A/N

He…he…*ketawa kayak orang gila* gimana?gimana? fic Ai ancur nggak! Pasti jawabannya ancur *muram*. Sudahlah, Ai tetap semangat nge-buat nih fic. Tapi, maaf para senpai sekalian kalau Ai ngapdet Ficnya kelamaan karena Ai nunggu ni teman Ai ultah dulu, abiznya dia minta hadiah seh! Otanjoubi Omedette Itechan and Arigatou Ai ucapkan yang sudah RnR fic Ai. Oh, iya perhatian!! Perhatikan baik-baik masa lalu ini Naruto karena bab selanjutnya akan berhubungan.

The Wizard

Chap 3

The Truth

Disclaimer : Ai udah pernah bilangkan ini Punya

Masashi kishimoto sensei

Rated : T

Genre : Romance/fantasy/supernatural

Warning : Yaoi/Shounen ai/Typo banget.

Don't Like Don't Read

And No Flame, Mind to RnR?

Pairing : Sasunaru forever

Nejigaa

Shikakiba

Kakairu

And others

Summary : Gaara memberi tahu bahwa Naruto adalah anak penyihir. Dan sedikit demi sedikit Naruto mulai mengetahui segala sesuatu tentang ibunya.

'Apa? Dia bilang apa tadi? Mungkin aku salah dengar?' Pikirnya.

"Eng…Gaara kamu bilang apa tadi?" Tanya Naruto masih cengo.

"Aku bilang kamu itu seorang 'penyihir' Naruto" Kata Gaara datar sambil memberi penekanan pada kata penyihir.

"Apa kamu bercanda?"

"Aku tidak bercanda" Kata Gaara masih datar. Jawaban itu langsung mengingatkan Naruto pada mimpinya semalam. 'Eh, kenapa semua mengatakan aku adalah penyihir? Tidak mimpi, tidak disini, ada apa sebenarnya?' Pikirnya heran.

"Kamu ini sebenarnya siapa? Jangan membuat aku bingung." Tanya Naruto pada Gaara, tetapi orang yang ditanya hanya diam memandang pepohonan, membuat Naruto kesal.

"Woi, kalau orang bicara itu didengarkan tahu!" Teriaknya.

"Hhh…kamu berisik!"

"Enak saja, ini gara-gara kamu tahu! Sebenarnya ada apa ini? Semalam aku mimpi aneh, sekarang kamu datang malah tambah aneh. Aku jadi bingung."

"Mimpi?"

"Iya, aku mimpi aneh."

"Mimpi seperti apa?"

"Aku bermimpi, aku berada di suatu tempat yang tidak kukenal. Lalu aku masuk di sebuah kastil ditengah hutan. Pakai baju aneh yang baru aku ketahui namanya. Kalau tidak salah namanya….apa yah?..."

"Kimono…."

"Iya betul, kimono! Lo kok kamu bisa tahu seh?"

"Sudahlah, lanjutkan saja"

"Lalu aku ketemu sama seorang anak laki-laki yang melayang"

"Melayang?"

"Iya, dia melayang dan dia bilang bahwa aku ini penyihir. Lalu dia membuat aku melayang, sewaktu aku menggenggam erat kalung ini." Kata Naruto seraya menunjukkan kalungnya. Gaara hanya memandang kalung biru Naruto. Dan bergumam 'Ternyata aku keduluan yah sama dia'

"Eng… Gaara, ada apa sebenarnya ini?"

"Aku kan sudah bilang padamu bahwa kamu ini penyihir dan kalung itu buktinya" Kata Gaara sambil menunjuk kalung yang ada dileher Naruto.

"Apa maksud kamu?"

"Iya, kalung itu adalah sebuah benda sihir. Kamu bisa menggunakannya untuk menyihir."

"Hah! Bagaimana caranya?"

"Yah, kamu harus melalui suatu proses dulu."

"Proses? Proses apa?"

"Maksudnya begini, di dunia sihir atau yang disebut Jepang. Para penyihir belum boleh menggunakan sihir pada umur 14 tahun kebawah"

"Oh…eh, tadi kamu bilang bahwa ibuku adalah penyihir itu berarti ayahku juga penyihir dong?"

"Kamu salah!"

"Hah? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!" Tanya Naruto heran. Gaara menhela napas.

"Sewaktu kamu masih bayi, tepatnya setelah kamu berumur 1 setengah tahun terjadi suatu peristiwa, sehingga ibumu meninggal dan ayahmu membawa kamu kedunia manusia ini." Jelas Gaara. Otomatis membuat Naruto tercengang 'cerita apa pula ini?' Pikirnya. Melihat tampang Naruto yang cengo seperti itu membuat Gaara menjelaskan atau lebih tepatnya menceritakan kembali kisah kehidupan Naruto masa lalu.

"Dengar baik-baik Naruto, Dahulu kala ada sebuah legenda tentang asal usul terjadinya dunia, dulu alam hanya satu yang dihuni oleh manusia dengan kemampuan biasa (tidak bisa menggunakan sihir) dan manusia dengan kemampuan luar biasa(menggunakan sihir). Selama berabad abad mereka hidup dengan rukun dan saling membantu. Sampai pada suatu kejadian yang menggemparkan, seorang pemuda dengan kemampuan sihir luar biasa membunuh para manusia yang tidak bisa menggunakan sihir. Pemuda yang bernama Orochimaru menggunakan monster ular untuk menghancurkan manusia tersebut. Para pemimpin sangat khawatir dan akhirnya membuat kesepakatan untuk membelah alam menjadi dua, mereka menggunakan seluruh kemampuan sihir.

Maka terbentuklah dua alam, yang satu akan dihuni oleh manusia yang tidak mempunyai kemampuan sihir dan yang satu lagi akan dihuni oleh para kaum sihir. Orochimaru juga bertarung dengan dua orang terkuat di Jepang yaitu Hashirama Senju dan Madara Uchiha, mereka menyegel Orochimaru di dalam tanah, udara, dan air. Dan hingga saat ini orang-orang dikedua dunia hidup dengan tenang. Akan tetapi, 18 tahun yang lalu seorang wanita yang sangat kuat dan sakti dari dunia kami berambisi untuk kedunia manusia. Tentu saja hal tersebut sangat ditentang oleh para keluarga kerajaan Jepang. Tapi wanita tersebut pantang menyerah dan akhirnya dia sembunyi-sembunyi untuk datang kedunia manusia itu. Di dunia manusia wanita itu menyamar menjadi seorang manusia biasa. Dia lalu bertemu dengan seorang laki-laki tampan dan akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta. Sang wanita yang terlanjur jatuh cinta sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dan akhirnya mereka berdua menikah.

Para tetua dunia Jepang tentu saja tidak akan membiarkan hal ini terjadi apalagi oleh keluarga Klan Uchiha, yang merupakan keluarga kerajaan Jepang. Mereka berniat memisahkan mereka berdua dengan cara meneror mereka berdua, tapi sang wanita yang mengetahui rencana para keluarga kerajaan selalu berusaha melindungi suaminya. Sang suami yang merasa aneh karena selalu diteror akhirnya mengetahui kebenaran dari istrinya, yaitu istrinya adalah seorang penyihir. Saking cintanya kepada suaminya istrinya mengajak suaminya kedunia sihir.

Tapi, ada hambatan! Manusia biasa tidak akan mungkin bisa masuk kedunia sihir kecuali……manusia biasa tersebut meminum sebuah ramuan. Ramuan tersebut hanya bisa didapatkan jika membangkitkan sang penguasa kegelapan Orochimaru! Karena hanya Orochimarulah yang mampu membuat ramuan tersebut. Sang wanita tersebut yang mempunyai bakat alam yaitu mampu melapas segel membuat suatu kesalahan terbesar dalam sejarah dunia Jepang. Dia melepas segel Orochimaru yang disegel pada udara setelah mengadakan perjanjian sebelumnya dengan sang Orochimaru. Isi perjanjian itu setelah Orochimaru membuat ramuan itu dia harus mau disegel kembali setelah satu bulan.

Mungkin namanya saja sang penguasa kegelapan, Orochimaru mengingkari janjinya. Dia malah membuat kekacauan dan membunuh dimana-mana. Bukan hanya itu, dia juga membangkitkan monster ular, Manda! Monster yang paling ditakuti diseluruh Jepang. Tidak ada tempat aman lagi! Saat itu Orochimaru juga berupaya membuka segel dirinya yang ada di Tanah dan air. Berhasil! Orochimaru bertambah kuat dan sukar dikalahkan. Setelah empat tahun berada dalam kegelapan, seorang pangeran dari kerajaan bernama Uchiha Sasuke menantang sang penguasa kegelapan. Mereka bertarung dan kekuatannya tampak berimbang. Sang wanita yang telah melepas segel Orochimaru tersebut merasa bersalah atas perbuatannya. Lalu setelah melahirkan anaknya akhirnya dia telah memutuskan sesuatu.

Saat Sasuke terdesak dan hampir terkena mantra Orochimaru, tiba-tiba wanita itu datang dan menangkal mantra itu. Meskipun begitu Sasuke tetap terkena mantra tersebut dan hanya menjadi pangeran yang jiwanya telah tersegel didalam sebuah kastil ditengah hutan. Dia tersegel disana sampai seorang anak yang mempunyai kemampuan aneh yaitu berbicara dengan hewan yang bisa menyelamatkan pangeran itu. Sang wanita tersebut akhirnya menyegel Orochimaru di 5 tempat yaitu Tanah, Air, Udara, Api dan Petir yang hasilnya mengorbankan nyawanya sendiri. Sang suami membawa anaknya kembali kedunia manusia." Kata Gaara mengakhiri penjelasannya. Membuat Naruto melongo sangat sangat tidak percaya.

"Ja…di an..ak Itu ada…lah……"

"Iya betul, anak kecil itu adalah kamu Naruto dan wanita itu adalah ibumu Kushina Uzumaki, Laki-laki itu adalah ayahmu Namikaze Minato."

"Ha…ha…kamu berbakat mengarang Gaara aku salut sama kamu!" Kata Naruto tidak percaya.

"Bodoh, aku serius! Apa aku terlihat bercanda?" Tanya Gaara sangat datar dan tanpa ekspresi, membuat Naruto berpikir lagi.

"Ja..di I..tu se…mua Be..nar?" Tanyanya linglung.

"Tentu saja!" Dan Naruto merasa kepalanya berputar, gelap dia tidak apa-apa lagi.

***

Naruto terbangun dengan kepala yang masih berputar-putar. Gaara berdiri disampingnya dengan tatapan yang masih sama, tanpa ekspresi. Naruto terduduk dengan Kyubi di pangkuannya.

"Aku berada dimana?" Tanyanya.

"Kamu sedang ada dirumah Naru-chan, tadi kamu pingsan lalu diantar oleh anak tanpa ekspresi itu." Kata Kyubi.

"Hah! Aku pingsan tadi?"

"Iya" Percakapan Naruto dengan Kyubi hanya diperhatikan oleh Gaara. Dia tersenyum tipis dan bergumam pelan. 'Wah, kebetulan yang bagus! Ternyata kamu ya, orang itu Naruto!' Lalu menghampiri Naruto yang masih asyik bercakap dengan Kyubi. Tentu saja Gaara tidak mengerti apa yang Kyubi katakana karena, dia tidak mempunyai bakat alam bicara dengan hewan.

"Kau sudah sadar rupanya"

"Eh, Gaara aku tadi mimpi bagus lo!" Katanya.

"Mimpi apa?"

"Aku mimpi kamu memberitahukan bahwa ibuku seorang penyihir, dan aku juga seorang penyihir. Lalu kamu menceritakan masa lalu yang sebagian besar tidak kuingat." Cerita Naruto polos. Rasa-rasanya kalau Gaara bisa membunuh anak didepannya, akan dia bunuh saja. Lalu dengan suara yang pelan dengan banyak tekanan

"Itu Tadi Bukan Mimpi Naruto, Dasar Bodoh!!!!!!!!!!!"

"Jadi, itu bukan mimpi yah! Bagus deh kalau begitu" Kata Naruto bloon. Gaara hanya memijat kepalanya, 'Dasar, Hokage bodoh! Kenapa pula aku yang harus ditugaskan memberitahu anak bodoh ini?" (Hokage adalah sebutan untuk kepala sekolah dunia Jepang).

"Terus, kamu ini sebenarnya siapa?" Tanya Naruto.

"Aku adalah salah satu murid di Wizard Konoha School yang merupakan sekolah yang paling terkenal di Jepang, kepala sekolah menugaskan aku untuk menemanimu, dan memberitahumu bahwa kamu ini penyihir. Lalu, aku akan membawamu ke Jepang disana kamu akan sekolah dan mempelajari semua ilmu sihir." Jelas Gaara.

"Oh, yah lalu kapan aku akan kesana?" Tanya Naruto dengan mata berbinar-binar semangat.

"Saat umurmu 15 tahun" kata Gaara pendek membuat mata Naruto kembali meredup.

"Yah, kan masih lama umurku mencapai 15 tahun, kalau tidak salah delapan bulan lagi." Kata Naruto kecewa.

"Sabar dong, percuma juga kamu kesana karena kemampuan sihirmu tidak akan keluar sebelum kamu berumur 15 tahun."

"Iya, deh. Tapi kamu tadi bilang bahwa kemampuan sihir tidak akan keluar sebelum berumur 15 tahun kan? Tapi, kenapa kamu sendiri bisa ada disini dan sudah menjadi murid disekolah itu?"

"Bodoh, ada yang namanya sekolah tingkat pemula disana. Dan hanya mempelajari sejarah dan cara-cara menggunakan mantra hanya itu saja."

"Oh, begitu yah!" tiba-tiba telepon bordering, Naruto mengangkatnya dan ternyata itu dari ayahnya.

"Naru-chan, kamu tidak apa-apa kan? Tadi salah seorang pelayan menelpon dan katanya kamu pingsan disekolah."

"Eh, Ayah Naru tidak apa-apa, ayah tenang saja."

"Apa betul? Ya sudah, hari ini Ayah akan pulang. Tunggu Ayah yah Naruto." Lalu sambungan telepon putus. Naruto hanya bisa menghela napas melihat tingkah laku ayahnya.

"Eng….Gaara….." Tapi Gaara sudah tidak ada. Naruto mencari Gaara.

"Kyubi, kamu lihat Gaara tidak?"

"Kayaknya dia sudah pulang, waktu tadi kamu bicara dengan paman"

"Oh, begitu yah" Naruto membaringkan dirinya kembali ditempat tidur dan mulai sibuk dengan pemikirannya sendiri. 'Jadi, ibu adalah penyihir dan aku juga begitu? Tapi, kenapa Ayah merahasiakan ini padaku yah? Padahal aku kan juga ingin tahu yang sebenarnya. Pantas saja selama ini keluarga Ayah selalu memandangku sinis bahkan mengacuhkanku.' Dia lalu tertidur dengan kepala penuh dengan pemikiran-pemikirannya sendiri. Kyubi tidur melingkar disebelahnya.

~TBC~

Hoamh…….

Ai ngantuk, harus menyelesaikan 3 fic yang sudah tenggat sekaligus. Capek banget. Tidak ada kisi-kisi soal bab selanjutnya *pelit* kalian boleh mengira-ngira!

Ai mo istrahat dulu, sudah pegel banget.

Oh, iya

Otanjoubi Omedette Itechan!!! *Tereak pake Toa*

Semoga panjang umur

Ini fic requestmu……

Next chapnya kapan-kapan yah,,,istrahat sebentar lah….

Oh, iya Review yah

Kalau nggak Ai bakalan kalian semua menunggu setaon!!!! Ha…ha…*ketawa ala evil*

Review please!!!

~Airu Haruza~

~_^