Snow white P3 style

(Fic ancur berdasarkan Snow white gaya persona)

-Halah-

Fandom: Shin megami tensei : Persona 3

Rating: K+?

Summary: "Haah, aku ingin diberikan anak yang berkulit putih seputih salju, berbibir merah semerah darah. Dan kalo perlu… jago fighting biar bisa melindungi diri. Dan satu lagi, harus cantik seperti aku, --ibunya ini—ahem."

"Tolong jangan minta yang aneh-aneh, Aki."

Disclaimer: Persona 3 punya Atlus. Snow white punya sapa? Ga inget. Tapi yang pasti ini snow white gaya saya sendiri, nyehehehe…

Chap 3, akhirnya hadir! –haiyah--

Sebenernya gw janji mau nerusin fic ini sekitar hari senen, tapi ternyata gw ga sabaran haha. Jadiii yaaa…

Buat yang udah review, tengkyu so much, maaf reviewnya ga sempet dibales… Jadi saya bales disini aja ya

violinist9091: Firasat apa ya? Hehe… Di chapter ini firasatmu akan terjawab, nak… daaannn… maaaaapppp… UMBnya gagal!! –Author nangis-

Eu9eNi3: iyah ini saya apdet. Gimana Mana Khemia? Bikin ficnya yuuukkk

schia kepanasan: Yaelah, ntar ni fic gw jadiin 'kau pilih sendiri petualanganmu' nih! Biar pembaca yang milih Minato bakal jadi ama siapa XD . Gaaa, becanda kok.. Pertanyaan anda akan terjawab disini, nyahahaha.

Yap... silahkan nikmati Chap.3 nya selagi hangat...

--

Mimpi buruk itupun akhirnya terjadilah…

Ratu Aki akhirnya menikah lagi dengan seorang Raja dari negeri seberang. Benar-benar negeri seberang, soalnya kalo mau ke negerinya musti nyeberang kali dulu pake getek...

Untuk menyingkat cerita, mari kita langsung saja...

Nama Raja itu adalah Junpei.

(Naaahhh!! Tebakan kalian benar?? Good, pembaca gw semuanya punya indera ke-enam!!)

Tampaknya sekarang Ken dan Minato mengerti kenapa Aki nggak sudi banget nikah sama dia. Dia itu super genit, sok asik, dan cerewetnya luar biasa. Jelas kebanting banget kalo dibandingin ama Shinji. Dan sialnya lagi, korban kegenitan favoritnya Junpei itu Minato.

Minato, yang statusnya mustinya anak tirinya itu.

Kalo Junpei udah kumat sukebe-nya, Ken yang repot. Soalnya Ken nggak sudi banget adik satu-satunya dijamah sama oom-oom senang macem begitu. Aki juga sering nonjokkin Junpei supaya Junpei tahu diri, tapi yang bersangkutan kayaknya udah kebal ditonjok (atau malah Masochist) sehingga nggak kapok-kapok.

Tapi, sebenarnya Junpei juga punya satu fakta yang sangat mencengangkan dan spektakuler. Sebenarnya Junpei sempat punya anak hasil dari perkawinannya yang terdahulu. Sebenarnya Aki, Ken, dan Minato tidak pernah melihat secara langsung sih. Soalnya si anak ini lagi belajar di luar negeri. Tapi Ken dan Minato pernah melihat fotonya sekali waktu lagi niat ngerjain Junpei (Ken aja, Minato engga).

Waktu itu secara tidak sengaja Minato menjatuhkan foto yang ada diatas meja. Ternyata itu foto Junpei dan anaknya.

Setelah melihat itu, Ken yakin kalau keajaiban dunia sudah bertambah satu. Menurutnya nggak mungkin banget Junpei punya anak secakep itu kalo bukan keajaiban dunia. Sementara Minato yang terpesona langsung nyibet foto itu dan ga dibalikkin (oooi, maling!!).

--

Setelah beberapa bulan mempunyai ayah tiri, Minato jadi resah (walau mukanya tetep lempeng).

Resah karena takut digrepe-grepe, resah karena di-stalk, resah karena BBM naik...

Pokoknya intinya dia nggak nyaman lagi berada di istana itu.

Semua karena ulah suatu makhluk tengil bernama Junpei.

Ken juga tampaknya merasakan hal yang sama. Dia khawatir akan keselamatan adiknya. Dia tidak bisa terus-terusan menjaga Minato karena Junpei yang licik itu malah mengharuskannya ikut wajib militer. Ya, Junpei berusaha menyingkirkan Ken karena menghalanginya 'bersenang-senang' dengan Minato. Apalagi Aki sekarang semakin sering sakit. Kayaknya dia tertekan harus nikah sama Junpei. Dan akhirnya kondisi psikologisnya mempengaruhi fisiknya dan mengakibatkan dia jadi penyakitan.

Saat ini, kedua kakak beradik itu kini tengah berada di kamar Minato untuk membicarakan kemalangan yang menimpa mereka.

"Minato… kepergianku tinggal beberapa minggu lagi… si reseh itu rupanya ingin memisahkan kita!!"

Ken berkata dengan penuh amarah. Sementara Minato hanya melihatnya dengan tatapan sayu.

"Kalau begitu siapa nantinya yang akan melindungi aku…?"

Minato berkata dengan lirih. Saaangaaaat Lirih sekali sampai orang lain harus memakai pembantu pendengaran untuk mendengarnya. Untunglah Ken sudah terbiasa dengan hal ini dan dapat mendengar perkataan adiknya itu dengan jelas.

"Minato…"

Ken maju dan merentangkan tangannya.

"Ken-niisama…"

Minato pun melakukan hal yang sama. Lalu mereka berpelukaaaannn (teletubbiesss)…TAPI NGGAK JADI.

Perwujudan kasih sayang antar saudara itu terpaksa terhenti ketika terdengar jeritan panik dari kamar Aki.

"Jangan-jangan…"

Ken dan Minato berpandangan dengan cemas dan akhirnya berlari menuju kamar ibunda mereka.

--

Kecemasan Minato dan Ken terbukti. Kondisi Aki semakin parah. Bahkan barusan dia muntah darah (sakit apa sih dia??). Minato hanya bisa memandangi dengan sedih sementara Ken mengurus Aki.

"Minato..."

Minato tercengang ketika Aki memanggil namanya. Dilihatnya ibundanya itu melambaikan tangan ke arahnya memintanya untuk mendekat. Dengan ragu-ragu, Minato mendekati Aki.

"Minato, umurku sudah tidak lama lagi..."

Ken dan Minato terkejut mendengar pernyataan Aki itu. Mereka sama sekali tidak menyangka sebuah penyakit nggak jelas yang bersumber dari stress bisa menyebabkan kematian. Ken yang pertama kali tersadar dari shock nya berusaha menghibur sebagai anak yang paling tua.

"Ibunda bicara apa? Pasti bisa sembuh kok, kalau diobati…"

"Nggak bisa!! Masalahnya gue sendiri tuh mau mati tauk!!"

Ken langsung nginyem setelah dibentak Aki begitu. Sementara Minato hanya bisa bersimpati dalam hati.

'Gue ngerti... daripada kawin ama Junpei juga mendingan gue mati...'

"Ibunda mau buru-buru koit trus ketemu ama ayahanda kalian di surga! Tapi masalahnya, kalian ntar sapa yang jaga??"

Ken dan Minato terdiam lagi. Bener juga. Mati itu masalah gampang, tapi ntar anaknya siapa yang jagain?

"Makanya, Minato... Kaburlah, nak! Larilah jauh-jauh, jangan sampai ketangkep sama si 'anu'! Jagalah kehormatanmu!"

Dengan berapi-api, Aki memberi titah kepada anak bungsunya tersebut. Minato mengangguk pelan. Setelah tersenyum puas, Aki perlahan menutup matanya... dan membisikkan kata-kata terakhirnya.

"Shinji, sekarang aku akan datang menemuimu."

--

Seminggu setelah kematian Aki, Minato benar-benar kabur dari istana. Junpei kelabakan dan menginterogasi Ken yang saat itu sedang main PS3 di kamarnya.

"Hei, kamu!! Si Minato kemana??"

Ken yang merasa terganggu konsentrasinya Cuma menjawab jawaban yang pendek dan tidak memuaskan,

"Meneketehe."

Beberapa jam berlalu... Minato masih belum kembali juga. Junpei mulai menyadari adanya suatu keganjilan. Ken yang merasa terganggu karena dari tadi Junpei nggak keluar dari kamarnya lalu menyodorkan kertas ke muka Junpei.

"Tuh, kalo itu bisa membuatmu sedikit lebih tenang."

Junpei bengong sejenak dan membacanya. Ternyata kertas itu adalah surat dari Minato.

Begini bunyinya…

Ayahanda ku yang baru…males banget deh gue manggil gitu,

Aku pergi. Jangan cari aku.

Tertanda, Minato.

P.S.

Foto anakmu aku bawa.

"APPPUAAAA?? MINATO KABURR?? PENGAWAAAALLL!!"

Toa Junpei langsung membahana ke seluruh penjuru istana. Ken buru-buru nyumpel kuping pake kapas dan ngelanjutin main PS3.


Seperti biasa, bersambung, hahaha…

Di chap ini akhirnya Aki menyusul Shinji, ihiks…