Lanjutan dari yang sebelumnya...

Previouslynya lihat saja chapter 1!

Disclaimer seperti biasa : D. Gray-man©Hoshino Katsura-sensei feat Hagane no Rekinjutsushi©Hiromu Arakawa-sensei, saia masih nongkrong main di rumahnya Arakawa-sensei dan lagi duel main PS 2, saking hebohnya warga 1 RT protes dateng ke rumah Lurah -??-

Maaf bagi yang menatikan lanjutan cerita MEETING chapter 2.

Karena, because, de-el-el saia baru bisa apdet sekarang ()

Maaf ya? Maaf ya? Saia minta maaf baru isa apdet T^T.

Nah permintaan maaf sudah! Mari kita lanjutkan!!!

Piring? Buat apa? Buat makan ya?*dilempar piring*, maaf chapter kali ini belom ada piring-eh! pairing-pairingnya

Warning : NO YAOI (sebangsa Kallen, Lallen, Edlen, EdAl, de-de-el), NO LEMON, CERITA RADA GILA!!



PLAN

Percakapan sebelumnya... alias flash back...

PREEETLEK..KREEK..PREEETEK... (N.B. ini bukan suara bangunan maw roboh ataupun tulang Edward yang patah-patah gara-gara betulin seluruh rumah warga, melainkan suara api unggun...-kok ga mirip ya?-)

........................................................................................

........................................................................................................

.................................................................................................................................................................................SSSIIIIIIIIIIINNNGGGG............

".................... ...OW..." permulaan percakapan ini diawali dengan Ed yang puyeng..

Sedangkan Heinkel dan Darius, dari telingan mereka muncul asap aneh.

Kanda cuma bisa bingung 8 keliling kaya waktu main poker sama Allen gara-gara ga ngerti ujung pankal permasalahan.

Marie hanya diam tanpa kata, diikuti dengan Jend. Tiedoll yang baru saja menyikat lemak dan noda pada piring.

"Akulah Philosopher's stone yang selama ini kau cari" tegas Hoenheim dengan singkat samapai bikin suasana jadi horor, sambil nunjuk diri sendiri pake jempol.

"Mau menggunakanku?"

"APA KAU IDIOT!?" jawab Edward yang bermaksud baik tapi penyampaiannya buruk. Dasar anak durhaka! "Itu semua menggunakan jiwa oarng-orang yang tak bersalah. Lagi pula ini semua adalah kesalahan kita sendiri yang berakhir seperti ini, mangkanya kami tidak mau menggunakan mereka!" ucap Edward dengan menunjukkan muka rada ngeles.

"Huh! Tumben amat lu ngomong kaya gitu, Oi Moyashi ceb-" belum sempat Kanda menyelesaikan kalimat terakhirnya, dia udah keburu di bekem om-om gede yang kaga pengen tontonan telenovela-tapi-nyata yang ada di hadapan mereka dihancurkan dengan gangguan kata 'cebol' dengan maksud di tunjukkan tentu saja ke Edward. Untunglah Ed rada-rada budi alias budeg dikit gara-gara shock denger pengakuan dosa ayahnya barusan...

"Aku lega mendengarmu mengatakan hal itu," tesungging senyum diwajah Hoenheim. "Lalu, apa kau mau membantuku menghentikan ambisi'nya'?" kali ini dia tanya dengan nunjukkin tampang bego.

"Hah!? Membantumu? Emang gua pembokab lu apa? Biar kuluruskan masalahnya!" tampang Ed mulai serius.. " Aku akan menghentikkan'nya' dengan maupun tanpamu! Tapi untuk sekarang ini, kita akan dapat lebih banyak kesempatan bila kau ada dipihak kami. Cuma itu alasanku datang kemari " ucap Ed dengan nada bocah yang sok dan nyebelin.

"Baiklah, dengan mengabaikan alasanmu.. mari kita bertempur bersama" kata Hoenheim sambil tersenyum, heran deh... suasana lagi tegang gini tapi Hoenheim masih saja senyam-senyum.


Flash back selesai...

Kita balik lagi...



"Aduh...." terdengar suara Ed mengerang kesakitan sambil memegangi pinggulnya.

"Hm? Ngapain loe Moyashi cebol? Nyadar kalau sudah berumur ya?" tegur Kanda yang-sepertinya(?)-peduli dengan keadaan Edward.

"SIAPA YANG CEBOL!!??"

"Sudahlah..." tegur om-om yang bernama Heinkel, "Kalian ini udah gede tapi kelakuan kaya anak kecil malu-maluin aja!" ejek om berkacamata ini sambil geleng-geleng kepala kaya habis dugem.

"Tapi, apa kau tidak bisa lebih lembut sedikit dengan ayahmu, eh?" kata Heinkel.

"Ya! Kaya manggil dia 'ayah' ketimbang 'kau' atau apalah" dilanjutkan Darius

"Aku rasa sudah banyak yang terjadi, tapi dia kelihatannya bukan tipe yang suka meninggalkan istrinya, mm?" kata Heinkel lagi seraya memojokkan Ed.

"Ya! Pasti banyak yang terjadi, huh?" lanjut Darius lagi yang udah bikin Ed keringetan, "Katakan pada kami, akan kami dengarkan."

"Gr... CUKUP!! CUKUP!! YA! Banyak sekali yang terjadi! Oke? Banyak!!" teriak Ed kaya orang kesetanan, bukanya dia sudah jadi setan ya?

"Banyak apanya?" tanya Greed ikut-ikut arisan that mean, area rasan-rasan

"Dia hanya kers kepala saja" jawab Darius.

"NNNGHRRRGH-" sambil menujukkan eskpresi muka bukan manusia.

"Dasar CEBOL!!" ejek Kanda yang ga ada hubungannya.

"AAARRRHHGG!! Kita ganti soal! Kalian ga ada urusan sama masalah kita khan?" alih Ed yang kelihatannya sudah dewasa. Amin.

"Hah? Loe ngomong ama siapa seh? Kita emang ga ada urusan sama masalah di negeri ini kok mangkanya..." celoteh Kanda ga karuan.

"SIAPA JUGA YANG NANYA ELO!? Bego! Cakep-cakep bego!" balas Ed dengan penuh emosi.

"APA!? Jadi loe nantangin gue Moyashi cebol!? Okeh! Otot gua juga pada pegel semua neh!! Mugen! Hatsudo!"

JTAK!..JTAK! "Ngapain kalian? Disini gue yang mutusin!" stop Greed dengan menjitak kepala Ed dan Kanda satu-satu.

"Ugh... ini semua salah elo!!" lempar Kanda ke Ed.

"Enak aja! Greed juga! Ngapain pake mukul kepala orang segala!!" lalu Ed mengoper ke Greed.

"Ehem! Sekarang loe bekerja untukku om-om di belakang itu juga, jadi disini aku yang memutuskan! Kau sendiri yang mau jadi anak buahku, kau ingat?" akhirnya diselesaikan Greed dengan satu kalimat yang sama sekali ga bisa di bantah siapapun.

"Ghe! iya, iya... jadi gimana dengan kalian? Kalian ga ada urusan lain kan? Bukankah lebih baik kita berpisah disini saja?" tanya Edward sekali lagi.

"Woy! Sudah kubilang aku yang putuskan..." ingatin Greed lagi

"Apa kalian ingin mengembalikan tubuh kalian kembali ke semula seperti para chimera lainnya?" kata-kata Greed sama sekali ga didenger, apakah mungkin Ed memang budi?

"Tidak juga" jawab om Heinkel, "Menjadi chimera jauh lebih praktis" lanjutnya.

"Ya! Kita tidak terlalu peduli akan hal itu!" sambung om Gori-eh! Darius.

"YA HA-! Lho!eh! GHAHAHAHAHA! Bagus! Itu baru semangat!" sambut Greed kegirangan gara-gara ga jadi kehilangan anak buah.

"Um- amo... sebenarnya..." akhirnya Marie mamberanikan diri untuk nanya, gara-gara ga mudeng dengan masalah yang lagi di omongin.

"Sudahlah Marie, jangan berurusan dengan mereka terlalu jauh!" saran Kanda dengan ekpresi muka-urusan-loe-ya-urusan-loe-bukan-urusan-gue.

"Tapi.. aku tetap penasaran! Sebenarnya ada apa sih? Aku bingung dengan arah pembicaraan kalian." Itulah tekad yang sudah dilumat-eh! bulatkan oleh Marie, tanyalah bila tak tahu!

"Hng? Gimana ya? Kalau diceritakan bakal panjang nih..." jawab Ed sambal-eh! sambil menggaruk kepalanya yang entah ada kutunya atau ketombe, rambut kering, patah dan bercabang, "Bagaimana nih, Greed? Apa kita harus ceritakan dari awal?"

"Hah! Urusan itu nanti saja dulu!" sahut Greed santai kaya judul lagunya Roma Irama.

"Hm... oke, nanti malam saja akan aku dongengin! Lalu, bagaimana denganmu Greed? Kenapa kau mau ikut dengan kita? Bukankah kau sedang melarikan diri dari Homunculus lain?" tanya Ed yang ga memberikan kesempatan Greed buat jawab satu-satu, dasar rakus!

"Kau tanya apa aku akan balik ke Central?" tanya balik Greed yang tidak membutuhkan jawaban sambil miringin kepalanya yang memang sudah miring, "Itu rahasia. Ha!" jawab Greed dengan senyum khasnya saat memakai tubuh Ling.

"Hah???"

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dengan berakhir...

Ed merasa terintimidasi oleh sesuatu, saat mencari asal pandangan mata yang menusuk tapi sangat akrab tersebut, Ed menoleh ke arah Kanda yang didapatinya ngilang dalam sekejap (bahkan author juga ga ngerti ngilang dimana ntu Kadal-eh! Kanda)

"Tch! Ditinggal ngemeng-ngemeng bentar aja ngambek dikira ga ada yang merhatiin! Payah!! Samurai apaan tu? Chu chu!!" ejek Ed ke Kanda yang menghilang ke negeri antah berantah sambil meludah-ludah ga jelas.

Tiba-tiba saja.... dari belakang....

Ada semacam aura ga enak(bukan aura kasih soalnya)yang tiba-tiba nongol dari belakang.... khi khi khi...

"E..d...wa..rd......." dari balik bayangan muncul tangan yang tiba-tiba saja nyangkut di pundak Ed.

So pasti itu membuat Ed keringetan sambil mikir yang nggak-nggak, sambil gemeter Ed nengok, "GYAAAAA!!!!" teriak Ed yang belum sampe liat muka ntu setan.

"Nape lu treak!?", DUAGH!-mukul kepala Ed-(wah tambah bantet nih!*disate*)

"Ha? A-arisu!?" tunjuk Ed dengan reaksi habis ketemu mabk kunti, sambil terbata-bata.

"..... kok reaksi lu geto seh? Ga seneng liat gue hah?"

"Lho? Kok tau? Eh! nggak! Nggak kok!!" Ed cepet-cepet 'memperbaiki' kosakatanya sebelum dia dijadiin tempura oleh Arisu.

Tapi, terlambat sudah kaudatang padaku~,weh!? lho? Kok malah nyanyi?(hayo ada yang tau lagu ini ga? Lagu lama lho! Jika tahu silakan jawab!!-ga wajib kok-)

Tapi terlambat sudah..., Arisu udah siap-siap mengelap tangan kanannya untuk meluncurkan jurus super punch kaya dikomik-komik jaman baeula, "Oi, Ed, kau tahu khan maksud dan ujuanku datang? Kalo salah jawab guwa jitak!?" sembari memapang tampang hyeena yang udah seminggu ga makan daging manusia.

"Eh..? ke-kedatanganmu ya...? eng-...." pikir Ed sambil jiplak gaya patung yang terkenal-maklum author lupa nama patungnya-, tapi ga bentuk lantaran tubuh Ed yang pendek, 'Jangan-jangan, Arisu datang cause di beri perintah fuhrer nih? Bener ga ya? Hm...' akhirnya Ed membuka mulutnya, "Bukan untuk disuruh King Bradley menangkapku khan?" tebak Ed.

Satu pukulan melayang dibotak Ed.

"Bukan dodol!" jawab Arisu ganas, dan itu mengingatkan Ed akan traumanya bertemu dengan mbak dari Major Armstrong di Benteng Bligx.

BBRRR... 'Busyeeet.. Gue ni kok nasibnye sial amat. Ketemu cewek-cewek kece tapi ganas!! Tobat dah gua!!.' Batin Ed dalam ati, "Trus? Disuruh sensei? EIT!! KALO SALAH JANGAN DIJITAK LAGI!! GA TAMBAH TINGGI NTAR GUA!!!" persiapan melawan jitakan Arisu.

"Loe juga!! Umur loe khan lebih muda dari gue!! Hargain dikit napa!?" protes Ed yang mukanya udah berubah kaya teruteru bonzu dengan antena.

"Biarin!! EGP!! Toh lu juga lebih pendek dari gua!!" balas Arisu

"APA HUBUNGANNYA!!!?" semprot Ed udah mulai darah tinggi yang ga sebanding dengan tingginya.

Yak! Dari pada kita lihat pertengkaran ga jelas diatas mari kita skip saja bagian ini. Nah lanjut!!!

"Tch! Apa-apaan pada ribut kaya di Ragunan ajah!!!" sela Kanda yang tiba-tiba nongol-dan-menyela-pembicaraan dari antah beranta.

"Bikin jantungan ajah loe!!" protes Heinkel, yang emang sudah umur untuk penyakit yang begituan-?-

"Dah! Brisik lu!! Pak tua!!" jawab Kanda ga punya sopan santun seperti yang diajarkan di SD-SMP-maupun SMA

"Khekhekeh....lu ketinggalan tontonan enarik nih! Noh, si Bantet di marah-marahin ama cewek. Malu-malui bangetz sih" tunjuk Greed pake jari tengahnya.

"Ape-ape?? Menarik nih buat nambah-nambah ejekan buat ntu Kacang." Ujar Kanda sambil dorong-dorong orang depan buat liat kaya apa ceweknya. "..... Ng? Kok rasanya agak dejavu liat ntu cewek?"

"Apa? Kanda tertarik dengan cewek!? Harus beritahu Gensui nih!!" ujar Marie tapi Kanda ga denger, jauh seh... Marie ditinggal Kanda ndiri di belakang.

"Apa? Mukelu kaya simpanse lagi mikir nih?" tegur-?- Greed, supaya Kanda ga kesambet.

"APA!?" -udah ngaktifin mugen-, "Hh.. dah! Cuman rasanya gue pernah liat ntu cewek... Dimana ya?" tahan Kanda amarahnya, yang membuat author juga kaget-Kanda bisa dewasa juga ya?-

"Hoooh... Samperin ajah, gue juga penasaran siapa cewek itu, klo jomblo maw gua tembak ah~" saran-?- Greed kepada Kanda

Sekilas muka Kanda keliatan manyun, "Ya udah, c'mon" ajak Kanda pake bahasa inggris.

"Woy! Moyashi-Bantet-kuning!!" panggil Kanda ke Ed

"SIIIUUUAAAPAAA YANG BANTET-KECIL-KACANG-MICRO MINI BANGET HAH!?" respect Ed sama panggilannya Kanda.

"Lah? Lu tading yang mengakui ndiri kok!" bales Kanda santai

"APUUAAA!? BR(*pengendalian diri ^^.*)EEK LU!!"umpat Ed

Langsung saja sebuah tangan melayang ke muka Ed, "Oi... Ed! Apa yang sudah sensei ajarkan padamu hah? Bisa-bisanya cebol kaya lu berani mengumpat didepanku! Gw sumpel mulutlu nanti!!!" tegur Arisu tentang ajaran sensei mereka yang tidak lain dan tidak bukan ialah Izumi yang sama ganasnya dengan Arisu-melebihi mungkin-

"Hiii...." GLEEK.., dan kejadian itu tentu saja membuat Ed jadi kepikiran, 'Jangan nurun... Jangan nurun...moga-moga besok kalo punya anak ga kaya dia... Jangan nurun...' harap Ed sambil mengelus-elus dahi dan perutnya berulang-ulang.

"Sukurin lu!!" ejek Darius

"Denger tuh! Belajar dikit noh dari mbak ini!!" sambung Heinkel.

"Heh! Masa lu kalah ama cewek sih? Dasar ciut amat seh lu!" tambah Greed.

Lengkap sudah hinaan yang di terima Edward dalam beberapa menit yang panjang ini.

"Khukhukhu...." kekeh Kanda liat Ed terpuruk, dasar ga berperasaan. Puas melihat Ed makan ati, Kanda melirik cewek yang sudah menginjak-ijak Ed-bukan secara harafiah-. 'Ga-gadis ini!! Yang kemaren bego-begoin gua! Kurang ASIIN!! Gue ketemu lagi nih ama ntu cewek! Ah.. tapi mukanya benar-benar mirip Sophia...' pikir Kanda dalem ati sambil liat-liat muka Arisu (SFX : Pandangan Pertama by Slank feat. Nirina Zubir)

Arisu yang merasa dari tadi ada yang ngeliatin lang sung tau kalo itu berasal dari Kanda, cause pada dasarnya mata Kanda itu seperti maw nantangin orang buat lomba makan soba. Merasa terancam Arisu membuka mulutnya, "A-ape.. lu... liat-liat?? Jijayin banget tau!!" semprot Arisu.

Semua yang baru sadar cuma bisa ngbatin 'EH? BENER JUGA YA?' serentak lagi. Bener-bener kompak deh.

"HAH?" Kanda yang sadar dilirik sinis sama yang lain langsung mengerutkan dahi, "Jja-jangan bercanda lu!! GR gue liat lu!!!"

"Lha? Tadi ntu apa? Perasaan gua peka tau ga pekok!!!" bela Arisu

'Kalo peka kenapa tadi omongannya yakitin gitu...' batin Ed

"HAH! SIAPA JUGA YANG LIATIN ELO!!"

"Dari tadi lu Cuma lari dari topik pembicaraan!! Oy Ed! Orang kaya gini napa lu ajakin temenan sih? Jangan-jangan dia teroris!? Ati-ati lu! Ntar kaya Noordin M. Top, di bom lu." Tanya dan prasangka Arisu yang ga jelas.

"Woy!! Omong jangan sembarangan ya... gua ni, anti ngebom!! Kecuali dari bawah-eh!? Bukan!! Tapi, gue nih EXORCIST tau!!"

"Ooooh.... Ga" respon Arisu.

Akhirnya Kanda tambah strees dengan ditandai dengan bertambahnya 1 uban lagi di kepalanya. Gara-gara ketemu ini dan itu-???-, maka beban mental yang ditanggung Kanda semakin nambah tiap kalinya.... mungkin?

Dengan adanya usulan dari Ed dkk, maka perang mulut antar orang-orang sadis-dingin-dan ganaspun terhenti(pada saat itu) yaitu kembali ketempat kumpul awal semula pada tengah perjalanan...........

BUGH SNIF... SNIF..!(Henikel ngendus bau yang tak asing)

"Ada apa sih?" muka Ed kepentok ounggung Heinkel yang tiba-tiba berhenti berjalan, "Lagian lu juga ngendus-ngendus ga jelas! Lu kentut ya?"

BLETAK!

Penyebab kejadian di atas adalah................................................................................................................................................................................................

Penemuan sesosok zirah! Dibalik kegelapan dan semak-semak.

(SFX: JEEJEEJEEENG!)

"AL!" sambut Ed yang senang bertemu Adik-Tercintanya, brother complex sih, "UOOOOO… Akhirnya kita bisa kumpul juga denganmu!!"

"Siapa seh? Kok kayaknya Baka-Moyashi-Cebol itu seneng banget!" tanya Kanda yang sekali lagi sangat tidak sopan.

"Hn? Dia?" tunjuk Greed pake jari tengahnya, "Dia adik kesayangan Ed yang dari tadi dicariin terus! Kau ingat di tempat perkumpulan tadi khan? Nah! Dia yang namanya Alphonse, gara-gara sesuatu makanya tubuhnya jadi Bongsor kaya gitu!" jelas Greed yang tidak bisa menjelaskan masalah yang sebenarnya.

"Aku juga senang melihat Kakak juga baik-baik saja"

"Tenang saja~ aku baik-baik saja~" nyanyi Ed yang mengakibatkan gerombolan tupai jatuh dari pohonnya bersama-sama dengan acorn, saking pedenya Ed nyanyi dia ga sadar kalo Arisu dan yang lainnya muntah dan sakit perut gara-gara denger nyanyian yang terlalu dipaksakan tadi. "Sialan si Ed... Ugh..hg..." sela Kanda didalam muntahnya.

"Eh BTWINTHEWAYBUSWAYNGALANGINJALANWOY!!" embel-embel Ed kepanjangan...., "Diamana Mayor Miles? Bukannya kamu sama-sama dia?" tanya Ed sama Al

DEGH

"Trus, apa semua anggotanya juga selamat?" lanjutan tanya dari Ed ke Al.

DEGH! DEGH! (suara degupan jantung Greed yang berdetak keras, bukan dikarenakan kasmaran atau semacamnya.)

"....Ah ya..." jawab Al lirih, "Kak, ada yang ingin kutunjukan kepadamu, bisakah kau ikut denganku?" sambung Al yang menurut Ed agak aneh bahkan author juga berpendapat sama(siapa yang nanya?).

"?? Ya, tentu saja..." karena Ed penasaran sama tingkah laku Ed yang aneh dia akhirnya tanya sama Al tentunya. "Al! Kau yakin baik-baik saja? Kau agak aneh hari ini." Tanya Ed langsung tothepoint.

"ED!!" teriak Arisu dan Greed yang entah mengapa bisa bebarengan.

"!?" Ed jantungan.

"??" Greed melihat Arisu. "??" Arisu melihat Greed. Mereka saling mandang-memandang satu sama lain. (sekali lagi BGM: Pandangan Pertama Awal aku berjumpa~ by Slank feat Nirina Zubir)

"WOY!!" bentak Ed sewot.

"...cepat pergi darinya!! Dia.. Dia.." sambung Greed mendramatisir.

"Kelamaan lu! Dia homunculus!!" sela Arisu mendadak. "...." Greed sewot.

APA!? Kata-kata itu sudah terlihat dalam raut muka Ed.

SRAAAT (Ket: ada something uncul dari bawah kaki Al)

GIITS (Ket: ada sesuatu menyerempet hidung Darius)

"UWOOAH!!!" kaget hidung peseknya keserempet Darius berteriak lebay.

"A...APA-APAAN!?" serentak semua menyiapkan seperangkat alat solat buat ngaji-eh! masudnya senjata mereka masing-masing.

"Jadi... sekarang kau ikut dengan mereka greed ? ?" suara homunculus yang disebut Arisu dan Greed tadi.

"dan kau masih berada disekitar manusia itu..." oloknya sampe bikin author juga merasa greget ngeliatnya.

"kau masih sangat lemah greed!!"

TBC


BEHIND THE SCENE

Akhirnya selese juga....

Edward : "Ha..."

Arisu : "Ngape lu Ed? Pucet gitu?" tanya Arisu innocent

Edward : "Perasaan isi cerita ni bikin gua terpojok.... despreate deh gue..."

Arisu : "Ati-ati Ed! Kalo dipikir terus ntar lo ga tambah tinggi-tinggi"

Edward : "SHAA DAAAAP(shut up)!!!"

ArisuAu : "Iya lho, Edo-san! Ntar mental lho terbebani jadi ga isa tinggi-tinggi lho"

Edward : "Author ga usah ikut-ikut! Lagi pula ngapa juga updatenya lama?"

ArisuAu : "Ah! Aku harus nyari tugas! Bubay..." ngacir

Kanda : "Woy! Lu liat author ga?"

Edward : "Baru aja ngacir! Emang napa?"

Kanda : "Tch!! Soalnya bagia buat gue cuman dikit"

Marie : "Lu masih mending! Lha gue... kayanya Cuma jadi figuran doank!"

Tiedoll : "Rasanya aku Cuma muncul di chapter 1"

Hoenheim : "Aku juga ... Cuma kecipratan dikit"

Heinkel : "Greed, ga protes lu?" tanyanya sambil bawa daftar protes ke Author dari seluruh pemain.

Greed : "Ga ah! Ngrepotin! Gini aja gue da puas!"

Darius : "Lu khan dapet peran lumayan banyak!!"

Edward : "Tulis juga, tambahin tinggi gue!"

Kanda : "Gue mo makan soba!"

Marie : "Bawa anggota BO lainnya!!"

Tiedoll : "Scenenya diganti!"

Hoenheim : "Buat rumah saia kembali normal lagi"

Heinkel+Darius : "BOKU(bahasa Jp dari Aku untuk laki-laki)...!!"

YAK! BTS(BEHIND THE SCENE) DITUTUP

ALL : "EEEHHH!?!?"

Alphonse : "Aku belom komentar!!"

Homunculus : "nama saia juga belom dibahas!!"

ArisuAu : "Dilanjutin besok aja!!"

Arisu : "....." -cengo- -speechless-


Alow minna-san... maaf lama apdetnya...

Lanjutan ke 3nya...seperti biasa~ saia bakal lama apdetnya...

Maaf ya... sampe 2 bulan.... hehehe... "

Tapi saia tetep nunggu RnR dari kalian semoga senang baca Fic saia!

Kaya sebelumnya maw lewat FB, ato langsung Repiew silakan! Tapi sayang nomer saia belon di ganti... =.=a...

Oya... silakan voting! Maw ceritanya langsung panjang ato pendek-pendek kaya gini. Soalnya temen saia claim kalo satu chapter ajah udah banyak banget... hahaha...

Maaf saia ga isa apdet bulan kemaren cause banyak kegiatan sama saia kena penyakit.... ukh.. bener-bener ga enak...

Udah keserang Types(baru gejala seh.. ga maw kena yang ke-3 kalinya!!), penyalit males..., macet ide..., kompu dipake nyokap..., monitor hank..., hah.....(-_-")...

Trus... saia harus ikut les..., maen Harvest Moon (0.), de-de-el... banyak kegiatan dadakn sama keluarga! Terutama beres-beres rumah!! Bikin saia bersin-bersin sama gatal-gatal aja!(alergi debu), belom lagi harus ngangkat ini dan itu... bikin pegel da... cepek dah...

Yah.. pokoknya tunggu chapter selanjutnya!! See you next times!! Bubay!! Za jian!! Sayonara!!


SPECIAL THANK'S TO :

Ajeng Catty : Tenag saja jeung! Saia baca kok....(pas dibaca), makasih sarannya^^, misstyponya... saia memang ceroboh... XP

Akira-san : maw bikin omake jeung? XDD, maaf... chap2 lom ada Lavi-kunnya... OC? Okeh! Saia daftar dulu-halah!-, istri!? OMG!!....oke dech! Tunggu ajiah!

Akatsumusi Ai : Arigatow^^

Aya-chan salah ngasih repiu : nie dari Aya-san khan? Arigatou lagi^^, eh? emang lom ada yang buat FMAxDGM? –miringin kepala-

Anon =P : Makasih sarannya^^, kalo masih ada claim bilang aja~, crossover? Lom ketemu ama Noah n' homunculus ni... paling bentar lagi! Sabar ya...

Reiya Sumeragi : Makasih Rea-chan!^^, saia juga nunggu BCB sama MODERNIZATIONnya nih...

AND YOU!!