Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance.

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Author's Pov

''Aku pulang.'' Ucap Siwon tiba-tiba datang dari arah pintu masuk. Eomma Kyuhyun menatap pria yang tiba-tiba datang itu. ''Mereka siapa Kyu?'' Tanya Eomma melihat Siwon datang dengan orang lain, Kyuhyun menatap Siwon dengan wajah suram. ''Untuk apa dia membawa wanita itu''

Kyuhyun bangun lalu menarik Siwon menjauh, Eomma hanya menatap keduanya dengan aneh lalu menatap wanita yang datang bersama Siwon. ''Kau siapa? Pacar pria tadi?'' Tanya Eomma pada Yuri, orang yang datang bersama Siwon. Yuri sedikit mengernyitkan alisnya, siapa wanita paruh baya ini?

''Bukan Ahjumma, aku teman sekaligus tetangga Siwon.'' Jawab Yuri. Eomma terlihat tidak begitu peduli dengan jawaban Yuri, Eomma penasaran dengan pria yang Kyuhyun tarik. ''Siwon, pria itu bernama Siwon.''

Kyuhyun membawa Siwon sampai di dekat ruang makan, ''Apa yang kau lakukan dengan wanita itu? Kenapa kau membawa dia ke rumah ini?'' Tanya Kyuhyun sedikit emosi. ''Tenangkan dirimu, memangnya kenapa jika Yuri bertamu ke rumah. Aku membawanya kesini karena kami tidak bisa ke rumah sakit.'' Jelas Siwon. Kyuhyun tidak percaya, pasti mereka sengaja datang ke rumah untuk membuatnya kesal.

''Aku tidak percaya. Apa kau menyukai wanita itu? Bilang saja, lagipula kau berhak menyukai wanita itu. Aku tidak peduli kau berkencan dengan siapapun tapi jangan berkencan di rumah ini.''

''Cho Kyuhyun, apa yang kau bicarakan? Kenapa sekarang kau membicarakan soal hal seperti itu? Aku sama sekali tidak tertarik soal berkencan setelah apa yang terjadi.''

Kyuhyun memutar mata, dia sama sekai tidak percaya dengan kata-kata Siwon. Jika mereka tidak berkencan kenapa mereka selalu bersama, pria dan wanita bersama itu patut dicurigai. Jaejoong, ibu kandung Kyuhyun tidak sabar menunggu. Dia mendekati Kyuhyun yang masih bicara dengan Siwon, ''Kyuhyun...''

Kyuhyun teringat pada ibunya, dia memang harus memperkenalkan Siwon. Jaejoong sudah berada di dekat WonKyu, Siwon menatap wanita paruh baya yang terlihat awet muda itu. ''Dia siapa Kyu?'' tanya Siwon. Kyuhyun mendekati Ibunya, ''Eomma, kenalkan dia Siwon suamiku.''

''Mwo? Eomma/Suami?'' Siwon dan Jaejoong sama-sama terkejut. Siwon menatap wanita yang Kyuhyun akui sebagai ibunya. ''Astaga itu ibu mertua.'' Siwon jadi salah tingkah. Dia mulai membungkukan badan, ''Apa kabar Eommanim, aku Choi Siwon.'' Jaejoong memperhatikan Siwon dengan teliti, ''Eomma kira undanganmu waktu itu hanya lelucon, ternyata kau benar-benar menikah dengan pria tampan ini.''

''Hah! Tampan? Eomma sudah buta.'''

''Choi, sekarang kau usir temanmu itu. Ini masalah keluarga dan oranglain tidak boleh tahu.'' Bisik Kyuhyun pada Siwon. Siwon mengerti, ''Eommanim bagaimana kalau kita bicara di ruang tamu, aku juga akan meminta temanku pulang. Sepertinya urusan keluarga kita lebih penting dibanding urusanku dengan teman.''

''Anak ini juga sangat sopan, tentu saja menantu kita memang harus bicara.'' Jaejoong terlihat sangat menyukai Siwon, Kyuhyun terus saja memutar mata. ''Hah, menyebalkan. Aku pikir mereka tidak akan saling suka.''

Siwon buru-buru ke ruang tamu, berbicara dengan Yuri lalu mengantar Yuri sampai di depan pintu. ''Kita bicara lagi besok, maaf sudah membuang waktumu.''

''Tidak masalah Siwon, bersenang-senanglah dengan mertuamu.''

:: Unexpected ::

''Siapa yang mewakilimu? Apa Pria bodoh itu?'' Tanya Eomma. Kyuhyun memutar matanya, ''Berhenti mengatakan Appa bodoh. Tidak ada yang mewakili, kami hanya menikah di Gereja. Tanpa pesta dan undangan, menyedihkan.'' Jawab Kyuhyun.

''Maafkan saya dan keluarga Eommanim, tapi kami janji akan menggelar pesta jika bayi kami sudah lahir. Percayalah keluargaku menerima dan menyayangi Kyuhyun. Tapi kami takut Kyuhyun lelah jika menggelar pesta.'' Ucapan Siwon membuat Eomma Kyuhyun semakin merasa kepalanya pening. Baru tahu anaknya menikah sekarang anaknya sudah mau punya bayi?

''Jangan katakan kau hamil diluar nikah, Kyuhyun!''

Kyuhyun menundukan kepalanya sambil mengelus perutnya, ''Sudah 3 bulan eomma.'' Ucapnya pelan. Eomma Kyuhyun jadi merasa sedih karena anaknya sudah banyak menderita. Eommanya tidak marah hanya saja sebagai ibu dia merasa tidak bisa mengurus putri satu-satunya.

''Astaga, aku rasa aku bisa mati mendadak. Putriku tercinta... Astaga~ Astaga~'' Eomma memegangi dadanya, Siwon langsung berlari mengambil air untuk mertuanya.

''Tenanglah Eommanim, minum dulu.'' ucap Siwon perhatian. Eomma Kyuhyun meminum airnya, ''Astaga Kyu~ Eomma sudah katakan, kalau kau tidak boleh melakukan hal itu. Apa kau masih suka mabuk dan pesta, eoh? Saat Eomma tahu kau kabur dari Perancis, eomma seharusnya langsung kembali ke Korea.''

Kyuhyun jadi menangis mendengarnya, ''Hiks... Maaf eomma.''

Eomma jadi heran, sejak kapan anaknya suka menangis. Biasanya Kyuhyun akan marah dan balik memutar pembicaraan dengan menyalahkan eommanya yang tidak pernah perhatian padanya. Siwon merasa kkhawatir jika Kyuhyun terlalu emosi, ''Kyu, jangan menangis.'' ucap Siwon. Eomma Kyuhyun memperhatikan Siwon, dia begitu baik dan perhatian pada putrinya.

''Baiklah, Siwon aku ingin bertemu dengan keluargamu. Mohon atur pertemuannya.''

:: Unexpected ::

Terdengar keribuatan di depan cafe Ryeowook, petugas keamanan disekitar sana tengah bersitegang dengan Yesung yang tidak mau meninggalkan tempat. Banyak pengunjung yang terganggu karena Yesung menghalangi jalan mereka yang ingin makan di kafe Ryeowook.

''Ada apa ini, kenapa kalian ribut didepan kafeku?'' tanya Ryeowook menghampiri.

''Nona, orang ini tidak pernah mau pergi dari sini. Dia sudah mengganggu keamanan sekitar sini, apa kau mengenalnya? Dia bilang dia mengenalmu.'' ucap petugas itu, Ryeowook membuka topi yang di pakai Yesung.

''Astaga, pria ini lagi!''

''Nona, aku tidak akan menyerah.'' ucap Yesung percaya diri.

''Serahkan dia padaku, sekarang kalian boleh pergi. Terima kasih atas bantuannya,'' ucap Ryeowook meminta petugas pergi. Setelah petugas pergi Ryeowook menatap Yesung, ''Hey, kau yakin ingin bekerja di kafeku?'' tanya Ryeowook.

Dengan semangat Yesung menjawab, ''Tentu saja, aku akan bekerja keras!'' ucapnya. Ryeowook hanya geleng-geleng, apa maksudnya bekerja keras hanya bernyanyi.

''Sebelumnya kau harus ikut denganku, bagaimana?'' pinta Ryeowook, ''Aku siap dibawa kemanapun olehmu Nona.'' jawab Yesung tegas.

Ryeowook masuk kedalam kafenya untuk berganti pakaian. Dia keluar hanya memakai hot pants hitam, kaos dan jaket yang ia pakai hoodienya. Sepatunya pun dia memakai sepatu sneakers dan tas kecil.

''Ayo, ikut denganku!'' ajak Ryeowook menarik tangan Yesung. Yesung yang lebih tinggi pun mengikutinya.

Ryeowook membawa Yesung masuk kedalam salon khusus pria, mendudukan Yesung di salah satu kursi. ''Tolong rapihkan rambutnya dan warnai hitam.'' ucap Ryeowook pada penata rambut. Yesung mengangkat kepalanya untuk melihat Ryeowook, ''Apa maksudnya?'' tanya Yesung.

''Kau harus merapihkan dulu penampilanmu.'' ucap Ryeowook, kemudian yeoja itu memilih menunggu di sofa sambil membaca majalah.
Rambut Yesung mulai dipotong dengan ditangani oleh hair stylist yang berpengalaman. Rambut gondrongnya di pangkas sampai pendek. Lalu diwarnai dengan warna hitam berkilau, merapihkan juga poninya yang selama ini menutupi matanya. Ryeowook hanya tersenyum melihat itu, ''Dia jauh lebih baik begitu.'' pikirnya.

Setelah selesai dengan rambut, Ryeowook mengajak Yesung masuk ke toko musik. Mencari beberapa CD musik yang ingin Ryeowook dengar saat Yesung bernyanyi di kafenya. ''Ingat, jangan menyanyikan lagu galau seperti itu saja. Kau harus mencoba genre baru.'' ucapnya sambil sibuk mencari CD. Yesung hanya mengikutinya saja, banyak pasang mata yang terpesona dengan penampilan Yesung yang sekarang. Sangat terlihat fresh dan tampan, ''Lihat, orang-orang seakan melihat dirimu yang baru. Tidak ada lagi pengamen jalanan yang kumel.'' goda Ryeowook membuat Yesung tersenyum. ''Aku harus membayar berapa untuk ini?'' tanya Yesung. Ryeowook berpikir, ''Aku akan memotong gajimu setiap bulan.'' jawabnya lalu tersenyum.

Saat pulang, mereka naik bus. Saat duduk bersebelahan Ryeowook menempelkan sebelah headset di telinga Yesung, ''Bernyanyilah dengan seluruh hatimu.'' ucap Ryeowook. Yesung tersenyum lalu dengan senang hati mendengarkan lagu yang keluar dari headset yang dibagi dengan Ryeowook.

:: Unexpected ::

Hari pertama Eunhyuk bekerja, dia nampak senang dengan pekerjaannya. Kerja part time sebagai pelatih renang, mungkin terdengar lucu tapi tidak karena Eunhyuk memang menyukai renang. Sejak masih sekolah dia akan banyak menghabiskan waktunya di ekskul renang dibanding waktu belajarnya. Saat nilainya anjlok maka dia akan meminta Kyuhyun mengajarinya, dulu Kyuhyun sangat pintar saat sekolah sebelum nilainya anjlok daat dibangku kuliah.

Siapa yang tidak kenal Kyuhyun? Dia bisa memarahi siapa saja yang susah diajari. Bahkan Heenim yang lebih tua saja akan kena marah olehnya. Bicara soal Heenim, sepertinya dia sedang asyik berkencan dengan suaminya.

''Astaga kenapa yang masuk kelasku semuanya pria?'' Eunhyuk berkata sambil menatap murid-murid yang datang itu kebanyakan pria. Eunhyuk memakai kaca mata renangnya dan dengan professional siap untuk mengajar.

''Terima kasih sudah mengambil kursus di kelasku, untuk pemanasan bagaimana kalau kalian lari mengelilingi kolam renang sebanyak 3 putaran.'' ucap Eunhyuk.

''Iya, guru cantik dan sexy!'' jawab muridnya sambil saling senggol lalu mengikuti instruksi Eunhyuk. Eunhyuk menyadari jika baju renangnya memang sexy, ''Astaga, bisa gila aku!''

Eunhyuk memilih duduk untuk melihat muridnya melakukan pemanasan, sesekali meminum jus jeruknya untuk menghilangkan perasaan tidak enaknya.

''Apa aku terlambat, seonsaengnim.'' ucap seseorang, Eunhyuk menolehkan kepalanya, ''Kau!'' Keduanya saling berpandangan kaget, ''Wanita brutal, kau kursus disini juga?'' tanya pria itu. Eunhyuk memutar matanya, ''Tidak! Aku instrukturnya.'' jawab Eunhyuk bangga.

''Mwo!'' teriak orang itu.

''Cepat Lee Donghae kau ikut melakukan pemanasan disana! Tidak ada dispensasi untuk artis sekalipun!'' ucap Eunhyuk tegas. Donghae menatapnya khawatir, bagaimana bisa cewek brutal mengajarinya renang?

''Aish, jinjja!'' Donghae menurut juga mengikuti perintah Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum lebar, ''Sejak dulu kau memang tidak pernah bisa renang, dasar bodoh!'' ucapnya bersmirk ria.

Manajer Donghae datang dengan membawa tas Donghae, ''Kau pelatih renang? Aku menitipkan Donghae padamu. Sebentar lagi dia akan bermain drama baru dan diwajibkan bisa renang. Aku mohon bantuannya.'' ucap Manajer itu. Eunhyuk semakin tersenyum lebar, ''Tentu saja, serahkan dia padaku.'' jawabnya.

Senyum evil tercetak diwajahnya, ''Rasakan pembalasanku, Lee Donghae Pabbo!''

:: Unexpected ::

Siwon dan Kyuhyun tengah menikmati masakan Jaejoong, ibu kandung Kyuhyun itu memasakan makanan kesukaan Kyuhyun. Saat sedang makan, bel rumah berbunyi. ''Biar aku yang membuka pintu.'' ucap Siwon. Kyuhyun dan Eommanya melanjutkan makan mereka.

Siwon berjalan menuju pintu depan untuk membuka pintu, Kyuhyun kembali menerima suapan dari Eommanya. Dia begitu tidak mengerti kenapa begitu mudah memaafkan eomma yang selama ini mengecewakannya. Tidak ada perasaan untuk marah seperti sebelumnya, biasanya Kyuhyun akan memilih untuk pergi dari rumah menghindari ibunya itu.

''Kyu, apa benar Siwon itu hebat? Eomma rasa dia sedikit dingin.'' ucap Eomma. Kyuhyun berhenti mengunyah, ''Dia memang begitu, sedikit berlebihan sebenarnya.'' jawab Kyuhyun. Eomma jadi merinding mendengar kata berlebihan, pasalnya mantan suami atau ayah Kyuhyun juga tipe pria berlebihan dalam segala hal.

''Berlebihan bagaimana?''

''Mr. Perfect, Ice Man, Protective and Pervert.'' ucap Kyuhyun santai, Eomma geleng-geleng mendengar sifat dari menantunya itu. ''Astaga kenapa mirip dengan musang hidup,'' ucap Eomma membuat Kyuhyun jengah dengan panggilan eomma untuk appanya.

Siwon membuka pintu, terlihat seorang pria paruh baya tampan berdiri di depannya. Keduanya berpadangan tidak kenal satu sama lain, pria paruh baya itu memperhatikan sekitar rumah lalu membandingkannya dengan alamat di kartu nama.

''Kau siapa anak muda?'' tanya pria paruh baya itu. Siwon mengernyitkan alisnya, seharusnya dia yang bertanya seperti itu.

''Anda siapa Ahjusshi?'' tanya Siwon ramah. Pria itu masuk begitu saja kedalam rumah sambil berteriak, ''Shiksin~ Shiksin~'' ucapnya berteriak. Siwon kesal juga dengan sifat tidak sopan pria itu, ''Ahjushhi jika anda salah rumah, mohon keluar dari rumah ini.'' ucap Siwon berusaha mengusir pria itu. Pria itu tentu saja tidak terima diusir dari rumah itu, ''Siapa kau beraninya mengusirku dari rumah putriku sendiri.'' ucapnya tidak terima.

Siwon terkejut mendengar, 'putriku'. Apa itu artinya pria ini adalah ayah Kyuhyun yang tidak lain adalah mertuanya sendiri. Ah... Bodohnya Siwon jika memang dia ayah Kyuhyun, dia sudah bertindak tidak sopan.

''Jeongsonghamida Aboji, kenalkan saya Choi Siwon.'' ucap Siwon memperkenalkan diri.

''Mwo? Aboji?'' pria itu nampak sama kagetnya.

''Anda mencari Kyuhyun? Kyuhyun istriku?'' tanya Siwon.

''Mwo? Jadi benar Kyuhyun menikah!'' shock pria itu. Tidak lama dia langsung mencari keberadaan anaknya, ''Kyuhyun! Shikshin!'' panggilnya. Siwon mengikuti pria yang ternyata ayah Kyuhyun itu.

''Apakah eomma mendengar? Sepertinya Appa datang.'' ucap Kyuhyun yang baru selesai makan. Eomma tidak mendengar suara dari mantan suaminya itu, ''Tidak mungkin, sudah kau lebih baik istirahat. Bagaimana apa cucu eomma sudah kenyang?'' tanya Eomma. Kyuhyun hanya mengangguk saja, hatinya berkata jika itu benar suara Ayahnya.

''Kyuhyun!''

Kyuhyun menoleh dan benar saja ayahnya yang tadi memanggilnya, Kyuhyun terkejut begitupun dengan eommanya. ''Yunho.'' ucap Eomma pelan.

''Siapa pria ini? Kenapa dia ada dirumah ini? Astaga, ternyata wanita ini juga ada disini rupanya.'' ucap Appa menunjuk Siwon dan Eomma bergantian. Eomma tidak terima ditunjuk-tunjuk seperti itu lantas berjalan mendekati tempat berdiri mantan suaminya, ''Hey musang! Untuk apa kau kemari, eoh! Dia Choi Siwon menantuku yang hebat.'' ucap Eomma tidak kalah sengit.

''Mwo? Jadi benar Kyuhyun sudah menikah!''

Siwon menatap Kyuhyun seakan bertanya kenapa Eomma dan Appanya bertengkar seperti itu, Kyuhyun sudah paham tabiat orang tuanya memilih diam tidak beranjak dari tempatnya. Siwon mendekati Kyuhyun namun Appa lebih dulu menarik bajunya, ''Jelaskan padaku bagaimana kalian bisa menikah.''

Siwon mendadak takut melihat wajah garang dari mertuanya, ''Itu... Kami menikah...'' Siwon kehilangan kata-kata.

Eomma langsung menarik Appa agar menjauh dari anak dan menantunya, membawanya untuk berbicara empat mata. Keduanya saling berdiri berhadapan dengan saling menatap mematikan, ''Bagaimana bisa mereka menikah tanpa aku.'' ucap Appa tidak terima.

''Ck! Kau berkata seolah tidak dilibatkan dalam masalah ini. Coba pikir, Kyuhyun sudah memintamu datang bukan? Kenapa kau tidak datang?'' ucap Eomma gerah. Appa bukan orang yang begitu saja mengakui kesalahan, gengsinya yang tinggi tidak mengijinkan untuk itu.

''Apapun itu, pernikahan mereka tidak syah. Aku tidak akan merestui mereka, aku bahkan tidak mengenal pria itu. Siapa dia, keluarga bahkan sifatnya saja aku tidak tahu. Mungkin fisiknya sempurna, tapi pria tampan tidak bisa dipercaya.'' ucap Appa.

''Iya, pria tampan tidak bisa dipercaya dan suka selingkuh.'' ucap Eomma.

''Maksudmu kau menyindirku!'' Appa tidak terima.

Eomma pusing dengan sifat ayah kandung Kyuhyun itu. ''Hentikan Yun! Bagaimana pun kita harus merestui mereka, tidak ada bantahan.'' tegas Eomma.

''Tidak! Aku sudah mendapatkan pria yang cocok untuk Shikshinku!''

''Jangan banyak tingkah Yun! Restui saja hal yang sudah pasti jangan banyak bicara, memangnya kau bisa mencarikan pria benar?'' Eomma merendahkan, Appa seakan tersulut kembali.

''Dengar Jaejoong-sshi, jika dia dokter aku bisa memberikan Kyuhyun pemilik rumah sakit.''

Saat Jaejoong akan membalas, Kyuhyun datang dari arah dapur. Dia sudah cukup kesal mendengar pertengkaran orang tuanya, ''Hentikan!'' teriaknya. YunJae menoleh cepat ke arah Kyuhyun.

''Eomma, Appa aku mohon berhenti bertengkar. Aku sangat pusing melihat kalian berdua bertengkar.'' ucap Kyuhyun berkata dengan dingin. Eomma mendekati Kyuhyun, ''Tenang saja, Eomma akan membuat dia merestui kalian.'' ucap Eomma.

Appa menarik Kyuhyun, ''Appa mau kau berpisah! Apa kata orang jika putri Appa menikah tanpa didampingi orang tua, itu memalukan Kyuhyun.'' ucap Appa. Kyuhyun balik marah mendengarnya, ''Kenapa Appa hanya memikirkan imej Appa saja, tidakah Appa memikirkan perasaanku?'' marah Kyuhyun. Appa kaget melihat Kyuhyun marah, ''Kyu...''

''Kyunie, dengarkan eomma! Kita akan tetap melangsungkan pesta pernikahan, kau jangan khawatir.'' Eomma menenangkan, Siwon sudah gelisah ingin menenangkan tapi Eomma mengisyaratkan agar Siwon diam di tempat.

''Terserah kalian, jika kalian memang tidak pernah bisa bersama. Tapi kali ini aku akan tetap bersama Siwon, aku sudah memutuskan untuk tidak seperti kalian.'' ucap Kyuhyun membuat Siwon kaget, ''Apa maksudnya itu? Apa dia serius mengatakan itu?'' pikir Siwon.

''Tidak! Appa tetap tidak merestui kalian, lebih baik pria itu pergi saja!'' Appa mendekati Siwon dan langsung berusaha mengusirnya, Eomma sudah frustasi dengan sifat kekanakan dan keras kepala Appa.

''Yunho!'' teriak Eomma keras. Kyuhyun tidak tinggal diam, dia tidak rela jika suaminya harus meninggalkan rumah. Kyuhyun berusaha menahan Siwon dibantu oleh Eomma, Siwon sendiri meminta Kyuhyun untuk tidak menariknya. ''Kyuhyun lepaskan aku, aku bisa menyelesaikan semuanya.'' pinta Siwon.

''Jangan usir Siwon, lepaskan dia!'' pinta Kyuhyun, tangannya tetap menggenggam tangan Siwon. Tenaga Yunho yang kuat membuat Kyuhyun dan Eomma harus memiliki banyak tenaga lebih.

''Kyuhyun, turuti Appa! Kali ini saja, berhenti jadi anak pembangkang!'' ucap Appa. Kyuhyun tidak peduli dia mau Siwon tetap bersamanya, ''Tidak! Lepaskan Siwon, Appa!''

''Baik, aboji aku akan pergi tapi biar aku pergi sendiri. Kasihan Kyuhyun, aku mohon.'' pinta Siwon semakin tidak tega melihat Kyuhyun bersikeras menahannya. Appa melepaskan tangannya membuat Kyuhyun terduduk di lantai, dia menangis dan merasa jika semuanya sulit.

''Hentikan semuanya, aku lelah.'' tangis Kyuhyun. Siwon mendekatinya, ''Kau baik-baik saja?'' tanya Siwon khawatir. Kyuhyun langsung memeluknya, ''Aku lelah Siwon, mereka egois.'' tangis Kyuhyun di pelukan Siwon.

Kali ini Eomma menampar pipi Appa, ''Bodoh! Jika cucuku terluka, mati kau!'' marah Eomma. Appa terlihat shock, ''Cucu?''

''Siwon, bawa Kyuhyun ke kamar.''

Siwon menggendong Kyuhyun masuk kedalam kamar mereka, Eomma dan Appa butuh waktu untuk bicara, ''Kenapa kau tidak memberitahu sebelumnya?'' tanya Appa.

Eomma mendesah pelan, ''Kau terlalu emosi Yun, aku bahkan tidak punya waktu memberitahu karena emosimu. Kau tidak memikirkan perasaan anakmu sendiri.''

''Maafkan aku, bagaimana jika di depan Kyuhyun kita berakting. Kita harus berdamai demi Kyuhyun.'' usul Appa mendapat gelengan kepala Eomma, ''Berakting katamu? Apa kau tidak pernah terpikir untuk kembali padaku?'' ucap Eomma yang langsung menutup mulutnya. ''Mwo?''

:: Unexpected ::

Kyuhyun kecewa pada orangtuanya, Kyuhyun kira dengan bertambahnya usia bisa membuat orangtuanya menjadi lebih bijak dan dewasa. Tetapi Kyuhyun salah, mereka berdua justru semakin egois. Siwon baru pertama kali melihat keluarga yang seperti itu, benar-benar jauh berbeda dengan kehidupan keluarganya. Ayah dan Ibunya yang akur berbanding terbalik dengan mertuanya.

''Sebenarnya aku malu kau melihat semua itu, tapi itulah orangtuaku.'' Ucap Kyuhyun setelah merasa lebih tenang. Siwon menatapnya, apa Siwon akan sanggup meninggalkan Kyuhyun jika anak mereka sudah lahir. Terlebih dia takut nanti anaknya akan tumbuh dengan tidak baik karena perpisahan mereka.

''Jangan dipikirkan, sekarang kau tidur. Bagaimana kalau besok kita ke rumah orangtuaku?''

Kyuhyun terkejut mendengarnya, ''Menemui orangtuamu? Apa mereka sudah pulang dari luar negeri?''

''Iya, dua hari yang lalu. Mereka juga ingin bertemu denganmu. Sekarang lebih baik kau tidur.''

Kyuhyun menurut lalu menutup matanya. Setelah Kyuhyun tidur, Siwon keluar dari kamar. Dia tidak melihat orangtua Kyuhyun, Siwon akhirnya mengunci pintu dan kembali ke kamar. Yunho dan Jaejoong pergi ke cafe dan bicara banyak hal, membicarakan soal masalah yang menimpa anak mereka.

:: Unexpected ::

Keesokan Harinya, Hospital.

Kyuhyun dan Siwon tersenyum melihat layar yang menampilkan buah hati mereka, dokter berkata jika bayi itu sehat.

''Dokter, kenapa perut dan dadaku kecil di usia kehamilan 14 minggu ini?'' tanya Kyuhyun.

''Tidak masalah, ukuran perut setiap ibu hamil itu berbeda. Mungkin karena anda mempunyai tubuh yang tinggi. Biasanya kehamilan pada wanita tinggi memang sulit terlihat sebelum usia 7 bulan. Untuk ukuran dada, anda sebaiknya melakukan treatment khusus. Saya akan berikan buku petunjuknya, anda dan suami bisa melakukannya dirumah.'' penjelasan dokter membuat Siwon dan Kyuhyun lega.

Saat diperjalanan pulang, Kyuhyun hanya membaca buku panduan yang dokter berikan.

''Ini sangat menguntungkanmu.'' ucap Kyuhyun menoleh pada Siwon.

''Menguntungkan bagaimana?'' tanya Siwon berusaha fokus menyetir walaupun dia penasaran dengan maksud Kyuhyun.

''Pijat bagian puting dengan lembut lewat belakang, anda bisa meminta bantuan suami dengan menggunakan oil khusus. Ini bisa membantu agar puting anda memudahkan bayi saat anda menyusui.'' Kyuhyun membaca isi buku itu. Siwon menyeringai senang mendengarnya.

''Benarkah? Apa boleh buat aku akan membantumu.'' ucap Siwon santai. Kyuhyun mencibir pelan, dia sudah tahu jika suaminya yang pervert itu pasti akan sangat menyukai itu.

''Besok kita kan pergi ke rumahmu, malam ini aku ingin tidur cepat. No treatment!''

:: Unexpected ::

Siwon's House.

Kangin dan Leeteuk baru saja kembali dari Kanada, mereka pulang karena merindukan anak dan menantunya. Jiwon sejak kepulangannya dia jarang ada dirumah, dia sibuk mengunjungi teman-temannya.

''Seharusnya saat Siwon dan Istrinya datang, anak itu ada dirumah. Astaga Yeobo, kapan Jiwon akan dewasa?'' keluh Leeteuk.

''Sudahlah sayang, biarkan dia. Aku yakin dia pasti sibuk menemui temannya. Sudah 3 tahun mereka tidak bertemu,'' jawab Kangin.

''Dia memang sama seperti Siwon dulu. Kemarin aku dikirimi Siwon hasil usg terbaru, cucu kita sehat walaupun jenis kelamin belum diketahui.'' ucap Leeteuk lagi.

''Semoga menantu dan bayinya sehat. Sepertinya mereka datang.''

Siwon mematikan mesin mobilnya di depan rumah orang tuanya. Kyuhyun terlihat tegang akan bertemu lagi dengan keluarga Siwon. ''Kenapa, mereka pasti sudah menunggu.'' ucap Siwon. Kyuhyun semakin meremas jok mobilnya, ''Aku takut~'' ucap Kyuhyun. Siwon melepaskan sabuk pengaman di tubuh Kyuhyun. ''Gweanchana, semuanya akan baik-baik saja.''

Kyuhyun akhirnya berani keluar, tangannya menggenggam tangan Siwon dengan erat. Dia sangat takut sekarang. Siwon yang mengerti akhirnya menggenggam tidak kalah eratnya tangan halus itu.

''Siwonnie~'' Eomma langsung memeluk anak sulungnya, terpaksa Siwon melepaskan genggamannya pada Kyuhyun.

''Eomma, bogosipho~''

Appa mendekati putranya dan menepuk-nepuk bahunya, ''Selamat datang!'' ucap Appa membuat Siwon tertawa. ''Ne Appa!''

Kyuhyun yang berdiri dibelakang Siwon menundukan kepalanya. Eomma mulai mendekati Kyuhyun, diperhatikannya menantunya itu dari bawah sampai atas.

''Kyuhyun?'' panggil Leeteuk. Kyuhyun mengangkat wajahnya, ''Annyeong,'' sapanya malu. Siwon tersenyum melihat sifat pemalu Kyuhyun yang jarang sekali muncul.

''Dia malu Eomma, bahkan tadi dia takut untuk masuk.'' ucap Siwon membuat Kyuhyun melotot kearahnya.

''Jinjja? Aigo, kenapa malu sayang? Kemari, eomma ingin bertemu dengan cucu eomma.'' pinta Leeteuk menarik tangan Kyuhyun mendekat. Dengan ragu Kyuhyun menatap ibu Siwon itu, ibunya memang baik tapi Kyuhyun canggung karena mereka jarang bertemu.

''Ayo duduk, tujuan kami mengundang kalian untuk mengobrol banyak hal. Appa sudah lama tidak merasakan kehangatan keluarga,'' ucap Kangin meminta semuanya duduk.

Kyuhyun duduk bersebelahan dengan Leeteuk, sementara Siwon sendiri mengobrol dengan ayahnya. Dia banyak bicara soal pengalamannya menjadi Dokter. Ayahnya berkata dia cukup bangga, walaupun Siwon tidak menjadi penerus bisnis.

''Kemana Jiwon?'' tanya Siwon menyadari adiknya tidak ada.

''Entahlah katanya pergi menemui temannya yang membuka butik.'' jawab Eomma. Siwon terkejut mendengarnya, jadi benar Jiwon pergi ke butik milik Stella.

''Kyu, jika kau mendekati persalinan lebih baik tinggal dengan Eomma. Tidak baik sendiri dirumah, apalagi Siwon pasti jarang dirumah.'' ucap Eomma. Kyuhyun tersenyum mendengar perhatian mertuanya, ''Ne, Eomma.'' jawab Kyuhyun.

Eomma tersenyum melihat kemanisan menantunya. Terakhir kali bertemu saat itu tiga hari setelah Siwon menikah, itu sudah cukup lama.

''Eomma kemana Ahjumma Jung? Aku sepertinya haus.'' ucap Siwon.

'Ambil sendiri saja, Ahjumma sedang tidak ada.'' ucap Eomma. Siwon hanya tersenyum saja lalu bangun.

''Biar aku ambilkan Siw... Wonnie.'' ucap Kyuhyun cepat. Eomma, Appa dan Siwon menoleh padanya, ''Aigo, Good Wife. Kau beruntung Siwon!'' ucap Appa. Kyuhyun jadi malu, ''Mianhae.'' ucapnya.

Eomma tertawa dengan kepolosan Kyuhyun, ''Haha.. Boleh Kyu, kau ambilkan Siwon minum. Ingat, dia suka minum sirup jeruk, kau bisa ambil dikulkas.'' ucap Eomma. Kyuhyun mulai bangun, ''Tunggu sebentar.'' ucapnya lalu berjalan menuju dapur.

''Dia manis kan Eomma? Dia itu begitu pemalu pada kalian. Sepanjang malam dia bahkan tegang karena akan bertemu kalian.'' ucap Siwon.

''Ini karena kita jarang bertemu. Eomma senang dia bisa menjaga kandungannya, dulu eomma pikir dia akan menggugurkannya.''

Siwon hanya tersenyum menanggapinya. Tidak lama Jiwon pulang, dia langsung memeluk Oppanya dari belakang. ''Oppa!'' teriaknya. Siwon terkejut dengan pelukan tiba-tiba dari adiknya, ''Astaga Jiwonnie kau ini selalu membuat Oppa kaget.'' ucap Siwon. Jiwon lalu mengecup pipi kakanya itu, ''I Miss You!'' ucapnya. Siwon hanya terkekeh saja.

Siwon menggeleng melihat penampilan adiknya. Pakaiannya minim dengan make up tebal, ''Aigo, sejak kapan kau berpakaian seperti itu! Ganti pakaianmu Jiwon.'' ucap Siwon. Jiwon mempoutkan bibirnya, ''Aish! Oppa tidak gaul. Kau tahu aku darimana?'' tanya Jiwon. Siwon langsung menarik adiknya menjauh.

''Cepat ganti bajumu, jangan beritahu eomma soal itu.''

Jiwon akhirnya pergi berjalan menuju kamarnya. Siwon kembali duduk seolah tidak terjadi apa-apa. Saat Jiwon akan ke kamarnya, dia merasa haus dan berjalan kedapur. Dia melihat seorang wanita tengah memperhatikan foto di pintu kulkas dengan jus jeruk ditangan kanannya.

''Kau siapa?'' tanya Jiwon. Kyuhyun menoleh, ''Kau adik Siwon? Aku Kyuhyun.'' Kyuhyun memperkenalkan diri. Jiwon terlihat memperhatikan kakak iparnya itu.

''Oh, kau istri Oppa.'' ucapnya jutek. Kyuhyun berusaha baik pada adik iparnya itu, ''Senang bertemu denganmu lagi.'' ucap Kyuhyun.

''Apa kau tahu kesulitan yang Oppaku alami karenamu? Aku kasihan pada Oppa, dia harus terpaksa menikah dan menderita karenamu.'' ucap Jiwon pedas, Kyuhyun terkejut mendengar ucapan Jiwon.

Jiwon mendekati Kyuhyun, refleks Kyuhyun memundurkan tubuhnya. Setelah dekat Jiwon memandangi Kyuhyun dari atas sampai bawah. ''Aku tahu siapa kau sebenarnya. Seorang yang sering membolos, suka pesta, sering minum dan sekarang... Aku tidak percaya kau menikah dengan kakakku. Kau pasti menjebaknya, iya kan?!'' tuduh Jiwon.

Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya, dia sudah menghina dan menuduhnya seperti itu. Bagaimana pun Kyuhyun tipe orang yang tidak bisa menahan emosinya.

''Kau siapa? Apa yang kau tahu tentangku? Aku tidak pernah menjebak kakakmu! Dulu, aku bahkan tidak meminta Kakakmu untuk bertanggung jawab!'' Kyuhyun mulai emosi.

Jiwon nampak kesal karena Kyuhyun balik membentaknya. ''Dia terpaksa! Kau menghancurkan kehidupan kakakku. Apa kau tahu saat sebelum bertemu denganmu, dia sudah mempunyai rencana indah. Kau menghancurkannya!''

''Mwo? Rencana indah? Lantas kenapa dia ngotot bertanggung jawab?''

''Memang tidak seharusnya dia bertanggung jawab. Semuanya kesalahanmu, atau mungkin anak itu bukan anak oppaku. Aku tahu kau sering keluar masuk bar!''

Ucapan Jiwon kali ini begitu menyulut emosi Kyuhyun. Refleks tangan Kyuhyun ingin menampar pipi adik Siwon itu, namun dia masih menahan emosinya.

''Apa? Berani kau menamparku dirumahku sendiri,'' tantang Jiwon memegangi tangan Kyuhyun dan menepuk-nepukannya di pipinya sendiri. Rahang Kyuhyun semakin mengeras dan ingin sekali dia mendorong wanita ini.

''Jangan sampai kau menyesal membuatku marah, Choi Jiwon!''

''Memangnya aku takut? Aku sudah menduga jika kau wanita seperti ini.''

''Kau!''

Kyuhyun mendorong Jiwon sampai adik Siwon itu terjatuh kebelakang. Dia tidak bisa selalu sabar seperti ini. Jiwon sudah keterlaluan dan menyulutkan emosinya. Jiwon tidak terima, dia bangun lagi lalu balas mendorong Kyuhyun, ''Akh!'' teriak Kyuhyun membuat Siwon dan orangtuanya terkejut.

:: Unexpected ::

TBC.