Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance.

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Author's Pov-

Siwon meletakan koper di depan Kyuhyun dan Seunghyun. Kyuhyun melihat koper itu dan Siwon bergantian, Seunghyun menyeringai karena berhasil membuat adik iparnya melakukan apa yang dia perintahkan.

''Ambilkan aku minum!'' Perintah Seunghyun, Kyuhyun kaget dan menatap khawatir ke arah Siwon. Terlihat Siwon menahan kesalnya, wajahnya merah.

''Oppa, dia...''

''Cepat aku bilang!'' Tambah Seunghyun memotong. Siwon menahan amarahnya lalu berjalan ke dapur. Kyuhyun tidak percaya atas apa yang dilihatnya. Siwon kenapa begitu menurut pada kakaknya, apa Siwon sudah diancam?

''Oppa, kau sudah berkenalan dengan Siwon?'' Tanya Kyuhyun. Seunghyun menggeleng lalu kembali duduk di sofa seperti tadi, Kyuhyun menarik napasnya. Dia takut jika suami dan kakaknya tidak akur, ''Sebenarnya, saat itu aku memang menikah Oppa. Semua itu terjadi karena...''

Seunghyun sudah tahu soal itu, dia meminta adiknya untuk diam. ''Oppa tahu dan mengerti. Sekarang kau lihat saja, Oppa akan mengerjai suamimu.'' Ucap Seunghyun dengan seringai.

''Oppa...''

Siwon datang dan meletakan segelas jus jeruk di atas meja. Dia melirik Kyuhyun, Kyuhyun pura-pura tidak melihat karena tahu jika mungkin ini termasuk permainan kakaknya.

''Apa dia asisten di rumah ini? Kemana suamimu, kenapa tidak pulang?'' Tanya Seunghyun berakting. Mata Siwon membulat karena disangka asisten rumah tangga. Ayolah, mana ada pria tampan menjadi asisten rumah tangga?

''Hey! Aku tidak suka jus, kau ini sok tahu sekali. Bisakan kau bertanya dulu, dasar kau ini memang sangat tidak sopan!'' Seunghyun memarahi Siwon. Kyuhyun menutup mata melihat Siwon dimarahi.

''Maaf tapi aku bukan asisten rumah tangga. Aku mau melakukan ini karena menghargaimu sebagai kakak ipar. Aku Choi Siwon adalah suami Kyuhyun.'' Ucap Siwon yang masih berusaha tidak emosi.

Seunghyun bangun dan mendekati Siwon, ''Kau suami Kyuhyun? Apa pekerjaanmu?''

''Aku bekerja di Batherda Hospital sebagai dokter kecantikan kulit.'' Jawab Siwon.

''Jadi kau dokter? Berapa gajimu selama satu bulan?'' Tanya Seunghyun lagi.

''25.000 dollar atau sekitar 29.875.000 Won.'' jawab Siwon.

Seunghyun tertawa mendengarnya, diliriknya Kyuhyun ''Hanya 29 juta? Apa kau tahu, adikku biasa menghabiskan 20 juta dalam satu bulan! Lalu sisanya apa cukup untuk keperluan rumah tangga?''

Kyuhyun kembali memejamkan mata tidak tega, walaupun memang benar dia seperti itu dulu saat masih belum berubah. Namun sekarang dia lebih bisa hemat dan pandai mengatur uang, ditambah sudah tidak pernah membeli wine dengan harga selangit lagi.

''Untuk menambah penghasilan, saya mengajar sebagai dosen pembantu.'' Terang Siwon lagi.

Seunghyun berusaha memasang wajah dingin lagi, ''Dosen pembantu? Aku tahu berapa banyak universitas memberikan gaji pada dosen, itu masih kecil apalagi untuk dosen pembantu! Soal waktu, kau pasti sering meninggalkan adikku yang tengah hamil, benar?''

Siwon masih bisa sabar, bagaimanapun jika dia marah akan membuat Kyuhyun balik memarahinya. ''Itu benar.'' Jawab Siwon.

''Atas dasar apa kau menikahi adikku? Kau menidurinya, menikahinya namun kau tidak memberikan kehidupan yang layak untuknya.''

Ucapan Seunghyun membuat Kyuhyun tidak suka. Dia kira kakaknya hanya ingin menggoda Siwon, namun kenapa sampai tahap itu. Kyuhyun tahu jika Siwon sensitif soal kejadian itu.

''Oppa berhenti sekarang!''

Seunghyun menatap adiknya, ''Kau mau membelanya? Katakan padaku jika memang dia tidak membahagiakanmu!''

Siwon benar-benar menahan diri, ternyata kakak kandung Kyuhyun itu sama menyebalkannya dengan adiknya. Siwon yang tampan malah disangka asisten rumah tangga, dia juga menganggap gaji Siwon kecil padahal uang itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan adiknya.

''Lebih baik Oppa istirahat, Oppa bisa menempati kamar tamu di lantai atas.''

Seunghyun menatap Siwon sebelum membawa kopernya, ''Aku belum selesai denganmu, Choi.'' Bisik Seunghyun lalu naik ke lantai dua. Kyuhyun menghembuskan nafasnya, dia menatap Siwon untuk memastikan bahwa Siwon tidak memasukan candaan kakaknya ke dalam hati.

''Siwon, dia hanya bercanda. Tolong jangan...''

''Mungkin yang kakakmu katakan memang benar tapi kau tidak usah khawatir, aku tidak akan membuatmu kekurangan apapun.'' Siwon berbalik dan pergi ke ruang kerjanya.

Kyuhyun menghentakan kakinya ke lantai, ''Ya Tuhan, Seunghyun Oppa!'' Kyuhyun langsung menemui kakaknya di kamar tamu.

''Kau membuatnya sakit hati, Oppa!'' Kyuhyun duduk di samping Seunghyun yang berbaring, Seunghyun terganggu dengan kehadiran Kyuhyun. ''Shikshin, apa yang kau lakukan? Aku sangat lelah dan mengantuk, biarkan kakakmu ini tidur.''

''Aku tahu kau suka bercanda tapi candaanmu melukai hati orang lain.''

Seunghyun duduk di tempat tidur, ''Apa maksudmu sayang, apa suamimu marah padamu atas apa yang aku katakan?''

''Entahlah, dia sepertinya tersinggung. Dia tidak pernah marah padaku karena kami...'' Kyuhyun menahan dirinya untuk tidak mengatakan hubungan yang sebenarnya dengan Siwon. ''Kami saling mencintai.'' Bohong Kyuhyun.

Seunghyun malah tertawa sendiri, ''Apa kau benar-benar mencintainya? Walaupun yang aku katakan tadi hanya candaan, tapi itu adalah kebenaran. Kau tidak bisa hidup hanya dengan cinta, kau dan anakmu butuh uang.''

Kyuhyun berdiri, ''Aku sangat tahu itu, tapi kebutuhan kami terpenuhi dengan uang yang Siwon hasilkan. Aku mohon, minta maaflah padanya.''

''Baiklah, apa susahnya meminta maaf.'' Seunghyun bangun dari tempat tidur lalu keluar, Kyuhyun semakin pusing. ''Demi Tuhan, kapan dia berubah.'' Kyuhyun mengikuti Seunghyun keluar.

Saat turun Seunghyun melihat Siwon berjalan ke ruang makan lantas dia memanggilnya. ''Adik ipar?'' Panggil Seunghyun. Siwon menatap Seunghyun dengan ekspresi dingin. Seunghyun mendekati Siwon, ''Ayo kita bicara dan minum.'' Siwon sempat melirik Kyuhyun sebelum mengikuti Seunghyun ke belakang rumah. Kyuhyun tidak mengikuti keduanya karena dia tahu kalau mereka akan saling menyukai jika sudah saling mengenal.

''Jadi kau melakukan itu dengan tidak sengaja?'' Tanya Seunghyun.

''Kami berdua mabuk.'' Jawab Siwon.

''Bagaimana caramu membujuk Kyuhyun untuk mau menikah denganmu?''

Siwon tidak mungkin mengatakan jika dia berpura-pura menjadi seorang gay agar Kyuhyun mau menikah dengannya.

''Ceritanya panjang Hyung yang jelas tidak mudah membujuknya.''

Seunghyun tersenyum, ''Adikku memang keras kepala dan susah diatur. Saat kau sudah memahaminya, kau akan tahu jika dia orang yang menyenangkan.''

Siwon ikut tersenyum, dia juga masih berusaha memahami Kyuhyun sedikit demi sedikit. Walaupun tidak ada perasaan selain rasa tanggung jawab, Siwon masih mencoba untuk bisa memahami Ibu dari calon anaknya.

''Maaf soal tadi, aku tidak bermaksud merendahkanmu tetapi ada baiknya kau mulai memikirkan masa depan anakmu. Dia akan menjalani kehidupan di masa yang berbeda dengan kita.''

''Aku mengerti Hyung, aku juga tahu maksud baikmu. Aku tidak akan berhenti berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anakku kelak tapi aku khawatir soal Kyuhyun.''

''Khawatir kenapa? Apa yang terjadi pada adikku?''

Siwon menarik nafas sedikit, ''Maksudku, semua itu terlalu cepat untuknya. Dia membutuhkan persiapan terlebih dia harus bisa melawan dirinya sendiri. Dia akan menjadi ibu di usia muda, dia banyak mengalami kesulitan.''

Seunghyun mengerti kekhawatiran Siwon, ''Untuk itu, dukung dan bantu dia. Jangan pernah meninggalkan adikku sendiri, sudah cukup dia menderita karena orangtua kami.''

Siwon tersenyum, ''Aku akan selalu menjaganya.'' Seunghyun menatap pria yang sekarang menjadi adik iparnya itu, perlahan Seunghyun bangun lalu menepuk pundak Siwon. ''Aku pergi, katakan pada Kyuhyun kalau aku pergi menemui teman.'' Ucap Seunghyun lalu keluar dari rumah. Siwon memandang punggung Seunghyun lalu kembali tersenyum, ''Ternyata dia tidak membenciku.''

Siwon menutup pintu balkon belakang karena masih musim dingin, tidak baik membuka pintu terlalu lama. Siwon berjalan ke arah ruang makan, terlihat Kyuhyun masih ada disana, Kyuhyun duduk di meja makan sambil meminum cokelat panas. Siwon mendekati Kyuhyun lalu memeluknya dari belakang, ''Kenapa tidak pakai baju hangat, nanti kau flu Kyuhyun.'' Ucap Siwon sambil mencium pipinya kilas.

''Dimana Seunghyun Oppa?'' Tanya Kyuhyun. Siwon melepaskan pelukannya lalu menarik kursi disebelah Kyuhyun dan duduk, ''Kakakmu pergi menemui temannya. Kami sudah bicara dan kami tidak ada masalah, jangan khawatir dan jangan memikirkan masalah kami.''

''Pasti Oppa mengunjungi teman satu-satunya di Korea.'' Kyuhyun jadi tersenyum, Kyuhyun yang selalu dikelilingi banyak sahabat berbading dengan Seunghyun yang tidak suka bergaul dengan banyak orang. Hanya ada satu orang di Korea yang bisa dekat dan berteman baik dengannya, sungguh aneh mengingat dia pria yang populer karena kharismanya.

''Siwon, tidak apa-apa kan kalau kakaku mengingap disini? Yah, paling tidak untuk beberapa hari, aku sendiri tidak tahu alasannya datang.''

''Tentu boleh, adikku sendiri menginap disini.''

''Itu berbeda, rumah ini kan milikmu.''

''Hey, kau lupa? Aku sudah memberikan rumah ini untukmu, kita tinggal mengurus kepemilikan secepatnya.''

''Aku tidak butuh semua itu. Mendengarmu mengatakan itu aku merasa kalau kau akan membuangku suatu hari nanti.''

Siwon memegang tangan Kyuhyun, ''Jangan bicara begitu, aku tidak akan meninggalkanmu.''

Tapi Kyuhyun masih belum bisa mempercayai ucapan Siwon, setidaknya dia masih dilanda perasaan takut. Seperti halnya orangtuanya dulu, mereka terlihat saling mencintai bahkan sangat mesra saat Kyuhyun kecil tapi semuanya berubah saat Kyuhyun beranjak dewasa, dia hanya akan melihat dan mendengar pertengkaran setiap hari.

''Jika aku belum bica mempercayaimu, aku mohon mengerti Siwon. Aku hidup dan tumbuh berbeda denganmu, kita memiliki keluarga dan orangtua yang berbeda. Untuk semua yang telah aku rasakan, aku tidak mudah mempercayai orang lain termasuk dirimu.''

''Aku mengerti Kyuhyun, terkadang kita tidak boleh terlalu mempercayai orang lain. Hanya diri kita yang selalu berbicara benar, kita harus mempercayai diri sendiri lebih dari siapapun.''

Kyuhyun mengangguk, ''Jadi aku berharap kau tidak pernah mengingkari janjimu, aku tidak akan memaafkan orang yang berhianat padaku.'' Siwon tersenyum, ''Semoga aku bisa terus memegang janjiku padamu.''

''Kenapa kau bilang 'semoga'? Apa masih ada kemungkinan untuk berkhianat?''

''Kyuhyun, aku sudah mengatakan padamu kalau kau harus mempercayai dirimu sendiri. Kau boleh percaya padaku tapi kau juga harus curiga padaku. Contohnya kematian, aku tidak bisa menepati janjiku jika aku meninggal, mungkin aku bisa meninggal 5 menit kemudian atau 1 tahun kemudian.''

''Aku mengerti Siwon, terima kasih karena kau mau berusaha untuk memegang janji disamping kemungkinan tak terduga yang bisa terjadi.''

Siwon tersenyum lalu mencium pucuk kepala Kyuhyun sembari memeluk hangat tubuh Kyuhyun. ''Aku menyayangimu, Choi Kyuhyun.''

:: Unexpected ::

Malam Harinya, HanChul's House.

''Hannie, hubungi Kyukyu cepat!'' Heenim membawa telepon tanpa kabel itu mendekati Hankyung yang tengah duduk menyender di tempat tidur. Hankyung meletakan buku yang dibacanya, ditatapnya istri cantiknya.

''Sudah malam, mungkin mereka sudah tidur.'' Ucap Hankyung.

Heenim terlihat marah, dia menatap suaminya dengan wajah kesal. Hankyung mengerti itu lalu mengangguk dan menekan nomor rumah Siwon. Heenim tersenyum lebar lalu ikut duduk disebelah Hankyung dengan menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.

''Hallo, Siwon.'' Heenim menajamkan telinganya saat mendengar Siwon mengangkat.

''Ada apa Hankyung-ah?'' Tanya Siwon.

''Apa istrimu ada?''

''Dia sedang di kamar mandi. Tumben sekali kau menghubungiku untuk menanyakan Kyuhyun.''

''Ada yang ingin aku bicarakan dengannya, lebih tepatnya Heenim yang ingin bicara pada Kyuhyun.'' Hankyung melirik Heenim, Heenim memeluknya begitu erat dengan mendekatkan tubuhnya agar bisa mendengar perbincangan keduanya.

''Ah, dia baru keluar.'' Siwon melihat Kyuhyun sudah selesai mengeluarkan sesuatu dari kantung kemihnya.

''Kyu, Heenim ingin bicara.'' Ucap Siwon.

''Berikan padaku.'' Kyuhyun langsung duduk di sisi ranjang dan mengambil telepon dari Siwon. ''Heenim?''

Heenim semangat saat mendengar suara sahabatnya itu. ''Baby, apa kabar?'' Suara Heenim terdengar bahagia.

''Aku baik, ada apa Eonnie?'' Tanya Kyuhyun.

''Aku sangat bahagia, Baby~''

Kyuhyun melirik Siwon, Siwon menggeleng tanda tidak tahu kenapa sahabat Kyuhyun itu bahagia. ''Apa ada berita baik?'' Tanya Kyuhyun. Terdengar cekikikan Heenim, ''Aku hamil.'' Ucapnya.

Kyuhyun terkejut namun juga tersenyum bahagia, ''Benarkah? Selamat, akhirnya kalian segera menyusul. Selamat untuk kalian berdua~'' Siwon yang juga mendengarnya ikut memberi selamat, ''Kau hebat Hankyung-ah, Selamat! Kalian benar-benar hebat.'' Ucap Siwon.

''Terima kasih, Siwon-ah.'' Balas Hankyung.

''Kita harus bertemu dan membuat perayaan. Ajak Eunhyuk dan Ryeong, kita wajib merayakannya!'' Ucap Kyuhyun.

''Tentu saja, aku dan Hannie akan mentraktir kalian semua, aku akan menghubungimu lagi nanti Baby!'' Kata Heenim.

''Oke, jangan lupa istirahat yang cukup Eonnie.'' Jawab Kyuhyun.

''Kau juga Baby, jika Siwon macam-macam langsung laporkan padaku. Aku tidur dulu, dokter Hannie sudah memintaku tidur.'' Suara Heenim terdengar sangat bahagia.

''Oke, selamat malam Eonnie.''

Setelah panggilan terputus, Kyuhyun malah terlihat sedih. Dia tidak berkata apa-apa dan hanya menundukan kepala. Siwon melihat perubahan pada Kyuhyun, dia meletakan tangannya diatas tangan Kyuhyun. ''Kenapa, Kyu?'' Tanya Siwon.

''Heenim sangat terlihat bahagia atas kehamilannya. Tapi dulu aku malah membenci hal itu, aku selalu menyangkal jika aku hamil. Aku tidak pernah mau menceritakan kondisiku pada orang lain. Apa aku jahat?'' Kyuhyun berkata lirih, air matanya sudah jatuh jika ingat kejadian itu.

Siwon merasakan sakit yang Kyuhyun alami, dia menarik Kyuhyun dan memeluknya. ''Kau tidak salah, aku yang salah. Semuanya adalah kesalahanku Kyuh...'' Kyuhyun merasa sangat jahat karena dulu berusaha ingin menggugurkan bayinya. Namun beruntunglah dia sadar dan mengurungkan niatnya.

''Maafkan aku, hiks~'' Kyuhyun menangis, Siwon tidak kuat melihat Kyuhyun sedih.. ''Jangan menangis, sekarang aku akan selalu bersamamu.'' Siwon mencium pundak Kyuhyun berkali-kali lalu mengelus punggungnya. Kyuhyun mulai merasa nyaman dan perlahan berhenti menangis, ''Siwon~'' Kyuhyun membalas pelukan Siwon dengan erat.

:: Unexpected ::

Pagi Harinya.

Pagi itu, Kyuhyun menyiapkan sarapan. Walaupun sebenarnya Kyuhyun tidak bisa memasak tapi entah kenapa dia sangat ingin membuat sarapan untuk semua orang. Semalam Seunghyun pulang tengah malam, pasti sekarang masih tidur jadi Kyuhyun ingin membuat kejutan untuk Oppanya itu.

''Kyu, kau masak?'' Siwon baru turun, dia terkejut karena untuk pertama kali Kyuhyun memasak. Kyuhyun tersenyum lalu meletakan empat piring nasi goreng diatas meja makan.

''Tentu saja, aku memasak khusus untuk kalian semua.'' Bangga Kyuhyun. Siwon mencium pipinya dengan tangan yang melingkar di pinggang Kyuhyun, ''Kau baik sekali, Kyu.''

''Ehem, ada anak dibawah umur.'' Sindir Jiwon yang baru datang. Siwon hanya terkikik atas sindiran adiknya, Kyuhyun memukul tangan Siwon agar melepaskan pelukannya.

''Lepaskan tanganmu Choi, kau membuat adikku kesal.'' Tanpa ijin Seunghyun menarik tangan Siwon agar berhenti memeluk Kyuhyun. Siwon menatap kesal kakak iparnya, sementara Kyuhyun hanya tersenyum. ''Kau sudah bangun, Oppa.'' Kyuhyun meletakan sendok di masing-masing piring.

''Ya, aku tidak bisa tidur nyenyak di rumah ini.'' Jawab Seunghyun lalu meminum air putih.

''Baiklah, ayo kita makan!'' Kyuhyun duduk dengan semangat.

Seunghyun, Jiwon dan Siwon mencicipi masakan Kyuhyun. Mereka sedikit terkejut karena rasa dari nasi goreng itu aneh. Namun tidak ada satupun dari mereka yang tega jika mengatakan masakan Kyuhyun tidak enak. Terlebih jika melihat wajah penuh harap Kyuhyun, sangat tidak tega untuk mengatakan itu.

''Bagaimana?'' Tanya Kyuhyun penasaran.

''Sangat enak, ternyata kau bisa masak Kyu.'' Puji Siwon dengan senyuman, Kyuhyun terlihat senang.

''Enak, kau banyak kemajuan.'' Ucap Seunghyun.

''Enak eonnie.'' Ucap Jiwon.

''Aku sudah tahu akan hal itu. Tapi aku sedang tidak ingin makan nasi, aku mau makan roti.'' Ucap Kyuhyun dibalas anggukan semuanya. Siwon lega karena Kyuhyun tidak ikut memakan masakannya sendiri. Dia juga jadi tidak khawatir kalau Kyuhyun akan sedih karena masakannya tidak enak.

''Aku sudah selesai.'' Jiwon selesai pertama.

''Apa begitu enak? Kau cepat sekali~'' Ucap Kyuhyun kagum pada dirinya sendiri. Sebenarnya sih Jiwon buru-buru karena hampir terlambat.

Jiwon tersenyum lalu mengambil tasnya, ''Aku berangkat dulu, annyeong!'' Jiwon buru-buru pergi setelah mencium kakak dan kakak iparnya. Sekarang Kyuhyun menatap Seunghyun dan Siwon bergantian, ''Kenapa tidak dimakan?''

Seunghyun dan Siwon tersenyum lalu melanjutkan sarapannya. Melihat Kyuhyun tersenyum dan terlihat bangga membuat Siwon sangat senang. Dia melanjutkan sarapannya sampai piringnya habis.

''Aku sudah selesai.'' Siwon berdiri dari duduknya. Kyuhyun langsung bangun dan membawakan jas putih Siwon, ''Biar akku antar.''

Setelah berpamitan pada Seunghyun, Kyuhyun mengantarkan Siwon sampai di depan rumah. ''Jangan pulang telat, aku tunggu di rumah Heenim.'' Ucap Kyuhyun sambil memasangkan jas pada Siwon.

''Oke!'' Siwon mengecup bibir Kyuhyun lalu kedua pipinya, turun dan mencium perut hangat Kyuhyun. Tangan Kyuhyun membetulkan jas yang Siwon kenakan lalu berjinjit balas mencium bibirnya.

''Aku berangkat.'' Siwon melambaikan tangannya dan pergi naik kedalam mobil.

Saat berbalik ternyata Seunghyun sudah berdiri di depannya. ''Oppa kau mengagetkanku.'' Kyuhyun memegangi dadanya yang terkejut. Seunghyun menuntun Kyuhyun masuk lalu mendudukan adiknya diatas sofa.

''Apa kalian sudah mengadakan pesta pernikahan?'' Tanya Seunghyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, ''Kami belum melakukannya karena kesibukan Siwon.'' Jawab Kyuhyun.

Seunghyun menarik nafas karena sesak mendengar pernyataan Kyuhyun, ''Ya Tuhan, aku tidak pernah menyangka kalau adikku akan mengalami ini. Aku tahu moment pernikahan itu adalah moment yang terpenting bagi seorang wanita.''

''Jangan khawatir, setelah aku melahirkan kami akan menggelar pesta.''

Seunghyun menatap perut adiknya, baru saja kemarin keduanya membahas soal masa depan. Kyuhyun berkata jika dia sangat ingin berkarir di perusahaan atau membuka butik, namun hanya semalam saja impian itu harus tertunda. Bukannya tidak bisa diwujudkan namun jika sudah begini harus menunggu sampai bayi itu lahir.

''Lakukan apapun yang kau inginkan. Sebagai kakak, aku akan mendukungmu.''

Kyuhyun terharu dan memeluk kakaknya, ''Terima kasih Oppa~''

Belum lama mereka tenang, kedatangan orang tua mereka membuat keduanya terperangah kaget. Seunghyun hanya terduduk pasrah sementara Kyuhyun berusaha mencari tempat yang nyaman untuk menonton perdebatan keduanya.

''Seunghyun-ah, kenapa tidak bilang jika kau akan pulang. Eomma bisa menjeputmu.'' Ucap Jaejoong, seperti biasa heboh.

''Apa kau tidak sibuk atau pulang karena ada tujuan lain?'' Kali ini Yunho, sang Ayah yang bertanya.

Kyuhyun hanya mempernyaman duduknya saja menonton, Seunghyun juga mengikuti cara adiknya. ''Aku ada janji dengan teman disini, makanya aku pulang.'' Jawab Seunghyun.

YunJae menatap kedua anaknya, 2Hyun itu memang selalu sama dan kompak jika bertemu. Sekarang saja keduanya saling menyenderkan kepala dan berpegangan tangan. Mereka lalu sadar karena menjadi bahan tontonan anak-anaknya.

''Astaga, aku gila.'' Jaejoong menghempaskan tubuhnya diatas sofa. Yunho menggelengkan kepala dan berjalan mencari minum. Bagaimana keduanya bisa bersama? Itulah yang menjadi pertanyaan 2Hyun.

''Eomma dan Appa darimana, kenapa bisa bersama?'' Tanya Kyuhyun.

''Tidak dari mana-mana, kemarin kami melihat villa di Jeonju. Kami mendengar villa di Jeonju ada yang ingin membeli, ternyata mereka menawar dengan harga murah. Terlalu sayang untuk di jual.'' Jelas Jaejoong.

2Hyun menganggukan kepalanya mengerti. Kedua memang kompak jika mengenai aset kekayaan, karena keduanya sepakat tidak membagi dua kekayaan melainkan mengurusnya bersama. 2Hyun juga sudah memiliki bagian masing-masing tapi Kyuhyun masih belum mau mengurus.

''Kemana suamimu, Kyu?'' Tanya Jaejoong.

''Ke rumah sakit, eomma.'' Jawab Kyuhyun.

''Eomma dengar dari besan, adiknya tinggal denganmu. Apa benar?''

''Tidak, Jiwon hanya menginap tapi aku senang karena ada yang menemaniku saat Siwon bekerja.''

''Syukurlah, menantu itu sangat baik Kyu. Saat itu dia bahkan memasak untukmu, apa setiap pagi dia melakukan itu?''

''Iya eomma, hampir setiap hari dia melakukan itu.''

Jaejoong memang sangat menyukai menantunya. Siwon memang laki-laki baik yang sangat cocok untuk Kyuhyun. Buktinya dia berhasil membuat Kyuhyun yang ketergantungan alkohol pun berhenti. Kalau bukan Siwon yang tegas pada Kyuhyun, dia tidak mungkin bisa berhenti secepat itu.

''Bagaimana kalau kita makan di luar?'' Usul Seunghyun, Kyuhyun langsung setuju lagipula dia tidak punya makanan. YunJae hanya mengikuti anak-anaknya saja.

:: Unexpected ::

Batherda's Hospital.

Siwon baru selesai menangani pasien terakhirnya. Dokter Jin masuk ke ruangan Siwon lalu memberikan paket khusus perawatan seluruh tubuh, dia tahu jika banyak keluhan yang dialami wanita hamil.

''Aku harap kalian selalu bahagia, aku ingin sekali melihat bayi kalian. Seandainya anakku cepat menikah, apa kau tidak punya kenalan untuk Tiffany?''

Siwon jadi tidak enak kalau menolak permintaan dokter Jin. Dokter paruh baya itu terlalu baik dan selalu membantunya, tapi dia juga tidak tahu harus mengenalkan Tiffany pada siapa.

''Jika saya punya kenalan, pasti akan saya kenalkan pada putri anda, Dokter Jin.''

''Terima kasih dan selamat bekerja.'' Dokter paruh baya itu keluar dari ruangan Siwon.

Sebenarnya dia sangat ingin menjadikan Siwon menantunya. Pada akhirnya dia pasti akan mewariskan rumah sakit itu, namun apa boleh buat Siwon sudah menikah. Walaupun begitu, Dr. Jin selalu menganggap Siwon sebagai anaknya.

Jam pulang sudah tiba, saat mengecek ponselnya banyak panggilan masuk dari Kyuhyun. Belum lagi pesan diberbagai media sosial maupun pesan masuk, ''Astaga, dia pasti marah.'' Buru-buru Siwon merapihkan barangnya, dia tahu kalau Kyuhyun pasti akan marah.

Sambil mengemudi, dia berusaha menghubungi Kyuhyun. ''Angkatlah Kyuh~'' Perasaan Siwon jadi tidak tenang. Dari isi pesannya, Kyuhyun meminta Siwon makan siang dengan Eomma, Appa dan Kakaknya. Lalu dia lupa janji dengan HanChul, setidaknya jika lembur dia bisa memberi kabar tapi Siwon lupa tidak mengecek ponsel.

Saat sampai di rumah, Siwon langsung masuk mencari Kyuhyun. Jiwon yang tengah makan malam sendiri langsung memeluk Oppanya. ''Kenapa baru pulang, aku takut Oppa~'' Ucap Jiwon.

''Mana Kyuhyun? Kenapa kau sendiri?'' Tanya Siwon.

''Tadi eonnie marah-marah lalu masuk kamar dan tidak keluar-keluar.'' Jawab Jiwon. Siwon sudah mengira jika akan begini. Memang Kyuhyun sedang manja-manjanya pada Siwon.

''Dia belum makan?'' Tanya Siwon lagi. Jiwon menganggukan kepalanya, ''Iya, tadi saat aku pulang, aku bertemu di depan. Eonnie terlihat marah tapi sepertinya Oppanya tidak pulang.''

Setelah mendengar penjelasan Jiwon, Siwon langsung berlari ke kamarnya. Dia sangat takut jika Kyuhyun melakukan hal bodoh. Pintu kamar sudah terbuka, terlihat Kyuhyun yang berbaring di ranjang. ''Kyuh~'' Panggil Siwon. Sepertinya Kyuhyun tidak tidur, namun berpura-pura tidur.

Siwon duduk di tepi ranjang, tangannya mengelus punggung Kyuhyun. ''Kyu~ Maaf, aku tadi sangat sibuk. Aku pulang telat dan tidak mengangkat panggilanmu karena sibuk dan banyak sekali pasien.''

''Aku malu pada orangtuaku, kau jahat.'' Kyuhyun membalikan badannya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Siwon terluka melihatnya, ''Maafkan aku.'' Kyuhyun menjauhkan tangan Siwon yang ingin menyentuhnya.

''Kau melanggar janjimu! Seharian aku menunggumu di rumah Heenim tapi kau tidak datang! Lalu tadi siang aku mengajakmu makan siang dengan orang tuaku, kau tidak datang! Aku tidak tahu harus berkata apa pada mereka.''

''Kyu, aku benar-benar lupa. Aku sibuk dan aku benar-benar lupa kalau kau menungguku di rumah HanKyung, tolong maafkan aku.''

''Aku tidak mau melihatmu.'' Kyuhyun mendorong Siwon agar menjauh, Siwon malah memeluknya. Dia sungguh lupa akan janjinya, Siwon juga lupa mengecek handphone karena sibuk. Kyuhyun berniat memukulnya tapi dia malah tidak sengaja menendang 'adik' Siwon, Siwon melengguh kesakitan. ''AKH!'' Dia memegangi miliknya.

''K-kau... Tidak apa-apa?'' Kyuhyun dengan ragu menyentuh sedikit bagian yang sakit. Siwon dengan sengaja menahan tangan Kyuhyun agar menyentuhnya lebih lama, ''Kyuh~~'' Kyuhyun merasa lidahnya keluh, apa maksud Siwon melakukan itu. ''Si-siwon, apa yang...'' Siwon mendekatkan kepalanya lalu mencium bibir Kyuhyun.

:: Unexpected ::

TBC.