Happy reading
Beberapa hari yang lalu kai sudah kembali dari pulau fiji dan si tampan sedang duduk di singgasananya di kantor Exact.corp sedang mempelajari beberapa berkas-berkas yang akan dijadikan materi untuk meeting dengan kolega bisnisnya dari china. Ia seperti biasa tampan dengan kemeja berwarna putih yang ia gulung hingga siku dan celana kain berwarna biru tua, uhh sungguh aura jantanya menguar dari sang petinggi exact.corp tersebut Dengan rambut yang ia biarkan naik ke atas memamerkan dahinya yang dapat membuat wanita manapaun tunduk padanya.
Sudah 5 jam lamanya ia duduk disana berkutat dengan tumpukan kertas-kertas yang sialananya tidak pernah habis di depanya ini. Ia mendongak dan menyenderkan punggungnya di kursi kebesarannya dengan tatapan matanya yang tertuju pada langit-langit di ruangannya itu, kai sedang memikirkan sesuatu ah, tidak, bukan sesuatu lebih tepatnya seseorang.
Ya seseorang,
Laki-laki kecil yang sayangnya kini tidak pernah hilang dari ingatanya.
Do kyungsoo, si bocah kecil yang sudah mencuri sebagian atensi kim kai. Terakhir kali ia melihatnya adalah beberapa hari yang lalu saat di bandara, dan kini ia benar-benar penasaran bagaimana kabar dari sang pria kecil.
"Hhh do kyungsoo"
Ia melafalkan nama sang pria kecil di setiap hembusan nafasnya, kai begitu pening memikirkan keadaan batinnya yang begitu terpaku hanya pada satu objek. Ia benar-benar menginginkan bocah itu
"shit! Bagaimana bisa aku begitu lemah hanya karena seorang bocah kecil"
Kim kai beberapa hari terakhir selalu uring-uringan, emosinya tidak terkendali, ia benar-benar menginginkan laki-laki itu di sisisnya, fokus dan atensinya hanya untuk do kyungsoo
Lalu dengan segera ia mengambil gagang telfon yang berada di mejanya dan memanggil sang sekertaris bermaksud ingin memberikan sebuah perintah yang sedikit berbeda dari biasanya.
"Sekertaris lee, bisakah kau keruanganku sekarang"
Lalu terdengar ketika pintu beberapa saat kemudian dan nampaklah sang sekertaris lee didepan sana.
"Ya tuan kim, apakah Ada yang anda butuhkan tuan kim"
"Ya sekertaris lee, aku ingin kau menyelidiki sesuatu ah tidak bukan, maksudku seseorang"
"Seseorang? Siapakah dia tuan kim"
"Aku ingin kau menyelidiki siapa itu do kyungsoo, dia adalah kekasih dari jo insung"
"Jo insung? Bukankah beliau adalah rekan bisnis ada tuan"
"Ya kau benar, aku ingin kau menyelidiki siapa kekasihnya, dia adalah do kyungsoo, aku bertemu dengannya saat aku menerima undangan jo insung di pulau fiji, selidiki siapa itu do kyungsoo, segala sesuatu yang berkaitan dengan do kyungsoo, aku ingin kau mendapatkan informasinya dan segera berikan padaku secepatnya"
"Baik tuan kim, segera anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan"
"Bagus, aku mempercayai dirimu sekertaris lee"
"Saya undur diri tuan kim"
"Ya kembalilah ke mejamu"
Lalu setelah kai memeberikan perintahnya kepada sekertarisnya ia kembali berjibaku dengan kertas-kertas berharga jutaan won di depannya itu.
Kyungsoo sudah tiba di seoul dua hari yang lalu namun ia sunggu malas beranjak pergi kemanapun, beberapa panggilan dari jo insung ia abaikan dan jika lelaki ini meminta untuk bertemu ia mengatakan sibuk karena tugas yang menumpuk dan harus ia selesaikan secepatnya, dengan alasan klasik itu kyungsoo berhasil menghindari dari jo insung untuk beberapa waktu, ia mempunyai alasan tersendiri mengapa ia tidak ingin menemui laki-laki itu, kyungsoo hanya sedang gundah, batinnya tidak tenang dan pikirannya sedang tidak berada pada tempatnya. Bagaikan sebuah air yang terlihat tenang namun di dasarnya terdapat sebuah lubang, itulah kyungsoo sekarang. Tenang namun penuh misteri.
Saat ini ia hanya duduk di balkon apartemennya, ia menghembuskan nafasnya dengan pelan, pikirannya kacau karena kejadian di pulau fiji. Ia memikirkan bagaimana kim kai telah berhasil membuat dirinya lumpuh dan tidak berdaya akan pesonanya, hell lagipula siapa yang dapat menolak seorang kim kai.
"Tsk mengapa aku begitu ceroboh mau tidur dengan lelaki itu, pasti saat itu aku sudah gila. Lagipula dirinya benar-benar tidak dapat ditolak"
Lalu kyungsoo memandang langit yang sebentar lagi senja itu pikirannya menerawang saat-saat malam panas yang mereka lewati, seakan-akan semua itu terasa begitu benar, ia memikirkan bagaimana ia mendesah karena nafsunya, bagaimana lubangnya itu terasa begitu penuh dan nikmat di saat yang bersamaan. Bahkan sentuhan-sentuhan kai masih ia rasakan di beberapa titik di tubuhnya, ia mendamba, ia merindu dan ia menginginkan itu kembali
Dan ia mengingat bagaimana ia meminta lebih dan menaiki kim kai seperti jalang murahan.
"Sial, aku benar-benar seperti budak seks jika seperti ini terus"
Lalu setelah itu ia pergi menuju ranjang milikinya, berharap esok ketika matahari mulai menyinari bumi pikiran kyungsoo akan kim kai sudah hilang dan menguap bersama embun.
jam menunjukkan pukul 6 pagi dan ia masih menikmati hangatnya selimut tebal yang menutupi tubuhnya, karena semalam ia baru tertidur pukul 3 pagi karena mengerjakan tugas kuliahnya, dan ia benar-benar ingin tidur hingga siang. Tapi sepertinya niatnya itu akan segera musnah karena tiba-tiba terdengar suara ketukan yang sangat mengganggu tidur Indahnya
Tok tok tok.. !!!
Dengan suara bak penagih hutang itu tidak berhenti mengetuk seperti orang sinting di pagi hari. Sangat memekakan telinga, kyungsoo mencoba untuk menutup kedua telinganya dengan bantal yang berada disampingnya, tapi nyatanya suara itu tidak kunjung berhenti dan malah semakin keras.
Tok tok tok!!!
Akhirnya Mau tidak mau kyungsoo harus membuka pintu dan ia bersumpah akan membunuh siapapun yang telah mengaggu pagi harinya kini.
"Ya sebentar, aku datang"
Kyungsoo menjawabnya dengan setengah sadar ia melangkah dengan gontai dan mata yang masih setengah terbuka dan rasa kantuk yang masih menjalar ia menuju pintu ruangan apartemen mewahnya ini dan langsung membuka pintu tanpa melihat siapa yang ada di baliknya.
"Yakk kyungsoo! Kenapa lama sekali si, apa kau tau hah aku sudah lelah berdiri di depan pintu apartemen mu seperti orang bodoh, teman macam apa kau ini dasar, dan apa-apaan kau ini hah, kau baru bangun"
Bukanya mendapatkan pagi yang tenang seperti apa yang kyungsoo inginkan, kali ini paginya penuh dengan keributan yang memuakkan, tanpa membalas ucapan dari sang tamu tak di undang kyungsoo membalikan badannya bermaksud untuk pergi kembali ke kamar tidurnya dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda lagi.
"Yak hey! Kau! Kembali ke sini, jangan kembali ke kamarmu dasar bocah nakal yak do kyungsoo!"
"Astaga byun baekhyun! Tidakkan kau lihat aku benar-benar masih mengantuk dan kau sudah marah-marah di dalam apartemen ku, bisa kau tutup mulut besarmu itu sebelum ku sobek dengan gunting rumput"
Ancaman seorang do kyungsoo tidaklah mempan pada byun baekhyun, bukan malah menutup mulutnya seperti apa yang kyungsoo perintahkan ia malah semakin meninggikan suaranya seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anak gadisnya.
"Yak kau bocah kecil yang nakal, bagaimana bisa kau kembali tertidur jika dalam beberapa jam lagi kelas akan segera dimulai bodoh"
"Ah kelas? Oh kelas mr. Joon, ah aku sudah membuat tugasnya semalam byun, tolong bawakan punyaku dan berikan kepada mr.joon, aku tidak berangkat kuliah hari ini. Aku malas"
Dengan tanpa rasa bersalahnya kyungsoo menguap dan kembali pergi ke kamarnya dan meninggalkan baekhyun dengan wajah yang sudah akan meledak marah karena kyungsoo.
"Kau apa? Malas? Cih dasar bocah nakal bagaimana bisa kau membolos hari ini, dan kau tidak kasian melihatku berangkat sendiri begitu? Kau tidak takut jika temanmu yang cantik ini di culik pereman di tengah jalan hah?"
"Tsk dasat cerewet, siapa juga yang ingin menculik laki-laki berisik seperti dirimu byun, lagipula jika pun ada yang menculik dirimu pastilah orang itu adalah orang paling sial di dunia ini, karena menculik orang yang tak berguna dan tidak berharga bila dijual sepertimu"
Rahang baekhyun jatuh ketika mendengar ucapan sarkatis sahabatnya itu, ya do kyungsoo terkadang memang benar-benar sangat kejam, mulutnya sangat pedas bila sedang marah seperti ini.
"Ya tuhan teman macam apa dirimu, kenapa kau sangat jahat padaku, kata-katamu sungguh menyakitkan ku"
Dengan tatapan mata yang dibuat bersedih dan se imut mungkin baekhyun menangkupkan kedua telapak tangannya didepan dada bermaksud agar kyungsoo berbelas kasihan padanya untuk berangkat kuliah bersama, namun kyungsoo tetaplah kyungsoo ia akan keras kepala dan tetap berdiri Teguh dengan perkataannya.
"Stop hentikan tatapan memelasmu itu baek, ini tidak mempan untuku, ewwww menggelikan, aku ingin muntah"
"Yak! Kau benar-benar kejam, dasar mulut berbisa, tidakkah kau punya hati do kyungsoo"
"Jikapun aku punya aku akan sangat senang baek, tapi sayangnya hati yang kau maksud itu sudah musnah"
Lalu kyungsoo masuk kembali ke kamarnya, dan bersiap mandi untuk pergi bersama baekhyun. Dan baekhyun terdiam atas perkataan terakhir sahabatnya itu dan Baekhyun hanya menghela nafasnya dengan senyuman kecutnya.
Setelah sampai di kelas mereka duduk bersebelahan, kelas pagi ini adalah bisnis management. Mau tidak mau kyungsoo harus mengikutinya karena baekhyun yang menyeret dirinya untuk datang.
"Hey mata bulat ngomong-ngomong kapan kau sudah kembali dari liburanmu?"
"Beberapa hari yang lalu baek, kenapa?"
"Dasar, kau bahkan tidak memberi tahuku saat kau kembali, hah teman macam apa kau ini"
"Tidak perlu berlebihan baek"
Sigh..baekhyun hanya menatap mata kyungsoo dengan pandangan tidak percaya, sahabat kecilnya itu kini benar-benar sangat dingin. Ingin rasanya mengumpat didepan kyungsoo namun tertahan saat ia melihat prof. Joon masuk ke dalam kelas.
Dua jam berlalu kini kelas sudah di bubarkan, baekhyun dan kyungsoo keluar menuju gerbang untuk kembali ke apartemen kyungsoo, karena baekhyun malas kembali ke rumah, ia sendirian di sana karena orang tuanya sedang pergi ge itaewon menjunjung neneknya. Alhasil ia kembali mengekori kyungsoo seperti anjing kecil.
Saat telah sampai di dalam apartemen kyungsoo yang bisa dikatakan mewah itu baekhyun langsung saja menuju dapur dan merampas makanan yang ada di dalam sana.
"Baek, aku akan ke kamar dan pergi tidur dulu, jangan membuat berantakan dan jangan membuat gaduh, jika nanti aku bangun kau melanggar semuanya kau akan ku tendang dari sini"
"Ya ya ya baiklah do cerewet kyungsoo"
Dengan tatapan membunuh kyungsoo mendelikkan matanya ke baekhyun namun tidak ia hiraukan. Bukanya takut ia malah terkikik sambil berjalan menuju televisi yang ada di ruangan luas itu.
Kyungsoo terbangun pukul 5 sore, ia mengerjapkan matanya, saat hendak mandi dan menuju kamar mandi tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan adanya telfon yang masuk. Ia tersenyum simpul saat melihat nama yang tertera di layarnya itu.
"Kyungsoo sayang hey"
"Hey juga hyung, ada apa heum?"
"Ah, aku sengaja menelfon dirimu untuk mengajakmu makan malam? Bagaimana? Kau mau?
Dengan berbinar kyungsoo tersenyum dan menyetujui ajakan makan malam sang penelfon di seberangnya.
"Jam berapa kau akan menjemputku hyung?"
"Pukul tujuh malam nanti, bersiaplah sayangku"
"Eung.. Aye captain"
"Bagus, anak pintar"
"Bye hyung aku akan segera mandi dan bersiap"
"Ya kyungsoo, aku mencintaimu"
"Ya hyung aku tau"
Dia, do kyungsoo tidak menjawab pernyataan cintanya, hanya senyum miring yang ia lakukan, setelah selesai menelfon ia segera bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
Saat sudah pukul setengah tujuh malam kyungsoo keluar dari kamarnya, ia mengenakan sweater berwarna abu-abu dipadu dengan celana jeans hitam dan sepatu kets berwarna putih, sesaat ia melupakan sahabat berisiknya itu dan menemukan byun baekhyun sedang bermain video game di ruang tengah.
Lalu baekhyun melihat kyungsoo sudah rapih dan bersiap untuk pergi. Ia memicingkan matanya pada kyungsoo dengan pandangan yang sedih baekhyun berikan pada kyungsoo, ya baekhyun tentu tahu sahabatnya itu akan pergi kemana dengan siapa, ah, lebih tepatnya baekhyun tau siapa kyungsoo sebenarnya, di balik identitasnya sebagai seorang mahsiswa ia juga seorang simpanan.
"Kyung, kau akan pergi malam ini"
"Hmmm ya, jaga apartemenku baek"
"Kyungsoo, apa kau tidak lelah dengan semua ini?"
"Tidak baek"
"Tidak bisakah kau menghentikan semua ini?"
"Kau pasti sudah tahu apa jawabanku baek, dan jawabanku masih sama"
"Kyungsoo, apa kau tidak lelah dengan semua ini? Sudah sangat lama kyungsoo, kupikir kau akan berhenti"
"Baek, kini belum saatnya, sebentar lagi, tolong mengertilah dan jangan memaksaku untuk menghentikan semua yang telah terjadi"
Baekhyun memberikan tatapan memelasnya pada kyungsoo, bermaksud agar kyungsoo menghentikan semuanya. Namun saat baekhyun hendak mengucapkan sesuatu tiba-tiba bel pintu apartemen kyungsoo berbunyi, menandakan ia sudah harus pergi sekarang juga.
"Baek, kau tahu apa saja yang sudah aku korbankan demi semua ini bukan, kuharap kau mengerti"
Pandangan baekhyun melembut dan kini matanya terasa sangat panas, satu bulir kecil meluncur ke pipinya, ia tahu sahabatnya itu hancur di dalam sana, lalu dengan senyum tipis baekhyun berikan.
"Ya kyung, dan jangan pulang terlalu malam heum, aku takut sendirian"
"Cih penakut"
"Hehehe byee kyungsoo dadahh.. "
Lalu kyungsoo berlalu dan pergi keluar, walaupun baekhyun tersenyum dan terlihat begitu aktif tetapi saat pintu didepannya sudah tertutup ia menangis melihat keadaan sahabatnya ini, baekhyun merasa kyungsoo membangun tembok yang tinggi di dalam dirinya, baekhyun pun yang sahabatnya saja tidak mampu menembusnya, ia berharap kyungsoo mau membuka dirinya dan meruntuhkan keegoisannya.
"Kyungsoo kuharap kau segera selesai dengan semua ini jadilah kyungsoo yang ku kenal, kembalilah seperti dulu kyung"
Didepan pintunya kini berdirilah seseorang yang tadi sore menlenfonya, dengan senyum yang tampan ia lalu dan mencium Puncak kepala kyungsoo. mengusap pipinya dengan pelan.
"Hey baby boy, bagaimana dengan harimu? Menyenangkan?"
"Tidak ada yang spesial, ya begitu saja"
"Baiklah malam ini akan kuberikan sesuatu yang sangat spesial"
"Benarkah??"
"Tentu"
Dengan mata yang berbinar kyungsoo lalu menggandeng lelaki tinggi di hadapannya ini lalu pergi menuju basement gedung parkiran dan pergi menuju tempat yang telah di janjikan kekasihnya ini.
Mobil sedan hitam metalik itu kini sampai di sebuah restoran di sebuah hotel mewah,
Restoran itu berada di lantai teratas pada bangunan itu, memiliki pemandangan yang luar biasa indah, seluruh kota seoul bahkan dapat terlihat dari sana,dindingnya yang terbuat seluruhnya dari kaca membuat kesan romantis dan nyaman. Disana hanya ada kyungsoo dan laki-laki itu, ya ternyata ia telah mem booking seluruh restoran itu untuk makan malam hanya dengan kyungsoo,
Di iringi dengan iringan lembut lagu nocturne Op.9 dari frederick Chopin, dan ini adalah lagu favorit kyungsoo, ia tahu yang meminta lagu ini untuk diputar adalah laki-laki diseberangnya ini,
ia sangat tahu apapun yang kyungsoo sukai.
"Hey ini lagu favorit ku, aahhh sudah lama dan aku tidak mendengarkanya, insung hyung kau yang terbaik"
Dengan menampilkan eyesmile yang cantik kyungsoo berikan pujian untuk jo insung yang telah membuat malam ini spesial.
"As you wish baby boy, apa kau suka?"
"Tentu, ini benar-benar seleramu sekali, tapi aku suka"
"Baguslah sayang, ayo sekarang pesan apapun yang ingin kau makan malam ini, apa kau ingin mampir ke rumahku ku malam ini?
"Tapi.. Istrimu?
"Ia masih di rumah sakit sayang, dan aku ingin bermain sedikit denganmu, aku merindukanmu kyungsoo"
Tiba-tiba kyungsoo teringat perkataan baekhyun padanya sebelum berangkat, mengenai ia yang menjadi simpanan. Lalu kyungsoo mengela nafas dengan pelan, ia menatap insung dengan pandangan yang memohon karena ia tidak dapat menghabiskan malam dengannya.
"Maaf hyung, sepertinya malam ini aku tidak bisa, ada baekhyun yang sedang menunggu ku di apartemen, ia sedang menginap. Dan aku tak mungkin meninggalkan apartemen ku ditangan baekhyun, ia pasti akan membuat kekacauan"
Kyungsoo meringis dalam hati, ia berbohong, bukan khawatir baekhyun akan membuat berantakan namun sedikit banyak perkataan baekhyun terngiang di otaknya sebelum ia berangkat tadi.
Satu usapan lembut insung berikan pada pipi gembul kyungsoo dan tersenyum hangat.
"Ya baiklah sayang, tak apa aku mengerti, sahabatmu itu memang pengacau ulung, dan hey bagaimana harimu di pulau fiji bersama kim kai? Kau belum memberitahu ku omong-omong"
Kyungsoo melebarkan matanya, tiba-tiba ia ingat hal apa saja yang sudah mereka lakukan di sana, jantungnya berdebar keras, ia bernafas dengan susah seakan ada batu yang mengganjal di tenggorokannya, dan tiba-tiba pipinya merona dengan parah, pikiranya terbang mengingat saat-saat ia mendesah dan bergerak di atas kim kai malam itu.
Sebelum menjawab pertanyaan insung ia berdehem untuk membersihkan tenggorokannya agar tidak terlalu serak.
"Lumayan menyenangkan hyung, kami.. Kami menjadi lebih akrab sekarang"
"Baguslah aku senang mendengarnya, ia akn menjadi teman yang baik untukmu kyungsoo"
Kyungsoo tidak menjawab perkataan insung ia hanya mengangguk dan tersenyum sebagai balasannya.
Mereka makan dengan khidmat
Sesekali insung mengeluarkan candaan yang membuat kyungsoo tersenyum menimpalinya,mereka larut pada kehangatan malam itu bersama.
Beberapa saat kemudian mereka telah selesai makan malam ditemani segelas red wine, dan bintang yang berkelip di langit seoul malam ini.
Sedangkan di sisi lain ada seorang laki-laki gagah yang sedang menyesap wine mahalnya di ruang tidurnya, ia sedang duduk di ranjangnya dengan bersender pada headboad yang beralaskan bahan beludru lembut. Ia sedang memikirkan laki-laki yang telah menghabiskan malam panas denganya beberapa hari yang lalu, bahkan sekarang fantasi seksualnya hanya menuju pada laki-laki itu.
Memikirkan bagaimana lubang sempit dan hangat yang menyedot penisnya dengan begitu kuat dan sangat hangat. Ahh ia merindukannya.
"Shit hanya memikirkannya saja aku sudah hard? Sialan, ah sepertinya aku harus bermain dengan tanganku malam ini"
Dan tigapuluh menit kemudian dia menyelesaikan urusannya dengan little kai yang kini sudah kembali melemas.
"Kutunggu kau dipelukanku bocah"
Lalu kai menutup matanya dan berharap besok ia akan menerima informasi dari sang sekertaris.
Setelah selesai makan malam bersama, kyungsoo pulang di antar oleh jo insung menuju apartemen hadiah darinya. Mereka berdiri di depan pintu masuk, dengan tangan yang masih bertautan insung memandang kyungsoo dengan penuh kasih, dan puja, ia benar-benar jatuh Cinta akan pesona laki-laki mungil di depannya ini.
"Baby boy sudah malam masuklah, aku tau kau lelah, besok kau harus berangkat kuliah bukan?"
"Hmm ya hyung, baiklah aku akan segera masuk, dan kau cepat lah pulang, malam semakin larut"
"Kau tau kyungsoo, aku benar-benar mencintaimu"
Satu kecupan kecil ia berikan di sudut bibir kyungsoo,
Lalu kyungsoo membalasnya hanya dengan senyum manis yang terlihat sangat menggemaskan.
"Aku tau hyung, dan kau, sana cepatlah pulang aku akan masuk"
"Selamat malam baby boy"
Lalu insung mencubit pelan pipi kyungsoo dan berbalik pergi kembali ke rumahnya.
"Selamat malam hyung"
Lalu kyungsoo membalikan badanya dan menekan tombol pasword pintu apartemen yang ia tinggali.
Saat melewati ruang tengah ia melihat televisi masih menyala itu berarti baekhyun masih terbangun lalu ia mendengar suara gaduh yang berasal dari dapur dan sudah dapat dipastikan itu adalah baekhyun yang sedang membuat kekacauan. Dengan menghembuskan nafas beratnya ia berjalan mendekati dapur dan menemukan baekhyun sedang berkutat dengan sebuah gelas. Lalu kyungsoo mendudukan dirinya kursi ruang makan itu sambil menatap baekhyun dengan jengah,
"Hey kau sudah pulang kyung"
"Ya dan apa yang sedang kau lakukan? Bukankah kubilang untuk tidak membuat keributan dan mengacaukan rumahku"
Dengan mata yang sengaja ia picingkan kyungsoo menatap baekhyun dengan tajam.
Baekhyun hanya memutar matanya malas akan ancaman kyungsoo itu.
"Kyungsoo, aku sedang membuat cokelat kau mau?"
"Kau menawari ku segelas coklat? Hmmm mengapa hari ini kau baik sekali? Aku yakin ada suatu hal yang kau inginkan?"
"Ya tuhan kyungsoo, se buruk itukah aku di matamu? Aku benar-benar tulus ingin membuatkanmu cokelat panas, itu saja"
"Ya baiklah byun jika kau memaksa, aku akan kembali ke kamar untuk berganti baju dulu"
Perkataan kyungsoo hanya di balas anggukan oleh baekhyun.
Kini mereka berada di ruang tengah dengan televisi yang menyala sedang menampilkan drama tengah malam yang membuat kyungsoo muak melihatnya.
"Baek mengapa kau menonton acara tidak bermutu seperti ini? Memang tidak ada acara lain yang lebih bagus?"
"Diamlah mata bulat, ini adalah episode terakhir dari drama ini jika kau tidak suka silahkan pergi ke kamarmu saja"
"Yak! Kau pikir sekarang ini kau berada di rumah siapa? Mengapa aku yang harus mengalah saat dirumah ku sendiri?"
Bukanya di jawab oleh baekhyun ia malah sedang asik menonton sembari meminum cokelatnya.
Lalu mau tidak mau kyungsoo ikut menontonnya, keheningan meliputi keduanya, dan baekhyun tak tahan akan hal itu.
Lalu disaat ditengah-tengah menonton itu baekhyun menolehkan kepalanya dan melihat kyungsoo dengan Pandangan yang sulit diartikan.
"Kyung"
"Hmmm"
"Aku akan menunggu mu sampai kau selesai, aku akan selalu berada disampingmu, kau jangan khawatir apapun yang terjadi aku akan mendukungmu"
Dengan senyuman manisnya kyungsoo membalas baekhyun dengan anggukan.
"Kau memang yang terbaik baek, tunggu aku, tunggu hingga aku mencapai semua keinginku"
Dalam hati baekhyun bergumam
Dan aku menunggu sahabatku yang dulu, bisakah kau menjadi kyungsoo yang polos dan manis.
Pagi itu sepertinya matahari tidak begitu bersinar cerah namun kim kai sudah berada di dalam gedung kantornya dengan tumpukan dokumen yang membuatnya frustasiTapi ia mencintai pekerjaannya.
Saat sedang fokus membaca dan meneliti tugas di harapannya itu tiba-tiba pintu ruangannya di ketuk.
"Masuk"
"Tuan kim, saya sudah mendapatkan informasi tentang laki-laki yang bernama do kyungsoo itu"
"Bagus, beritahu aku apa yang sudah kau dapat"
Lalu dia mulai menceritakan apa saja tentang do kyungsoo dan kai mulai menyimak apa yang sedang ia dengar.
"Tuan, do kyungsoo adalah seorang mahasiswa di universitas kyunghee, sekarang ia berada di tahun ke 3nya dengan jurusan bisnis. Ia berasal dari keluarga sederhana di daerah guryong. Tetapi setelah lulus senior high school ia meninggalkan desanya 3 tahun yang lalu dan sekarang ia tinggal di sebuah apartemen yang berada daerah Apgujeong tuan, ia juga memiliki maserati grand white yang selalu ia gunakan kemanapun.
Tetapi ada hal yang masih mengganjal tuan.
"Apa itu?"
"Nama marga orang tua kyungsoo berbeda denganya, jika kyungsoo memakai nama marga do tetapi keluarganya bermarga choi, lalu setelah saya mencari tahu lagi ternyata kyungsoo adalah anak yatim piatu yang di adopsi oleh keluarga choi saat ia berusia 9 tahun"
"Lalu bagaimana bisa ia sekarang menjadi seorang simpanan dari jo insung"
"Dari informasi yang saya dapatkan, ia pertama kali bertemu tuan jo pada 3 tahun yang lalu saat ia masih berada di sekolah senior high school, ketika itu keluarga choi terkena masalah ekonomi dan mereka ditolong oleh tuan jo dan tidak tahu apa yang terjadi akhirnya kyungsoo sekarang menjadi simpanan tuan jo insung, namun dari saya pribadi , saya pikir itu adalah sebuah balas budi tuan, dan kyungsoo mengorbankan dirinya sebagai jaminan atas keselamatan keluarganya"
"Ahh.. Anak yang baik ternyata, mengapa hidupnya begitu miris"
"Apakah ada yang lain sekertaris lee?"
"Ya tuan, kupikir ini hal yang tidak terlalu penting namun harus saya sampaikan. Do kyungsoo mempunyai seorang teman bernama byun baekhyun, mereka telah bersama karena baekhyun dan kyungsoo berada dari panti asuhan yang sama, kini mereka juga satu universitas dan berada di kelas yang sama"
"Menarik, kupikir bocah sombong seperti kyungsoo tidak mempunyai seorang teman, tapi nyatanya ia mempunyai sahabat, baiklah sekertaris lee, terimakasih atas informasi yang kau berikan, kau boleh kembali ke mejamu"
"Ya tuan, saya permisi"
Kim kai menhela nafasnya, ia cukup terkejut akan hal yang baru saja ia ketahui, kyungsoo berasal dari panti asuhan dan dibesarkan di keluarga yang miskin, apakah itu sebabnya ia mau dijadikan peliharaan dari jo insung yang kaya raya agar ia mendapat kemewahan?
"Hhhhh jika uang yang kau butuhkan aku dapat memberikanmu seratus kali lipat dari yang insung berikan untukmu kyungsoo"
Kai menatap keluar jendela luas di ruangnya itu dengan bergumam, dalam hati kecilnya ia bertekad akan merebut kyungsoo dari insung, jika soal kekayaan ia tidaklah kalah saing pikirnya.
Namun bukan uang yang menjadi dasar atas hubungan mereka kim, ada hal lain yang harus kau tahu lebih dalam lagi.
To be continued ΩΩΩΩ
Jadi? Siapa itu kyungsoo??
Rahasia apa yang masih belum terkuak?
Kira-kira hubungan apa yang lagi di jalani kyungsoo dan insung?
See you in next chapter
@rizaumami090Present
