Warning : OOC, AU

Fiction Rated : T

Main Character : Sakura H.

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto


Kicauan burung di luar sana membuatku terbangun dan menyadari kalau pagi sudah datang. Aku lalu duduk di atas kasurku dan mencoba mengumpulkan beberapa dari nyawaku yang belum kembali. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali dan terdiam sejenak lalu melihat pada jendela kamarku.

Aku lalu melangkah pada jendela untuk membuka jendelanya dan membiarkan udara luar masuk ke dalam kamarku. Saat aku membukanya, ada beberapa kelopak sakura yang masuk ke dalam kamarku melalui jendela. Eh? Sakura? Seingatku tidak ada pohon sakura di belakang rumahku. Ah masa bodoh. Nanti saja kupastikan sendiri.

Aku mengambil handuk dan beranjak dari kamarku dan menuju ke lantai satu. Di sana aku tidak melihat Sora. 'Tumben sekali Sora belum bangun jam segini?' pikirku. Aku lalu membuka kamar Sora dan melihat ia masih berada di bawah selimutnya. Aku menghela nafas dan pergi dari kamarnya menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku.

-

Sekarang adalah musimnya sakura untuk mekar. Di kanan kiri aku melihat pohon pohon sakura bermekaran. Warna pink seakan akan memenuhi sepanjang jalan ini. Warnanya indah, sama seperti warna rambutku yang-sebagian-orang-menganggapnya-aneh. Udaranya sejuk sekali. Dan aku dapat mencium aroma sakura melalui hidungku. Aku berpikir, jika sakura sedang bermekaran seperti ini berarti akan diadakan Hanami. Pasti menyenangkan.

Hari ini shift Sora sedang kosong, dan ia menemaniku untuk menghibur para tamu di Café. Permainan biolaku dan piano Sora seakan sudah melebur menjadi satu. Aku suka sekali dengan musik ini.

Tak kusangka, setelah musik kami selesai, para tamu memberikan applause pada kami. Aku benar benar tersanjung dan bangga.

Sudah waktunya untuk istirahat. Aku lalu memesan sepotong kue tiramisu dan secangkir cappuccino. Dan duduk di sebelah jendela yang menghadap ke jalanan yang dipinggirnya dipenuhi dengan pohon sakura yang bermekaran. Aku terkejut saat ada seseorang yang meletakkan sepotong kue lagi di mejaku. Aku mendongak dan menemukan atasanku yang ada di situ sambil tersenyum padaku.

"Ini bonus. Makanlah." katanya sambil tersenyum.

"Terima kasih"

Hening.

Aku memakan kuenya sambil sesekali menengok dan melihat keindahan dari sakura-sakura di pinggiran jalan.

"Sakuranya indah ya" katanya sambil melihat pada sakura juga.

"Iya. Indah sekali. Terlebih lagi saat melihat orang orang dibawahnya. Terlihat begitu bahagia"

Atasanku hanya mengengguk pelan. "Aku jadi teringat kenangan masa laluku", ia menopang dagunya dengan sebelah tangannya dan tersenyum.

"Kenangan?" aku memiringkan kepalaku dan memandang ke arahnya dan menatapnya heran. Seakan ingin mendengar cerita dari atasanku itu.

"Ya. Dulu, aku bertemu seorang pria. Aku melihatnya duduk di bangku taman sendirian sambil memandang kelopak sakura yang berjatuhan"

Juuroku de kimi to ai hyakunen no koi wo shite ne

Hirahira to mai ochiru sakura no hanabira no shita de

I met you at age 16 and fell into a hundred-year love

under these cherry blossoms that fall slowly

"Wajahnya begitu damai. Aku suka sekali melihat wajahnya. Begitu tenang. Sampai sampai aku berada di sana seharian hanya untuk melihatnya. Begitu aku tahu ia beranjak pergi dari tempat itu aku sedih, dan akupun beranjak pergi dari tempat itu dan pulang. Namun dalam hatiku berharap, semoga esok hari aku dapat melihatnya lagi di sana. Keesokan harinya, aku ke tempat itu lagi dengan harapan bisa bertemu lagi dengannya. Dan ternyata benar, orang itu duduk di sana lagi. Setiap hari aku selalu datang hanya untuk melihatnya, walaupun secara sembunyi sembunyi. Sampai akhirnya ia menemukanku di balik pohon."

Aitakute kakenuketa hi no ataru kyuu na sakamichi ya

Kouen no sumi futari no kage wa ima mo kawaranu mama

the steep hill I ran through wanting to see you and

our shadows in the corner of the park remains unchanged

"Sejak saat itu aku mengenalnya. Dan semakin hari semakin akrab."

Kimi to boku to "Sakura biyori" kaze ni yurete mai modoru

Marude nagai yume kara sameta you ni miageta saki wa momoiro no sora

you, me, and the cherry blossom weather returns after being swayed by the wind

as if I woke up from a long dream, the sky I looked up at is pink

"Kemudian ia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Aku senang sekali. Selama itu hanya dia yang bisa membuatku tersenyum kembali setelah kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan. Aku seperti menemukan sebuah cahaya baru dalam hidupku."

Suki deshita suki deshita egao saki someta kimi ga

Boku dake ga shitteita migigawa yawarakana ibasho

I loved you, I loved you who created a colorful smile

that soft spot to the right that only I knew about

"Setiap hari begitu menyenangkan. Sampai pada akhirnya ia mengatakan padaku kalau ia akan pergi ke Paris untuk melanjutkan kuliahnya. Aku begitu terpukul. Karena itu berarti aku akan berpisah dengannya. Seakan ia bisa membaca pikiranku, ia berjanji padaku akan selalu datang pada musim semi dan melihat sakura bersama lagi. Aku senang sekali. Namun, tepat musim semi berikutnya, aku begitu menantikannya. Aku selalu menunggu di tempat itu. Tapi ia tak kunjung datang. Ia menelponku dan mengatakan kalau ia tidak bisa datang karena sibuk. Aku kecewa." Aku mendengar suaranya bergetar.

Sakura no shita no yakusoku "rainen mo koko ni koyou"tte

Nandomo tashikameattakedo ima mo hatasenu mama

a promise made beneath the cherry blossom 'let's come here again next year'

we made sure many times but it's still unfulfilled

"Aku menunggunya setiap tahun, namun ia tak kunjung datang."

Kimi to boku to "Sakura biyori" kaze ni sotto yomigaeru

Kimi mo ima doko ka de miteru no kanaa ano hi to onaji momoiro no sora

you, me, and the cherry blossom weather is recreated softly in the wind

are you looking at it from somewhere? that same pink sky from that day

"Sampai aku menyerah dan berpikir untuk melupakannya. Menghapusnya dari ingatanku. Karena aku mengira dia sudah lupa padaku. Tapi seberapa kerasnya aku berusaha melupakannya, ingatan akannya selalu bermunculan tiada henti. Mungkin aku memang tidak boleh melupakannya."

Oikaketa hibi no naka ni kizamareta ashiato wa

Nani yori mo kakegae no nai takaramono

the footsteps left in the days I chased after

are treasures more important then anything else

"Jahat sekali. Apakah Seya-san tidak pernah berusaha menghubunginya?"

Ia hanya menjawab dengan gelengan kepalanya. "Sejak saat itu, setiap kali aku melihat sakura, aku merasa hatiku sakit sekali. Dan aku memutuskan untuk mengubur dalam dalam kenangan akan dirinya. Dan menganggapnya sebagai masa lalu."

Kimi to boku to "Sakura biyori" kaze ni yurete mai modoru

Tomedonai omoi ga afuredashite namida ga komiageta

you, me, and the cherry blossom weather returns after being swayed by the wind

the unstoppable feelings overflow and tears build up

"Dan ia kembali, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Seakan hubunganku dengannya tidak pernah ada. Seperti tanpa dosa ia datang padaku. Aku bodoh berharap padanya. Ia berusaha meminta maaf padaku, namun aku sudah terlanjur sakit untuk menerima maafnya."

"Lalu?" aku bertanya padanya.

"Yah, aku kesal padanya dan ingin membalasnya. Aku bersikap seakan tidak mengenalnya. Sampai sekarang pun ia masih sering datang ke tempat ini hanya untuk meminta maaf padaku, tapi aku tidak menghiraukannya." ia menjawab dengan tertawa kecil yang dipaksakan.

Kimi to boku to "Sakura biyori" kaze ni yurete mai modoru

Mada minu mirai wo mune ni daite miageta saki wa momoiro no sora

you, me, and the cherry blossom weather returns after being swayed by the wind

with the unseen future held in my chest, I look ahead and see the pink sky

"Maaf ya aku jadi curhat padamu" ia tersenyum lagi.

"Tidak apa. Saya senang bisa mendengar cerita anda"

"Oh iya. Nanti malam mau datang kan? Ke acara Hanami di rumahku?"

"Ah, boleh saja"

"Tapi setiap orang diwajibkan memakai yukata. Jangan lupa dipakai ya. Sekalian ajak adikmu juga kalau dia mau", dia berdiri dari kursinya dan bersiap untuk pergi.

"Baiklah", aku mengangguk menandakan setuju.

"Oke. Aku tunggu nanti malam ya", ia pergi meninggalkanku sendiri. Aku kembali berpikir. Kira kira siapa ya pria yang dimaksud atasanku itu? Katanya ia sering datang ke sini. Seingatku yang sering kemari banyak. Siapa ya?

Aku melihat para tamu yang datang. Ternyata Sasori-san tidak ada. 'Mungkin sibuk', pikirku. Aku melihat jam. "Sudah jam segini, waktu istirahatku sudah habis. Saatnya untuk bekerja lagi." Aku cepat cepat menghabiskan kue terakhir yang tadi diberikan oleh Seya-san, dan menghabiskan secangkir cappuccino yang tinggal separuh. Kemudian aku berdiri dan mengangkat kedua tanganku tinggi tinggi. Menarik nafas panjang dan menghembuskannya.

Sebelum beranjak pergi, aku sempatkan untuk melirik sedikit pohon sakura yang ada di luar. Dan sedikit bergumam "Bunga yang indah, ternyata juga bisa mengukir kenangan pahit ya". Aku tersenyum dan berbalik menuju tempatku bekerja.

-To Be Continued-


Aih, malah bikin song fict. Padahal gak kepikiran mau bikin song fict =.=, karena ini masih song fict pertama, saia minta pendapat dari para senpai kalau ada sedikit kesalahan atau apalah.

Mind to review? ^^