Snow white P3 style

(Fic ancur berdasarkan Snow white gaya persona)

-Halah-

Fandom: Shin megami tensei : Persona 3

Rating: K+?

Summary: "Haah, aku ingin diberikan anak yang berkulit putih seputih salju, berbibir merah semerah darah. Dan kalo perlu… jago fighting biar bisa melindungi diri. Dan satu lagi, harus cantik seperti aku, --ibunya ini—ahem."

"Tolong jangan minta yang aneh-aneh, Aki."

Disclaimer: Persona 3 punya Atlus. Snow white punya sapa? Ga inget. Tapi yang pasti ini snow white gaya saya sendiri, nyehehehe…

Huaaa, maaf saya lama banget ga nge-up date DX

Belakangan ini banyak pikiran, jadi mau nerusin fic kok setengah hati… tapi karena udah buat, masa mo saya berhentiin di tengah jalan? Jadi ini saya lanjutkan, hehehe…

Chap 4, hadir –akhirnyaaa-

--

Minato berlari ke hutan… tidak, dia tidak lari ke pantai, atau memecahkan gelas biar ramai. Tidak, di hutan dia tidak nyolong rambutan, sampai harus dikejar-kejar orang utan.

Sebenarnya Minato tidak tega meninggalkan Ken sendirian, tapi dia harus menuruti perintah terakhir ibundanya. Dan lari dari si mesum, tentu saja…

Tapi kepanikan rupanya membuat Minato jadi tidak berhati-hati. Secara tidak sengaja dia tersandung kerikil dan terjatuh. Dan secara 'Tidak Sengaja' pula muncullah seorang om-om yang langsung histeris ketika melihatnya.

"Oh, ya ampun! Itu kan si…"

Minato langsung merasa nggak enak hati ketika melihat om-om yang kelihatannya girang itu. Tampaknya dia pernah melihatnya entah dimana. Jangan-jangan suruhannya si Junpei.

Kecurigaan Minato sebenarnya benar. Om-om itu, yang sering muncul di TV dengan Jingle, "Here comes Tanakaaaa, over the air wave for youuu" itu adalah salah satu antek Junpei yang sengaja dikerahkan untuk mencari Minato.

Tanaka lalu memperhatikan Minato dari atas sampai ke bawah. Minato merinding, dia sudah biasa ditatap orang lain, tapi ditatap om-om beda lagi rasanya.

"Jangan-jangan, nih orang mau macem-macem sama gue…", pikir Minato dalem hati.

Pikiran Minato tepat sekali. Tanaka sedang merencanakan hal yang buruk. Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa yang dipikirkan Tanaka, mari kita buat cerita ini ke Tanaka's POV.

Tanaka's POV

Aku Cuma sedang berjalan-jalan pagi di hutan ketika si raja bodoh itu menelponku. Katanya anak bungsunya kabur dari rumah, ya ampun. Wajar sih kalo kabur, secara siapa sih yang mo dipegang-pegang sama bapak tiri sendiri? Yaiks.

Heheh, kalo gitu mendingan gue aja yang nemuin tuh anak duluan, ga bakalan gue balikkin ke Junpei, enak aja. Bakal gue simpen buat gue sendiri lah.

Makanya kaget banget waktu ngeliat dia lagi ada di hutan. Pake acara jatoh segala lagi. Ya ampun, Tuhan masih berpihak kepadaku!! Mana jatohnya seksi pula, uhuehuehue...

End of Tanaka's POV

Sekarang kita tahu kan segimana bahayanya membiarkan Minato berdua dengan om-om seperti itu di hutan sepi? Mana pikirannya mesum lagi... padahal Minato kan nggak pake rok (secara dia 'Pangeran' gitu loh! Ya ampuuun).

Merasakan bahaya mengancam, Minato buru-buru bangun dan siap-siap lari dari situ. Tapi Tanaka keburu menangkap tangannya dan senyum mesum ala om-om gitu.

"Eits, mau kemana, anak manis? Kok buru-buru gitu?"

Minato langsung mau muntah saking jijaynya.

"Ssss…saya mau… mau pulang ke rumah saya di dalem hutan situ…"

"Hah? Masa pangeran rumahnya di dalem hutan??"

Uupsie... Tampaknya Minato salah ngasih alesan. Tanaka juga Cuma senyum-senyum doang gitu, merasa perangkapnya berhasil.

Tapi tuhan masih memberikan kasihnya kepada Minato, karena pada saat itu salah satu kurcaci penghuni hutan lewat.

--

"Lhooo... itu kan!"

Si kurcaci gendut yang kebetulan lewat itu bernama Nozomi Suemitsu. Dan secara kebetulan juga, Minato mengenalnya. Dulu dia sering memberikan makanan sisa di istana ke kurcaci itu, sampe akhirnya tu kurcacai jadi gendut n lebar gitu bentuknya. Atau emang dari dulu udah gendut ya? Minato lupa...

Pokoknya karena keseringan dikasih makanan istana yang high quality, dia jadi songong dan mengklaim dirinya sebagai pengkritik makanan.

Tapi sesongong-songongnya seorang kurcaci, tentu masih punya harga diri dan rasa harus balas budi. Karena itu, dia mengerti kalau Minato butuh pertolongan dan menariknya pergi dari situ.

Tanaka cengok.

"Eh! Mau dibawa kemana?? Dasar kurcaci gendut!!"

Kliing. Nozomi langsung bangkit kemarahannya begitu mendengar kata 'gendut'. Dia melepaskan tangannya dari Minato dan...

Lompat ke punggung Tanaka.

"Auch...", Minato menutup matanya ngeri. Terdengar bunyi "Kraaak" yang sangat memilukan saat Nozomi lompat ke punggung Tanaka tadi. Minato jadi merasa sedikit kasihan sama Tanaka.

"Huh, balasan karena ngatain aku gendut, dasar om-om."

Nozomi lalu menggandeng tangan Minato lagi dan mengajaknya pergi dari situ.

Korban : Tanaka

Keluhan : Sakit pinggang, tulangnya retak, encok... ditiban ama bayi badak…


Tsuzuku… desu XD

Ternyata Nozomi bukan kurcaci gendut, tapi kurcaci sensi, huahaha -ditiban-