Pairing: Sasusaku, Naruhina, Nejiten, Saiino, Shikatema

Maaf yawh, klo chapter-chapter sebelumnya kurang memuaskan bagi para readers!!! GOMEN !!

n ARIGATOU GOZAIMASU buat reviewsnya yang udah baca!!!

CHAPTER 5: Is It Love?

"Hei Kiba, Lee,Shino, apa kabar? Kalian juga ikut?"sapa Naruto kepada temannya. "Kabar kami baik dan kami mengikuti perburuan harta karun. Kamu juga kan Naruto?"Kiba menjawab pertanyaan Naruto dan balik bertanya ke Naruto. "Ya, aku baik-baik saja."Naruto menjawab dengan senyum seperti biasa.

"Hai Sakura,Sasuke, Hinata!!!"Lee melambai kepada mereka(A/N: Naruto udah di barisan, karena dia lari, sementara Sakura, Sasuke, dan Hinata masih 2 meter lagi mencapai tempat Naruto).

Sakura dan Hinata melambaikan tangan ke arah mereka, sedangkan Sasuke hanya menyunggingkan senyum tipis yang kalu tidak dilihat dengan baik, orang akan menyimpulkan dia tidak tersenyum.

"Anak-anak, semuanya berkumpul dengan kelompok masing dan membentuk barisan."terdengar suara Kurenai-sensei dari mic yang ia gunakan. Sontak semua anak-anak langsung menuruti perintah Kurenai-sensei.

Setelah siswa-siswi berkumpul dan tidak terdengar celotehan dari mana-mana, Kurenai melanjutkan pembicaraannya. "Tempat perburuan harta karun ada dua,yaitu di bagian barat dan di bagian timur. Karena dari masing-masing kelompok ada 4 orang, jadi yang akan pergi ke barat dan timur terdiri dari dua siswa. Kalian harus berhati-hati dan jangan sampai peta harta karun itu hilang atau lepas dari tangan kalian, atau kalian akan tersesat. Dan sudah di pasang jebakan-jebakan di tempat-tempat tertentu."Kurenai menjelaskan dan mulai membagikan peta harta karun ke masing-masing kelompok yang berjumlah dua.

"Teme, Sakura-chan, kalian pergi berdua yah? Soalnya aku mau jalan ama Hinata-chan. Nggak apa-apa kan?"Naruto memasang puppy eyes no jutsu. "Ta-ta--pi/"belum selesai Sakur bicara, Sasuke memotong perkataan Sakura. "Hn, aku dan Sakura jalan ke arah barat dan kau ke timur."Sasuke memberikan peta harta karun bagian timur kepada Hinata dan Naruto. Wajah Sakura dan Hinata memerah karena akan pergi bersama orang yang mereka sukai.

Setelah itu, Naruto dan Hinata pergi menuju teman-teman yang akan pergi ke bagian timur, begitu pun dengan Sasuke dan Sakura. Setelah berkumpul, setiap kelompok pergi dengan selisih waktu 10 menit, karena jika semua kelompok pergi secara bersamaan, perburuan harta karun ini tidak menjadi seru . Dan tentu, kelompoknya di mulai dari kelompok 1.

XXXXXXXXXXXXX

-----SASUKE & SAKURA

Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, tibalah giliran Sasuke dan Sakura.

Mereka melangkahkan kaki menelusuri setiap rerumputan atau akar-akar besar yang timbul ke permukaan tanah yang berasal dari pohon-pohon tua. Mereka berjalan dalam diam. Sungguh hal yang tidak mengenakan, di tambah pedalaman hutan Konoha tampak menyeramkan.

Sakura sekali-sekali melirik peta yang dipegang oleh Sasuke. Ia merasa sangat canggung. Ya itu karena seorang Uchiha selalu irit kata. Sampai akhirnya,,,,

"Argh....."Sakura menjerit tertahan, karena terjatuh di bebatuan saat melewati sungai, membuat kakinya berdarah dan terkilir.

"Sakura, kamu nggak apa-apa?"Sasuke khawatir melihat darah Sakura.

"A---a-duh, sakit."Sakura tidak tahan dengan sakit di kakinya.

"Sasuke, to-long ambilkan obat luka dan perban di tas-ku." Sasuke segera mengambil obat P3K yang ada di dalam tas Sakura dan mengobatinya.

Sementara Sasuke berusaha mencegah darahnya keluar, Sakura membatin senang sambil memperhatikan wajah Sasuke yang tampak sangat cemas. 'Ternyata Sasuke-kun gampang khawatir.'Sakura membatin.

"Udah baikan?"Sasuke bertanya setelah mengobati dan meliliti perban di kaki Sakura. "Iya, terimakasih Sasuke-kun."jawab Sakura. "Bisa jalan sendiri?"Sasuke bertanya lagi. "Bisa kok."Sakura lalu berdiri tetapi dia hampir terjatuh, dan Sasuke dengan sigap menangkap tubuh Sakura.

Sakura blushing. Bagaimana tidak, wajahnya dan wajah Sasuke sudah sangat dekat, dan mata emerald dan onyx saling bertatapan. Sasuke kemudian membungkuk dan mengeluarkan kalimat yang mampu membuat Sakura blushing kembali.

"Aku akan menggendongmu. Cepat naik."ujar Sasuke. "Um, Sa-Sasuke-kun tapi/"belum selesai Sakura bicara, Sasuke memotong pembicaraannya. "Sakura, kita adalah kelompok terakhir, barangkali kelompok 1 sudah sampai di tempat perkempingan. Makanya, jangan buang-buang waktu."Sasuke menjawab dengan stay cool. "Baiklah."

Sudah 30 menit sejak kejadian tadi mereka berjalan terus menelusuri hutan. Sampai mereka sadar, ada sesuatu yang terlupakan. "Sasuke-kun, mana peta kita? Aku tidak melihatmu memegangnya."Sakura merasakan firasat buruk. "Hn. Aku lupa. Mungkin ada di tempat kamu terjatuh tadi."Sasuke berbicara dengan santainya. "Kamu kok tenang-tenang saja? Kalau kita tersesat gimana?"Ada nada cemas yang terdengar dari Sakura. "Kalau kamu tadi nggak jatuh, pasti sekarang kita sudah sampai di tempat perkempingan dan peta itu tak akan hilang."jawab Sasuke dingin. "Ma-maaf, aku terlalu panik."Sakura merasa bersalah. "Ya sudahlah. Aku rasa kita sudah beberapa kali memutari tempat ini. Itu berarti kita....."Sasuke tidak meneruskan kata terakhir yang ingin dia ucapkan. "ter-sesat."Sakura menyambung perkataan Sasuke dengan setengah hati.

XXXXXXXXXXXXXXX

---DI TEMPAT PERKEMPINGAN

Waktu menunjukkan pukul 05.30 sore. Ino, Sai, dan Tenten, sedang berada di luar tenda, untuk menyiapkan makan malam. Neji, Shikamaru, dan Temari ada di dalam tenda mengatur barang. Sedangkan Hinata dan Naruto sedang bersama para guru karena mendapatkan 2 harta karun.

"Teman-teman, kok Sasuke dan Sakura belum balik yah? Padahal Naruto dan Hinata udah balik."tanya Ino pada teman-temannya dan melirik Naruto dan Hinata..

"Iya yah. Atau jangan-jangan mereka tersesat?!"Ujar Tenten. "Yah, kita doain ajah, supaya mereka nggak tersesat."Sai menenangkan suasana. "I-iya."Ino menjawab dengan terbata-bata dan wajah takut, takut kalau sesuatu terjadi pada Sakura dan Sasuke.

"HEI."Naruto mengagetkan mereka. "Naruto, kau selalu membuat orang jantungan."Ino membentak Naruto. "Hehehe, maaf. Mana Teme dan Sakura-chan?"Naruto bertanya pada mereka sambil melirik ke dalam tenda. "Belum datang."Temari yang baru keluar dari dalam tenda bersama Neji dan Temari untuk bergabung, menjawab pertanyaan Naruto. "A-aku pikir me-mereka su-sudah sampai."Hinata berkata diikuti anggukan Naruto. "Aku, laporin ke Kakashi-sensei dulu."Temari langsung beranjak dan menuju tempat guru-guru sedang bersantai.

"Permisi Kakashi-sensei."Temari menghampiri Kakashi. "Ada apa Temari?"tanya Kakashi. "Um,,, begini Kakashi-sensei, Sakura dan Sasuke belum,....."Kakshi memotong pembicaraanya, "Ya, aku tau. Aku juga mencari mereka. Jika mereka belum juga datang, aku dan guru-guru lain akan mencari mereka ke dalam hutan. Tapi, kayanya akan terjadi badai."Kakashi juga kelihatan tampak khawatir dan mengedarkan pandangannya ke atas untuk meliat awan-awan hitam yang tebal. "Baik Sensei, permisi."Temari membungkukkan badan sedikit lalu kembali menuju teman-temannya.

"Bagaimana?"tanya Shikamaru kepada Temari. "Kakashi-sensei juga tidak melihat mereka. Kakashi-sensei juga bilang, kalau Sasuke dan Sakura belum datang juga, para guru akan mencari mereka ke dalam hutan."Temari memberitahu teman-temannya.

---SASUKE DAN SAKURA

"Sasuke, sekarang jam berapa?"tanya Sakura. "Jam 06.30."jawab Sasuke singkat. Sasuke masih terus menggendong Sakura. "Sasuke, kamu nggak capek gendong aku terus?", "Hn. Asal kita cepat sampai."kata Sasuke datar. "Maaf, karena aku peta kita hilang dan merepotkanmu." Sasuke bisa merasa, Sakura di belakangnya sedang menundukkan kepala karena menyesal. "Hn. Tidak apa-apa."seulas senyum tipis terlihat di wajahnya, tetapi tentu saja tidak dilihat oleh Sakura, karena Sasuke membelakangi Sakura.

"Sasuke. Kayaknya sebentar lagi hujan. Kita harus cari tempat berteduh."Sakura memberitahu Sasuke. Sasuke tidak menjawabnya, tetapi malah mengedarkan pandangannya untuk melihat sekelilingnya. "I get it."Sasuke mendesis pelan, tapi Sakura bisa mendengarnya. "Apa yang kau dapatkan Sasuke?" , "Kau lihat di atas bukit itu, ada sebuah rumah pondok."jelas Sasuke. "Syukur deh."Sakura menghembuskan nafas lega.

Baru setengah perjalanan menuju bukit, hujan sudah mengguyur mereka dan sepertinya akan terjadi sedikit badai. Sakura melepaskan tangannya dari Sasuke dan melepaskan jaketnya untuk menutupi kepala Sasuke, lalu merangkul leher Sasuke kembali. "Hei Sakura, apa yang kau lakukan?"tanya Sasuke agak sedikit berteriak karena badai. "Menutupimu dengan jaket. Kalau kamu basah gimana?"kata Sakura yang tidak menyadari dia sendri basah. "Dari pada mikirin aku, lebih baik pikirkan dirimu."kata Sasuke.

Sakura tidak membalas perkataan Sasuke. 'Demi kamu, apapun akan kulakukan Sasuke-kun.'batin Sakura.

'Tuhan, terimakasih telah mengabulkan harapanku untuk bersama Sasuke.'

REVIEW PLEASE!!!!