Hai hai semua pembaca yang saya sayangi...! pertama-tama, saya minta maaf, kalau up-datenya agak lama....yang terpenting sekarang adalah,,,ni fanfic akhirnya bisa di-up date juga!
Selamat........menikmati!
------------
Gokudera berlari menyusuri lorong Nami-chu secepat yang ia bisa. Yah, secepat yang dia bisa sebelum Yamamoto berhasil mengejarnya. Apa yang ia takutkan terjadi, seseorang sudah merusak ramuannya, dan orang itu adalah si Baseball idiot!
"Fuck! It's the worst!"
"Gokuderaaa!!!! Di mana kau??" terdengar suara memanggil-mangggil Gokudera.
"Sial! Dia sudah bangun! Sebaiknya aku sembunyi." Gokudera cepat-cepat menuruni tangga, dan sesampainya di halaman Nami-chu, dia masuk ke salah satu ruangan di dekat situ.
Semantara, Yamamoto memeriksa satu persatu ruangan kelas SMP Namimori untuk kemungkinan Gokudera bersembunyi di dalamnya.
"Kyaaa!!!" Beberapa siswi terdengar berteriak,terjadi kegaduhan kecil di Nami-chu. Mereka sedang asyik bergosip, tiba-tiba dikagetkan suara pintu yang terbuka.
"ah,,,maaf mengganggu kalian" Semua orang tahu,Yamamoto termasuk cowok yang populer di Nami-chu di samping Hibari dan Gokudera, jadi hal yang wajar jika di setiap kemunculannya, Yamamoto akan dihadiahi sorakan histeris dari cewek-cewek. Oh ya, catatan, mereka berteriak senang, dan bukan berteriak marah dan panik.
"tak apa kok Yamamoto, kami bersedia diganggu." *OMG*
Siswi : "kau tampak sedang mencari sesuatu,apakah itu"
Yama: "oh, aku sedang mencari permataku,*hoek...costae muntah,Yamamoto over gombal* dia hilang, kau tahu ke mana perginya?"
Siswi: "ah..yamamoto, kau romantis sekali....seperti apakah permatamu itu?" para siswi masih terbius oleh pesona yamamoto.
Yama: "dia kecil dan langsing,rambutnya silver berkilau, selain itu dia memiliki mata hijau yang indah. Hmm...satu lagi, wajahnya cantik!"
Siswi: "Maksudmu Gokudera? Dia lari ke arah lapangan"
Yama: "Trimakasih informasinya!...bye..!" Yamamoto melemparkan 'kiss-bye' ke siswi yang ada di situ, dan bergegas menuju lapangan.
Siswi: "Aaaahhh...Yamamoto cintaku...semoga kau mendapatkan Gokudera...." *para siswi masih terbius*
3 detik kemudian, kehebohan malah semakin heboh!
"APWAAAA???????!!!!!! JADIII......JADII.....??!! YAMAMOTO?? GOKUDERA?? TIDAAAAKKKKKKK!!!"
Dan kelas itupun semakin heboh dan heboh saja,sedangkan orang yang diomongin sudah menghilang ke arah lapangan.
~di lapangan nami-chu~
"To the extreme!!"
"Ayo Tsuna! Kau juga harus berteriak dengan smeangat! Extreme!"
"Onii-san....aku capek..." kata Tsuna lemas
"sebagai anggota klub boxing, kau harus selalu semangat!"
"siapa yang jadi anggota? Aku kan bukan anggota..."
"kau sudah aku ajak, jadi kau resmi anggota klub"
'haahh...kalau saja aku tidak ingat onii-san adalah kakaknya Kyoko, aku sudah pergi dari tadi' pikir Tsuna.
~di sisi lain lapangan Nami-chu~
"hei yamamoto! Kau lari-lari gak jelas itu ada apa?" tanya salah satu anggota klub
"aku sedang mencari seseorang."
"siapa?"
"ada deh...."
"oh,
begitu........ya sudah, semoga ketemu."
"trims"
"eh, tunggu dulu. Kau melupakan tongkat baseballmu, kami mau pulang nih." Orang tadi mengulurkan tongkat baseball yamamoto, dan yamamoto menerimanya.
"baiklah, sampai jumpa.."
~di salah satu ruangan~
"Hmm...si bodoh itu masih mencari-cari...gawat kalo begini terus, aku tidak bisa pulang. Fuck! Fuck! Fuck!" *costae cepet2 nyuci bibir sendiri, gara2 kebanyakan ngomong F**ck*
~kembali ke lapangan Nami-chu~
Ryohei dan Tsuna yang sedang latihan ketemu sama Yamamoto.
"Hooyy,,,Tsuna! Ryohei-san!"
"Ah Yamamoto! Kau belum pulang?"
"Belum. Kau sendiri Tsuna, kenapa tidak pulang?"
"Hahahahahha...Tsuna harus latihan to the extreme!"
"sudahlah onii-san.." kata Tsuna lemah
"oh iya, apakah kalian melihat Gokudera?"
"gokudera-kun? Aku tidak melihatnya."
"apa dia sudah pulang ya?"
"itu tidak mungkin. Sedari tadi kami berlatih di sini, dan Gokudera tidak lewat sini sama sekali. Tak ada bunyi ledakan, dan tidak mungkin lewat pintu belakang sekolah."
"begitu ya....ehm...kalau kalian bertemu Gokudera, cepat beritahu aku."
"baiklah yamamoto. Kami harus latihan lagi, TO THE EXTRME!!" Tsuna menganggukkan kepala ke arah yamamoto dan melambaikan tangan sembari berlari kecil mengikuti Ryohei. Tsuna dan Ryohei berlari ke arah ruang klub boxing, dan masuk ke dalamnya.
"Kita istirahat,Tsuna!" teriak Ryohei yang masih tetap semangat. "Hmm...apa itu?" Ryohei melihat ada gerakan-gerakan mencurigakan di dekat ring tinju, kemudian berjalan mendekatinya.
"Hya! Ketahuan kau!" ryohei berteriak dan orang yang dikagetin melompat.
"Fuck! Kau meau membunuhku,Hah?!!" Gokudera membentak dan mencengkeram kerah jumper Ryohei.
"Ternyata kau Gokudera, aku kira siapa.."
"Tch!"
"Ngomong-omong, kau dicari Yamamoto loh." Kata Ryohei dengan tenang. Jegleg...Gokudera seketika membeku dan merinding. "Oh, iya, aku disuruh bilang ke Yamamoto kalau bertemu denganmu" Ryohei membalikkan badannya ingin kaluar.
"Jangan!" Gokudera berteriak sambil menarik kerah ryohei kuat-kuat, sampai Ryohei hampir terjengkang. Tsuna yang ada di dekat pintu masuk kaget mendengar suara jeritan, melongok ke dalam.
"Gokudera-kun? Rupanya kau di sini? Ah...Yama-" Tsuna yang ingin memanggil Yamamoto tiba-tiba ditarik Gokudera masuk ke ruang klub, dan Gokudera membanting pintu di belakangnya. BRAK!
"Jangan...Juudaime,,,,jangan panggil baseball idiot itu kemari..." Gokudera memohon-mohon, sambil mengecilkan volume suaranya.
"Gokudera-kun, kau kenapa?"
Gokudera membungkukkan badannya di depan Tsuna.
"Maafkan aku sudah kasar padamu Juudaime, tapi kau tidak boleh memberitahu pada idiot itu kalau aku ada di sini"
"Memangnya kenapa Gokudera-kun?"
"Ini semua salahku. Ah, tidak...semua gara-gara Yakyu baka itu." Gokudera menceritakan semua yang terjadi pada Tsuna dan Ryohei dari awal sampai dia bisa sembunyi di ruang boxing.
"jadi itu masalahmu,octopus head?"
"jangan panggil aku 'octopus head', lawn head! Ya, itu masalahku." Gokudera menghela nafas panjang
"gawat juga, Gokudera-kun. Lalu, apa yang bisa kami lakukan untuk membantumu?"
"Juudaime, kau tak boleh direpotkan oleh masalahku. Biar aku saja yang menyelesaikannya."
"tak apa-apa Gokudera-kun, selama ini aku yang lebih banyak merepotkanmu untuk melindungiku."
"Benar octopus head! Biar kami bantu. Apakah aku harus membuat ramuan penawarnya?"
Gokudera mengerjap-kerjapkan matanya tidak percaya. Ternyata lawn head ini masih punya otak ketimbang baseball idiot itu.
" sekali. Buat ramuan penawarnya,dan segera minumkan padanya."
"Serahkan pada kami ,Gokudera-kun."
"juudaime,,,,lawn head....." gokudera menatap kedua orang itu penuh dan ryohei tersenyum meyakinkan Gokudera.
"Terima kasih. Maaf, sudah merepotkan kalian ..." Gokudera membungkukkan badannya berulang kali.
Tiba-tiba pintu ruang klub boxing terbuka dengan kasar. Seseorang masuk, hanya terlihat bayangannya dahulu, karena matahari bersinar terlalu terik. Ketiga orang menyipitkan matanya. Begitu orang yang masuk jelas, Gokudera panik setengah mati. Orang yang tak ingin dilihat,berhasil menemukannya! Yamamoto Takeshi tersenyum lebar melihat Gokudera di dalam.
"pergi kau dari sini!" teriak gokudera sambil menyiapkan dinamitnya.
"jangan ledakkan di sini gokudera-kun."
Yamamoto berlari ke arah Gokudera, dan tentu saja Gokudera cepat-cepat kabur. Terjadilah kejar-kejaran seru di dalam ruang klub boxing. Ryohei dan Tsuna terpesona, hal yang tak pernah meraka sangka-sangka akan dilihat, dilihatnya.
"lawn head! Jangan bengong! Bantu aku singkirkan si bodoh ini!"
"Ah, iya!" Sasagawa Ryohei mendekat ke Gokudera, dalam sekejap, menarik Gokudera menjauh dari Yamamoto.
"Ini!. Buat ramuan sesuai petunjuk di sini. Ingat! Ini menyangkut hidup dan matiku." Setelah menyerahkan resep ramuan pada Ryohei, Gokudera berlari memutar menuju rumahnya. Memutar karena mencegah agar Yamamoto membuntutinya. Begitu juga Ryohei, dia cepat-cepat pulang untuk bikin ramuan ajaib.
Yamamoto menyerah, berhenti mengejar Gokudera yang sudah tak bisa dia kejar lagi. Tsuna berjalan mendekati Yamamoto.
"yamamoto..."
"Tsuna....andai saja....kau bukan orang yang dihormati Gokudera...kau pasti sudah aku *&^%*&%$%#&(*()(()_)$##%* [disensor karena terlalu kasar] dirimu."
Tsuna merinding...
"Kau bersekongkol dengan Ryohei-san untuk membawa kabur cintaku, bukan?"
Tsuna benar-benar ketakutan. Tak disangka, Yamamoto bisa sangat menyeramkan apabila menyangkut Gokudera.
"Ti-tidak. Aku tidak bersekongkol dengan onii-san. Sebenarnya kenapa kau begitu mengejar-ngejar Gokudera?"
"Simple, aku menyukainya." Lalu Yamamoto menatap tajam ke arah tsuna. "Dan jangan sekali-kali mencoba menghalangi aku mendapatkan dirinya." Yamamoto tersenyum sinis.
"I-iya...Yamamoto." Keringat dingin mengucur dari tengkuk Tsuna.
"He-he...terimakasih, Tsuna. Ahh...sekarang aku mau pulang. Harus bangun pagi besok dan mencegatnya di sekolah." Yamamoto merenggangkan tangannya ke atas kepala, pergi dari sekolah menuju ke rumahnya. Tsuna lemas... temannya satu itu tak disangka Tsuna bisa amat mengerikan , di balik senyumnya yang selalu ramah dan ceria.
~Gokudera's POV~
Di dalam kamar yang super gelap, Gokudera tak bisa tidur...dia gelisah...menggelundung ke sana ke mari di kasurnya yang nyaman.
"Besok dia pasti akan mencegatku di sekolah." Gokudera menatap langit-langit kamarnya yang gelap, putus asa.
"Aku tau, aku harus melakukan apa!" seru Gokudera girang.
~Takeshi's POV~
Berbeda dengan kamar Gokudera yang ekstra gelap, kamar Yamamoto terang benderang. Yamamoto berjalan mendekati kasurnya, lalu duduk menatap foto yang ada di ujung kasurnya. Foto Gokudera saat dia tersenyum, yang diambil Yamamoto diam-diam [sebenernya bukan Yamamoto yang ngambil, tapi orang suruhan Yamamoto yang diancem ma Yamamoto. Ternyata Yamamoto emang mbakat jadi mafia]
Diambilnya foto Gokudera, di dekapnya dan dibawa tidur dalam pelukan.
"Aku akan mendapatkanmu, pasti. Aku berjanji pada diriku."
-to be continued-
Inilah ending dari chapter kedua...apa yang dipikirkan oleh Gokudera? Apa yang akan terjadi di chapter ketiga? Tunggulah dengan sabar!....
