Prolog dari costae :
Mukya! Akhirnya aku libur juga!!!!! Bahagianya….fanfic-fanficku yang terbengkalai *eh…kok jahat ya kesannya, terbengkalai* bisa dilanjutin…yay!!!!
Hm… dan untuk yang sudah merelakan me-review, terimakasih sebesar-besarnya. Kalau aku kehilangan semangat, kalianlah yang mengembalikan semangatku *huek…sok2an banget bahasanya*
Ah, kebanyakan ngomong…cepet lanjutin tuh fanfic!
Okey guys! Enjoy the fic!
Author mohon maaf kalo ada kesalahan dala, pengetikan.
------
".." : ngomong
'..' : mikir/ngomong di dalem ati
------
Ada sedikit hal yang berbeda pagi ini di rumah Gokudera Hayato. Mari kita intip di dalam kamarnya, apa yang berbeda? Jam 5.15 pagi, tidak biasanya Gokudera bangun jam segitu. Di dalamnya, tersebar barang-barang yang tidak wajar berada di kamar seorang remaja cowok. Ada apa saja di sana? Ada wig,kacamata,alat rias wajah, dan… dan… rok cewek!!! Kenapa di kamarnya Gokudera ada rok cewek?
"Hari ini aku akan menyamar menjadi Sizuka. Untung anak itu terima-terima saja aku jadi dirinya satu hari. Sudah tidak ada cara lain, daripada aku dikejar-kejar baka sialan itu…" Gokudera menggumam kesal sambil merias wajahnya dengan bedak tipis dan sedikit lip gloss di bibirnya. [Mari membayangkan wajah cantik Gokudera dipoles dengan riasan tipis yang natural. Khufufufufufu…pasti bikin cowok manapun jadi berubah selera, karena Gokudera jadi tambah manisss…*digetok Gokudera yang di belakangku*] Gokudera merapikan wig di kepalanya, memastikan wig tidak akan terbang tertiup angin. Dia tersenyum puas melihat hasil riasan di wajahnya. "Dengan begini, yakyu baka tidak akn mengenaliku."
Demi suksesnya penyamaran Gokudera, dia terpaksa berangkat jauh lebih pagi dari hari biasanya dan mengambil jalan memutar agar aman dan tidak berpapasan dengan Yamamoto. Dia sedih, tidak bisa menjemput Juudaime, tapi dia yakin Juudaime pasti akan maklum dengan keadaannya. Gokudera memriksa keadaan sekitar sebelum keluar dari gerbang rumahnya, setelah yakin sekeliling aman, dia dengan mantap melangkah menuju stasiun [ini terpaksa].
- di sekolah -
Jam 7 pagi, Yamamoto sudah sampai di Namimori. Sesuai dengan janjinya kemarin, Yamamoto nungguin Gokudera di pintu gerbang Namimori. Yamamoto tahu, sepagi-paginya Gokudera berangkat, dia tak akan bisa datang sebelum jam 7 pagi. Kehadiran Yamamoto yang lebih pagi membuat fans-fans ceweknya heran. Bukankah biasanya Yamamoto datang mepet atau bahkan terlambat? Kenapa hari ini dia dating pagi sekali? Bolak balik Yamamoto mendongakkan kepalanya untuk mengawasi setiap yang datang dari jauh kalau-kalau ada tanda-tanda kedatangan Gokudera. Dengan tangan terlipat di depan dada dan kaki yang menepuk-nepuk tanah, menit demi menit Yamamoto tunggu datangnya Gokudera.
Jam 8 pagi, 30 menit menjelang jam masuk.
'Ugh. Sial. Yakyu baka ternyata sudah datang, lebih cepat dari yang aku kira. Hmph..tapi tenang,dengan penyamaranku, aku yakin dia tidak bisa mengenaliku.' Gokudera meyakinkan dirinya, kemudian masuk ke gerbang namimori. Tiba-tiba…Gusrak…Brak…Gokudera jatuh.
'Aduh.. gara-gara kacamata planet alien ini, aku tidak bisa melihat jalan dengan jelas.' Gokudera mencoba berdiri dan mencari tempat untuk menopang tubuhnya.
[mari kita flash back]
"Kau mau jadi diriku satu hari, Gokudera-san?"
"Yah begitulah… "
"Aku senang sekali.."
"Ya ya ya,sekarang pinjami aku barang-barangmu."
"Boleh aku ajukan satu permintaan?"
"Apa?"
"Kau pakai kacamataku ya?" [catatan, kacamatanya minus 5!]
"Haa????I-i-iya deh,baiklah"
[flash back selesai]
Pluk..betapa senangnya Gokudera akhirnya bisa menemukan tempat pegangan. Dia meraba-raba tempat itu, kok lunak?
"Kau tidak apa-apa?"
Yamamoto bertanya halus pada Sizuka a.k.a Gokudera sambil menolong Gokudera , tempat Gokudera pegangan tak lain tak bukan, tangan Yamamoto.
"A-aku tak apa apa." Gokudera bersusah payah merubah suaranya jadi suara cewek. Untungnya Sizuka yang asli sedang flu dan harus pakai masker, jadi Gokudera juga pakai masker. Yamamoto mengangkat Sizuka di bagian pinggangnya, takut jika tangan gadis itu ditarik bisa dislokasi. *khufufufuufu…costae lagi jadi iblis untuk gokudera* Gokudera merinding. Cepat-cepat dia singkirkan tangan Yamamoto dari pinggangnya begitu dia sudah berdiri tegak.
"Bisa berjalan?"
"A-aku bisa sendiri kok." Gokudera mundur beberapa langkah dan nekad berlari ke dalam gedung sekolah. Yamamoto tertegun, dia merasa ada yang aneh dengan cewek itu. 'Kenapa baunya sama dengan bau Gokudera? Dan ukuran pinggangnya juga sama. Apa mungkin..?' pikir Yamamoto. Yamamoto masuk ke kelasnya ketika bel sekolah akhirnya berbunyi.
- saat pelajaran -
Yamamoto memperhatikan bangku kosong kepunyaan Gokudera. Ditatap berkali-kali juga gak ada yang berubah. Bangku itu akan kosong dan tetep kosong mpe satu hari ini selesai. Tsuna yang duduk di depan Yamamoto merasa gak enak, karena dia ngerasa ada tatapan penuh hawa pembunuh dari belakangnya.
-sementara itu-
Sizuka a.k.a Gokudera di kelas tiba-tiba jadi superstar! Kenapa biosa begitu? Karena tidak biasanya Sizuka bisa mengerjakan soal-soal matamatika, apalagi soal njelimet yang biasa keluar untuk tes masuk universitas Tokuo.
"Hebat Sizuka! Tadi malam kau belajar apa?"
"A..~Gokudera mbenerin suaranya biar lebih terdengar jadi suara cewek~ …aku… ehm.. pinjam catatan kakakku."
"Kakak? Bukankah kau anak tunggal?"
"Ah, bukan…bukan…maksudku kakak sepupu yang menginap di rumahku. Aku iseng membaca bukunya."
"Oooohhh…tapi ini keren! Dalam satu malam kau langsung menguasainya, apalagi kau sedang sakit!"
"Ha-hanya kebetulan saja."
-saat istirahat makan siang-
"Tsuna," Yamamoto menepuk pundak Tsuna. Tsuna yang tegang jadi kaget setengah mati.
"I-i-ya… A-a-ada apa, Yamamoto?" Tsuna menjawab dengan takut-takut.
"Kau tahu di mana Gokudera?"
"Tidak,hari ini aku belum bertemu dengannya." Yamamoto mencondongkan tubuhnya ke arah Tsuna,menatap tajam.
"Tadi malam, kau ditelepon dia?"
"Tidak juga,Yamamoto." Tsuna semakin ketakutan.
"Kau tidak bohong?" Yamamoto semakin mendesak Tsuna sampai Tsuna hamper tejatuh ke belakang.
"Tidak Yamamoto! Aku bersumpah! Lagipula kau sendiri lihat 'kan aku datang sendirian hari ini. Dan sejak kemarin sore, dia tidak menghubungiku sama sekali."
Yamamoto berhenti menginterogasi Tsuna.
"Hmmm.. iya juga. Sejak pagi tadi aku tidak melihat dia datang ke sekolah."
Tsuna lega,Yamamoto selesai menginterogasi dirinya. Sumpah! Tsuna ketakutan setengah mati.
"Kalau begitu,ayo ke kantin,Tsuna! Aku traktir kau satu kotak susu!"
Yamamoto menarik kerah Tsuna menyeretnya ke kantin. Sebenarnya Tsuna ingin kabur dari cengkeraman Yamamoto, hanya saja dia kembali ingat kalau saat ini dia mengacaukan perasaan Yamamoto, Tsuna tidak akan melihat hari esok. Daripada membayangkan hal-hal yang lebih buruk, sebaiknya hadapilah yang sudah ada di depan mata terlebih dahulu. Sepanjang lorong orang-orang mengamati mereka berdua. Pemandangan menarik, Namimori punya mop untuk ngepel yang baru. Sawada Tsunayoshi.
"Wah, ada mop baru rupanya." Tsuna yang digeret paksa sama Yamamoto cuman bisa tersenyum kecut.
-di kelasnya Tsuna-
"Woii…!!! Octo-head!" aku sudah selesai buat penawarnya!" Ryohei teriak-teriak di kelas tsuna, tapi gak ada orangnya di situ.
"Ups! Ini jam istirahat ya. Mungkin dia sedang ke kantin." Segera Ryohei menuju ke kantin.
-di kantin-
"Sizuka,kau mau roti apa?"Strawberry?Cokelat?"
"Kopi"
"Ha? Kau sakit, seleramu jadi aneh ya."
"Tidak,aku hanya ingin mencoba hal yang baru."
"Tapi, roti aroma kopi rasanya pahit,kau yakin?"
"Iya,lagipula aku 'kan sedang sakit,jadi tidak terlalu peduli dengan rasa." Dalam hati Gokudera 'Cepat berikan roti itu,aku lapar'
"Oke,aku traktir kau Sizu. Ehm, kau duduk saja di bangku sana."
Mariko menunjuk satu meja dan kursi di pojokan kantin. Gokudera berjalan pelan-pelan ke tempat duduk supaya cara jalannya tetap seperti cewek. Selama berjalan dia melepas kacamatanya, mengganti dengan kacamata yang biasa dia pakai. Dia sudah tidak mau jalan terantuk meja atau kaki kursi dan jatuh untuk kedua kalinya.
Mariko sudah selesai membeli roti,dia menyerahkan pada Gokudera
"Terimakasih" katanya seraya menerima roti dari Mariko.
"Aku baru sadar, warna matamu aneh. Dan kacamatamu berbeda dengan yang tadi."
'Aku lupa pakai contact lens… bodoh… bodoh… bodoh..'
"Uhm…. Ini… ini.."
"Tak mungkin gara-gara sakit 'kan Sizuka?"
"I-i-ini… "
"Ayo Sizuka… jujur!"
Suddenly
"Kita sampai di kantin,Tsuna!" Yamamoto teriak dengan semangat, kemudian menggeret Tsuna ke tempat duduk yang kosong, dan untungnya, di sebelah tempat duduk Mariko dan Gokudera. Bruk! Gokudera kaget dengan suara benda keras jatuh di dekatnya. Gokudera kaget melihat Tsuna -yang secara tidak sengaja- didudukkan paksa oleh Yamamoto.
"Juudaime!" dengan spontan Gokudera memanggil Tsuna. Gokudera membuka masker yang menutupi mulutnya agar dia bisa lebih jelas berbicara. Tsuna,Mariko,dan yamamoto yang ada di dekat Tsuna lebih kaget. Tsuna cuma menatap heran dan bingung ke cewek cantik yang tiba-tiba memanggil Juudaime, karena setahu Tsuna,hanya Gokudera yang memanggilnya seperti itu.
"Sssstt,Sizuka, kau kenal dengan anak ini?" Mariko berbisik dari belakang Gokudera menuding Tsuna.
"Dia Juudaime! Dan kau baseball nut! Berani sekali kau menggeret paksa Juudaime!" Suara gokudera meninggi dan keluarlah suara aslinya.
"Si-Sizuka, suaramu..dan wajahmu.." Mariko berkata gugup.
'Bodohnya aku… aku 'kan sedang menyamar..'
"Gokudera-kun?" Tsuna menatap takjub pada cewek cantik berambut hitam sebahu itu yang ternyata adalah Gokudera.
"Gokudera??!! Kyaaa… kau cute sekali jadi cewek,Gokudera!!" Mariko yang ternyata juga adalah fans Gokudera langsung memeluk gemas Gokudera.
"Lepaskan aku!" Gokudera berontak berusaha melepaskan pelukan Mariko padanya. Khuufufuffuufu… ada yang senang nih, siapa lagi kalau bukan Yamamoto? Lihat Gokudera yang tambah cantik dengan make-up tipis natural dan bibir merekah efek dari lip gloss dan.. yah,pembaca sekalian tahu 'kan kalau di Jepang siswinya pakai rok di atas lutut, sekitar 10 cm. Walhasil, Yamamoto mendapat bonus bisa melihat paha dan kaki Gokudera yang kecil,langsing dan putih *author tidak tahu rambut kaki gokudera seperti apa*
Gokudera ditarik ke samping, direbut dari pelukan Mariko, berpindah ke pelukan yamamoto. Mana cara peluknya : tangan kiri melingkar di dada turun ke pinggang, sedangkan tangan kanan Yamamoto grepe-grepe pahanya Gokudera.
"Dia ini milikku! Singkirkan tanganmu darinya!" Yamamoto mengibas-kibaskan tangannya untuk mencegah Mariko menyentuh Gokudera.
"Apa-apaan kau yakyu baka!" Gokudera marah berusaha melepas tangan Yamamoto yang melingkar di pinggangnya, sayang tidak cukup kuat untuk menyingkirkan tangan Yamamoto.
"Gokyuunn…aku tahu ini kau, ukuran pinggangmu tak akan menipuku. Ah, bahagianya aku, bisa mendekapmu seperti ini." Yamamoto berbisik mesra di telinga Gokudera sementara tangan kanannya semakin bergerak ke atas.
"Ah!" pekik Gokudera, dia tak menyangka Yamamoto senekad itu. Secara reflek Gokudera menginjak kaki Yamamoto dan langsung mengambil langkah seribu. *pembaca sekalian, silakan berpikir di mana tangan Yamamoto berada sebelum dia diinjak Gokudera*
Yamamoto memandang Tsuna yang membeku dengan senyum selebar lapangan baseball.
"Tsuna, dukung aku mendapatkan dia,ya!" yamamoto menarik tsuna dan menyambar tongkat baseballnya yang ditaruh di dekat Tsuna. Tsuna yang bingung semakin bingung. Mariko sebagai fans setia Gokudera tidak tinggal diam melihat Yamamoto mengejar Gokudera.
-dilanjutkan chapter depan-
Catatan author:
Sampai juga di chapter ketiga, semakin mendekati klimaksnya. Aku tidak menyangka, ide yang aku buat bisa ditulis sampai sepanjang ini. Hm..sedikit curhat yah, cerita ini pertamanya aku tulis dulu di notesku, hard copy, jadi bisa dibaca orang lain sesukanya. Suatu kali temenku iseng pingin baca, dia cowok. Aku bilang : jangan, jangan dibaca, kamu bisa shock. Tapi dia tetep nekad baca. Ya, aku gak bisa mencegah. Dan baru membaca 1/8 dari chapter 1, dia sudah menyerah, mungkin tidak tahan…kekekekeke….
Sepertinya semakin lama, bisa-bisa ratingnya naik…seiring dengan semakin banyak adegan-adegan terlarang yang ditulis author.
Bocoran next chapter! Akhirnya adegan pohon cinta nami-chu muncul, dan dewa cinta akan hadir!
Seperti apakah dewa cinta Pohon Nami-chu? Apa yang membuat dewa cinta keluar? Bagaimana nasib Gokudera selanjutnya? Akankah dia bisa memberikan ramuan penawar bagi Yamamoto? Apakah yamamoto berhasil mendapatkan gokudera?
Semua ada di chapter terakhir "Hari Normal Hayato Entah Kapan Terjadi"
