Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance, OOC.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

-Unexpected-

Sunday, Launch Time.

Suho memang calon model masa depan. Pergi keluar dari rumahnya saja Suho begitu terlihat stylish! Dengan kemeja putih dan celana pendek kotak-kotak membungkus tubuhnya yan berisi dan menggemaskan. Mungkin jika Suho perempuan, sang Ibu akan lebih gila lagi dalam mendandani anak pertamanya itu.

Suho yang tampan Kyuhyun ajak ke cafe Ryeowook, tentu saja bayi kecil itu juga ikut nongkrong dengan orangtuanya. Kyuhyun dan Siwon menikmati waktu libur dengan double date bersama Ryeowook dan Yesung. Walaupun WonKyu sudah menikah, mereka membutuhkan waktu untuk bersenang-senang.

Walaupun hanya mengobrol dengan teman dan makan bersama. Kyuhyun dan Ryeowook sebenarnya biasa menghabiskan waktu weekend bersama Eunhyuk dan Heenim, tapi mau bagaimana lagi sekarang kedua sahabatnya itu tidak bisa hadir ditengah-tengah mereka.

"Jadi Suho akan syuting iklan? Daebak! Bagaimana bisa anak setengah tahun bisa menghasilkan uang." Kata Ryeowook tidak percaya, tapi Suho yang dibicarakan hanya sibuk dengan mainannya.

"Kau ingat Ryeowook, saat aku memposting foto Suho yang memakai baju polisi? Foto itu mendapatkan banyak like dan komentar. Aku rasa anakku memang berbakat menjadi model." Kata Kyuhyun membuat Siwon berdehem, "Dia masih kecil, biar nanti dia yang menentukan mau jadi apa." Kata Siwon.

"Sebagai orangtua kita juga wajib mengarahkan anak kita sesuai dengan bakatnya, jangan sampai apa yang dia inginkan tidak sesuai dengan kemampuannya." Ucap Kyuhyun lagi.

Siwon kembali menyanggah, "Tapi sayang, untuk anak sekecil Suho ini... Semua itu belum terlihat. Dia masih mencari jati dirinya, dia belum bisa menunjukan kemampuan apa yang dimilikinya. Anak sekecil ini hanya mengikuti apa yang orangtuanya berikan."

Yesung dan Ryeowook hanya saling pandang lalu kompak menggelengkan kepala melihat pasangan suami-istri yang sedang berdebat. Mereka jadi kasihan pada Suho yang pasti mendengar hal seperti ini sehari-hari.

"Untung kau tidak seperti Siwon sayang, kau selalu memiliki pemikiran yang sama denganku." Ucap Ryeowook bersyukur sambil memegang kedua tangan Yesung. Yesung menatapnya dalam, "Tentu saja, pilihanmu selalu sesuai denganku." Balas Yesung. Tentu saja pada saat pacaran memang biasa seperti itu tapi setelah menikah... Biasanya sifat aslimu akan keluar.

"Ya, Suho Eomma dan Appa, apa kalian tidak bisa berhenti bertengkar? Dan kalian pasangan baru, jangan bermesraan di depan bayi."

Kyuhyun dan Ryeowook yang mengenali suara itu langsung menoleh, "Eunhyuk!" Teriak mereka membuat Suho menatap Mommy dan Auntienya dengan wajah kesal. "Mommy dan Auntie membuat aku kaget, padahal aku hampir berhasil mengambil makanan dari atas meja."

Rupanya sejak tadi Suho yang duduk di kereta bayinya sedang berusaha mengambil makanan yang tepat berada di pinggir meja. Piring berisi spon cake lezat kesukaan Mommynya. Ternyata sifat suka makan Ibunya menurun pada Suho.

''Yak, kenapa kalian menatapku seperti itu?'' Tegur Eunhyuk, kemudian wanita berambut copper brown itu memilih tempat duduk dan duduk dekat dengan Suho. ''Astaga, kau cepat sekali besar sama seperti ibumu.'' Sindir Eunhyuk dengan senyum jahil. Kyuhyun dan Ryeowook tidak tahu harus bereaksi seperti apa, mereka terlalu terkejut.

Kemudian Kyuhyun sadar dengan sindiran sahabatnya, ''Apa maksudmu dengan kami sama besar? Apa tubuhku sebesar itu?'' Kyuhyun jadi panik sendiri, Siwon menggelengkan kapala. Sudah bosan rasanya dia menjawab pertanyaan Kyuhyun prihal bentuk tubuhnya selama 10 bulan terakhir.

''Kau tidak punya cermin? Yak, bukankah suamimu memiliki banyak uang, kenapa cermin saja kalian tidak punya? Cho Kyuhyun, kau sudah berubah menjadi Ibu-ibu sekarang.'' Eunhyuk semakin menggoda, wajah Kyuhyun sudah merah sekarang. Ryeowook hanya tertawa, tentu saja apa yang Hyuk katakan itu sama sekali tidak benar.

''Siwonie, apa aku seperti itu? Apa selama ini kau berbohong padaku?'' Tanya Kyuhyun pada Siwon dengan wajah sedihnya, Siwon jadi merasa tidak tega melihatnya. ''Yak, Lee Hyuk Jae... Urusi saja dirimu sendiri, kau terlihat bertambah tua sejak tinggal di luar. Kau sepertinya lupa dengan pola hidup sehat untuk awet muda dari negara kita.'' Ucap Siwon pada Eunhyuk.

''Kenapa sekarang membahas usia, usia kita tidaklah berbeda jauh Siwon-sshi. Jika aku tua, kau jauh lebih tua karena sudah menikah.''

''Tua itu pasti, setidaknya aku sudah memiliki istri cantik dan putra yang tampan.''

''Tapi...''

Ryeowook langsung menyela, ''Hentikan kalian berdua... Sejak kita mengenal Siwon, kau tidak pernah bisa berkata manis padanya Eunhyuk-ah. Dan kau Kyunie... Kau masih saja percaya kata-kata Hyuk, itu hanya candaan biasa. Sifat polosmu tidak pernah berubah.'' Ryeowook jadi pusing sendiri, jika Heenim ada bersama mereka, pasti suasana semakin gila.

''Hyuk, sepertinya kau lupa padaku. Aku sudah menunggu selama setengah jam diluar.'' Ucap seseorang yang baru saja masuk, sekarang semua orang menatap pada pria itu. ''Yak, Lee Donghae!'' Kyuhyun sampai berdiri dari duduknya, Eunhyuk jadi takut dengan reaksi sahabatnya.

Donghae langsung menyatukan kedua tangannya sebagai antisipasi, ''Kyuhyun tolong, kita sedang berada di tempat umum sekarang. Tolong jangan menyerangku seperti dulu, setidaknya jangan sakarang, oke?'' Donghae masih trauma dengan serangan Kyuhyun waktu itu.

Kyuhyun mendengus, ''Cih, kau masih ingat saja hal itu.'' Kyuhyun sedikit kesal, ''Setidaknya aku tidak akan melakukan itu di depan putraku.'' Lanjut Kyuhyun kemudian duduk kembali dan merebut cake yang anaknya pegang, sekarang wajah bayi itu yang terlihat kesal.

Suasana sedikit tidak terlalu canggung, tapi Donghae masih terlihat gugup saat semua sahabat Eunhyuk menatapnya. Tatapan yang hanya memiliki satu pertanyaan, bagaimana bisa kalian bersama? Yah itulah yang menjadi pertanyaan semua orang. Ryeowook meminum minumannya sebelum bicara, ''Oh ya, silahkan duduk Donghae-shi.'' Errr, dia pemilik cafe lebih gugup dari Donghae.

''Ah, terima kasih Ryeowook-shi.'' Donghae tersenyum lalu duduk di bangku yang masih kosong. Siwon memperhatikan pria itu dan teringat dengan artikel beberapa waktu lalu, ''Apa kebersamaan kalian sekarang ada hubungannya dengan artikel yang baru-baru ini keluar?'' Pertanyaan itu begitu saja keluar dari mulut Siwon.

Donghae sedikit berpikir sementara Eunhyuk merasa wajahnya memerah, ''Tidak benar. Itu hanya gosip murahan.'' Eunhyuk berusaha tertawa, padahal wajahnya yang memerah memunculkan banyak pertanyaan. Kyuhyun menggeser kursinya untuk lebih dekat dengan Eunhyuk, ''Hyuk, katakan yang sebenarnya. Apa arti semua ini? Apa kau dan Donghae kembali bersama?''

-Unexpected-

Kyuhyun terus bicara tanpa henti, Siwon hanya diam sebagai pendengar sesekali menimpali ucapan istrinya. Siwon lebih asyik memperhatikan Suho yang sibuk berguling-guling di tempat tidur, bayi 6 bulan itu mulai belajar merangkak. Kyuhyun terus saja membicarakan soal hubungan Eunhyuk dan Donghae yang kembali bersama, dia tidak habis pikir kenapa Eunhyuk masih mau dengan pria sombong itu.

''Sayang berhenti bicara, kau sudah bicara selama 30 menit tanpa henti. Bukankah Donghae itu temanmu juga, aku pikir dia jauh lebih baik dari yang kita pikirkan.''

Kyuhyun menatap Siwon, ''Bukannya aku tidak suka dengan hubungan mereka tapi aku hanya merasa dibohongi saja. Aku pikir Eunhyuk ingin pergi ke luar negerti untuk melupakan Donghae, aku sempat menyerah dengan hubungan mereka. Jika tahu akan seperti ini, aku tidak akan mengijinkan sahabatku itu pergi ke luar negeri.''

''Aku dengar juga Eunhyuk sudah kembali ke rumah orangtuanya, apa orangtua Eunhyuk sekarang merestui mereka?'' Siwon penasaran dengan hal itu.

Kyuhyun berhenti menciumi putranya, ''Paman dan Bibi Lee tidak sejahat itu, aku rasa jika Donghae mau berubah mungkin orangtua Eunhyuk akan merestui mereka. Aku rasa setelah menjadi artis, kehidupan ekonomi Donghae semakin membaik. Dia juga memiliki bisnis restoran yang cukup maju, mungkin itu bisa menjadi pertimbangan paman dan bibi Lee.''

''Aku berharap semua yang terbaik untuk mereka.'' Siwon menatap putranya yang tidak bisa diam, ''Kenapa putra kita sangat aktif, sepertinya aku tidak sanggup jika harus menjaga Suho sendiri.''

Kyuhyun mendudukan Suho dipahanya lalu memberikan bayi itu mainan, ''Dasar laki-laki, baru segitu saja sudah mengeluh. Tapi putra kita memang cukup aktif untuk anak seusianya apalagi dia mulai makan makanan pendamping asi sekarang.''

''Kau jangan lupa istirahat Sayang, jika kau lelah kan ada Baby-sitter yang bisa menggantikanmu.''

''Tenang saja Siwon, tidak ada kata lelah bagi seorang Ibu demi anaknya.''

Siwon menatapnya dengan tatapan bangga, Siwon tidak pernah membayangkan kalau Kyuhyun akan menjadi Ibu yang baik bagi anaknya, jika mengingat tabiat Kyuhyun dulu rasanya berlebihan jika Siwon berharap Kyuhyun untuk menjadi Ibu yang baik bagi anak mereka. Baik Kyuhyun maupun Siwon pada awalnya tidak menginginkan anak itu tapi sekarang Suho adalah dunia mereka.

''Kyuhyun-ah terima kasih atas semua pengorbananmu, kau telah mengandung dan melahirkan Suho dengan baik dan sekarang kau menjadi Ibu yang baik untuknya. Aku berhutang banyak hal padamu.''

''Siwon, waktu yang telah merubah semuanya. Saat awal mengandungnya aku selalu berpikir jika hal itu tidak seharusnya terjadi, saat melahirkannya aku merasa kalau tidak seharusnya aku mempertaruhkan nyawaku seperti itu tapi sekarang semuanya terasa berbeda. Kebahagiaan menjadi seorang Ibu benar-benar luar biasa, aku sangat mencintai putraku.''

''Aku sendiri masih merasa seperti mimpi. Sekarang aku telah menjadi seorang Ayah, ada seorang putra yang menjadi tanggung jawabku. Dulu aku hanya pria yang sibuk dengan dunianya sendiri, aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya berbagi kasih sayang dengan orang lain.''

Kyuhyun meletakan tangannya diatas punggung tangan Siwon, ''Unexpected, hanya satu malam merubah segalanya. Dulu aku datang ke tempat itu untuk merayakan hari bahagia sahabatku, aku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan suami dan seorang putra disana.''

Siwon meraih tangan Kyuhyun, menciumnya lembut. ''Dan kau itu benar-benar bukan tipeku, orang ceroboh, tanpa aturan dan penggila wine.'' Siwon tersenyum, Kyuhyun kesal mendengarnya. ''Hey, orang ceroboh dan tanpa aturan ini sudah memberimu seorang putra tampan, lihatlah putra kita ini sangat tampan dan menggemaskan.''

Siwon tersenyum, ''Tentu saja sekarang kau banyak berubah Sayang, kau istri yang luar biasa. Terima kasih banyak, Sayang.'' Siwon tentu saja telah menyayangi istrinya dengan tulus.

''Tentu saja sekarang aku sudah banyak berubah, bahkan sekarang aku lupa dengan rasa wine.'' Kyuhyun menyindir, pasalnya selama hamil dan menyusui dia tidak bisa minum. Siwon menggelengkan kepala karena Kyuhyun tidak pernah berubah, ''Tunggu sampai putra kita berusia 2 tahun.''

''Wah, lihat sepertinya putra kita sudah lapar.'' Kyuhyun menatap gemas putranya, putranya mulai mencari susu sekarang. Siwon tertawa melihat putranya mengikuti tangan Kyuhyun yang berada di depan mulutnya, ''Jangan menggodanya, beri dia susu sekarang.'' Siwon selalu tidak tegaan.

Kyuhyun berubah posisinya untuk duduk menyender, membuka kancing piyamanya lalu mengeluarkan buah dadanya. Siwon hanya diam memperhatikan saat mulut kecil putranya menghisap minuman kesukaannya, jari-jari kecil putranya menyentuh area dada Ibunya dengan posesif seakan dia tidak ingin kehilangan benda favoritenya itu.

''Lihat, sifat posesifnya mirip denganmu.'' Cibir Kyuhyun, Siwon hanya tersenyum lalu mencium pipi putranya. ''Tentu saja karena dia adalah putraku.'' Siwon berdiri dari duduknya, ''Besok Suho mulai syuting kan? Apa Suster Moon sudah menyiapkan keperluannya?'' Tanya Siwon.

''Coba kau periksa tasnya Wonnie.'' Pinta Kyuhyun. Siwon membuka tas perlengkapan milik putranya, didalam tas itu sudah berisi banyak barang dari popok sampai makanan bayi bahkan ada beberapa potong pakaian milik Suho untuk jaga-jaga.

''Memangnya besok syuting produk apa, Wonnie?'' Tanya Kyuhyun lagi.

''Aku dengar sih hanya pemotretan saja untuk majalah dan cover dari popok yang Suho kemarin iklankan.''

''Oh, kalau begitu tidak akan memakan banyak waktu. Besok sepulang dari lokasi pemotretan, aku akan pergi ke rumah sakit. Besok Heenim akan menjalani operasi caesar, semoga semuanya lancar, aku tidak sabar ingin melihat bayinya.''

''Baiklah Sayang nanti sepulang dari rumah sakit aku juga akan kesana, tapi maaf karena aku tidak bisa mengantarmu dan Suho besok. Besok pagi aku ada operasi, paling telat sore semuanya selesai.''

''Tidak apa-apa Sayang, aku akan pergi dengan Suster dan Eunhyuk. Aku senang sekali Eunhyuk sudah kembali, dia bisa membantuku menggendong Suho.''

Siwon berdecak, ''Kau ini yah Sayang, senang memanfaatkan sahabatmu itu.'' Kyuhyun tertawa, ''Tentu saja bercanda, aku senang karena sekarang semua sahabatku sudah berkumpul. Dan yang membuatku lebih senang, semua sahabatku dalam kondisi yang bahagia.''

''Tentu saja Sayang, semuanya akan semakin baik dengan berjalannya waktu.''

''Iya, Wonnie.'' Kyuhyun melihat Suho sudah tidur dalam gendongannya tapi mulut bayi itu masih menghisap dadanya. ''Aku akan menidurkan Suho dulu.'' Kyuhyun bangun lalu menempatkan Suho dalam box bayinya, putra kecilnya terlihat sudah tidur dengan nyenyak.

''Astaga Wonnie, apa hampir lupa soal ini.'' Kyuhyun membalikan badannya menghadap Siwon, ''Dimana Ayah dan Ibuku sekarang?'' Kyuhyun baru ingat kapan terakhir dia bertemu dengan kedua orangtuanya.

''Bukankah terakhir kali Ibumu datang kesini tiga bulan lalu, saat membawakan Suho oleh-oleh dari Jepang.'' Siwon ingat kapan terakhir kali mertuanya datang. Kyuhyun meraih ponselnya, kakaknya bahkan sudah lama tidak menghubunginya. ''Keluargaku itu memang keterlaluan, mereka sepertinya sudah lupa padaku.'' Desah Kyuhyun.

''Sayang, mungkin mereka sibuk. Kalau mereka tidak menghubungimu, kenapa tidak kau hubungi terlebih dahulu. Kan tidak ada salahnya seorang anak menghubungi orangtuanya.''

''Iya aku tahu Wonnie tapi Orangtuaku itu selalu seperti itu, selama ini aku banyak menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatku dibanding dengan orangtuaku.''

''Sekarang ada aku dan Suho yang akan menemanimu.'' Siwon mencium tangan Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum menatapnya, ''Terima kasih banyak.'' Siwon membalas tatapan Kyuhyun dengan senyuman hangat.

-Unexpected-

Lokasi pemotretan Suho.

Lokasi yang dipilih untuk melakukan pemotretan adalah sebuah studio salah satu stasiun televisi. Semua perlengkapan telah terpasang dengan baik, para kru mulai melakukan persiapan. Pemotretan kali ini menggunakan tema hiasan yang ceria sesuai dengan bayi yang menjadi model kali ini. Kyuhyun datang bersama Baby-sitter dan Eunhyuk yang menemaninya, begitu datang Suho langsung ditangani oleh seorang stylish terkenal.

''Kyuhyun hati-hati stylish itu pernah menggoda Donghae saat pemotretan waktu itu.'' Bisik Eunhyuk, Kyuhyun memperhatikan wanita yang sekarang tengah mendandani putranya. ''Dia tidak mungkin kan menggoda bayi enam bulan?'' Ucap Kyuhyun. Eunhyuk kembali berbisik, ''Maksudku, hati-hati jika Suho Daddy nanti datang menjemput kalian.''

Kyuhyun langsung siaga, ''Tenang saja Hyuk, aku tidak akan membiarkan wanita itu melirik suamiku lebih dari tiga detik.'' Tidak lama Suho datang dengan penampilan yang begitu menggemaskan, ternyata wanita stylish itu pintar mendandani putra kecilnya. ''Astaga My Baby Boy, stylish itu pintar sekali mendandani putraku.'' Eunhyuk geleng-geleng mendengarnya.

Pemotretan Suho berlangsung dengan menyenangkan, putra kecilnya sama sekali tidak menangis walaupun bergaul dengan orang-orang yang tidak dikenal. Seorang pria mendekati Kyuhyun, ''Permisi, apa anda Ibu dari bayi ini?'' Tanya pria berjas abu-abu.

''Iya, saya Ibunya Suho.'' Jawab Kyuhyun sambil tersenyum. Pria itu mengeluarkan kartu nama, ''Perkenalkan, saya salah satu produser di variety show The Return of Superman.'' Pria memperkenalkan dirinya.

''Wah, saya cukup menikmati acara tersebut. Senang bertemu dengan anda PD Shin.''

''Seandainya Suho lebih besar dari sekarang, saya ingin mengajak anda dan Suho bermain di season terbarunya.''

Eunhyuk terlihat senang begitupun dengan suster Moon tapi Kyuhyun hanya tersenyum karena dia tahu kalau suaminya tidak akan mengijinkan dirinya melakukan hal semacam itu. ''Terima kasih atas tawarannya PD Shin tapi seperti yang anda katakan tadi, Suho masih terlalu kecil untuk itu.''

''Putra anda sangat berbakat, semoga kita bisa bekerja sama di lain kesempatan.'' Pria paruh baya itu mengajak Kyuhyun bersalaman, ''Terima kasih banyak PD Shin.'' Setelah PD Shin pergi, Eunhyuk langsung menggandeng lengan Kyuhyun. ''Putramu membawa banyak keuntungan, belum apa-apa kalian sudah ditawari bermain di Variety Show terkenal.''

''Hyuk, Suho terlalu kecil untuk hal seperti itu, lagipula aku hanya menerima pekerjaan sebatas iklan atau pemotretan, aku tidak ingin Suho sampai harus bermain diacara televisi.''

''Kau hanya takut nanti Daddy Suho akan marah kan? Siwon memang bisa mencukupi kebutuhan Suho tapi menjadi selebritis sejak masih bayi itu kesempatan yang bagus.''

''Sudahlah Hyuk jangan membicarakan hal seperti ini. Eh, sepertinya pemotretan kali ini sudah selesai.'' Kyuhyun berjalan mendekati orang yang menggendong Suho, putra kecilnya itu menangis begitu melihat Kyuhyun. ''Astaga putraku Sayang, kemarilah Baby.'' Kyuhyun mengambil alih menggendong Suho, Suho sepertinya haus.

Eunhyuk memperhatikan dari jauh, ''Kyuhyun itu aneh, jika anakku nanti menjadi selebritis aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan seperti ini.'' Eunhyuk tersenyum sendiri, dia ingin nanti anaknya menjadi seorang bintang sama seperti ayahnya. ''Astaga Hyukjae, belum tentu juga Donghae mau menikahimu.'' Raut wajahnya terlihat sendu.

-Unexpected-

Sepulang dari pemotretan Kyuhyun dan Eunhyuk pergi ke rumah sakit sementara Suho pulang bersama Baby-sitternya mengingat bayi dibawah satu tahun tidak baik jika dibawa ke rumah sakit. Hankyung menyambut sahabat dari istrinya, wajah Hankyung terlihat kurang tidur dan lelah. Untung tadi kedua sahabat Heenim itu membelikan makanan untuk Hankyung, suami Heenim tersebut memang belum makan sejak tadi pagi.

''Hankyung Oppa, Siwon menitipkan salam dan permintaan maaf. Siwon akan kesini nanti sore setelah selesai dengan pekerjaannya.'' Kyuhyun meminta maaf. Hankyung tersenyum padanya, ''Tidak apa-apa Kyuhyun-ah, aku sangat mengerti pekerjaan suamimu. Lagipula Heenim akan dioperasi satu jam lagi, semoga operasinya tidak berjalan lama.''

''Semoga keduanya sehat dan selamat.'' Ucap Eunhyuk, Hankyung mengangguk padanya. Kyuhyun sangat tahu rasanya melahirkan tapi Heenim akan melakukan operasi caesar mengingat dia memiliki riwayat sakit asma, dia takut tidak sanggup jika melahirkan normal.

Tidak lama beberapa dokter masuk ke ruang operasi untuk melakukan persiapan pra-operasi. Hankyung semakin tegang saat banyak tenaga ahli yang masuk ke ruangan tempat istrinya akan dilakukan tindakan. Orangtua dan adik Heenim juga sudah datang, orangtua Hankyung tidak bisa datang karena ada di luar negeri.

''Ryeong dimana?'' Bisik Eunhyuk pada Kyuhyun. ''Dia akan kesini nanti sore.'' Jawab Kyuhyun. Suasana terasa semakin tegang, pintu ruang operasi belum terlihat akan dibuka. Hankyung sudah mondar-mandir karena tegang, dia terus berdoa agar istri dan anaknya selamat. Kyuhyun meminta ijin untuk menelpon, dia ingin tahu kondisi putranya di rumah. Sekitar 3 jam di ruang operasi, putri pertama Heenim dan Hankyung lahir dengan selamat.

-Unexpected-

Kyuhyun tengah dalam perjalanan pulang setelah pemotretan putranya dan mengunjungi Heenim di rumah sakit. Siwon menjemputnya di rumah sakit, keduanya pulang bersama-sama setelah melihat putri kecil Heenim di ruangan bayi. Kyuhyun merasa iri karena sahabatnya melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik dan lucu. Wajah bayi itu begitu mirip dengan Ibunya dengan kulit putih susu, warna rambutnya tidak sehitam Suho melainkan coklat kehitaman yang semakin menambah kecantikan bayi mungil tersebut.

''Aku tidak menyangka Heenim akan melahirkan bayi perempuan yang cantik, aku pikir bayi itu akan berjenis kelamin laki-laki.'' Ucap Kyuhyun ditengah perjalanan menuju rumahnya. Siwon yang menyetir melirik sekilas padanya, ''Putri mereka sangat cantik, membuatku ingin memiliki anak perempuan juga.''

Kyuhyun hampir batuk mendengarnya, ''Siwonie, putra kita saja baru berusia 6 bulan. Memikirkan hamilnya saja membuatku takut.'' Kyuhyun sedikit trauma dengan hamil dan melahirkan.

Yah Siwon tentu tidak berpikir untuk mewujudkan hal itu dalam waktu dekat. ''Maksudku tunggu sampai Suho berusia 4 tahun, aku ingin memberinya adik saat berusia 5 tahun.''

''5 tahun waktunya dia masuk taman kanak-kanak, aku akan sangat kerepotan jika harus mengurus sekolah Suho dan bayi diwaktu bersamaan. Bagaimana saat Suho masuk sekolah dasar saja?''

''Akan lebih baik jika Suho memiliki adik sebelum masuk taman kanak-kanak.''

''Kenapa sekarang kita membicarakan soal anak kedua, ini membuatku gugup saja.'' Kyuhyun merasa tenggorokannya kering, mengurus Suho saja dia masih mengalami kesulitan.

''Segala sesuatunya harus dipersiapkan Sayang termasuk tabungan untuk anak-anak kita. Akan lebih baik jika kita merencanakan semuanya sejak dini, agar kita tidak merasa kaget saat melangkah lebih jauh.''

''Agar yang terjadi pada Suho tidak terjadi pada anak kedua kita?''

Siwon diam, dia tidak tahu harus mengatakan apa soal kenyataan jika kehadiran Suho bukan sesuatu yang mereka rencanakan atau inginkan. Semuanya terjadi begitu saja, hanya satu malam merubah total kehidupan mereka.

''Tentu sekarang semuanya berbeda. Bukankah sekarang kita adalah pasangan? Kita berada di tim yang sama Siwon, aku tidak sendiri begitupun denganmu.'' Kyuhyun tersenyum, senyuman itu membuat Siwon yakin jika sekarang mereka mampu melakukan semuanya bersama-sama. ''Tentu saja Sayang, karena kita adalah pasangan.''

-Unexpected-

Suho menangis karena merindukan Ibunya, sejak bangun dari tidurnya putra kecil Kyuhyun itu tidak berhenti menangis walaupun sudah diberi susu botol. Suster yang menjaganya berusaha membuat bayi kecil itu untuk berhenti menangis tapi Suho tetap tidak berhenti menangis. Wajah bayi itu mulai memerah karena menangis, pemandangan yang membuat siapa saja merasa sedih melihatnya.

''Kapan Mommymu pulang Sayang, ini sudah hampir jam 7 malam.'' Suster Moon tetap berusaha membuat Suho tenang. Tidak lama wanita muda itu mendengar suara mobil yang datang, wajahnya langsung terlihat ceria saat tahu orangtua Suho pulang. ''Akhirnya, Mommy pulang juga Sayang.'' Suster Moon membawa Suho ke ruang tamu untuk menunggu.

Tidak lama pintu terbuka, Kyuhyun masuk terlebih dahulu meninggalkan Siwon yang masih memarkirkan mobilnya. ''Sayang~'' Kyuhyun langsung menghampiri Suho yang masih menangis, menatap putranya dari dekat dengan perasaan sedih. ''Suster apa Suho tidak mau berhenti menangis sejak tadi?'' Tanya Kyuhyun sebelum mengambil alih Suho dari pangkuan Suster Moon.

''Iya Nyonya, tadi Suho bangun pukul 6 sore. Sejak bangun Suho tidak mau berhenti menangis, sepertinya Suho haus tapi tidak ingin meminum susu botol.''

Kyuhyun langsung menenangkan putranya, dia merasa bersalah karena meninggalkan putranya untuk waktu yang lama. Seakan hapal dengan sentuhan Ibunya, Suho perlahan berhenti menangis. Kyuhyun mencium pipi putranya yang masih basah oleh airmata, ''Sayangku apa kau lapar?'' Diciumnya lagi kedua tangan kecil putranya. ''Ayo kita minum susu.'' Kyuhyun berjalan ke arah sofa lalu duduk.

Siwon masuk ke dalam rumah, saat melihat putranya pria itu langsung menghampirinya. ''Oh, putraku sayang.'' Siwon ingin menyentuh tapi Kyuhyun memukul tangannya, ''Kau kotor Sayang, seharian kau menangani pasien ditambah tadi kau juga datang ke rumah sakit umum jadi jangan menyentuh putra kita sebelum kau membersihkan diri.'' Larang Kyuhyun.

Siwon sudah terbiasa dengan hal itu, dia langsung berdiri dari duduknya. ''Baiklah Sayang, aku akan mandi sekarang.'' Siwon masih sempat mencium istrinya sebelum berjalan ke kamarnya. Kyuhyun memberi putranya asi, jelas sekali putranya memang menginginkan air susunya bukan susu botol.

''Ahjumma bisa buatkan air teh manis untukku?'' Pinta Kyuhyun pada asisten rumah tangganya karena seharian ini dia tidak banyak makan atau minum, dia takut rasa air susunya akan hambar. Menatap putranya lagi, ''Maafkan Mommy, Sayang.'' Kyuhyun mencium tangan kecil putranya, dia tidak bisa membayangkan jika dia harus bekerja dan harus meninggalkan putranya untuk waktu yang lama.

09:00 PM. Suho sudah tertidur lelap, tapi Kyuhyun masih membiarkan putranya tidur di tempat tidurnya, dia belum mau menidurkan Suho di box bayi. Siwon masuk dengan membawa susu untuk Kyuhyun, ''Sayang, ini susumu.'' Siwon meletakan susunya diatas nakas. Kyuhyun masih menatap putranya, sesekali mencium jari-jari kecilnya. Siwon duduk disebelah Kyuhyun, ikut menatap putra kecilnya. ''Kenapa Sayang? Putra kita baik-baik saja kan?'' Tanya Siwon.

Kyuhyun menatap suaminya, ''Aku menyesal meninggalkan Suho, saat pulang aku melihat dia terus menangis. Wajah kecilnya memerah karena menangis, suara tangisnya bahkan membuat hatiku sakit.'' Siwon ikut merasa bersalah mendengarnya, ''Maafkan aku karena tidak bisa melakukan apa-apa.'' Siwon menyesal.

Kyuhyun menatap putranya lagi, ''Aku sangat menyayangi putra kita.'' Siwon merangkul Kyuhyun dari belakang, ''Aku juga menyayangi putra kita.'' Diciumnya pipi Kyuhyun dengan penuh kasih sayang, ''Aku juga sangat menyayangimu Sayang.'' Kyuhyun memeluk Siwon dari depan, dia menangis di dada bidang suaminya. Siwon sangat mengerti perasaan Kyuhyun sebagai seorang Ibu, Kyuhyun tengah dalam masa sensitifnya.

-Unexpected-

A Weeks Later.

Iklan dan majalah yang memuat putranya mulai dirilis secara bersamaan, kini wajah putra kecilnya menghiasi banyak tempat. Mulai ada berita yang memuat wajah tampannya sampai membahas latar belakang Ayahnya yang seorang dokter operasi plastik. Tidak semua hal menyenangkan yang terdapat di internet, ada juga komentar yang tidak enak dibaca prihal pekerjaan ayahnya. Kyuhyun bahkan harus mematikan komentar di akun instagram putra kecilnya walaupun begitu semua foto yang memuat putranya mendapat ratusan ribu like.

Baru satu hari rilis, sebuah situs belanja online telah menjual habis semua popok yang diiklankan oleh Suho, majalah yang memuat putranya dan Song Jong Ki juga habis diincar oleh penggemar. Kyuhyun dan Siwon hanya bisa tersenyum saat mendapat kabar tersebut, putranya yang polos dan lucu tengah menjadi bahan perbincangan. Mereka sepakat untuk tidak menanggapi komentar yang tidak baik, respon positif untuk putranya jauh lebih banyak dibanding komentar negatif.

''Wonnie, aku masih belum berani menerima kontrak kerja yang terlalu berat seperti tampil di variety show. Yang aku dengar acara seperti itu bisa berlangsung sampai 6 jam untuk syuting, sementara putra kita harus tidur 4 kali dalam sehari.''

''Aku juga setuju denganmu, jika tampil di iklan atau majalah aku sama sekali tidak keberatan tapi jika harus tampil di acara televisi seperti itu aku memang kurang setuju. Putra kita itu masih sangat kecil, aku tidak suka jika banyak tangan asing yang menyentuhnya.''

Ponsel Kyuhyun berbunyi, Ibunya melakukan panggilan video. ''Mommyku menelpon.'' Kyuhyun menatap Siwon sebelum menerima panggilan dari Ibunya. ''Mommy.'' Kyuhyun saling berpandangan dengan Ibunya.

''Kyuhyun, apa yang kau lakukan pada cucu tampanku?'' Tanya Jaejoong langsung, Kyuhyun sudah menduga jika Ibunya akan menanyakan itu makanya menghubunginya.

''Mommy, jangan khawatir karena aku tidak melakukan hal buruk pada putraku. Aku janji tidak akan mengirim Suho untuk melakukan hal itu lagi.''

''Kenapa kau bicara begitu, itu kesempatan bagus untuk karir putramu, Mommy sangat mendukung ini Kyuhyun. Astaga cucu tampanku menjadi seorang artis cilik dan aku seorang Nenek muda yang beruntung.''

Kyuhyun dan Siwon saling berpandangan, mereka pikir Ibu kandung Kyuhyun itu akan marah karena Suho menjadi bintang iklan. Berbeda dengan ekspetasi, Jaejoong begitu gembira dengan hal tersebut. Siwon sama sekali tidak terkejut lagi, Ibu Kyuhyun itu memang unik. ''Sayang, aku akan melihat Suho.'' Bisik Siwon lalu dia masuk ke dalam kamar. Kyuhyun masih bicara dengan Ibunya di telepon.

''Mommy, sekarang Mommy tinggal dimana? Apa Seunghyun Oppa bersama denganmu?'' Tanya Kyuhyun.

''Mommy masih di Jepang, liburan Mommy disini belum selesai. Apa kau tidak tahu dimana kakakmu? Dia bilang akan kembali ke Amerika, tapi kemungkinan akhir tahun dia akan pulang ke Korea.''

Kyuhyun mendesah pelan, Seunghyun tidak mengatakan apapun padanya. Kyuhyun melirik sekitar sebelum kembali bicara, ''Mom, apa Seunghyun Oppa baik-baik saja?'' Kyuhyun pindah dari tempatnya duduk, dia tidak ingin Siwon tahu.

''Memangnya kakakmu kenapa Kyuhyun, dia terlihat baik-baik saja. Oppamu itu sebenarnya senang tinggal denganmu tapi Mommy tidak tahu kenapa dia ingin kembali ke Amerika.''

Kyuhyun sudah menduga soal itu, ini pasti ada hubungannya dengan adik iparnya. ''Mom jika ada kabar dari Oppa tolong beritahu aku, aku benar-benar merasa khawatir dengannya.''

''Jangan mengkhawatirkannya, dia sudah dewasa Kyuhyun. Sekarang kau pikirkan putramu saja, Mommy sangat ingin bertemu dengan putramu.''

''Kalau Mommy rindu pada putraku, kapan Mommy akan kesini? Daddy...''

''Ayahmu sedang bisnis di Thailand. Tolong kau hubungi dia dan katakan padanya untuk berhenti pura-pura sibuk.''

''Mom, Daddy mungkin benar-benar sibuk.''

''Kyuhyun kau seperti tidak mengenal Ayahmu saja.''

Kyuhyun mendengar suara Suho menangis, ''Mom putraku menangis, kita lanjutkan nanti ya.''

''Baiklah Sayang, titip cium dan Sayang untuk BabySu.''

''Oke, Mom.''

Kyuhyun mematikan panggilan dengan Ibunya lalu berjalan ke arah kemarnya. Didalam kamar Siwon tengah menggendong putra kecilnya yang menangis, wajah putranya terdapat tanda merah bekas digigit nyamuk, mungkin putranya terbangun karena gigitan nyamuk. ''Sayang Baby kita digigit oleh nyamuk.'' Ucap Siwon begitu Kyuhyun masuk.

Kyuhyun terlihat kesal, ''Dasar nyamuk, kenapa harus pipi mulus dan bersih putraku yang dia gigit.'' Kyuhyun mulai mencari obat oles khusus untuk gigitan serangga pada bayi, untung dia sudah menyiapkan hal seperti itu. Suho terus menangis membuat Kyuhyun tidak tega, dibaringkan tubuh kecil putranya ditempat tidur. ''Sayang, Mommy lihat pipinya yah. Oh nyamuk nakal itu menggigit pipi mulusmu, nanti Mommy pukul nyamuknya.'' Dengan lembut Kyuhyun mengoles obat itu diatas rona merah dipipi putranya.

''Uh Sayang, putra Mommy yang pintar berhenti menangis yah.'' Kyuhyun mencoba membuat putranya kembali tertawa. Pintu kamar mereka terdengar diketuk, refleks Siwon menatap kearah pintu. ''Masuk.'' Terlihat Ahjumma muncul dibalik pintu.

''Ada apa Ahjumma?'' Tanya Siwon.

''Maaf Tuan, dibawah ada Tuan Minho dan istrinya.''

''Wah, sepertinya mereka sudah pulang dari Baby Moon mereka.'' Siwon tersenyum, sudah lama dia tidak melihat tetangga dekatnya itu. ''Tolong katakan padanya kalau kami akan segera turun.''

''Baik, Tuan.''

Kyuhyun turun dari tempat tidur lalu mengambil alat gendongan bayi, ''Wah jadi mereka sudah pulang dari Jeju.'' Kyuhyun menggendong putranya.

''Ayo sayang kita lihat ke bawah sepertinya mereka ingin bertemu dengan BabySu.'' Siwon merangkul pundak istrinya lalu keduanya turun untuk menemui tamu mereka.

Minho dan Taemin duduk di ruang tamu, mereka membawa sedikit oleh-oleh kecil. Taemin begitu tidak sabar ingin bertemu dengan putra kecil Kyuhyun, setelah melihat iklannya ditelevisi membuat Taemin ingin cepat-cepat bertemu dengan Suho.

''Wah, kalian sudah pulang dari Jeju?'' Siwon dan Kyuhyun muncul, Taemin langsung berdiri begitu melihat Suho. ''Astaga Eonnie, putramu sangat tampan.'' Taemin mendekati Kyuhyun, lalu dia mencium pipi bayi kecil itu. Kyuhyun hanya terkekeh, ''Anakmu juga pasti akan tampan jika laki-laki dan cantik bila perempuan.''

Siwon dan Minho saling rangkul, Siwon dapat melihat raut wajah bahagia dari pria yang lebih muda darinya itu. ''Bagaimana bulan madu kalian?'' Goda Siwon. Minho hanya tersenyum lebar, ''BabyMoon cukup merepotkan juga ternyata.'' Minho menggaruk tengkuknya sendiri. Siwon hanya menepuk lengannya, ''Kau tidak bisa melakukan banyak hal karena istrimu hamil, aku sangat tahu itu.''

''Eonnie kenapa kau tidak bilang kalau Suho menjadi artis, aku sudah melihatnya di internet dan televisi.'' Taemin masih mencubit-cubit pelan pipi Suho, dia terlihat gemas dengan bayi 6 bulan itu.

''Itu bukan hal yang besar, kau kan sudah melihatnya di internet jadi aku tidak perlu memberitahumu lagi.'' Kyuhyun dan Taemin duduk bersebelahan. Suho terlihat mulai tidak bisa diam, dia selalu ingin turun dari pangkuan Ibunya. Bayi itu lebih suka dibiarkan bergulang-guling dan merangkak dibanding digendong.

''Tentu saja itu hal besar, aku benar-benar penggemar berat putramu. Eh, kenapa pipi artis cilik kita terlihat memerah?'' Taemin mempertanyakan bekas gigitan nyamuk dipipi Suho.

''Nyamuk nakal telah menggigit pipi putraku, aku benar-benar kesal saat tahu ini.'' Kyuhyun masih dendam dengan nyamuk. Siwon dan Minho saling berpandangan lalu tersenyum.

''Hyung putramu sangat mirip denganmu, kulit dan rambutnya saja yang mirip dengan Noona.'' Ujar Minho, Minho bukan orang pertama yang mengatakan itu.

''Tentu saja dia perpaduan kami berdua, kami membuatnya saja bersama-sama.'' Siwon tertawa aneh, Kyuhyun menatap kesal pada suaminya. Taemin dan Minho hanya tersenyum dan semakin tidak sabar menanti kelahiran anak pertama mereka. Kyuhyun menatap perut Taemin dan Minho bergantian, dia ingat karena pernah menuduh Minho memiliki hubungan spesial dengan suaminya. Salahkan Siwon dulu yang berbohong soal seksualitasnya dengan mengatakan jika dia seorang gay.

''Apa sih Sayang, kenapa tidak mau diam? Kan disini ada Auntie.'' Kyuhyun tidak mengerti kenapa putra kecilnya selalu saja ingin turun dari pangkuannya. ''Sayang, apa mau Auntie gendong?''

''Jangan Taemin-ah, Suho ini berat sementara kau sudah berbadan besar. Aku takut Suho menendang-nendang perutmu, membayangkannya saja membuatku ngilu.''

''Aigo Eonnie, aku masih bisa menggendongnya walaupun sudah hamil 7 bulan seperti sekarang. Oh ya maaf, saat Suho lahir aku tidak bisa melihatnya ke rumah sakit. Saat itu aku benar-benar tidak bisa keluar rumah karena mengidam.''

''Tidak apa-apa Taemin, toh rumah kita kan dekat. Setelah tiga hari Suho pulang kan kau juga datang ke rumah, terima kasih banyak atas hadiahnya. Auntie, thank you~''

Taemin benar-benar gemas dengan bayi mungil itu, ''Eonnie jika aku tidak berperut besar, aku sudah membawa Suho ke rumah. Aku benar-benar senang melihat bayimu ini, dia juga baik karena aku jarang mendengarnya menangis.''

Kyuhyun teringat dengan kejadian beberapa waktu, ''Dia hanya akan menangis saat ingat pada Ibunya dan lapar. Tapi setelah mulai makan, dia jarang minta susu. Tapi jika aku meninggalkannya lama, dia tidak bisa berhenti menangis. Dia ini benar-benar anak Mommy tapi jika di gendong atau dijaga orang lain tapi aku ada disekitarnya, dia seperti tahu dan tidak cengeng.''

''Oh, aku mendengar tangisannya saat itu. Aku bertanya-tanya sendiri, apa Suho sakit atau habis imunisasi. Jadi, dia menangis kenapa?''

Kyuhyun mencium pipi putranya sebelum menjawab, ''Temanku melahirkan jadi aku pergi ke rumah sakit selama beberapa jam. Saat pulang, Suho sudah menangis selama hampir 1 jam. Yah begitu, saat sedikit teralihkan dia akan diam tapi jika ingat lagi dia menangis.''

''Oh kasihan sekali, kalau begitu Eonnie tidak bisa meninggalkannya bekerja?''

''Mungkin nanti setelah aku selesai kuliah, Suho sudah sedikit lebih besar dan bisa mengerti. Yah kau kan tahu Taemin-ah, aku menunda kuliahku selama bertahun-tahun ditambah cuti saat hamil juga. Tahun ini aku wisuda dan sepertinya belum bisa langsung mencari pekerjaan.''

''Jangan dulu Eonnie, kasihan Suho jika ditinggal.''

Dan begitulah saat Ibu dan calon Ibu sudah bertemu, keduanya bisa berbincang-bincang lama sementara para pria justru sibuk membicarakan soal mobil. Yah, Minho baru mengganti mobilnya dengan mobil keluarga. Bagaimana pun sebentar lagi anaknya akan lahir, dia juga butuh mobil besar jika nanti keluarganya mengantar mereka pulang dari rumah sakit.

''Minho, aku juga sedang mencari mobil dan supir. Aku hanya butuh mobil kecil untuk mengantar Kyuhyun dan putraku saat keluar rumah.''

''Hyung ingin mobil yang seperti apa? Nanti aku bisa bantu carikan sekaligus dengan supirnya.''

''Nanti aku akan tanya Kyuhyun, terkadang kami tidak memiliki selera yang sama.'' Siwon tersenyum kecil, yah istrinya memang memiliki selera yang unik.

''Oke, Hyung. Sepertinya para istri kita belum selesai bicara, putramu terlihat sudah bosan Hyung.'' Minho tersenyum menatap ke arah dalam.

Siwon hanya menggelengkan kepala melihatnya. ''Kau tahu putraku itu tidak bisa diajak diam, dia lebih suka dibiarkan berguling-guling ditempat tidur. Tapi saat pemotretan kemarin itu menurut Ibunya, putraku sangat pintar dan tidak rewel. Dia menyelesaikan semuanya dengan cepat, bahkan aktor yang bersamanya yang justru harus mengulang beberapa adegan.''

''Itu artinya putramu memiliki bakat sebagai artis, kau beruntung Hyung.''

''Ah, benarkah?'' Siwon tidak pernah berpikir untuk membiarkan putranya menjadi seorang selebritis terlebih diusianya yang masih sangat kecil.

-Unexpected-

3 Month Later.

Kabar soal aktor Lee Donghae kembali menghiasi media online. Pria yang telah berkecimpung di dunia entertaiment selama lebih dari 10 tahun itu dikabarkan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Banyak pihak yang tidak tertarik dengan berita tersebut mengingat gosip soal pernikahan yang telah tersebar beberapa waktu lalu belum juga mendapat kepastian. Ada yang menduga jika hal itu hanya cara agensi yang menaunginya untuk tetap membuat nama Donghae dikenal publik.

Namun tentu saja kali ini berita itu bukan hisapan jempol belaka, setelah pertemuan panjang dengan keluarga calon istrinya yang membuahkan kesepakatan untuk melangsungkan pernikahan pada musim panas tahun ini. Keluarga calon mempelai wanita sudah memberikan restu dan dukungan untuk pasangan yang sempat berpisah untuk waktu yang lama itu. Kali ini pesta pernikahan itu akan diadakan di sebuah pantai.

Hari ini diadakan acara pemotretan prewedding yang bertempat disebuah studio foto. Bukan hanya kedua mempelai yang melakukan pemotretan, para sahabat dari kedua mempelai juga ikut dalam sesi foto tersebut. Kyuhyun dan Heenim datang bersama anak mereka karena tidak mungkin jika mereka meninggalkan anak mereka. Suho bulan ini sudah berusia 9 bulan sementara Heemi, putri Heenim berusia 3 bulan.

Sesi foto kali ini berlangsung dengan penuh tawa dengan mengusung konsep 4 putri dan seorang pangeran. Dengan dibalut gaun indah, keempat sahabat perempuan itu terlihat begitu menawan bak putri sungguhan. Acara pemotretan dengan para sahabat hanya berlangsung selama 1 jam, sisanya foto kedua pasangan yang bertempat dibanyak tempat. Selain di dalam studio pemotretan itu juga berlangsung di outdoor.

''Astaga, tidak akan ada yang menyangka jika kita ini sudah Ibu-ibu Kyuhyun-ah.'' Ucap Heenim setelah selesai take foto terakhir, Kyuhyun tertawa saat ingat jika dia memang bukan anak gadis lagi. ''Kau benar Eonnie, bahkan putraku sejak tadi menatapku membuatku jadi gugup.''

''Bagaimana bisa Eunhyuk mendahuluiku menikah, padahal aku dan Yesungie yang lebih dahulu merencanakan ini.'' Komentar Ryeowook tentu saja pura-pura tidak senang. Sementara calon pengantin wanita tengah sibuk melakukan pemotretan dengan calon suaminya.

''Aku sudah bilang padamu kan Ryeong, kenapa kau tidak memaksa kekasihmu itu untuk cepat-cepat melamarmu sih, jika sudah begini kan kau sendiri yang kesal.'' Balas Kyuhyun.

''Iya Sayang, kalian menunggu apa lagi sih?'' Heenim angkat bicara.

Ryeowook mengangkat bahunya, ''Pacarku itu sepertinya takut pada pernikahan atau mungkin dia ingin aku menyelesaikan pendidikan dulu. Dia juga ingin menungguku untuk menyelesaikan pembukaan cabang restoran baru di luar kota, dan yah dia lebih memikirkan usahaku dibanding aku sendiri.''

''Itu artinya dia ingin kau mandiri secara pribadi maupun finansial, dia ingin kau sukses dulu sebelum melangkah ke jenjang yang lebih jauh.'' Heenim sebagai kakak tertua sepertinya lebih mengerti soal itu. Ryeowook berusaha berpikiran sama dengan Heenim, ''Aku pikir juga begitu, Eonnie.''

''Astaga kenapa dengan Eunhyuk?'' Kyuhyun panik saat melihat sahabatnya berjalan cepat menuju kamar kecil, Ryeowook dan Heenim yang sedang berganti pakaian juga ikut keluar mendengar teriakan Kyuhyun. ''Apa apa Kyuhyun?'' Tanya Heenim. Kyuhyun baru melihat Eunhyuk masuk ke kamar kecil yang jaraknya tidak jauh dari kamar ganti. ''Kenapa dengan Eunhyuk, tadi saat didandani saja dia terlihat kurang sehat.'' Khawatir Kyuhyun.

''Iya, aku juga merasa seperti itu. Donghae bilang padaku jika sejak kemarin Eunhyuk memang terlihat tidak enak badan.'' Ucap Ryeowook, Kyuhyun dan Heenim berpandangan seakan mencurigai sesuatu. ''Kyuhyun, jangan bilang kalau pikiran kita sama.'' Heenim mendadak khawatir, Kyuhyun mengangkat bahu karena tidak yakin jika pikiran mereka sama. Tidak lama Eunhyuk keluar dari kamar mandi, dia terkejut karena ketiga sahabatnya tengah menatap ke arahnya dengan pandangan curiga.

''Lee Hyuk Jae apa kau...''

-Unexpected-

180526, 5855 Word.