Unexpected.
Cross Gender, Friendship, Romance.
Choi Siwon x Cho Kyuhyun.
One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.
:: Unexpected ::
Author's Pov-
Kyuhyun merasa sangat bosan, dia memaksa untuk ikut dengan Siwon ke acara amal yang diadakan di halaman rumah sakit. Acara pengobatan gratis bagi orang yang kurang mampu setiap tahunnya selalu mendapat sambutan yang baik. Siwon mulai sibuk menangani warga yang datang untuk mendapatkan pengobatan.
Dokter Jin juga ada sebagai ketua penyelenggara, Kyuhyun mendekati dokter itu. ''Dokter, saya Kyuhyun istri Dokter Choi. Anda masih ingat?''
Dokter paruh baya itu membenarkan kacamatanya lalu menganggukan kepala, ''Tentu saja, senang bertemu denganmu lagi Kyuhyun.'' Jawab Dokter Jin.
''Bolehkan saya membantu, kebetulan saya kuliah jurusan psikolog mungkin bisa memberikan motivasi untuk para pasien yang takut memeriksakan penyakit.'' Pinta Kyuhyun dengan sangat menyakinkan. Dokter Jin menatap Siwon sebentar, apa benar Kyuhyun bisa diandalkan? Tapi jika melihat Siwon yang jenius, mungkin saja Kyuhyun juga hebat.
''Baiklah, Kau bisa membantu orang-orang yang takut mendonorkan darah.'' Ucap Dokter Jin, Kyuhyun tersenyum dan berterima kasih.
Setelah mendapatkan persetujuan, dia tersenyum kearah Siwon lalu mendekati posko donor darah. Kyuhyun memakai sarung tangan putihnya, ''Siwon aku juga bisa sepertimu! Ya, Cho Kyuhyun juga hebat!'' Ucapnya memuji diri sendiri.
''Wah, Nona silahkan duduk. Anda ingin mendonorkan darah bukan? Astaga itu adalah perbuatan yang sangat mulia. Anda tahu, setiap tahun pasokan darah banyak mengalami penurunan, beruntungnya anda datang dan mendonorkan darah.'' Ucap Kyuhyun pada seorang wanita yang terlihat tidak bisa mengatakan tujuannya karena Kyuhyun terlebih dulu menarik dan bicara.
Kyuhyun meminta wanita itu untuk berbaring, ''Maaf saya kesini...'' Kyuhyun memotong, ''Tenang saja, rasanya tidak sakit. Hanya seperti digigit semut. '' Ucap Kyuhyun lagi. Dia bahkan sudah mengikat lengan sebelah kiri wanita itu, tepatnya diatas sedikit sikunya.
''Tunggu sebentar, kita tunggu suster Lee.'' Ucap Kyuhyun. Dia terus tersenyum merasa bujukannya sangat manjur. ''Nona, aku datang untuk...'' Wanita itu tidak melanjutkan ucapannya dan terus menggaruk lehernya.
Kyuhyun mengira jika wanita itu gugup, ''Jangan gugup, lama sekali suster itu. Bagaimana kalau aku saja yang mengambil darah.'' Kyuhyun langsung menyiapkan suntikan dan peralatan lainnya. Wanita itu semakin takut, ''Nona, aku mohon jangan...''
Kyuhyun sudah mengacungkan suntikannya tepat di depan lengan wanita itu, ''Kita beri alkohol.''
''Kyuhyun apa yang kau lakukan?'' Tiba-tiba Siwon datang, dia melihat wajah wanita yang akan Kyuhyun suntik sudah begitu merah. Ditambah tangannya terus menggaruk lehernya, ''Dokter tolong aku, wanita ini akan mengambil darahku padahal aku mempunyai penyakit kulit yang parah.'' Ucap wanita itu.
Kyuhyun menjatuhkan suntikannya, wajahnya sangat kaget, ''Mwo?''
Siwon sudah tahu jika akan seperti ini. Siwon melepaskan ikatan di tangan wanita tadi, meminta maaf dan meminta wanita tadi untuk pergi ke tempat khusus penyakitnya. Ternyata wanita tadi hanya salah tempat dan hampir saja darahnya akan menjadi sumber penyakit bagi para pasien lain.
Siwon menatap tajam Kyuhyun, Kyuhyun hanya mampu menundukan kepalanya. Siwon menarik tangan Kyuhyun agar keluar dari tenda, ''Bagaimana? Aku sudah katakan jangan melakukan hal seenaknya.'' Ucap Siwon.
Kyuhyun menundukan kepalanya, ''Maaf, aku hanya ingin membantu.''
''Hampir saja kau membuat semua orang yang menerima darah wanita itu terkena penyakit berbahaya.'' Ucap Siwon lagi.
Kyuhyun semakin menundukan kepalanya, ''Maafkan aku.'' Lirihnya. Dia juga bisa melihat banyak orang yang membicarakannya.
''Kau tunggu aku dimobil, sebentar lagi acara selesai.''
Kyuhyun menurut dan berjalan masuk kedalam mobil. Dia hanya diam menyaksikan Siwon yang tengah mengobati pasien, dia sungguh merutuki dirinya sendiri yang bodoh. ''Aku memang bodoh dan sangat berbeda dengan Siwon. '' Ucapnya.
Sambil mengobati, sesekali Siwon menatap ke arah mobilnya. Dia sebenarnya tidak tega membiarkan Kyuhyun sendiri dan tadi dia sudah memarahinya. Setelah pasien mulai sepi, Siwon meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu. Dokter Jin mengijinkan dan berterima kasih pada Siwon.
Siwon masuk ke dalam mobil lalu memberikan botol air mineral pada Kyuhyun, ''Minumlah, apa kau lelah?'' Tanya Siwon. Kyuhyun yang baru menutup matanya membuka kembali dan mengambil air yang diberikan Siwon, ''Apa sudah selesai?'' Tanya Kyuhyun sambil meneguk airnya.
''Aku meminta pulang duluan, lagipula acara hampir selesai dan pasien tinggal beberapa lagi.''
''Perutku lapar, bagaimana kalau kita makan sesuatu.''
''Hmm, baiklah.''
:: Unexpected ::
''Apa yang kau dapat dari pengobatan gratis, Choi?'' Tanya Kyuhyun tiba-tiba sambil menyantap makanan di salah satu kedai dekat rumah sakit.
''Makan saja, jangan banyak tanya.'' Jawab Siwon dingin. Kyuhyun berdecak, ''Kau bahkan tidak mendapatkan uang. '' Decak Kyuhyun dengan mulut penuh. Kedai di daerah Mapo-gu Seoul itu tengah ramai oleh ibu-ibu yang baru selesai berdemo. Suasana menjadi cukup bising dan bau alkohol.
''Siwon~ Enak sepertinya minum soju. Kau kan tahu makanan ini lebih lezat jika dinikmati dengan soju.'' Rayu Kyuhyun menatap penuh minat deretan botol Soju yang tengah dinikmati ibu-ibu itu. Bahkan air liurnya nyaris menetes, sanking inginnya.
''Siwon~ jika dia yang minta bagaimana?'' Ucapnya lagi menunjuk-nunjuk perutnya.
''Tidak! Sekalipun aku itu Dokter kecantikan dan kulit, aku tahu dan mempelajari pelajaran dokter umum. Selain itu, aku juga kuliah psikolog dan aku tahu jika psikologismu sedikit terguncang akibat terlalu banyak minum.'' Ucapan Siwon yang terakhir justru menyinggung perasaan Kyuhyun, dia menangis sesegukan sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
''Hiks..hiks.. Huuu.. Aku memnagghh... Huu... Gila... Hiks... Hiks... Bahkann.. Kau mengataiku... Begitu... Huuu...huu...'' Tangisnya membuat semua yang berada dikedai itu menoleh pada mereka.
''Dia jahat sekali, mengatai kekasihnya gila. Astaga jika anakku punya pacar seperti dia aku sudah hajar!''
''Dia sepertinya belum pernah merasakan tonjokan wanita!''
Siwon merinding melihat tatapan menyeramkan ibu-ibu yang mengarah padanya. Di tambah penampilan ibu-ibu yang selesai berdemo itu nampak menyeramkan, kepalanya diikat kain kuning dengan wajah yang terdapat coretan aneh.
''Huuuuuu... kauu jahattt.. Huuuhhuuu...'' Kyuhyun masih menangis, malah semakin parah saja. Siwon semakin takut lalu menarik tangan Kyuhyun, ''Kita beli Wine!'' Ajaknya yang tentu membuat Kyuhyun senang dan menurut saat pria itu membawanya keluar.
''Anak zaman sekarang, hobi membuat wanita menangis.''
''Dia sama saja seperti boss kurang ajar itu! Kita sudah berdemo berkali-kali tetap saja gaji kita tidak dinaikan.''
Kyuhyun tersenyum lebar saat Siwon membawanya keluar menuju mobil. ''Siwon~ kita jadi kan beli Wine?'' Ucapnya manis. Siwon melepaskan genggamannya dan menatap Kyuhyun, ''Tidak!'' Tolaknya.
Kyuhyun berwajah kesal lagi, ''Mwo! Kau membohongiku?'' Siwon menulikan kupingnya, pura-pura tidak mendengar ucapan Kyuhyun. Siwon masuk ke dalam mobil diikuti Kyuhyun. Kyuhyun terus saja mengomel dan mengatai Siwon, dia sangat kesal karena Siwon sudah membohonginya.
''Berhenti bicara, apa kau sudah benar-benar tidak waras?'' Bentak Siwon merasa lelah mendengar omelan Kyuhyun.
''Sepertinya kau memang ingin memiliki istri tidak waras, kau sendiri tadi bilang begitu.''
Siwon menarik nafasnya, ''Ya Tuhan, kapan kau dewasa? Beberapa bulan lagi kau akan menjadi seorang Ibu, apa kau mau membunuh anakmu dengan meminum alkohol?''
''Aku hanya ingin minum sedikit, itu tidak berbahaya.''
Siwon menunduk lalu mencium perut Kyuhyun, ''Jangan memikirkan dirimu sendiri, mulai sekarang pikirkan anakku.'' Siwon tersenyum, Kyuhyun hanya diam melihat sikap Siwon.
:: Unexpected ::
At Swimming Pool.
Eunhyuk tertawa puas karena sudah berhasil mengerjai seorang Lee Donghae. Dia sengaja menyuruh Donghae mengambil bola-bola kecil yang ia lempar kedalam kolam, alasannya agar Donghae bisa terbiasa dengan air dan membuat tubuhnya ringan di air. Padahal tidak ada teori aneh seperti itu.
''Lebih cepat Donghae! Kau ini bodoh sekali sih!'' Teriak Eunhyuk dari tepi kolam. Hari ini hanya Donghae yang menjadi muridnya dan dia bebas membalas perbuatan Donghae.
''Ya! Aku sudah lelah, kapan belajarnya.'' Donghae muncul dari air dan menangkup kepalanya disisi kolam renang. Eunhyuk berjongkok di depannya, ''Hey ini termasuk latihan Pabbo! Sekarang belajar dulu bernafas, cepat!'' Perintah Eunhyuk.
Donghae malah menatapnya tajam, Eunhyuk mendorong kepala Donghae agar masuk kedalam air, ''Cepatlah!'' Donghae tidak bisa menolak dan mulai menenggelamkan kepalanya kedalam air. Hanya 1 menit dia sudah mengeluarkan kepalanya, ''Hah... Aku tidak bisa bernapas.''
''Sekarang berputar di dalam air.'' Perintah Eunhyuk, Donghae kembali tidak terima, ''Apa-apaan itu, apa kau tidak salah!'' Ucap Donghae. Eunhyuk terkikik pelan, ''Cepat lakukan, itu untuk menyeimbangkan tubuhmu didalam air.'' Kata Eunhyuk.
Donghae yang sepertinya bodoh lalu mulai melakukan perintah Eunhyuk, dia akhirnya pusing sendiri dan hampir pingsan, refleks dia jadi tenggelam. ''Tolonghhhssh!'' Teriak Donghae. Kepalanya yang pusing dan tidak bisa berenang membuatnya jadi tenggelam. Eunhyuk kaget melihatnya lalu masuk ke dalam air dan menolong Donghae.
''Gweanchana?'' Eunhyuk menekan dada Donghae, sampai Donghae batuk dan mengeluarkan air. ''Ukkuhhkkk...'' Donghae menundukan kepalanya mengeluarkan air dari paru-parunya.
''Kau ini instruktur gadungan! Aku akan menuntutmu!'' Kesal Donghae. Eunhyuk merasa bersalah dan benar juga dia sudah salah membalas dendam.
''Maafkan aku, aku tidak bermaksud...''
''Kau ini balas dendam? Kau masih marah karena aku tidak mengakui kalau aku pernah tinggal denganmu? Dengar, itu hanyalah masa lalu Eunhyuk.'' Potong Donghae.
Eunhyuk jadi sedih jika ingat masa lalunya, ''Maaf, aku tidak seharusnya balas dendam.'' Ucapnya. Donghae bangun dan memakai bathrobe, ''Aku mau keluar saja!'' Ucapnya.
Eunhyuk menahan, ''Aku akan mengajarimu serius, sebagai guru.'' Tahan Eunhyuk. Bukannya menjawab, Donghae malah menatap tubuh sexy Eunhyuk yang memakai baju renang, ''Sejak kapan wanita dada rata itu jadi sexy?'' Pikir Donghae. Eunhyuk menyadari itu lalu memukul Donghae, ''Dasar pervert!''
Donghae memegangi tangan Eunhyuk yang memukulnya, ''Walaupun sekarang kau sexy, aku masih tidak bisa melirikmu. Setidaknya kau berhasil membuat dadamu tidak rata seperti dulu, namun masih banyak artis yang lebih darimu. Kau jangan patah hati ya, jika banyak rumor soal hubunganku dengan para artis.'' Ucap Donghae yang menyulutkan lagi emosi Eunhyuk.
''Sialan! Memangnya aku peduli, skandal dengan artis panas saja kau bangga. Dengar Lee Donghae, aku bisa mendapatkan pria lebih baik darimu. Aku juga tidak berpikir untuk kembali denganmu, dasar pria tidak punya hati.'' Eunhyuk marah-marah lalu pergi, Donghae malah mengikutinya.
''Hey, kapan aku belajar!'' Teriaknya, dengan cepat Eunhyuk menoleh dan bersiap menghajarnya. Tapi dia malah tersandung membuatnya menimpa Donghae dengan bibir yang menempel dibibir Donghae, ''Hmmmp!''
:: Unexpected ::
Three Days Later, Weekend.
Kyuhyun berpura-pura tidur, padahal matanya mengawasi Siwon yang baru selesai mandi. Pria athletis itu tengah menyisir rambutnya di depan meja rias, Siwon tahu kalau Kyuhyun memperhatikannya tapi dia hanya berpura-pura tidak tahu. Siwon sudah berpakaian rapih karena hari ini dia berjanji akan mengajari teman Yuri belajar bahasa Korea.
''Jika tidak mengantuk lebih baik bangun dan lakukan hal yang berguna.'' Ucap Siwon pada Kyuhyun. Kyuhyun tertangkap basah sudah berpura-pura tidur, Kyuhyun membuka selimut dan duduk di tempat tidur. ''Kau mau kemana?'' Tanya Kyuhyun.
Siwon menatap Kyuhyun melalui cermin, ''Sesuai janjiku, aku akan menemani Yuri mengajar temannya yang bule belajar bahasa Korea.''
Kyuhyun langsung bangun mendekati Siwon, ''Oh yang waktu itu ditawarkan padamu, aneh sekali kenapa dia tidak sendiri saja.'' Kyuhyun memutar mata, Siwon hanya tersenyum melihatnya. ''Dia kan sudah bilang jika kemampuan bahasa inggrisku lebih baik darinya, kau lupa?'' Siwon memainkan mata.
Kyuhyun semakin jengkel, ''Aku tidak mau peduli soal itu, sebelum pergi jangan lupa siapkan makanan untukku.'' Kyuhyun berjalan keluar dari kamar. Siwon menggelengkan kepala, ''Sabar Choi Siwon~''
Kyuhyun mulai berencana untuk mengikuti Siwon, dia juga merasa penasaran dengan bule yang akan Siwon ajari itu. Apakah bule itu memiliki tubuh sexy, putih, berambut pirang, bermata biru dan berdada besar. Kyuhyun mencari kacamata hitam dan syal untuk menyamar, Siwon sudah keluar dari kamar dan sedang memakai sepatu di depan pintu.
''Aku pergi dulu, Kyuhyun.'' Pamit Siwon.
Kyuhyun buru-buru turun untuk mengikuti Siwon, dia tidak lupa memakai kacamata dan syal untuk menutupi dada dan sebagian wajah bagian bawahnya. Kyuhyun keluar memperhatikan jalan, Siwon terlihat berjalan ke arah kiri. Kyuhyun mulai beraksi dibelakang Siwon, ''Dia pergi ke rumah wanita itu.'' Kyuhyun bersembunyi di balik pohon saat Siwon diam di depan rumah Yuri.
Yuri keluar lalu bersalaman dan berpelukan dengan Siwon, mereka terlihat saling memberikan senyum lalu berbicara. Yuri menunjukan jalan diikuti Siwon disebelahnya, Kyuhyun terus mengikuti mereka berdua sampai mereka bertemu dengan wanita bule tiga blok dari rumah Yuri. ''Pantas, wanita bule itu sangat sexy!'' Kyuhyun membandingkan dengan perutnya, ''Perutku ada isinya, anak si Choi pabbo itu!''
Siwon mulai berkenalan dengan wanita berkebangsaan Jerman, bule cantik itu bernama Christine. Dia masih muda karena baru berusia 21 tahun, Chris mengikuti program pertukaran pelajar selama 6 bulan di Universitas Seoul. Kyuhyun terus mengikuti mereka, Siwon dan Christine banyak bicara sekaligus berjalan-jalan di sekitar taman.
''Mereka mau kemana sih, sejak tadi hanya jalan-jalan.'' Kyuhyun merasa mulai lelah mengikuti mereka.
Siwon dan kedua wanita itu duduk di bangku taman, Siwon terlihat asyik berbicara dengan bule pirang tersebut. Yuri hanya sesekali bergabung dalam pembicaraan sisanya terlihat Siwon begitu menikmati waktu dengan Christine.
''Pantas dia terlihat gembira, bule itu sangat cantik dan sexy.'' Kyuhyun hanya menekuk wajahnya.
Kyuhyun terus berdiri di tempat untuk mengawasi, sudah 15 menit tapi Siwon dan kedua wanita itu tidak pindah dari tempat mereka sekarang. Ponsel Kyuhyun berbunyi, buru-buru Kyuhyun membalikan badan dan menerima panggilan dari sahabatnya. ''Iya Hyuk, ada apa?''
''Kami ada di depan rumahmu, kau dimana?''
Kyuhyun melihat ke arah Siwon lagi, sekarang Siwon tidak telihat di tempat tadi. ''Kemana dia pergi?''
''Kau bicara apa Kyu?''
Kyuhyun sadar jika dia sedang berbicara dengan Eunhyuk. ''Aku akan segera pulang, tunggu sebentar.''
''Baiklah BabyKyu.''
Kyuhyun hanya tersenyum mendengar panggilan Eunhyuk padanya. Saat Kyuhyun kembali membalikan badan, dia terkejut karena Siwon sudah berada di depannya. ''Sedang apa kau disini?''
''Si-Siwon?''
Siwon meletakan jarinya dibawah dagunya, ''Oh kau sedang mengintai suamimu, begitu?''
Kyuhyun merasa wajahnya memanas, ''Apa kau sudah gila, itu tidak mungkin.'' Kyuhyun menatap ke arah lain. Siwon sudah tahu sejak dia keluar dari rumah, Kyuhyun mengikutinya dan mengawasinya. ''Cukup untuk hari ini, ayo kita pulang.'' Siwon tersenyum lalu menggenggam tangan Kyuhyun dan membawanya pergi.
''Oh astaga, apa dia tahu kalau aku mengikutinya?'' Pikir Kyuhyun tapi dia tidak menolak saat Siwon menggenggam tangannya.
''Kemana si bule itu?'' Tanya Kyuhyun.
''Dia ada urusan, kami hanya berbicara 15 menit.'' Jawab Siwon.
''Dia terlihat sudah dewasa, apa dia sudah menikah?''
Siwon tersenyum lalu berhenti berjalan, dia membalikan badan ke arah Kyuhyun. ''Dia seusia Jiwon, 21 tahun. Aku tidak tahu dia sudah menikah atau belum.'' Jawab Siwon lalu kembali berjalan tapi Kyuhyun tidak kunjung berjalan, Siwon berhenti lagi karena Kyuhyun diam. ''Kenapa?'' Tanya Siwon.
''Kedua sahabatku ada di depan rumah kita, aku rasa mereka ingin mengunjungi rumah baru kita.''
''Aku tahu.''
''Kau tahu darimana Siwon?''
''Tidak penting, ayo kita pulang cepat. Sahabatmu pasti sudah lama menunggu disana.''
Kyuhyun mengangguk lalu menerima tangan Siwon yang ingin menuntunnya. Kedua berjalan bersama-sama sampai di depan rumah mereka. ''Dimana mereka?'' Kyuhyun heran karena Eunhyuk dan Ryeowook tidak ada di depan rumahnya.
''Mungkin mereka sudah pulang karena lama menunggumu.'' Ujar Siwon sambil membuka gembok pagar. Kyuhyun mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi Eunhyuk. ''Kalian dimana Hyuk, aku sudah sampai rumah.''
''Kau sudah sampai tapi aku tidak melihatmu Kyu, jangan bercanda.''
Kyuhyun mulai sadar kalau sahabatnya tidak tahu kalau Kyuhyun sudah pindah rumah. Pasti Eunhyuk dan Ryeowook pergi ke rumah lama Kyuhyun. Kyuhyun memukul jidatnya sendiri, Siwon hanya memperhatikan dengan wajah bingung.
''Hyuk maaf, aku lupa mengatakan padamu kalau aku sudah pindah. Maafkan aku, sekarang aku tinggal di Pyeongchang-dong.''
''Astaga, tidak apa-apa Baby. Kalau begitu aku dan Ryeowook akan ke rumah Heenim Eonnie saja.''
''Terima kasih Hyuk, sampai jumpa.''
Siwon mendekati Kyuhyun, ''Kau ini bagaimana, kau bahkan lupa memberitahu sahabat terdekatmu.'' Siwon menggelengkan kepala. Kyuhyun hanya cemberut, ''Aku terlalu sibuk denganmu, sangat sibuk dan melelahkan.'' Kyuhyun masuk ke dalam rumah, Siwon hanya mengangkat bahu.
:: Unexpected ::
Malam Harinya.
Siwon tengah meminum kopi di ruang tamu sambil membaca buku. Dipakainya kacamata bacanya yang bisa membuat penglihatannya saat membaca di malam hari lebih baik. Siwon merasa bersalah karena sudah memarahi Kyuhyun di acara amal, dia banyak memikirkan apa yang telah dia katakan pada Kyuhyun.
''Siwon?'' Panggil Kyuhyun menyadarkan Siwon. Siwon membuka kacamata bacanya, ''Ada apa?'' Tanya Siwon. Kyuhyun yang sudah memakai piyama hijaunya nampak baru selesai mandi. Kyuhyun duduk di salah satu sofa dan bermalas-malasan.
''Nothing!'' Jawab Kyuhyun sambil memainkan ponselnya. Siwon terkesima melihat penampilan Kyuhyun, rambutnya basah, wajahnya yang terlihat segar menambah kesan sexy pada Kyuhyun.
''Pasti ada sesuatu, katakan saja Kyuhyun.'' Siwon melipat kakinya, menatap Kyuhyun dengan wajah lembut.
Kyuhyun sengaja duduk di kursinya dengan tatapan menggoda, ''Apa kau akan tahan jika aku goda? Kau itu kan gay!'' Ucap Kyuhyun dengan senyuman mautnya. Jantung Siwon hampir copot melihat Kyuhyun menantangnya.
''Jangan macam-macam, cepat makan malam.'' Elak Siwon menahan segala gejolak di dalam dadanya. Tidak bisa dipungkiri tatapan Kyuhyun sekarang begitu menggoda membuatnya tidak bisa bernapas.
''Jika seperti ini bagaimana?'' Kyuhyun melepas beberapa kancing bajunya. Mata Siwon terbelalak melihat tingkah Kyuhyun, ''Cho Kyuhyun kau cari mati?'' Siwon berkata sambil menelan salivanya.
Bukannya berhenti Kyuhyun malah mendekati dan duduk di pangkuan Siwon. Buku Siwon jatuh di bawah membuat mata mereka bertemu dan saling berpandangan intens. ''Aku merasa liar semenjak hamil.'' Kyuhyun melepas kacamata baca Siwon.
Siwon mati-matian untuk tidak tergoda. Entahlah sekarang dia merasakan hawa panas melingkupinya. Tangan Siwon terulur ke arah kancing-kancing piyama Kyuhyun, perlahan tapi pasti di berhasil membuka piyama itu. ''Owh! Kau tergoda?'' Tanya Kyuhyun dibalas senyum pervert Siwon.
Bibir Siwon sudah berhasil menyentuh wajah Kyuhyun dengan kecupan lembut, mengecupi pipinya sampai mulai menyentuh sudut bibirnya. Kyuhyun terlihat menikmati setiap sentuhan Siwon di wajah dan bibirnya. Perlahan Siwon menurunkan Kyuhyun dari pahanya dan mendudukannya diatas sofa.
Siwon duduk disebelahnya dan mulai memberikan ciumannya, menyesap rasa manis dari bibir Kyuhyun. Ditambah aroma sabun yang masih tercium jelas, membuatnya semakin tidak tahan untuk menghabisi Kyuhyun. Tapi dia sadar dengan kondisi Kyuhyun dan berpikir jika dia akan memberikan service tanpa meminta balasan.
Decakan demi decakan keluar begitu saja dari mulut Siwon menikmati aktifitasnya. Kyuhyun membuka mulutnya memberikan respon dan ijin. Lidah Siwon perlahan menyusup masuk kedalam rongga mulut Kyuhyun, melilitkan lidahnya dan mengajak bertarung.
''Enghh~'' Desah Kyuhyun saat Siwon meraba permukaan dadanya. Ciuman Siwon turun sampai di leher jenjang Kyuhyun, menarik leher itu dan memberikan tanda seperti vampire yang menghisap mangsanya. Tanda kemerahan terlihat menghiasi leher Kyuhyun yang putih. Kyuhyun menangis membuat Siwon berhenti, ''Kau kenapa? Apa aku menyakitimu?''
''Aku meragukan seksualitasmu yang menyimpang. Kau mudah sekali tergoda, selalu pintar saat menyentuhku, jangan-jangan kau hanya berpura-pura menjadi gay.''
Siwon langsung diam, dia merasa jika sekarang saat yang tepat untuk di jujur. Siwon memegang kedua pipi Kyuhyun, ''Aku normal Kyuhyun, aku bukan gay.'' Kyuhyun mendorong Siwon lalu bangun, ''Kau menipuku?''
Siwon menggeleng, ''Aku tidak menipumu tapi kau sendiri yang berpikir begitu.'' Kyuhyun mengingat semua yang terjadi diantara mereka, Siwon memang bukan gay jika di lihat dari tingkah lakunya selama ini. Siwon pria sejati dan dia tahu cara memperlakukan lawan jenis dengan baik.
''Aku membencimu, dasar pembohong!'' Kyuhyun pergi dari ruang tamu, dia berlari ke kamarnya. Siwon menatap lantai lalu merasa kesal sendiri, ''Kyuhyun, dengarkan aku!'' Siwon mengejar Kyuhyun, terlambat karena Kyuhyun sudah mengunci pintu kamarnya.
''Tolong dengarkan aku. Semua ini terjadi begitu saja, aku tidak pernah berniat untuk membohongimu.''
''Kau membohongiku, aku percaya padamu tapi kau tega membohongiku.''
''Aku tidak bermaksud seperti itu. Jika bukan karena itu, kau tidak akan mau menikah denganku. Apa aku akan diam saja saat aku hanya bisa menjaga calon anakku dari jauh?''
Kyuhyun membuka pintunya, wajahnya sudah basah oleh airmata. ''Jadi dengan berbohong bisa membuatmu senang? Membuat orang lain seperti orang bodoh karena percaya pada kebohongan bisa membuatmu senang?''
''Aku memang salah karena begitu saja membenarkan dugaanmu padaku. Saat itu aku hanya berpikir tentang cara agar kau mau menikah denganku, aku pikir kau sudah menyadari kalau aku bukan orang yang seperti kau pikirkan.''
Kyuhyun sudah menyadari itu sejak lama tapi terkadang dia mengabaikan perasaan curiganya karena dia tidak ingin peduli pada kehidupan Siwon. Kyuhyun selalu berpikir jika dia menikah hanya untuk membuat nama kedua keluarga tetap baik.
Di satu sisi Kyuhyun tidak ingin jika anaknya merasakan apa yang dia rasakan, hidup diantara orangtua yang berpisah itu menyakitkan. Tapi Kyuhyun tidak pernah memiliki perasaan pada Siwon, pria itu juga tidak mencintainya walaupun mereka terkadang memiliki malam yang panas.
''Kyuhyun, sebelum kita bertemu kita sama-sama lajang. Kau sedang tidak menjalin hubungan dengan siapapun begitupun denganku. Kau orang pertama yang membuatku berubah, aku bukan orang yang hangat sebelumnya.''
Kyuhyun terlihat menarik nafas sejenak, ''Siwon...'' Kyuhyun menatap langsung mata Siwon, ''Hamil dan menikah bukan hal yang ingin aku capai dalam waktu dekat. Setelah semua yang terjadi, aku tidak bisa lari seperti yang biasa aku lakukan saat aku terluka oleh orangtuaku.''
Siwon menggenggam kedua tangan Kyuhyun, ''Jangan pernah berbicara seperti itu, semua yang terjadi sudah menjadi takdir yang harus kau alami. Tolong, jangan benci anak kita.'' Siwon memohon dengan penuh kesungguhan.
Kyuhyun tidak melepaskan tangan Siwon, dia masih menatap mata Siwon. ''Aku tidak akan bisa menjalani semuanya sendiri, jika nanti kita berpisah...'' Siwon langsung memeluknya, ''Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.'' Kyuhyun diam, menerima pelukan Siwon. ''Jangan tinggalkan aku seperti yang orangtuaku lakukan.''
''Aku tidak akan meninggalkanmu, aku menyayangimu Cho Kyuhyun.''
Sepasang tangan Siwon memeluk pinggang Kyuhyun, Kyuhyun sendiri mulai memeluk tangan kekar Siwon dan mengeratkan pelukannya. Siwon meletakan dagunya di bahu mulus Kyuhyun, diciuminya leher Kyuhyun lalu menghisap wangi sabun yang tadi Kyuhyun pakai saat mandi. Kyuhyun merasakan geli saat hembusan napas Siwon menerpa pori-porinya.
Kyuhyun membalas pelukan Siwon, melingkarkan tangannya di leher Siwon. Matanya menatap mata hitam Siwon, Siwon juga menatap mata coklatnya. Tangannya membelai rambut Kyuhyun, menyibak poni yang menutupi kening Kyuhyun. ''Cho Kyuhyun, aku sangat menyayangimu dan Baby.''
''Aku juga menyayangimu Baby Choi's Appa.'' Kyuhyun tersenyum, Siwon ikut tersenyum. ''Tolong jangan nakal lagi, kau tidak boleh menggodaku karena aku akan dengan senang hati melakukannya denganmu.'' Siwon menyeringai.
Kyuhyun memukul dada Siwon tapi tersenyum hangat, ''Aku lebih membutuhkan rasa sayang daripada cinta, tolong sayangi aku selamanya. Aku tidak akan nakal, tapi aku akan tetap merepotkanmu selamanya.''
''Aku akan bersabar untuk itu.'' Siwon tersenyum lagi, Kyuhyun menyenderkan kepalanya di dada Siwon. ''Aku lelah sekali, Siwon.''
''Ayo kita tidur.''
:: Unexpected ::
Keesokan Harinya.
Jiwon datang kembali ke rumah kakaknya, Ibunya tidak mengijinkan Jiwon tinggal dengan kakaknya tapi jika menginap saja mereka memperbolehkan Jiwon. Jiwon menatap taman belakang rumah besar itu dari balkon kamarnya. ''Aku dengar ada kolam renang, aku akan melihatnya.'' Jiwon berjalan turun menuju lantai bawah. Saat sudah di lantai pertama, terdengar suara bel.
Jiwon membuka pintu utama membuat pria yang sejak tadi membelakangi pintu membalikan badannya. Jiwon terpukau melihat pria tinggi, berkulit kecoklatan dengan mata tajam berdiri di depannya. Hanya ada satu kata untuknya, JANTAN!
''Hallo?'' Jiwon tersenyum pada pria itu. Pria itu melepaskan kacamatanya, memperhatikan adik Siwon dari atas sampai bawah. Siapa dia? Pria itu sama sekali tidak kenal. ''Kau siapa?'' Pria itu bertanya.
Jiwon langsung tersenyum lebar, ''Aku Choi Jiwon!'' Pria di depannya hampir saja memukul kepalanya sendiri, dia tidak berniat berkenalan tapi dia hanya ingin tahu statusnya di rumah itu.
''Oh, baiklah Miss Jiwon. Apa kau tidak membiarkan aku masuk?'' Pria itu mengangkat kopernya ke depan, Jiwon jadi semakin bingung. ''Maaf, tapi kau siapa? Kenapa ingin masuk ke rumah kakakku?''
Pria itu terlihat kesal, ''Jadi berita itu benar, aku penasaran pria seperti apa dia.'' Pria itu masuk begitu saja, meninggalkan kopernya di luar. ''Hey, kau tidak boleh masuk begitu saja.'' Jiwon mengejar pria itu masuk.
Pria itu memperhatikan seisi rumah, tidak ada foto yang terpajang disana. Rumah itu terlihat masih memiliki sedikit barang, pria itu jadi ragu. ''Hey, apa kau tinggal disini?'' Tanya pria itu pada Jiwon.
''Memangnya kau siapa, aku pusing jadi aku akan panggil kakakku.'' Jiwon pergi ke lantai dua meninggalkan pria itu. Saat di atas Siwon keluar dari kamar, ''Oppa ada pria aneh yang datang, coba Oppa temui dia.''
''Pria aneh? Kau masuklah ke kamarmu, Jiwon.'' Perintah Siwon, Jiwon langsung masuk ke kamar tamu. Siwon melihat dari atas pria yang sedang duduk di sofa dengan menaikan kakinya diatas meja, ''Dia kakak Kyuhyun kan? Benar, aku pernah melihat fotonya.'' Siwon turun dengan hanya memakai celana pendek dan kaos.
Pria itu mulai menggerakan badannya, dia merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Saat melihat Siwon, dia menurunkan kakinya dari atas meja dan menatap Siwon. Dilihatnya Siwon dari atas sampai bawah, ''Hallo?'' Sapa Siwon berusaha ramah.
Bukannya dibalas ramah pria itu malah menatapnya tajam, ''Hey, kau ambilkan koperku di luar!'' Perintahnya membuat mata Siwon terbelalak, ''Apa? Aku...''
''Cepat! Bawakan koperku di luar!''
Pria itu sebenarnya tahu bahwa Siwon adalah suami adiknya, jelas dia melihat di foto yang Ibunya kirim, walaupun dia kaget karena ternyata benar adiknya itu sudah menikah. Siwon yang merasa kesal tidak melakukan apa yang diperintahkan kakak Kyuhyun itu.
''Aku...''
''Cepat lakukan!''
Dengan malas Siwon berjalan keluar, dia mengomel karena koper itu begitu berat. ''Jangan bilang dia mau tinggal disini?'' Siwon mengerang frustasi.
Saat kembali ke tempat tadi ternyata Seunghyun tengah mengobrol dengan Kyuhyun. Terlihat jika Kyuhyun memeluk erat pria itu, ''Aku sangat merindukanmu Oppa~'' Manja Kyuhyun.
''Aku juga Kyunie~'' Balas Seunghyun manis dan tidak menampilkan wajah seram seperti saat tadi memerintah Siwon.
Siwon meletakan kopernya di depan Kyuhyun dan Seunghyun. Kyuhyun melihat koper itu dan Siwon bergantian, Seunghyun menyeringai karena berhasil membuat adik iparnya melakukan apa yang dia perintahkan.
''Ambilkan aku minum!'' Perintah Seunghyun, Kyuhyun kaget dan menatap khawatir ke arah Siwon, terlihat Siwon menahan kesalnya dan wajahnya memerah.
:: Unexpected ::
TBC.
