Obsesi,cinta, rasa ingin memilik, egois, keras kepala, Semua itu berasal dari hati, seperti badai yang tiba-tiba datang, menghancurkan bumi, begitu pula rasa itu, mengantam perasaan seseorang dengan sangat dahsyatnya

.

.

.

.

.

Pukul 7 pagi dan kai sudah bersiap

siap untuk pergi ke bandara untuk menghadiri undangan dari jo insung

Satu jam kemudian dengan mengendarai mobil hitam diantar supir pribadi miliknya ia sudah sampai di bandara incheon, pesawat yang akan mengantarkannya ke fiji sudah menunggu.

14 jam kemudian ia sudah sampai di pulau fiji, pulau kecil nan eksotis di sebuah negara kepulauan di Selatan pasifik. Berada di tengah samudera, pulau ini dikelilingi oleh pantai yang sangat cantik, dan beberapa resort yang sederhana namun sangat nyaman.

Setelah sampai di sana ia di sambut oleh jo insung, dan mengantarkan kai ke dalam sebuah cottage yang telah insung sediakan bagi para tamu.

"Selamat datang kai, bagaimana perjalanannya? Apakah nyaman? "

"Ya cukup melelahkan tuan jo, karena ini berada di tengah samudera dan akses menuju ke sini cukup sulit"

"Tak apa kai, aku sangat berterima kasih padamu karena kau mau datang memenuhi undanganku, kau tau aku sengaja memilih pulau ini karena disini sangat indah, kau bisa menikmati pulau ini sepuasmu, aku jamin kau akan menyukai ini kai"

"Ya, kuharap begitu tuan jo, tapi masih banyak pulau lain yang menurutku cukup Bagus dan mudah di jangkau tuan jo. Mengapa kau memilih pulau ini, kupikir ini sungguh bukan gayamu"

"Kau tau, ini adalah pilihan dari seseorang yang spesial di hidupku, ia yang mengatakan pulau ini sangat cantik, ah akan ku perkenalkan kau dengan dirinya nanti malam saat pesta, bagaimana? Kau mau? "

"Apakah itu istrimu? Bukankah kita sudah pernah berkenalan sebelumnya?

"Tidak, bukan, ada seorang lagi kai, isteriku hanya untuk pajangan saja, orang ini yang kucintai haha"

"Baiklah tuan jo, itu urusan pribadimu, aku tidak akan bertanya lebih"

Kai berfikir laki-laki seperti jo insung adalah laki-laki setia, ternyata ia sama saja dengan laki-laki bedebah pada umumnya, karena menjadi pemimpin dan seorang CEO memang tidak akan pernah puas pada suatu hal apapun, seperti jo insung yang mempunyai simpanan. cih' kai memang berkuasa seperti dirinya tapi ia tidak tertarik bermain hati, karena menurut kai, Cinta hanya mitos, yang ada hanya obsesi semata. Dan kai tidak mau diperbudak oleh cinta.

Yeah katakan itu nanti kai, kau akan merasakan hal yang paling tidak kau inginkan 'obsesi', atau bahkan 'cinta' itu sendiri.

Kim kai tidak akan tau takdir apa yang sedang menghampirinya beberapa waktu yang akan datang, karena tuhan sedang bermain takdir dengan dirinya.

"Oke kalau begitu, mari kuantar kau ke salah satu cottage yang sudah aku siapkan, kuharap kau suka"

"Ya tentu tuan"

Sebuah cottage di tengah-tengah lautan yang jernih, sungguh sangat nyaman bagi siapapun yang berada di sana, ah kai sudah tidak sabar ingin beristirahat karena perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Angin yang menerpa begitu lembut dan menenangkan, ombak yang berdebur sungguh damai, kai suka disini, tidak ada salahnya ia menghadiri undangan tuan jo.

"Pilihan laki-laki itu lumayan juga, sepertinya akan menyenangkan berlibur ke sini"

Tepat pukul 6 sore kai sudah bersiap untuk datang ke pesta yang diadakan oleh pemimpin INS.corp itu, pesta bernuansa formal berada di salah satu resort mewah yang ada di tengah pulau.

Kai sudah siap dengan jas hitamnya kemeja yang senada, dan juga sepatu yang berwarna sama. Dahi sexy'nya ia tampilkan malam ini

ohh si tampan seperti iblis yang turun dari neraka untuk berada di bumi.

Di sekitar resort itu terdapat kolam renang yang luas di pinggir pantai juga tersebar beberapa gazebo di sekitar kolam,

pohon kelapa tinggi yang teduh dan tentu jangan lupakan deburan ombak yang mengalun lembut bagai simponi indah dari sang malaikat.

Lampu-lampu yang temaram juga sangat membuat siapapun betah berlama-lama di sana, suasana nyaman sungguh terasa dan sang Bintang di langit juga tidak kalah Indahnya, malam yang sungguh sempurna.

Ingat ini pesta orang-orang penting, bukan pesta bujang yang penuh dengan keanarkisan dan dan ricuh dimana-mana, ini adalah pesta yang elegant, pesta dari seorang pemimpin perusahaan maka dari itu di dalamnya pun penuh dengan kemewahan dan keindahan,

Setelah memasuki resort mewah itu, kai melihat sudah ada beberapa orang yang di kenalnya sebagai rekan bisnisnya dan beberapa yang ia tidak kenali, sepertinya memang benar pesta kali ini penuh dengan orang-orang penting di dunia bisnis.

sudut kanan di dalam ballroom tersebut ada panggung kecil berisi podium, di tengah ballroom terdapat lampu kristal tergantung dengan begitu angkuhnya.

Meja sudah tertata apik pada sudut-sudut ruangan berisi beberapa makanan yang dimasak oleh chef yang tuan jo hadirkan khusus untuk pestanya malam ini.

"Selamat malam semuanya, terimakasih atas kedatangan kalian semua di pesta yang saya adakan pada malam ini, ah suatu kehormatan bagi saya bertemu dengan anda semua tuan-tuan, pesta ini saya adakan sebagai tanda karena keberhasilan INS.corp menembus pasar eropa, cukup basa basi dari saya dan mari berpesta, silahkan nikmati hidangan yang sudah saya siapkan khusus tuan-tuan dan nyonya sekalian"

Kai mendesah dalam hati, pesta ini memang mewah dan elegant tapi sangat membosankan bagi kai, tidak ada hal-hal yang menarik, ia berpikir akan secepatnya kembali ke cottage dan istirahat atau berjalan-jalan disekitar pantai sepertinya lebih menarik. Ia tahu ada beberapa tatapan lapar dari mata para wanita-wanita yang berada di sana, tapi kai tidak tertarik, wanita itu hanya membuatnya pusing, sangat menjengkelkan dengan segala ocehannya, dan merepotkan, kurang lebih seperti itu yang kai pikiran tentang wanita, hell siapa yang tidak tertarik dengan bujang paling dicari di korea, hanya orang-orang dungu yang tidak mau mendapatkan kim kai.

Tampan, muda, dan kaya??Well kurang apa lagi? Kurasa ia sudah sempurna bukan.

Saat sedang melihat dan mengamati pesta itu, ia dengan tidak sengaja melihat seseorang anak remaja berada di sana, dengan menggunakan pakaian yang senada dengan warna rambutnya, ya sedikit banyak anak remaja itu telah mengambil perhatian dari sang tampan

Lalu ia menaiki panggung dan mulai menyanyi sebuah lagu dengan sangat merdu dan indah, suaranya sangat merdu mendayu seperti suara dari sang malaikat.

Sialan, kai mengumpat dalam hatinya, bagaimana bisa ia terbuai hanya karena bocah kecil yang sedang menyanyi, sungguh tidak dapat dipercaya.

"Eh siapakah dia apakah ia anak tuan jo? Tapi bukankah tuan jo hanya memiliki putri kurasa, tapi ia tidak mirip dengan tuan jo, berarti ia bukan kerabatnya, ah mungkin ia penyanyi yang di bayar oleh tuan jo? Siapa peduli"

Lalu setelah itu kai berniat untuk kembali ke dalam cottagenya untuk beristirahat, ia akan menemui jo insung untuk sekedar basa basi dan mengucapkan selamat dan pamit untuk undur diri.

"Tuan jo, selamat atas keberhasilanmu, dan terimakasih telah mengundangku, dan ngomong-ngomong ini pesta yang indah"

"Ah terimkasih kai, apakah kau menikmatinya?"

"Ya kurasa, dan aku ingin berpamitan, aku akan kembali ke cottage dan beristirahat"

"Ah tunggu sebentar kai, aku sudah bilang bukan akan memperkenalkan mu pada seseorang yang spesial di hidupku, ah perkenalkan dia orangnya"

Lalu seorang lelaki mungil datang dari arah belakang kai dan ia berdiri di samping jo insung, dengan mata kepala kai sendiri ia melihat bagaimana tangan insung menggenggam tangan laki-laki itu, dan mencium pelipisnya dengan mesra.

Apa yang terjadi? Siapa laki-laki ini, mengapa tua bangka ini memperlakukan pria ini seperti kekasihnya? bukankah ia laki-laki yang tadi kulihat menyanyi di panggung?

"Kai perkenalkan ini adalah do kyungsoo, kekasih ku, orang yang akan ku kenalkan padamu"

"aku do kyungsoo, salam kenal tuan kim"

Kai tergagap, ia tidak bisa berpikir sejenak karena memikirkan hal yang baru saja terjadi, sambil mengulurkan tangannya kai bersalaman dengan laki-laki yang diakui sebagai kekasih dari jo insung ini.

"Ya salam kenal, aku kim kai"

Oh tangannya sangat halus, dan terlihat sangat kecil saat berada pada genggamnya, suaranya ternyata sangat lembut, dari jarak inipun kai bisa mencium aroma manis parfum yang dipakai pria di depannya, campuran antara kayu wood, vanila dan cokelat

Ah sangat nyaman hanya sekedar mencium aromanya saja, sesaat kai terlena akan paras dari pria ini.

Mata yang bila dilihat dari dekat ternyata sangat jernih dan indah, alis tebal dan oh, pipi itu, pipi yang sangat menggemaskan, tatapannya turun ke arah bibir itu, tebal merah seperti buah plum dan mengkilap seperti lelehan salju terkena sinar matahari,sepertinya sangat menggiurkan jika mencicipinya untuk sesaat. ah ia juga melihat satu buah mole kecil di pojok bibirnya, cantik ya kesimpulan yang kai dapat dari laki-laki di depannya ini adalah cantik. Selera dari tua bangka ini memang tidak main-main

Lalu kai sadar ia hanya akan menjadi orang dungu bila terus memikirkan kyungsoo di otaknya, lalu setelah kesadaran kai kembali ke dunia nyata ia tersenyum, menaikan sebelah bibirnya ke atas.

"Jadi dia orang yang kau bilang spesial itu tuan jo? "

"Ya kai, bagaimana menurutmu"

"Kau mengencani anak-anak tuan jo?"

"Aku bukan anak-anak, umurku sudah 20 tahun"

"Itu berarti kau masih anak-anak bocah"

Lalu kyungsoo mendengus dan memalingkan wajahnya ke samping, ia sedikit tidak terima ketika ia di panggil anak-anak

"Kai, dia memang masih anak-anak, haha bukankah dia lucu?, aku sungguh menyanyanginya"

"Hyung! Aku bukan anak-anak kau tau, umurku sudah 20"

"Haha iya baiklah sayangku kau bukan anak-anak kau lelaki dewasa, oya sebentar ya sayang, aku akan menemui beberapa tamu di sana, kau temani kai disini, semoga kalian bisa menjadi lebih akrab hm"

Lalu tiba-tiba jo insung pamit undur diri untuk menemui para tamu yang lain, ia meninggalkan kyungsoo dan kai berdua bersama.

Mereka berdua membiarkan keheningan menggelayuti, dengan tatapan mata yang tajam ia tidak pernah lepas dari kyungsoo ia ingin membwa pria kecil ini ke dalam kamarnya, merasakan bagaimana rasanya menikmati dirinya, dan mencicipi bibir yang menggoda itu,

Ah sepertinya rasanya akan lebih mamabukan dari segelas red wine.

Masih berkubang dengan pikirannya, ia tidak sadar kyungsoo sudah mendekat dan hanya berjarak satu langkah dari kai, lalu dengan seringai tipis kyungsoo mengucapkan sesuatu yang membuat kai semakin penasaran siapa kyungsoo sebenarnya.

"Hentikan tatapan mesummu padaku tuan kim, itu menjijikan"

"Woah, kau bocah kecil, kenapa perkataan mu begitu tajam eh? "

"Kyungsoo, bagaimana bisa kau menjadi kekasih dari tuan jo? Bukankah ia sudah beristri?"

"Ya aku tau, tapi itu semua bukan urusanmu"

"Bagaimana kalau kau menjadi miliku saja? Satu malam denganku? Akan kuberikan surga untukmu"

Ah kai berdecak, bagaimana bisa ia berkata seperti itu, sialan kenapa ia tidak bisa mengendalikan ucapnya, kata-kata itu meluncur begitu saja dari lidahnya.

Kai berpikir apakah ia sudah gila, mengapa dampak dari seorang lelaki seperti kyungsoo mampu membuatnya tidak bisa menjadi kai yang biasanya.

Kai kau hanya tidak tau, kau sedang masuk kedalam penjara obsesi yang sedang tuhan kendalikan

"Jangan bermimpi tuan kim, kau pikir aku laki-laki murahan"

"Lalu kau pantas disebut apa jika bukan lelaki murahan hm?, kau berkencan dengan seorang laki-laki yang sudah beristri"

Kai si kejam ternyata sudah kembali, setelah ia mengalami lepas kontrol tadi. Ia hanya tidak tau apa yang sudah kyungsoo alami hingga ia menjadi seorang kekasih dari jo insung.

" ku pikir itu semua bukan urusanmu tuan kim, dan aku tidak sudi menghabiskan malam denganmu"

Merasa terhina oleh ucapan sang bocah kecil, kai menjadi marah

Lalu dengan angkuhnya kai berjalan melewati kyungsoo dan menghirup kembali aromanya, ahh sungguh nyaman, ia seperti maniak dan kai berbisik pada laki-laki itu sebelum beranjak pergi.

"Kau, Bocah kecil yang sexy, kupastikan kau akan menjadi miliku"

Ia berbisik sangat pelan, dan sembari meniupkan nafas beratnya ke telinga sang target.

Lalu ia berjalan angkuh untuk pergi meninggalkan ballroom tersebut.

Masih dalam keadaan blank karena seorang yang dengan lancangnya mengklaim dirinya tiba-tiba Pundaknya ditepuk dari belakang oleh seseorang.

"Hey bukankah kau do kyungsoo"

"Ya, aku do kyungsoo, apa kau mengenal ku?"

"ah perkenalan aku park chanyeol,

Tentu saja aku mengenalmu, siapa yang tidak mengenal dirimu, dan tadi aku mendengar kau bernyanyi aku tertarik dengan suaramu,dan itu sangat indah sungguh"

park chanyeol si pebisnis muda, pemimpin sebuah management artis terkenal di korea, mengorbitkan artis-artis bertalenta dari penjuru korea untuk dijadikan orang-orang terkenal.

"Ah ya terimakasih atas sanjungannya tuan park, tapi aku tidak se hebat itu"

"Aku ingin menjadikan dirimu sebagai artisku, bagaimana?"

"Ah terimakasih tuan park tapi sepertinya aku tidak bisa, aku tidak pantas menjadi seorang artis"

"Tidak, kau sangat pantas, parasmu indah, juga suaramu sama indahnya, bagaimana apa kau tertarik"

"Akan ku pikirkan dulu tuan, terimakasih atas tawarannya"

"Ini kartu namanku, jika kau sudah berubah pikiran silahkan hubungi aku secepatnya ok? "

"Ya, tentu tuan"

Setelah perbincangan dengan park chanyeol kyungsoo memutuskan untuk menemui jo insung untuk pamit menuju cottage mereka ia ingin istirahat, ah dia sudah lelah dan bosan, pesta semacam ini bukan gayanya, ia menyukai ketenangan ia suka sendirian dan tidak suka berada di keramaian"

Lalu kyungsoo berbisik kepada insung yang sedang berbincang dengan para tamu.

"Sayang, aku lelah, bolehkan aku pergi untuk pergi ke kamar kita dan beristirahat heum? Aku mengantuk"

Kyungsoo berbisik manja pada sang kekasih, dengan mengandalkan aegyonya yang imut dan mematikan, insung tidak tega membiarkan kekasih cantiknya itu kelelahan maka ia dengan senang hati mengijinkan kyungsoo pergi ke kamar mereka.

Setelah mendapat ijin dari sang kekasih kyungsoo tidak langsung pergi ke kamar melainkan pergi ke pinggir pantai untuk sekedar melihat pemandangan dan menghirup udara segar pantai, dia suka menyendiri, ia suka kesunyian dan ia suka memandang langit malam hari, indah, itu yang dipikirkan kyungsoo, ia sangat ingin menjadi Bintang di langit, bersinar di angkasa, kerlipnya mampu menghipnotis semua jiwa yang memandang ke angkasa, impian yang kekanakan bukan? Tapi itulah yang diinginkan do kyungsoo, sesederhana itu impiannya.

Saat tengah berjalan dan menikmati sapuan angin malam tiba-tiba ada suara dari arah belakangnya yang memecahkan keheningan yang sedang ia nikmati.

"Anak kecil tidak baik keluar sendiri seperti ini di pulau kecil, kau tidak takut di culik eh"

Oh dia si tampan yang angkuh, kim kai.

"Tidak, dan aku bukan anak kecil, sudah kubilang aku bukan anak-anak tuan kim, aku bahkan sudah 20 tahun"

"Ya katakanlah itu pada cermin setiap hari kau lihat, walaupun umurmu 20 tapi kau terlihat seperti anak umur 5 tahun"

"Terimakasih atas pujiannya dan bisakah kau pergi, apakah kau tidak ada kegiatan lain yang lebih berguna daripada harus mengurus umur seseorang"

"Bukankah ini tempat umum, siapapun berhak berada disini, kau pikir pulau ini milikmu"

"Ya terserah kau saja tuan"

Lalu kyungsoo berjalan cepat untuk menghindari laki-laki ini, tapi kyungsoo kalah cepat dengan kai, ia segera bisa mengejar langkah sang lelaki mungil itu

"Aku masih membuka tawaran yang tadi untukmu, bagaimana? Apa kau tertarik? Kyungsoo"

"Tidak terimakasih"

"Sebenarnya mengapa kau mau menjadi seorang simpanan dari jo insung?, jika kau mau uang, aku bisa memberikan yang lebih banyak dari yang bisa ia berikan untukmu kyungsoo"

"Bisa kau tutup mulutmu itu"?

"Ya tapi dengan bibirmu"

"Apa kau gila?"

"Ya karenamu"

Kyungsoo menggeram marah karena omongan laki-laki ini,

Ia ingin sekali menendangnya, tapi ia masih sadar untuk tidak membuat keributan di tengah malam. Maka sambil menutup matanya ia menghembuskan nafasnya pelan, untuk meredam semua amarahnya dan memilih tidak memperdulikan omong kosong dari kai, ia kembali berjalan dengan cepat ke arah kamarnya untuk benar-benar beristirahat dan menenangkan dirinya.

Setelah sampai ke dalam kamarnya kyungoo menjadi dirinya, ya kyungsoo yang pemarah, dan berambisi, sifat tenang dan anggunnya hanya sebagai topeng pada dunia luar, ia menekan dalam-dalam siapa dirinya karena ada suatu yang tidak ingin orang lain tau tentang dirinya.

"Sialan, dia laki-laki kurang ajar, beraninya dia, aarghhh!, brengsek, dia benar-benar menganggu ketenangan diriku, aku harus berhati-hati padanya"

Kyungsoo marah ia memang simpanan seorang laki-laki tapi bukan berarti ia bisa di tawar begitu saja.

Sedangkan di tempat lain seorang seorang laki-laki yang sedang menyeringai dan pergi ke arah yang berlawanan untuk menuju cottagenya sambil memikirkan bagaimana caranya agar targetnya kali ini masuk ke dalam kungkunganya dan berada pada kendalinya, apapun caranya akan ia lakukan untuk memiliki laki-laki itu.

Ya kim kai sudah jatuh pada pesona seorang do kyungsoo, ia jatuh dengan begitu cepat, seorang laki-laki angkuh nyatanya sudah tunduk pada laki-laki mungil itu, laki-laki milik jo insung.

Kai tidak akan tinggal diam, ia akan melakukan segala cara untuk merebut kyugsoo entah dengan cara kasar atau licik sekalipun ia tidak peduli, jika ia sudah menginginkan apapun ia pasti akan memilikinya, ya ia tidak mengenal kata tidak pada hidupnya. Ia akan memastikan kyungsoo menjadi miliknya.

Karena tuhan memang tidak akan pernah bercanda akan sebuah takdir seseorang, kim kai sudah mulai memasuki takdirnya

Karena kuasa tuhan sungguh diluar jangkauan akal sehat manusia

Lalu tepat pukul 1 dini hari insung

masuk ke dalam kamarnya dan melihat kyungsoo masih terjaga dengan bersandar pada headboard ranjangnya sambil membaca buku dan yang membuat insung tercengang adalah kyungsoo yang tidak memakai pakaian,

Ah, apakah kyungsoo sedang mencoba untuk menggodanya kali ini?

Tanpa di godapun insung akan dengan senang hati menjatuhkan dirinya untuk kyungsoo , karena ia sudah terperosok terlalu dalam pada pria mungilnya.

dengan perlahan ia mendekati kyungsoo dan duduk disampingnya, sambil mengambil buku yang kyungsoo pegang lalu mengelus pelan pipi sang pria mungil.

"Apa yang sedang kau lakukan sayang hmm, mengapa belum tidur? Dan kenapa kau tidak memakai bajumu? Kau mau menggoda ku? Jika itu niatmu ya kau berhasil sayangku"

Sambil mencium pelan bibir kyungsoo, dan membuka jas yang ia pakai.

"Aku tidak sedang menggodamu sayangku, aku hanya gerah, dan hanya sedikit membaca buku, kau tahu kan aku akan segera tertidur jika sudah membaca buku, mandi dahulu sayang, nanti baru istirahat aku tau kau pasti lelah"

"Ah aku baru ingat, kau belum memberikan apapun untuk ku sebagai ucapan selamat atas keberhasilan perusahaanku, aku ingin meminta itu sekarang bagaimana"?

"Baiklah sayangku, apa yang kau inginkan aku akan mengabulkannya"

Tutur kyungsoo sambil mengalungkan kedua lenganya pada leher sang lelaki.

"Aku menginginkan dirimu, malam ini, bagaimana heum"?

"Ahh, hanya itu?

Tanpa kau meminta, akupun sudah menjadi milikmu dari dulu bukan?"

"Ya kau benar sayang, dan aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku, kau miliku ingat"

"Hmmm ya sayang"

Dalam hati kyungsoo bersorak, ia akan dengan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan dari laki-laki ini, ia bukan orang suci yang takut akan dosa, karena nyatanya dosa adalah suatu hal yang abstark, biarkan ia menanggungnya sendiri nanti di hadapan tuhan.

biarkan ia menjadi manusia yang menjijikan karena ia sudah lelah dengan kehidupan yang dulu ia alami. Ia sudah menjatuhkan dirinya pada kubangan dosa yang menjanjikan, persetan dengn dosa, asal ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Bukankah manusia hidup penuh dengan dosa? Kecuali bayi yang baru lahir.

"Jadi sayang? Bagaimana Mau bermain denganku malam ini?"

.

.

.

.

.

.

ΩΩΩΩ

mole : tahi lalat

Apakah akan ada NC di part selanjutnya?

Dengan siapa?

Who knows

Let's see

smrik*

Jangan lupa voment kawan-kawan

Thankyou

Rizaumami090

Present