Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance.

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Author's Pov

Kyuhyun mendorong Jiwon sampai adik Siwon itu terjatuh kebelakang. Dia tidak bisa selalu sabar seperti ini. Jiwon sudah keterlaluan dan menyulutkan emosinya. Jiwon tidak terima, dia bangun lagi lalu balas mendorong Kyuhyun, ''Akh!'' Teriak Kyuhyun membuat Siwon dan orangtuanya terkejut.

Jiwon menutup mulutnya dengan telapak tangan, dia tidak berniat mendorong tapi emosi membuatnya melakukan itu. ''Kau ya-ng mendorongku terlebih dahulu, ja-di jangan menyalahkanku.'' Kata Jiwon sedikit gemetar.

''Jangan pernah mengatakan hal itu lagi tentang anakku!'' Kyuhyun berusaha berdiri seperti semula.

''Aku tidak suka kau menikah dengan Oppa! Kau membuatnya menderita!'' Ucap Jiwon lagi.

''Kau tidak suka? Ini hidup kakakmu, kau tidak berhak ikut campur Jiwon. Berhenti membuat penolakan seperti ini, aku mungkin akan berpisah dari kakakmu setelah anak ini lahir.''

Jiwon tertawa, ''Kau pikir aku percaya? Orang sepertimu ini suka membuat hidup orang lain hancur. Setelah menjebak kau pasti tidak akan melepaskan kakakku. Kakakku itu terlalu baik dan mudah dibodohi olehmu.''

''Lebih baik kau berhenti bicara sebelum kesabaranku habis.'' Kyuhyun menatap Jiwon dengan tajam, dia masih berusaha agar adik Siwon berhenti, Jiwon akhirnya diam dan tidak berusaha lagi. Keduanya kembali saling bertatapan mematikan. Saat akan kembali saling serang, Siwon terlebih dahulu melihat dan menghentikannya

''Apa yang kalian lakukan!'' Siwon mendekati dan menghalangi saat keduanya akan kembali saling dorong.

''Aku harus memberi adikmu pelajaran Siwon, jebal jangan halangi aku!''

Siwon shock dengan pertengkaran istri dan adiknya. Bagaimana bisa keduanya bertengkar di dalam rumah. Bukankah seharusnya keduanya akrab dan saling menyayangi seperti adik dan kakak lainnya.

Siwon memegangi Kyuhyun karena pergerakannya sudah mulai tidak bisa dikendalikan. Dia juga menahan Jiwon yang terlihat masih sangat kesal pada Kyuhyun.

''Naik ke kamarmu sekarang, Choi Jiwon!'' suruh Siwon tegas.

''Tapi...''

''Naik! Sebelum Eomma dan Appa melihat ini.''

''Aish!'' Jiwon akhirnya naik ke kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang masih menatapnya kesal. Sekarang Siwon melepaskan genggamannya dari Kyuhyun.

''Kau mulai lagi? Bersikap anarkis bahkan pada adikku.'' Ucap Siwon pada Kyuhyun.

''Dengar dulu penjelasanku, tadi dia yang memulai. Aku tidak bisa menahan diriku!''

''Sudah aku duga. Sekarang kita pulang!'' Siwon menarik tangan Kyuhyun dan membawanya ke ruang tamu.

''Eomma, Appa kami harus pulang. Maaf jika kami terburu-buru, kami akan sering berkunjung!'' Pamit Siwon membungkuk dan membawa Kyuhyun keluar.

''Kenapa mereka? Kenapa tiba-tiba pulang. Apa yang terjadi?'' Eomma kebingungan.

''Mungkin ada urusan penting.'' Balas Appa Choi.

Siwon melepaskan tangannya pada Kyuhyun, ''Cepat naik!'' Ucapnya saat sampai di dekat mobil. Kyuhyun menurut dan masuk ke dalam mobil.

Siwon menjalankan mobilnya tanpa banyak bicara. Kyuhyun masih setia menatap ke arah Siwon, dia ingin Siwon tidak salah paham soal kejadian tadi.

''Soal tadi, kau harus tahu kalau bukan aku yang salah.'' Ucap Kyuhyun. Siwon tidak menanggapinya, dia masih kecewa dengan apa yang terjadi. Bagaimana bisa sifat emosional Kyuhyun muncul lagi.

''Siwon, please. Jika dia tidak memulai aku tidak akan marah-marah.''

''Aku kecewa padamu! Apapun alasannya aku tidak suka melihatmu berkelahi dengan adikku. Jika aku telat datang, mungkin kalian akan saling menyakiti. Dan kau tidak pernah peduli pada anakku.''

Ucapan Siwon kembali mengingatkan Kyuhyun pada ucapan Jiwon yang mengatakan jika mungkin saja anak itu bukan anak Siwon. Itulah yang membuatnya sakit hati. Kyuhyun bukan wanita murahan yang sering tidur dengan banyak pria, dia hanya melakukannya dengan Siwon.

''Tapi aku bukan wanita murahan.'' Ucap Kyuhyun pelan.

''Apa?''

''Bukankah kau tidak yakin ini anakmu? Kau menyesal menikah? Kau menderita karenaku? Aku memang membuatmu susah.'' Ucapan Kyuhyun membuat Siwon menghentikan mobilnya. ''Apa maksudmu? Kenapa kau berbicara seperti itu?''

''Maafkan aku, aku sudah hadir di dalam hidupmu dan membuatmu susah. Tapi sungguh, aku hanya melakukannya denganmu. Dia anakmu Siwon, aku memang bukan orang baik tapi aku masih tahu batasan Siwon.'' Kyuhyun menangis.

Semua yang keluar dari mulut Kyuhyun membuat Siwon terkejut. Bagaimana dia berpikiran seperti itu? Siwon tidak pernah meragukan semuanya karena Siwon percaya!

''Kenapa kau kembali membahas soal ini, sudah aku bilang Kyuhyun. Aku percaya dan aku sangat mencintai anakku!''

''Jangan membohongi dirimu sendiri Siwon, aku...'' Kyuhyun tidak melanjutkan kata-katanya, ''Ukukkhhh... Hmmmppfffttt...'' Kyuhyun terbatuk dan memuntahkan isi perutnya di dalam mobil Siwon.

''Kyuhyun, kau baik-baik saja?'' Siwon menepuk tengkuk Kyuhyun, meremasnya pelan. Tidak masalah jika Kyuhyun mengotori mobilnya, tapi jika melihat Kyuhyun sakit membuatnya sangat hawatir.

''Maafkan aku, kepalaku pusing.'' Kyuhyun menyenderkan kembali tubuhnya di punggung kursi, matanya terpejam dan nampak tidak begitu baik. Siwon mengambil tisu dari atas dashboard dan membersihkan sekitar mulut Kyuhyun.

''Kita ke rumah sakit!'' Siwon kembali menyalakan mesin mobilnya namun Kyuhyun menggenggam tangannya.

''Aku ingin pulang, aku mohon.'' Ucap Kyuhyun. Siwon menatapnya, ''Tapi kau sakit, aku tidak...''

''Please...'' Potong Kyuhyun. Siwon menuruti keinginan Kyuhyun dan membawanya pulang. Sepanjang jalan dia banyak memikirkan apa yang sudah dilakukannya pada Kyuhyun sampai Kyuhyun sakit seperti sekarang.

Siwon mematikan mesin mobilnya tepat di depan rumah Kyuhyun. Kyuhyun sepertinya tahu jika mereka sudah sampai. Perlahan mata coklat Kyuhyun terbuka, tangannya sudah memegang pintu berusaha membukanya.

''Biar aku gendong.'' Siwon turun, membukakan Kyuhyun pintu dan bersiap untuk menggendongnya. Tangan Kyuhyun menghempaskan tangan Siwon yang berusaha ingin menggendongnya, ''Aku masih mempunyai kedua kaki yang sehat, Siwon-sshi.'' Ucap Kyuhyun dingin dan turun begitu saja. Siwon menatap punggung yang perlahan menjauh dan berjalan lemah memasuki rumah. Tangan Siwon sedikit terkepal dan merasa benci pada dirinya sendiri.

Kyuhyun berjalan menuju dapur, menuangkan segelas air putih dan meminumnya sebanyak dua teguk. Menarik satu kursi dan duduk sambil kembali meneguk isi dari gelas di genggamannya. ''Kenapa dia begitu tega? Apa serendah itu aku dimatanya?'' pikir Kyuhyun ingat dengan semua ucapan Jiwon.

''Kyu.'' Siwon mendekat dan berdiri di samping Kyuhyun. Kyuhyun tidak begitu memperdulikan keberadaan suaminya itu, ''Maafkan aku, maafkan adikku juga, tapi aku mohon kau harus mempercayaiku.'' Siwon berlutut di depan Kyuhyun.

''Apa dengan mempercayaimu akan membuat adikmu menyukaiku? Aku sangat sakit Siwon. Dia begitu membenciku. Apa salahku padanya? Aku sama sekali tidak pernah menginginkan hal ini, hal yang banyak merugikan orang lain.''

''Kenapa kau bicara begitu Kyu? Tidak ada yang dirugikan dengan pernikahan kita. Aku bahagia dan orang tuaku juga menerimamu dengan baik. Aku mohon kau mengerti jika adikku masih belum mengerti, dia terlalu muda.''

''Aku tidak mau membicarkan itu lagi, terlalu menyakitkan.'' Kyuhyun berjalan meninggalkan Siwon yang masih berlutut di lantai. Dia tidak mau membahas semua hal itu lagi. Kyuhyun juga sadar jika semuanya pasti memiliki dampak pada kehidupan keduanya. Dia belum memahami Siwon dengan baik begitupun dengan Siwon yang belum memahaminya, semuanya butuh waktu. Siwon duduk diatas meja makan, kepalanya begitu pusing memikirkan semuanya.

Prang!

Terdengar suara sesuatu yang pecah, Siwon langsung teringat pada Kyuhyun. Dia berlari naik ke lantai 2, lalu membuka pintu kamarnya. Terlihat pecahan dari gelas berserakan di dekat tempat tidurnya, sementara Kyuhyun berbaring di ranjangnya.

''Kau kenapa Kyu?'' Siwon memeriksa Kyuhyun, tubuhnya panas dan Kyuhyun terus saja meringis. ''Pusing... Sakit... Tolonghh...''

Mengabaikan pecahan gelas itu, Siwon berusaha menggendong Kyuhyun dan membawanya ke rumah sakit. Badannya panas tapi berkeringat, ditambah keluhannya adalah pusing.

''Kita segera sampai Kyu, bertahanlah.'' Siwon mencoba berkonsentrasi menyetir. Rintihan dan tangisan Kyuhyun membuatnya semakin kalut, ''Sakit, ngghhsstt...''

:: Unexpected ::

Kyuhyun sudah di bawa ke ruang IGD. Siwon menunggu di depan ruangan dengan perasaan kalut. Bagaimana jika terjadi hal buruk pada keduanya? Siwon tidak mungkin bisa memaafkan dirinya sendiri. Dia memang tidak tahu apa yang terjadi diantara Kyuhyun dan adiknya namun mendengar ucapan Kyuhyun di mobil, sepertinya Kyuhyun dan Jiwon berselisih.

''Aku mohon bertahanlah, Kyu.''

Dokter keluar, sebelum Siwon berhasil bertanya, Dokter meminta Siwon bicara di ruangannya.

Doctor's Room.

''Siwon-sshi, kami sudah mengambil sample darah Kyuhyun untuk pemeriksaan selanjutnya. Kami takut jika demamnya adalah tanda kelaianan dalam kehamilan. Kami juga memberikan obat penguat untuknya.'' Jelas Dokter Shin menjelaskan keadaan Kyuhyun.

''Maksud dokter kelainan yang dapat menyebabkan bayi lahir dengan down syndrom atau autis?''

''Sebagai dokter, anda pasti juga paham. Demam menyebabkan peradangan, peradangan dapat mempengaruhi perkembangan autisme. Ketika tubuh melawan penyebab demam, sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh melepaskan bahan kimia yang disebut sitokin. Bahan kimia inilah yang dapat menyebabkan peradangan. Sitokin juga dapat menyeberang ke plasenta dan mempengaruhi perkembangan saraf janin.''

Siwon merasa dadanya sesak mendengar semua penjelasan dokter Shin. Tidak mungkin dan tidak boleh terjadi, dia tentu tidak mau anaknya terlahir tidak sempurna dan menanggung beban selama hidupnya.

''Anda jangan khawatir, saya rasa Kyuhyun-sshi hanya mengalami demam akibat kelelahan. Demannya sudah turun walaupun masih terasa hangat. Setelah Kyuhyun-sshi sadar, saya mohon jangan pernah membuatnya stress lagi.''

''Iya, saya mengerti dokter.''

:: Unexpected ::

Siwon memegang tangan Kyuhyun yang tertidur. Panas tubuhnya sudah turun, namun Kyuhyun masih harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari. Karena terlalu banyak pikiran dia jadi demam dan sakit. Siwon semakin yakin jika hal itu karena kesalahannya dan juga dampak dari pertengkaran Kyuhyun dan Jiwon.

''Jiwon memang keterlaluan! Aku yakin dia mengatakan hal buruk pada Kyuhyum.''

''Siwon, apa yang terjadi?'' Jaejoong masuk kedalam ruang rawat anaknya.

''Kyuhyun demam Eommanim.'' Jawab Siwon. Jaejoong menatap menantunya itu, ''Bagaimana bisa dia sakit, kau tidak menjaganya dengan baik.''

''Maafkan aku Eommanim. Aku sangat menyesal.'' Sesal Siwon.

''Siwon, bagaimana Kyuhyun?'' Leeteuk masuk membuat Jaejoong menatap wanita yang seumuran dengannya itu. Siwon akhirnya membiarkan ibu dan mertuanya untuk saling berkenalan.

Siwon keluar dan menunggu di cafetaria rumah sakit. Memesan minuman untuk sedikit membuat perasaannya membaik. Siwon menghubungi Jiwon, ''Kau dimana?'' Tanya Siwon cepat.

Jiwon yang sedang berjalan menuju tempat tongkrongannya bersama Stella pun menjawab, ''Aku sedang berada di kamarku. Oh ya Oppa, apa yang istrimu adukan padamu? Dia pasti mengatakan kebohongan padamu.''

''Jiwon dengarkan aku, kau tidak perlu ikut campur dengan rumah tangga Oppa. Oppa yang memilih Kyuhyun dan Oppa juga yang ingin menikah dengannya. Dia tidak salah Jiwon, dia tidak pernah menjebak ataupun merencanakan semuanya.''

''Kau terlalu baik Oppa, aku mengenal Kyuhyun. Dia begitu terkenal dengan semua sifat jeleknya.''

''Apa masa lalu seseorang begitu penting? Oppa bersamanya karena melihat dia yang sekarang. Dia hanya kesepian, itulah kenapa dia selalu membuat masalah. Percayalah, kalian bisa menjadi saudara.''

''Tapi Oppa...''

''Dia sekarang masuk rumah sakit, dia sakit Jiwon. Demi Oppa, baiklah padanya.''

Jiwon diam dan memikirkan kata-kata Oppanya, ''Baiklah Oppa, sampai jumpa.'' Jiwon mematikan panggilannya. Dia terlihat bingung, dia tidak menyukai Kyuhyun tapi dia juga yang membuat Kyuhyun masuk rumah sakit. Jiwon melanjutkan jalannya sampai di tempat tujuan, sebelum masuk dia melihat Stella sedang bicara dengan kedua temannya.

''Adiknya memang gampang sekali di panas-panasi, kau tahu jika adiknya itu menolak maka hubungan Siwon Oppa dan wanita itu akan rusak. Kau tidak tahu saja adiknya cukup menyeramkan.''

''Aigo, kau pintar sekali Stella. Apa kau masih berharap Siwon Oppa kembali denganmu?''

''Dibilang berharap sih tidak terlalu, namun aku ingin hubungannya dengan wanita itu rusak. Kau tahu kami hampir balikan saat wanita itu merebut Siwon dariku.''

''Dan caramu menggunakan adiknya sangat pas!''

Wajah Jiwon mengeras mendengar semua percakapan Stella dengan temannya. Dia merasa sudah dihianati dan dimanfaatkan. Bisa-bisanya dia termakan semua ucapan Stella yang menjelekan istri Oppanya. Dengan segala tipu daya wanita itu berhasil membuat Jiwon percaya semua ucapannya.

''Jadi kau hanya memanfaatkanku Stella Kim!'' Jiwon masuk membuat Stella terkejut, ''Jiwon?'' Stella berdiri dengan wajah terkejutnya.

''Aku tanya, jadi kau hanya menjadikanku alatmu untuk menghancurkan Oppaku sendiri.''

''Tidak Jiwon, aku sungguh mengatakan yang sebenarnya. Oppamu tidak bahagia Jiwon, percayalah.''

''Aku tidak percaya lagi padamu! Kau itu memang wanita berbisa, aku menyesal mempercayaimu. Aku kembalikan semuanya padamu!'' Jiwon melepas aksesoris yang sudah diberikan oleh Stella dan melemparnya tepat di depan wajah wanita itu.

''Aku begitu bodoh percaya dan mau kau suap dengan barang murahan! Jangan pernah ganggu Oppaku lagi.'' Jiwon pergi membuat Stella berteriak.

''Sial, Choi Jiwon!'' Stella melempar barang yang dikembalikan Jiwon dan marah-marah. ''Arrrgghhhh!''

Jiwon berjalan dengan perasaan bersalah yang memenuhi hatinya. Dia menyesal mempercayai semua ucapan bohong Stella. Jiwon memang lebih kenal dengan Stella dibanding Kyuhyun, maka dari itu dia begitu mudah mempercayai ucapan wanita itu.

''Maafkan aku, Kyuhyun Eonnie.'' Jiwon duduk di bangku dengan perasaan sedih dan menyesal. Dia tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu pada Kyuhyun.

''Padahal dia baik padaku.'' Ucapnya lagi saat ingat pertama Kyuhyun menyapanya. Namun saat dia bersikap tidak baik maka wajar jika Kyuhyun juga bersikap seperti itu.

:: Unexpected ::

Jaejoong dan Jungsoo sudah banyak bicara, mereka mengobrol di cafe rumah sakit. Jungsoo memahami masalah rumah tangga Jaejoong yang bermasalah, begitupun dengan Jaejoong yang paham jika Jungsoo dan suaminya begitu sibuk selama ini.

''Aku adalah orang pertama yang akan membunuh Siwon jika dia tidak bertanggung jawab.'' Ucap Jungsoo.

''Putriku adalah orang yang tidak suka berkomitmen dalam hubungan. Sekarang dia dipaksa oleh keadaan untuk mau melakukan semuanya. Saya pribadi tidak menyalahkan Siwon, ini murni perbuatan mereka berdua.'' Ucap Jaejoong.

''Saya pribadi bersyukur dengan ini semua. Akhirnya putra sulung saya menikah, jika tidak bertemu Kyuhyun mungkin Siwon masih belum mau menikah. Tapi kenapa Kyuhyun begitu trauma dengan pernikahan? Kami sangat sulit meyakinkannya.'' Ucap Jungsoo lagi.

''Maafkan saya. Semuanya adalah kesalahan saya. Dia begitu trauma dengan kegagalan pernikahan orang tuanya. Sejak dulu dia biasa hidup jauh dari saya maupun ayahnya. Dia membenci kehidupan saya yang berpisah dengan ayahnya, tidak pernah perhatian dan mengerti perasaannya.''

Jungsoo bisa mengerti dan memahami. Dia setidaknya beruntung karena rumah tangganya tetap harmonis sampai sekarang. Sekarang dia bisa mengerti kenapa Kyuhyun bersikap seperti itu saat diminta menikah. Bukankah biasanya seorang perempuan yang meminta pertanggung jawaban.

''Sebagai orang tua, aku merasa gagal. Apa pantas orang sepertiku di panggil ibu.'' Lirih Jaejoong.

''Semuanya akan baik-baik saja. Kita berdoa dan terus membantunya.'' Hibur Jungsoo.

Setidaknya Jaejoong beruntung memiliki besan seperti Jungsoo. Dia jadi memiliki teman baik yang bisa membantunya menjaga Kyuhyun. ''Terima kasih Eonnie.''

:: Unexpected ::

''Kyuhyun, ayolah makan. Sedikit saja, kau harus minum obat Kyu.'' Siwon masih meminta Kyuhyun untuk makan. Kyuhyun menggelengkan kepala, ''Aku tidak lapar, Siwon.''

Siwon meletakan mangkuk buburnya lalu menangkup pipi Kyuhyun, ''Kau tidak akan sembuh jika tidak mau makan.'' Mata Siwon menatap langsung mata Kyuhyun, Kyuhyun sedikit gugup berjarak begitu dekat dengan Siwon.

''Selamat malam.'' Dokter Shin masuk, Siwon menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun. ''Selamat malam, Dokter.'' Siwon tersenyum ramah.

''Nyonya Choi, saya akan memeriksa kondisi anda.'' Dokter tersenyum pada Kyuhyun, Kyuhyun ikut tersenyum walaupun sedikit malu karena Dokter melihat kejadian tadi.

Dokter selesai memeriksa kondisi Kyuhyun, ''Semuanya baik, Kyuhyun-sshi boleh pulang malam ini. Akan lebih nyaman jika istirahat di rumah.'' Ucap Dokter Shin.

''Terima kasih Dokter.'' Ucap Siwon. Dokter yang belum terlalu tua itu tersenyum dan menepuk bahu Siwon, ''Iya, jaga dia.'' ucap dokter lalu keluar diikuti suster.

Siwon menggeser tubuhnya sampai disamping Kyuhyun. Menempelkan telapak tangannya diatas kening Kyuhyun, ''Sudah tidak demam. Syukurlah, aku senang Kyu.'' ucap Siwon.

''Kita pulang secepatnya. Aku tidak suka dirumah sakit.'' Ucap Kyuhyun. Siwon menggenggam tangan kiri Kyuhyun yang masih diinfus, ''Iya sebentar lagi kita pulang. Tunggu Appa menjeput.''

''Siwon, lebih baik kita pulang sendiri. Aku pikir kedua orangtua kita tidak perlu menjemput kita. Ini sudah malam, lagipula kita bukan anak kecil lagi.''

''Kau benar juga, aku akan menghubungi mereka.'' Siwon keluar untuk menghubungi keluarga, Kyuhyun sendiri turun dan merapihkan sedikit barangnya, ''Akh!'' Kyuhyun meringis saat melepas infus di tangan kirinya.

:: Unexpected ::

3 Hari Kemudian.

Suara burung yang sejak tadi berkicau dengan begitu nyaring berterbangan mengelilingi rumah besar dengan berbagai fasilitas kelas atas. Dimana lagi kalau bukan rumah milik Siwon. Di kamar utama, suami dari Cho Kyuhyun baru saja membuka matanya. Hari ini dia libur, entah kenapa Dokter Jin mengijinkannya untuk istirahat. Terakhir Dr Jin baru kembali dari Macau menghadari pertemuan dengan seluruh dokter kulit di Asia.

Menyadari jika kamar yang di tempatinya kosong atau lebih tepatnya tidak ada sang istri disana, Siwon langsung membuka lebar matanya. Ah.. Dia mendesah karena melihat diluar sudah cukup terang. Saat melihat jam ternyata sudah jam 8 pagi. Siwon bangun dan mencari Kyuhyun, menuruni tangga sampai di ruang televisi tapi tidak ada. Berjalan ke dapur pun masih belum bisa menemukan. Siwon mulai merasa khawatir, apa dia kabur?

Teringat soal ucapan Kyuhyun semalam, ''Untuk memulihkan kondisiku, aku akan mulai Yoga besok.'' Siwon tersenyum menemukan kata kunci untuk keberadaan istrinya. Benar saja, Kyuhyun tengah duduk menghadap taman dengan penuh konsentrasi. Kakinya menyila dengan kedua telapak tangan yang ia satukan di depan dada.

Tanpa aba-aba, Siwon memeluk wifunya dari belakang. Kyuhyun terkejut dengan pelukan yang membuyarkan konsentrasinya itu.

''Kyuuu~''

''Ya! Kau menghancurkan konsentrasiku!'' Omel Kyuhyun.

Siwon melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun, lalu maju sampai menyentuh perut istrinya. Terasa sangat hangat di atas perut istrinya yang mengandung itu. Dagu Siwon sudah bertenjer di atas bahu mahu mulus Kyuhyun yang terbuka karena saat ini Kyuhyun memakai baju olahraga tanpa lengan dengan celana di atas lutut.

''Hentikan, aku sedang melakukan Yoga Siwon!'' pinta Kyuhyun lagi. Tidak mengindahkan ucapan istrinya, Siwon mencium belakang telinga Kyuhyun. Napas Siwon membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri dan berontak, ''Engh~'' leguh pelan Kyuhyun membuat mata Siwon berbinar terang.

Karena menyukai suara itu, Siwon terus melakukan serangan disekitar cuping Kyuhyun dengan tangan yang mengelus-elus perut Kyuhyun. Sadar jika saat ini hormon sensitif Kyuhyun cepat sekali bekerja, dia menyubit pipi Siwon dengan cukup keras.

''Awwwww, sakitt ChoKyu!'' Keluh Siwon melepaskan pelukannya. Kyuhyun menyeringai lalu membalikan badannya menatap Siwon, ''Jangan menggodaku, Mr Choi. Kau benar-benar mengganggu acara Yoga hari ini, sebagai hukuman kau harus membuatkanku omelet.'' Ucap Kyuhyun tanpa bantahan.

''Kyuu~ kali-kali kau yang memasak. Aku belum pernah memakan masakanmu.'' Ucap Siwon membuat Kyuhyun menatapnya tajam. ''Kau kan tahu, aku tidak bisa memasak!'' Ucap Kyuhyun lalu bangun, mengambil botol air dari atas meja lalu berjalan masuk kedalam rumah.

Siwon mengikuti Kyuhyun dari belakang, melihat Kyuhyun berkeringat dia mengambil tissue dan mengelap tetesan keringat di kening Kyuhyun yang sekarang duduk di sofa televisi.

''Cepat buatkan Siwon~ Aku lapar, Baby lapar~ huks~'' Manja Kyuhyun dengan jurus andalannya, hampir menangis. Siwon melihatnya langsung luluh, ah dia pikir kenapa tidak menjadi Chef saja jangan dokter. Toh gaji Chef lebih besar, lebih bisa mengeksplore gayanya dalam berkreasi bukannya terus terpaku pada dasar-dasar kemedisan.

''Baiklah, wait a minute.'' Ucap Siwon mengecup kilas bibir Kyuhyun dan berjalan ke dapur. Kyuhyun tersenyum karena suaminya itu sangat baik.

Ada yang aneh dengan mereka? Sepertinya kejadian beberapa waktu lalu justru membuat hubungan mereka membaik. Jarang bertengkar bahkan mereka lebih akrab sebagai pasangan. Kyuhyun sadar jika dia tidak ingin terjadi sesuatu pada bayinya begitupun dengan Siwon.

Merasa penasaran, Kyuhyun mengikuti Siwon untuk melihat suaminya itu masak. Siwon nampak tengah mencari menu untuk membuat omelet dari internet. I-phone putih di tangannya ia letakan di atas meja dan mulai mencari bahan untuk memasak. Kyuhyun mendekatinya dan duduk di meja depan Siwon.

''Daddy, semangat!'' Ucap Kyuhyun menirukan suara anak kecil, Siwon menoleh padanya dan tersenyum. ''Oke Big and Little Babies.'' ucapnya.

Siwon mengeluarkan 3 butir telur, susu cair tawar, keju cheddar parut, margarin, bawang bombay dan jamur kancing dari dalam kulkas. Meletakannya diatas meja, lalu mengambil juga bumbu seperti merica dan garam.

Kyuhyun terus tersenyum memperhatikan. Layaknya Chef, Siwon mulai mencampurkan telur, garam, merica dan susu lalu mengocoknya. Setelahnya dia memanaskan margarin diatas wajan, menumis bawah bombay yang telah dicincang dan juga jamur. Setelah keduanya matang, ia siram dengan telur kocok dan meratakannya. Siwon memasaknya dengan api sedang sampai matang, setelah matang ia mematikan api lalu menaburkan keju diatasnya lalu ia lipat dua.

''Finally, omelet ala Chef Siwon sudah selesai Babies.'' Ucap Siwon bangga sambil meletakan hasil masakannya diatas piring lebar. Kyuhyun hanya terkekeh saja, dia memang bahagia jika Siwon libur dan ada dirumah.

Siwom menarik satu kursi dan duduk disebelahnya. ''Cobalah,'' Siwon memotong omelet dengan sendok dan menyuapkannya pada Kyuhyun.

''Bagaimana?''

Kyuhyun masih mengunyah telur itu, rasanya cukup gurih dan rasa jamur cukup terasa. Namun akan lebih enak jika memakai saus.

''Enak, tapi lebih enak jika memakai saus. Lalu ambilkan nasi Siwon~''

Dengan senang hati Siwon mengambilkan nasi dan saus untuk Kyuhyun. Kyuhyun pun mulai makan dengan cukup lahap sampai piringnya habis.

''Kyuhyun, aku akan ke rumah sakit. Tiba-tiba ada praktek mendadak, aku akan kembali secepatnya.''

''Pergilah, aku tidak apa-apa sendiri.''

''Baiklah, aku segera kembali.'' Siwon naik ke lantai dua untuk mengambil baju prakteknya. Setelah makan, Kyuhyun pergi juga ke kamar. Kyuhyun berbaring di ranjangnya, sambil melihat Siwon yang berganti pakaian. ''Aku pergi.'' Pamit Siwon lalu keluar.

:: Unexpected ::

''Malasnya... Aku bosan.'' Kyuhyun beranjak dari ranjangnya. Turun ke lantai bawah, berjalan menuju dapur dan mengambil minum. Masih meneguk air dia mendengar bel rumahnya berbunyi. Setelah meletakan botol minumnya Kyuhyun keluar untuk membuka pintu. Dari arah depan dia melihat Jiwon datang. Mendadak Kyuhyun takut jika adik Siwon itu akan membuatnya emosi lagi. Dengan ragu Kyuhyun membuka pintu rumahnya.

''Jiwon?''

Jiwon menatap Kyuhyun lalu berlutut, ''Maafkan aku Eonnie... Aku benar-benar meminta maaf. Maaf atas segala kata-kata kasarku padamu Eonnie.'' Ucap Jiwon. Kyuhyun kaget melihat adik iparnya berlutut dan meminta maaf seperti itu.

''Bangunlah Jiwon, aku pasti memaafkanmu. Aku tahu kau tidak benar-benar mengatakannya.'' Pinta Kyuhyun membangunkan Jiwon. Jiwon menatap wajah kakak iparnya yang baik hati itu lalu memeluknya, ''Terima kasih Eonnie. Aku benar-benar menyesal.'' Kyuhyun tersenyum lalu membawa adik iparnya itu masuk.

Jiwon menjelaskan soal alasan sikapnya saat itu. Dia menjelaskan kalau dia terpengaruh oleh hasutan mantan kekasih Siwon. Kyuhyun kira mantan Siwon hanya Tiffany ternyata Stella merupakan mantannya juga. Selama ini Kyuhyun tidak pernah tahu siapa itu Stella.

''Aku harap Eonnie bisa hati-hati padanya, dia berbahaya.'' Ucap Jiwon.

''Benarkah? Aku harus melindungi Siwon juga kalau begitu.'' Ucapan Kyuhyun membuat Jiwon tersenyum, ah apa segitu khawatirkah Kyuhyun jika Siwon terpengaruh oleh wanita berbisa itu.

''Iya memang harus waspada mulai sekarang.''

''Jiwonnie kau mau tinggal denganku disini? Siwon sibuk kerja, aku kesepian sendiri dirumah besar.''

Wajah Jiwon terlihat semangat saat Kyuhyun menawarkan hal itu. ''Jeongmal? Apa boleh?''

''Tentu saja, kau anggap rumah sendiri. Oke?''

Jiwon memeluk kakak iparnya itu, ''Terima kasih. Aku sudah lama ingin pergi dari rumah Eomma.'' ucapnya.

''Kenapa kau ingin pergi dari rumah Eomma?'' bingung Kyuhyun. Jiwon tersenyum penuh arti lalu memeluk lengan kiri Kyuhyun dan berbisik, ''Jika dirumah Eomma, aku tidak boleh membawa pacar.'' Bisiknya. Mata Kyuhyun melotot lalu tertawa, ''Haha.. Jadi kau mau menggunakan rumahku untuk berpacaran?''

Jiwon mengelak dan menyatukan kedua telapak tangannya, memohon pada Kyuhyun, ''Aku mohon jangan beritahu Eomma. Boleh ya, boleh ya Eonnie~'' mohon Jiwon.

Kyuhyun pura-pura berpikir, wajah Jiwon sudah sangat penuh harap jika Kyuhyun mengijinkan.

''Jebal~''

''Baiklah, asal jangan datang malam. Nanti Siwon bisa marah padaku.'' Ucap Kyuhyun setuju. Jiwon loncat-loncat kecil mendengarnya, ternyata begitu menyenangkan mempunyai kakak perempuan. Itulah yang Jiwon rasakan dan ia sadari jika kebenciannya selama ini sungguh tanpa alasan.

''Aku mencintaimu Eonnie~'' Jiwon memeluk Kyuhyun lagi, ''Hey, kasihan keponakanmu terjepit.'' Canda Kyuhyun. Jiwon melepaskan pelukannya lalu menyentuh perut Kyuhyun. ''Maaf babies, aish eonnie aku sangat senang.'' Ucap Jiwon mengundang rasa gemas Kyuhyun.

''Iyaiya. Sekarang kau mandi, sejak tadi aku mencium bau panas dari rambutmu.'' Ucap Kyuhyun bercanda, adik Siwon itu mencium rambut panjangnya. ''Masih harum?'' pikirnya.

''Benarkah? Ahh... Aku harus membersihkannya!'' Ucap Jiwon langsung berlari mencari kamar mandi. Kyuhyun hanya terkekeh dengan remaja itu.

''Dasar abg!''

Kyuhyun melanjutkan membaca majalahnya. Tidak lama pintu rumahnya terdengar dibuka dan masuklah Siwon yang baru pulang dari rumah sakit.

''Kyu?'' panggilnya.

Kyuhyun mendengar suara suaminya, ''Aku di ruang televisi.'' Teriak Kyuhyun. Tidak lama Siwon muncul dan langsung tersenyum tampan pada istrinya.

''Sedang apa?'' tanya Siwon mendekat.

''Hanya membaca majalah.'' Jawab Kyuhyun menurunkan kakinya sampai menyentuh lantai dan meletakan majalahnya diatas meja. Siwon duduk disebelah Kyuhyun, ''Sudah makan, makan obat, vitamin, buah,...'' Kyuhyun menutup bibir Siwon agar suaminya itu berhenti bicara.

''Sudah semua DADDY!'' Ucap Kyuhyun. Siwon tertawa dan sadar dengan sifatnya yang cerewet. Siwon melihat sekeliling rumahnya, dia merasa ada hawa panas disekitarnya. Apa ada orang lain lagi dirumah itu.

''Kenapa?'' Tanya Kyuhyun menyenderkan kepalanya di matras sofa.

''Tidak apa-apa. Mau melakukan treatment itu?'' Tanya Siwon. Kyuhyun sadar dan ingat dengan treatment yang dokter anjurkan waktu itu. ''Boleh.'' Jawab Kyuhyun. Siwon tersenyum lebar mendegarnya lalu membawa Kyuhyun ke kamar mereka, Kyuhyun bahkan belum memberitahu Siwon soal Jiwon.

Di dalam kamar, terlihat Kyuhyun melepas seluruh pakaiannya dan melilitkan handuk di tubuhnya. Tubuh yang sangat sexy itu perlahan masuk kedalam kamar mandi. Dengan cepat Siwon melakukan hal yang sama, lalu mengambil buku panduan yang sudah diberikan dokter waktu itu.

It's time to treatment.

''Aku sudah menyiapkan semuanya, Kyuu~'' Suara sexy Siwon mendekati Kyuhyun yang tangah berendam di dalam bak besar. Kyuhyun menoleh pada Siwon. Siwon memperlihatkan nampan berisi air hangat dan dingin yang tadi ia ambil dari dispenser di kamarnya, lalu baby oil, handuk dan kapas.

Kyuhyun tercengang karna suaminya sudah sangat mempersiapkan itu. ''Caranya?'' Tanya Kyuhyun terpancing. Dengan cepat Siwon melepas bathrobenya dan masuk kedalam bak, ''Ya!'' Jerit Kyuhyun karena Siwon tidak memakai pakaian.

''Kenapa?'' Tanya Siwon. Dia meletakan nampan di belakang bathup.

''Aku akan mulai.''

Pertama Siwon membersihkan kedua dada Kyuhyun dengan air hangat. Lalu perlahan melakukan pemijatan dengan arah memutar searah jarum jam kemudian berbalik arah. Kyuhyun menahan napasnya untuk tidak bersuara. Siwon melakukan pengurutan dari bawah sampai di bawah nipple. Kedua nipple itu tidak Siwon pijat karena menurut buku nipple tidak memiliki kelenjar dan hanya sebagai penyalur air susu saja.

Setelah selesai, Siwon mengetuk-ngetukan ujung jarinya di atas dada Kyuhyun. Terlihat payudara yang membesar itu bergetar, Kyuhyun semakin berwajah merah. Sampai juga di waktu yang bisa membuat Kyuhyun kelepasan.

Siwon membersihkan nipple Kyuhyun dengan menggunakan baby oil. Pertama ia teteskan baby oil diatas kapas lalu mulai melakukan gerakan mengitari nipple coklat Kyuhyun. ''Hmmp..'' sisi sensitif Kyuhyun bereaksi.

Minyak berfungsi untuk melenturkan dan melembabkan nipple agar saat menyusui nipple tidak mudah terluka. Siwon melakukan gerakan itu sebanyak tiga kali. Melihat nipple Kyuhyun yang tegang dan wajahnya yang memerah membuat Siwon tidak tahan.

Dia pun langsung membersihkan nipple itu dengan air hangat dan dingin. Semua permukaan dadanya pun sudah selesai ia bersihkan. Mengambil handuk dan mengeringkannya.

''Selesai.'' Ucapnya bangga. Kyuhyun menarik napasnya lega.

''Sekarang manjakan adikku bagaimana?'' Tawar Siwon memegangi organ bawahnya. Mata Kyuhyun melebar lalu memukul Siwon, ''Tidak mau! Tidak ada permainan malam ini, aku lelah. Kau mau aku pendarahan jika kelelahan.'' Ancam Kyuhyun.

TOKTOK!

''Eonnie kau di dalam?'' Suara Jiwon. WonKyu berpandangan, ''Iya kenapa?'' Teriak Kyuhyun.

''Seperti suara Jiwon.'' Ujar Siwon merasa aneh, Kyuhyun tersenyum pada Siwon. ''Kami sudah berbaikan, dia akan tinggal dengan kita Siwon.''

''Mwo?!''

''Eonnie pinjam bajumu! Aku kedinginan disini.'' Teriak Jiwon lagi, Siwon masih dalam mode kaget sementara Kyuhyun sudah keluar dari bak dan berjalan untuk mengambil bathrobe pink-nya.

:: Unexpected ::

TBC.

Mengecewakan dan tidak seru.

Updatenya juga telat sekali~ Maaf buat yang udah nunggu apalagi yang selalu ngecek tiap hari hehehe. Thanks for reading!