Hajimemashite, Minna…

Watashiwa ~ Ruki ~ desu

Disclaimer : Tite Kubo-Sensei

Warning : OOC, AU, Typo

Pairing : IchiRuki, IchiHime


Trim'z banget yang udah mau ngereview Ruki


Zheone Quin_ yah! Inih Update en langsung tamat, CintaQu.. maap lama banget coz lebih semangat ngurusin Fic atas ide sendiri.

Aine Higurasi_ Wah! ampek segitu'na kah? Hehehe.. ini dah Ruki tamatin. Maap lama ea..? coz Ruki lebih semangat ngurusin Fic atas ide sendiri.

Dr. Otaku_ hehehe... Ishida gag keluar tuh, Neng! Ruki juga gak tega kug! Coz Ruki juga sayang Hime. Tapi Ruki dah capek ngurusin fic bukan ide ndiri. Males manjangin'na.

Armalita nanda R._ Emang IchiRuki dah banyak ya? Malah bejibun banget gak kerumat. Tapi Ruki masih gak bisa en gak tega bikin IchiHime... hehehehe..

Ichirukiluna Gituloh_ Iya! Emang IchiRuki dari sononya dah ditakdirin bersama selamanya. Nih! Dah tamat, Cin!

So-Chand 'Luph pLend'_ masak iya keren, Cin... hahahaha..

Mii Saginomiya_ Wah! Makasih! Nih dah update, Cin! Sekaligus Tamat.

Edogawa Luffy_ gak pa-pa kug, meskipun telat r'viu'na. Iya, Ruki juga bercita-cita kayak gitu. Nonton kembang api ama pacar, terus... Ah! Gak jadi ah! Susah bayangin'na.

-killuMakino 623_ wah, pernah baca komik'na ya? Emang keren kan? Tapi entahlah kalau tambah jelek di tangan Ruki.

Azalea Yukiko_ Iya, Ruki emank suka buat typo. Gomennasai, Cin! Udah Ruki perbaiki di Chap inih kug!

Kuchiki Shirayuki Rukia_ sedih kenapa, Cin? Tapi ini bahagia kug! Enjoy this Chap.

Zangetsuichigo13_ makasih r'viu'na ya, Cin? Enjoy!

Hinamori Sakura-chan_ hehehe.. Ruki juga mikirnya gitu pas mau bikin nih Fic, tapi di tengah jalan Ruki capek, en gak semangat coz bukan fic dari ide sendiri. Jadi males ajah!

Deathberry Kuchiki_ wah di fav kah maksud kamu, CintaQu? Makasih ya, Cin.. Luph you puol!

Yui Hoshina_ Maap lama Update'na. Coz Ruki gak ada semangat buat ngetik fic yang gak berasal dari otak Ruki ndiri. Makasih dah nyempetin r'viu, Cin! Enjoy ia?


^_^ Kilas balik chap. 2


Rukia menjadi semakin bingung dengan perasaannya sendiri. Semenjak kejadian itu, yaitu kejadian saat dirinya mencium Ichigo, Rukia menjadi orang linglung dan banyak melakukan kesalahan sampai-sampai membuat Ichigo marah. Ichigo melompati balkon pembatas di lantai dua untuk menemui Rukia. Rukia menangis di pelukan Ichigo dan saat itu juga Inoue melihat semuanya.


Dari komik dengan judul


~3 COLOURS SIGNAL~

= Ruki =

Chapter Terakhir


Ku..Kuchiki?" kata Inoue gagap setelah melihat sepasang insan yang sedang berpelukan di lantai atas. Inoue langsung saja berlari dan kembali ke dalam rumahnya.

"Kenapa kau menghianati aku, Kuchiki? Kenapa?" kata Inoue yang kini telah berlinangan air mata.

Dipihak lain.

Kini Ichigo dan Rukia telah melepas pelukan mereka.

"Terima kasih, Ichigo." kata Rukia sambil mengelap air matanya.

"Sudahlah, yang penting kau kembali tersenyum. Dan ingatlah semua masalah pasti ada jalan keluarnya."

"Kau benar, Ichigo." kata Rukia yang kini memandangi langit malam tanpa bintang sama sekali.

*(n_n)* Hari Minggu.

Saat ini Ichigo dengan memakai celana hitam semata kakinya dan setelan berupa kemeja putih yang begitu tampak cemerlang. Dengan santainya Ichigo berjalan melewati gerbang rumahnya. Ia nampak sangat bersinar di hari libur ini.

"Momot! Jangan berlari ke sana!" teriak Rukia memecah perhatian Ichigo.

Saat Ichigo menoleh ke arah rumah tetangganya itu, langsung saja seekor anjing menyerang dirinya dengan melompat menuju wajahnya sehingga membuat Ichigo terjatuh. Saat ia terjatuh dengan innocent'nya anjing itu menjilati wajah Ichigo, membuat Ichigo marah-marah tak jelas.

"Hei, Rukia! Cepat singkirkan anjing bodohmu ini!" Kata Ichigo mulai memposisikan duduk, namun tetap saja anjing itu menjilati Ichigo tanpa rasa takut sama sekali.

"Rukia! Kau tuli? Cepat bawa dia!" kata Ichigo mulai marah.

Dengan ketus Rukia menarik tali pengikat leher anjingnya tanpa melihat ke arah Ichigo sama sekali.

"Kemari, Momot!" kata Rukia ketus dengan memandang ke arah lain.

"Rukia?" kata Ichigo pelan mulai bertanya-tanya atas sikap Rukia itu.

Rukia terus menarik tali leher anjing tersebut dari jarak yang lumayan jauh. Dan kini Terjadilah tarik-menarik antara anjing dan majikannya. Anjing itu mulai marah, ia kemudian menarik dirinya lebih kuat sehingga Rukia ikut terbawa. Dan terjadilah hal yang di luar dugaan Rukia. Ia jatuh terperosok di atas genangan air lumpur di depannya. Ichigo hanya sweetdrop lalu...

"Bwahahahahaha...!" tawa Ichigo menggema hingga ke ujung dunia.

Rukia mulai bangun namun wajahnya sudah sangat penuh dengan masker alami berupa lumpur berwarna kecoklatan. Ichigo yang melihat wajah aneh Rukia malah semakin keras menertawakan Rukia.

"Bwahahahaha...! aku tidak tahan! Hahahahaha...!"

Ichigo sampai memagangi perutnya karena tidak tahan menahan gejolak lucu yang merangsang nyeri di perutnya. Bahkan matanya sampai berkaca-kaca. Rukia yang tidak terima dengan cepat memeluk Ichigo. Dan Ichigo pun langsung menghentikan tawanya, ia sangat kaget, kenapa Rukia memeluknya tiba-tiba. Bahkan pipi Ichigo pun terukir aksen merah tipis pertanda ia malu saat ini.

"Rukia..?" kata Ichigo pelan.

Rukia mulai mendongak ke arah wajah Ichigo dan tertawa kecil. Saat Ichigo melihat ke arah bajunya, ia langsung marah besar karena noda lumpur di muka Rukia kini melekat di baju putihnya.

"Apa? Dasar! Sudah keren-keren gini!" kata Ichigo meruntuki nasibnya.

Dengan cepat Rukia berlari ke arah depan rumahnya mengambil selang yang tadinya mau ia gunakan untuk memandikan anjingnya. Kini Ichigo pun menjadi sasaran Rukia. Dengan cepat Rukia mengarahkan selang air itu pada diri Ichigo, Ichigo hanya bisa menghalangi mukanya dengan kedua tangan miliknya.

"Hentikan, Pendek!" kata Ichigo dengan nada memerintah dan mengejek.

"Hahahaha... ini hukuman untukmu!" kata Rukia yang tidak mau berhenti menyiram Ichigo.

Ichigo yang sudah terlajur basah mulai melakukan perlawanan. Dengan cepat Ichigo mengambil langkah ke arah belakang tubuh Rukia, kemudian dengan cepat Ichigo menggenggam kedua tangan Rukia yang memegangi selang, dan itu berarti Ichigo memeluk Rukia tapi dari belakang saja. Jantung Rukia langsung berdebar-debar hebat, namun ia tidak mau kalah dengan seorang Ichigo saja.

"Hei! Apa yang kau lakukan, Jeruk?" kata Rukia dengan nada tinggi dan sedikit perlawanan.

"Mengalahkanmu!" kata Ichigo sedikit menyeringai.

"Cih! Siapa takut?" kata Rukia menerima tantangan Ichigo.

Mereka pun saling berebut selang dengan posisi yang tak berubah, keduanya tertawa lepas bersama. Air membasahi kedua insan tersebut karena meraka saling berebut selang yang terangkat ke atas dengan mereka basah kuyup sekarang.

Disisi lain, Inoue tengah memperhatikan kedua sahabatnya itu. Ia bersembunyi di balik pohon. Ia terlihat sagat sedih. Kemudian ia berlari menuju ke dalam rumah dengan isakan yang memamang sudah ada sejak tadi.

Karakura High School.

Hari ini adalah hari kosong bagi anak-anak kelas 3, termasuk Ichigo dan Rukia. Karena mereka telah selesai melewati masa-masa ujian sekolah.

"Hei, jangan lupa besok kita akan ada pertandingan basket, kau harus menang, Rukia!" kata Ichigo menyemangati.

"Iya, itu pasti. Kau juga harus memenangkannya, Bodoh!" kata Rukia dengan senyum.

"Tentu saja." kata Ichigo mantap.

Hari pertandingan.

Saat ini Ichigo dan Rukia tengah bertanding di gedung olahraga wilayah Karakura. Tempat mereka terpisah, Ichigo bersama Inoue dan Rukia hanya sendiri saja namun ia di dampingi dengan teman sekelasnya, Tatsuki. Inoue memilih melihat Ichigo, karena memang itu yang ia inginkan. Rukia sama sekali tidak merasa keberatan, saat Inoue mengatakan hal tersebut. Rukia membiarkanya pergi dengan senyum yang sangat lebar.

*(n_n)*

Saat ini mereka telah sampai di babak final. Ichigo maupun Rukia telah mati-matian bersama timnya untuk memenangkan pertandingan. Setelah lama menunggu, ringtone HP Inoue berbunyi.

"Ya, Moshi-moshi? Ada apa, Tatsuki?" tanya Inoue pada seseorang di sebrang telepon.

"Inoue, disini kita menang! Kita memenangkan pertandingannya!" kata Tatsuki girang.

"Benarkah? Baiklah! Aku juga akan berusaha mendukung di sini!"

"Baiklah, sampaikan pada semuanya, ya?"

"Tentu!"

Inoue langsung menutup sambungan telepon dan menuju ke barisan paling depan. Dilihatnya saat ini, Ichigo tengah berusaha keras memenangkan babak final tersebut.

"Kurosaki! Kuchiki berhasil menang! Kau harus memenangkannya juga!" teriak Inoue dengan suara maksimum.

Ichigo samar-samar mendengar teriakan Inoue. Ia menjadi tambah semangat karena sahabatnya telah berhasil maka dia juga harus bisa memenangkannya.

"Aku harus menang!" kata Ichigo dalam hati dengan muka yang lebih serius.

Keringat memenuhi seluruh tubuhnya, napasnya pun mulai pendek, ia juga mulai terengah-engah. Tapi dengan bayang-bayang Rukia yang berhasil menang, ia menjadi lebih tergugah untuk bisa menyalesaikan ini secepatnya dan...

Di belakang gedung.

Saat ini telah berdiri sosok Ichigo yang telah menggunakan seragam lengkapnya. Ia kemudian mengambil HP di kantung celananya. Ia menekan pelan di keypat Hp miliknya. Kemudian ia menekan tombol bergambar telepon pada nama `Rukia`.

"Halo, Rukia?" kata Ichigo pada seseorang di sebrang sana.

"Ya, Ichigo. Katanya kau menang ya? Selamat!" jawab Rukia girang.

"Iya. Kau juga kan?"

"Tentu saja dong!"

"Dasar sombong!"

"Sudahlah, aku.. ingin berbicara sesuatu padamu." kata Ichigo tiba-tiba dengan nada serius.

"Bicara saja."

"Tidak bisa disini. Ini tentang Malam Pesta Kembang Api waktu itu, kau mengerti kan?" kata Ichigo menjelaskan.

Seketika itu juga muka Rukia langsung menjadi merah, ia mengingatnya. Saat itu ia tak sengaja mencium Ichigo. Bukan, ia terbawa suasana untuk mencium Ichigo saat itu. Ia kira Ichigo sudah melupakannya, jadi ia sudah sedikit tenang. Namun sekarang, ia sangat syok mendengar perktaan Ichigo tersebut.

"I.. iya aku mengerti." kata Rukia gugup.

"Kita janjian di Cafe dekat stasiun saja. Nanti kita naik kereta bersama untuk pulang ke rumah. Aku akan berangkat sebentar lagi. Kau duluan saja."

"Baiklah, sampai jumpa."

"Ya."

Kini Ichigo telah memasukkan Hpnya ke dalam saku celananya. Ia menatap langit yang mendung sekilas. Memikirkan apa yang akan Rukia jelaskan tentang masalah tersebut nanti. Hujan mulai turun dengan volume air yang masih bisa dibilang sedikit, tak lama kemudian Ichigo berbalik dan akan menuju ke arah jalan raya. Namun ada seseorang yang meghentikan langkahnya.

"Inoue?" kata Ichigo sedikit terkejut.

"Jangan pergi, Kurosaki. Pulanglah bersamaku." kata Inoue dengan nada sedih.

"Hahaha.. Apa maksudmu? Adik yang manis tidak boleh seperti itu." kata Ichigo mengelus rambut panjang Inoue.

"Aku bukan adikmu!" kata Inoue dengan nada tinggi.

"...?" Ichigo diam karena terkejut.

"Jangan pergi! Aku ingin pulang bersamamu."

"Tapi Inoue, aku ada janji dengan..."

"Berhenti! Jangan katakan lagi! Aku.. Aku mencintaimu, Kurosaki!" kata Inoue dengan sedikit berteriak.

Kini Inoue telah menangis, ia menangisi dirinya sendiri yang begitu sangat memalukan. Ia menutupi wajahnya. Menangis sepuasnya di depan Ichigo.

Keduanya terdiam cukup lama tanpa merubah posisi, bahkan hujan yang semakin deras sama sekali tidak membuat mereka berkeinginan untuk berteduh saat ini. Ichigo mulai menunjukkan wajah yang sendu. Ia mendekat ke arah Inoue kemudian memeluknya dengan sangat lembut.

"Inoue, berhentilah menangis." kata Ichigo lirih.

Namun Inoue tetap tak bergerak sedikit pun, ia masih terisak.

Ichigo melepas pelukannya dan menarik lembut kedua tangan Inoue yang menutupi wajahnya sendiri. Kini kedua insan itu saling menatap.

"Inoue, aku juga menyayangimu..." kata Ichigo lirih.

Di Rumah Inoue pukul 6 tepat.

Dengan diam mereka berdua, yaitu Ichigo dan Inoue berjalan menuju ke Rumah keluarga Orihime. Mereka di sambut oleh Ibu Inoue, kemudian Ichigo langsung berpamitan pulang.

"Saya pulang dulu, Tante." kata Ichigo sesopan mungkin.

"Iya, Ichigo. Terima kasih telah mengantar Inoue." kata Ibu Inoue dengan senyum.

"Inoue, jaga kesehatanmu. Aku pulang dulu." kata Ichigo dengan senyum datar kemudian berjalan ke arah rumahnya sendiri yang berjarak dekat dengan Rumah Inoue.

Dilain pihak.

Kini Rukia berdiri dengan was-was di depan sebuah cafe dekat stasiun. Ia berteduh dan terus melihat jam yang terletak di dinding depannya. Kini jarumnya menunjukkan pukul 6 tepat. Hari menjadi semakin malam tapi Ichigo tidak juga muncul, menelepon saja tidak.

"Apa dia tidak datang?" kata Rukia lirih.

Jarum jam terus berputar, kini jarumnya menunjukkan pukul 8 malam tepat. Dengan wajah sendu Rukia mulai menembus hujan dan memutuskan untuk pulang.

Di Rumah Rukia, kamar Rukia.

Saat ini Rukia tengah duduk dengan kaki di tekuk di atas kasurnya. Ia menyandarkan dagunya pasrah di atas kedua lututnya yang ia himpitkan. Sedangkan kedua tangannya kini sedang memegangi sebuh foto. Foto dirinya, Ichigo dan Inoue yang begitu terlihat bahagia.

"Mungkinkah aku akan ditinggalkan? Mungkinkah aku akan sendiri diantara mereka?" kata Rukia dengan setetes air mata yang tidak ia sadari telah jatuh dari kedua mata violetnya.

Perpisahan sekolah.

Begitu ramai, disana-sini telah nampak semua siswa kelas tiga, lebih tepatnya mantan kelas tiga karena meraka telah lulus. Tema perpisahan kali ini adalah pesta kostum. Semua siswa di berikan kebebasan mengenakan kostum sesuai dengan yang mereka inginkan.

Rukia saat ini tengah menggunakan sebuah kimono pendek sebatas atas lututnya, kemudian ia mengenakan pembungkus tangan yang menyerupai kaki kelinci dan lumayan besar. Di atas kepalanya juga terpasang bandana berupa telinga kelinci putih yang ukurannya lumayan besar.

Dengan sangat PD, Rukia memasuki ruangan tempat dilaksanakannya acara perpisahan tersebut. Namun saat ia berhasil melewati pintu ruangan, ia melihat Inoue tengah mengenakan kostum Maid berwarna hitam putih. Ia juga membawa sebuah nampan berwarna silver. Ia sangat cantik dengan pakaian itu.

Keduanya saling memandang. Lalu Inoue mengambil langkah cepat mendekat pada Rukia kemudian mengawali pembicaraan.

"Kau tidak apa-apa kan, Kuchiki? Kau terlihat sedikit pucat?" kata Inoue khawatir.

"Apa yang kau bicarakan, Inoue? Aku sangat bahagia. Sungguh sangat bahagia!" kata Rukia dengan senyum terbaiknya.

"Kau bohong!" kata Inoue ketus.

"Apa maksudmu?" tanya Rukia heran.

"Dasar pengecut!" bentak Inoue.

"Apa kau bilang?" kata Rukia mulai marah.

"Kau sangat bodoh! Tidak mau berkata jujur pada perasaan sendiri. Pengecut!"

"Kau apa-apaan sih, Inoue? Aku hanya melakukan apa yang kuinginkan dan mengatakan apa yang kurasakan."

"Itulah, kesalahanmu! Dasar tukang bohong!"

"Apa kau bilang?"

Kini keduanya telah saling mendekat dengan tatapan saling membunuh. Keduanya juga memulai perkelahian kecil dengan saling menjambak rambut.

"Kau pengecut!" kata Inoue yang kini menjambak rambut hitam Rukia.

"Kau yang bodoh!" kata Rukia yang melakukan hal yang sama.

Suasana di sekitar mereka menjadi sangat riuh saat ini. Perkelahian Inoue dan Rukia telah menarik perhatian semua siswa di sekitar mereka.

"Wah! Apa-apaan mereka itu?"

"Bukankah mereka selalu akur?"

"Entahlah, mungkin mereka ada masalah."

Semua siswa tengah bertanya-tanya dengan sesuatu yang tidak biasanya terjadi itu. Dua sahabat baik tengah berkelahi di tempat umum dan saling menghina satu sama lain.

"Aku harus memanggil Ichigo." kata Tatsuki kemudian berlari menuju ke luar gedung

Tak lama kemudian.

Keduanya kini masih tetap berkelahi satu sama lain. Dandanan mereka telah acak-acakan. Tapi mereka tidak peduli akan hal itu.

"Hei! Kalian berdua, BERHENTI!" teriak Ichigo tidak sabar di depan pintu masuk.

Seketika itu juga Rukia dan Inoue berhenti dan menatap ke arah Ichigo.

"Sudahlah. Apa-apaan sih kalian ini?" kata Ichigo mulai mendekat.

"DIAM KAU!" kata Rukia dan Inoue bersamaan sambil melempar senjata mereka masing-masing. Rukia melempar sarung tangan kaki kelinci besarnya sedangkan Inoue melempar nampan miliknya. Keduanya tepat mengenai tubuh Ichigo. Ichigo pun langsung terkapar tak berdaya di tempat.

"Is death!" kata Tatsuki yang saat ini berada di samping Ichigo.

Dengan sekuat tenaga Tatsuki mencoba menyadarkan Ichigo yang tengah sekrat terkena jurus kedua temannya tadi. Begitu pula teman-taman di sekitar Ichigo saat ini, mereka membantu niat baik Tatsuki.

"Kau bodoh, Rukia Kuchiki!" kata Inoue dengan mencucutkan bibirnya.

"Kau juga! Kau lebih bodoh, Inoue Orihime!" kata Rukia sedikit melotot.

Mereka kembali ber'cek-cok ria, saling menghina, namun tidak beradu fisik seperti tadi.

Di pihak lain Ichigo telah sadar dan dengan ajaib sembuh dari masa kritisnya. Dengan cepat ia berdiri dan menuju ke arah kedua gadis itu, ia merangkul leher mereka berdua dari belakang. Keduanya tetap memberontak dan saling menghina.

"Hentikan! Aku sedih melihat kalian bertengkar seperti ini." kata Ichigo lembut.

Kedua gadis itu langsung diam. Kemudian dengan cepat Inoue ambil bicara.

"Kurosaki harus memilih. Pilih salah satu dari kami!" kata Inoue tegas.

"I.. Inoue..?" kata Rukia terkejut.

"Cepat Kurosaki! Katakan! Kau memilih siapa?" kata Inoue lebih tegas.

"A... Aku...." kata Ichigo dengan bingung tingkat maksimum.

"Tidak! Hentikan! Aku tidak ingin mendengarnya!" kata Rukia dalam hati dan kini ia memejamkan matanya erat-erat. Ia takut akan sesuatu yang akan Ichigo katakan.

Inoue pun melakukan hal yang sama, dengan diam ia memejamkan matanya erat-erat.

"Aku... aku memilih... aku memilih kalian berdua!" kata Ichigo yang membuat semua siswa sweetdrop.

Reflek Rukia dan Inoue membuka mata dengan sangat kaget. Keduanya merosotkan tubuhnya dan terduduk seketika.

"Lho? Inoue? Rukia?" kata Ichigo menatap keduanya bergantian saat menyadari mereka berdua telah terlepas begitu saja dari pelukannya dan kini terduduk lemas di lantai.

"Kau tidak boleh begitu, Kurosaki!"

"Iya, cepat pilih salah satu!"

"Iya, cepat pilih! Jangan keduanya!"

"Pilih!"

"Pilih salah satu!"

"Cepat pilih!"

Kata semua masa di sekitar Ichigo.

"Aaaah! Diamlah kalian!" kata Ichigo dengan volume tinggi dan langsung lari keluar gedung.

"Hei, tunggu Kurosaki! Cepat pilih!"

"Iya, Ichigo jangan kabur, pilih salah satu!"

Sebagian sisiwa pun keluar untuk mengejar Ichigo. Sebagian besar dari mereka adalah kaum lelaki.

Sedangkan saat ini, Rukia dan Inoue tengah duduk berjajar dengan santai. Inoue sedikit mengarahkan pandangannya pada Rukia. Saat Rukia mengalihkan pandangan ke arah Inoue, dengan cepat Inoue membuang muka.

Tak lama kemudian Rukia melihat ke arah Inoue, dan saat Inoue melirik ke arah Rukia dengan cepat Rukia membuang muka.

"Emph!" tahan Inoue.

"Emph!" tahan Rukia.

"Hahahahahahahaha... Aku tidak tahan lagi!" Inoue mulai tertawa lepas.

"Hahahahahahahaha.... Aku juga!" Rukia pun ikut-ikutan tertawa.

"Kau lucu sekali saat marah, Kuchiki."

"Kau bahkan sangat jelek saat mengolokku, Inoue."

"Maafkan aku, Kuchiki."

"Maafkan aku juga, Inoue."

Mereka mulai berpelukan dan kembali tersenyum.

"Indah sekali persahabatan itu."

"Iya, mereka cepat sekali ya baikannya?"

"Iya."

Komentar para siswi di sekitar mereka berdua.

"Ayo, kita temui Ichigo, Inoue!" kata Rukia mengajak Inoue.

Dan kini ia sudah menggandeng tangan Inoue, namun dengan cepat Inoue menggeleng.

"Tidak, kau saja." kata Inoue sendu.

"Ke.. kenapa?"

"Dia sudah menolakku. Hehehehe... Aku yakin dia menyukaimu." kata Inoue dengan senyum.

"Ke.. kenapa kau berkata seperti itu, Inoue?" kata Rukia yang kini blushing.

"Sebenarnya begini ceritanya.."

Flashback

Ichigo melepas pelukannya dan menarik lembut kedua tangan Inoue yang menutupi wajahnya sendiri. Kini kedua insan itu saling menatap.

"Inoue, aku juga menyayangimu..." kata Ichigo lirih.

"..." Inoue tetap diam dan tetap menatap sendu mata Ichigo.

"Aku menyayangimu sebagai adik. Aku sangat menyayangimu, Inoue. Dan aku nyaman dengan hal itu." jelas Ichigo.

Inoue semakin menjadi, ia menangis dengan mendekap erat Ichigo. Ichigo diam, ia membiarkan Inoue memeluknya. Dan menangis membasahi dadanya.

And flashback

"I.. Inoue.. kau.." kata Rukia kaget dengan nada memelas.

"Sudahlah, tidak perlu mengasihaniku. Cepat pergi!" kata Inoue dengan senyum dan sedikit mendorong Rukia.

"Terima kasih, Inoue." kata Rukia kemudian berlari ke luar gedung.

Di atap sekolah

Saat ini Ichigo tengah berdiri mematung menatap arah bawah dari tempat tinggi itu. Ia memikirkan kedua sahabatnya sejak tadi. Saat ini ia sudah memakai seragam lengkap yang sebelumnya ia mengenakan kostum dewa kematian. Ia terdiam cukup lama di situ.

"Ichigo!"

Reflek Ichigo membalikkan badan dan langsung menatap ke arah belakang dari dirinya, saat ini terlihat di kedua mata musim gugurnya, Rukia tengah berdiri tegak dengan napas yang sedikit ngos-ngosan.

Perlahan Rukia mendekat dan mengambil posisi disamping Ichigo dengan berpegangan di pembatas atap, bedanya Ichigo bersandar di pembatas tersebut dan membelakanginya sedangkan Rukia berpegangan dan menghadap pembatas itu.

"Rukia...?" tanya Ichigo kemudian.

"Aku mencintaimu." kata Rukia tiba-tiba tanpa menatap Ichigo.

"Apa maksud..."

"Itulah alasannya. Itu alasan aku melakukannya malam itu." kata Rukia yang kini memandang Ichigo yang juga memandangnya, ia memotong perkataan Ichigo begitu saja.

Keduanya saling memandang cukup lama. Namun tiba-tiba masih dalam diam Ichigo mendekatkan wajahnya dengan lebih mencondongkan tubuhnya ke samping, tepatnya ke arah Rukia yang memang berdiri di sampingnya. Rukia sedikit menjinjitkan kakinya, berusaha menggapai Ichigo. Jarak mereka sangat dekat dan teramat dekat. Kurang sedikit lagi, sangat sedikit lagi mereka akan berciuman. Kini mereka berdua telah saling memejamkan mata, lalu...

Jepret

"Hahahaha... aku mendapat bidikan yang bagus!" kata Inoue yang ternyata memotret adegan mereka berdua.

"I.. Inoue?" kata Rukia melihat Inoue tengah terkikik dengan hasil kerjanya.

Sedangkan Ichigo hanya diam membalikkan badan dan menatap langit. Sibuk dengan pikirannya sendiri pastinya. Ia sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sedangkan Rukia kini tengah berkejar-kejaran dengan Inoue.

"Inoue, kembalikan itu!" kata Rukia meminta hasil foto tersebut.

"Tidak akan pernah!" kata Inoue tegas yang kini berlari dari kejaran Rukia.

"Ok! Hasil endingnya bisa dilihat di AVATAR PERIODE 1, tinggal buka aja profil'na Ruki... Selamat melihat!" kata Ruki sang Autor.

T`A`M`A`T`


Terima kasih atas semua dukungan dan r'viu dari cinta-cintaQu semua. Ruki sayang kalian dah pokok'na...! Avatar akan berganti sesuai dengan Fic yang berhasil Ruki selesaikan, jadi setiap periode mewakili pergantian avatar. ~ 3 Colours Signal ~ mendapat periode 1. Akhir kata...


ARIGATOU AND SAYONARA


.............*(n_n)*.............


R P

E L

V E

I A

E S

W E