Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance.

Rate M (NC 21+)

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Author's Pov

"Siwon~ aku ingin melakukannya." Kyuhyun membuka kaosnya, menyisakan tubuh atasnya yang hanya menggunakan bra hitam. Selanjutnya dia juga melepas celana pendeknya, Siwon terkejut bukan main lalu meloncat dari tempat tidur. "Apa kau sudah gila!"

Kyuhyun menyeringai, "Ternyata benar, kau takut padaku. Atau kau memang tidak terangsang oleh tubuh wanita? Aku lihat teman-temanmu kebanyakan wanita, kenapa kau tidak mulai memakai bedak dan wig juga?"

Siwon sadar, Kyuhyun ingin mengetesnya. Siwon dengan cepat melepas kaos V neck-nya lalu melepas juga celana trainingnya. "Memangnya aku takut padamu, akan kutunjukan hal luar biasa padamu."

Kyuhyun menelan saliva lalu berteriak, "Apa yang akan kau lakukan!"

"Kau yang memaksaku, Kyuhyun." Siwon menyeringai dengan suara husky yang membuat Kyuhyun menelan saliva. "Me-memangnya aku takut?" Tantang Kyuhyun.

Siwon tersenyum lalu mendekati tempat tidur. Dia duduk di tempat tidur dengan menatap Kyuhyun, Kyuhyun merasa tentantang jika Siwon memberikan tatapan tajam itu. Kyuhyun mendorong Siwon agar pria itu terlentang diatas tempat tidur, Kyuhyun menaiki tubuh Siwon dan duduk diatas perut sixpack suaminya.

"Kiss me!" perintah Kyuhyun. Siwon langsung bangun dan menciumnya, tubuh Kyuhyun mundur sedikit membuat dirinya yang hanya memakai celana dalam merasakan jika miliknya menggesek sabuk Siwon, "Ouuwwhh." desisnya.

Siwon menyibukan dirinya menghisap bibir bawah Kyuhyun bergantian dengan bibir atasnya. Siwon mengambil posisi duduk dengan memegangi pinggang Kyuhyun, menikmati setiap inci bibir manis Kyuhyun. Kyuhyun mencengkram bahu Siwon merasakan sensasi luar biasa. Ciuman Siwon turun ke leher jenjang Kyuhyun, menghisapnya dengan memberikan gigitan kecil sampai kuping Kyuhyun ia kulum dan permainkan, "Ahhh... Siwon~"

Siwon tidur terlentang kembali, tubuh Kyuhyun sedikit naik kembali menduduki perut sixpack Siwon. Bibirnya basah dengan saliva yang sedikit tercecer di sekitar mulutnya. Pemandangan yang sungguh membuat Siwon tergoda, perlahan tangan Siwon melepaskan pengait bra Kyuhyun lalu dengan lembut ia menaikan cupnya, sedikit merabanya "Ahhhh... Siwon~" desah Kyuhyun menggigit bibir bawahnya.

Siwon menyeringai melihat sisi liar Kyuhyun. Tangan Siwon membelai perut Kyuhyun yang masih terlihat rata. Siwon mengangkat butt Kyuhyun membuat tubuh Kyuhyun sedikit naik di atas perut Siwon. Siwon mengelus bagian belakang Kyuhyun lalu meminta Kyuhyun untuk melepas pantiesnya. "Buka saja." Ucap Kyuhyun.

Siwon hanya menyeringai, Kyuhyun gemas lalu melepas semua yang masih tersisa sampai dia full naked. "Kau mau mencoba gaya 69?" Tanya Kyuhyun nakal. Siwon menggelengkan kepalanya, "Tidak boleh, kau sedang hamil Kyuhyun." Tolak Siwon. Kyuhyun menatapnya aneh, "Lalu?"

"Majulah, duduk tepat di bawah dadaku." Pinta Siwon. Kyuhyun menatapnya tidak yakin, "Itu pasti menyakitkan, nanti dadamu sakit Siwon." Ucap Kyuhyun.

"Kalau begitu jangan duduk, berpegangan pada matras tapi aku ingin menikmatimu sambil berbaring." Ucap Siwon. Kyuhyun menurut begitu saja, ia melebarkan kakinya, meletakan kanan dan kiri kakinya di sampaing lengan Siwon lalu merendahkan tubuhnya membuat miliknya tepat di depan wajah Siwon. "Jangan lama, aku pegal." Ucap Kyuhyun.

Tanpa buang waktu Siwon langsung menjulurkan lidahnya menyentuh milik Kyuhyun. Memainkan lidahnya di lipatan itu, Kyuhyun mendesah sambil memejamkan mata. Sesekali dia tidak tahan dan menduduki dada Siwon, kemudian kembali menaikan pantatnya, "Owwh~"

Siwon menggigit pelan milik Kyuhyun membuat Kyuhyun bergetar dan merasa lemas, dia akhirnya duduk diatas dada Siwon. Siwon dengan cepat memasukan lidahnya dan menghisap penuh seluruh cairan yang dikeluarkan oleh Kyuhyun, "Ukh, Siwon~" Desah Kyuhyun panjang. Dia terengah-engah dan langsung terduduk pasrah di sebelah Siwon.

"Dadamu terasa sakit atau tidak?" Tanya Siwon menunjuk kedua dada Kyuhyun.

"Cukup tidak nyaman, terasa penuh dan sedikit sakit." Jawab Kyuhyun mengatakan semua yang dirasakannya.

"Itu hal yang wajar, penyebab utama perubahan fisik pada payudara adalah hormone estrogen dan hormone progesteron yang meningkat secara signifikan. Tenang saja, aku tidak akan menyentuhnya."

"Benarkah? Dokter kecantikan ternyata tahu itu juga." Kyuhyun tersenyum sedikit mengejek, Siwon hanya terkekeh lalu bangun untuk melepaskan celananya. Miliknya sudah bangun sepenuhnya, Siwon mengoleskan cairan khusus dimiliknya yang gagah. Kyuhyun menelan saliva melihat itu, benar-benar besar dan basah sempurna.

Kyuhyun's Pov

Siwon menggesekkan ereksinya di sepanjang pahaku. Dia mengerang karena perlakuannya sendiri, melihatnya begitu bergairah terhadapku membuat libidoku naik dengan cepat. Aku membutuhkan hujamannya yang keras dari batang miliknya. Siwon mengerti, dia menggesekkan kepala penisnya yang berbentuk seperti jamur disepanjang vaginaku. Dia menggerang nikmat merasakan kelembaban di sepanjang jalan masukku.

Pinggulku bergoyang mengikuti gesekannya. Aku menggigit bibirku menahan desahan saat membayangkan nikmat yang kudapatkan jika batang itu memenuhi dinding vaginaku. Siwon merebahkan tubuhku dan melebarkan pahaku. Penisnya berada di antara pahaku, di depan vaginaku yang berkedut-kedut. Tangannya mengocok penisnya cepat, berusaha membuatnya lebih tegang lagi. Aku siap. Aku siap untuk mendapatkan hujamannya.

Siwon langsung menghujam dengan cepat dan keras. Aku berteriak kecil dan dia menggerang nikmat. Aku merasa panas dan perih di sepanjang dinding vaginaku. Tanganku menjambak rambutnya kencang, mencoba membuatnya tahu bahwa aku sedikit kesakitan. Siwon menggerakkan pinggulnya pelan. Dia pasti benar-benar mendapatkan kenikmatan karena aku melihatnya memejamkan mata dan mengerutkan alisnya. Aku masih merasa perih akibat gerakannya, tapi entah ditusukan keberapa aku mulai mendesah memanggil namanya.

Rasanya benar-benar nikmat. Kami berdua seperti terhempas ke dalam surga dunia yang kami ciptakan sendiri. Siwon mempercepat gerakan pinggulnya. Penisnya keluar masuk dengan teratur. "Siwonnn… Oh Tuhan… lebih cepat sayang … Jangan berhenti … oh… ya… seperti itu … Oh… Tuhaaaan…"

Tubuhku tersentak-sentak. Siwon menghentak dengan cepat dan keras. Ujung penisnya menghujam kasar dinding vaginaku. Siwon tidak bersuara, hanya geraman yang terdengar keluar dari mulutnya. Gerakannya semakin cepat dan kasar. Aku merasakan puncak ketegangan di tubuhku. Aku semakin menggeliat merasakan nikmat yang diberikan oleh batang penisnya.

"Oh… oh… akh… Kyuhyuuuun…."

Tangannya meraih klitorisku. Menggeseknya dengan kasar, berusaha membuatku orgasme duluan. Aku melengkungkan punggungku ke belakang. Ya Tuhan…ini benar-benar nikmat. Sampai kemudian aku merasakan kegelapan menelanku sebentar. Vaginaku mencengkeram batang penisnya dengan erat, menyedotnya dengan kencang.

Siwon berteriak pelan merasakan kenikmatan di ujung tubuhnya, berpengaruh pada seluruh tubuhnya. Beberapa tusukan kemudian aku mendengar suaranya yang serak mengerangkan namaku. Aku memeluk erat lehernya yang berkeringat saat dia semakin menghentakku kasar. Kemudian aku merasakan semprotan sperma yang banyak.

:: Unexpected ::

Author's Pov

Kyuhyun terbangun merasakan pundaknya yang dikecupi dengan penuh gairah. Suasana kamar itu gelap karena lampu–lampu sudah dimatikan, hanya cahaya bulan yang menembus kaca jendela. Siwon menciumi Kyuhyun sangat bergairah, jemarinya menggoda Kyuhyun dari dada turun ke kewanitaannya, memarkirkannya disana dengan sangat ahli dan bergelora.

Bibirnya yang panas mencumbu telinga dan leher Kyuhyun membuat Kyuhyun semakin terjaga dan sadar kalau dia sedang bersama Siwon, "Siwon?" Kyuhyun mengelus punggung Siwon yang sudah mulai menindihnya. Pria itu menempatkan dirinya diantara paha Kyuhyun dan menyentuhkan kejantannya yang sudah sangat keras ke sela paha Kyuhyun.

Dalam penglihatan Kyuhyun yang masih mengantuk, Kyuhyun melihat Siwon tersenyum samar. Tatapan pria itu tajam membuat dirinya ketakutan sekejap, tetapi ditepisnya ketakutan itu. Mungkin kegelapan yang meliputi Siwon membuat lelaki itu tampak menakutkan tapi Kyuhyun yakin kalau Siwon tidak akan menyakitinya.

Kyuhyun memejamkan matanya dan membuka pahanya untuk Siwon. Siwon tersenyum penuh gairah sambil menatap Kyuhyun yang memejamkan matanya. "Apa kau suka?" Bisik Siwon parau lalu menenggelamkan dirinya ditubuh Kyuhyun. Kyuhyun sedikit mengernyit melihat perbedaan pada Siwon, pria itu nampak bergairah. Tatapannya seolah akan melahapnya hidup–hidup.

Meskipun kegelapan meliputi sososk pria itu, Kyuhyun bisa merasakan nafsunya yang meluap–luap. Dengan penuh nafsu Siwon memposisiskan dirinya ditengah paha Kyuhyun kemudian meluncurkannya tanpa permisi menyatukan dirinya. Kyuhyun mencengkram pundak Siwon sejenak menahan perasaan tidak nyaman.

Pria itu tidak mau menunggu, ia menggerakan tubuhnya penuh gairah seakan begitu kehausan dan akan mati kalau tidak dipuaskan. Gerakan Siwon sedikit kasar, pria itu mengecupi seluruh wajah Kyuhyun, lalu bibirnya melumat bibir Kyuhyun dengan penuh gairah melahapnya tanpa batas. Bibirnya bergantian melumat bibir Kyuhyun atas dan bawah, menyesapnya, menghisapnya, mengulumnya dan menikmati sesuka hatinya.

Percintaan itu keras dan cepat, Siwon tidak lembut lagi tapi setidaknya dia membawa Kyuhyun ke puncak kenikmatan dengan cepat dan meledak hingga Kyuhyun hampir tak sadarkan diri ketika akhirnya Siwon mencapai puncak kepuasan dan sekali lagi meledakkan dirinya dalam–dalam jauh didalam tubuh Kyuhyun. Nafas mereka terengah – engah dengan keringat yang bercucuran didalam tubuh mereka.

Kyuhyun membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata hitam Siwon yang tajam. "Aku suka bercinta." Bisik Kyuhyun, Siwon tersenyum mendengarnya lalu mencium kening Kyuhyun, "Aku juga." Balas Siwon. Tangan Kyuhyun menghapus keringat di keningnya, "Sudah lama aku tidak pernah berkeringat seperti ini, bencinta olahraga yang menyenangkan."

"Kita bisa bercinta saat kita mau selama aku hamil, karena spermamu tidak akan membuahiku. Aku suka itu, aku memang orang yang gila kan?"

"Tidak akan Kyuhyun! Kau jangan menggodaku seperti tadi lagi. Kau hamil dan bercinta bukan pilihan yang bagus untukmu."

"Tapi aku menyukainya, Siwon. Kau juga kan?"

"Aku suka tapi aku juga merasa bersalah."

Kyuhyun memutar mata, "Aku tahu kau seorang dokter yang mengerti hal-hal medis. Aku hanya orang biasa yang menikmati apa yang membuatku senang."

"Karena itu, biar aku yang mengatur urusan intim, oke?"

"Terserah kau saja, I don't care!"

:: Unexpected ::

Friday, 07.00 AM.

Kyuhyun's Pov

Pagi ini terasa sangat dingin. Aku bangun dari tidurku saat merasakan rasa dingin menusuk masuk ke dalam pori-pori kulitku. Aku langsung sadar kalau sekarang sudah memasuki musim dingin.

"Salju turun di waktu yang tidak tepat, jalan menuju kampus pasti macet. Sial, kenapa aku harus tinggal ditempat sejauh ini." Aku mendengar suara Siwon mengumpat. Aku melirik sisi kiriku, terlihat Siwon yang tengah memandang ke luar jendela.

Melihatnya membuat aku ingat pada kejadian semalam. Aku begitu saja pasrah dan menikmati semua yang dia lakukan, merasakan penis besarnya, ciuman panasnya, dengusan nafasnya di leherku, erang mulutnya yang tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar sekalipun dia sedang dilanda kenikmatan. Sial, aku basah saat mengingatnya. Melirik baju yang aku pakai, hanya tanktop dan celana panjang tanpa dalaman membuat aku langsung membungkus tubuhku dengan selimut tebal.

"Karena hujan salju, aku tidak perlu pergi ke kampus. Hmmm, aku sangat gembira." Ucapku dengan sengaja, Siwon membalikan badannya menghadapku. "Kau sudah bangun?" Dia berjalan mendekatiku. Aku merubah posisi dengan duduk menyender di matras tempat tidur, masih membungkus tubuhku. "Aku juga mendengar umpatanmu." Ucapku menyeringai.

Siwon mengecek keningku, "Ganti pakaian dengan yang hangat, flu tidak baik untukmu. Aku akan menyiapkan sarapan." Perintah Siwon lalu turun ke lantai bawah. Aku hanya memutar mata, "Sok perhatian!" Dengusku. Tapi aku mengikuti kata-katanya, cuaca memang dingin dan aku tidak ingin sakit.

Aku memilih bra yang nyaman, aku baru membelinya tiga hari yang lalu. Ukurannya satu angka lebih besar dari yang biasa aku pakai, entahlah dadaku membesar. Celana training dengan sweater tebal, tidak lupa aku memakai sandal berbulu. Sebelum turun aku melihat ke jendela, "Salju benar-benar turun." Aku menggelengkan kepala saat ingat akan masa kecilku saat musim salju, tidak menyenangkan dan kenangan itu ingin aku hilangkan dari otakku.

Dapur minimalis, tidak banyak peralatan masak disini. Aku sendiri heran kenapa pelayan yang Siwon katakan itu belum juga datang, apa dia tidak mau bekerja denganku? Jangan-jangan dia seperti adik Siwon yang membenci orang asing. Kepalaku pusing jika ingat pada adik Siwon yang menyebalkan, jika aku bertemu dengannya... Aku akan memberinya pelajaran.

"Duduklah, aku membuat pancake." Siwon menunjuk kursi di depan meja makan yang begitu dekat dengan dapur. Untunglah ada lubang khusus untuk mengalirkan udara dari dapur keluar, kalau tidak masakan akan terperangkap di dapur dan menyebar kemana-mana.

"Pancake lagi? Apa hanya itu yang bisa kau masak?" Aku menatap Siwon, sedikit mengejeknya. Tapi dokter menyebalkan itu hanya asyik menuang madu di atas pancake buatannya, "Kau pilih tidak sarapan atau memakan pancake yang lezat?" Bertanya sambil meletakan dua piring pancake.

"Itu kewajibanmu memberi makan anakmu, Siwon. Aku ngidam ingin minum wine." Aku menjauhkan piring pancake lalu melipat tangan di dada. Siwon terlihat menarik nafas sebelum meminum kopinya, "Kenapa kau itu sulit dimengerti Cho Kyuhyun."

"Kalau begitu, tidak perlu mencoba mengerti aku. Inilah aku, aku memang seperti ini. Sifat menyebalkanku memang sudah ada sejak lahir."

"Apa ada faktor yang membuatmu jadi begini?"

Aku diam mendengar pertanyaan itu. Faktor penyebab? Segala sesuatu yang terjadi pasti ada penyebabnya, termasuk soal sifatku. Aku mengakui jika aku memang bersifat buruk. Mudah meluap-luap, suka bertindak seenaknya, berkata kasar, dan banyak sifat buruk lainnya.

"Apa kau tahu, aku adalah anak korban perceraian." Jawabku, jujur.

Mulut Siwon terlihat sedikit terbuka, "Kyuhyun, kita baru saling kenal. Banyak yang aku tidak mengerti darimu, maaf jika aku lancang bertanya tapi aku ingin tahu soal keluargamu."

"Aku akan memberitahumu, semua orang sudah tahu kehidupanku. Mungkin di luar aku terlihat seperti princess, tapi sebenarnya aku hanya anak yang malang. Orangtuaku bercerai dan kakakku meninggalkanku."

Flashback.

Hari natal yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan suka cita pun tinggal angan-angan. Tidak pernah sekali saja mereka hidup rukun, bukan meributkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu diributkan. Rumah mewah yang dihiasi pernak-pernik natal itu hanya simbol jika mereka merayakan hari raya.

"Stop, kau jangan membahas soal perselingkuhanku. Kau pikir sendiri, sebagai Ayah apa kau pernah memberikan kado natal sesuai dengan keinginan mereka? Hah, dasar tidak bisa instropeksi diri."

"Hey, jaga lisanmu! Aku sibuk bekerja untuk mereka. Aku memberikan apa yang mereka butuhkan. Kau sebagai Ibu, bagaimana bisa putrimu saja kau tidak bisa urus!"

"Garis bawahi soal kata mengurus, tugas mendidik dan mengurus anak adalah tugas bersama."

Keduanya kembali larut dalam pertengkaran. Kedua anaknya hanya berekspresi biasa karena sudah paham dengan tabiat orang tuanya. Ini tahun kedua mereka merayakan natal saat orang tuanya sudah bercerai.

"Aku dengar kau di Do lagi Kyu?" Tanya kakak laki-lakinya. Kyuhyun menghela nafas pendek, "Yah, seperti yang kau dengar." Balasnya santai.

Pria yang lebih tua 5 tahun itu sudah paham dengan kebiasaan adiknya. Keduanya sama-sama tidak menginginkan keluarga yang seperti itu. Yang mereka inginkan adalah keluarga normal seperti keluarga lainnya, namun apa boleh buat orang tuanya sudah merasa tidak cocok lalu berpisah. Keduanya lambat laun kehilangan semangat hidup. Bahkan adik perempuannya dipaksa keluar kampus akibat absen yang banyak dan sering pergi ke klub malam.

"Sudahlah, aku mau pergi." Kyuhyun beranjak keluar dari rumahnya. Kakak Kyuhyun hanya mengacak rambutnya frustasi lalu berjalan mendekati orang tuanya, dia memarahi mereka dan mengatakan apa yang dibencinya.

Kyuhyun pergi ke bar malam, pikirannya sedang kacau. Hanya ada satu bar yang buka dihari natal, yaitu bar langganannya. Disana dia biasa minum sepuasnya dan mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya sambil mabuk. "Dasar! Mereka tidak pernah dewasa, aku benci melihatnya!" Kyuhyun kembali meneguk segelas beer. Kadang-kadang juga dia merokok sambil menikmati alkohol.

Dentuman musik keras seakan lebih baik dari pada dia mendengarkan pertengkaran orang tuanya. Kyuhyun bangun dan berjalan menuju stage, dia menggerakan badannya mengikuti alunan musik. "Dia selalu datang saat natal." Batin seorang penyanyi dan pemain musik di bar itu.

Setelah musik berhenti, Kyuhyun kembali duduk dan memesan minuman lagi. Sambil meneguk minumannya, rokok seakan tidak pernah padam di tangannya. Banyak pria yang mendekatinya dengan tawaran-tawaran agar Kyuhyun mau bermalam dengan mereka.

"Ya! Pergi kau dari sini." Usir Kyuhyun sambil sempoyongan. Dua orang pemuda itu saling berpandangan lalu pemuda yang satu memegangi Kyuhyun, "Cepat Hyung, kau habisi saja wanita cantik ini disini." Ucap pria yang lebih muda. Pria yang lebih tua bersiap untuk mencium Kyuhyun, bibirnya sudah menempel di bibir merah Kyuhyun yang terus menggelengkan kepala tidak mau. "Brengsek! Jangan.. Ngghhh... Sshiittt..."

"Ya!" Tiba-tiba seorang pemuda datang dan menarik pria yang tadi mencium paksa Kyuhyun, ditariknya pria itu dan dihajarnya. Pemuda yang memegangi Kyuhyun pun ikut berkelahi, ketiganya berkelahi di luar bar. Kyuhyun menangis karena orang itu sudah merenggut ciuman pertamanya. Harga dirinya terasa sudah di dalam tingkat terendah, masih menangis Kyuhyun bangun berniat pergi.

Pemuda yang tadi menolongnya mendekati Kyuhyun, "Kau tidak apa-apa Nona?" Tanya pemuda itu. "Terima kasih, hmmm..." Kyuhyun tidak mengetahui nama pria itu. Pria itu menjabat tangan Kyuhyun, "Kim Yesung. Aku penyanyi di bar ini." Ucapnya memperkenalkan diri.

Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya, "Terima kasih Yesung-sshi." Balas Kyuhyun lalu pergi meninggalkan bar tanpa memperkenalkan diri. Setelah dari bar, dia tidak pernah kembali ke rumahnya. Dia pasti datang ke rumah sahabatnya dan bermalam disana. Semua sahabatnya sudah mengerti dan paham dengan apa yang Kyuhyun alami, mereka dengan senang hati menerima Kyuhyun dan membiarkannya tinggal disana.

Flashback End.

Siwon mendengarkan dengan serius semua ceritaku, masa laluku memang menyedihkan untuk diingat. "Itu ceritaku dua tahun lalu, setelah kejadian itu tahun berikutnya sampai sekarang kami tidak pernah merayakan natal bersama lagi." Ucapku sambil tersenyum dan mulai memakan sarapan (terpaksa karena aku lapar).

"Aku bisa mengerti Kyuhyun. Itukah alasannya kenapa saat pernikahan, tidak ada yang mendampingimu?"

"Iya, mereka mungkin hanya menganggap itu sebagai lelucon. Anak yang suka membuat masalah tiba-tiba meminta ijin untuk menikah, hahaha mereka pasti tertawa mendengarnya." Aku tertawa tapi Siwon menatapku dengan mata yang terlihat mengasihaniku.

"Jangan pernah menatapku dengan mata itu Siwon! Sudah cukup masa-masa dikasihani berlalu sudah lama, sekarang aku bukan orang yang memerlukan belas kasihan lagi. Aku sudah bisa mengurus hidupku, bukan lagi anak yang akan menangis seperti dulu. Itu benar-benar sudah berlalu."

"Melihat kejadian dan pengalamanmu di masa lalu, apa kau masih berpikir untuk berpisah denganku? Apa kau tidak takut, anak kita akan mengalami hal seperti itu?"

Siwon! Ini yang aku takutkan. Aku tidak pernah membahas soal keluargaku karena takut kau bertanya soal hal ini. Anak kita, bayiku sayang. Dia hidupku, nyawaku walaupun aku belum bisa menerimanya 100% tapi aku mulai menyayanginya. Tapi kita berbeda, orangtuaku pernah saling mencintai dan akhirnya mereka saling menyakiti. Sedangkan kita, menikah karena kesalahan dan kita tidak saling mencintai.

"Apa yang akan terjadi pada kita? Kita tidak saling mencintai, jika kita berpisah dari awal... Tidak akan menyakiti siapapun. Saat anak kita mulai bisa mengenali orangtuanya, dia akan mengenal kita sebagai ayah dan ibu yang sudah berpisah." Aku berkata dengan jelas, mengatakan apa yang ada dipikiranku.

"Oh Kyuhyun, itu tidak sesimple seperti yang kau katakan. Anak, anak yang baru lahir pun sudah bisa mengenali orangtuanya. Kita hanya akan memberikan ketidakadilan padanya, aku tidak sanggup melakukan itu."

"Lalu kau mau bersikap seperti apa? Seperti yang orangtuaku lakukan? Berpura-pura harmonis tapi pada akhirnya mereka berpisah dan menyakitiku. Aku benci mereka, benci pada Yunho dan Jaejoong."

Siwon membuka lagi mulutnya tapi ponselnya terlebih dulu berdering. Siwon melihat ponselnya lalu menjawab panggilan yang masuk, "Oh Yuri-ah, ada apa?"

Jadi dokter sok tahu itu yang menelpon, aku meminum susuku lalu pergi dari meja makan. Siwon terlihat menatapku tapi aku tidak peduli dan terus berjalan menuju kamar. Cuaca dingin begini lebih baik aku tidur lagi.

:: Unexpected ::

Author's Pov-

Membiarkan Siwon yang sedang berbincang dengan temannya, Kyuhyun masuk ke kamar. Dia sedikit emosi karena pembicaraan mereka tadi. Kyuhyun belum siap dan belum memikirkan sampai sejauh itu, tapi Siwon sudah membahasnya. Kyuhyun tahu semuanya bisa berubah entah dia yang menyukai Siwon, Siwon yang menyukainya atau keduanya saling menyukai. Kyuhyun sendiri masih belajar menerima keadaannya yang hamil di usia muda.

"Kenapa kau hadir di waktu yang tidak tepat bayi? Aku masih muda, aku ingin menjadi model. Karenamu, aku harus bersembunyi dari semua orang. Karenamu juga aku harus bertemu dengan Choi Siwon."

"Apa kau tahu, menikah dan mempunyai anak itu bukan impianku. Aku tidak ingin menikah dan tidak ingin merasakan kehamilan yang menyiksa. Apa kau tahu, sekarang perutku terasa tidak enak. Apa yang sedang kau lakukan di dalam sana?"

Kyuhyun terus bicara pada perutnya, dia tidak sadar kalau Siwon masuk ke dalam kamar. Siwon duduk disebelah Kyuhyun, menatap lekat wanita itu. "Kyu, aku harus ke rumah sakit. Kau tidak apa-apa dirumah sendiri?" Tanya Siwon.

Kyuhyun menganggukan kepalanya, "Pergilah, aku tidak apa-apa sendiri." Jawab Kyuhyun.

"Aku pergi dulu, kalau ada apa-apa hubungi aku." Pamit Siwon. Kyuhyun menganggukan kembali kepalanya tanpa bicara apa-apa. Siwon berjalan ke arah lemari pakaian, mengganti pakaiannya lalu pergi ke rumah sakit.

3 Jam Berlalu.

Kyuhyun hanya duduk di depan televisi, '"Heenim sedang apa ya?" Kyuhyun menekan nomor ponsel Heenim namun diurungkan saat ingat kalau Heenim bilang akan pergi jalan-jalan dengan Hangeng.

"Eunhyuk?" Lagi-lagi diurungkannya saat ingat jika Eunhyuk punya pekerjaan tambahan disamping kuliah. Saat ingat dengan Ryeowook, dia juga tidak mau mengganggu Ryeowook yang pasti sibuk dengan Cafenya.

"Membosankan! Siwon ke rumah sakit, lalu dia juga sibuk mengajar sedangkan aku... Aish! Aku bosan!" Kyuhyun terus mengomel bosan.

Memang bukan pertama kali dia sendiri dirumah, tapi kali ini dia ingin ada yang menemaninya. Ditambah kondisinya yang serba tidak enak itu membuatnya malas berpergian.

Ting! Tung!

Bel rumahnya berbunyi, Kyuhyun bangun dari duduknya walaupun meringis pelan dia terpaksa bangun untuk membuka pintu. Dia berjalan menuju ruang tamu, saat dekat dari pintu dia melihat sosok wanita berdiri dengan membelakangi pintu yang terbuat dari kaca itu. Kyuhyun membuka pintunya, "Nugu?" Tanya Kyuhyun.

Sosok itu membalikan badannya, "Kyunie!" Ucapnya. Mata Kyuhyun melebar melihat orang yang kini berada di depannya. "Eomma!" Ucapnya kaget.

Wanita paruh baya itu langsung memeluknya, "Aku merindukanmu, sayang." Ucap Ibu Kyuhyun. Kyuhyun masih terkejut dengan kedatangan mendadak ibunya. Seingatnya hari itu tidak ada hari special tapi kenapa ibunya datang, bukankah dia bilang dia pergi ke Belanda. Darimana Ibunya tahu rumah baru Kyuhyun? Membingungkan.

Kyuhyun duduk berhadapan dengan Ibu kandungnya. Ibunya menjadi diam jika anak perempuannya itu menatapnya seperti itu. Kyuhyun mencoba menarik nafasnya sebelum berkata, "Untuk apa Eomma kemari? Sudah bosan tinggal dengan kekasih Eomma?" Tanya Kyuhyun.

Eomma menatapnya bersalah, sepertinya terjadi hal yang tidak menyenangkan selama tinggal di Belanda. "Kyunie, kapan kau berkata manis pada ibumu? Apa kau tidak senang jika eomma datang?" Lirih eomma, bukan tidak senang tapi jika datang hanya membuatnya tambah sedih lebih baik tidak usah.

"Baiklah, apa eomma sehat? Eomma bahagia? Eomma..." Ucapan Kyuhyun berhenti saat merasa badannya tidak enak lagi, dia ingat jika dia tidak boleh emosi.

Eomma Kyuhyun pindah menjadi duduk disebelah Kyuhyun, "Ijinkan eomma tinggal dirumah barumu, satu minggu saja. Eomma pergi dari Belanda, eomma tidak tahan tinggal disana." Pintanya membuat Kyuhyun pusing. "Eomma, bagaimana Eomma bisa menemukan rumah baruku?"

"Kau tidak perlu tahu dimana Eomma tahu rumah barumu, yang jelas sekarang Eomma sudah ada disini."

Kyuhyun menghela nafas lagi, "Lebih baik eomma pindah ke Korea, hentikan apapun yang eomma lakukan disana. Jadilah Eommaku lagi, seperti 5 tahun lalu. Tidak peduli sekarang Eomma dan Appa sudah berpisah, kau tetap eommaku. Lagipula, sudah 1 bulan ini aku menolak uang dari Appa." Ucap Kyuhyun.

Eomma mengelus rambut putrinya, sebenarnya eommanya sangat sayang pada Kyuhyun dan kakaknya tapi terkadang dia bisa menjadi wanita egois jika memiliki ambisi. "Eomma sangat ingin Kyu, tapi di Belanda eomma baru memulai usaha. Hah, lupakan soal pria itu. Sampai kapan pun eomma tidak akan memaafkan perselingkuhan mantan suami eomma. Eomma datang karena eomma tahu jika pria itu tinggal di Perancis."

Kyuhyun sudah mengerti kalaupun bercerai, orang tuanya seakan masih memperhatikan kehidupan masing-masing. Bahkan eommanya tahu jika Appa Kyuhyun punya kekasih, walaupun semenjak bercerai keduanya tidak menikah lagi. "Aku tidak mau memiliki kehidupan seperti kalian. Aku sudah bertekad untuk merubah hidupku, bagiku perpisahan itu menjadi hal yang haram." Ucap Kyuhyun.

Eomma tersenyum mendengarnya. Setidaknya putrinya sudah tidak trauma seperti dulu. Dulu jika dia mendengar eommanya mengucapkan soal ayahnya, dia akan marah-marah dan mengatakan jika dia ingin mati.

"Maafkan kami sayang, 2 minggu lalu eomma menerima email darimu. Haha.. Lelucoan macam apa, kau mengatakan akan menikah. Kau bahkan tidak pernah serius mengencani pria." Ucap Eomma sambil tertawa. Kyuhyun kesal, jadi eommanya itu hanya menganggap itu hanya lelucoan.

"Aku pulang." Ucap Siwon tiba-tiba datang dari arah pintu masuk. Eomma Kyuhyun menatap pria yang tiba-tiba datang itu. "Mereka siapa Kyu?" Tanya Eomma melihat Siwon datang dengan orang lain, Kyuhyun menatap Siwon dengan wajah suram.

:: Unexpected ::

TBC.

Thanks for reading, review, follow and favorite.