CHAPTER 6:
Akhirnya mereka berdua telah sampai pada gubuk yang berada di atas bukit itu. Ternyata bukit itu sangatlah kecil dan hanya memiliki satu ruangan.. Lantainya adalah tanah yang dingin.
Sasuke menurunkan Sakura dan mendudukannya di sudut ruangan gubuk itu. Sakura terlihat menggil, tapi Sasuke tidak memperhatikannya. Sasuke mengeringkan jaket Sakura yang menutupi tubuhnya saat badai di luar tadi.
"Sakura, apa kau tidak lapar?"Sasuke menanyai Sakura.
".........." tidak ada jawaban dari Sakura.
"Sakura?" Sasuke kemudian berjalan mendekat ke arah Sakura.
Walaupun ruangan itu kelihatan gelap karena sudah malam, tetapi Sasuke masih bisa melihat dengan jelas wajah Sakura. Sakura menggigil dan mukanya terlihat pucat.
Sasuke menyentuh dahi Sakura dengan telapak tangannya dan merasakan panas di dahi Sakura.
"Astaga Sakura! Kau sakit."Sasuke sekali lagi dibuat panik oleh Sakura. Dia tidak pernah menghadapi kejadian seperti ini. Sasuke membaringkan Sakura yang duduk dengan perlahan di lantai yang dingin itu, sementara ia juga duduk dan meletakkan kepala Sakura di pahanya.
'Ya Tuhan, sembuhkanlah Sakura secepatnya.'pinta Sasuke dalam hati dan melihat Sakura yang sedang tertidur sambil menggigil. Entah kenapa, Sasuke merasa tangan bergerak sendiri untuk membelai rambut Sakura yang halus.
'Kenapa aku seperti ini? Apakah aku suka padanya?' Sasuke bertanya-tanya dalam hati.
Sasuke perlahan-lahan tertidur karena lelah. Yah mengigat selama perjalanan ia terus menggendong Sakura.
---DI TEMPAT PERKEMPINGAN
Naruto, Neji, Sai, Shikamaru, Hinata Tenten, Ino, Temari sedang berdiskusi tentang Sasuke dan Sakura yang belum juga kembali.
"Kayaknya mereka benar-benar tersesat."Tenten berkata sambil menyeruput teh yang mereka buat. "Yah, kita berdoa saja, mudah-mudahan mereka tidak apa-apa."Temari menenangkan suasana dan semuanya temannya mengangguk setuju dengan perkataanya.
"Hei, ngomong-ngomong hal ini juga punya dampak positifkan?"Sai membuat teman-temannya bingung. "Apa maksudmu Sai?"Neji akhirnya buka suara. "Um, kita kan sudah mempunyai pasangan masing-masing, aku dan Ino, kamu dengan Tenten, kamu dan Hinata, dan kamu dengan Temari-"Sai berkata sambil menunjuk Naruto, Shikamaru, dan Neji. Perkataan Sai mebuat mereka semua blushing. "Terus?"Ino ingin mendengar lanjutan dari perkataan Sai. "Yah, kita tau kan?! Hanya Sasuke dan Sakura yang belum menjadi pasangan di antara kita semua."Sai senyum-senyum sendiri. "Jadi maksudmu, mungkin akan timbul perasaan suka diantara Sasuke dan Sakura jika mereka bersama seperti sekarang ini mungkin?"Naruto kelihatan tertarik dengan topik ini. "Tepat. Dan karena cuaca ini, yah boleh kukatakan sangat mendukung."Sai menegadahkan kepalanya keluar dari tenda dan melihat hujan di luar. "Iya. Kasihan Sakura, dia sudah menyukai Sasuke sejak pertama kali melihatnya, tapi Sasuke selalu menganggap Sakura penganggu."Temari berkata diikuti dengan sedikit nada sinis. "Yah, perasaan yang terpendam dan tulus pasti akan membuahkan hasil."Hinata menimpali.
XXXXXXXXXXXXXXXX
Pagi mulai menjelang. Matahari mulai menampakkan wajah ceria, diikuti dengan kicauan burung yang merdu.
Sakura terbangun dari tidurnya. Perlahan-lahan ia membuka matanya. Sakura merasa sedikit pusing. Lalu ia duduk dan melihat Sasuke tertidur. 'hm....Sasuke tambah manis dech kalau lagi tidur.'pikir Sakura sambil ketawa-ketiwi sendiri *gila kali?!*. Sakura pergi menjelajahi setiap sudut ruangan dengan sedikit terpincang-pincang dan pergi keluar sebentar.
"Hhh, cuaca pagi ini sangat berbeda dari tadi malam."Sakura tersenyum cerah dan merentangkan kedua tangannya dan menutup matanya untuk merasakan sensasi sejuknya di bukit hutan Konoha itu.
Sementara itu, Sasuke sudah terangun dari tidurnya dan kaget melihat Sakura yang tidak ada bersamanya. Sasuke lalu erlari kluar dan mendapati Sakura.
"Hei Sakura. Kau mengagetkanku. Aku pikir kau hilang atau diculik."kata Sasuke yang mengagetkan Sakura. –Sakura blushing-, "Hm... Sorry, tadi aku takut membangunkanmu, karena kupikir kamu kecapekan."Sakura memberikan senyum manisnya pada Sasuke.
"Hn... tidak apa-apa."Sasuke berkata seperti biasanya lagi. Dan akhirnya mereka menikmati sejuknya angin pagi bersama-sama.
"Sasuke-kun, kenapa selalu bersikap dingin pada semua orang?"Sakura bertanya tiba-tiba pada Sasuke dengan agak takut. "Bukan urusanmu."Sasuke berkata dingin dan memberikan penekanan pada kata 'urusanmu'. "Ya sudah. Maaf ya kalu begitu."Sakura berkata seolah tak peduli(padahal sebenarnya peduli), dan kembali menikmati udara yang sejuk itu.
Sasuke menatap Sakura, ia teringat ketika Gaara dan Sakura bicara berdua di tepi sungai. "Sakura?"
"Ya... Ada apa?"Sakura menoleh pada Sasuke
" Um..... Kamu ngapain sama Gaara di tepi sungai kemarin pagi?"Sasuke berusaha bersikap santai, padahal sebenarnya gugup juga.
"Kenapa kamu bisa tahu?"Sakura kaget.
"Yah,,, aku juga ada di tepi sungai itu, tapi kalian tidak melihatku. Mungkin kalian terlalu asyik bercerita sampai kalian tidak melihatku. Memangnya kamu membicarakan hal apa sama Gaara?"Sasuke berbohong, padahal ia menguntit Gaara dan Sakura.
"Hehehe....aku dan Gaara membicarakan something about love."Sakura berkata santai.
"Something about love? Apa itu?"Sasuke terlihat semakin gusar, tapi bisa menutupinya.
"Gaara suka sama temanku sekaligus tetanggaku, namanya Matsuri. Gaara hanya bertanya apa hobi dan kesukaan Matsuri kok."Sakura menjelaskan dengan nada meyakinkan.
"Oh... Aku kira dia pacarmu?!"Sasuke asal bicara.
"Kalau iya kenapa? Kalau nggak kenapa?"Sakura menebak, pasti Sasuke cemburu.
"Kalau iya, nggak peduli, kalau nggak juga nggak peduli."Jawab Sasuke enteng.
"Terus, kenapa tadi kamu nanya?"Sakura agak kesal.
"Nggak tau tuh."
"Huuh...."Sakura mendengus dan pergi meninggalkan Sasuke, masuk ke dalam gubuk.
SASUKE'S POV:
Kenapa aku kayak gini ya? Mungkinkah aku........suka padanya?
Nggak.....aku nggak suka sama dia. Nggak mungkin. Tapi.....uhhh!!!!
END OF SASUKE'S POV
---NARUTO DKK(dan kawan-kawan)
"Hei,, apa kalian sudah siap?"Naruto bertanya kepada teman-temannya sambil mengancungkan tangan keatas. "SIAP."jawab teman-temannya serempak. "Ok.. Kalau begitu, ayo kita berangkat mencari mereka."
"Tunggu.... kami ikut."Suara Kakashi-sensei menghentikan langkah mereka. Lee, Shino, Kankuro, Chouji, Kiba, Anko-sensei, Asuma-sensei, dan Kurenai-sensei. "Lebih banyak lebih baik, kan?"Anko berkata sambil tersenyum.
Mereka berjalan kearah bagian barat, dimana arah Sasuke dan Sakura berjalan untuk memburu harta karun. Setelah sekian lama berjalan, mereka menemukan sebuah peta di deekat sungai.
"Teman-teman, sensei, inikan peta harta karun yang di bawa oleh anak-anak yang menuju bagian barat?'Shikamaru memperlihatkan peta yang ia dapat.
"Mungkin ini punya Sakura dan Sasuke."Anko memberitahu.
"Berarti, Sasuke dan Sakura tak sengaja menjatuhkan petanya di sini."Kakashi menimpali.
"Ayo kita cari lagi."Ajak Tenten dan diiyakan oleh semua orang yang ikut.
---SASUKE DAN SAKURA
Sasuke tidak tau apa yang harus ia lakukan, sama halnya dengan Sakura. Mereka sekarang sedang berada dalam gubuk dan saling diam-diaman. Duduk di masing-masing sudut gubuk, huh ... sungguh membosankan tentunya.
"Sasuke..."
"Hn."
"Apa aku boleh bertanya satu hal padamu?"
"Hn."
"Apakah kamu pernah menyukai seseorang?"
"Tidak. Kenapa kau mau tahu, Sakura?"
"Um...aku hanya berfikir, apakah Sasuke-kun menyukai seseorang atau tidak, soalnya Sasuke-kun selalu dingin sama semua cewek yang mendekati Sasuke-kun."
"Oh."Sasuke ber 'oh' ria.
Sasuke dan Sakura lalu bercerita dengan asyik dalam guuk tua itu. Walaupun Sasuke hanya menyambutnya dengan 'hn' dan 'hn'.
