Cinta dan obsesi dua kata yang saling berdampingan satu sama lain, kau terlalu mencinta itu di katakan obsesi, kau terobsesi berarti kau juga sangat mencinta. Karena hal itu keduanya tak akan pernah terpisahkan

.

.

.

.

.

.

"Hmmm baiklah, aku mau bermain denganmu tuan jo yang terhormat, aku milikmu malam ini"

Lalu dengan pelan insung merebahkan kyungsoo ke ranjang di kamar itu, sambil menatapnya dengan lembut dan penuh cinta, dimulai dari ia mengecup kening kyungsoo dengan sayang, turun menuju kedua kelopak mata yang indah, dan ciuman itu turun pada hidungnya lalu terakhir pada bibir yang selalu menjadi favoritnya.

"Kau indah, dan akan selalu indah, kyungsoo, kau miliku, kau paham sayangku?"

"Ya hyung, aku milikmu, saat ini besok dan seterusnya tapi, bagaimana dengan istrimu?"

Kyungsoo masih teringat perkataan dari kai, bahwa ia memang laki-laki murahan, ia menjadi simpanan dari seorang laki-laki beristri.

"Sudahlah kau tidak perlu risau akan hal itu, aku bahkan tidak mencintainya kyung, aku hanya mencintaimu"

Jawab insung sambil mengecup kembali bibir kesayangnya.

"Baiklah aku tidak akan memikiran itu lagi, tapi aku sungguh merasa menjadi hina hyung, aku tidak ada bedanya dengan jalang di luar sana"

"Tidak! Kau tidak, kau adalah hal terIndah yang aku miliki, bahkan jika kau meminta aku untuk menyerahkan segalanya untuk mempertahankan dirimu akan melakukan itu, jadi jangan samakan kau dengan jalang kyungsoo, aku benci mendengar itu"

"Baiklah tuan jo"

Dengan pelan ia mencium pipi dari sang jo insung,

Kyungsoo akan melakukan apapun untuk mempertahankan posisinya sebagai laki-laki dari jo insung, ia telah mengorbankan segalanya demi posisi ini. Ribuan paku telah ia injak demi mendapatkan segalanya, ya segalanya.

"No, tidak, jangan tuan jo, panggil aku daddy malam ini"

"Yes, daddy"

Dengan gerakan seduktifnya kyungsoo mulai meraba lengan atas insung, dan mulai membuka satu demi satu kancing yang melekat pada tubuh jo insung, tidak mau kalah dengan si lelaki mungil ia mulai mencium leher kyungsoo dengan pelan sambil mengigitnya, lenguhan mulai terdengar di sana,

Saat kyungsoo hendak melepas kaitan celana jo insung, tiba-tiba kamar mereka di ketuk oleh seseorang, dan hal itu menghambat sesuatu yang sedang mereka lakukan, dengan perasaan marah bercampur kesal jo insung pergi untuk membuka pintu ia bersumpah siapapun yang telah mengganggunya kali ini ia tidak akan selamat, tapi ternyata ia adalah sekertaris dari insung yang dengan wajah pucat dan keringat dingin yang meluncur melewati pelipisnya membuat insung bertanya-tanya apa yang membuat sekertarisnya lancang mengganggu kegiatannya kali ini.

"Ada apa sekertaris hyun!? Kau tau kau membuatku marah kali ini, beraninya kau mengganggu ku dengan-"

"Nyonya hyun, isteri anda tuan ia.. Ia"

"Kenapa dengan wanita itu, cepat kau katakan, kau membuang waktuku"

Insung seakan tidak peduli dengan hyun-hee yang notabenenya adalah istrinya sendiri, karena wanita itu hanyalah pajangan di depan publik.

"Nyonya hyun kecelakaan tuan, ia mengalami patah tulang pada bagian rusuknya dan sekarang ia sedang koma tuan"

"Apa peduliku"

"Tapi tuan, ayah anda meminta anda untuk pulang ke korea dan menjenguk nyonya, ia akan sangat marah bila anda tidak datang tuan"

"Sialan, tua bangka itu, wanita itu yang terkena sial mengapa aku yang harus repot-repot ke sana"

"Bilang pada ayahku aku akan kembali ke korea dalam 2 hari lagi"

"Maaf tuan, tapi ayah anda memaksa anda untuk pulang malam ini"

"Apa! Tidak, aku tidak mau, memangnya dia kikir dia siapa memerintahkan aku se enaknya, bilang pada si tua bangka aku tidak akan menuruti perkataannya, aku akan pulang saat urusanku disini sudah selesai"

"Ta, tapi tuan.. "

"Kubilang aku-"

"Sayang, sudahlah turuti saja permintaan ayahmu itu, heum.. Pulanglah, malam ini istrimu kasihan ia membutuhkan dirimu di sana"

Kyungsoo berujar kepada insung sembari mengusap lengan insung untuk menenangkannya.

"Kyungsoo lalu kau? Disini sendirian begitu? Kyungsoo aku tidak akan tega meninggalkan mu sendiri disini"

"Hey aku sudah besar, tak apa aku bisa menjaga diriku, aku akan pulang dua hari lagi, bagaimana?"

Ia meyakinkan insung dengan senyuman manisnya

"Aku takut kalau terjadi apa-apa padamu"

"Tidak akan, aku bisa menjaga diriku sendiri ,percayalah"

"Baiklah tapi jika ada suatu hal yang terjadi kau harus langsung menghubungi ku? Paham?"

"Ya aku janji, jika ada apa-apa aku akan langsung menghubungi mu, tenang saja"

Dengan menghela nafas beratnya insung akhirnya menyetujui keputusan ayahnya untuk kembali ke korea malam itu juga

Lalu setelah menyiapkan persiapan keberangkatannya insung mencium Puncak kepala kyungsoo, ia tidak rela jika ia meninggalkan kyungsoo sendirian di sini, ia takut bila terjadi sesuatu yang tidak-tidak pada lelaki ke sayangnya itu.

"Kau ingat, jika terjadi sesuatu hubungi aku secepatnya"

"Ya pak tua, kau cerewe sekali si, sana cepat pergi nanti kau tertinggal pesawat"

"Hmm baiklah, jaga dirimu"

Kyungso hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyumannya.

Setelah kepergian insung kyungsoo berniat untuk pergi tidur lagi karena hari ini ia sungguh lelah setelah pesta itu dan beberapa masalah dengan kim kai.

Pagi sudah menjelang dan sang matahari pun sudah menampakkan cahayanya yang menembus tirai kamar kyungsoo, ia sangat enggan membuka mata ia benar-benar lelah, ia baru tidur pukul 3 dini hari, lalu saat ia akan kembali ke alam mimpinya ia merasakan ada sesuatu yang tengah mengusap lembut rambutnya lalu usapan itu turun ke pipinya, dan ia merasa terbuai akan sentuhan-sentuhan itu dengan rasa nyaman yang menjalar dari pipinya hingga kedalam hatinya ia merasa sungguh tenang, maka ia jatuh tertidur dengan lelapnya. Tanpa ia sadari ada seseorang yang sedang menampilkan senyum liciknya sambil memandangi kyungsoo yang saat itu tengah tertidur dengan indahnya.

"Ssttt Cantik, tidurlah lebih lelap dalam dekapan ku, aku akan ada disini untukmu"

Laki-laki itu bermonolog dalam hatinya

'sungguh kau adalah ciptaan tuhan terIndah yang pernah aku lihat'

Ia berkat sambil mendekap kyungsoo ke dalam pelukannya, memberikan kehangatan pada si mungil lalu mencium kening kyungsoo sambil bergumam.

"Akan kupastikan kau menjadi miliku seutuhnya kyungsoo"

Saat sinar matahari menyinari lebih terik dan cahayanya begitu menyakitkan menembus kelopak mata kyungsok yang sedang terlelap ia merasakan ada sebuah tangah yang tengah memeluk pinggangnya dari belakang dan kyungsoo merasakan hembusan nafas yang hangat di sekitar Puncak kepalanya, lalu ia juga mencium adanya aroma lain yang menguar di sekitar dirinya saat ini, parfum aroma mint dan sedikit aroma musk, campuran dengan lime basil, aroma yang sangat jantan dan memikat, ia yakin ini bukanlah aroma dari insung karena ia hapal wangi parfum jo insung.

"Hay cantik, kau sudah bangun heum"

Sapa laki-laki asing itu, lalu kyungsoo dengan gerakan tiba-tiba menolehkan wajahnya ke belakang dan melihat seorang yang ia kenal tengah menyeringai ke arahnya dengan seringai yang tampan tentu saja, rambut yang khas bangun tidur, poni yang menutup sebagian dahinya, ia sangat menawan, mata yang tajam dan senyum yang mematikan.

kyungsoo menatap laki-laki itu dari atas lalu turun ke bawah dan membulatkan matanya dengan horor karena laki-laki disebelahnya itu tidak sedang memakai baju, jadi ter pampanglah ABS sempurna milik laki-laki ini, 6 kotak pack otot yang sempurna berwarna cokelat perunggu, dipadu dengan lengan otot yang keras dan kencang, lalu kyungsoo menelan ludahnya dengan susah payah dan tiba-tiba saja kegugupan menyerangnya pagi ini.

"Ap apa yang kau lakukan di dalam kamarku brengsek"

"Woahh pagi-pagi kau sudah marah-marah sayangku, tidakkah kau ingin memberikan ku ciuman selamat pagi heum?"

"Aku Tidak sudi, tuan kim, pergi kau dari kamarku! "

Ya ternyata laki-laki asing itu adalah kim kai, ia yang telah masuk dan menyusup ke dalam kamar kyungsoo dan menemani kyungsoo tidur dari semalam.

"Hey sayang, kau seperti ibu-ibu saja, baru bangun tidur sudah marah-marah begitu, galak sekali, tapi kau tambah sexy"

"Apa kau gila kim kai, mengapa kau berada di kamarku dan tidur di sampingku, pergi kau!"

"Hey santai sedikit sayangku, aku kesini hanya memastikan kau baik-baik saja, dan aku ke sini tidak tanpa alasan"

"Tutup mulutmu, alasan apa yang kau bicarakan, dan darimana kau bisa masuk ke sini, apa kau menyusup"

"Ayolah aku tidak serendah itu mata bulat, aku bukan penyusup,tetapi ini atas permintaan seseorang aku diminta untuk memastikan kau baik-baik saja dan aman selama kau disini"

"Apa Maksudmu, siapa yang meminta mu untuk menjagaku?"

"Jo insung yang meminta kununtuk menemani dirimu selama kau berada di pulau ini"

"Bagaimana bisa ia memintamu untuk menjaga ku, apa dia sudah gila?!"

"Ya kupikir dia gila, setelah menyerahkan miliknya dengan suka rela didepanku"

Balas kim kai dengan senyumannya yang sinis,

Lalu tiba-tiba kyungsoo merasa perkataan kai sangat menakutkan. Ia merasa laki-laki ini sangat berbahaya.

memang ada benarnya, insung sudah gila karena meminta kai untuk menjaga dirinya karena demi keselamatan kyungsoo, tapi ia benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa kim kai yang menjaganya.

"Yang menjadi pertanyaanku bagaimana bisa ia meminta dirimu tuan kim, aku benar2 tidak mengerti dengan kalian berdua"

Flashback

Drrtt.. Drtt..

Ternyata ada sebuah panggilan masuk ke dalam handphone miliknya dan panggilan itu dari jo insung,

"Kai ini aku jo insung"

"Ya tuan jo, ada apa? Mengapa kau menelfon ku pada tengah malam seperti ini?"

Kai menjawab dengan setelah sadar karena ia memang sangat lelah dan mengantuk, tapi si tua bangka itu malah menganggu kegiatannya

"Bisakah aku meminta tolong kepadamu?"

"Tengah malam begini?" memangnya apa yang harus kulakukan?"

"Maaf kai, aku ada urusan mendadak malam ini, sehingga aku harus pergi ke korea saat ini juga, dan kyungsoo aku tinggalkan dia sendirian di pulau ini, bisakah kau menemaninya selama ia berlibur di pulau ini untuk beberapa hari?"

Dengan mata yang tiba-tiba terbuka lebar kai mencerna setiap kata-kata yang keluar dari suara di seberang sana, dengan senyum kecil di sudut bibirnya ia jelas akan dengan senang hati menemani pria mungilnya disini ia, akan dengan senang hati menghabiskan liburannya di pulau ini dengan kyungsoo. Yeah ternyata mangsanya berjalan mendekat dengan suka rela menyerahkan diri.

"Baiklah tuan jo aku akan menemani kyungsoo selama ia berada disini"

"Terimakasih kai, aku berhutang banyak kepadamu"

"Ya tidak masalah tuan jo, senang dapat membantu"

Dengan seringai yang ia sunggingkan dan beberapa pikiran licik yang telah ia susun di dalam otaknya yang cerdas ia akan mendapatkan kyungsoo dengan mudah kali ini.

"Nomor kamarku adalah 8812 di lantai 21,akan ku kirimikan pasword kamar kami lewat pesan. Dan kupikir ia akan bangun lebih siang dari biasanya, karena kelelahan setelah pesta semalam"

"Hmm ya aku mengerti tuan jo, nanti siang aku akan ke kamarnya, dan melihat keadaannya"

Ya melihat pria cantiknya.

'Terimakasih kai"

"Ya tuan, sama-sama"

Setelah mematikan sambungan telepon tersebut kai tidak melanjutkan tidurnya, ia menatap langit-langit kamarnya lalu sebuah ide nista muncul pada otak cerdasnya ia kemudian pergi ke luar, berniat mendatangi secepatnya pria mungil yang sudah mengambil seluruh respon tubuhnya, dan berjalan dengan pelan di tengah kerlip lampu-lampu jalan pada malam itu dan mendatangi kamar hotel yang kyungsoo tinggali,

Daripada besok mengapa tidak sekarang saja bukan?

Itu yang dipikirkan oleh kim kai.

Setelah dapat menemukan kamar hotel yang ditinggali kyungsoo langsung saja jongin masuk dan ternyata melihat seorang pria mungil yang cantik sedang terlelap, tanpa pikir panjang ia langsung merebahkan tubuhnya disamping kyungsoo dan memperhatikan ciptaan tuhan yang begitu indah, ia tidak pernah merasakan begitu ingin memiliki seseorang sebelumnya, hanya kyungsoo yang mampu mengambil seluruh kontrol tubuh kai.

Dan tak lupa sebuah kecupan singkat ia berikan di puncuk kepala kyungsoo.

End of flashback

"Jadi ia meminta mu untuk menemani ku selama aku berada di sini?"

"Hm ya"

"Apa kau tidak bekerja, bagaimana dengan perusahaanmu, bukankah kau orang sibuk tuan kim?"

Dengan perkataan sarkastik kyungsoo mencoba untuk mengusir orang ini.

"Memangnya kenapa kau begitu memperdulikan tentang perusahaanku? Aku mempunyai banyak pekerja yang handal sayang, aku bisa mempercayakan semuanya kepada para bawahanku"

"Dasar sombong"

"Sombong, adalah kata yang terlalu kasar sayang, aku tidak sombong hanya memberi tahu padamu, bukankah kau tadi bertanya?"

Sial laki-laki ternyata pandai berbicara, ia tidak mudah di untuk dibantah batin kyungsoo.

"Lalu apa maumu sekarang? Kau sudah lihat sendiri kan aku baik-baik saja, dan tuan kim, kau boleh pergi sekarang, dan terimakasih aku tidak butuh bantuanmu selama aku ada disini"

"Aku tidak akan pergi kemana pun sayangku, sudah kubilang aku akan menjagamu, aku harus melakukannya, atau jo insung akan sangat kecewa padaku, bisakah kita berdamai hanya sebentar untuk beberapa hari?"

"Memangnya kita sedang terlibat sebuah perang, sehingga kau meminta damai padaku? Hhh yang benar saja tuan kai"

"Bukankah kau yang dari awal selalu menjauh dan berbicara kasar padaku, itu menandakan kau begitu jahat dan kejam, aku juga ingin menikmati liburan di pulau ini dengan tenang tanpa adanya pertengkaran dengan dirimu, bagaimana? Apa kau setuju?"

"Tapi aku melakukan itu karena kau selalu mengganggu diriku dimanapun, itu membuatku tidak nyaman"

"Ohh maaf, jika itu yang kau pikirkan aku tidak akan berbicara seperti itu lagi padamu, heumm?? Kita damai?"

Lalu kyungsoo berpikir tidak ada salahnya berdamai dengan laki-laki ini, setidaknya jika kembali ke korea nanti mereka sudah tidak akan pernah bertemu kembali.

"Baiklah aku setuju, tapi tidak jika kita sudah berada di korea, ku harap kita tidak pernah bertemu kembali"

"Tentu"

Tentu tidak sayangku, bagaimana bisa kita tidak akan bertemu jika nyatanya kau akan selalu berada di sisiku selamanya kyungsoo. Kai membatin dalam hatinya yang licik.

"Aku akan mandi dahulu, karena ini sudah siang aku akan ke restoran bawah dan makan siang, sekarang pergilah kembali ke kamarmu tuan kim"

"Bagaimana kalau kita mandi bersama? Untuk menyingkat waktu"

"Bicara apa kau ini, baru beberapa detik yang lalu kau bilang kau tak akan berbicara seperti itu lagi"

"Ahhh, aku hanya bercanda ayolah.. Kau seperti anak-anak saja jika sering marah seperti itu"

"Maaf tuan kim aku memang seperti ini, jika tidak kau suka aku pun tidak peduli"

"Baik baiklah aku mengalah, aku akan kembali ke cottageku, 1 jam lagi kita bertemu di restoran untuk makan siang, lalu aku akan menemani mu berkeliling pulau"

"Ya tuan kim, terserah padamu, sekarang pergilah!"

Lalu kai berjalan menjauhi kyungsoo dan berjalan ke arah pintu keluar sebelum ia membuka pintu itu ia menoleh ke belakang dan memanggil kyungsoo.

"Hey bocah mungil, oya jangan panggil aku tuan kim, tapi panggil aku dengan kai" ia berbicara dengan mengedipkan sebelah matanya yang membuat siapapun akan luluh saat melihatnya, tetapi kyungsoo hanya mengedipkan matanya dan memandang kai dengan acuh. Tepat setelah pintu itu tertutup kyungsoo mengehla napas dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Mereka sudah berada di restoran tempat pilihan kyungsoo,

Kai memakai kemeja putih sedangkan kyungsoo pun memakai pakaian yang sama mereka duduk berhadapan,

mereka akan makan siang bersama.

melanjutkan liburan keduanya di pulau fiji dengan mengunjungi sebuah spot di tengah laut untuk menyelam, ya ide menyelam dari kai, dan kyungsoo hanya mengangguk menyetujui.

Setelah selesai menyelam dan sudah kembali ke daratan mereka mengunjungi beberapa tempat wisata lain di pulau itu, berbelanja dan mengunjungi toko-toko yang terdapat di pulau fiji

membeli beberapa oleh-oleh khas pulau fiji. Menghabiskan waktu seharian penuh bersama membuat mereka sedikit lebih dekat daripada sebelumnya, kai ingin mengetahui bagaimana sifat kyungsoo yang sebenarnya, maka ia mengalah dan akan memperlakukan kyungsoo dengan baik hari ini.

selesai berbelanja dan mengunjungi beberapa tempat wisata lain mereka berjalan bersama dengan kesunyian yang menjerat keduanya, karena tidak ingin hal itu berlanjut kai memecahkan keheningan dengan bertanya pada sang lelaki mungil

"Apa kau suka berlibur disini kyungsoo?"

"Hmm ya, aku selalu ingin pergi kesini, ini adalah tempat yang indah, Bagaimana denganmu"

"Aku juga, kyungsoo, aku bahagia berada disini dan bertemu denganmu"

"Maksudmu?"

"Ya hal yang paling indah saat berada disini adalah bertemu denganmu"

Kai menyunggingkan sebuah senyuman kecil, itu senyuman yang tulus dan sangat manis, ohh siapapun akan terbang ke udara jika melihat seorang kim kai tersenyum begitu manis pada setiap orang namun sayangnya senyuman itu hanya di tunjukkan kepada kyungsoo. Yang diberikan senyuman semanis itu hanya mengedipkan matanya beberapa kali, ia heran bagaimana bisa kim kai begitu bersikap manis hari ini, ia tidak mengganggunya dengan tingkahnya yang menyebalkan, kai hari ini sungguh memperlakukan kyungsoo dengan baik ia tidak seperti kim kai yang biasanya dan itu membuat kyungsoo sedikit melunakan sikapnya.

lalu setelah berjalan seharian penuh karena lelah mereka pun memutuskan untuk menantikan matahari tenggelam di pinggir pantai sembari memakan makanan yang mereka beli di sebuah restoran yang mereka temui.

"Kai, besok aku akan kembali ke korea, bagaimana dengan mu? Kapan kau akan kembali ke sana?"

"Aku juga akan kembali ke sana tapi di hari yang berbeda denganmu, kenapa kyungsoo, apa kau akan merindukanku?"

"Kau percaya diri sekali tuan kim, aku hanya bertanya apa salahnya"

"Hmm, kyungsoo bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"

"Tanyakanlah"

"Kau, mengapa kau mau menjadi kekasih dari jo insung?"

"Kurasa itu masalah pribadiku, tentang bagaimana bisa aku menjadi kekasihnya itu bukan urusanmu, dan kupikir kau sudah pernah bertanya mengenai hal ini dan aku tetap tidak akan memberi tahukan padamu"

Ya kyungsoo masih bungkam, tentang bagaimana ia menjadi seorang simpanan dari sang CEO, ia tidak mau membuka suatu hal yang kelam di masa lalunya.

"Baiklah kyungsoo, aku tidak akan bertanya apapun lagi, maaf sudah membuatmu tidak nyaman?"

What the ?? Seorang kim kai meminta maaf? Ia meminta maaf pada kyungsoo? Apakah ia sedang bermimpi. Yang benar saja.

Lalu kyungsoo hanya menanggap dengan senyuman dan mengangguk, sambil meneguk red wine yang ia beli tadi dengan kai, ia cukup merasa nyaman berada di sebelah kai hari ini, karena sikapnya yang memperlakukan kyungsoo begitu baik.

Lalu mereka melihat matahari yang semakin turun dari peraduan dengan keheningan, menikmati cahaya sinarnya yang berpendar sangat cantik, seketika langit berwarna senja yang menenangkan, dengan angin yang berhembus membelai setiap inci dari tubuh keduanya, mereka terhipnotis akan suasa indah yang sedang mereka alami.

" sangat indah bukan? Lihatlah Cahayanya kai, aku benar-benar merasa bahagia berada disini, ini membuatku tenang"

"Ya indah seperti dirimu"

"Kau selalu menyebutku cantik, Indah dan segalanya yang hanya pantas di ucapkan untuk seorang wanita kai, apa kau lupa aku ini laki-laki?"

"Aku tau kau laki-laki tapi menurutku kau lebih cantik daripada wanita yang sesungguhnya"

"Kau mulai lagi kim"

Kai hanya terdiam dan tersenyum lalu ia melihat bagaimana proses sang matahari akan berganti dengan bulan, ia bahagia karena kyungsoo sudah mau merubah sikapnya untuk hari ini.

Kai dan kyungsoo saling melihat langit dengan pemikirannya masing-masing, lalu kai memalingkan wajahnya untuk sekedar melihat bagaimana wajah cantik dari kyungsoo terkena pantulan sinar senja dari samping, ia melihat mata kyungsoo menjadi sangat jernih, senyum yang masih tertanam pada kedua belah bibir kyungsoo, rambutnya yang terbang karena hembusan angin sore itu, sungguh kai tidak habis pikir bagaimana bisa ada laki-laki ciptaan tuhan se indah ini, sepertinya saat tuhan membuat kyungsoo ia sedang sangat bahagia hingga menciptakan mahluk yang begitu cantik mengalahkan sang Aphrodite yang dijuluki wanita tercantik.

Lalu entah datang keberanian dari mana ia mulai mendekatkan dirinya pada kyungsoo, ia menyentuhkan tanganya pada pipi kyungsoo, sang lelaki kecil pun tersentak kaget karena ada sebuah tangan yang menyentuh pipinya secara lembut, ia menolehkan wajahnya ke samping dan menemukan kai sedang tersenyum lembut, tatapan matanya yang biasanya tajam kini berubah menjadi hangat, membuat kyungsoo bersemu merah, entah karena apa kyungsoo tiba-tiba menutup kedua kelopak matanya ia benar-benar merasakan kenyamanan tersendiri ketika berada di samping kim kai.

Dengan pelan kai memajukan wajahnya, ia menatap wajah didepannya denga takjub, ah seluruh tubuhnya menginginkan kyungsoo begitu pula hatinya, dengan pelan ia mendaratkan sebuah kecupan di kedua mata kyungsoo yang tertutup rapat, mata itu mata yang membuat kai terpesona akan ke indahanya, lalu kecupan itu turun pada incaranya yang selama ini ia idam-idamkan, bibir itu, bibir yang senantiasa membuat kai mambuk ingin mencicipinya dan sekarang ia sudah merasakan betapa lembutnya bibir itu, manis, ya manis, rasa yang kai sesap pada bibir kyungsoo adalah manis, ini akan menjadi bibir favoritnya apakah ini karena efek red wine yang kyungsoo minum, ah sepertinya bukan ini memang rasa manis dari bibir kyungsoo.

Ia terus mencium kyungsoo dengan lembut, menyesap bibir itu atas dan bawah, karena ia tidak akan tahu, kapan ia bisa merasakan hal itu kembali nanti, karena kyungsoo pasti akan kembali ke sisi jo insung, maka kai tidak akan melewatkan kesempatan ini.

Ia terus menciumnya, dengan sangat lembut dan menggoda kyungsoo untuk ikut dalam ciuman mereka kali ini, perlahan tangan kyungsoo merambat menuju kedua lengan kai, dan mengalungkan kedu tangannya di leher kai.

Lembut dari bibir kyungsoo beradu dengan rasa red wine membuat kai semakin mambuk akan itu, ia semakin memperdalam ciumannya, lidahnya menggoda bibir kyungsoo untuk membuka jalan agar bisa memasuki dan mengajak bertarung di dalam kulit kyungsoo, dengan sebuah gigitan kecil akhirnya kyungsoo memberikan ijin padanya, didalam sana lidah kyungsoo seakan menyambutnya, dengan senang hati kai menyesap semua rasa di dalam sana, merasakan hangatnya mulut kyungsoo, saliva yang mulai keluar pun mereka hiraukan, mereka berdua terbuai akan ciuman masing-masing, kyungsoo melenguh karena ciuman ini begitu menggoda dan ia sangat menyukai bagaimana sang kim kai bermain pada bibirnya, kyungsoo merasa sangat kosong kali ini yang ada hanya kim kai. Mereka tidak memperdulikan waktu yang sekarang telah berganti, sinar senja sudah menghilang dan digantikan dengan sinar bulan dan Bintang, mereka terus berciuman sampai kyungsoo berfikir ia pasti sudah berada di surga saat ini karena ini begitu Indah.

Lalu setelah dirasa nafas keduanya telah habis kai melepaskan tautan bibirnya dari bibir kyungsoo, dan melihat bagaimana cantik wajah yang tadinya putih kini menjadi merah merona, dengan kilau di bibir karena lelehan saliva, bibir yang tadinya tebal kini menjadi semakin tebal dan berwarna merah.

"Kau cantik kyungsoo"

Kai perlahan menyapukan ibu jarinya pada bibir bawah kyungsoo untuk menghapus sisa saliva yang tertinggal, dan kembali mengusap telapak tangannya pada pipi kyungsoo.

"Aku tidak kai"

Dengan nafas yang masih memburu, kyungsoo menjawab pernyataan dari kai. Dengan mata yang masih menutup karena euforia sehabis ciuman hebatnya dengan kai tadi ia tidak habis pikir bagaimana ia benar-benar terbuai akan perlakuan kai padanya, ia sangat menyukai ciuman itu.

"Baiklah kau tidak cantik tapi indah"

"Hmm terserah dirimu saja kai"

"Kyungsoo?"

"Ya?"

"Maukah kau bermalam denganku malam ini di kamarku?"

"Kenapa?"

"Karena aku ingin menghabiskan malam terakhirku denganmu, bukankah kau bilang jika kita sudah berada korea kita tidak akan bertemu kembali?"

Kyungsoo mulai berfikir tentang ucapan lelaki itu, ia benar-benar telah jatuh pada pesona kim kai dalam sehari, ia sudah luluh akan perlakuan yang kai berikan padanya, tidak ada salahnya ia menghabiskan malam terakhirnya di pulau ini dengan kai, ya sebelum ia kembali ke korea dan menjadi seorang simpanan lagi, sebelum ia menjadi budak jo insung.

Sebelum ia kembali merasakan penjara yang insung berikan padanya.

Maka dengan senyum yang nakal kyungsoo kembali mengalunkan kedua lengannya pada leher kai, lalu ia mengecup bibir kai dengan cepat.

"Tentu aku akan mengabulkan keinganmu tuan kim, dengan senang hati"

Kai benar-benar tidak menyangka kyungsoo mampu ia dapatkan malam ini, jelas ia tidak akan menyiakan kesempatan kali ini, dengan gerakan cepat kai langsung menggendong kyungsoo dengan kedua lengannya, kedua tangan kyungsoo masih berada pada lehernya dan dengan senyum liciknya ia membawa kyungsoo ke dalam cottagenya.

"Aku janji akan memberikan suatu yang tidak akan pernah kau lupakan kyungsoo"

"Aku nantikan apapun itu darimu kim"

.

.

.

.

.

.

ΩΩΩΩ

To be continued...

Sorry for typo Hehe

Akhirnya part 4 sudah meluncur

Dan,

NC'nya masih menjadi misteri haha ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

Jadi mari melihat ada apakah di part selanjutnya ??

See you in next chapter guyss

Semoga part ini tidak mengecewakan

Jangan lupa vomentnya, biar lebih semangat lagi

Thankyou

Rizaumami090

Present