Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance.

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe pink miliknya. Jiwon terlihat sedang melihat-lihat jalanan sekitar perumahan dari jendela kamar. ''Jiwon?'' Panggil Kyuhyun, adik kandung Siwon itu membalikan badannya pada Kyuhyun. Kyuhyun sengaja berdiri di depan pintu, jadi saat Siwon akan keluar dia bisa menahan pintu. Kyuhyun akan malu jika Jiwon tahu, dia dan Siwon berada di kamar mandi bersama.

''Apa aku boleh meminjam bajumu? Bajuku kotor, malam ini aku akan pulang untuk mengambil baju di rumah.''

''Oh, tentu saja. Sepertinya kita memiliki tubuh yang tidak berbeda jauh, akan aku ambilkan.'' Kyuhyun berjalan ke lemari pakaian, dia dan Jiwon memang sama-sama memiliki tubuh tinggi tetapi tidak kurus seperti Girl Group Korea, bisa dibilang ideal.

''Aku pinjam celana pendek dan kaos saja.''

Kyuhyun memberikan pakaian sesuai dengan permintaan Jiwon. ''Seperti ini?'' Jiwon tersenyum lalu mengambil pakaian itu. ''Terima kasih, aku akan ganti di kamar tamu.'' Jiwon buru-buru keluar dari kamar WonKyu. Kyuhyun hanya geleng-geleng, ''Keluarlah Siwon, dia sudah pergi.'' Ucap Kyuhyun karena tahu Siwon menunggu Jiwon keluar.

''Aigo, anak itu seenaknya saja masuk ke kamar kakaknya. Kyu, lebih baik dia tidak tinggal dengan kita. Aku akan menghubungi Eomma.'' Siwon langsung sibuk dengan ponselnya. Kyuhyun tidak masalah soal Jiwon, kalau dia mau tinggal dengannya boleh tapi kalau tidak juga tidak masalah. Selagi Siwon menghubungi orangtuanya, Kyuhyun berganti pakaian.

''Apa kau takut ketahuan?'' Tanya Kyuhyun tiba-tiba, Siwon mematikan ponselnya yang tidak kunjung di jawab oleh Ibunya. ''Ketahuan apa?'' Siwon tidak mengerti.

''Soal seksualitasmu yang sebenarnya. Jika keluargamu tahu... Sebenarnya kau sangat beruntung bertemu denganku, aku tidak akan memberitahu siapapun kecuali mereka tahu sendiri.''

Siwon langsung diam, sampai kapan dia harus berpura-pura lagi. Kyuhyun terus dan akan terus berpikir jika dia memang menyukai sesama jenis, bahkan Kyuhyun mengkhawatirkan apa yang sebenarnya tidak terjadi. Dia khawatir keluarga Siwon tahu, mengetahui sesuatu yang hanya karangan Siwon.

''Aku tidak takut, kau lupa kalau kita tidur di kamar yang sama dan melakukan hal yang biasa dilakukan pasangan normal. Jadi, apa yang harus aku takutkan?''

''Ah, kau benar juga ya. Kenapa juga aku mau melakukan hal itu bersamamu, sudahlah aku akan turun.'' Kyuhyun keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Siwon berjalan ke dekat lemari, dia jadi kesal sendiri. ''Dia masih bertanya kenapa melakukan itu denganku? Ck, aku ini suaminya dan itu kewajibannya!''

Jiwon keluar dari kamar tamu berbarengan dengan Kyuhyun yang turun dari tangga. ''Kau akan pergi sekarang? Bagaimana kalau Siwon mengantarmu.'' Ucap Kyuhyun. Jiwon tersenyum, ''Tidak perlu, aku bisa naik taksi. Kenapa Eonnie tidak memanggil Oppaku dengan sebutan Yeobo, Oppa atau Cintaku. Kalian berdua tidak romantis.''

Kyuhyun merasa merinding mendengar kata-kata Jiwon, kenapa harus memanggil Siwon dengan sebutan sayang jika dia tidak mencintai pria itu. Lagipula dia tidak suka bersikap manis ataupun manja pada seorang pria, Kyuhyun hanya akan bersikap manis jika ada maunya saja.

''Jiwon, apa yang kau katakan. Berhenti mengomentari hubungan kami.'' Siwon tiba-tiba turun, ''Oppa ini lambat. Jika Oppa seperti itu terus, Kyuhyun Eonnie yang cantik ini akan mencari pria lain. Dari dulu kau tidak berubah Oppa, aku bahkan lupa kapan terakhir kau membawa teman wanita ke rumah atau terlihat mesra dengan lawan jenis.'' Ucapan Jiwon membuat Kyuhyun menahan tawa, ''Ck, dia tidak tahu saja kalau kakaknya tidak normal.''' Pikir Kyuhyun.

Siwon meliriknya dan tahu apa yang ada dipikiran Kyuhyun. Tanpa direncanakan Siwon menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, mata Kyuhyun langsung melotot merasakan sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya.

''Ommo!'' Jiwon pura-pura menutupi wajahnya dengan telapak tangan.

''Kami tidak suka membuang-buang waktu untuk saling memuji, praktek langsung lebih baik.'' Ucap Siwon santai, Kyuhyun menyentuh bibirnya. Sorot matanya menatap tajam Siwon, ''Awas kau Choi.''

''Aku mengerti, Oppa memang seorang Dokter yang sering melakukan praktek termasuk pada pasangan. Sebaiknya aku pergi sekarang, aku tidak mau melihat praktek yang lebih dari itu. Annyeong, Bye Kyu Eonnie!'' Jiwon buru-buru berjalan ke arah pintu utama.

Siwon menyeringai menatap Kyuhyun, ''Yah, praktek memang lebih baik.'' Setelah memastikan Jiwon keluar, Kyuhyun mendekati Siwon lalu menginjak kakinya. ''Dasar manusia mesum!''

''Hentikan sebelum aku melakukan praktek yang lebih jauh!'' Ancam Siwon, Kyuhyun menjauhi Siwon. ''Ya Tuhan, kau ini sangat berbahaya Choi.'' Kyuhyun membuat ekspresi takut, Siwon menatapnya membuat Kyuhyun jadi gugup. ''Aish, lebih baik aku makan malam!'' Kyuhyun berjalan ke dapur. Siwon tersenyum lalu menyentuh bibirnya.

Setelah puas tersenyum sendiri, Siwon mengikuti Kyuhyun ke dapur. ''Kau sedang apa?'' Tanya Siwon melihat Kyuhyun sibuk mencari sesuatu dari dalam kulkas. Kyuhyun mengambil ayam dari freezer, ''Tentu saja masak.'' Jawab Kyuhyun dengan percaya diri, bibir Siwon melengkungkan senyuman. ''Wah kau istri yang baik, Mrs Choi.''

Kyuhyun memutar mata mendengarnya, dia tidak menanggapi ucapan Siwon. Kyuhyun membuka plastik yang membungkus ayam, baru di buka saja sudah membuat Kyuhyun mual. ''Uh, bau sekali.'' Kyuhyun meletakan ayam itu di meja kompor dia malah berlari ke wastafel, Siwon langsung mendekatinya dan mengelus kepala belakang Kyuhyun. ''Uek!'' Kyuhyun berusaha memuntahkan sesuatu yang terasa mual di perutnya, walaupun hanya air liur yang keluar.

''Sudahlah, ayam beku itu memang beraroma kurang sedap dan karena penciumanmu sensitif jadinya kau mual. Lebih baik kita pesan makanan saja, lagipula aku tidak yakin kau bisa mengolahnya dengan benar.''

Kyuhyun mematikan keran air setelah tidak mual lagi, ''Kau benar juga, aku belum pernah memasak ayam. Kenapa juga aku harus repot seperti ini, seperti istri sungguhan saja.'' Kyuhyun jadi mengomeli dirinya sendiri.

''Kau pikir kau bukan istri sungguhan? Kyuh~ kau akan menjadi Ibu sungguhan, belajarlah lebih giat. Setidaknya kau belajar menjadi wanita yang sebenarnya untuk anak kita.''

Kyuhyun diam dan berpikir, jika dia dan Siwon nantinya berpisah, dia tetap akan menjadi seorang Ibu. Jadi kata-kata Siwon benar juga, apa Kyuhyun harus mulai berlatih merawat bayi, membuat makanan bayi atau melakukan pekerjaan seorang Ibu yang lainnya?

''Cepatlah pesan makanan, aku tunggu di ruang televisi.'' Kyuhyun berjalan begitu saja meninggalkan dapur.

Siwon menggelengkan kepala lalu membereskan dapur yang sedikit berantakan. Sebenarnya Siwon sengaja menunda menyewa asisten rumah tangga, dia ingin melihat Kyuhyun belajar menjadi ibu rumah tangga. Tapi sepertinya mustahil, apapun yang Kyuhyun kerjakan pasti berantakan dan malah membahayakan dirinya sendiri.

:: Unexpected ::

22.00 PM.

Kyuhyun tertidur di sofa. Setelah makan malam, mereka menonton televisi sampai Kyuhyun tertidur. Untuk beberapa menit Siwon memandangi wajah damai Kyuhyun, rasanya hal itu membuat hatinya sejuk. Tidak ada Kyuhyun yang suka mengomel atau melakukan pukulan premannya. Hanya ada Kyuhyun yang manis dan damai dalam tidurnya.

''Kau berat juga Kyuh~'' Siwon menggendong Kyuhyun dan membawanya ke kamar mereka. Sepanjang jalan menuju kamar, Siwon kembali menatap wajah Kyuhyun. Seukir senyuman muncul di wajah Siwon, tanpa sadar Siwon mencium pipi Kyuhyun. Siwon sadar dan merasa dia seperti pencuri, mencuri ciuman secara diam-diam dari istrinya.

''Selamat malam Kyuh, selamat malam juga Baby.'' Siwon menyelimuti Kyuhyun lalu menyalakan lampu tidur, sebelum keluar Siwon mematikan lampu kamar. Siwon menghela nafas, ''Semuanya terasa berbeda.'' Gumam Siwon lalu turun ke bawah untuk merapihkan ruang televisi yang berantakan, seperti biasa Kyuhyun yang membuat berantakan tapi Siwon yang merapihkan.

Semuanya memang berubah semenjak Siwon mengenal dan tinggal dengan Kyuhyun. Dulu Siwon termasuk pria yang membosankan, untuk itu kenapa Jiwon tidak pernah melihat Siwon membawa seorang gadis ke rumah. Sepulang kuliah atau bekerja, Siwon hanya akan diam di kamarnya. Jarang sekali dia mengobrol dengan keluarganya, dia hanya keluar saat makan. Jadi Ibu Siwon gembira saat Siwon akan menikah walaupun alasannya membuat Ibunya kaget, tapi Ibunya tetap senang.

:: Unexpected ::

-Kyunghee University-

Kyuhyun kembali dengan rutilitasnya, belajar dan mengerjakan tugas. Dia dan Ryeowook satu kelas hari ini, sedangkan Eunhyuk sepertinya mulai memilih jam kuliah sore karena harus bekerja. Kyuhyun mendengarkan semua yang dosen katakan walaupun ada sebagian yang tidak dia dengar saat dia memikirkan hal lain. ''Bahaya, kedua keluarga ingin bertemu.'' Gumam Kyuhyun pelan.

''Kau bicara apa Kyu?'' Tanya Ryeowook, samar-samar mendengar ucapan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh pada sahabatnya, ''Nanti akan aku ceritakan.'' Jawab Kyuhyun, Ryeowook mengangguk mengerti.

Setelah tidak ada mata kuliah lagi, Kyuhyun dan Ryeowook makan di cafe langganan mereka. Ryeowook meminta agar Kyuhyun banyak makan, dia terlihat kurus walaupun sedang hamil. Kyuhyun mengomel karena Ryeowook seperti Siwon saja yang selalu memintanya makan.

''Sudahlah, aku kuliah karena ingin bersenang-senang. Selama di rumah, aku bosan mendengar Siwon yang selalu menyuruhku makan dan istirahat.''

''Jangan bicara begitu Kyuhyun sayang, makan dan istirahat memang wajib untukmu. Saat ini makhluk kecil di perutmu membutuhkan hal itu, jadi turuti saja kata-kata ayahnya.''

Kyuhyun merinding, ''Kata-katamu kenapa terdengar mengerikan. Aku sudah bosan mendengar itu dari Siwon, Ibuku bahkan mertuaku juga.''

''Oh, apa Eommamu sudah kembali?'' Ryeowook tentu tidak tahu kalau orangtua Kyuhyun kembali tapi sudah pergi lagi.

''Beberapa hari lalu Ibu dan Ayahku datang. Bisa dibayangkan, mereka sangat terkejut soal pernikahanku. Tapi kemarin mereka sudah pergi, entahlah mereka pergi kemana. Entah ke rumah mereka yang di luar negeri atau luar kota, mungkin juga mengecek pekebunan di Jeonju.''

''Apa mereka bertengkar di rumahmu?'' Tanya Ryeowook yang sudah hapal dengan kebiasaan orangtua Kyuhyun itu.

''Jika mereka tidak bertengkar, mereka bukan orangtuaku.'' Kyuhyun menggeleng, ''Mereka tidak akan berubah walaupun sudah tua.'' Ryeowook menyetujui kata-kata Kyuhyun.

''Oh ya, apa yang ingin kau katakan tadi?''

''Masih soal orangtuaku, orangtua Siwon ingin mengadakan pertemuan dengan orangtuaku. Hanya perkenalan keluarga, bagaimana pun kedua belah keluarga tidak saling mengenal.''

''Ah itu benar. Memang seharusnya kedua keluarga saling mengenal mulai sekarang.''

''Menurutku tidak perlu, aku dan Siwon akan berpisah nanti. Untuk apa mengakrabkan kedua keluarga.''

''Apa kau yakin akan berpisah? Bagaimapun dia ayah dari anakmu.'' Ucap Ryeowook tidak setuju, Kyuhyun diam dan mulai berpikir.

:: Unexpected ::

Setelah makan siang, Kyuhyun mengajak Ryeowook ke rumah sakit Siwon. Dia ingin melakukan perawatan yang sudah lama tidak dia lakukan. Siwon menolak karena masih banyak pasien tapi Kyuhyun keras kepala, dia malah memperlihatkan dollar di dompetnya. Tentu maksud Siwon bukan masalah uang, Kyuhyun tidak boleh sering melakukan perawatan saat mengandung. Tapi pada akhirnya Siwon menuruti keinginan Kyuhyun.

Kyuhyun berbaring di ruang perawatan dengan Siwon yang berdiri di sebelahnya bersiap melakukan perawatan pada wajah cantiknya. Ryeowook justru menolak melakukan perawatan dan memilih menunggu Kyuhyun di luar karena dia merasa takut melakukan perawatan dengan mesin yg mirip setrikaan itu.

Siwon mengoleskan krim di wajah mulus Kyuhyun yang sudah di bersihkan. Kyuhyun memejamkan matanya menerima rasa dingin yang menyejukan. Siwon sedikit tertegun melihat wajah mulus Kyuhyun, ''Tunggu 30 menit.'' Ucap Siwon. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya saja.

''Cantik tapi menyebalkan.'' Pikir Siwon.

''Ryeowook, kau benar tidak mau perawatan?'' Tanya Siwon. Ryeowook yang tengah membaca majalah kecantikan menutup majalahnya. ''Choi Siwon aku harap kau jangan menyakiti Kyuhyun.'' Ucapnya. Siwon hanya menggelengkan kepala, ''Walaupun aku menikahinya karena terpaksa, aku bukan tipe pria tidak bertanggung jawab atau suka kekerasan. Kau tenang saja aku tidak akan menyakitinya.'' Ucap Siwon.

''Bukan itu maksudku, tolong jangan sakiti hatinya. Dia mempunyai masalah keluarga, sejak muda dia tidak pernah diperhatikan Ayah dan Ibunya, dia jadi sedikit nakal karena itu.'' Ucap Ryeowook. Siwon melamun dan mengingat bagaimana orangtua Kyuhyun saat bertengkar di rumahnya.

''Choi Siwon kenapa kau melamun?'' Tegur Ryeowook membuat Siwon tersadar dari lamunannya. Siwon bangun dan memakai kacamata beningnya untuk menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.

''Dia itu memang aneh!'' Guman Ryeowook.

Siwon kembali masuk ke ruangan dimana Kyuhyun berbaring. Hatinya merasa aneh setiap kali melihat wajah polos Kyuhyun. Walaupun dia itu menyebalkan dan sangat susah diatur, tapi Siwon tahu kalau Kyuhyun hanyalah anak yang kurang kasih sayang.

''Bangunlah Kyuhyun, sudah saatnya dileser.'' Ucap Siwon membangunkan Kyuhyun. Kyuhyun perlahan membuka matanya, iris coklat karamelnya langsung melihat mata hitam Siwon. ''Aku akan pergi belanja dengan Ryeowook, mungkin aku pulang terlambat.''

''Baiklah, jangan pulang malam.''

''Siwon, kau baik-baik saja?'' Kyuhyun merasa Siwon sedikit pucat. Siwon mengangguk, ''Tentu, aku sehat.'' Jawabnya lalu mulai melakukan treatment terakhir.

:: Unexpected ::

Siwon pulang lebih awal dari biasanya, dia sedikit tidak enak badan jadi pulang sore. Di depan rumah, Siwon bertemu dengan Minho tetangga disamping rumahnya. ''Hyung, kau sudah pulang?'' Tanya Minho ramah. Siwon tersenyum pada pria yang jauh lebih muda darinya, ''Iya, kau sendiri tidak kuliah?'' Siwon balik bertanya.

''Hyung, ada yang ingin aku tanyakan. Bisa kita bicara?'' Siwon menyetujui lalu mereka bicara di rumah Siwon. Kebetulan Kyuhyun belum pulang, dia pasti pergi ke mall atau menonton bersama Ryeowook.

''Ada apa Minho-ya? Apa ada hal perting yang ingin kau bicarakan?''

Minho terlihat gugup, ''Begini.. Hmm, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan Hyung.''

''Pekerjaan? Bukankah kau sudah bekerja sekaligus kuliah?''

''Bekerja disana sulit untuk mengatur waktu Hyung. Sedangkan aku masih harus kuliah, jika tidak bekerja... Bagaimana dengan istriku?''

Siwon jadi berpikir kalau menikah di usia yang terlalu muda membutuhkan keberanian yang besar. Minho termasuk anak muda yang bertanggung jawab, dia mau bekerja keras demi istrinya.

''Hyung akan coba bertanya pada Ayah Hyung, semoga ada posisi yang sesuai denganmu.''

''Terima kasih Hyung!'' Minho refleks bangun dan memeluk Siwon, ''Terima kasih!'' Minho sangat gembira, Siwon membiarkan Minho memeluknya karena dia juga merasa senang membuat orang lain bahagia.

''Astaga! Apa yang sedang mereka lakukan? Jangan-jangan!'' Kyuhyun tidak percaya melihat Siwon dan Minho berpelukan, ''Tega sekali mereka pada Taemin yang manis, Siwon kau jahat sekali.'' Kyuhyun tidak percaya, Siwon akan melakukan hal itu pada tetangganya sendiri yang sudah menikah.

''Hyung, aku pulang dulu. Terima kasih atas semuanya.'' Minho berpamitan, saat membalikan badan dia melihat Kyuhyun yang tengah memperhatikan mereka berdua. ''Oh, Noona sudah pulang. Aku pulang dulu ya Noona, annyeong!'' Minho tersenyum ramah dan berpamitan tapi Kyuhyun meresponnya dengan dingin. ''Masih bersikap ramah, padahal kau sudah menghianati istrimu.''' Pikir Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun menutup pintu lalu menguncinya, dia menatap Siwon kesal. ''Kau tega sekali, Siwon!'' Kyuhyun berjalan mendekati Siwon. Siwon mengerutkan alisnya, ''Memangnya apa yang sudah aku lakukan?'' Siwon kebingungan.

Kyuhyun meletakan tas dan jaketnya di sofa, dia menatap Siwon sambil menggeleng-gelengkan kepala. ''Mereka masih pengantin baru, seharusnya mereka masih dalam masa-masa bahagia. Tega sekali kau!''

Siwon semakin tidak mengerti, ''Siapa yang kau bicarakan, kau ini aneh sekali.'' Siwon berjalan naik ke lantai dua, Kyuhyun menahan diri untuk tidak berteriak. ''Ketidaknormalanmu berdampak juga pada orang lain, tapi kenapa harus Minho? Anak muda yang sudah menikah, benar-benar tega!''

Kyuhyun berpikir jika Siwon dan Minho memiliki hubungan terlarang tapi pada kenyataannya Minho begitu mesra dengan istrinya. Kyuhyun suka menyimpulkan sesuatu pada hal yang dilihatnya, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Minho masih asyik menerima pijatan dari istri cantiknya.

''Terima kasih cintaku, kau memang yang terbaik.'' Minho mengecep mesra bibir istrinya.

''Kau yang terbaik sayang, kau suami yang hebat dan aku sangat mencintaimu.'' Taemin balas mencium Minho.

Kyuhyun masih saja berpikir jika Siwon sudah mengganggu rumah tangga orang lain. Dia masih mendiamkan Siwon dan selalu menatap Siwon dengan kesal, Siwon jadi tidak tahan juga. ''Sebenarnya kau kenapa Kyuhyun?'' Siwon sedikit membentak.

''Masih tanya? Kau itu punya perasaan tidak?''

Siwon yang merasa tidak enak badan, memilih berbaring. Dia sama sekali tidak mengerti kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun kesal karena Siwon selalu mengelak dan mengakhiri perbicaraan.

''Choi Siwon bangun!'' Kyuhyun menarik selimut Siwon, ''Apa lagi? Aku mengantuk sekarang!'' Siwon menarik lagi selimutnya.

''Aku tahu kau tidak normal, tapi jangan mengganggu rumah tangga orang lain. Cari saja pria lajang di luar sana.''

Siwon membuka lagi selimutnya, ''Oh, ini soal Minho? Kau pikir aku dan Minho memiliki hubungan? Itu pemikiran yang konyol Kyuhyun!'' Siwon duduk di tempat tidur, dia tidak percaya Kyuhyun akan berpikiran seperti itu.

''Itu sudah jelas, kau berpelukan dengan Minho. Kenapa juga kau pulang lebih awal, pasti untuk bisa mengobrol berdua dengan Minho. Aku sangat kasihan pada istrinya, Taemin itu sangat mencintai suaminya.''

''Kau kasihan pada Taemin atau kau cemburu padaku?''

Kyuhyun diam, kenapa sekarang Siwon yang mencurigainya. Seharusnya Kyuhyun yang marah dan mencurigai hubungan Siwon dengan Minho. Bukan Siwon yang berpikiran macam-macam seperti itu. Kyuhyun mendadak tidak bisa berpikir dan tidak bisa menjawab pertanyaan Siwon.

''Aku yang terlebih dahulu bertanya, kenapa kau balik bertanya?'' Kyuhyun memalingkan wajah, entah kenapa rasanya dia sulit bicara.

''Kyuhyun, aku tidak memiliki hubungan seperti yang kau pikirkan. Aku hanya ingin membantu Minho, dia membutuhkan pekerjaan, jadi aku mencoba mencarikannya pekerjaan di kantor ayahku. Kau sudah marah-marah tanpa tahu apa yang terjadi, kau membuatku tambah pusing.'' Siwon berbaring kembali dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

''Terserah kau saja, lagipula aku tidak peduli.'' Kyuhyun keluar dari kamar. Siwon membuka sedikit selimutnya, ''Kenapa membahas hal yang tidak penting sih, membuatku pusing saja.'' Siwon menghela nafas lalu tidur.

Kyuhyun jadi kesal sendiri. Bukan salahnya kalau mengira Siwon dan Minho memiliki hubungan terlarang, Siwon sendiri yang mengaku jika dia berbeda dari orang kebanyakan. Tapi Siwon menyangkal dan justru berkata dia ingin membantu Minho. Kyuhyun tidak mau peduli lagi, terserah jika Siwon memiliki hubungan dengan siapapun. Dia juga malas memikirkan orang lain sementara dia sendiri banyak masalah.

''Aku lapar.'' Kyuhyun berjalan ke dapur, ternyata sudah ada makanan di dalam lemari makanan. ''Apa Siwon yang membelinya?'' Kyuhyun tidak mau peduli dan memilih makan, tapi dia merasa tidak enak karena Siwon tidak ikut makan bersamanya.

''Ah, merepotkan!'' Kyuhyun naik lagi ke lantai atas dan masuk ke kamar. ''Siwon, saatnya makan malam. Cepatlah turun, aku sudah lapar.'' Kyuhyun berniat keluar lagi tapi Siwon tidak juga bangun. Kyuhyun mendekati tempat tidur, ''Anakmu sudah lapar, apa kau tidak mau makan?'' Kyuhyun berusaha menarik selimut Siwon tapi tangan Siwon memegangi pergelangan tangan Kyuhyun.

''Engh, Kyuh~'' Suara Siwon serak, tangan Siwon juga terasa panas. ''Apa kau sakit?'' Kyuhyun naik ke tempat tidur dan memeriksa kening Siwon, ''Kau panas!'' Kyuhyun menjauhkan tangannya dari kening Siwon, dia memeriksa leher Siwon. ''Kau benar-benar demam.'' Kyuhyun berniat turun untuk mengambil air dan handuk tapi Siwon menahan, ''Jangan dekat-dekat denganku, nanti kau tertular.''

''Choi, kau itu sakit dan aku tidak mungkin diam saja. Jika aku membiarkanmu, kau akan semakin sakit.'' Kyuhyun menjauhkan tangan Siwon dan turun dari tempat tidur. Dia masuk ke kamar mandi, mengambil air dingin dan handuk kecil.

''Apa kau mau mandi air hangat?'' Tanya Kyuhyun sambil mengompres Siwon, Siwon menahan Kyuhyun lagi. ''Kyuh~ Aku tidak mau kau tertular.'' Kekeh Siwon. ''Siwon jangan banyak bicara, sekarang aku akan merawatmu jadi lebih baik kau turuti aku. Aku juga tidak akan tertular, mengerti?''

Setelah mengompres dan membiarkan handuk basah menempel di atas kening Siwon, Kyuhyun mengambil kotak obat. ''Untung kita mempunyai obat demam, aku akan ambil makanan dan air.'' Kyuhyun keluar dari kamar, Siwon menyentuh handuk di keningnya. ''Aku membuatnya repot, seharusnya dia banyak istirahat.''

Kyuhyun tidak tahu kenapa seperti itu, tapi rasanya dia memiliki kewajiban untuk merawat Siwon. Memang saat di rumah sakit, Siwon sudah menjaganya jadi dia merasa kalau sekarang saatnya dia yang menjaga dan merawat Siwon.

''Tidak ada bubur, roti saja kalau begitu.'' Kyuhyun mengambil dua lembar roti tawar dan air putih hangat. Meletakan keduanya di atas nampan lalu membawanya ke kamar.

''Karena tidak ada bubur, kau makan roti saja ya.'' Kyuhyun menyuapi Siwon, Siwon tidak menolak karena ingin menghargai Kyuhyun. Walaupun rasanya tenggorokannya kering dan sakit. Dengan susah payah Siwon memcoba menelan roti itu, sementara Kyuhyun terus saja menyuapinya tanpa memberi minum.

''Hmmm, aii-air.'' Siwon kesulitan bicara, Kyuhyun memberi Siwon air minum. Setelah minum Siwon menolak suapan selanjutnya, ''Langsung minum obat saja, sudah cukup rotinya.''

Kyuhyun menurut dan membantu Siwon meminum obat. Setelahnya, Kyuhyun kembali mengecek kompresan di kening Siwon. ''Sebaiknya kau berendam di air hangat, aku dengar air hangat bisa menurunkan panas.'' Ucap Kyuhyun kekeh dengan kemauannya. Siwon menggeleng tanda tidak mau, tapi Kyuhyun keras kepala dan malah masuk ke kamar mandi.

''Dia keras kepala sekali, sudah mau malam tapi dia memaksaku berendam.'' Ucap Siwon dalam hati.

Kyuhyun menyiapkan air hangat di dalam bak mandi, setelah dia merasa hangatnya pas, Kyuhyun keluar untuk membantu Siwon. Tapi dia tiba-tiba ingat, ''Itu artinya, aku akan melihatnya polos dan...'' Kyuhyun merasa bodoh dengan apa yang dilakukannya. Tentu saja Siwon sedang sakit dan dia harus membantu melepas pakaian dan menunggui Siwon termasuk membantu memakaikannya pakaian juga.

Kyuhyun keluar dari kamar mandi, Siwon sudah duduk di tempat tidur. ''Siwon, airnya sudah siap.'' Ucap Kyuhyun tanpa mendekati Siwon. Siwon berusaha bangun, tubuhnya lemas dan bahkan hampir terjatuh tapi Kyuhyun langsung membantu menahannya. ''Kenapa tidak hati-hati.'' Omel Kyuhyun memegangi Siwon yang merangkul pundaknya.

''Aku berat Kyu, lepaskan aku. Aku tidak mau menyakitimu, kau juga baru pulih Kyuh~''

''Tidak masalah, aku kuat Siwon!'' Kyuhyun terus membantu Siwon berjalan. Kyuhyun membawa Siwon ke kamar mandi lalu mendudukan Siwon di atas toilet yang tertutup. ''Kau bisa membuka baju sendiri kan?'' Kyuhyun buru-buru mengalihkan pandangannya setelah mengatakan itu.

''Iya, aku bisa.'' Jawab Siwon. Kyuhyun membalikan badannya membelakangi Siwon, Siwon membuka pakaiannya sampai tersisa boxer saja. ''Sudah.'' Ucap Siwon memberitahu, dengan takut-takut Kyuhyun membalikan badannya ke arah Siwon. Dia sedikit menutup matanya, tapi dia lega karena Siwon memakai boxernya. ''Itu tidak di buka?'' Dengan berani Kyuhyun menunjuk tengah-tengah paha Siwon.

''Tidak perlu, lagipula berendam tidak perlu telanjang.'' Siwon menggaruk tengkuknya sendiri. ''Oh, iya kau benar juga.'' Kyuhyun merasa bodoh dan mesum. ''Baiklah, aku bantu kau ke bak mandi.'' Kyuhyun memapah Siwon lagi sampai Siwon masuk ke dalam bak, nafas Kyuhyun naik-turun karena tubuh Siwon menguras tenaganya. Kyuhyun duduk disisi bak, ''Huh~ huh~''

''Kau baik-baik saja?'' Siwon khawatir. Kyuhyun mengangguk, ''Iya, kau berendam saja.'' Kyuhyun berniat bangun tapi karena celana Kyuhyun licin, dia malah terjatuh ke dalam bak. ''Kyuh!'' Teriak Siwon panik.

''A-aku baik-baik saja.'' Kyuhyun malah tersenyum karena sekarang dia basah, ''Gara-gara kau!'' Kyuhyun menyipratkan air pada Siwon. Siwon ikut tersenyum, ''Kita berendam bersama saja.'' Siwon memainkan matanya. ''Tidak mau!'' Kyuhyun berusaha bangun, dia malah bertumpu pada paha Siwon. Dan anehnya dia menyentuh milik Siwon, ''Kyuh~'' Siwon merasa jari Kyuhyun sedikit menyentuh miliknya. Kyuhyun kaget dan langsung berdiri, ''Maaf!''

''Jangan terburu-buru seperti itu, astaga kau itu tidak pernah bisa hati-hati.''

Kyuhyun masih merasa malu lalu turun dari bak, ''Jika sudah selesai, panggil aku.'' Ucap Kyuhyun lalu keluar dari kamar mandi. Siwon tersenyum, ''Choi Kyuhyun! Eh, Choi?'' Siwon tersenyum geli.

Kyuhyun terus memperhatikan telapak tangannya, ''Ukh, membuatku geli. Astaga!'' Kyuhyun menggibas-gibaskan tangannya sendiri. Pintu kamar mandi terbuka, Siwon keluar dengan handuk di pinggangnya. ''Eh, kenapa kau tidak memanggilku.'' Kyuhyun buru-buru membantu Siwon. ''Tidak apa-apa, aku bisa jalan sendiri.''

Kyuhyun tetap membantunya sampai duduk di tempat tidur. Kyuhyun mengecek kening Siwon, ''Syukurlah panasnya sudah turun, hmm cepat pakai bajumu. Oh aku akan ambil bajumu.'' Kyuhyun merasa kepalanya pusing, dia memegangi pelipisnya. Siwon langsung berdiri, ''Sudah kau istirahat saja, kau pasti lelah Kyu.'' Siwon memegang pundak Kyuhyun. Kyuhyun menatapnya, ''Aku baik-baik saja, hanya pusing sedikit.''

''Maafkan aku, aku sudah membuatmu repot. Kau harus istirahat Kyu, kau...''

Kyuhyun malah memeluk Siwon, ''Aku baik-baik saja, kemarin kau sudah merawatku jadi sekarang aku yang akan merawatmu.'' Siwon tersenyum lalu balas memeluk Kyuhyun. ''Terima kasih, Kyu.'' Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu menatap Siwon, ''Walaupun lelah, tapi ini pengalaman pertamaku.'' Siwon mengelus pipinya, ''Terima kasih.'' Kyuhyun cemberut, ''Aku bosan mendengar kata terima kasihmu!''

''Bajumu basah, ayo ganti bajumu Kyuh~''

:: Unexpected ::

Keesokan paginya, saat membuka mata Kyuhyun langsung mengecek kondisi Siwon. Suhu tubuh Siwon sudah mulai normal, tapi wajahnya masih pucat. Kyuhyun merasa lega karena usahanya tidak sia-sia. Entah kenapa Kyuhyun merasa bahagia karena dia merasa berguna. Selama ini dia tidak pernah melakukan apapun untuk orang lain, yang ada orang lain yang harus direpotkan olehnya.

''Selamat pagi.'' Siwon tersenyum karena Kyuhyun tengah memandanginya. Kyuhyun sadar dengan jaraknya yang terlalu dekat dengan Siwon. ''Syukurlah kau sudah sembuh Siwon.'' Kyuhyun langsung menjauhkan tubuhnya. Siwon tersenyum, tangannya menyentuh tangan Kyuhyun. ''Terima kasih Kyuh~''

Kyuhyun menatap Siwon, ''Aku bosan mendengar kata terima kasih, sudahlah lebih baik sekarang kita sarapan.'' Kyuhyun turun dari tempat tidur lalu memakai sandal berbulunya. ''Musim dingin belum juga berakhir.'' Gumam Kyuhyun sambil keluar dari kamar. Siwon tersenyum mengingat semua yang terjadi semalam. Dia merasa beruntung karena ada Kyuhyun yang merawatnya.

Kyuhyun menyiapkan sarapan seadanya, lagipula dia tidak bisa memasak. Siwon turun untuk sarapan, dia tidak mungkin merepotkan Kyuhyun setelah semalam dia membuat Kyuhyun kurang tidur dan lelah.

''Kyu lebih baik kau diam saja, biar aku yang menyiapkan sarapan.''

''Kenapa kau turun, lebih baik kau istirahat saja. Sudah, semuanya sudah siap. Karena kau sudah turun, sekarang duduk dan kita sarapan.'' Kyuhyun membantu Siwon duduk. Siwon tidak membiarkan Kyuhyun jauh, dia memeluk pinggang Kyuhyun dari samping. ''Kau harus ingat kondisimu sendiri Kyu, kau baru keluar dari rumah sakit beberapa hari lalu.''

Kyuhyun mengelus tangan Siwon dipinggangnya, ''Aku sudah sehat, lebih baik kau pikirkan kesehatanmu. Aku tahu kau sakit karena terlalu banyak bekerja, kau bekerja untukku juga kan.''

''Aku bekerja keras untuk kita bertiga, aku ingin memberikan yang terbaik untuk anak kita.''

Kyuhyun tersenyum, ''Aku tahu itu, kau sangat menyayanginya.'' Kyuhyun melepaskan tangan Siwon dari pinggangnya lalu duduk di depan Siwon. ''Ayo kita makan sekarang.'' Siwon mengikuti Kyuhyun sarapan.

:: Unexpected ::

:: Unexpected ::

Incheon International Airport.

Pesawat dengan nomor penerbangan GT 6606 baru saja mendarat. Penumpang dengan tujuan New York-Seoul baru saja meninggalkan bandara termasuk seorang pria tampan yang baru saja keluar dengan wajah dinginnya. Menarik koper hitamnya, pria itu naik ke dalam taksi yang akan membawanya ke tempat tujuan. Sedikit menurunkan kacamata hitam yang sekarang menggantung di hidung mancungnya, pria itu meraih ponselnya.

''Gangnam District.'' Ucapnya pada supir taksi. Supir itu hanya menganggukan kepala tanda mengerti.

Dia tidak memberitahukan soal kepulangannya pada siapapun, memang dia tidak merencanakan untuk kembali ke tempat kelahirannya secepat ini. Namun dia merasa jika ada sesuatu yang harus dia urus, ''Temui aku besok di tempat biasa.'' Ucap pria itu melalui ponselnya.

''Kau sudah sampai di Seoul?''

''Yes, sampai jumpa besok!''

Sudah menjadi kebiasaan, pria itu tidak menyukai basa-basi. Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan, dia langsung memutuskan panggilan. ''Kau akan terkejut, shiksin.''

:: Unexpected ::

TBC.