Warning : NC Inside

Please go out if u don't like some sex scene

Part ini mengandung adegan sex, bagi yang masih dibawah umur dan tidak menyukai sex scene silahkan close saja.

Terimakasih

ΩΩΩΩ

Happy reading

Surga dan neraka hanya sebatas kata-kata, nyatanya mereka hanya dibatasi sebuah hal yang tak kasat mata.

Bahkan nyatanya malaikat dan iblis pun hanya di alam fana.

.

.

.

.

Ada hal didunia ini yang mempunyai banyak sekali misteri dan rahasia, begitu pula hati seseorang, dalamnya hati tak ada yang tau, seberapa jauhnya kau menyelam dan menenggelamkan diri di hati seseorang kau tak akan pernah menemukan dasarnya

seperti tenggelam dalam kenikmatan yang sedang kyungsoo alami,

Ia benar-benar pusing dan pening akan gairahnya, laki-laki yang sedang mencumbu dirinya begitu lihai dan panas, seperti bara apa dari dasar neraka, lidahnya yang lembut membakar setiap inci tubuhnya yang dilewati lidah dari kai, jejak saliva yang kai tinggalkan di setiap inchi kulitnya membuat kyungsoo melayang, meninggalkan jejak yang begitu indah, kai menggoda setiap indera yang kyungsoo miliki, semua sistem syaraf ditubuhnya bahkan tidak merespon apapun yang ada hanya kenikmatan yang sedang ia alami, kyungsoo rela menukarkan jiwanya dengan apapun asal ia dapat kenikmatan yang setimpal bersama kai.

permainan bibir sang dominan tidak dapat dikatakan awam, dimulai dari ciuman lembut yang kai sematkan di dahinya, turun melalui pelipisnya dan menuju kedua bola matanya

"Kau cantik, matamu indah"

"Ahhhh.. Mmmh"

Kai menggoda niple kyungsoo ia mengelus pelan dada kiri kyungsoo yang masih tertutup kemeja yang kyungsoo kenakan.

"Hmmm ahhh, eunggghhh"

Kyungsoo hanya bisa mengeluarkan eranga nikmat dari bibirnya.

"Aku suka harum tubuhmu, benar-benar memabukan, kulitmu halus seperti sutera mahal, tuhan benar-benar menciptakan sebuah malaikat cantik"

Masih dengan menggoda sang submissive kai melanjutkan ciumannya pada bibir kyungsoo ia bermain sangat lembut, lidahnya menjilat kedua belah bibir kyungsoo meminta masuk ke dalam mulut hangat kyungsoo dengan suka rela kyungsoo membuka belahan bibirnya, dan kai dengan senyum yang tersungging di bibirnya langsung memasuki mulut sang pria manis di bawahnya, ia menggoda lidah kyungsoo untuk bermain bersama, saling membelit, saling menyedot, saling mendorong satu sama lain, saliva pun telah meluncur keluar sejak tadi, tapi siapa yang peduli jika kini keduanya sedang diliputi gairah dan menikmati bibir masing-masing, mata keduanya tertutup rapat hanya insting yang bekerja untuk memimpin pergumulan panas keduanya, tangan kai turun menuju nipple kyungsoo mencubitnya lalu memasukannya ke mulutnya, menggodanya dengan lidahnya dan digigitnya nipple itu, tidak lupa ia memperlakukan hal yang sama pada nipple kyungsoo yang satunya.

"Ahhh kai. Jangan keras-keras itt uhhh hh ituu ssa saakit"

"Aku hanya gemas sayangku, lihat mereka berdua begitu lucu, aku benar-benar gemas ingin mengulumnya"

Lalu kai mengulum kedua nipple kyungsoo dengan sangat keras, memutar lidah panasnya disekitarnya membasahi dengan salivanya.

tanganya menuju pinggang kyungsoo, meraba pinggang yang begitu kecil lalu tanganya masuk menelusup ke dalam kemeja yang kyungsoo kenakan, meraba tulang punggung hingga seluruh tubuh kyungsoo meremang,

perlahan kai membuka satu persatu kaitan kancing yang ada pada baju yang kyungsoo kenakan, dengan mata yang menatap penuh gairah ia mengunci tatapan kyungsoo kepadanya, ia tersenyum dengan sexy dan mendekatkan kepalanya ke telinga kyungsoo dan berbisik dengan suara rendahnya.

"Kai, panggil namaku saat kita bermain nanti sayangku"

"Euhhhh kk kaihh"

"Anak pintar"

Cup, satu kecupan kecil kai berikan di bibir kyungsoo perlahan matanya mulai menelisik turun dari leher kyungsoo yang putih dan mulus,

sampailah pada kedua buah nipple pink yang kyungsoo miliki, ah air liurnya bahkan dapat menetes kapan saja hanya karena melihat tibuh mulus kyungsoo benar-benar menggoda jiwa kelakianya

Dan kyungsoo memiliki perut rata yang indah dihiasi satu pusar yang cantik, ia tertegun dan melirik nakal kyungsoo karena menemukan sesuatu di pusar itu.

"Oh wow mau mempunyai tindik di pusarmu sayangku?

"A naughty boy eh"

"Ya aku menindik pusarku, apa kau suka?"

"Itu sangat sexy, dan menggoda, kau seperti kucing kecil yang nakal"

Kai berbicara sambil menjilat sang piercing di pusar kyungsoo, ia benar-benar tidak menyangka anak ini begitu penuh kejutan yang tidak terkira, disuatu sisi kyungsoo terlihat begitu polos dan innocent, persis seperti anak-anak, di sisi yang lain kyungsoo seperti sebuah kotak pandora yang benar-benar penuh rahsia,dan di sisi lainnya kyungsoo seperti iblis nakal yang pandai menggoda kai benar-benar dibuat takjub akan kyungsoo, ia bersumpah dalam hati, bahwa kyungsoo akan ia miliki seutuhnya.

Ia terus melarikan tanganya untuk meraba semua inci dari tubuh kyungsoo tak ada satu pun yang luput dari hal itu, dengan alunan nafas yang panas wajah kai turun meniupkan udara yang membuat kyungsoo semakin mengerang,

"Ahhhhh khhaai"

Lalu kai turun mengambil kaki kanan kyungsoo ia mencium telapak kaki kyungsoo, merambat kepada betis kyungsoo yang benar-benar mulus tanpa bulu di sana, ah benar-benar seperti kaki seorang wanita, diciumnya betis itu, sampai ke paha kyungsoo lalu kai perlahan melepaskan kaitan celana jins yang kyungsoo pakai, ia menurunkan ziper celana itu dengan pelan dan sengaja menyentuhkan jemarinya ke keejantanan kyungsoo yang sudah mengalami ereksinya, lalu kyungsoo benar-benar sudah tidak tahan atas godaan yang kai berikan, ia benar-benar butuh pelepasanya, lalu dengan sengaja ia mengangkat tubuh bagian bawahnya bermaksud untuk memberi tahukan kai bahwa ia sudah tidak sabar lagi. Kai yang tau kyungsoo sudah tidak sabar hanya menyunggingkan senyumnyaanya

"Oww santai baby, sabarlah sebentar, kau akan mendapatkan itu nanti, kini giliranku, akan mencicipi tubuh indahmu"

"Aahhhh uhhh ak..akku sudah tidak tahan lagi, ayolah ke intinya langsung kai, angghhhh.. Uhh"

"Tidak baby, aku akan memberikan sebuah hal yang indah untukmu, kau sungguh tidak sabaran sekali, tapi aku suka kau menjadi liar"

perlahan kai melepaskan celana yang kyungsoo pakai sekarang laki-laki itu benar-benar telanjang, terpampang jelas bagaimana bentuk tubuh indah kyungsoo di depannya, kulit yang seputih salju bersih dari luka sekecil pun, rona merah di pipinya dan beberapa tanda kissmark yang kai ciptakan di beberapa titik ditubuh kyungsoo,jangan lupakan dengan adanya satu buah piercing berkilau yang cantik di pusar laki-laki itu.

Ohh sungguh mahakarya tuhan yang paling indah yang pernah kai lihat.

matanya ia bawa turun kebawah untuk melihat kejantanan kyungsoo yang kini sudah mulai memerah karena setengah ereksinya, kejantanan yang ukuranya tidak lebih besar daripada miliknya ini benar-benar membuat kai hilang kendali, tanpa menunda waktu ia mendekatkan wajahnya ke pusat tubuh kyungsoo meniup pelan puncak penis mungil kyungsoo, menggenggamnya dengan satu tangan dan tangan lain mengusap pelan paha dalam kyungsoo dengan seduktif, lalu perlahan ia menjulurkan lidah panasnya di batang penis itu, dari pangkal menuju kepala penis yang seperti jamur, menjilatinya seperti kucing yang menjilati susu, pelan dan dengan sangat panas dengan saliva kai telah bercampur dengan cairan precum dari kyungsoo dengan cepat ia memasukan penis itu kedalam mulutnya yang hangat.

"Ohhhhh kkaai.. Uhhh ini sungguh nikmat, angghhhh"

"Yes baby i knew it, i will give you more"

Lalu kai perlahan menggerakkan kepalanya maju mundur dengan penis kyungsoo didalamnya, ia memainkan lidahnya disekeliling penis itu, menyedotnya seakan tiada hari esok, kai benar-benar menikmati pekerjaannya saat ini yang tengah mengulum penis mungil ke sayanganya ini, memompanya dengan sangat bergairah dan cepat, ia rasakan rasa manis bercampur asin gurih di dalam mulutnya itu, nikmat, sangat sangat nikmat.

"Cpkh...cpkhh.. "

Suara mulut kai beradu dengan penis kyungsoo yang sudah berlumuran precum dan saliva kai dimulutnya membuat suasana malam itu semakin panas, mengulumnya, menjilat dan menyedotnya tiada henti, meremas dua buah bola kembar kyungsoo sebagai rangsangan yang diberikan kepadanya.

"Kai akuuhh.. Akuu ingin keluar ahhh.., tidak dapat kutahan ahhhh"

"Keluarkan sekarang saja sayangku, tidak susah kau tahan heumm"

"Aaaahhhhh... Hhhhh uhhhh kkaaaiii!!!"

Dengan jeritan kyungsoo yang menggema pertanda kyungsoo telah sampai pada Puncaknya, ia bernafas pendek-pendek dengan nafas yang masih memburu Ia telah mencapai klimas pertamanya malam ini, ia yakin akan ada klimaks lain yang datang beberapa saat nanti.

"Slrupp... Slrupp..,ahhh nikmat sayang, rasa dari milikmu sangat nikmat"

Kai menelan cairan yang kyungsoo keluarkan, lalu ia bangkit dan mencium bibir kyungsoo ia ingin membagi cairan cinta kyungsoo yang lelaki itu keluarkan, mencicipi bersama rasa itu.

"Cpkhh.. Cpkh... Ahhh kaihhh"

"Nikmat bukan? Ini rasa dari milikmu dan rasa ini akan menjadi salah satu favoritku, sekarang giliranmu sayang, puaskan aku"

"Tentu daddy"

"Eyyy darimana kau belajar memanggil diriku daddy heum? Kau sungguh-sungguh seperti setan kecil yang nakal"

"Kau belum mengerti aku sepenuhnya tuan kim"

Lalu kyungsoo mengerlingkan sebelah matanya, Dengan cepat kyungsoo membalikkan posisi ia kini berada di atas tubuh sang dominan mencium begitu brutal sang lawan, meraba kedua nipple kai, mencium keduanya dengan sesekali menjilatinya dan perlahan tanganya turun ke perut berotot yang kai miliki tubuh maskulin yang sangat sempurna, kyungsoo menjulurkan lidahnya dari nipple menuju ke enam pack otot yang kai miliki, ia mengigitnya pelan, ia benar-benar takjub akan tubuh yang ada didepannya saat ini. Benar-benar sexy dan menggoda.

Kyungsoo lalu menurunkan tangannya ke pusat tubuh kai, ia melihat adanya gembungan besar di sana, meremasnya dengan gemas dan menurunkan zipernya, dengan cepat kyungsoo menurunkan seluruh celana kai hingga terlihatlah kejantanan kai yang besar, berurat, dan berwarna kemerahan dengan perpaduan warna tan perunggu yang sudah ereksi, kepala penisnya yang seperti jamur dengan cairan yang sedikit sudah merembes keluar, dan dua buah twins ball'nya yang menggantung indah

Glup, kyungsoo menelan ludahnya dengan kasar saat melihat penis didepanya ini, itu benar-benar sangat besar, dan kyungsoo berfikir apakah akan muat masuk kedalam lubangnya nanti.

"Suka dengan apa yang kau lihat baby?"

"Uhh kai ini sangat besar, apakah nanti muat?"

"Nanti kau akan tau sayangku, cepat, kulumlah!"

"Siap daddy"

Lalu kyungsoo mulai memegang kejantanan kai dengan kedua tangannya ia membiarkan lidahnya menari disana, pertama ia mencium pelan kepala penis kai, dan langsung memasukkannya kedalam mulut hangatnya, dengan remasan yang ia berikan kepada kedua twins ball kai, dengan lidahnya yang bermain-main di dalam mulutnya kyungsoo menyedotnya seperti bayi yang sedang menyusu meminta jatah kepda ibunya, dengan mata yanga terpejam kyungsoo melahap habis kejantanan kai hingga mencapai pangkal tenggorokankanya,ia benar-benar menyukai sensasi ketika ia mengulum penis besat berurat yang kai miliki.

"Arrghhhh.. uhh"

Kai menggeram dengan sangat jantan, geraman yang keluar benar-benar membuat kyungsoo bersemangat lagi dalam melakukan hal ini. Tangan kyungsoo juga meraba paha dalam kai dengan perlahan seperti ular yang sedang merambati mangsanya.

kyungsoo benar-benar lelaki penggoda yang handal, Kai bahkan dibuat kepayahan hanya karena mulut kyungsoo yang sekarang berada pada penisnya ini.

Lalu beberapa saat kemudian kyungsoo merasakan kejantanan kai mulai mengeras dan otot-ototnya mengencang pertanda ia akan klimas sebentar lagi. Dengan cepat kyungsoo menurun naikan kepalanya agar mempercepat keluarnya sang cairan yang ia nantikan. Matanya menutup dengan kencang dan Tangan kai mencengkeram seprei dibawah tubuhnya jari-jari kakinya menekuk karena pelepasan yang akan segera datang.

"Aaarrgghh... Akhhh uhh...Hhhh hhhhh"

Deru nafas yang masih tersengal, kai membuka kedua matanya untuk melihat kyungsoo yang sedang berada di bawahnya sedang menjilat sperma yang keluar dari lubang penisnya, degan lelehan cairan putih itu disekitar mulutnya dan meluncur melalui dagu dan jatuh ke dada kyungsoo, sungguh pemandangan yang sangat sexy bagi kai. Dia tersenyum sangat manis kepada kyungsoo.

"kyungsoo kau begitu hebat, ahhh aku benar-benar tidak menyangka kau bisa seliar ini"

"Sudah ku bilang tuan kim, kau belum cukup mengetahui siapa diriku sesungguhnya"

Dengan smrik yang terlukis apik di bibir tebalnya, dan tubuhnya yang telanjang di tambah lelehan sprema disekitar bibirnya kyungsoo benar-benar terlihat seperti seorang jalang saat ini, kai sangat menyukai pemandangan yang ia lihat, seorang bocah lelaki dengan begitu menggoda berada di depannya dengan segala misteri dan rahasia didalamnya itu membuat kai benar-benar menginginkan laki-laki ini lebih dari apapun di dunia.

Kai tahu kyungsoo pasti sudah pernah melakukan hal ini dengan jo insung, karena pemuda didepannya ini tidak sepolos yang terlihat, ya kai mungkin bukan yang pertama tapi kai yakin kyungsoo akan memilih dirinya nanti.

"Sekarang giliranku babe"

"Aakhh.. Eunghhh"

Kai lalu membalik keadaan, sekarang ia sudah berada di atas kyungsoo dengan kedua lenganya yang menumpu di sisi kepala kyungsoo mengelus pelan rambut sang lawan dengan tatapannya yang haus akan gairah, dengan senyum yang manis ia mencium kyungsoo di kedua belah bibirnya, kai sangat menyukai ini, rasa dari bibir kyungsoo maka ia dengan cepat menciumnya kembali dengan lebih intens dan keras dam brutal seperti menemukan sebuah permen loli di hari halloween, kai tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja ia akan menikmati setiap detiknya untuk kyungsoo.

Kai lalu mengulum cuping telinga kyungsoo disanalah titik sensitif yang laki-laki itu miliki menjilatinya dengan sangat panas dan halus disaat yang bersamaan.

Yang di cium hanya melenguh dan menutup mata, mengalunkan kedua lenganya di leher sang dominan, dan meremas rambut hitam kai, perlakuan itu membuat kai semakin memperdalam ciumannya di telinganya dan turun menuju leher mulus kyungsoo memberikan kismark di sana sini sebagai tanda bahwa kai sudah pernah menandai kyungsoo sebagai miliknya.

Dengan sengaja kyungsoo menggesekkan penisnya pada kejantan kai yang sudah sama-sama ereksi kyungsoo benar-benar sudah tidak tahan, kai terlalu lihai dalam bermain.

"Ssstt sabar sayangku, ini akan segera dimulai"

"Cee cepatlah anghhhhh... "

"As you wish baby"

Dengan perlahan kai menurunkan tubuhnya, mengambil kedua kaki kyungsoo dan mencium lembut betis dan paha dalam kyungsoo lalu ia menekuk kedua kaki kyungsoo dan sekarang terpampanglah jelas penis mungil nan cantik didepanya dengan satu buah lubang pink yang sekarang sudah mulai terlihat basah karena terkena sperma tadi,

Kai memajukan wajahnya mencium pelan kejantan kyungsoo lidahnya ia bawa menuju lubang itu, menjilatinya dan memutarkan lidahnya di sekitar lubang itu. Lalu memasukan lidah panasnya ke lubang itu bermaksud untuk membuatnya lebih licin karena mereka tidak menggunakan lube sebagai pelumas, sesudah puas dengan bermain lidah kai segera menusukan jari tengahnya ke lubang itu, menggaruknya seperti tiada hari esok, dengan cepat ia menambahkan dua jari disana untuk mempermudah jalan masuk penisnya ke sana, agar tidak terlalu sempit.

Hhhhh kkhhaii uuuhh akkhhh massukk lahhhh, ahhh gataal kai.. Uhhhh sungghuh hhhh"

"No baby, wait a minute, aku tidak akan bermain kasar, aku akan memberikan surga dunia untukmu"

Lalu dirasa lubang kyungsoo sudah siap menerima penis besarnya ia mengurut pelan batang penis kebanggaannya itu, dan mempersiapkan diri di tengah-tengah kaki kyungsoo, ia berbisik pelan ke telinga kyungsoo dan mengelus pahanya.

"Baby, ini akan sedikit sakit, aku tau kau pasti sudah pernah merasakannya, tapi aku janji kali ini rasanya akan berbeda dengan kau melakukannya bersama orang lain"

"Anghhhh ya kai, akuhh sudah tidak sabar lagi, hhh masukan lahhhh cepat"

Kyungsoo sudah tidak tahan kai benar-benar menggoda lubangnya, ia sungguh merasa gatal pada lubang bawahnya ia menginginkan sesuatu yang lebih besar menggaruk lubangnya itu kedutannya sudah semakin cepat.

Dengan perlahan kai memasukan miliknya ke lubang kyungsoo pelan dan hanya kepala penisnya yang masuk kyungsoo sudah menggelenjang nikmat, ia tahu pasti kyungsoo merasakan sakit di bawah sana makan dengan pelan ia mencium bibir kyungsoo untuk mengurangi rasa sakitnya, dengan satu tarikan nafas kai langsung memasukan semua batang kejantananya ke lubang itu.

Blashh!

"Aaarghhh sakkitt kai.. Hhh uhhh"

"Tenang baby, ini akan nikmat, gigit atau lampiaskan kesaktian yang kau rasakan padaku nanti heum"

Cup, kai mencium kedua mata kyungsoo dengan ringan, ia melihat mata itu dengan penuh kehangatan, kai merasa mata itu dapat menghipnotis dirinya. Kai masih belum bergerak ia menunggu kyungsoo siap untuknya.

"Mm-movee kaiihhh"

"Dengan senang hati baby"

Lalu dengan gerakan pelan kai memaju mundurkan miliknya kedalam lubang kyungsoo, dengan irama yang pelan ia mencoba untuk membuat kyungsoo nyaman dalam penyatuan mereka malam ini, lalu ia meningkatkan kecepatannya dalam menumbuk lubang itu.

Dengan keras, cepat, dan tepat kai menemukan sebuah gumpalan kecil yang kai tahu itu adalah prostat kyungsoo disanalah titik kenikmatan seorang laki-laki. Kai menghujamkan milikinya tepat di sana dan langsung terdengar erangan dan teriakan sang submissve.

"Ahhhh.. Anghhhh uhhh haahhh kkhhaii yessshh theree kaiihhh"

Plok.. Plok.. Plok...

Suara kulit beradu dengan kulit menggema di dalam kamar itu, beradu dengan suara derit ranjang yang benar-benar menggoda,

"Diisanahh kaii.. Uhh lagihhh"

"Yes baby.. Akan kuberikan apapun"

"Anghhh ahhhh ahhhh ini nikmat.. Ouhhhh, faster please daddyh.. "

Dengan semakin brutal kai menghujamkan penisnya ke lubang kyungsoo, ia menghujamkan dengan dalam-dalam. Tubuh yang sedang terkungkung di bawahnya ini dan menggeliat begitu erotis dengan bagimana bibir merah itu mengerang dan memekik karena nafsu lalu kaki kecilnya yang sedang terbuka lebar untuknya itu benar-benar membuat kai semakin menggila, tingkatan gairahnya meningkat begitu tinggi seketika.

Kai merasakan prostat didalamnya semakin membesar, lalu dengan hujaman yang belum berhenti kai mengambil penis kyungsoo ia remas dengan keras dan memaju mundurkan jemarinya di penis itu, ia merasakan beberapa cairan sperma kyungsoo sudah merembes keluar. Tak lupa ia memberikan ciuman brutalnya pada bibir kyungsoo yang sudah membengkak, ia kulum bibir itu atas bawah dengan cepat kai memasukan lidahnya ke sana, kyungsoo hanya bisa mengerang, dan mencengkeram kedua lengan kai, ia sungguh tidak bisa berpikir apapun lagi.

Dengan kenikmatan yang berlebih yang kyungsoo rasakan pada seluruh titik ditubuhnya ia benar-benar merasa akan menuju surga.

kai adalah dewa sex, setidaknya menurut kyungsoo saat ini, ia benar-benar lupa akan dirinya sendiri, ia lupa namanya yang keluar hanya satu nama.

"Ahhh... Kkaaiihh"

"Ya manisku, terus panggil namaku, aku akan memberikanmu surga saat ini"

"Ahngggg.. Aaahhh akk"

Angghhhh ssssss... Kkaiihhh uhhh sttopphhh

"Bagaimana bisa aku berhenti sayangku, ketika nyatanya tubuhmu menginginkan yang lebih hummm"

"Uhhh ini terlalu nikmat.. Ahhhhh hhhh uhhhh"

"Suaramu sangat sexy kyunghhhh"

"Ahhhhnn arghhhhh kaihhhh"

Plok.. Plok.. Plok..

Suara kedua kulit yang beradu itu semakin keras dan menggema. Lalu kai merasakan penis yang sedang ia genggam mulai membesar dan semakin memanas.

"Arrrgghh kkaiihh akuh akuu hampir sampai"

"Ya datanglah padaku baby"

"Kkaiiihhhh... Ahhhh!!!!!"

Sllrupp.. Slrup..

Kyungsoo akhirnya mencapai klimaks keduanya pada malam itu, membusungkan dadanya karena pelepasan yang begitu nikmat,

Dengan nafas yang masih tersengal karena lelah kyungsoo tersenyum manis kepada laki-laki didepanya itu.

"Yeaahh baby datanglah padaku, keluarkan seluruhnya"

Bukanya berhenti dalam menumbuk lubang kyungsoo kai semakin brutal dalam menghujamkan miliknya,

Plok.. Plok.. Plok..

"Sebentar lagi sayangkuhh.. Ahhhhh, kau sempit hhhh"

Lalu kyungsoo merasakan penis didalamnya itu semakin membesar dan berkedut ia tahu pasti sebentar lagi kai akan menuju puncaknya, dengan sengaja ia mengetatkan otot-otot dilubangnya sebagai perangsang kai untuk cepat mendapatkan klimaksnya.

"Ahhh kau nakal sekali sayang, uhhhh.. Sebentar lagi kyungsoo"

Dengan beberapa kali tumbukan lagi akhirnya kai sampai pada puncaknya.

"Aaarghhhhtt... Aaaahhh!!! Kyungsoo!.."

Dengan nafas yang tersengal kai rubuh dan menindih tubuh dibawahnya, cairan sperma kai menyembur kedalam tubuh kyungsoo dan terasa sangat hangat didalam sana, karena terlalu banyak cairan itu merembes keluar.

Plop'

Bunyi suara penis kai yang telah lepas dari lubang kenikmatan yang kyungsoo miliki,

Mereka masih merasakan euforia sehabis bercinta dan merasakan surga yang baru saja mereka singgahi, benar-benar malam yang sungguh panas bagi keduanya.

dengan tiba-tiba kyungsoo menindih kai lagi dengan kerlingan mata yang menggoda lalu mencium bibir kai yang berada di bawahnya.

"Ayo ronda kedua, aku yang berada di atas kali ini"

"Awww kau mau menunggangi ku? Tentu sayangku, dengan senang hati, tunggangi aku sepuasmu"

Lalu kyungsoo mulai memegang penis besar kai, ia mengocoknya dengan cepat dan setelah dirasa cukuo ereksi kyungsoo memposisikan dirinya diatas penis iti, dengan perlahan ia menurunkan tubuhnya dan memposisikan lubang sempitnya di sana, pelan-pelan dan pasti penis besar itu memasuki lubang kenikmatan kyungsoo,

'Jleb

"Aarrghhhh, kaaihhh, uhhh nikmathhh"

"Yesss babyhh.. Uhh sempit kau sangat sempit... Anghhhh,"

Kai pikir lubang kyungsoo benar-benar nikmat, beberapa saat yang lalu ia sudah menumbuknya dengan brutal dan sekarang masih sempit juga. Ia benar-benar menyukai sensai lubang sempit kyungsoo yang tengah ia rasakan.

Plok plok plok...

Kyungsoo menaik turunkan tubuhnya diatas kai, ia benar-benar seperti jalang yang sangat ahli dalam permainan ranjang, kyungsoo memutar belahan pantatnya dan itu sukses membuat kai melenguh nikmat,

"Ahhhhh kauhh benar-benar nakal kyunghhh"

"Yeahhh aku baru mulai dadyyhhh"

Kyungsoo berbisik seduktif di telinga kai, meniupkan nafas hangatnya disana menjilat pelan dan mencium bibir kai dengan penuh nafsu yang menggebu,

Ia menggoda kedua niple kai dijilatnya secara pelan dan sensasinya membuat kai melayang, benar-benar malam yang sangat indah dalam seumur hidupnya.

Lalu kai bangkit dan memeluk kyungsoo, mereka bergerak selaras dengan kai yang memaju mundurkan miliknya dan kyungsoo yang terpantul-pantul diatasnya, ohh sungguh kyungsoo adalah iblis yang menjelma sebagai malaikat, begitu cantik tapi sangat berbahaya bagi kai.

Gerakan itu semakin cepat seperti pemburu yang mencari mangsanya, mereka benar-benar seperti kehilangan kewarasan atas apa yang sedang dua anak adam itu lakukan.

Kyungsoo terus bergerak di atas kai dengan menumpukan kedua tanganya di bahu kai yang bidang, lalu kai menggigit pelan leher kyungsoo hingga memerah dan pasti akan menimbulkan bekas,

Mereka sudah hilang terseret arus nafsu dan kenikmatan yang tiada tara bahkan jika dunia runtuh mereka akan tetap terus menyatukan dirinya bersama.

"Arghhh anghhhhh ahhhh kaihhh ahhhh... "

"Ya kyunghhhh uhh kauhh sempithh sekalihhhh"

"Uhhhhh kaihhh terussshh lebihh dalammhhh"

"Bersiaplah sayanghhh"

Atas permintaan kyungsoo, kai semakin mempercepat gerakan menghujamnya dengan lebih dalam lagi.. Suara kulit beradu dan ciuman terdengar diseluruh ruangan, malam yang sangat menakjubkan di pualu yang eksotis.

"Arghhhhh akuhh.. Akuuhh sampaii daddyhh"

"Bersama sayangku... "

"Yesshh daddyhh"

"Ahhhhhhh... Hhh hhhh.."

Lalu ditandai dengan bersama keluarnya cairan sperma dan peluh milik mereka berdua yang sungguh membasahi tubuh dan sprei di bawahnya mereka tersenyum begitu indah satu sama lain, sperma kai yang menyembur didalam kyungsoo meluas dan merembes keluar dengan perlahan, kyungsoo bergerak dengan perlahan karena rasa lelah dan perih yang ia rasakan.

"Nikmat, sangat nikmat kyungsoo, kau benar-benar luar biasa"

"Ya kuanggap itu sebagai pujian tuan kim, kau juga benar-benar hebat, aku suka"

Kyungsoo berbicara dengan senyuman manisnya yang langsung menghangatkan hati kai, ia terpesona atas semua yang kyungsoo punya, mata bulatnya yang jika tersenyum seperti bulan sabit yang indah.

Cup'

Kai mencium pelan kening kyungsoo dengan lembut dan penuh sayang ia, memposisikan lenganya untuk menjadi bantalan kepala kyungsoo dan memeluknya dengan begitu posesif.

"Tidurlah kyungsoo ini sudah malam, kau pasti lelah setelah pertarungan kita tadi, bukankah besok kau akan pulang ke korea"

"Ini bahkan sudah hampir pagi tuan kim, kita bermain sangat lama tadi"

"Haha ya kau benar, ini adalah malam terindah yang pernah aku lalui"

"Kau bohong, tidak mungkin tuan kim, kau pasti pernah merasakan yang lebih dari ini"

Mata kyungsoo memicing saat ia menuduhnya

"Aku tidak berbohong sayang, ini adalah malam yang sangat indah, kau pikir aku adalah lelaki kurang ajar yang seenaknya meniduri sembarangan orang, ohh kyung, aku tidak se bajingan itu"

"Tapi kau meniduri ku tuan kim"

"Ya karena kau berbeda"

"Aku? Berbeda?"

"Hmm ya"

"Apa yang membuatku berbeda?"

"Ahh kau terlalu banyak bertanya, apa kau begitu penasaran?"

"Ya tentu karena itu adalah diriku, cepat katakan kai, apa yang membuatku berbeda"

"Itu adalah...

Rahasia"

"Yak! Tidak adil"

"Haha sudahlah cepat tidur baby, atau besok kau akan terlambat bangun dan tertinggal pesawatmu"

Lalu kai mengerlingkan matanya, mencium bibir kyungsoo dengan dalam dan tidak lupa menyematkan ciuman itu di Puncak kepala kyungsoo

Kyungsoo hanya diam dan menutup matanya akan perlakuan kai kepadanya, ternyata laki-laki ini begitu hangat dan sangat penyanyang, tidak seperti kabar yang beredar luas tentang kai saat di luar sana, kyungsoo benar-benar menikmati hangatnya pelukan sang dominannya ini. Ia tidak mau melepaskan kehangatan kai di tubuhnya.

"Kai..."

"Hmmm"

"Kaiii"

"Ya sayangku"

"Ahh tidak, tidak jadi"

"Hey ayolah katakan apa yang ingin kau bicarakan"

"Eumm aku, aku hanya ingin mengatakan kalu kau itu..."

"Yaa? Aku?"

"Kau tampan"

"Ahh apa kau baru tau? Hey aku tampan sejak lahir"

Dengan senyum sombongnya kai menyeringai kepada kyungsoo lalu karena tidak tahan atas sikap arogan yang kai miliki, kyungsoo hanya mendengus dan mencubit pelan perut sixpack kai di depanya ini.

"Awww sakti kyung"

"Biarkan, dasar sombong"

"Hahaha baiklah ayo tidur baby"

Sebenarnya bukan itu yang ingin kyungsoo katakan ia ingin mengatakan bahwa perjanjian mereka akan berlaku esok hari yang mengatakan bahwa mereka tidak akan bertemu kembali.

Lalu kai mulai menutup matanya dan kyungsoo masih memperhatikan kai dalam diam

'Besok saat matahari mulai menyingsing dan ketika aku sudah kembali ke korea, aku harap kita tidak bertemu kembali, karena aku akan kembali ke jo insung'

Pandangan mata kyungsoo meredup, ia kini teringat siapa dirinya yang sebenarnya, siapa dirinya sesungguhnya yang hanya seorang simpanan laki-laki kaya, ia benci pada dirinya sendiri namun memang begitu takdir yang sedang ia jalani.

"Selamat malam kai"

.

.

.

.

.

Fajar telah tiba, suara ombak mengalun merdu di telinga , sinar matahari yang hangat menyusup kedalam jendela kamar cottage yang kai tinggali, angin laut yang segar membelai seluruh inci tubuh kedua insan yang masih tertutup selimut tebal, mereka masih berpelukan sepanjang malam dengan begitu hangatnya.

Kai bangun terlebih dahulu, ia sedang memperhatikan wajah cantik yang kyungsoo miliki, begitu indah bak awas di atas langit yang ia kagumi, pipinya yang tembam bersemu kemerahan, bibir tebalnya yang sedikit terbuka itu benar-benar membuat kai gemas, kedua kelopak matanya yang tertutup seperti bunga lili kecil, oh sungguh kyungsoo bahkan lebih Indah dari apapun.

Dengan perlahan ia mencium kedua pipi kyungsoo mengusap pelan bibirnya dan terakhir mencium matanya yang masih tertutup rapat. Lalu meniup pelan mata kyungsoo yang masih terpejam, dengan adanya gangguan kecil itu kyungsoo mulai terganggu dan mengerang karena ia masih mengantuk dan sungguh sangat lelah.

"Eungghh aku masih mengantuk kai"

"Hey cantik, ini sudah siang bukankah kau akan kembali ke korea"

"Nanti kai sebentar lagi ya, aku benar-benar lelah"

Bukanya terbangun dan membuka matanya, kyungsoo malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh polos kai di dalam selimut, kyungsoo benar-benar tidak rela jika ia meninggalkan kehangatan yang ia rasakan saat ini.

"Hey kucing kecil, ayo bangunlah, lanjutkan tidurmu nanti di pesawat nanti heumm"

"Tidak mau"

"Baiklah dalam hitungan ke 3 jika kau tidak mau bangun dan pergi mandi juga aku akan menyerangmu lagi"

Kyungsoo lalu mencerna perkataan kai, dan langsung terbelalak dengan cepat

"Apa!"

"Morning sex sepertinya lumayan juga? Bagaimana heum?"

"Tidak, aku tidak mau, dasar kau mesum!"

"Hey apa kau lupa siapa yang semalam meminta lebih heum?"

"Ahh, itu... Bukan aku"

Saat ini wajah kyungsoo sudah memerah karena malu teringat semalam ia begitu liar bagaikan jalang, kyungsoo lepas kendali karena permainan yang kai berikan.

Karena melihat kyungsoo yang begitu manis saat malu kai kembali memberikan ciuman-ciuman kecil di seluruh permukaan wajah manis kyungsoo.

"Kaiiii hentikanlah uhhhh"

"Biarkan, aku suka melihat dirimu yang sedang tersipu"

"Stop kim kai.. ini geli uhhh"

" aku akan mencium dirimu sampai puas jika kau masih tidak ingin pergi mandi?"

"Ya ya ya aku akan pergi mandi"

"Bagus, anak pintar"

.

.

.

.

.

.

Setelah kyungsoo selesai membersihkan seluruh tubuhnya di kamar cottage kai ia pergi kembali ke hotel di antar kai ke sana untuk mengambil barang-barangnya yang masih tertinggal disana.

"Aku akan mengantarkan dirimu sampai di bandara kota ini"

Itu kai yang berbicara saat tengah melihat kyungsoo yang sedang bersiap untuk pergi.

"Tidak kai, aku bisa pergi sendiri,

bandara kota ini lumayan jauh dari sini, kau akan kelelahan di jalan kai"

"Tapi aku ingin mengantarkan dirimu kyungsoo"

"Kai.. Aku.. "

"Tidak ada penolakan, dan aku tidak merima bantahan"

"Ya ya ya baiklah tuan kim, kau menang"

Dua jam kemudian mereka sampai disana

Setelah sampai di bandara kota kai melepas kepergian kyungsoo untuk kembali ke korea, dengan senyum manisnya kyungsoo berikan kepada kai untuk terakhir kalinya sebelum mereka benar-benar berpisah. Kyungsoo merasa sangat berat untuk kembali ke korea, disini ia merasa sangat bebas dan tenang, ia bertemu dengan kai yang sudah menghangatkan malamnya, ia benci kembali ke kehidupannya di korea, ia benci takdir yang mengikat dirinya.

"Hey pesawatmu akan segera terbang, pergilah kyung"

"Isshh apa kau mengusir ku, ya ampun tuan kim yang kejam, setelah mencicipi tubuhku kau lalu mengusir ku begitu?"

"Haha bukan begitu maksudku baby, kau sensitif sekali ternyata, aku hanya tidak ingin kau tertinggal itu saja"

"Baiklah , enggg tapi kai, kau ingat bukan aku masih milik jo insung"

"Ya tentu, kenapa memangnya?"

"Kau masih ingat bukan jika kita sudah berada di sana kita tidak harus saling bertemu kembali, anggap saja tidak terjadi apapun diantara kita, aku... Aku hanya takut jo insung tahu akan hal ini"

"Ya tergantung takdir yang berbicara nanti"

"Maksudmu?"

"Lihat saja nanti, aku tidak janji"

"Kai!! Ayolah jangan bercanda aku tidak ingin dia tau"

Cup satu kecupan ia sempatkan pada bibir kyungsoo, ia lalu memeluknya dengan erat

"Hmmmm terserah dirimu"

"Baiklah kai, aku akan berangkat, terimakasih atas segalaya, terimakasih atas hal-hal indah yang telah kau berikan padaku"

"Tentu saja, aku juga berterima kasih padamu karena mau menghabiskan malam yang indah"

"Dasar pervert!"

"Haha sudah sana pergilah"

"Ya ya ya tuan kim,

oh aku lupa sesuatu"

"Apa yang kau lupakan? Apakah ada yang masih tertinggal?"

Lalu..

'Cup'

Satu kecupan ia berikan di pipi kai, lalu dengan cepat kyungsoo melepaskan ciumannya itu dan berbalik cepat untuk pergi meninggalkan kai yang sedang blank di belakangnya

Dengan wajah bingung kai masih berdiri disana tiba-tiba ia ingin pergi ke surga kali ini karena hal tidak terduga yang ia alami baru saja.

Kecupan manis yang kyungsoo berikan mampu menembus kedalam hatinya yang sangat gelap, ia merasakan hidupnya mulai berwarna kali ini karena bocah yang sedang berjalan menjauhi dirinya untuk pulang ke negaranya itu juga membawa hatinya pergi.

"Aku akan mendapatkan dirimu kembali dengan cara apapun kyungsoo, insung bukanlah masalah besar bagiku, siap atau tidak aku akan merebut dirimu dari si tua bangka itu, kau hanya miliku, tidak ada yang boleh memiliki dirimu selain kim kai"

ΩΩΩΩ

To be continued...

Fyuh akhirnya NC yang dinanti pun terjadi

Yuhuuuu tebar confeti..

Ya ampun haha gue bikin cerita apa itu diatas

So gimana part ini? Ehehe

Apakah sudah lumayan memuaskan?

Serius ini pertama kali bikin NC, aku gak tau itu bagus apa enggak, maaf jika belum HOT kaya fanfic dewasa lainya, kalo kurang HOT baca ini sambil makan bon cabe didepan kompor aja :'))

Ini hampir 5K dan isinya NC semua ahaha maaf jika terlalu panjang, niatnya mau bikin tambahan

NC di bathroom alias ena2 lagi pas mereka mandi bareng tapi ntar kepanjangan wkwkw jadi gue stop dulu.

Pssttt setelah NC ini keluar bakal ada NC lainya yang menunggu so...

See you in next chapter guyss

Jangan lupa voment sayangku.. Thankyou

Rizaumami090

Present