A/N

Maaf yah Ai kelamaan Ngapdet ficnya, soalnya Ai dah sekolah kembali, dan kesempatan untuk buat fic jadi sempit. Ditambah Ai agak kesusahan cari inspirasi yang bagus. Makanya Ai senang banget, waktu ada yang bilang fic Ai bagus. Oh, iya Arigatou buat Tama neechan yang udah ngasih info cara ngepost ni fic. Tenang aja kali ini ada Sasunarunya kok,Tapi…cuman dalam mimpi Naru…*dilempar*

The Wizard

Chap 2

Dunia Baru

Disclaimer : Milik Ai!!!!!!!!!!

*dilempar ke jurang ama

Masashi kishimoto sensei*

Rated : T *Mung…Ki..n (ragu-ragu) sebenarnya Ai gak pinter ngebedain rated jadi kalu ada para Reader yang bersedia ngejelasin ama Ai, Ai bakalan berterima kasih banget*

Genre : Romance/fantasy/supernatural, mungkin ada horornya dikit.

Warning : Yaoi/Shounen ai/Typo

Don't Like Don't Read

And No Flame, Mind to RnR?

Pairing : Sasunaru forever

Nejigaa

Shikakiba

Kakairu

And others

Summary : Naruto bermimpi bertemu dengan seorang anak laki-laki yang menyebut dirinya adalah seorang penyihir. Dan yang mengejutkan ibunya juga penyihir?!?

'Dimana? Aku berada dimana?' gumamnya heran, dia memandang sekeliling tapi yang dilihatnya hanya gumpalan kabut yang sangat tebal. Dia lalu berjalan berusaha mencari jalan keluar dari kabut tebal tersebut tapi, semakin dia berjalan kabut itu semakin menebal. Dia mulai putus asa, rambut pirangnya tampak kusut, tiba-tiba dia melihat sesuatu dikejauhan. Semangatnya bangkit kembali dan mulai berjalan, tidak! Dia mulai berlari, kabut mulai menipis disekitarnya. Penglihatannya mulai jelas.

Dia melihat pepohonan yang lebat diselilingnya, dengan kegelapan malam. Bukan, lebih tepatnya kegelapan yang menusuk. Udara dingin mulai menyebar sampai ketulangnya 'Dimana ini? Mungkinkah aku berada di hutan?' pikirnya. 'Tidak mungkin, bukankah aku tadi tidur? Tapi, kenapa aku berada disini? Apa yang telah terjadi?' Lanjutnya sambil menggigil kedinginan. Dia berjalan dikegelapan tersebut. Dari kejauhan samar-samar dia melihat sebuah cahaya, dia berjalan kearah cahaya tersebut dan ternyata itu adalah sebuah kastil 'Apakah itu kastil Ratu Elizabeth? Tapi, kenapa tampak tua sekali dan tidak terawat? Lagipula, ini kan di tengah hutan jadi tidak mungkin itu kastil Ratu Elizabeth, Lalu siapa?' Pikirnya tidak mengerti.

***

Kastil yang tampak tua tersebut dengan perabotan-perabotan yang sudah rapuh sekali. Seorang perempuan berambut merah dengan baju seperti jubah, melangkah tergesa-gesa melewati koridor-koridor yang gelap dan berhenti disebuah pintu yang sangat kokoh dan besar, mengetuknya.

"Tuan…."

"Masuk," Terdengar suara seorang laki-laki dari balik pintu. Perempuan itu membuka pintu tersebut. Dan tampaklah ruangan yang sangat besar dengan ornament unik dan seorang pemuda berambut hitam raven sedang berbaring bukan! Tepatnya melayang ditengah ruangan dengan cahaya biru disekelilingnya. Pemuda itu kelihatan seperti tertidur,

"Dia ada diluar" kata wanita berambut merah.

"Jadi, dia sudah datang?" Tanya pemuda itu.

"Benar, Tuan Sasuke. Jadi apa yang harus dilakukan?"

"Hm…Baiklah Karin, panggil Suigetsu dan Jugo, sambut dia lalu bawa kehadapanku!" Perintah Tuan Sasuke.

"Baik Tuan!" Kata Karin membungkuk lalu keluar dari ruangan tersebut. Setelah pintu tertutup pemuda yang dipanggil Sasuke itu membuka matanya dan tampaklah mata onixnya yang kelam. 'Akhirnya kau datang juga Naruto' Gumamnya perlahan dan tersenyum tipis.

***

"Huh, kenapa aku bisa terdampar di tempat seperti ini?" Rutuknya. Anak berambut pirang tersebut melangkah menuju kastil tersebut. Semakin dekat dengan kastil itu dia merasakan hawa yang aneh berasal dari kasti itu. Di depan kastil, dia tertegun sebentar, hawa aneh yang berasal dari kastil semakin kuat. Hawanya seperti rasa dingin yang menusuk dan rasa kesepian sehingga membuat bingung.

'Krieeeet' Dia terlonjak kaget oleh suara tersebut. Dia mencari asal suara, ternyata pintu depan kastil telah terbuka entah siapa yang membukanya. Dia melongok dan hanya melihat kegelapan 'Tidak ada siapa-siapa' Pikirnya. Dia melangkah masuk, tiba-tiba seluruh lampu dikastil itu menyala serentak membuatnya kaget. Dan yang lebih mengagetkan apa yang dilihatnya tiga orang telah berdiri didepannya. Salah satunya adalah perempuan berambut merah dan memakai baju yang dimatanya terlihat sangat aneh.

"Selamat datang Tuan Naruto" Katanya sambil membungkuk dihadapannya diikuti oleh kedua lelaki dibelakangnya. "Anda sudah ditunggu oleh Tuan Sasuke" Lanjutnya. Naruto sangat heran 'Darimana mereka mengetahui namaku? Dan katanya aku sudah ditumggu oleh entah siap namanya tadi!' Pikirnya bingung.

"Aku ditunggu?" Tanyanya heran. Perempuan berambut merah itu tersenyum

"Benar, anda sudah ditunggu oleh Tuan Sasuke, mari ikut saya" katanya sambil berjalan kesalah satu koridor yang penuh baju perang yang belum pernah dilihatnya. Sebenarnya Naruto masih ingin bertanya tapi mulutnya seolah terkunci dan akhirnya hanya mengikuti ketiga orang tersebut. Rasanya sudah ratusan kamar yang dilewatinya dan puluhan koridor, ketiga orang itu hanya terdiam. Tiba-tiba ketiga orang itu berhenti didepan sebuah kamar berpintu besar berwarna merah bata.

"Tuan Naruto," Kata perempuan berambut merah. "Sebelum bertemu dengan Tuan Sasuke anda harus berganti pakaian dulu." Lanjutnya kemudian membuka pintu berwarna merah bata tersebut. Didalamnya terdapat empat lemari besar, dengan bermacam-macam pakaian yang belum pernah dilihat oleh Naruto. Dia mengerenyit sambil mengangkat salah satu baju yang berwarna orange dengan motif bunga-bunga merah.

"Baju apa ini?" Katanya heran.

"Oh..ini namanya Kimono, silahkan anda berganti pakaian" kata perempuan itu.

"Oh, iya kalian ini siap sebenarnya?"

"Ah, maafkan saya terlambat memperkenalkan diri, nama saya Karin dan yang itu adalah Juugo dan yang satunya adalah Suigetsu." Kata Karin. "Kami adalah pelayan Tuan Sasuke." Lanjutnya kemudian.

"Ooh" Naruto hanya ber-Oh ria sambil manggut-manggut. Dia kemudian berganti baju dengan baju kimono yang telah disediakan tadi. Setelah itu, mereka berempat lalu menuju kesebuah pintu yang sangat besar. Karin mengetuknya perlahan.

"Tuan, dia ada disini"

"Masuk!" Lalu pintu yang besar itu membuka dengan sendirinya. Naruto melongok dan terlihatlah seorang pemuda berambut hitam sedang melayang di tengah ruangan besar itu. Apa tadi? melayang!!! Naruto hanya melongo heran melihatnya.

"Tinggalkan dia disini" kata laki-laki yang melayang itu lagi.

"Baik, tuan Sasuke" Kata Karin, Juugo dan Suigetsu membungkuk hormat lalu beranjak pergi meninggalkan Naruto yang hanya tertegun di depan pintu.

"Masuklah Naruto" perintah Sasuke. Seperti tersadar Naruto melangkah masuk kedalam ruangan. Dan begitu dia masuk pintu besar itu tertutup secara sendirinya. Tinggallah mereka berdua didalam ruangan itu. Sang pemilik kastil membuka matanya lalu terbangun dan tetap duduk pada tempatnya. Tetap melayang. Dan pelan-pelan dia bangkit dan berjalan, bukan berjalan seh tepatnya melayang menghampiri Naruto yang masih terpaku pada tempatnya. Dan berhenti tepat dihadapan Naruto dan menatapnya dengan mata onixnya, menyadari hal ini Naruto gelagapan dan bergerak mundur.

"Si…Siapa ka..mu sebe…narnya?" Kata Naruto terbata-bata, agak takut.

"Tenanglah!" Kata Sasuke dengan suara datar dan muka tanpa ekspresi.

"Bagaimana aku bisa tenang, sedangkan aku berada ditempat asing seperti ini dan didepanku berdiri seorang yang tidak aku kenal sedang melayang dan kau menyuruhku tenang???" Teriak Naruto keras.

"Hhh..Makanya aku menyuruhmu tenang. Sebenarnya ada yang ingin kubicarakan denganmu, ayo kemari." Kata Sasuke, lalu mengajak Naruto duduk dikursi yang berada disudut ruangan. Naruto hanya mengikuti Sasuke ke sudut ruangan, lalu duduk disalah satu kursi sedangkan Sasuke duduk didepan Naruto tanpa kursi alias melayang.

"Kamu siapa sebenarnya? Dan tempat apa ini? Setahuku tidak ada tempat seperti ini di Inggris?" Tanya Naruto bertubi-tubi.

"Ini bukan di Inggris, ini 'Jepang'!"

"Jepang?? Aku belum pernah dengar ada kota yang bernama Jepang! Itu kota bagian mana?" Kata Naruto heran.

"Bukan, Jepang adalah sebuah 'Dunia', masa kau tidak tahu?" ganti Sasuke yang heran.

"Dunia? Dunia apa? Jangan bercanda!"

"Tunggu dulu! Jadi kamu tidak mengetahui tentang duniamu sendiri?"

"Cukup! Sudah cukup lelucon ini, sekarang aku mau pulang, aku masih banyak urusan daripada mengurusi tentang duniamu atau Jepang apalah namanya!" Teriak Naruto lalu beranjak pergi tapi keburu ditahan oleh Sasuke.

"Kamu tidak bisa pergi begitu saja, dari sini tanpa izinku." Kata Sasuke sambil memegang lengan Naruto. Sementara Naruto memberontak terus. "Kalau kamu ingin mengetahui lebih jauh tentang duniamu dan ibumu!" Lanjutnya. Otomatis mendengar kata 'ibu' seketika Naruto berhenti memberontak dan berbalik menatap tajam Sasuke.

"Darimana kau tahu tentang ibuku?" Kata Naruto tajam.

"Aku kan tadi sudah bilang bahwa Jepang itu adalah duniamu, dan otomatis itu adalah dunia ibumu juga."

"Maksud kamu itu apa? Aku tidak kenal dengan Jepang, ibuku sudah lama meninggal karena sakit. Kalau kamu tidak tahu apa-apa tidak usah banyak bicara." Kata Naruto sinis. Membuat Sasuke memandang Naruto dengan tatapan tajam.

"Justru kamu yang tidak tahu apa-apa tentang ibumu sendiri." Katanya dingin.

"Apa maksudmu?"

"Iya, ibumu adalah 'penyihir' sama sepertimu!"

"Hah???" Naruto melongo heran, dia lalu memegang telinganya, kalau-kalau dia salah pendengaran. Tapi kayaknya tidak ada yang salah dengan telinganya.

"Benar Naruto, kamu adalah Penyihir. Jepang adalah dunia sihir dan aku adalah pangeran dunia sihir"

"Ha..ha…ha…ha….ha..," Naruto tertawa terbahak-bahak. "Ya..ya.. lelucon yang sangat bagus, aku beri kamu nilai seratus atas leluconmu barusan, kamu belajar darimana?" katanya.

"Mengapa kamu tertawa? Ini bukan sebuah gurauan, Lihatlah kalungmu." Kta Sasuke sambil menunjuk kalung biru yang ada dileher Naruto. Naruto lalu melihat kalungnya dengan heran.

"Memangnya ada apa dengan kalungku?"

"Asal kamu tahu, kalung itu adalah kalung sihir. Seperti ini!" Kata Sasuke sambil menunjukkan pedangnya. "Ini adalah pedang Kusanagi, pedang sihir."

"Maksudmu, aku bisa menyihir dengan ini" Kata Naruto sambil menggenggam kalungnya dengan kedua tangannya, tiba-tiba dia terangkat dua meter dari tanah membuatnya panik lalu jatuh. "Aduh…." Sahutnya mengeluh. Sasuke memandang kejadian itu sambil tersenyum tipis.

"Nah, sekarang kamu percaya kan?"

"Ta…pi aku……" Ucapannya terputus, sayup-sayup dia mendengar sesuatu. Kabut kembali menebal disekelilingnya, samar-samar dia melihat Sasuke menjauh lalu menghilang tertelan kabut yang sangat tebal. Dia melayang diantara kabut…dan

Kringgggg!!!!!!

Alarm jam berbunyi dengan nyaring di pagi yang sangat indah, membuat sepasang mata biru jadi kesal, Naruto duduk lalu memandang sekelilingnya, dan tersenyum lega.

"Ternyata Cuma mimpi! Fiuh…." Katanya lega. Dia lalu memikirkan mimpinya barusan yang dianggapnya sangat aneh. 'Aku? Penyihir? Mana mungkin! Dasar mimpi aneh, tapi mengapa mimpi itu terasa begitu nyata?' Tanyanya pada diri sendiri. Dia lalu melihat kalung yang ada dilehernya. Dan terkejut sendiri 'Eh, bukankah kemarin kalung ini berbentuk batang dan berwarna putih, kenapa kalung ini berubah bentuk dan warna yah?' Gumamnya heran. 'Mungkin aku hanya salah lihat' Sambungnya kemudian lalu mengenggam kalungnya, samar-samar terlihat kilatan dari kalung biru prisma itu, tapi Naruto tidak menyadarinya. Dia memasukkan kembali kalung itu dibalik piyamanya.

"Kyuubi, Kyuubi!!" kata Naruto sambil mengguncang tubuh mungil rubah orange itu. Kyuubi hanya mengeliat-geliat membuat yang memandangnya menjadi gemas termasuk Naruto yang melihat itu langsung mengangkat dan memeluk Kyuubi. Membuat mata Kyuubi langsung terbuka lebar.

"Naru, turunkan aku, kamu tahu aku paling benci diganggu kalau sedang tidur!" Kata Kyuubi kesal dan menatap tajam Naruto dengan mata merahnya.

"Yah, maaf deh. Aku kan hanya membangunkan kamu, aku mau cerita nih!" Kata Naruto sambil meletakkan Kyuubi di ranjang. Rubah itu menggeliat sebentar lalu bangun dan duduk dipangkuan Naruto.

"Cerita? Naru mau cerita apa?"

"Oh, aku mau cerita tentang mimpiku barusan. Ini mimpi yang sangat aneh." Kata Naruto lalu menceritakan semua mimpinya kepada Kyuubi. Mendengar mimpi aneh majikannya itu, Kyuubi hanya mengerjap-ngerjapkan matanya yang merah.

"Mungkin itu sebuah pertanda?" Ujarnya setelah mendengar cerita Naruto.

"Pertanda? Pertanda apa maksudmu?" Kata Naruto heran.

"Entahlah, karena menurutku mimpimu itu sangat aneh"

"Ya sudahlah, aku mau mandi dan kesekolah" Katanya lalu segera beranjak ke kamar mandi.

Setelah berpakaian Naruto dan Kyubi menuju ruang makan *maap, ralat Naruto yang berpakaian bukan Kyubi*, ketika sedang makan pagi….

Ting…Tong….

Ting…tong…

"Tolong buka pintu!" Perintah Naruto kepada seorang pelayan wanita. Pelayan tersebut bergegas keruang depan dan membuka pintu. Tampaklah seorang anak laki-laki berambut merah gelap tersenyum tipis dan berkata

"Selamat pagi, apakah Namikaze Naruto ada?"

"Eh, ada, Tuan muda sedang makan sekarang. Silakan masuk dulu" Lalu pelayan tersebut masuk ke ruang makan. Setelah mempersilakan laki-laki tersebut masuk keruang tamu.

"Siapa yang datang?" Tanya Naruto sambil mengelap mulutnya.

"Itu tuan, teman tuan"

"Hah! Teman?" tanya Naruto heran, seingatnya dia tidak punya teman.

"Benar tuan, dia sekarang ada di ruang tamu"

Naruto bergegas ke ruang tamu, dia hampir tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Keningnya berkerut. Heran…..

"Gaara?" Katanya setengah teriak. Sedangkan yang bersangkutan hanya tersenyum tipis lalu melambai.

"Hai, Naruto!"

"Mau apa kau kesini?" Tanya Naruto sinis.

"Memangnya kenapa kalau aku kesini?" Jawab Gaara tidak kalah sinisnya.

"Yah, hanya tumben saja. Memangnya kau ada keperluan apa?"

"Aku mau menjemputmu kesekolah" Kata Gaara datar. Sedangkan Naruto sudah melongo.

"Kamu salah makan yah? Oh, atau mugkin kamu orang lain yang sedang menyamar? Atau ini hanya sebuah lelucon? Memangnya ini tanggal berapa? Perasaan ini bukan tanggal satu April?" Tanya Naruto secara beruntut. Membuat Gaara hanya diam. Melihat yang ditanya hanya diam Naruto berteriak

"Woi, kau dengar apa tidak?" Teriaknya

"Iya, aku dengar. Sudah ayo kita berangkat nanti telat." Kata Gaara lalu menarik tangan Naruto. Sedangkan Naruto hanya diam menuruti Gaara walaupun masih heran.

Sesampai disekolah……..

"Naruto-sama, selamat pagi!"

"Eh, Naruto-kun sudah datang?"

Begitu sampai Naruto langsung diserbu para fansgirl dan fansboynya. Membuat Naruto jadi kesal. Dia menatap Gaara yang memasang wajah tanpa ekspresi.

"Kita ke atap" Kata Gaara dingin. Lalu berkata "Minggir kalian pecundang!" Setelah berkata begitu otomatis para fans aneh Naruto langsung membuka jalan. Entahlah, mungkin karena mereka takut melihat Gaara yang tiba-tiba mengeluarkan aura membunuh. Naruto hanya bisa mengikuti Gaara ke atap. Di atap…

"Ada apa sebenarnya Gaara?" Tanya Naruto. Gaara hanya diam, dia memandang pepohonan yang tertiup angin. "GAARAAA!!!" Teriak Naruto tepat ditelinganya. Gaara menoleh lalu menjitak kepala Naruto

"Bodoh! Kamu mau membuatku tuli yah?"

"Habis! Kamu aku tanya tidak menjawab?" Sungut Naruto sambil memegang kepalanya yang dijitak oleh Gaara tadi.

"Yah…" Katanya tapi terpotong setelah tidak sengaja melihat kalung dileher Naruto. "Kalung itu…."

"Ada apa dengan kalung ini?" Tanya Naruto heran.

"Dimana kamu mendapatkannya?"

"Oh, aku mendapatkannya ditoko aneh kemarin"

"Aneh?"

"Iya, aneh. Masa toko itu berbentuk jamur! Aneh kan?"

"Sebenarnya aku ingin memberitahumu sesuatu" Kata Gaara berubah menjadi misterius.

"Ada apa?"

"Yah…mungkin kamu tidak mempercayainya tapi ini sudah takdirmu dan kamu harus menerimanya."

"Apa seh yang kau bicarakan?" Tanya Naruto bingung.

"Eng…Kamu penyihir Naruto!" Kata Gaara datar.

~TBC~

*Lari sembunyi*

R:Hei kemana kau Author tidak bertanggung jawab?

A:Maap, saudara-saudara. Nanti Ai lanjut lagi ficnya!

R:Kapan?

A:Nanti kalau Ai ada waktu!*ditimpuk*

Yapz, Fic chap dua udah jadi,

Arigatou *Membungkuk*

Nanti Ai publish chap 3nya kalau udah ada ide. Maka dari itu Ai minta saran dari para senpai sekalian.

Review Please? ~o^

~Airu Haruza~