya, saat akan meneguk untuk ketiga kali dia sadar jika sekarang apapun yang masuk ke dalam tubuhnya akan berpengaruh pada makhluk baru yang hidup dalam perutnya. Kyuhyun terlihat kesal, dia buru-buru pergi ke kamar mandi.

"Hoek!" Kyuhyun berusaha memuntahkan minuman yang sudah ditelannya, namun sayang tidak ada yang keluar dari mulutnya. Kyuhyun membasahi wajahnya lalu melihat wajahnya di cermin, "Kau menyedihkan Kyuhyun." Kyuhyun merasa ini bukan dirinya, kenapa dia harus seperti ini. Karena kejadian malam tidak terduga itu, semuanya jadi berubah.

Kyuhyun keluar dari toilet, dia melihat Heenim, Ryeowook dan Eunhyuk ada disana. Kyuhyun tidak berniat melarikan diri dari ketiga sahabatnya, dia terus berjalan mendekati mereka sampai mereka mengetahui keberadaan Kyuhyun. "Kyuhyun!" Ryeowook, orang pertama yang melihat Kyuhyun.

Heenim, orang yang terlihat paling marah saat menemukan Kyuhyun di Bar, Heenim juga yang mendekati Kyuhyun paling pertama, "Katakan kalau kau tidak minum, Kyu!" Ucap Heenim berharap Kyuhyun tidak berbuat hal yang mengecewakannya. "Bukankah minum adalah kebiasaanku?" Balas Kyuhyun santai.

Heenim terlihat semakin emosi, "Kyuhyun kenapa kau melakukan ini lagi. Aku benar-benar tidak mengerti denganmu. Kau keras kepala, aku sudah lelah menghadapimu Kyu!" Hankyung langsung menenangkan istrinya itu, Ryeowook dan Eunhyuk juga terlihat sedih melihat Kyuhyun.

"Kau tidak berhak mengaturku, aku sudah dewasa Heenim. Mulai sekarang aku akan mengurus diriku sendiri, kalian juga tidak perlu mengkhawatirkanku." Ucap Kyuhyun lalu menjauhi ketiga sahabatnya, Heenim tidak tahan dan semakin marah.

"Cho Kyuhyun berhenti sebelum aku menyeretmu pergi." Ancam Heenim, Kyuhyun terus berjalan sampai di mejanya. Kyuhyun kembali menuang wine ke dalam gelasnya, saat akan diminum Eunhyuk langsung merebutnya. "Aku memang tidak tahu apa yang terjadi padamu hari ini, tapi sebagai sahabatmu aku tidak akan membiarkanmu menyiksa tubuhmu sendiri."

"Kembalikan gelasku!" Pinta Kyuhyun pada Eunhyuk, Eunhyuk menjauhkan gelas dan botol minuman dari Kyuhyun. "Ya, Lee Hyuk Jae!" Teriak Kyuhyun emosi. Heenim langsung meminta Hankyung membawa Kyuhyun, "Ya, apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!" Kyuhyun meronta tetapi Hankyung tetap membawanya lalu membawa Kyuhyun masuk ke dalam mobil.

"Dengarkan aku, karena menyayangimu aku melakukan ini. Aku tidak akan membiarkan hidup sahabatku hancur seperti ini. Diam dan jangan melawan, aku akan membawamu pulang!" Tegas Heenim.

"Biarkan aku pergi, hidupku sudah hancur dan aku tidak ingin pulang!" Kyuhyun tetap tidak mau dan selalu ingin keluar dari Heenim dan Eunhyuk menahan dikedua sisinya sementara Ryeowook duduk di bangku depan.

"Kyu, kau jangan seperti ini. Kau membuat kami jadi sedih." Ucap Ryeowook membuat Kyuhyun akhirnya diam dan tidak lagi mencoba keluar.

:: Unexpected ::

Siwon memarahi adiknya karena sudah membuat Kyuhyun tidak mau menikah dengannya. Jiwon tidak terima dimarahi oleh Siwon, dia rasa apa yang dikatakannya itu benar. "Oppa jangan memarahi aku! Apa yang aku katakan itu memang benar, aku tahu tipe wanita seperti dia."

"Apa yang kau ketahui tentang Kyuhyun? Kau bahkan tidak mengenalnya Jiwon."

"Kenapa sekarang Oppa berubah? Kenapa sekarang Oppa menyukai wanita tidak jelas? Aku hanya tidak ingin kau jatuh ke dalam perangkap dia Oppa!"

"Aku tidak menyukainya, aku hanya ingin bertanggung jawab."

Jung Soo langsung mendekati kedua anaknya yang masih berseteru itu. Dia bahagia karena akan memiliki cucu tetapi kedua anaknya tidak bisa kompak dalam menanggapi persoalan.

"Hentikan perseteruan kalian. Jiwon kembali ke kamarmu!" Perintah Jung Soo pada Jiwon, Jiwon yang masih kesal itu langsung naik ke lantai atas. Jung Soo mendekati Siwon, "Bagaimana keadaan wanita itu? Setelah dia menolak menikah denganmu, bagaimana dia sekarang?"

Siwon langsung ingat pada Hankyung. Siwon langsung menghubungi sahabatnya itu.

"Hankyung, bagaimana dengan Kyuhyun? Apa sekarang kau bersamanya?"

"Dia sudah pulang ke rumah, aku menemukan dia di Bar."

"Di Bar? Apa dia minum lagi?"

"Siwon, dia sangat menderita. Aku tidak tahu harus menyalahkan siapa, kau sahabatku dan Kyuhyun adalah sahabat istriku. Namun saat ini dia sedang dalam kondisi yang buruk, aku rasa dia juga minum wine."

"Aku mengerti, aku akan menyelesaikan masalahku dengan keluargaku. Setelah itu aku akan menemui Kyuhyun, tolong jaga dia."

Siwon terlihat khawatir mendengar ucapan Hankyung. Bagaimana bisa Kyuhyun pergi ke Bar dan minum seperti itu? Kyuhyun tidak memikirkan kesehatannya atau dia memang sangat frustasi dengan masalah mereka.

"Apa yang temanmu katakan Siwon? Apa Kyuhyun pergi ke Bar dan minum disana?" Tanya Ibu Siwon. Siwon tidak bisa menjawab, dia langsung keluar dari rumah. Ibu Siwon jadi khawatir, "Astaga... Mereka memang harus segera menikah."

:: Unexpected ::

Keesokan paginya Kyuhyun merasa kepalanya berat, rasanya seluruh tubuhnya juga sakit. Kyuhyun berusaha bangun dan meraih ponselnya. Dia melihat jika semalam Siwon berusaha menghubunginya, mengirimkan pesan, bukan hanya itu semalam Siwon diam di depan rumah Kyuhyun.

"Untuk apa pria ini menghubungiku, tidak penting!." Kyuhyun mengabaikan Siwon, dia bangun dan melihat dirinya di cermin. Kyuhyun melihat tubuhnya yang menyedihkan, rambutnya yang kusut berantakan, wajahnya pucat dan matanya sedikit berkantung mata. "Aku harus pergi ke salon." Untuk melupakan kejadian buruk yang terjadi kemarin, Kyuhyun memutuskan pergi ke salon.

Seperti biasa, dia hanya tinggal bersama pelayan di rumah besarnya. Dia menolak saat Heenim memintanya menginap di rumah Heenim, dia juga menolak Ryeowook dan Eunhyuk yang ingin menemaninya. Ketiga sahabat baiknya itu sudah paham dan mengerti dengan kekeras-kepalaan Kyuhyun. Siapa yang bisa melawan kata-kata maknae mereka itu terlebih dalam kondisi seperti ini, Kyuhyun bisa nekat jika selalu ditentang.

Seperti sekarang saat sahabatanya datang ke rumah, Kyuhyun sudah pergi dari rumah. Tapi mereka sedikit lega karena tahu Kyuhyun pergi ke salon, mereka juga tidak menghubungi Kyuhyun karena sudah mengetahui keberadaan Kyuhyun. Heenim kemudian mengajak Siwon bicara, hanya mereka berdua karena Eunhyuk dan Ryewook pergi kuliah.

"Heenim, aku sudah bicara dengan keluargaku. Ayah dan Ibuku akan melamar Kyuhyun dalam waktu dekat." Ucap Siwon, Heenim hanya diam sambil mengaduk kopinya. "Tan Heenim, aku berjanji akan menjaga sahabatmu itu. Aku pria yang bertanggung jawab." Ucap Siwon lagi.

"Aku tahu itu, masalahnya... Kyuhyun pasti tidak ingin menikah denganmu. Jika dia sudah sakit hati, sulit untuknya memaafkan orang lain. Disini dia merasa terhina dan sakit hati, sungguh luka dihatinya sulit diobati."

"Apa maksudnya Heenim? Apapun yang adikku katakan tidak akan mempengaruhi kehidupanku. Dia masih remaja, dia juga tidak bersungguh-sungguh mengatakan itu."

"Bukan soal adikmu Siwon. Memang benar Kyuhyun saki hati pada adikmu, tapi dia tidak ingin menikah karena trauma dengan pernikahan orangtuanya."

"Apa orangtua Kyuhyun bercerai? Pantas, aku tidak pernah melihat orangtua Kyuhyun di rumah."

"Wait... Jangan bilang kau selalu mengawasi rumah Kyuhyun?"

Siwon pura-pura biasa saja walaupun sebenarnya dia malu mengatakan jika dia memang selalu mengawasi rumah Kyuhyun. "Ya, sejak dia pergi begitu saja dari hotel, aku hanya ingin mengawasinya. Keputusanku benar, dia akhirnya hamil dan aku akan bertanggung jawab."

"Siwon, aku mengenal baik Kyuhyun dan aku yakin kau tidak akan menyesal menikah dengannya. Tapi bagaimana bisa kau begitu yakin ingin menikah dengan wanita yang bahkan baru kau kenal? Apa tidak ada sedikit saja rasa ragu, yah atau apa kau pernah berpikir kalau Kyuhyun bukan orang yang baik?"

Pertanyaan Heenim memang masuk akal. Bagaimana bisa Siwon begitu saja menerima semuanya, dia ingin bertanggung jawab dan mungkin akan mengorbankan kehidupannya selama ini. Selama ini dia selalu hidup sendiri dengan nyaman, menghabiskan waktunya dengan bekerja. Jika dia menikah, pasti hal itu akan merubah banyak hal.

"Kau benar Heenim, aku memang tidak mencintai Kyuhyun tapi aku rasa aku bisa hidup dengannya. Kami memang mempunyai banyak perbedaan tapi aku tidak mungkin mengabaikan kenyataan. Aku tidak bisa memikirkan yang lain saat aku memikirkan anakku."

Heenim sudah menduga kalau Siwon itu pria yang baik. Semua yang Hankyung katakan bukan kebohongan atau karangan Hankyung yang ingin membela sahabatnya. Heenim memutuskan untuk membantu Siwon.

"Baiklah, aku akan membantumu. Aku akan membujuk Kyuhyun, tapi aku berada dipihakmu karena aku percaya pada kata-kata suamiku. Namun jika ada satu hal yang membuatku kecewa, aku tidak segan-segan akan membuatmu menyesal."

"Terima kasih Heenim."

:: Unexpected ::

Kyuhyun menata rambutnya di salon, tidak segan-segan dia mewarnai rambutnya menjadi blonde. Walaupun begitu, rasanya tidak mengembalikan semangat dan rasa percaya diri Kyuhyun. Kyuhyun merasa moodnya tidak baik sejak dia bangun dari tidurnya. "Apa aku perlu ke dokter?" Yah, hal yang mengganggu pikiran Kyuhyun adalah saat dia ingat semalam meminum wine. Walaupun hanya dua teguk... Entah kenapa dia merasa bersalah.

"Bukankah aku tidak menginginkannya? Untuk apa aku peduli." Lagi-lagi Kyuhyun berusaha mengabaikan hal yang dikhawatirkannya. Saat sedang menghias kuku-kuku cantiknya, Heenim masuk ke salon. Kyuhyun tidak tahu karena sibuk memperhatikan kuku-kuku indahnya. Awalnya Heenim tidak mengenali Kyuhyun karena rambutnya yang berubah pirang, saat bertanya pada pegawai salon dia cukup kaget melihat perubahan Kyuhyun.

"Baby Kyu!" Panggil Heenim sambil menepuk pundak Kyuhyun, Kyuhyun melihat Heenim dari kaca di depannya. "Heenim?" Dia terlihat terkejut melihat Heenim. Heenim menarik kursi dan duduk disebelah Kyuhyun, untung salon masih sepi karena masih begitu pagi. "Kau mewarnai rambutmu lagi? Kau terlihat seperti Barbie Kyu."

Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya. "Apa sudah selesai?" Tanya Kyuhyun pada pegawai yang mewarnai kukunya. "Sudah Nona, tinggal dikeringkan." Jawab pegawai itu lalu mengambil alat pengering khusus kuku.

Setelah semua selesai Kyuhyun menyerahkan kartu kreditnya, Heenim hanya geleng-geleng melihat penampilan sahabatnya itu. Rambut blonde itu membuat sahabatnya itu terlihat semakin cantik, bagaimana mungkin Siwon tidak menyukainya?

"Oh ya Heenim, apa kau kemari untuk menemuiku?" Tanya Kyuhyun sambil menunggu pembayaran. Heenim mendekati Kyuhyun, "Kyu, aku ingin kita bicara." Ucap Heenim. Kyuhyun mengerti, pasti ada maksud tersendiri kenapa Heenim mendatanginya. Mereka akhirnya pergi ke cafe yang dekat dengan salon.

"Sekarang jam 9, aku ada kuliah jam 10. Aku tidak bisa lama-lama Heenim." Ucap Kyuhyun saat mereka baru duduk di cafe, Heenim merasa jika Kyuhyun ingin menghindarinya.

"Aku tidak akan banyak bicara, aku hanya ingin bertanya tapi kau tidak boleh salah paham padaku."

"Jika hal itu bisa membuatku salah paham, lebih baik kau tidak mengatakannya Heenim."

Heenim jadi ragu mengatakannya. Tapi jika tidak dikatakan, Heenim takut Kyuhyun akan semakin menderita di masa depan.

"Apa kau yakin tidak ingin menikah?" Heenim memberanikan diri bertanya. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke luar, "Aku bosen dengan pertanyaan itu. Kenapa semua orang bertanya hal yang sama? Menikah ataupun tidak itu adalah keputusanku. Jika aku memutuskan untuk tidak menikah, itu artinya itu hal yang terbaik untukku. Kalian tidak mengerti perasaanku."

"Tidak Kyu, itu bukan keputusan yang terbaik. Kau tidak boleh egois, kau harus memikirkan masa depan anakmu. Apa kau ingin..."

Kyuhyun berdiri dari duduknya membuat Heenim berhenti bicara. "Aku harus pergi sekarang, sampai jumpa." Kyuhyun meraih tasnya lalu keluar dari cafe. Heenim merasa lelah menghadapi sahabatnya itu, "Han, kita perlu bicara." Ucap Heenim pada suaminya melalui telepon.

:: Unexpected ::

Dosen muda itu memasuki kelas di lantai 2, penampilannya sungguh membuat banyak pasang mata tercengang. Bagaimana tidak jika pria itu mengenakan kemeja ketat yang mencetak tubuh six packnya, sudah jelas jika jarang ada pria yang memiliki tubuh sempurna. Wajahnya yang tampan ditambah dengan kumis tipisnya membuat pria itu dewasa namun tetap muda.

"Selamat pagi." Ucapnya memasuki kelas yang didominasi oleh wanita. Otomatis kehadirannya membuat para wanita histeris melihatnya. "Pagi..." Jawab mereka bersemangat.

Seorang wanita yang sejak tadi sibuk dengan earphone mengalihkan pandangannya ke depan kelas, "Dia...?" mulutnya sukses terbuka melihat sosok pria yang menjadi dosennya.

"Masukan semua gadget kalian dan fokuskan diri untuk pelajaran hari ini." Ucap Dosen itu.

Kyuhyun, wanita tadi memasukan dengan paksa ponsel yang masih terhubung dengan kabel earphone ke dalam tas dengan wajah yang masih menatap dosennya. Dosen itu pura-pura tidak tahu jika Kyuhyun memperhatikannya, dia malah berkeliling memeriksa setiap bangku. "Oke, kita mulai pelajaran hari ini."

Dengan malas Kyuhyun mengeluarkan bukunya dan berusaha fokus, namun sayang melihat dan mendengarkan Dosennya itu mengajar membuatnya kesal. Kyuhyun menyimpan ponselnya dibawah meja dan masih asyik berkirim pesan dengan sahabatnya.

"Kita akan membahas kembali pelajaran yang pernah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Seperti yang kita tahu, dunia psikolog berhubungan erat dengan pola prilaku manusia. Dari ketiga Mazhab besar dalam dunia psikologi yaitu Psikoanalistik, Behavioristik dan Humanistik memiliki pandangan sendiri soal prilaku manusia." Siwon, dosen muda itu mengajar dengan tanpa menggunakan buku ataupun sarana belajar lainnya.

Setiap kata yang diucapkannya mengundang perhatian semua tapi tidak bagi Kyuhyun, karena dia masih sibuk memberitahu teman-temannya jika dia kesal diajar oleh Siwon. "Kelas ini sangat membosankan! Dia mengajar mata kuliah Psikologi. Aku ingin keluar! Seandainya kalian juga berada dikelas yang sama denganku." Kyuhyun hanya mengirim itu pada Eunhyuk dan Ryeowook, karena dia masih kesal pada Heenim.

Pesan singkat itu terkirim, saat akan memasukan kembali ponselnya, Siwon sudah berdiri di depan mejanya. "Jangan bermain ponsel terus Kyuhyun-sshi. Coba jelaskan pandangan dari 3 Mazhab Besar itu dalam kehidupan. Kita telah mempelajarinya dipertemuan sebelumnya." Pinta Siwon membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

Apa-apaan dia itu, bukankah dia tahu jika Kyuhyun sering absen dan mungkin tidak masuk saat pelajaran itu. Teman-temannya sangat suka jika menggoda Kyuhyun, mereka tahu jika Kyuhyun pernah di Do dari kampusnya yang dulu sebelum dia pindah ke Perancis. Mereka juga tidak suka karena dosen-dosen selalu baik pada Kyuhyun yang sering absen dengan tidak memberikan tugas tambahan.

"Lihat, apa si malas itu bisa menjawab?" celetuk temannya. Kyuhyun menatap tajam orang yang mangatainya itu. "Dia memang bodoh!" tambah temannya yang lain.

Kyuhyun kesal lalu mulai membuka-buka buku yang selama ini mungkin tidak pernah ia buka. Setiap lembar buku itu Kyuhyun teliti untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan Dosennya.

Setiap lembar ia buka tapi belum juga mendapatkan jawaban atas pertanyaan Siwon. Siwon mengambil buku yang sedang Kyuhyun buka itu, "You must understand the lesson given instead of books!" Ucap Siwon, dosen menyebalkan itu membuat para temannya dengan puas mentertawai Kyuhyun.

"Ya! Jaga ucapan kalian. Aku bukannya tidak bisa tapi pelajaran itu belum pernah aku pelajari." Ucap Kyuhyun tidak terima. Teman-temannya semakin terpancing membuatnya marah.

"Apa dia marah? Ternyata orang bodoh bisa juga marah." Oke ucapan mereka sudah keterlaluan tapi lebih keterlaluan lagi dosen yang menanyakan hal itu padanya. Bukankah dosen itu tahu jika selama ini Kyuhyun jarang masuk kuliah?

"Sudah jangan ribut, baiklah aku akan jelaskan kembali." Dosen itu berjalan meninggalkan meja Kyuhyun dan berdiri di depan kelas. "Pandangan ketiga mazhab tentang hidup yang pertama adalah Psikoanalistik, hidup adalah bagaimana kamu berjuang tanpa henti melawan sisi burukmu. Itu artinya di dalam psikologis kita akan tumbuh sebuah dorongan untuk membuat hidup kita lebih baik."

"Behavioristik, hidup adalah tentang belajar! Belajar dan belajar! Kenapa harus belajar? Tanpa belajar kita tidak mungkin berkembang."

"Terakhir Humanistik, hidup adalah menjadi diri kamu secara total. Artinya kamu berubah, berkembang untuk menjadikan diri kamu sebagai diri sendiri secara total dari fisik, batin dan semuanya tanpa menjadi orang lain."

"Saya rasa penjelasan saya sudah cukup jelas, untuk tugas sepertinya tidak ada tapi ingat jika minggu depan kita ada Uts. Jika tidak ada yang ditanyakan saya akhiri pelajaran hari ini." Dosen itu keluar dari kelas meninggalkan Kyuhyun yang sudah dikerumuni teman-temannya.

Kyuhyun berusaha tidak peduli dan merapihkan barangnya, "Kau tahu jika besok lusa akan ada bazzar besar termasuk penampilan dari tim tari Universitas, hanya yang terbaik yang akan tampil." Ucap Sunny yang menghalangi jalan Kyuhyun.

"Lalu? Memanfaatkan ketidakhadiranku untuk membuatku dipecat dari tim sosial dan mengambil kesempatan menjadi ketua tari, lalu apa yang temanmu inginkan lagi?" tanya Kyuhyun dengan wajah dinginnya.

Yoona yang berdiri di belakangnya menubruk Kyuhyun membuat Kyuhyun sedikit terdorong, "Ya! Wanita tulang!" teriak Kyuhyun pada gadis yang sangat kurus itu, itu yang disebut body bagus?

"Apa? Cho Kyu! Aku rasa saatnya kau menyingkir dari posisimu. Bahkan Dosen tampan tadi saja tahu dimana tempatmu, otak udang tidak berpendidikan!" Ucap Yoona membuat Kyuhyun naik darah, namun dia berusaha sabar menghadapi para sahabat musuhnya sejak SMA itu.

"Lihatlah, bahkan milikmu lebih kecil dari Fany. Pipimu gembul dan otakmu..." Sunny dengan tidak sopan menunjuk-nunjuk bagian privasi Kyuhyun. Kyuhyun menangkis tangan wanita itu, "Kau sendiri sadar! Milikmu yang besar itu karena silikon, menjijikan!" Ucap Kyuhyun lalu pergi meninggalkan kedua wanita itu "Ya! wanita iblis!" Teriak Sunny dan Yoona.

Kyuhyun benar-benar merasa hidupnya berantakan. Sejak bertemu dengan Siwon, hidupnya benar-benar menderita. Beberapa waktu lalu dia dipanggil oleh pengurus organisasi, dia dikeluarkan dari tim sosial karena absennya sudah melebihi batas. Lalu Kyuhyun juga mengundurkan diri dari tim tari karena dia tidak mungkin bisa menari lagi.

Kyuhyun tidak pernah lagi berpesta selama dua bulan terakhir, setiap minggu dia akan dilanda kebingungan lebih tepatnya merasa takut. Sejak kejadian malam itu, dia benar-benar takut jika kata-kata Siwon itu menjadi kenyataan. Dan benar saja satu bulan kemudian dia tahu jika kekhawatirannya menjadi kenyataan.

Bukan hanya itu, banyak fans yang bertanya-tanya. Kemana Ratu kampus kita belakangan ini? Wajah Kyuhyun sudah jarang menghiasi cover majalah kampus, dia juga tidak lagi menjadi pembicara di setiap event yang kampus lakukan. Setiap orang memang memiliki nilai postif dan negatif, jika Kyuhyun sering bolos kuliah dia sebenarnya memiliki otak yang pintar.

Jika banyak wanita yang tidak menyukainya karena Kyuhyun populer, dia masih memiliki fans dan sahabat. Jika dia dikeluarkan dari dua organisasi besar, dia justru bisa lebih fokus dengan pelajaran. Tapi jika dia menolak untuk menikah... Apa Kyuhyun yakin akan hidup lebih bahagia?

:: Unexpected ::

Ryeowook's Cafe.

Ryeowook nampak tengah berkutat dengan peralatan masaknya. Dia tengah membuat sebuah menu baru yang ia namai Chicken Florentine. Hidangan berupa fillet ayam goreng tepung berisi smoked beef dan mozzarella cheese dengan ditambahkan selipan bayam dengan creamy sauce. Memiliki tampilan dengan kuah gravynya berwarna kecoklatan dengan irisan jamur di dalamnya. Menu ini dapat dinikmati dengan kentang goreng atau nasi.

"Rye, kenapa Kyunie jarang datang berkunjung? Bukankah kemarin kau ke rumahnya?" Tanya Eomma Ryeowook. Ryeowook yang telah selesai dengan masakannya pun menjawab, "Banyak hal yang terjadi Eomma, dia akan segera menikah dalam waktu dekat." Jawab Ryeowook sekenanya.

Ibu Ryeowook mengangguk mengerti, "Memang sudah seharusnya begitu. Kau juga cepatlah menikah, eomma ingin menimbang cucu." ucapan Eommanya membuat Ryeowook terbatuk. "Ukkuhhhkkk.. Eomma-ya..." Eomma hanya tersenyum jahil dan keluar dari dapur. Eomma Ryeowook berjalan menuju counter kasir, "Chaerim-ah, apa kau mengenal pria yang sering mengamen di depan cafe?" Tanya Eomma Ryeowook pada pegawainya.

Kasir itu melirik kearah luar cafe, ''Tidak Ahjumma, tapi dia sepertinya pernah berbicara dengan Ryeo..." jawabnya. Eomma Ryeowook berguman, "Apa putriku mengenalnya?" Kebetulan Ryeowook akan keluar dengan membawa kresek sampah. "Kau kenal pengamen itu?" Tanya Eomma. Ryeowook hanya menghela nafas, "Dia bukan pengamen, dia sebenarnya melamar bekerja di Cafe. Tapi sayang kita tidak butuh penyanyi." Jawabnya sambil keluar.

Eomma Ryeowook melanjutkan perbincangan dengan Chaerim. Ryeowook berjalan menuju tempat sampah, Yesung yang tengah menyanyikan lagu pun menghentikan nyanyiannya lalu mendekati Ryeowook. "Nona, ijinkan aku bekerja di Cafemu. Aku melihat panggung itu selalu kosong." Yesung memohon.

Ryeowook menghela nafasnya berkata dalam hati, "Panggung itu hanya milik Sungmin Oppa." ucapnya dalam hati. "Dengar ya, aku tidak pernah berminat mengisi panggung itu dengan penyanyi. Aku mohon kau berhenti mengamen di depan Cafeku." Jelas Ryeowook.

Yesung tidak mau mendengar dan justru bernyanyi di depan Ryeowook, Ryeowook pusing melihatnya lalu masuk kedalam Cafe. Ryeowook mengambil segelas air dan meneguknya cepat. Eomma Ryeowook dan Chaerim saling berpandangan bingung.

"Kau terima saja laki-laki itu untuk menghibur para pengunjung. Eomma pusing melihat dia dan teman-temannya terus bernyanyi di depan Cafe." Ucap Eomma. Ryeowook juga cukup terganggu karena itu, "Tapi eomma, aku tidak suka mendengarnya bernyanyi. Lagipula penampilannya aneh sekali." Jawabnya melihat Yesung yang berambut gondrong dengan diwarnai hitam keunguan.

"Eomma pikir jika dia memiliki suara bagus." Yesung menyanyikan lagu It Has To Be You, merupakan sountrack drama korea populer. Ryeowook menghela nafas lagi, "Eomma lihat dia hanya bisa bernyanyi lagu itu. Belum lagi penampilannya sangat aneh, eomma~"

"Kau pinta saja dia merubah penampilannya."

"Mwo?"

:: Unexpected ::

"Ahjumma! Kenapa Ahjumma mengijinkan pria ini masuk ke rumah?" Teriak Kyuhyun pada pelayan yang bekerja di rumahnya. Kyuhyun marah karena Siwon diijinkan masuk ke dalam rumahnya padahal Kyuhyun sedang berusaha keras menjauhi Siwon tapi kenapa hari ini dia bertemu dua kali dengan Siwon.

"Maafkan saya Nona, tapi pria itu mengaku sebagai calon suami Nona. Maka dari itu saya menginjinkannya masuk untuk menunggu anda pulang." Pelayan itu menunduk takut, Kyuhyun kalau sedang marah memang menyeramkan.

Siwon mendekati Kyuhyun, "Berhenti bersikap seperti ini. Malam ini orangtuaku akan datang untuk melamarmu, mohon persiapkan dirimu dan orangtuamu."

"Kau gila? Aku tidak ingin menikah denganmu, orangtuaku juga tidak akan pernah datang sampai kapan pun. Sekarang kau pergi dari rumahku!" Usir Kyuhyun, Siwon tetap diam dan tidak beranjak pergi.

"Choi Siwon dengar, aku tidak akan menikah dengan orang yang tidak aku kenal. Aku sama-sekali tidak mengenalmu jadi lebih baik kau menyerah soal pernikahan. Terlalu banyak perbedaan diantara kita, sekalipun menikah karena tanggung jawab, aku rasa seumur hidup kita tidak akan bahagia."

"Apa kau tahu, ini adalah kali pertama aku dekat dan memohon-mohon pada seorang wanita. Seumur hidupku aku tidak pernah memohon pada siapapun, bahkan berhubungan dengan wanita pun jarang sekali aku lakukan. Aku memiliki kehidupanku sendiri dan itu sulit untukku untuk membagi kehidupanku dengan orang lain. Jadi bukan hanya kau yang kesulitan, Kyuhyun-shhi." Ucap Siwon lagi lalu dia memilih keluar dari rumah yang didominasi kaca itu.

"Jarang berhubungan dengan wanita? Apa dia itu seorang gay?" Kyuhyun mulai berpikiran jauh, "Choi Siwon, jika kau gay aku mau menikah denganmu." Siwon berhenti berjalan, dia meremas tangannya sendiri mendengar itu. "Astaga, apa dia kira aku pria tidak normal?"

Siwon membalikan kembali badannya, "Apa kau berpikir aku orang seperti itu?"

"Iya, karena kau bilang kau jarang berhubungan dengan wanita sebelumnya. Lalu posisimu apa? Kau seorang seme atau uke?" Tanya Kyuhyun serius, Siwon hampir tertawa terbahak-bahak mendengarnya. "Tergantung, jika bertemu pria yang lebih tampan, aku akan menjadi uke." Jawab Siwon masih dengan mode serius.

Kyuhyun memperhatikan tubuh Siwon dengan serius, dia mendekati Siwon sampai dekat sekali dengan Siwon. "Aku baru tahu, gay bisa menghamili juga." Bisiknya. Siwon langsung menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun.

"Jangan dekat-dekat, kau itu bukan seleraku. Kau saja yang tidak tahu, pasangan gay biasanya memiliki hubungan juga dengan wanita tapi hubungan mereka hanya karena pria gay itu ingin memiliki anak. Setelah itu dia akan kembali dengan pasangan gaynya dan membawa anak itu pergi dengannya." Siwon mengarang bebas lagi.

"Itu bagus, aku memang tidak ingin memiliki anak. Oke kita akan menikah lalu saat anak ini lahir, kau boleh membawanya pergi. Oh ya, tidak usah pakai lamaran karena orangtuaku ada di Jerman. Bagaimana kita menikah besok, hanya upacara saja. Aku akan membawa Heenim sebagai saksi, kau juga bawa satu orang sebagai saksi."

"Baiklah, kita bertemu di gereja besok jam 2 siang."

"Oke. Oh ya, nanti kau harus memperkenalkan pasangan gaymu padaku. Oke?"

Siwon tidak menjawab lalu meninggalkan rumah Kyuhyun, dia merasa dirinya gila karena mengatakan jika dirinya adalah seorang gay, walaupun tidak mengakuinya secara langsung tapi Kyuhyun sudah menyimpulkan dia adalah gay. Tapi tidak masalah selagi Kyuhyun mau menikah dengannya. Dengan berjalannya waktu, Kyuhyun pasti akan tahu dia bukan gay seperti yang dipikirkan olehnya. Tidak masalah Kyuhyun marah, dia akan tetap melanjutkan pernikahan sampai anak mereka lahir.

Tapi Siwon tidak berbohong pada Kyuhyun, dia memang baru pertama kali dekat dan memohon-mohon seperti ini. Siwon tipe orang yang dingin pada wanita, tidak pernah berkencan atau memiliki hubungan serius dengan lawan jenis. Hanya sesekali dia pernah kencan atau dekat dengan teman wanita, itupun saat dia belum sesibuk sekarang. Menurutnya jodoh akan datang sendiri, apakah Kyuhyun itu jodohnya?

Lain dengan Siwon, Kyuhyun terlihat lega karena Siwon itu seorang gay (menurutnya), "Tapi bisa saja Siwon sembuh dari penyakit gaynya itu, aku kan wanita yang mempesona. Dia bisa saja tergoda dengan kecantikan dan keseksianku seperti malam itu saat dia menyentuhku." Kyuhyun jadi ragu lagi.

"Tapi jika dilihat-lihat... Dia memang dingin dan terlihat tidak peduli dengan makhluk yang bernama wanita. Saat mengajar saja dia sangat dingin padahal seisi kelas menyukainya. Lalu saat aku melihatnya di pesta itu... Dia hanya diam dan hanya bicara dengan laki-laki padahal di pesta itu banyak wanita cantik." Kyuhyun meyakinkan dirinya sendiri.

"Ah, aku tidak peduli soal itu. Kalaupun dia bukan gay atau dia sembuh karena tergoda olehku... Aku tidak akan pernah menganggap dia itu pria." Ucap Kyuhyun lagi.

Kyuhyun menghubungi semua sahabatnya dan mengatakan dia akan menikah besok. Semua sahabatnya terkejut bukan main tapi Kyuhyun hanya berkata, "Kalian datanglah besok, jangan telat." Dengan nada rendah yang terdengar santai.

:: Unexpected ::

After Wedding.

Upacara pemberkatan baru saja selesai. Dari pihak Kyuhyun, Heenim bertindak sebagai saksi sementara pihak Siwon, Hankyung yang mewakilkan. Jadi suami-istri itu menjadi saksi dipernikahan Siwon dan Kyuhyun. "Maaf ya, mungkin kau berharap pengantinmu itu menggunakan jas yang sama denganmu." Bisik Kyuhyun, Siwon awalnya tidak mengerti tapi lama-lama dia tahu maksudnya.

Ibu dan Ayah Siwon sudah pulang dan mengijinkan saat Siwon berkata dia akan tinggal di rumah Kyuhyun mulai hari itu. Jiwon, tentu saja tidak datang karena dia masih tidak rela kakaknya menikah dengan Kyuhyun. Heenim, Eunhyuk dan Ryeowook masih di tempat acara bersama Hankyung.

"Sekarang kalian sudah resmi menikah, semoga kalian bisa hidup damai dan bahagia." Eunhyuk memeluk Kyuhyun erat lalu bersalaman dengan Siwon. Ryeowook juga melakukan hal yang sama, dia bahkan menangis melihat Kyuhyun menikah. "Kyunie~ jagalah dirimu dengan baik. Aku selalu berdoa untukmu."

Heenim mendekati Siwon, "Choi Siwon, kau harus menjaga janjimu pada Tuhan. Mulai hari ini, aku menitipkan Kyuhyun dan Bayinya padamu. Apapun yang akan kalian lakukan, ingatlah kalau kalian sudah dipersatukan oleh Tuhan." Heenim bersalaman dengan Siwon lalu dia memeluk Kyuhyun, "Sayangku, hiduplah lebih baik lagi. Aku mencintaimu..."

:: Unexpected ::

Kyuhyun's House.

"Terima kasih karena kau mau menikah denganku. Mulai hari ini aku akan menjagamu dirumah ini. Aku tahu kau tidak ingin tinggal dirumahku." Ucap Siwon saat malam pertama mereka setelah menjadi suami-istri.

"Kita tinggal bersama bukan berarti aku menyukaimu, begitupun sebaliknya. Mohon kerja samanya!"

"Ne, kita berjuang sampai anak ini lahir."

"Satu hal lagi, maaf karena orang tuaku tidak datang."

"Aku mengerti kesibukan mereka."

"Baiklah, selamat malam."

"Kyuhyun tunggu, kita akan tidur di kamar yang sama kan?" Tanya Siwon. Kyuhyun sempat diam tapi dia ingat kalau Siwon bukan pria normal, "Tentu saja, lagipula 100 tahun kita tidur di kamar yang sama pun kau tidak akan tergoda." Jawab Kyuhyun santai lalu masuk ke kamarnya.

Siwon tersenyum, tidak tahu saja Kyuhyun kalau Siwon itu pria sejati. Apa Kyuhyun akan menolak jika Siwon melakukan sesuatu padanya? Sepertinya tidak akan pernah bisa, dia tidak akan pernah bisa menolak atau melawan pria seperti Siwon. Apa yang Siwon lakukan pada malam itu belum apa-apa, dia 1000 kali lebih hebat dari itu.

Kyuhyun bahkan cari masalah karena dia tidur dengan baju tidur yang cukup sexy. Sleep Dress dibawah lutut dengan belahan yang sedikit terbuka dibagian dada, sungguh Kyuhyun sedang bermain-main dengan pria normal dan perkasa seperti Siwon. Kyuhyun sudah berbaring bahkan dia menghadap Siwon.

"Kenapa? Kau bahkan tidak tergoda kan? Aku bisa lega kalau begitu." Ucap Kyuhyun menyadari Siwon memperhatikan pakaiannya.

"Aku menyukai dada yang kecil, kau tenang saja." Ucap Siwon dengan sengaja mendekatkan tubuhnya bahkan Kyuhyun bisa melihat dada bidang Siwon dibalik jubah tidurnya. Kyuhyun merubah posisi tidurnya menjadi terlentang, "Tentu saja bagi gay, dada pria itu lebih sexy dibanding dada wanita."

"Benarkah? Jika aku melihatnya sekali lagi, mungkin aku bisa memutuskan siapa yang lebih sexy menurutku."

Kyuhyun sedikit bangun dan menghadap Siwon, kedua tangannya malah bertumpu di dada Siwon. Tidak sadar juga dengan posisi itu membuat dadanya terlihat jelas, "Jangan memaksakan diri, percuma saja karena kau tidak akan menyukai dada wanita. Kau mungkin terlalu memaksakan diri saat malam itu, lagipula malam itu aku yang memaksamu. Jadi kau mungkin hanya terpaksa melakukan hal yang tidak kau inginkan."

Kyuhyun berusaha menarik kembali tangannya, tapi Siwon menahan Kyuhyun. "Bagaimana kalau kita buktikan sekali lagi. Buka pakaianmu dan aku bisa menentukan, apa aku akan tergoda atau aku tidak tergoda olehmu."

:: Unexpected ::

TBC.

Thanks for reading, follow and favorite. Don't forget to review for next chapter.