Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance.

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah

kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan

Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Kyuhyun berusaha menarik kembali tangannya, tapi Siwon menahan Kyuhyun. "Bagaimana kalau kita buktikan sekali lagi. Buka pakaianmu dan aku bisa menentukan, apa aku akan tergoda atau aku tidak tergoda olehmu."

Kyuhyun mengerjapkan dua kali matanya lalu menendang kaki Siwon dengan kaki kanannya, Siwon mengaduh lalu melepaskan tangannya dari Kyuhyun. "Arrggh, apa yang kau lakukan!" Teriak Siwon memegangi tulang keringnya.

Kyuhyun duduk di tempat tidur sambil meletakan kedua tangannya di dada, "Aku sungguh prihatin atas seksualitasmu yang menyimpang. Tapi aku tidak begitu tertarik mengetahui apa yang kau sukai. Sudahlah aku sangat mengantuk." Kyuhyun berbaring membelakangi Siwon. Siwon masih memegangi kakinya, "Tenaganya kuat juga, dasar monster kecil."

Kyuhyun belum bisa menutup mata, dia tiba-tiba teringat sesuatu. "Siwon?" Panggil Kyuhyun masih membelakangi Siwon. "Iya?" Sahut Siwon. "Di kampus kita tidak saling mengenal kan? Aku tidak mau semua orang tahu kita sudah menikah." Tanya Kyuhyun kemudian membalikan badannya, sekarang berhadapan dengan Siwon.

"Iya, itu salah satu syarat pernikahan kita." Jawab Siwon. Kyuhyun tersenyum mendengarnya, "Bagaimana kalau kita pindah rumah juga?" Kedua alis Siwon saling bertautan mendengar itu, "Pindah rumah, bukankah kau bilang kau ingin tinggal di rumahmu. Maksudku di rumah ini, rumah yang membuatmu nyaman."

Kyuhyun menggelengkan kepala, "Rumah ini sumber kesedihanku. Rumah yang didatangi oleh orangtuaku hanya untuk bertengkar, bahkan dinding rumah ini sudah bosan mendengar tangisanku. Aku benar-benar ingin keluar dari sini, pergi ke tempat baru yang membuatku nyaman."

Siwon diam untuk beberapa detik, menatap mata cokelat Kyuhyun yang terlihat lain dari biasanya. Tersirat kesedihan yang terperangkap di dalam mata itu, kesedihan yang masih terasa setiap kali menatap mata itu. Tatapan, cahaya bahkan warna dari mata yang baru pertama kali Siwon lihat dari mata Kyuhyun.

"Kenapa kau mencuekanku!" Lagi-lagi Kyuhyun menendang kaki Siwon, Siwon lama-lama bisa terkena patah tulang dan penyakit jantung dalam waktu yang bersamaan. "Baru saja aku mencoba masuk ke dalam matamu, merasakan apa yang kau rasakan tapi tindakan 'premanmu' membuat semuanya hilang! Aku bisa saja membalasmu jika tidak ingat kau mengandung anakku!" Siwon sedikit berteriak, walaupun tidak terlalu kencang.

"Oh jadi kau berniat membalasku? Lakukan saja, aku pemegang sabuk hitam dan bela diriku bernilai A." Tantang Kyuhyun. Siwon menahan dirinya, Kyuhyun ini sungguh membuatnya pusing. Siwon, pria penyendiri itu mulai merasa gerah karena tinggal dengan wanita 'preman' yang bawel seperti Kyuhyun.

"Laki-laki sejati tidak akan membalas perlakuan kasar wanita, kami hanya menggunakan otot kami untuk melawan laki-laki lainnya." Siwon berkata dengan percaya diri namun hal itu justru membuat Kyuhyun tertawa, "Hahaha kau bilang laki-laki sejati? Baiklah... Baiklah... Aku akan pura-pura tidak mendengar kata itu. Lupakan soal hal ini dan fokus pada permintaanku."

Siwon menghembuskan nafas pelan, sampai kapan dia harus bertingkah seperti orang yang tidak normal. Kapan juga dia bisa menunjukan kesejatiaanya? Apa Kyuhyun itu harus dipaksa, ditelanjangi lalu dibuat mendesah untuk bisa mengerti? Baiklah... Pikiran kotor itu masuk begitu saja ke dalam otak Siwon. Ayo Siwon lupakan hal kotor dan ingatlah kalau Tuhan tahu apa isi kepalamu.

"Memangnya kau ingin pindah kemana? Dan apa alasanmu pindah?" Tanya Siwon pada akhirnya mau menuruti keinginan gila Kyuhyun. Untuk apa pindah jika mereka berdua memiliki rumah mewah yang siap mereka tempati.

"Aku ingin tinggal di Beverly Hills." Jawab Kyuhyun membuat mata Siwon melotot, "Beverly Hills? Kau ingin kita pindah ke Amerika? Aku mempunyai pekerjaan di Korea, aku tidak akan pindah Kyuhyun." Tegas Siwon. Kyuhyun memutar mata mendengarnya, "Kau pikir hanya Amerika yang memiliki Beverly Hills?"

Siwon merubah posisinya menjadi duduk tetapi masih menghadap Kyuhyun, "Kau bilang kau ingin tinggal di Beverly Hills? Jadi aku tidak salah bicara kan?"

"Maksudku, aku ingin tinggal di Pyeongchang. Mt. Bukhan Pyeongchang-dong, daerah perumahan khusus yang juga disebut Beverly Hills Korea dan juga perumahan warga asing di Seoul. Bisa kau bayangkan? Aku akan melihat warga asing setiap hari."

"Pyeongchang? Itu terlalu jauh dari rumah sakit dan Universitas, aku tidak mau tinggal disana." Tolak Siwon, jelas saja menolak perumahan di daerah itu jauh dari tempatnya bekerja.

"Aku sangat ingin tinggal di daerah yang mimiliki udara segar. Kau kan tahu walaupun musim panas, daerah itu tidak perlu menggunakan AC. Selain itu Pyeongchang adalah daerah terbersih di Seoul, apa kau tidak ingin anakmu tumbuh sehat? Oh aku lupa, kau memang tidak peduli soal itu."

Dada Siwon tiba-tiba terasa sakit, rasa nyeli sampai di ulu hati mendengar ucapan Kyuhyun. Itu mungkin salah satu insting dan perasaan seorang ayah, Siwon tidak percaya Kyuhyun akan beranggapan seperti itu. "Apa kau tahu hal apa yang bisa membuatku sangat marah?" Siwon bertanya dengan tatapan yang tidak biasa, melihat itu bulu kuduk Kyuhyun sedikit berdiri.

"Kau ingin marah padaku? Aku sudah membuatmu marah? Sejak dulu aku memang sering membuat orang lain marah, tidak masalah kalau kau mau marah padaku."

"Cho Kyuhyun!" Bentak Siwon, Kyuhyun langsung diam melihat raut wajah Siwon yang berbeda. "Kau tahu alasanku menikahimu? Alasanku merubah kehidupanku dan mulai hidup denganmu? Apa kau tahu apa alasannya?" Tanya Siwon dengan serius, Kyuhyun sampai menelan saliva melihatnya.

"Karena..." Kyuhyun mulai berpikir, "Karena bayi." Lanjutnya kemudian. Siwon tersenyum, jelas buka senyuman karena bahagia tapi senyuman penuh kekesalan. "Bagus jika kau tahu, kau tahu hal yang paling aku benci?"

"Tidak tahu." Jawab Kyuhyun cepat. Siwon menatapnya, "Jika ada yang berpikir atau mungkin berkata jika aku tidak mencintai anakku, aku akan sangat marah. Tapi aku tidak bisa marah padamu, memarahimu sama saja memarahi anakku karena dia masih berada di dalam tubuhmu. Aku mohon jangan mengatakan hal yang bisa membuatku marah."

Kyuhyun diam mendengarkan, "Baik." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Kyuhyun.

:: Unexpected ::

Kyuhyun'a Pov-

Aku masih berkutat dengan pikiranku sendiri. Hari sudah pagi bahkan Siwon sudah turun dari kamar tapi aku masih enggan keluar. Hanya diam dan berpikir di dalam selimut putih milikku (mungkin milik Siwon juga). Hal yang terjadi semalam... Percakapan kami bahkan pertengkaran kecil kami. Aku... Mulai merasakan kehidupan rumah tangga, semalam itu rasanya...

"Kau tidak turun?" Suara Siwon mengganggu konsentrasiku, padahal aku baru ingin memikirkan perasaan apa semalam. Kenapa semalam aku, Cho Kyuhyun bisa tunduk dan takut padanya.

Tidak lama aku bisa melihat wajahnya dari dekat, sial kenapa dia datang dengan apron yang terpasang di tubuhnya. Kau tahu, aku benci pria yang bisa masak, walaupun disisi lain itu menguntungkan. Tetapi... Aku hanya merasa seperti wanita tidak berguna saja karena seumur hidupku, aku tidak pernah menginjakan kakiku di dapur.

"Kyuhyun? Kenapa kau melamun?"

Aku malah menaikan selimut dan munutupi wajahku, "Pergilah, aku masih ingin tidur." Usirku, yang jelas tidak akan begitu saja dia turuti. "Kau mau bolos lagi? Ayolah kapan kau akan rajin, kau hanya punya waktu beberapa bulan sebelum kau cuti nanti."

"Aku mulai cuti saja sekarang. Aku tidak mau menjadi bahan tertawaan orang-orang lagi." Ayolah aku masih ingat saat dia mempermalukanku dan tentu aku masih ingat saat anak-anak mentertawakanku.

"Jangan bilang karena hari ini ada Festival kau tidak ingin pergi ke kampus? Ayolah... Itu artinya kau ingin mengindari musuh-musuhmu dan membuat mereka senang."

Aku membuka selimutku lalu menatapnya, "Kau bilang apa? Seorang Cho Kyuhyun, akan mengakui kekalahannya? Itu hal bodoh yang pernah aku dengar, Choi Siwon." Aku melihat dia menyeringai, hah dia bermaksud mempermainkanku?

"Kalau begitu, cepat mandi lalu pergi ke kampus." Ucapnya membuka lebar pintu kamar mandi, menaik-turunkan alisnya dengan menyebalkan. Terpaksa, tentu saja terpaksa bangun, turun dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Menatap tubuhku di cermin, rasa kesal kembali muncul di dadaku saat ingin soal festival itu. Festival yang selalu diadakan satu tahun sekali ini biasanya menjadi panggungku, sekalipun bukan artis, aku selalu menjadi pembuka. Aku benar-benar tidak ingin pergi, aku harus mencari cara.

Keluar dari kamar mandi, aku tidak menemukan Siwon tapi ranjang sudah rapi. Baguslah kalau dia yang merapihkannya, ternyata dia pria yang cukup rajin. Aku yakin jika rencanaku akan berhasil, buru-buru aku memakai pakaian. Hanya memakai pakaian rumah, tentu saja aku tidak akan pergi.

:: Unexpected ::

Author's Pov-

Suara sandal rumah terdengar menuruni deretan tangga dari arah sebelah timur. Sementara itu di dalam dapur minimalis bernuanasa hitam putih terlihat Siwon tengah menyiapkan sarapan. Dengan dibalut kemeja hitam yang begitu pas di tubuh athletisnya, pria itu menyajikan pancake dengan jus buah. Berkutat dengan kitchen set edisi terbatas, pria itu nampak cocok menjadi koki professional.

"Siwon ambilkan aku air." Ucap Kyuhyun berjalan mendekati Siwon. Siwon hanya menoleh sebentar pada Kyuhyun yang sudah mendudukan dirinya di kursi putih di depannya.

"Ambil saja sendiri, Kyuhyun. Apa kau tidak akan kuliah?" tanya Siwon menyadari jika Kyuhyun belum siap-siap, padahal dia sudah menyuruhnya kuliah.

"Malas, Siwon! Cepat ambilkan aku air minum."

Siwon akhirnya mengambilkan segelas air putih untuk Kyuhyun, kemudian meletakan dua piring pancake dan jus di depan Kyuhyun. Pria itu mengambil duduk di sebelah Kyuhyun.

"Kau benar-benar tidak ingin pergi, ternyata kau cukup penakut juga." Ucap Siwon sambil memotong-motong pancakenya.

"Urusi saja urusanmu sendiri. Sejak kapan pria gay peduli wanita?" Kyuhyun berkata sambil memicingkan matanya pada Siwon. Siwon sadar, sejak kapan dia peduli pada orang lain walaupun dia bukan gay!

"Maksudku, aku tidak mau melihatmu selalu saja mengomel soal teman-temanmu itu, jika kau tidak mengomel tentang mereka lagi, aku akan diam." Sangkal Siwon. Kyuhyun hanya mengomel pelan, kapan dia bisa hidup tenang tanpa di paksa kuliah atau berhenti melakukan kehidupan bebasnya seperti sarapan wine mungkin.

Kyuhyun terlihat tidak selera melihat makanan didepannya, seandainya dia bisa minum wine. Ahh, Kyuhyun sangat merindukan rasa nikmat setiap tegukan wine yang mampu membuat perasaannya membaik. "Tidak ada yang lain? Aku ingin makan ayam." Ucap Kyuhyun mendorong piringnya. Yah hanya alasan jika dia menginginkan yang lain.

"Tidak ada, sudahlah kau harus sarapan Kyuhyun. Jika tidak kuliah, kau sebaiknya diam di rumah. Aku sudah selesai, setelah ini aku langsung kerumah sakit." Ucap Siwon mengakhiri sarapannya dengan meminum jus. Kyuhyun sama sekali tidak menyentuh makanan maupun minumannya, "Aku ingin wine~" Lirih Kyuhyun dengan wajah melasnya, namun sayang wajah itu tidak mempan untuk Siwon.

"Kau sudah janji Kyuhyun!" Ucap Siwon sambil pergi meninggalkan dapur sekaligus ruang makan itu.

"Ahhh~ Aku benci-benci benci padamu, benci menikah, benci hidup dengan pria, aku benci dengan keadaanku sekarang, benci semua~" Omel Kyuhyun masih terdengar oleh Siwon.

"Aku sudah mengirim foto rumah baru kita di Pyeongchang, buka saja ponselmu." Ucap Siwon menoleh sebentar lalu benar-benar pergi, Kyuhyun memelototkan matanya. "Kau membeli rumah di sana, Siwon... Apa kau serius?" Teriak Kyuhyun langsung mengejar Siwon, Siwon langsung berhenti berjalan untuk memperingatkan Kyuhyun. "Hey, apa yang kau lakukan! Jangan lari Cho Kyuhyun."

Kyuhyun tersenyum lalu berjalan biasa sampai di dekat Siwon, "Kapan kau membelinya, bukankah aku baru mengatakannya semalam?"

"Sebenarnya aku mempunyai investasi disana, aku membeli rumah itu sejak dua tahun yang lalu. Selamat karena itu sekarang menjadi rumahmu."

Kyuhyun jadi merasa aneh, "Maksudmu apa? Kenapa kau memberikan rumah itu padaku?"

"Bukankah itu hal yang wajar, setiap pasangan yang menikah pasti saling berbagi harta pada akhirnya. Jadi aku akan memberikan rumah itu dari sekarang, aku tidak menyukai hal yang ribet."

Kyuhyun mendengus, ternyata Siwon itu pria yang perhitungan. Dia sudah memikirkan dan menghitung semuanya, dia ingin membagi setengah kekayaannya nanti jika mereka bercerai (mungkin hartanya akan lebih banyak dari yang sekarang), maka dari itu dia memberikan Kyuhyun rumah agar Kyuhyun tidak menggugat soal harta nantinya.

"Aku mengerti maksudmu Siwon, lagipula sebenarnya aku tidak butuh uang ataupun hartamu. Jika kau memang ingin memberikannya, itu terserah padamu."

"Aku memberikan itu untuk anakku, Kyuhyun. Aku mau kau mengerti."

"Tentu saja aku mengerti, dia adalah segalanya untukmu."

"Ayo kita lihat rumah itu sekarang."

"Sekarang?!"

:: Unexpected ::

Pyeongchang-dong Art District, terletak di lereng gunung yang megah dan indah, Mt. Bukhan Pyeongchang-dong, daerah perumahan khusus yang juga disebut Beverly Hills Korea dan juga perumahan warga asing di Seoul. Beverly Hills Amerika versi Korea ini ditinggali oleh orang-orang sukses temasuk politisi, pengusaha, seniman, dan lainnya. Diantara mereka terdapat juga warga asing termasuk diplomat dan eksekutif bisnis.

Manfaat yang diperoleh para penghuni perumahan disini salah satunya adalah udara yang relatif jauh lebih bersih ketika sebagian orang di Seoul menderita efek samping dari polusi udara yang pernah memburuk. Udara yang bersih dan sejuk khas pegunungan menjaga daerah ini menjadi kurang dari 2-3 derajat lebih dingin dari pusat kota Seoul. Bahkan tidak perlu menggunakan AC ditengah musim panas.

"Apa kau suka?" Tanya Siwon saat mereka sampai di depan rumah baru mereka. Rumah yang bagus dan dekat dengan rumah lainnya, suasana disana begitu sejuk dan menenangkan. "Tentu saja, aku menyukai suasananya." Jawab Kyuhyun. Siwon membuka pagar rumah dan membawa Kyuhyun masuk.

Rumah itu tidak terlalu besar namun cukup mewah, memiliki dua lantai bergaya klasik dengan lantai kayu yang membuat rumah itu terasa hangat di suhu yang 3 derajat lebih dingin dari rumah lama mereka. "Mungkin rumah ini tidak sebesar rumah lamamu, tapi aku yakin kau akan suka tinggal disini." Ucap Siwon mengikuti Kyuhyun dari belakang.

Kyuhyun naik ke lantai dua, di lantai atas Kyuhyun masuk ke dalam kamar utama. Di kamar itu segala perabotan berwarna putih, hanya ada kamar mandi, satu ranjang berukuran sedang, meja rias dan lemari kayu. Ukurannya juga tidak begitu luas dengan pintu kaca yang berfungsi sebagai jendela yang menghubungkan dengan balkon kecil. Balkon yang memang dibuat hanya sekedar untuk berdiri menikmati pemandangan sekitar.

"Aku menyukai semuanya termasuk tetangga baru kita." Ucap Kyuhyun mengarahkan pandangannya pada rumah di depannya, ada seorang pria bule yang tengah berolahraga di depan rumahnya. Siwon menatap pria itu dengan sebal, "Olahraga di siang hari? Oh, aneh sekali." Pikir Siwon.

"Kyuhyun, aku akan pergi ke rumah sakit. Nanti akan ada asisten rumah tangga yang datang, nanti kau bicara dengannya dan katakan apapun yang ingin kau atur di rumah ini. Tapi kau tidak boleh memperlakukannya seenaknya, dia adalah orang yang ikut bersama keluargaku sejak aku masih kecil." Ucap Siwon sambil merapihkan pakaian, Kyuhyun tidak menjawab dan asyik menikmati udara yang sejuk.

"Aku berangkat!" Ucap Siwon lagi lalu keluar. Kyuhyun memang menyukai rumah itu, tidak masalah walaupun dia harus memulai segalanya lagi termasuk mencoba akrab dengan tetangga. Bicara soal tetangga... Dia harus mulai berkenalan dengan tetangganya. "Siwon?" Kyuhyun ingat pada Siwon, dia buru-buru turun ke lantai bawah lalu keluar dan telat karena mobil Siwon baru saja meninggalkan rumah. "Sial, seharusnya aku meminta dia membelikanku makanan!"

:: Unexpected ::

At Betherda Skin Health & Beauty Centre.

Siwon tengah duduk di ruang kerjanya, tadi Dokter Jin baru saja mengucapkan selamat atas pernikahan Siwon. Dokter Jin berkata dia tidak marah pada Siwon karena menikah terburu-buru disaat dirinya baru melakukan pendekatan dengan putrinya. Siwon menjelaskan jika dia tidak menyukai Mi Young dan memilih menikah karena dia merasa cocok dengan istrinya.

Dokter Jin yang sangat pengertian pun mengerti dan tidak mempermasalahkan penghianatan Siwon pada anaknya. Namun lain dengan Mi Young yang tidak terima di hianati dan masih saja mengejar-ngejar Siwon. Tidak peduli jika sekarang Siwon sudah menikah dan memiliki istri. Bagi Mi Young, wanita itu mengambil kekasihnya maka dia akan merebut Siwon lagi.

"Dokter, ada pasien yang menunggu anda." ucap suster pada Siwon. Siwon bangun dan memakai jas putihnya, "Baiklah, mari." Siwon keluar dari ruangan dan berjalan berdampingan dengan suster menuju ruang untuk menunggu. Sambil berjalan, Siwon juga memakai sarung tangan putih dan masker. Suster muda itu membuka pintu mempersilahkan Siwon masuk terlebih dahulu. Saat didalam terlihat seorang wanita yang duduk diatas sofa sambil membaca majalah.

"Yul." Panggil Siwon terkejut melihat wanita itu.

"Hy senior!" Balas wanita berkulit kecoklatan itu, Siwon mendekatinya lalu mereka berpelukan. "Kapan kau kembali?" Tanya Siwon setelah mereka berhenti berpelukan. Yuri tersenyum, "Tiga bulan yang lalu, maaf aku baru berkunjung. Kau bekerja di rumah sakit yang sangat bagus."

"Untunglah aku bertemu dengan Dokter Jin, oh ya suster bilang kau ingin melakukan perawatan wajah? Kau berkunjung sekaligus itu melakukan perawatan?"

"Iya, mulai hari ini aku akan menyerahkan perawatan wajahku padamu. Walaupun aku dokter, aku tidak mempunyai waktu untuk merawat tubuh."

"Aku mengerti, pasti kau banyak mengalami kesulitan selama di Haiti." Siwon berjalan keluar menuju ruang facial diikuti Yuri, "Walaupun sulit, aku melakukannya karena misi kemanusiaan. Aku sangat senang saat bisa membantu para wanita disana melahirkan."

Ruang telah disiapkan, Siwon meminta Yuri memakai pakaian khusus melakukan perawatan. Yuri berbaring di ranjang dengan Siwon yang sudah siap, tangan Siwon sudah dilapisi sarung tangan dan dia memulai perawatannya.

"Jika melihat kondisi kulitmu, sebaiknya kita awali dengan Mikrodermabrasi, untuk mengembalikan kulitmu seperti dulu. Karena terpapar matahari lapisan kulitmu yang teratas menjadi rusak."

"Lakukan saja Siwon, aku percaya padamu."

Siwon tersenyum lalu mulai melakukan prosedurnya. Mikrodermabrasi merupakan tindakan medis berupa eksfoliasi/ pengelupasan sel-sel kulit mati dengan menggunakan mikro kristal yang berguna untuk membantu melepaskan kulit mati sehingga kulit terlihat lebih bersih, sehat dan halus serta merangsang pembentukan kulit yang baru dan memperbaiki elastisitas kulit dan tekstur kulit.

"Dua minggu lagi kau bisa datang. Aku juga akan memberikan paket perawatan wajah yang bisa kau gunakan saat di rumah. Silahkan kau bisa menyerahkan ini di Apotik kami."

"Terima kasih Siwon, wajahku terasa segar kembali sekarang."

Yuri dan Siwon keluar dari ruang facial lalu berjalan menuju apotik, "Oh ya dimana rumahmu? Setelah kembali dari Haiti, kau masih tinggal di apartemen?" Tanya Siwon, hanya sekedar bertanya sebagai teman lama.

"Tidak, aku sudah membeli rumah di Pyeongchang. Sebenarnya aku sudah mencicil rumah itu sejak pertama kali aku bekerja di rumah sakit." Jawab Yuri tersenyum kecil, "Pyeongchang-dong? Aku juga tinggal disana." Ucap Siwon terkejut, Yuri semakin tersenyum mendengarnya. "Astaga lagi-lagi kita tinggal di lingkungan yang sama. Kau tinggal bersama keluargamu atau sendiri?" Tanya Yuri lagi.

"Aku tinggal bersama istriku." Jawab Siwon sambil tersenyum, Yuri terlihat terkejut tapi dia juga terlihat tersenyum lagi. "Kau sudah menikah? Astaga teman masa kecilku sudah mendahuluiku ternyata, selamat untukmu Siwon." Yuri mengulurkan tangannya, Siwon kemudian menjabatnya. "Terima kasih."

"Bagaimana kalau kita pulang bersama saja, kebetulan aku juga akan pulang."

"Baiklah, dengan senang hati."

:: Unexpected ::

Kyuhyun sudah mulai berkenalan dengan tetangga barunya, rumah tepat di samping rumahnya ditinggali oleh pengantin baru juga. Mereka juga pasangan yang masih muda, mereka masih kuliah tapi sudah menikah. Pasangan itu adalah Minho dan Taemin, Minho berusia 23 tahun sementara Taemin 21 tahun.

Kyuhyun berpikir jika pasangan muda itu masih anak-anak karena sering bertengkar, Kyuhyun juga berpikir jika pasangan yang saling mencintai saja bisa bertengkar apalagi dia dan Siwon. Kyuhyun bersikeras ingin terlihat dewasa di depan pasangan baru itu, bagaimanapun Kyuhyun berusia lebih tua dari keduanya.

"Taemin sayang, datanglah nanti malam ke rumahku. Aku akan memperkenalkan suamiku, dia itu seorang dokter jadi selalu pulang malam." Ucap Kyuhyun dengan manis, saat ini dia dan Taemin sedang mengobrol di teras rumah pasangan 2Min.

"Baiklah Eonnie, tapi apa itu mobil suami Eonnie?" Taemin menunjuk mobil yang terparkir di depan rumah Kyuhyun. Kyuhyun melihat mobil Siwon datang lalu Siwon keluar dengan seorang wanita yang tidak Kyuhyun kenal, "Siapa wanita itu?" Kyuhyun tidak kenal dengan Yuri.

"Eonnie, suamimu pulang dengan siapa? Jangan-jangan..." Taemin menutup mulutnya sendiri, "Aku pulang dulu, nanti aku akan mengabarimu lagi soal makan malam. Bye~" Kyuhyun buru-buru keluar dari rumah Taemin dan masuk ke rumahnya sendiri, "Siwon~" panggil Kyuhyun pada Siwon yang baru sampai di depan pintu.

"Kyuhyun kau darimana?" Tanya Siwon sambil terus membuka pintu. Kyuhyun mendekati Siwon sampai di sebelah Yuri, "Dari rumah tetangga baru." Jawab Kyuhyun dengan mata terus pada Yuri.

"Oh, kau mulai berkenalan dengan tetangga, itu hal bagus Kyuhyun." Ucap Siwon lagi, dia memandang Yuri lalu mempersilahkannya masuk. Yuri dan Siwon masuk sementara Kyuhyun masih menatap keduanya lalu mengikuti mereka.

"Kami baru pindah, maaf jika rumah ini masih berantakan." Ucap Siwon sambil sedikit demi sedikit merapihkan rumah, banyak majalah yang berserakan karena itu perbuatan Kyuhyun tadi siang bukan karena mereka baru pindah toh rumah itu sudah rapi sejak lama.

"Kau kan tahu aku tidak boleh lelah, jadi aku tidak merapihkan apapun." Ucap Kyuhyun sambil berjalan menuju sofa lalu duduk.

"Hampir lupa, Yuri dia Kyuhyun istriku. Kyu, dia Yuri temanku sekaligus tetangga kita." Siwon memperkenalkan Yuri, Yuri dan Kyuhyun berjabatan tangan. "Kyuhyun / Yuri."

"Aku buat minuman dulu." Siwon baru akan pergi ke dapur tapi Yuri menahan, "Tidak usah Siwon, aku akan pulang. Ini sudah hampir malam, kita bisa mengobrol lain waktu."

"Baiklah, rumahmu 5 blok dari sini kan? Nomor 1008?" Siwon memastikan, "Iya rumahku yang memiliki dua anjing." Yuri menambahkan. "Wow, kau masih menyukai anjing? Apa anak anjing yang waktu itu sudah besar?" Siwon dan Yuri berjalan keluar, "Apa? Bahkan Siwon tahu soal anjingnya? Keluargaku saja dia tidak tahu, kenapa dia tahu soal anjing?" Kyuhyun menggerutu kesal lalu mengikuti Siwon yang berpamitan dengan Yuri di gerbang.

"Salam saja pada istrimu, aku pergi. Annyeong~" Yuri meninggalkan rumah, Siwon membalas lambaian tangan Yuri lalu masuk kembali dan mengunci gerbang. Saat membalikan badan, dia melihat Kyuhyun yang memandang kearahanya. "Apa? Kau sudah makan belum?" Tanya Siwon berjalan mendekati Kyuhyun.

"Tentu saja belum, kau kan tahu aku tidak bisa masak. Lalu orang yang kau bilang tadi siang, dia belum datang. Aku sungguh kelaparan." Jawab Kyuhyun dengan nada yang dibuat menderita. Siwon bukannya kasihan malah menggelengkan kepala, "Aku mandi dulu." Ucap Siwon sambil naik ke lantai dua.

"Bagaimana ini, makan malamnya? Astaga aku harus memesan makanan kalau begini." Kyuhyun ingat pada janjianya dengan Taemin. Kyuhyun naik ke lantai atas, membuka tasnya lalu mengambil dompetnya. "Uangku tinggal sedikit, bagaimana ini?" Kyuhyun masih kebingungan, Siwon keluar dari kamar mandi merasa heran melihat Kyuhyun melamun.

"Kau kenapa Kyuhyun?" Tanya Siwon sambil mengganti pakaian, Kyuhyun menjerit melihat Siwon memakai celana dalam. "Kyaaa! Milikmu besar sekali...!" Jerit Kyuhyun menutupi matanya, Siwon sadar lalu tanpa rasa malu dia memakai celananya. "Pantas saja dia tidak punya rasa malu, dasar gay!" Omel Kyuhyun dalam hati.

"Siwon aku mau kau membelikanku makanan, nanti malam tetangga baru kita akan makan malam di rumah ini. Aku tidak mau kita malu karena tidak mempunyai makanan."

"Pesan saja apapun yang kau mau, nanti aku bayar."

Kyuhyun tersenyum lebar mendengarnya, dia langsung turun ke bawah lalu memesan makanan yang enak dan mahal. "Aku Cho Kyuhyun, tidak mungkin membuat diriku malu di depan tetangga baru. Sekarang semuanya selesai, tinggal mandi."

"Kyuhyun Eonnie!" Panggil seseorang, Kyuhyun yang mendengar itu langsung melihat di luar. Taemin dan Minho berdiri di depan pagar rumah Kyuhyun, "Ada apa Taemin-ah?" Tanya Kyuhyun mendekati pagar.

"Maaf Eonnie, boss Minho mengundang kami makan malam bersama. Aku dan suamiku tidak bisa makan di rumah Eonnie, kita bisa makan malam lain waktu." Taemin meminta maaf, "Oh tidak apa-apa, kalian pergi saja. Kita bisa makan bersama nanti."

"Maaf ya Noona, ini sangat mendadak. Kami pergi sekarang, sampai jumpa." Minho dan Taemin meninggalkan rumah, Kyuhyun memandang mobil mereka dengan kesal. "Gagal semua! Aku sudah memesan banyak makanan." Gerutu Kyuhyun lalu masuk ke dalam rumah.

Siwon terlihat membawa cangkir kopi lalu duduk di sofa depan televisi. "Menyebalkan, kita tidak jadi makan bersama padahal aku sudah memesan banyak makanan." Omel Kyuhyun sambil berjalan melewati Siwon, Siwon kembali menggelengkan kepala. "Kapan dia berhenti mengomel?"

Kyuhyun mundur lagi, "Aku bilang kita tidak jadi makan bersama Siwon." Kesal Kyuhyun karena Siwon hanya diam. "Kita undang saja Yuri, dia itu dokter kandungan. Kau bisa mengobrol banyak dengannya." Ucap Siwon santai. "Mwo? Wanita tadi sore?" Pekik Kyuhyun. Siwon memutar mata, "Berhenti berteriak Cho Kyuhyun."

"Sebenarnya dia siapa? Kau terlihat dekat sekali dengannya."

"Dia teman lamaku, kami pernah bertetangga. Kami juga kuliah kedokteran di Universitas yang sama, dia pindah ke Haiti untuk misi kemanusiaan 3 tahun lalu dan baru kembali."

Kyuhyun mengomel lagi dalam hati, "Ternyata sama-sama dokter, pantas!"

"Oh begitu, terserah kau saja. Aku mandi dulu." Ucap Kyuhyun pura-pura tidak peduli lalu naik ke lantai atas, Siwon hanya mengangkat bahu lalu menghubungi Yuri.

:: Unexpected ::

20.00 PM

Yuri sudah datang dan mereka memulai makan malam. Siwon dan Yuri terus mengobrol, membicarakan hal yang tidak Kyuhyun tahu. Jelas saja dia tidak tahu karena Kyuhyun baru mengenal Siwon dua bulan yang lalu. Kyuhyun hanya diam sambil mendengarkan.

"Kau ingat, saat kita masih kecil kita pernah tertabrak sepeda motor. Saat itu kita yang salah karena menyebrang sembarangan." Ucap Yuri sambil menahan tawa, Siwon terlihat mengingat kejadian itu. "Akhirnya kita dilarikan ke rumah sakit, walaupun kita terluka, kita tetap dimarahi. Sejak saat itu kita bertekat untuk menjadi dokter, tidak sangka ucapan kita menjadi kenyataan." Ucap Siwon sambil tersenyum.

Kyuhyun merasa seperti patung, bahkan dia jadi tidak memiliki nafsu makan lagi. "Ah, perutku sakit sekali, keram~" Eluh Kyuhyun memegangi perut bagian bawahnya. Siwon langsung panik, "Kyu, kau kenapa?" Siwon langsung mendekati Kyuhyun, "Sakit Siwon, perutku keram." Kyuhyun masih meringis. "Yuri, bisa kau bantu dia?" Pinta Siwon, Kyuhyun melotot pada Siwon, "Dia dokter kandungan, Kyuhyun."

Yuri memeriksa Kyuhyun yang sudah berbaring di kamar. Dia memeriksa denyut nadi Kyuhyun lalu mengecek suhu tubuhnya, "Kyuhyun baik-baik saja, dia hanya kelelahan." Ucap Yuri membuat Siwon lega.

"Kau memeriksaku tanpa alat, apa aku bisa mempercayaimu? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada bayiku?"

"Kyuhyun, kendalikan dirimu. Yuri ini dokter yang berpengalaman."

"Ini memang hal yang biasa terjadi di awal kehamilan Kyuhyun. Perut terasa sakit seperti akan datang bulan disebabkan oleh karena rahim yang terus membesar. Jika rasa sakit itu hilang dalam 5 menit itu tandanya tidak berbahaya."

"Kau dengar kan Kyu, aku juga pernah membaca soal itu. Yuri terima kasih, bagaimana kalau aku mengantarmu pulang." Tawar Siwon, Kyuhyun melotot mendengarnya. "Bagaimana bisa kau pergi saat istrimu sedang sakit Choi Siwon." Ucap Kyuhyun dingin.

"Kyuhyun benar, sebaiknya kau temani istrimu. Aku bisa pulang sendiri, oh ya besok aku akan memperkenalkanmu pada orang itu. Selain membantu kau juga bisa mendapatkan uang, kalau begitu aku permisi. Semoga kau baik-baik saja Kyuhyun, sampai jumpa."

"Terima kasih banyak, Yul."

Setelah Yuri pergi Kyuhyun kembali bertanya, "Apa maksud ucapan Yuri? Dia akan memperkenalkanmu pada siapa?" Tanya Kyuhyun curiga, "Temannya, dia orang Jerman. Karena bahasa inggrisku lebih baik dari Yuri, aku yang akan mengajarkan orang itu belajar bahasa Korea. Dia juga tinggal di perumahan ini, 7 blok dari rumah kita."

"Apa dia wanita?" Tanya Kyuhyun lagi.

"Iya dia seorang wanita muda." Jawab Siwon lalu dia ikut berbaring, Kyuhyun merasa aneh. "Siwon, kau bilang kau gay tapi semua temanmu itu wanita. Bahkan semua wanita sepertinya menyukainya. Aku akan mengikuti kalian besok!" Pikir Kyuhyun curiga.

"Aku akan mencoba menggodanya."

Kyuhyun mendekati Siwon, dengan sengaja dia memeluk Siwon dari samping. Siwon terkejut dengan dengan sikap Kyuhyun, "Kau kenapa Kyuhyun?" Tanya Siwon curiga. Kyuhyun tidak peduli, dia meletakan tangan kirinya di dada Siwon. "Apa dadamu berbulu?" Tanya Kyuhyun semakin membuat Siwon takut.

"Ti-tidak." Jawab Siwon gugup, Kyuhyun dengan santai memasukan tangannya ke dalam kaos Siwon, "Wow! Kau benar-benar athletis." Kagum Kyuhyun. "Kyuhyun, kau kenapa?" Siwon memeriksa kening Kyuhyun untuk memastikan, "Tidak panas."

"Siwon~ aku ingin melakukannya." Kyuhyun membuka kaosnya, menyisakan tubuh atasnya yang hanya menggunakan bra hitam. Selanjutnya dia juga melepas celana pendeknya, Siwon terkejut bukan main lalu meloncat dari tempat tidur. "Apa kau sudah gila!"

Kyuhyun menyeringai, "Ternyata benar, kau takut padaku. Atau kau memang tidak terangsang oleh tubuh wanita? Aku lihat teman-temanmu kebanyakan wanita, kenapa kau tidak mulai memakai bedak dan wig juga?"

Siwon sadar, Kyuhyun ingin mengetesnya. Siwon dengan cepat melepas kaos V neck-nya lalu melepas juga celana trainingnya. "Memangnya aku takut padamu, akan kutunjukan hal luar biasa padamu."

Kyuhyun menelan saliva lalu berteriak, "Apa yang akan kau lakukan!"

Teriakan Kyuhyun sampai keluar, Minho dan Taemin yang baru pulang saja mendengar. "Sayang, Kyuhyun Noona mau diapakan ya oleh suaminya?" Tanya Minho horor, "Mungkin mereka akan melakukan this and that, aku juga mau sayang~" Taemin dengan manja bergelayut di lengan kekar Minho, "Dengan senang hati sayang~" Minho langsung menggendong Taemin masuk ke dalam rumah mereka lalu mengunci pintu.

:: Unexpected ::

TBC.

Part depan apakah Not Child? Apa Kyuhyun benar-benar akan mengikuti Siwon saat Siwon bertemu dengan si bule?

Thanks for reading, review, follow dan favorite. See you in next chapter...